Anda di halaman 1dari 24

Kelompok 3 :

Dara Aftika N.
Fatimah Elsa Nanda
Hafit Muchsid
Mira Asfiya
Vreslisawati S.
Yonanda Audia P.

Membaca Karya Sastra untuk


Membedakan Karakteristik Angkatan

SASTRA INDONESIA
Sastra Indonesia adalah sebuah istilah yang
melingkupi berbagai macam karya sastra diAsia
Tenggara.
Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada
sastra yang dibuat di wilayahKepulauan Indonesia.
Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang
bahasaya berdasarkan Bahasa Melayu(dimana
bahasa Indonesia adalah satuturunannya).
Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat
juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah
Melayu(selain Indonesia, terdapat juga beberapa
negaraberbahasa Melayu sepertiMalaysiadanBrunei),
demikian pulabangsa Melayu yang tinggal
diSingapura.

PUISI LAMA
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturanaturan. Aturan- aturan itu antara lain :
- Jumlah kata dalam 1 baris
- Jumlah baris dalam 1 bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata tiap baris
- Irama
1. Ciri-ciri Puisi Lama
Ciri puisi lama:
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama
pengarangnya
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan
sastra lisan
c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris

2. Jenis Puisi Lama


Yang termasuk puisi lama adalah
a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki
kekuatan gaib
b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait
4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal
sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi.
Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak,
muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka
c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek
d) Seloka adalah pantun berkait
e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris,
bersajak a-a-a-a, berisi nasihat
f) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap
bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita
g) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8,
ataupun 10 baris

Contoh dari Jenis-jenis Puisi Lama


a) Mantra
Assalammualaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
b) Pantun
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati

c) Karmina
Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
d) Seloka
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
e) Gurindam
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

f) Syair
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
g) Talibun
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

PUISI BARU
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam
segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
1. Ciri-ciri Puisi Baru
a) Bentuknya rapi, simetris;
b) Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
c) Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair
meskipun ada pola

yang lain;

d) Sebagian besar puisi empat seuntai;


e) Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
f) Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5
suku kata.

2. Jenis-jenis Puisi Baru


Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
a) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita
b) Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
c) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
d) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
e) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
f) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
g) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik
Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:
a) Distikon e) Sektet
b) Terzina

f) Septime

c) Quatrain g) Oktaf/Stanza
d) Quint

h) Soneta

Contoh dari Jenis-jenis Puisi Baru

Contoh jenis puisi menurut isinya :


a) BALADA
Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul Balada Matinya Aeorang
Pemberontak

b) HYMNE
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
Bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
Dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
Dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
Mengenal-Mu tersalib di datam hati.(Saini S.K)

c) ODE
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)

d) EPIGRAM
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.(Iqbal)

Secara urutan waktu maka sastra


Indonesia terbagi atas beberapa
angkatan:
Angkatan Pujangga Lama - Angkatan Sastra Melayu Lama
Angkatan Balai Pustaka - Angkatan Pujangga Baru
Angkatan 1945- Angkatan 1950 - 1960-an
Angkatan 1966 - 1970-an - Angkatan 1980 - 1990-an
Angkatan ReformasiAngkatan 2000-an

Pujangga Lama

Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya


sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada
masa ini karya satra di dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan
hikayat. Di Nusantara, budaya Melayu klasik dengan pengaruh
Islam yang kuat meliputi sebagian besar negara pantai Sumatera
dan Semenanjung Malaya. Di Sumatera bagian utara muncul
karya-karya penting berbahasa Melayu, terutama karya-karya
keagamaan. Hamzah Fansuri adalah yang pertama di antara
penulis-penulis utama angkatan Pujangga Lama. Dari istana
Kesultanan Aceh pada abad XVII muncul karya-karya klasik
selanjutnya, yang paling terkemuka adalah karya-karya
Syamsuddin Pasai dan Abdurrauf Singkil, serta Nuruddin ar-Raniri.

Sastra Melayu Lama


Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870
- 1942, yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera
seperti "Langkat, Tapanuli, Minangkabau dan daerah Sumatera
lainnya", orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Karya
sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam
bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat.
Contoh :

1. Robinson Crusoe (terjemahan)

2. Lawan-lawan Merah
3. Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan)

Angkatan Balai Pustaka


Abdul Muis sastrawan Indonesia Angkatan
Balai Pustaka
Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di
Indonesia

yang terbit sejak tahun 1920, yang oleh penerbit Balai

Pustaka. Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu


bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda; dan dalam
jumlah terbatas dalam bahasa Bali, bahasa Batak, dan bahasa
Madura.
Contoh : 1. Marah Roesli
Siti Nurbaya (1922)
2. Merari Siregar
Binasa kerna Gadis Priangan (1931)
3. Djamaluddin Adinegoro
Darah Muda (1927)

Pujangga Baru

Sutan Takdir Alisjahbana adalah pelopor


Pujangga Baru.

Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya


sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis
sastrawan pada masa tersebut, terutama terhadap karya sastra
yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan.
contoh: 1. Sutan Takdir Alisjahbana
Dian Tak Kunjung Padam (1932)
2. Hamka
Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938)
3. Sanusi Pane
Pancaran Cinta (1926)

Angkatan 1945
Chairil Anwar pelopor Angkatan 1945

Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-

budaya

telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45. Karya sastra


angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan
Pujangga baru yang romantik-idealistik. Karya-karya sastra
pada angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan
merebut kemerdekaan seperti halnya puisi-puisi Chairil Anwar.
Contoh : 1. Chairil Anwar
Kerikil Tajam (1949)
Deru Campur Debu (1949)
2. Achdiat K. Mihardja

Atheis (1949)

Angkatan 1950 - 1960-an


Pramoedya Ananta Toer novelis generasi 1950-1960

Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah


sastra Kisah asuhan H.B. Jassin. Ciri angkatan ini
adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan
kumpulan puisi. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956
dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya.
Contoh : 1. Pramoedya Ananta Toer
Kranji dan Bekasi Jatuh (1947)
Bukan Pasar Malam (1951)
2. W.S. Rendra
Balada Orang-orang Tercinta (1957)
Empat Kumpulan Sajak (1961)

Angkatan 1966 - 1970-an


Taufik Ismail sastrawan Angkatan1966

Angkatan ini ditandai dengan terbitnya Horison


(majalah

sastra) pimpinan Mochtar Lubis. Semangat

avant-garde sangat

menonjol pada angkatan ini. Banyak

karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran
sastra dengan munculnya karya sastra beraliran surealistik, arus
kesadaran, arketip, dan absurd.
Contoh : 1. Taufik Ismail
Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia
Puisi-puisi Langit
2. Nasjah Djamin
Hilanglah si Anak Hilang (1963)
Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1968)

Angkatan 1980 - 1990an


Hilman Hariwijaya penulis cerita remaja pada dekade

1980

dan 1990
Karya sastra di Indonesia pada kurun waktu setelah
1980, ditandai dengan banyaknya roman percintaan,

tahun
dengan

sastrawan wanita yang menonjol pada masa itu. Namun, pada era
1980-an ini juga tumbuh sastra yang beraliran pop, yaitu lahirnya
sejumlah novel populer yang dipelopori oleh Hilman Hariwijaya
dengan serial Lupusnya. Justru dari kemasan yang ngepop inilah
diyakini tumbuh generasi gemar baca yang kemudian tertarik
membaca karya-karya yang lebih berat.
Contoh : 1. Hilman Hariwijaya
Olga Sepatu Roda (1992)
Lupus ABG - 11 novel (1995-2005)
2. Sindhunata
Anak Bajang Menggiring Angin (1984)

Angkatan Reformasi
Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra,
puisi, cerpen, maupun novel, yang bertema sosial-politik, khususnya
seputar reformasi.
Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik
yang terjadi pada akhir tahun 1990-an, seiring dengan jatuhnya Orde
Baru. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak
melatarbelakangi kelahiran karya-karya sastra puisi, cerpen, dan novel
pada saat itu. Bahkan, penyair-penyair yang semula jauh dari tematema sosial politik, seperti Sutardji Calzoum Bachri, Ahmadun Yosi
Herfanda, Acep Zamzam Noer, dan Hartono Benny Hidayat, juga ikut
meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka.
Contoh : 1. Widji Thukul
Puisi Pelo
Darman

Angkatan 2000-an

Andrea Hirata salah satu novelis tersukses pada dekade


pertama abad ke-21
Setelah wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan
Reformasi muncul, Korrie Layun Rampan pada tahun 2002
melempar wacana tentang lahirnya "Sastrawan Angkatan 2000".
Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya
diterbitkan oleh Gramedia, Jakarta pada tahun 2002. Seratus lebih
penyair, cerpenis, novelis, eseis, dan kritikus sastra dimasukkan
Korrie ke dalam Angkatan 2000, termasuk mereka yang sudah
mulai menulis sejak 1980-an, serta yang muncul pada akhir 1990an.
Contoh : 1. Ahmad Fuadi
Negeri 5 Menara (2009)
Ranah 3 Warna (2011)
2. Andrea Hirata

THATS ALL

THANK YOU