Anda di halaman 1dari 5

Resume Filsafat Administrasi

BAB I
HAKIKAT ILMU ADMINISTRASI
Ilmu adalah sekumpulan pengetahuan manusia yang rasional dan kognitif, dengan
disusun secara sistematis dan menggunakan metode tertentu yang dapat dipelajari sehingga
memberikan manfaat, baik di bidang wawasan berpikir maupun dibidang pekerjaan. Dengan
kata lain, ilmu dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan.
Ilmu administrasi merupakan hasil pemikiran dan penalaran manusia yang disusun
berdasarkan engan rasionalitas dan sistematika yang mengungkapkan kejelasan tentang objek
forma yaitu: pemikiran untuk menciptakan suatu keteraturan dari berbagai aksi dan reaksi
yang dilakoni manusia. Dan objek material yaitu: manusia yang mlakukan aktifitas
administrasi dalam bentuk kerjasama dalam pencapaian tujuan. Esensi mendasar objek formal
dan material administrasi adalah terciptanya hubungan antara pengatur dengan yang diatur
dalam konteks kerjasama.
Hakikat perkembangan ilmu administrasi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan
yang dapat membentuk pola pikir manusia, sebagai berikut:
1. Upaya spekulatif dalam menciptakan pandangan yang sistematis mengenai seluruh
realita penalaran ilmu administrasi.
2. Melukiskan hakikat realita awal dan akhir perkembangan ilmu administrasi yang
berada dalam pemikiran manusia.
3. Menentukan batas-batas, jangkauan, dan kebiasaan, serta nilai-nilai dasar ilmu
administrasi dalam realita kehidupan manusia.
4. Penyelidikkan secara kritis atas pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai
ilmuwan, baik secara empirikal maupun hsecara transidental terhadap ilmu
administrasi.
5. Disiplin ilmu yang dapat mengantar para ilmuwan administrasi untuk berpikir secara
kritis, rasional, objektif, efisien, dan efektif
Argumentasi yang menggambarkan peranan ilmu administrasi dalam era globalisasi
dilakukan secara rasional, efektif, dan efisien dengan memperhatikan:
1. Perubahan yang terjadi perlu terus diantisipasi perkembangannya sehingga tetap
mengarah kepada perubahan yang positif.
2. Memperkuat moral dan etika kerja bagi pegawai agar tidak cepat terpengaruh kepada
arus informasi yang beraneka raga pemakaiannya.
3. Tujuan ditetapkan secara konsisten sehingga aneka persepsi dapat diatasi dengan
baik.
4. Penyesuaian terhadap teknologi, lingkungan, dan kebijaksanaan.

BAB II

ONTOLOGI ILMU ADMINISTRASI


Kajian filsafat administrasi masih jarang dijumpai diberbagai perpustakaan, tetapi
yang banyak ditemukan adalah filsafat pada umumnya. Menurut penulis bukanlah
menjadi hambatan dalam mempelajari filsafat administrasi, karena administrasi adalah
salah satu cabang pengetahuan yang asal mulanya bersumber dari filsafat. Secara
etimologis, filsafat berasal dari bahasa yunani, philosophia yang terdiri dari dua suku kata
philos artinya cinta atau suka dan shopia artinya bijaksana. Secara etimologis, pengertian
filsafat adalah suka atau cinta kepada kebijaksanaan.
Banyak pemikiran ilmu filsafat diantaranya dalah aristoteles (382-322 SM), yang
dijuluki juga pelopor logika dan merupakan salah satu filosofi besar pada zaman yunani
kuno, yang menyatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan teoritis yang menelaah
peradaban yang abadi, tidak berubah, dan terpisah dari materi. Sedangkan plato (428348) mengembangkan filsafat spekulatif yang berkaitan dengan dunia ide yang sempurna
dan abadi. Galileo galilee (1564-1642) sebagai pelopor ilmu modern dan penganut
filsafat alam dengan melakukan pengukuran kesepakatan udara dan penimbangan bobot
udara pertama kali (the liang gie,1997)
Pengertian filsafat adalah berpikir secara matang dan mendalam terhadap segala
sesuatu yang berkaitan dengan kepercayaan atau objek tertentu sampai kepada inti
persoalan yang sesungguhnya. Filsafat dan pengetahuan adalah satu kesatuan yang tidak
mungkin dipisahkan , karena pengetahuan menelaah keberadaan terhadap sesuatu,
sedangkan filsafat mempertanyakan keberadaan sesuatu. Jadi pengertian filsafat
administrasi adalah proses berfikir secara matang, berstruktur, dan mendalam terhadap
hakikat dan makna yang terkandung dalam materi ilmu administrasi. Memang disadari
atau tidak, sesungguhnya ilmu administrasu memfokuskan diri terhadap aspek manusia,
terutama pelaksanaan aktivitas dilakukan secara kerjasama agar upaya pencapaian tujuan
yang telah ditetapkan sebelumnya dapat terwujud dengan baik dan memuaskan dari
seluruh yang terlibat.
Berfilsafat merupakan rangkaian kegiatan atau aktivitas dengan menggunakan
pemikiran dan perasaan manusia. Pemikiran dan perasaan ini senantiasa bersifat
memantul kepada diri untuk memahami pekerjaan, pikiran, perasaan tersebut. Perasaan
manusia selalu diarahkan untuk menelaah fenomena yang dialami oleh Konsep ontologi
administrasi
Ontologi merupakan bagian mendasar dari filsafat, baik secara substansial
maupun ditinjau dari segi historisnya, karena kelahiran atau keberadaan ontologi tidak
lepas dari peran filsafat. Sebaliknya pula perkembangan ontologi memperkuat keberadaan
filsafat. Ontology merupakan aliran penyelidikkan filsafat yang paling tua yang ikut
mempengaruhi alam pikiran manusia. Ontology berasal dari bahasa yunani ontos artinya
ada dan logos artinya ilmu. Jadi scara etimologis ontology adalah ilmu yang mempelajari
tentang yang ada
BAB III
EPISTIOMOLOGI ILMU ADMINISTRASI

Epistemologi merupakan bagian dari filsafat ilmu yang mempelajari dan


menetapkan kodrat atau skop suatu jenis ilmu pengetahuan serta dasar pembentukannya.
Epistemologis sebenarnya dapat dikatakan berorientasi pada pertanyaan bagaimana
sesuatu itu datang, bagaimana untuk mengetahuinya, dan bagaimana membedakan antara
yang satu dengan yang lainnya. Pengembangan ilmu pengetahuan dalam kehidupan
manusia merupakan kajian utama epistemologi dalam usaha pengayaan manusia
dibidang ilmu pengetahuan, antara lain ilmu administrasi baik yang berkaitan dengan
etika, estetika, maupun cara memperolehnya.
Pengebambangan ilmu pengatahuan dalam kehidupan manusia merupakan kajian
utama epistimologi dalam usaha pengayaan manusia dalam dibidang ilmu pengetahuan,
antara lain ilmu administrasi, baik yang berkaitan tentang etika,estetikanya maupun cara
atau prosedur memperolehnya.sesungguhnya ilmu pengetahuan, termasuk didalamnya
ilmu pengetahuan administrasi, bersumber dari pikiran manusia yang telah diuji
kebenarannya melalui suatu bentuk penelitian sesuai norma-norma keilmuwan
administrasi.
Pemikiran manusia tentang administrasi bersumber dari konsep aksiomatis, yang
merupakan dasar lahirnya ilmu administrasi. Konsep aksiomatis menunjukkan kebenaran
yang fundamental dan kesadaran konseptual yang sangat tinggi serta mampu
mengintegrasikan kondisi masa lampau, kini dan masa yang akan datang.
Ilmu pengetahuan dibidang administrasi adalah suatu pernyataan terhadap materi,
bentuk, serta objek formal dan materialnya.secara epistemologis, ilmu administrasi
cenderung untuk membatasi dri pada hal-hal tentang persepsi dan pemahaman intelektual
seseorang. Pemahan intelektualnya adalah logika sebagai pengetahuan yang mempelajari
segenap asas, aturan, dan tata cara penalaran dari suatu objek yang dipikirkan dengan
benar.
Konsep ilmu administrasi merupakan produk dari suatu kesadaran yang sifatnya
sangat fundamental dan terdiri atas dua jenis: (1) kesadaran yang berkaitan dengan
content atau objek (2) kesadaran yang berkaitan dengan kegiatan atau kenyataan. Content
atau materi ilmu administrasi berada dalam kesadaran manusia yang lebih bersifat
abstrak, sedangkan kesadran dalam kegiatan lebih banyak berorientasi kepada perbuatan
yang dilakukan untuk mendapatkan suatu hasil yang lebih nyata. Konsep dalam ilmu
administrasi cenderung merupakan pemikirkan yang didasarkan kepada perseptual
dengan pembuktiannya untuk melahirkan suatu jangkaunnya yang lebih luas, yang
diistilahkan dengan teori. Teori adalah akumulasi bangunan dari berbagai macam konsep
sehingga melahirkan pemahaman yang mendalam , kemudian teori tersebut diakumulasi
kedalam suatu keutuhan. Hal inilah yang dikenal dengan ilmu.
BAB IV
AKSIOLOGI ILMU ADMINISTRASI
Aksiologi ilmu administrasi merupakan salah satu bagian dari filsafat ilmu, maka
tidak heran begitu banyak pertanyaan yang muncul karena memang filsafat mencari

hakekat kandungan makna yang mendalam. Atau dalam artian aksiologi, ilmu
administrasi selalu mencari kebenaran yang hakiki. Oleh sebab itu merenung adalah
bagian dari filsafat, karena berfilsafat diawali pencarian yang tidak ada dan diakhiri pula
yang tidak ada.ilmu administrasi merupakan salah satu keputusan yang diambil melalui
peroses pemikiran, pembuktian, dan pengujian sebagai suatu tindakan yang penting serta
semakin berkembang dalam era modernisasi dewasa ini.
Ruang lingkup administrasi yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kebenaran asal mula


Kebenaran mengungkap
Kebenaran memandang
Kebenaran bentuk
Kebenaran isi
Kebenaran konsep
Kebenaran teori
Mencari kebenaran ilmu dan teknologi administrasi sudah pasti tidak luput dari
penngunaan metode tertentu, karena dengan metode yang tepat akan mempermudah kita
menemukan kebenaran ilmu dan teknologi administrasi yang kita cari. Walaupun kita
telah pahami bahwa ilmu dan teknologi administrasi berada pada daerah pemikiran
manusia, tetapi kekuatan atau besaran daerah pemikiran tetap dipengaruhi oleh dunia
luar.
Mencari kebenaran dibidang administrasi dapat ditelusuri dari dua sudut pandang.
Pertama, mencari kebenaran berdasarkan dengan hakikat ilmu dan teknologi administrasi,
dan kedua mencari kebenaran dari sudut pandang profesi administrasi. Mencari
kebenaran dari sudut ilmu dan teknologi administrasi dimulai dari proses pemikiran yang
rasional dan dipadukan dengan fenomena-fenomena yang ditemukan dari pengalamanpengalaman manusia, sampai kepada pembuktian-pembuktian dengan melalui pengujianpengujian. Sedangkan mencari kebenaran professional administrasi dimulai dari proses
pelaksanaan suatu kegiatan sampai kepada keberhasilannya
Mencari kebenaran dibidang administrasi dapat ditelusuri dari sudat pandang: (1)
mencari kebenaran berdasarkan dengan hakikat ilmu dan teknologi administrasi. (2)
mencari kebenaran dari sudut pandang profesi administrasi. Dimulai dari proses
pemikiran rasional dan ddipadukan dengan fenomena-fenomena yang ditemukan dari
pengalaman-pengalaman sampai kepada pembuktian-pebuktian dengan melalui
pengujian-pengujian. Sedangkan mencari kebenaran professional administrasi dimulai
dari proses pelaksanaan suatu kegiatan sampai kepada keberhasilannya.
BAB V
PERSEPSI ORGANISASI
Organisasi adalah suatu bentuk persekutuan social dari sekelompok anusia yang
saling berinteraksi dan bereaksi kedalam suatu ikatan pengaturan dan keteraturan, dengan

memiliki fungsi dan tugas sebagai suatu kesatuan yang mengarah pada pencapaian tujuan
serta mempunyai batas-batas yang jelas sehingga dapat dipisahkan secara tegas masingmasing manusia yang terikat dalam persektuan.
Prajudi atmosudirdjo memberikan ulasan mengenai organisasi yaitu suatu
kelompok yang terdiri dari ruda orang atau lebih yang dengan sadar bekerja sama secara
terpadu untuk encapai suatu tujuan bersama. Berdasarkan pengertian diatas memberikan
informasi bahwa oraganisasi itu terdiri dari atas 2 bagian besar yaitu: (1) organisasi
sebagai wadah atau tempat pemahaman ini bukan seperti kita melihat rumah, kamar, dan
lain sebagainya hanya ada dalam alam pikiran manusia saja.(2) organisasi sebagai proses
yang menggambarkan aktivitas yang akan sedang atau akan dilaksankan oleh manusia
yang bergabung dalam sebuah organisasi
Penilaian organisasi adalah suatu pernyataan yang mengungkapkan pendirian,
sikap, dan pendapat seseorang atau beberapa orang tentang keadaan organisasi. Seluruh
deretan nilai yang dikemukakan oleh penilai terhadap sebuah organisasi akan berbedabeda tentang karakter nilai itu sendiri.hal ini dipengaruhi oleh pengalaman dan
pemahaman setiap penilai. Kretivitas penilai sesuatu organisasi juga dipengaruhi tindakan
objekyivitas dan subjektivitas cara memandang keberadaan organisasi itu yang terdiri atas
organisasi formal dan informal.
Kepribadian seseorang dalam suatu organisasi dapat mempengaruhi penyesuaian
terhadap norma dan etika organisasi. Norma dan etika organisasi merupakan standar
dasar perilaku yang telah disepakati bersama dalam melakukan interaksi dan bereaksi
antarsesama organisasi. Fungsi utama nilai dan etika organisasi adalah sebagai pedoman
untuk menciptakan pengaturan dan keteraturan lingkungan internal dari seluruh elemen
yang ada didalamnya. Norma dan etika suatu organisasi merupakan milik semua anggota
organisasi baik statusnya pemimpin tertinggi sampai kepada pelaksana.