Anda di halaman 1dari 8

ANDI MUHAMMAD NOVIAN NURTANIO

A311 11 009
AKUNTANSI SYARIAH

AKUNTANSI ZAKAT DAN ASURANSI SYARIAH


Akuntansi Zakat dan Infaq/Sedekah
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian dan
pengungkapan transaksi zakat dan infak/sedekah. Pernyataan ini berlaku untuk amil yang
menerima dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah. Amil yang menerima dan menyalurkan
zakat dan infak/sedekah, yang selanjutnya disebut amil, merupakan organisasi pengelola zakat
yang pembentukannya dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat dan
infak/sedekah.
Definisi

Amil adalah entitas pengelola zakat yang pembentukannya dan atau pengukuhannya diatur
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang dimaksudkan untuk mengumpulkan dan

menyalurkan zakat, infak/sedekah.


Dana amil adalah bagian amil atas dana zakat dan infak/ sedekah serta dana lain yang oleh

pemberi diperuntukkan bagi amil. Dana amil digunakan untuk pengelolaan amil.
Dana infak/sedekah adalah bagian nonamil atas penerimaan infak/sedekah.
Dana zakat adalah bagian nonamil atas penerimaan zakat.
Infak/sedekah adalah harta yang diberikan secara sukarela oleh pemiliknya, baik yang

peruntukannya dibatasi (ditentukan) maupun tidak dibatasi.


Mustahiq adalah orang atau entitas yang berhak menerima zakat.
Mustahiq terdiri dari:
1. fakir;
2. miskin;
3. riqab;
4. orang yang terlilit utang (ghorim) ;
5. muallaf;
6. fisabilillah;
7. orang dalam perjalanan (ibnu sabil); dan

8. amil.

Muzakki adalah individu muslim yang secara syariah wajib membayar (menunaikan) zakat.
Nisab adalah batas minimum harta yang wajib dikeluarkan zakatnya.
Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh muzakki sesuai dengan ketentuan syariah untuk
diberikan kepada yang berhak menerimanya (mustahiq).
Karakteristik
Zakat merupakan kewajiban syariah yang harus diserahkan oleh muzakki kepada
mustahiq baik melalui amil maupun secara langsung. Ketentuan zakat mengatur mengenai
persyaratan nisab, haul (baik yang periodik maupun yang tidak periodik), tarif zakat (qadar), dan
peruntukannya.
Infak/sedekah merupakan donasi sukarela, baik ditentukan maupun tidak ditentukan
peruntukannya oleh pemberi infak/sedekah. Zakat dan infak/sedekah yang diterima oleh amil
harus dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan tata kelola yang baik.

Penyajian
Amil menyajikan dana zakat, dana infak/ sedekah, dana amil, dan dana nonhalal secara terpisah
dalam neraca (laporan posisi keuangan).
Pengungkapan
Zakat
Amil harus mengungkapkan hal-hal berikut terkait dengan transaksi zakat, tetapi tidak terbatas
pada:
i. kebijakan penyaluran zakat, seperti penentuan skala prioritas penyaluran, dan penerima;
ii.
kebijakan pembagian antara dana amil dan dana nonamil atas penerimaan zakat, seperti
persentase pembagian, alasan, dan konsistensi kebijakan;
metode penentuan nilai wajar yang digunakan untuk penerimaan zakat berupa aset nonkas;
rincian jumlah penyaluran dana zakat yang mencakup jumlah beban pengelolaan dan

iii.
iv.
v.

jumlah dana yang diterima langsung mustahiq; dan


hubungan istimewa antara amil dan mustahiq yang meliputi:
sifat hubungan istimewa;
jumlah dan jenis aset yang disalurkan; dan

presentase dari aset yang disalurkan tersebut dari total penyaluran selama periode.

Infak/Sedekah
Amil harus mengungkapkan hal-hal berikut terkait dengan transaksi infak/sedekah, tetapi
tidak terbatas pada:
a.

metode penentuan nilai wajar yang digunakan untuk penerimaan infak/sedekah berupa aset

b.

nonkas;
kebijakan pembagian antara dana amil dan dana nonamil atas penerimaan infak/sedekah,

c.

seperti persentase pembagian, alasan, dan konsistensi kebijakan;


kebijakan penyaluran infak/sedekah, seperti penentuan skala prioritas penyaluran, dan

d.

penerima;
keberadaan dana infak/sedekah yang tidak langsung disalurkan tetapi dikelola terlebih
dahulu, jika ada, maka harus diungkapkan jumlah dan persentase dari seluruh penerimaan
infak/sedekah selama periode pelaporan serta alasannya;
hasil yang diperoleh dari pengelolaan yang dimaksud di huruf (d) diungkapkan secara

e.

terpisah;
f.penggunaan dana infak/sedekah menjadi asset kelolaan yang diperuntukkan bagi yang berhak,
jika ada, jumlah dan persentase terhadap seluruh penggunaan dana infak/sedekah serta
alasannya;
rincian jumlah penyaluran dana infak/sedekah yang mencakup jumlah beban pengelolaan

g.

dan jumlah dana yang diterima langsung oleh penerima infak/sedekah;


h.
rincian dana infak/sedekah berdasarkan peruntukannya, terikat dan tidak terikat; dan
i. hubungan istimewa antara amil dengan penerima infak/sedekah yang meliputi:
a. sifat hubungan istimewa;
b. jumlah dan jenis aset yang disalurkan; dan
c. presentase dari aset yang disalurkan tersebut dari total penyaluran selama periode.
j. Selain membuat pengungkapan, amil mengungkapkan hal-hal berikut:
a. keberadaan dana nonhalal, jika ada, diungkapkan mengenai kebijakan atas penerimaan
b.

dan penyaluran dana, alasan, dan jumlahnya; dan


kinerja amil atas penerimaan dan penyaluran dana zakat dan dana infak/sedekah

Asuransi Syariah
Definisi
Berikut ini pengertian istilah yang digunakan dalam pernyataan ini:

Cadangan dana tabarru adalah cadangan yang dibentukdari surplus underwriting yang tidak

dibagikan kepada peserta dan kepada entitas asuransi syariah.


Dana peserta adalah semua dana baik berupa dana tabarru maupun dana investasi.

Klaim yang masih dalam proses (outstanding claims) adalah jumlah beban penyisihan untuk
klaim yang diperkirakan akan dibayar pada periode mendatang untuk klaim yang terjadi dan
dilaporkan sampai akhir periode berjalan. Penyisihan tersebut termasuk beban penanganan

dikurangi beban klaim yang menjadi kewajiban reasuransi.


Klaim yang terjadi tetapi belum dilaporkan (claim incurred but not reported) adalah jumlah
penyisihan untuk klaim yang terjadi, tetapi belum dilaporkan sampai akhir periode berjalan.
Penyisihan tersebut termasuk beban penanganan dikurangi beban klaim yang menjadi

kewajiban reasuransi.
Kontribusi (contribution) adalah jumlah bruto yang menjadi kewajiban peserta untuk porsi risiko

dan ujrah.
Kontribusi yang belum menjadi hak (unearned contributions) adalah bagian kontribusi kontrak
asuransi yang diterima oleh entitas asuransi syariah pada periode berjalan, tetapi periode
asuransinya meliputi satu atau lebih periode mendatang. Oleh karena itu, bagian kontribusi

tersebut tidak diakui pada periode berjalan


Kontribusi yang sudah menjadi hak (earned contributions) adalah bagian dari kontribusi kontrak

asuransi yang diakui pada periode berjalan.


Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak (unearned contributions provision) adalah jumlah
penyisihan untuk memenuhi risiko yang timbul pada periode yang akan datang.
Pengakuan dan Pengukuran
a. Pengakuan Awal
Kontribusi dari peserta diakui sebagai bagian dari dana tabarru dalam dana peserta. Dana
tabarru yang diterima bukan pendapatan, karena entitas asuransi syariah tidak berhak untuk
menggunakan dana tersebut untuk keperluannya, tetapi hanya mengelola dana sebagai wakil para
perserta. Selain dari kontribusi peserta, tambahan dana tabarru juga berasal dari hasil investasi
yang dilakukan oleh entitas asuransi syariah, antara lain, sebagai wakil peserta (wakalah) atau
pengelola dana (mudharabah atau mudharabah musytarakah). Bagian pembayaran dari peserta
untuk investasi diakui sebagai:
a.

dana syirkah temporer jika menggunakan akad mudharabah atau mudharabah

b.

musytarakah; dan atau


kewajiban jika menggunakan akad wakalah.

Pada saat entitas asuransi menyalurkan dana investasi yang menggunakan akad wakalah bil
ujrah, entitas mengurangi kewajiban dan melaporkan penyaluran tersebut dalam laporan
perubahan dana investasi terikat. Perlakuan akuntansi untuk investasi dengan menggunakan akad
mudharabah, atau mudharabah musytarakah mengacu kepada PSAK yang relevan.

Bagian

kontribusi untuk ujrah/fee diakui sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi dan menjadi beban
dalam laporan surplus defisit underwriting dana tabarru.
b. Pengukuran setelah Pengakuan Awal
(a) Surplus dan Defisit Underwriting Dana Tabaru'
Surplus pengelolaan dana tabarru (surplus underwriting dana tabarru) diperlakukan sebagai
berikut:
(a)
(b)

seluruh surplus sebagai cadangan dana tabarru;


sebagian sebagai cadangan dana tabarru dan sebagian lainnya didistribusikan kepada

(c)

peserta; atau
sebagian sebagai cadangan dana tabarru, sebagian didistribusikan kepada peserta,
dan sebagian lainnya didistribusikan kepada entitas asuransi syariah.

Bagian surplus underwriting dana tabarru yang didistribusikan kepada peserta dan bagian
surplus underwriting dana tabarru yang didistribusikan kepada entitas asuransi syariah diakui
sebagai pengurang surplus dalam laporan perubahan dana tabarru. Surplus underwriting dana
tabarru yang diterima entitas asuransi syariah diakui sebagai pendapatan dalam laporan laba
rugi, dan surplus underwriting dana tabarru yang didistribusikan kepada peserta diakui sebagai
kewajiban dalam neraca. Jika terjadi defisit underwriting dana tabarru, maka entitas asuransi
syariah wajib menanggulangi kekurangan tersebut dalam bentuk pinjaman (qardh).
Pengembalian qardh tersebut kepada entitas asuransi syariah berasal dari surplus dana tabarru
yang akan datang.
(b) Penyisihan Teknis (Technical Provision)
Penyisihan teknis untuk asuransi syariah terdiri dari:
(a)

Penyisihan kontribusi yaitu jumlah untuk memenuhi klaim yang terkait dengan
kontribusi yang timbul pada periode berjalan atau periode mendatang (penyisihan

(b)

kontribusi yang belum menjadi hak).


Klaim yang masih dalam proses yaitu jumlah penyisihan atas ekspektasi klaim yang
akan dibayar pada periode mendatang yang terjadi dan dilaporkan sampai dengan

akhir periode berjalan. Penyisihan tersebut termasuk beban penanganan dikurangi


(c)

beban klaim yang menjadi kewajiban reasuransi.


Klaim yang terjadi tetapi belum dilaporkan yaitu jumlah penyisihan atas klaim yang
telah terjadi tetapi tidak dilaporkan sampai dengan akhir periode berjalan. Penyisihan
tersebut termasuk beban penanganan dikurangi beban klaim yang menjadi kewajiban
reasuransi.

Penyisihan teknis diakui pada saat akhir periode pelaporan sebagai beban dalam laporan surplus
deficit underwriting dana tabarru. Penyisihan teknis diukur sebagai berikut:
(a)

Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak dihitung menggunakan metode yang

(b)

berlaku dalam industri perasuransian.


Klaim yang masih dalam proses diukur sebesar jumlah estimasi klaim yang masih
dalam proses oleh entitas asuransi syariah. Jumlah estimasian tersebut harus
mencukupi untuk mampu memenuhi klaim yang terjadi dan dilaporkan sampai
dengan akhir periode pelaporan, setelah mengurangkan bagian reasuransi dan bagian

(c)

klaim yang telah dibayarkan.


Klaim yang terjadi tetapi belum dilaporkan diukur sebesar jumlah estimasi klaim
yang diekspektasikan akan dibayarkan pada tanggal neraca berdasarkan pada
pengalaman masa lalu yang terkait dengan klaim paling kini yang dilaporkan dan
metode statistik.

(c)

Cadangan Dana Tabaru

Cadangan dana tabarru digunakan untuk:


1.
2.

menyediakan cadangan defisit yang akan terjadi di periode mendatang; dan


tujuan memitigasi dampak risiko kerugian yang luar biasa yang terjadi pada periode
mendatang untuk jenis asuransi (class of business) yang menunjukkan derajat
volatilitas klaim yang tinggi.

Cadangan dana tabarru diakui pada saat dibentuk sebesar jumlah yang dianggap
mencerminkan kehatihatian (deemed prudent) agar mencapai tujuan pembentukannya yang
bersumber dari surplus underwriting dana tabarru. Pada akhir periode pelaporan, jumlah yang
diperlukan untuk mencapai saldo cadangan dana tabarru yang dibutuhkan diperlakukan sebagai
penyesuaian atas surplus underwriting dana tabarru.

Penyajian
Bagian surplus underwriting dana tabarru yang didistribusikan kepada peserta disajikan secara
terpisah pada pos bagian surplus underwriting dana tabarru yang didistribusikan kepada
peserta dan bagian surplus yang didistribusikan kepada entitas asuransi syariah disajikan secara
terpisah pada pos bagian surplus underwriting dana tabarru yang didistribusikan kepada
pengelola dalam laporan perubahan dana tabarru. Penyisihan teknis disajikan secara terpisah
pada kewajiban dalam neraca. Cadangan dana tabarru disajikan secara terpisah pada laporan
perubahan dana tabarru.
Pengungkapan
Entitas asuransi syariah mengungkapkan terkait kontribusi, tetapi tidak terbatas pada:
(a)

Kebijakan akuntansi untuk:


1)
2)
3)
4)
5)

kontribusi yang diterima dan perubahannya;


pembatalan polis asuransi dan konsekuensinya
Piutang kontribusi dari peserta, entitas asuransi, dan reasuransi;
Rincian kontribusi berdasarkan jenis asuransi;
Jumlah dan persentase komponen kontribusi untuk bagian risiko dan ujrah dari total

kontribusi per jenis asuransi;


6) Kebijakan perlakuan surplus atau deficit underwriting dana tabarru
Jumlah pinjaman (qardh) untuk menutup deficit underwriting (jika ada). Entitas asuransi syariah
mengungkapkan terkait dengan dana investasi, tetapi tidak terbatas pada:
(a)
(b)

Kebijakan akuntansi untuk pengelolaan dana investasi yang berasal dari peserta; dan
Rincian jumlah dana investasi berdasarkan akad yang digunakan dalam pengumpulan
dan pengelolaan dana investasi.

Entitas asuransi syariah mengungkapkan terkait penyisihan teknis, tetapi tidak terbatas pada:
(a)

Jenis penyisihan teknis (saldo awal, jumlah yang ditambahkan dan digunakan selama

(b)

periode berjalan, dan saldo akhir);


Dasar yang digunakan dalam penentuan jumlah untuk setiap penyisihan teknis dan
perubahan basis yang digunakan.

Entitas asuransi syariah mengungkapkan terkait cadangan dana tabarru, tetapi tidak terbatas
pada:
(a)

Dasar yang digunakan dalam penentuan dan pengukuran cadangan dana tabarru;

(b)

Perubahan cadangan dana tabarru per jenis tujuan pencadangannya (saldo awal,

(c)

jumlah yang ditambahkan dan digunakan selama periode berjalan, dan saldo akhir);
Pihak yang menerima pengalihan saldo cadangan dana tabarru jika terjadi likuidasi

(d)

atas produk atau entitas;


Jumlah yang dijadikan sebagai dasar penentuan distribusi surplus underwriting.

Entitas asuransi syariah mengungkapkan aset dan kewajiban yang menjadi milik dana tabarru.