Anda di halaman 1dari 1

Hasil frekuensi pemesanan berdasarkan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk

bahan baku ubi jalar dilakukan 24 kali pemesanan dalam satu tahun, sedangkan berdasarkan
sistem pengendalian yang telah ada di UKM Novita membutuhkan 48 kali pemesanan dalam
satu tahun. Pemesanan bahan baku ubi jalar yang dilakukan dengan menggunkan perhitungan
Economic Order Quantity (EOQ) dapat meminimalkan jumlah pemesanan dan mampu
meminimalkan frekuensi pemesanan bahan baku ubi jalar di UKM Novita. Besar nilai
persediaan pengaman (safety stock), perhitungan titik pemesanan kembali (Reorder Point)
yang diperlukan UKM Novita dan total biaya persediaan yang dihasilkan juga dapat
dilakukan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) sehingga biaya
aktual diperusahaan dengan biaya total EOQ lebih efesien.

Economical Order Quantity adalah jumlah pesanan yang dapat meminimumkan total biaya
persediaan dan menentukan pembelian yang optimal (Nasution, 2003). Metode Economical
Order Quantity (EOQ) mengasumsikan permintaan secara pasti dengan pemesanan yang
dibuat sudah konstan serta tidak adanya kekurangan persediaan. Asumsi-asumsi yang
terdapat pada metode Economical Order Quantity (EOQ) yaitu, tingkat permintaan datang
secara konstan, tidak diperbolehkan kehabisan persediaan, bahan yang dipesan dan
diproduksi pada satu waktu, biaya pemesanan setiap unit adalah konstan, barang yang
dipesan tunggal (Rangkuti, 2007).

Hal tersebut dapat meminimalkan jumlah pemesanan bahan baku ubi jalar di
UKM Novita