Anda di halaman 1dari 11

2.

1 Arsitektur pra modern & modern


Masa arsitektur pra modern
(pre modern architecture periods)
Diawali dengan adanya gejala-gejala yang muncul sebagai suatu bentuk perubahan menuju
kearah arsitektur yang lebih baru apakah itu modern atau pembaharuan dari gaya renaissance
ataupun

aliran-aliran

yang

pernah

berkembang

sebelumnya.

Arsitektur

modern

perkembangannya mulai sekitar akhir abad sembilan belas dan puncaknya pada abad
duapuluh, maka lebih populer disebut arsitektur modern,dan yang terjadi sebelumnya
merupakan arsitektur pra modern yang mengawali abad-abad sebelum dua puluhan.
Keadaan seperti ini merupakan perkembangan sebelum modern atau pra modern architecture
periods dalam bentuknya antara lain :
Karya tulis dalam bidang arsitektur Bentuk-bentuk karya tulis seperti ini sudah
banyak dilakukan oleh tokoh-tokoh renaissance seperti Alberti,Vignola dan Palladio.
Terobosan

Baru

dalam

Desain

C.N.Ledoux

(arsitek

Perancis);

dalam

desain

arsitekturnya, bereksprimen membuat rumah tinggal berbentuk bola/Maison des Gardes


Agricoles 1773-1779.
Hal sepertiini masih dianggap asing atau tidak seperti biasanya, dan menunjukkan
pemboikotan dari kaidah-kaidah arsitektur renaissance.
C.N. Ledoux Rumah Bola, hasil eksprimen yang keluar dari pakem-pakemarsitektur
biasanya.
Ini sebuah rancangan yang berani, suatu terobosan baru terutama penerapannya dalam rumah
tinggal. Banyak pulayang menganggap keberanian arsitek Perancis ini belum mampu lepas
dari ciri klasik arsitektur Eropa, dilihat dari desain pintu jendela yang tetap simetris dan taat
pada pola as.
Gagasan-gagasan C.N.Ledoux kandas oleh antara lain ,keinginan Kaisar Napoleon waktu itu
untuk kembali ke gayakuno, ditambah kemudian Ecole des Beauxs Arts , dalam pelajaran
arsitektur, bahwa arsitektur itu adalah seni semata mengembangkan bentuk-bentuk arsitektur
yang tumbuh dari sistem konstruksi bangunanyang diterapkannya.

Violet-Le-Duc (1814-1879),
Ecole Polytecnique (1794), yaitu pendidikan ke politeknikan justru lebih menekankan
arsitektur itu adalah keilmuan/science, artinya siapa saja bisa belajar arsitektur tanpa bakat
seni sekalipun.
Terjadinya revolusi industri,di hampir seluruh kawasanEropa, terutama sekali dimotori
Inggris (abad 18), banyak membawa kemungkinan-kemungkinan baru terutama dalam bidang
ekonomi dan membawa perubahan pada bidangstruktur sosial masyarakatnya.Revolusi
Industri Eropa dimotori oleh Inggris berdampak pada hal-hal mendasa dan membawa
pembaharuan- pembaharuan terutama yang diakibatkan oleh :
1. Dimulainya sistem mekanisasi
2. Munculnya bangunan bangunan utilitas
3. Perubahan pada sistem pendidikan
4.Urbanisasi, perkotaan menjadi gaya tarik masyarakat pedesaan.
Dalam bidang arsitektur perubahan yang jelas menonjol sebagai dampak dari revolusi
industri adalah dikuti dengan revolusi ide, misalnya antara lain :
Tampilan bangunan harus menarik.

Bangunan jujur dalam penerapan konstruksi.


Pengurangan sedapat mungkin unsur-unsur hiasan sebagaikonsekwensi penerapan asas
guna/manfaat.
Muncul wujud-wujud bangunan dengan konsep idealisme.
Peranan arsitek sebagai tokoh arsitek individu mulai berperan dan mengemuka dan semakin
menguatkan posisinya.Hal-hal tersebut diatas menjadi landasan pijak menuju perkembangan
arsitektur modern atau arsitektur abad duapuluh.
1. Dimulainya Sistem Mekanisasi
Tingkat seni atau keterampilan tangan tidak utama lagi,karena hanpir semua telah digantikan
dengan mesin, dankeadaan semacam ini mengakibatkan, nilai-nilai senisemakin berkurang,
kemudian dimulainya bahan-bahan produk dengan ukuran-ukuran yang disamakan
(sistem prefabrikasi), tapi masih belum ada standarisasi produk pabrik karena belum
diorganisir secara baik. Pendidikan arsitektur yang mengajarkan bahwa arsitektur adalah
bagiandari kesenirupaan bergeser dan berkembang menjadi kamarsitektur menjadi bagian
dari ilmu(science), kemudian mendapatkan pendidikan struktur dan mekanika teknik.
2. Munculnya Bangunan-Bangunan Utilitas
Bangunan utilitas yang dimaksud di masa pra modern adalah jenis-jenis bangunan baru akibat
lahirnya fungsi-fungsi baru.
Bangunan utilitas ini antara lain seperti pabrik. pasar, gudang dan sebagainya. Pada jaman
renaissance pabrik adalah sejenis home indutry,yang merupakan kerajinan rumah
tangga.Keadaan ini juga dirangsang oleh penemuan-penemuan bahan bangunan baru
(baja/besi,kaca ukuran lebar, tebal) memungkinkan membuat bentangan lebar dan
panjang,sistem struktur lebih berkembang (sistem struktur rangkaruang).
3. Kemajuan pada sistem pendidikan.
3.1. Dicetaknya banyak buku dipermudah oleh karenaadanya mesin cetak.Sedangkan
pembuatan mesin serta cara pengoperasiannya membutuhkan tenaga-tenagasiap pakai dan
terampil, hal ini tantangan bagitenaga yang sebagian besar berasal dari sektor pertanian
tradisional

di

pedesaan.

Tenaga

terampilini

harus

didapatkan

dengan

memberi

pelatihan- pelatihan dan pendidikan serta kursus-kursus yang nantinya menguasai bidang-

bidang seperti pemasaran, pemeliharaan maupun pengoperasian mesin-mesin, penyimpanan


dan sebagainya yang dibutuhkan industri.
3.2.Bermunculannya kemudian lembaga-lembaga pendidikan yang pada akhirnya tersedianya
tenaga-tenaga terdidik secara melimpah, melebihi keinginan dari sipendiri lembaga. Dari sini
kemudian muncul kelompok manusia yang lebih mengedepankan egonya (egoistis,
individualistismodern).
3.3.Lahirnya paham atau pendapat-pendapat yang mendorong munculnya aliran-aliran
dengan kelompok-kelompok pengikutnya.
3.4. Kemajuan dalam bidang pendidikan berarti bertanda berkembangnya ilmu pengetahuan
termasuk pemahaman yang sebelumnya dunia inilebar berubah dunia ini diyakini bulat
adanya.
3.5. Daerah-daerah baru diketemukan. Daerah-daerah baru ini tentu masih kaya akan bahanbahan alam yang asli dan melimpah. Penguasaan daerah baruoleh para pendatang dari Eropa
yang kulit putih sebagai raja-raja baru yang kaya (Orang Kaya Baru/OKB). Keadaan ini
menandai adanya bangsawan-bangsawan Eropa diluar benua Eropa.OKB, berhasil bukan
karena warisan, tetapi oleh kerakusan orang-orang ini yang pada umumnya tidak dilandasi
oleh pendidikan yang memadai, bahkan sebagaian terdiri dari para avonturir.
3.6. Orang-orang ini membangun istana (rumah tinggal)yang meniru istana-istana bangsawan
di negaraasalnya Eropa.Tiruannya kadang-kadang hanya pada tampak luar dari warisan
arsitektur renaissance, tetapi yang dilebih-lebihkan, ditambah kadang dikurangi sesuai selera,
ditambah lagisituasi daerah setempat. Pada masa ini banyak bangunan dibongkar. Hanya
beberapa yang dianggap baik tetap dipertahankan. Yang lebih berperan dalam perancangan
kadang bukan siarsitek tetapi pemiliknya. Arsitek tidak lebih sebatas draftman,sehingga
arsitektur kehilangan fungsinya.
4.Urbanisasi, perkotaan menjadi gaya tarik masyarakat pedesaan
4.1.Tumbuhnya pabrik-pabrik, pertokoan, pergudangan mengundang imigran-imigran datang
berbondong- bondong kekota mendapatkan pekerjaan-pekerjaan baru.
4.2. Perpindahan yang mendadak dan membludak,menjadikan kota semrawut, tidak teratur
karena ketidaksiapan kota sehingga timbulah daerah-daerah kumuh atau yang dikenal dengan
sebutan slum area.

Perlu pembenahan kota melalui poladan sistem perancangan perkotaan.Timbulnya


keadaan-keadaan demikian rupa, maka gagasan-gagasan atau usaha-usaha baru mulai
berpeluang untuk muncul. Dalam bidang arsitektur ada upaya-upaya pembaharuan baik
dalam

bidang

konsepsi-konsepsi, pelaksanaan

pembangunan,

bentuk-bentuk

bangunan.Walaupun ide-ide baru ini pada awalnya boleh dikatakan tidak berjalan
mulus.Berikutnya produk bahan-bangunan baru secara besar- besaran akibat sistem fabrikasi
memberikan kesempatan kepada arsitek dan konsumen untuk meluaskan kreasinya dalam
rancangan berbagai fungsi gedung maupun bangunan.Industri bahan bangunan mengeluarkan
berbagai produk seperti baja,besi tuang dalam bentuk profil-profil, beton, kacadan gelas.
Sudah diketahui bahan bangunan ini usianya relatif masih muda terutama sebagai bahan
bangunan untuk bangunan besar dan komplek yang jelas dari segi kekuatan,homogenitas dan
jumlah telah memiliki kwalifikasi/standard para ahli.Pada halaman selanjutnya akan
dijelaskan latar belakang dansejarah singkat tentang bahan bangunan mulai dari
baja/besi, beton sampai kepada beton bertulang.
BAHAN BANGUNAN BAJA, BETON & KACA BAJA
Tahun 1800-an besi tuang sudah dipraktekkan penggunaannya sebagai bagian dari struktur
tiang dan balok (post-lintel) pada bangunan-bangunan gedung. Empat tahun kemudian baja
profil diproduksi secara besar-besaran dan ini membawa kemungkinan-kemungkinan luar
biasa dalam teknik pembangunan. Masa ini dikenal dengan dimulainya periode bangunan
baja dan kaca,terutama sejak kubah gereja agung ST.Pietro Roma dibangun.
Selanjutnya dimulailah keajaiban-keajaiban pembangunan dalam dunia arsitektur maupun
sipil dengan bahan-bangunan utama dari baja/besi & kaca.Lahirnya jenis-jenis bangunan baru
bangunan utilitas- berskala raksasa dengan menggunakan bahan bangunan baruini yang
umurnya relatif masih muda, mengawali revolusi dibidang arsitektur, terutama yang
menyangkut unsur bentuk, fungsi, struktur, bahan dan estetika.
Kemudian ditambah lagi kesepakatan pemberlakuan standarisasi pada bahan-bangunan
produk industri /pabrik.Pada era ini bangunan yang dapat dikatakan mengawali penggunaan
baja dan kaca dengan ukuran-ukuran dan bentuk yang menakjubkan secara sivil engineer
maupun architectural engineer,dapat disebutkan 4 bangunan gedung yaitu Bibliotheque di
St.Senievieve Paris, Crystal Palace(Istana Kaca) , Eiffel Tower (Menara Eiffel) dan
MachineHall.

BIBLIOTHEQUEArsitek H.Labrouste

masih menampilkan bentuk klasik,terlihat dari desain atap, bentuk busur pada
bagian pintu&jendela. Tembok luar dari batu alam tempelan yang merancang gedung ini
adalah

H.Labrouste,

kemudian

dibangun

tahun1843-1850.

Bibliotheque

sebuah

gedung perpustakaan di St.Senievieve Paris ini,menggunakan besi tuang yang mendominasi


keseluruhan gedung mulaidari pondasi sampai atap.
cukup terampil dari para tukang batu. Memperhatikan lebih mendalam pada bagian
strukturnya kelihatan sekali baja belum begitu dihayati sepenuhnya sesuai karakter
sebagai bahan bangunan buatan/industri Bibliotheque Front Elevation,Bibliotheque Interior.

Sir Joseph Paxton.Perancang Crytal PalaceSebuah bangunan sepenuhnyabaja dengan dinding


kaca

CRYSTAL PALACE Sebuah gedung raksasa baja hasil rancangan arsitek bangsawan Inggris
pada tahun 1850-1851. Pelaksanaan pembangunannya dipercayakan kepada Fox &
Handerson. Pada tahun 1936 gedung ini mengalami kebakaran dan berhasil dibangun kembali
tahun 1953 di kota Sydenham. Bangunan ini dikatakan sebagai bukti keberhasilan yang
menakjubkan dalam bidang arsitektur sebagai sebuah terobosan yang berani dari segi
desain,sistem struktur, dimensi, penggunaan bahan baja dan kaca.Keberanian seperti ini tidak
pernah ada sebelumnya setelah gereja St.Peter Roma.Yang perlu diingat pada bangunan
Crytasl Palace ini adalah :
Pembangunannya dengan sistem prefabrikasi.
Ukuran-ukuran baja yang dibutuhkan telah di standarissi, ini dilakukan akibat kebutuhan
yang cukup banyak.Dengan demikian baja standard ini dapat diproduksi oleh beberapa
pabrik.
Bangunan ini dirancang dengan sistem knock down (bongkar- pasang) artinya
membangun/merakit dan membongkar kembali tidak membutuhkan waktu lama, ditambah
lagi dapat memilih tempat (site) dimana maunya didirikan.
Memanfaatkan ekonomisasi dalam perhitungan pembeayaan.

Bangunan CrystalPalace menciptakan kesan-kesan ruang inter- penetrasi (saling


menembus), memberikan kesantanpa pembatas antara ruang dalam dan ruang luar yang
ditimbulkan oleh dinding maupun atap full glass (kaca).
Memberikan pengalaman baru sebagai kejutan dalam bidang estetika arsitektur. Tampilan
tidak lagi menekankan estetika yang bersifat emosional atau subyektifitas semata yang
biasanya ditandai dengan desain yang semarak ornamen, relief dan hiasan, tetapi
menawarkan sesuatu yang baru dalam bentuk estetika yang rasional dengan desain-desain
seniyang wajar, jujur dan sederhana.
Memberikan ritme (irama) pada tampak bangunan, untuk mendapatkan pengulangan bentuk
yang teratur yang tidak terlepas akibat penggunaan atau tuntutan struktur & konstruksi baja
dan kaca.

Tampak Depan Gerbang Crystal Palace

Maket miniatur Crystal Palace

Crystal Palace

Denah,Tampak dan Potongan Crystal Palace

A Gustave EiffelPerancang Eiffel TowerMenara raksasa bajaParisPerancis

EIFFEL TOWER Dibangun tahun 1886 1889 hasil dari rancangan arsitek A.Gustave Eiffel
. Effel Tower
(Menara Eiffel) menerapkan struktur rangka ruang dengan bahan baja. Menara ini memiliki
empat buah tiang sebagai kaki-kaki menara berdiri diatas dua sisi kiri-kanan bolevard kota
Paris. Tinggi menara mencapai 984 feet (sekitar 325 meter) dan tertinggi didunia pada saat
itu. Bangunan ini sebenarnya sebuah karya yang menakjubkan dalam ilmu sivil ketimbang
sebagi

sebuahkarya

arsitektur.Bahan

baja

dipergunakan

secara

total

dengan

konsekuensi pemeliharaan/maintenance yang tinggi,ketat,rajin dan telaten dalam upaya


pencegahan bahaya korosi. Diperlukan pengecatan yang berulang-ulang.Bagian yang
melengkung pada bagian bawah yang menghubungkan kaki-kaki menara,

kemudian

menambah keluwesan disamping untuk mengelabui aliran art nouveau yang menampakkan
kesan tegap kokoh dan kaku.Kini Eiffel tidak hanya sekedar menara tetapi ia adalah
trademark negara Perancis yang membanggakan, sekaligus obyek wisata dan sebagai focal
point kota Paris.
Eiffel selalu ramai dikunjungi para wisatawan, yang dan dapat mebawanya naik sampai
kepuncak menara untuk melihat-lihat sky-line ibukota Perancis ini,apalagi diwaktu malam
hari menyuguhkan gemerlap cahaya lampu warna-warni. Pada even-eventertentu Eiffel sering
dijadikan latar pertunjukan-pertunjukan dunia spektakuler apakah musik, tari atau jenis
keramaian lainnya.

Menara Eiffel di hari yang cerah, ramai dikunjungi wisatawan,menjadi titik orientasi kota
menghindari kehilangan arah.