Anda di halaman 1dari 11

BAB III

KEGIATAN
3.3
3.3.1

Budidaya Ikan Mas Koki


Kegiatan Yang Dilakukan
Selama praktik kerja lapangan di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar

praktikan mengikuti tata tertib dan peraturan yang berlaku, serta semua kegiatan yang
dilaksanakan di Hatchery Ikan Mas Koki khususnya kegiatan yang berkaitan dengan judul
yang tercantum di dalam proposal, yaitu sebagaimana dijabarkan pada tabel 1.
Tabel 1. Kegiatan Yang Dilakukan Selama Praktik Kerja Lapangan
Hari Ke
1
Selasa,

24

Juni 2014

Kegiatan
Keterangan
Pengarahan menuju Hatchery ikan mas Persiapan untuk pemijahan
diantaranya :
koki.
Penyiapan media untuk pemijahan ikan Menyiapkan 10 akuarium
mas koki 1.
dengan ukuran 80x50x50
Pemberian pakan pagi dan sore untuk Mengisi
air
akuarium
induk ikan koki dengan menggunakan

dengan

pakan terapung.

25cm.
Pemberian aerasi sebanyak

Rabu, 25 Juni
2014

3
Kamis,
Juni 2014

26

ketinggian

air

2 buah setiap akuarium.


induk
diantaranya
Seleksi induk ikan mas koki dikolam Seleksi
indukan.
Memasukkan

membedakan induk jantan dan


kakaban

kedalam betina,

lalu

dimasukkan

ke

akuarium.
dalam
akuarium
dengan
Memberi pakan pagi dan sore semua
perbandingan 2:5 (2 betina dan
ikan mas koki di Hatchery.
5 jantan).
Menghitung sampel bobot betina
Kakaban digunakan sebagai
sebanyak 3 aquarium secara acak.
media penempelan telur hasil
dari pemijahan.
10 akuarium pemijahan Dari 10 akuarium hanya 5

Pengecekan

akuarium yang berhasil


ikan mas koki.
Indukan jantan dan betina dipisah dari memijah.
akuarium kemudian dimasukkan ke Induk betina yang berhasil

kolam induk.
memijah dihitung kembali
Menghitung fekunditas ikan mas koki.
bobotnya.
Pemberian methylene blue kedalam

akuarium yang berhasil memijah.


Pemberian pakan pagi dan sore semua

4
, 27 Juni 2014

kolam di Hatchery ikan mas koki.


Pengecekan 5 akuarium sisa yang Hanya 2 akuarium yang berhasil

belum berhasil memijah.


Pemberian pakan pagi dan sore.

memijah, jadi total 7 dari 10


akuarium yang berhasil
dipijahkan.
Benih ikan belum bisa diberi
pakan karena masih memiliki
kuning telur di tubuhnya.

Senin, 30 juni
2014

Selasa, 1 juli
2014

Pemberian pakan kepada larva ikan Pakan berupa cacing yang


dicacah halus.
mas koki di 5 akuarium pertama.
Membersihkan
4
kolam
untuk Pengisian air kolam setinggi
30 cm.
pendederan ikan mas koki.
Ukuran kolam 2m x 2m.

Pemberian probiotik ke dalam kolam Kegunaan probiotik diharapkan


pendederan.
Mencampur pakan dengan probiotik.

agar ikan dapat tumbuh lebih


cepat.
Berperan dalam peningkatan
kualitas air.

Rabu, 2 Juli
2014

Kamis, 3 Juli
2014

Pengecekan 4 kolam pendederan yang Pakan berupa pellet yang


dihaluskan kemudian dicampur
telah diberi probiotik.
Pemberian pakan kedalam 7 akuarium probiotik.
yang berisi benih ikan mas koki.

Panen benih ikan mas koki.


Menghitung jumlah benih ikan dari 7

Hasil perhitungan benih


ikan tiap akuarium:

akuarium.
Menebar benih ikan ke dalam 4 kolam

Akuarium 1 dan 3 = 1094


ekor
Akuarium 4 = 1350 ekor
Akuarium 5 = 576 ekor
Akuarium 6 = 220 ekor
Akuarium 9 = 1092 ekor
Akuarium 10 = 510 ekor

pendederan.

Penyebaran benih ikan ke

dalam kolam pendederan:


Kolam 1= 120 ekor/m2
Kolam 2= 237 ekor/m2
Kolam 3= 100 ekor/m2
Kolam 4= 150 ekor/m2
9

Jumat, 4 Juli
2014

Persiapan pemijahan alami ke-2.


Pemberian
pakan
untuk
kolam

Pengisian 11 akuarium

pendederan.

dengan ketinggian 25cm.


Memasukkan kakaban.
Pemberian aerasi.
Pakan dicampur probiotik.

10

Senin, 7 Juli
2014

Pemilihan induk untuk pemijahan ke-2.


Pengobatan ikan mas koki yang

Perbandingan induk betina

berpenyakit.
Menghitung bobot induk betina setiap

dan jantan 1:2.


Pengobatan menggunakan

garam dengan dosis 2kg/m3.

akuarium.
11

Selasa, 8 Juli

Pengecekan 11 akuarium pemijahan

memijah.

2014
12

Kamis, 10 Juli

Hanya 50% yang berhasil

Panen ikan di kolam tanah.

Sortir ikan menurut ukuran.

Persiapan wadah untuk culture pakan

Akuarium ukuran 40x40x40

2014
13

Jumat, 11 Juli
2014

14

Senin, 14 Juli
2014
15
Selasa, 15 Juli
2014

alami (telur artemia).

dengan ketinggian air

Melakukan pemupukan dan pengapuran


dikolam

tanah

untuk

25cm/ 10Liter.
Artemia 1 sendok makan =

86gram.
Membantu membawa 8

persiapan

pendederan.
Pengecekan semua kolam induk.
Persiapan kolam fiber untuk pemijahan

masal.
Seleksi induk jantan dan betina.
Melakukan uji kualitas air.

pupuk @50kg.

Pengisisan air.
Pemasangan hapa dan

kakaban.
Pemberian aerasi.

Induk jantan = 160 ekor,


induk betina = 57 ekor.

16

Rabu, 16 Juli
2014

17

Kamis, 17 Juli

Pengangkatan induk jantan dan betina


di kolam fiber.
Membantu panen ikan arwana.

Air kolam fiber berbuih,


tanda ikan telah memijah.

Panen artemia.

2014
18

Jumat, 18 Juli
2014

19

Senin, 21 Juli

Panen ikan koki di kolam pembesaran Umur ikan yang dipanen 86


ke bak fiber di dalam hatchery.
Panen artemia.

hari.

Panen larva di akuarium (pemijahan ke- Untuk kolam pemijahan masal

didapat 71.254 ekor larva ikan


2).
Panen larva di bak fiber(pemijahan mas koki.
masal).
Kegiatan rutin yang dilakukan oleh praktikan setiap harinya ialah mengikuti upacara pagi di
2014

BBPBAT, pemberian pakan pagi dan sore pada ikan mas koki, pemberian pakan pada benih/
larva ikan mas koki, pembersihan kolam/ fiber di hatchery, pengambilan sampling di hapa
control & perlakuan. Adapun kegiatan lain yang dilakukan yakni di ajarkan untuk merawat
larva ikan mas koki yang di dapatkan dari proses pemijahan secara alami.

3.3.2

Persiapan wadah/ media pemijahan (Persiapan pemijahan ikan)


Ikan mas koki merupakan salah satu ikan hias yang mudah untuk dipijahkan. Maka

dari itu dalam mempersiapkan pemijahannya pun sangat mudah untuk dilakukan. Langkah
awal yang harus dipersiapkan dalam memijahkan ikan mas koki yaitu dengan mempersiapkan
media pemijahannya. Wadah atau media yang digunakan dalam pemijahan ikan mas koki ini
ini bervariasi sesuai dengan kebutuhan. Pembudidaya yang ingin memijahkan ikan dengan
skala besar bisa digunakan kolam tanah, kolam semen atau kolam fiber. Dan penggunaan
aquarium pun dapat digunakan untuk memijahkan ikan mas koki untuk skala yang lebih
kecil.

Pemijahan ikan yang pertama dilakukan yaitu menggunakan akuarium ukuran


80x50x50 cm. Yang pertama dilakukan adalah akuarium dibersihkan dari kotoran yang
menempel pada kaca. Kemudian dicuci dengan air dan digosok kacanya dengan
menggunakan busa halus sehingga kotoran yang menempel hilang. Setelah semua akuarium
bersih kemudian dilakukan pengisian air ke dalam akuarium dengan ketinggian air 25 cm.
Kebersihan akuarium ini perlu diperhatikan mengingat agar telur-telur ikan nantinya
terhindar dari hama atau parasit yang dapat menghambat pada proses penetasan.
Pemijahan ikan mas koki kedua sama seperti sebelumnya yaitu digunakan media
aquarium. Pada pemijahan ketiga ikan mas koki dipijahkan dalam skala yang besar maka
digunakan bak fiber sebagai media pemijahannya. Penambahan aerator kedalam setiap media
baik itu menggunakan akuarium ataupun bak fiber sangat dianjurkan. Hal ini untuk
menambah pasokan oksigen terlarut di air dan agar ikan tidak kehabisan oksigen. Parameter
lain yang juga sama pentingnya dalam memijahkan ikan mas koki ialah suhu. Suhu media
untuk pemijahan ikan mas koki ini berkisar antara 25 27 oC dengan tingkat pH 7. Ikan
akan memijah jika dalam wadah pemijahan terdapat substrat yang berfungsi sebagi tempat
penempelan telul-telur. Maka dari itu penambahan media penempel telur seperti penambahan
tanaman eceng gondok atau kakaban sebagai substrat penempelan telur-telur ini sangat
diperlukan.

Gambar 1. Pemberian aerasi dan kakaban yang terbuat dari tali rafia
(Sumber: Dok.Pribadi)

3.3.3

Pengambilan Induk (pemijahan)

Dalam memijahkan ikan mas koki, hal yang harus sangat diperhatikan ialah dalam
menyeleksi induk-induk ikan yang akan dipijahakan. Pemilihan induk yang tepat akan
mempengaruhi tingkat keberhasilan pemijahan. Adapun syarat-syarat induk mas koki yang
dapat dijadikan sebagai indukan adalah:

Umurnya telah cukup dewasa dan matang kelamin;


Sehat dan tidak mengalami stress;
Tubuhnya tidak luka;
Tidak sedang terserang penyakit atau parasit;
Tubuhnya normal dan tidak cacat.
Untuk membedakan jenis kelamin ikan mas koki cukup mudah. Yaitu dengan meraba

jari-jari sirip dadanya. Apabila jari-jari tersebut agak keras dan terdapat bintik-bintik putih
yang tersusun secara teratur, sudah dapat dipastikanjika ikan mas koki itu berjenis kelamin
jantan. Sedangkan untuk ikan mas koki betina, jari-jari pertama dari sirip dadanya relatif
lebih lunak dan tidak berbintik-bintik (polos). Ciri lain untuk mengetahui indukan yang siap
memijah yaitu bagian bawah perut ikan ditekan. Untuk ikan jantan yang siap memijah akan
keluar cairan putih sperma dan untuk ikan betina bagian perutnya terasa lunak dan tidak
keras.
Dalam memijahkan ikan mas koki, perbandingan jantan dan betina yang dimasukan
kedalam media pemijahan yaitu 5:2 atau 2:1 Jantan ditempatkan banyak agar telur yang
dihasilkan ikan betina dapat terbuahi semua mengingat fekunditas dari ikan mas koki ini
cukup besar.

Gambar 2. Pengambilan / Seleksi Induk


(Sumber: Dok.Pribadi)
3.4.3

Penetasan

Setelah penggabungan indukan jantan dan betina dengan, maka proses pemijahan siap
berlangsung. Waktu memijah biasanya pada dini hari sekitar jam 5 pagi. Ciri bahwa ikan
berhasil dipijahkan dapat terlihat dengan adanya busa di air dan terdapatnya telur-telur ikan
yang menempel pada kakaban. Telur-telur ikan biasanya akan dimakan oleh indukan karena
ikan akan menganggap itu sebagai makanannya, oleh sebab itu pengecekan ini jangan sampai
terlambat dan harus tepat waktu. Selanjutnya semua induk ikan mas koki pada media
pemijahan diangkat dan ditempatkan kembali ke dalam bak atau kolam indukan.
Setelah induk ikan diangkat, ditambahkan methylene blue beberapa tetes kedalam air
media pemijahan sebagai obat anti jamur. Hal ini dilakukan mengingat telur ikan sangat
rentan terserang jamur yang menyebabkan telur gagal menetas. Telur-telur akan menetas
kira-kira 2-3 hari jika suhu airnya sesuai. Ciri-ciri telur ikan yang gagal menetas yaitu
berwarna putih sedangkan telur yang berhasil menetas biasanya terdapat bintik kuning pada
telur. Telur-telur yang menetas akan menjadi larva dan biasanya di hari pertama mereka
menempel pada dinding akuarium atau bak fiber. Larva-larva ikan ini tidak perlu diberi pakan
untuk jangka waktu 5 hari karena masih mempunyai kuning telur ditubuhnya sebagai
makanannya. Setelah 5 hari kemudian kakaban pada media pemijahan diangkat secara
perlahan. Hal yang harus dilakukan secara teliti agar larva ikan yang masih menempel dengan
kakaban tidak ikut terangkat, salah satu caranya yaitu kakaban dikibas-kibaskan dengan air
agar larva terlepas.

Gambar 3. Proses pengangkatan kakaban di kolam fiber


(Sumber: Dok.Pribadi)
3.3.5

Pemeliharaan
Telur ikan mas koki yang sudah menetas menjadi larva siap dipanen berumur dua hari

dari penetasan atau empat hari dari pemijahan dan ditebar di kolam pemeliharaan larva,
penebaran dilakukan pada pagi hari. Namun pada pemijahan kali ini panen larva dilakukan

setelah larva berumur tujuh hari setelah cadangan makanan dalam tubuhnya habis. Hal ini
dilakukan agar larva tidak rentan mati pada saat pemanenan.
Setelah cadangan makanan pada tubuh larva habis, maka dilakukan pemberian pakan
sesuai bukaan mulut larva. Dihari pertama dicoba pemberian kuning telur ayam rebus yang
dikeringkan sehingga menjadi serbuk. Kandungan gizi kuning telur ayam ini sangat lengkap
dan baik untuk larva. Kuning telur rebus ini berbentuk serbuk maka saat dimasukkan kedalam
air akan bercampur dan sari-sarinya dapat dimakan oleh larva. Namun kelemahan
penggunaan pakan jenis ini ialah harus sering menyipon dan mengganti air, karena kuning
telur ayam yang tidak dimakan larva akan berjamur dan akan membuat keruh air.
Salah satu upaya agar pertumbuhan larva ikan cepat, maka dilakukanlah variasi dalam
pemberian pakan. Selama masa pemeliharaan larva ini dilakukanlah variasi-variasi dalam
pemberian pakannya. Pemberian pakan terdiri dari tiga variasi diantaranya berupa cacahan
cacing sutra (Tubifex sp), pelet yang dicampur probiotik dan pemberian pakan alami Artemia
sp.

Cacahan cacing (Tubifex sp)


Pembuatan pakan jenis ini terbilang mudah, karena cacing hanya perlu dicacah
sampai halus kemudian ditebar diwadah pemeliharaan larva. Hal ini bertujuan agar
larva dapat memakan sari-sari dari cacing sebagai makanannya. Pemberian cacahan
cacing ini sangat tepat untuk larva-larva yang berusia kurang dari 2 minggu.

Pelet campur probiotik


Pembuatan pakan dalam bentuk ini sangat mudah, yaitu pelet ikan dihaluskan
kemudian dicampur dengan probiotik. Penambahan probiotik ini bertujuan agar larva
ikan dapat tumbuh dengan cepat. Setelah semua tercampur barulah kita tebar ke
kolam pendederan.

Gambar 4. Probiotik
pakan
(Sumber:

campuran untuk
Dok.Pribadi)

Pakan alami (Artemia sp.)


Penetasan telur artemia sp ini harus dilakukan di air yang asin. Hal pertama yang
dilakukan ialah penyiapan wadah kultur. Wadah disiapkan berupa akuarium dan diisi
dengan air 10 Liter. Kemudian ditambah garam beberapa gram agar airnya asin. Lalu
1 sendok telur artemia sp dimasukkan. Pemberian aerasi pada wadah harus
diperhatikan, hal ini dimaksudkan agar telur tidak berada didasar perairan dan
penetasan telur artemia dapat berhasil. Ciri
penetasan ini berhasil yaitu terlihatnya
merah-merah diair sebagai tanda bahwa
warna merah itu artemia yang berhasil
menetas.

Gambar 5. Kultur Artemia sp


(Sumber: Dok.Pribadi)

3.3.6

Pembesaran
Ketik benih yang sebelumnya telah dipelihara berumur 7-14 hari maka selanjutnya

benih dipindahkan kedalam kolam pendederan. Sebelum dipindahkan kedalam kolam


pendederan, harus dilakukan perhitungan benih pada setiap wadah pemeliharaan.
Penghitungan benih ikan mas koki ini dilakukan secara manual. Setelah itu, barulah benih
ikan mas koki dipindahkan ke kolam pendederan menggunakan ember besar. Dilakukan
aklimatisasi ketika memasukkan benih ikan kedalam kolam. Hal ini agar suhu tubuh benih
ikan mas koki dapat menyesuaikan dengan lingkungan yang baru.
Kolam pendederan sebelumnya telah disiapkan dengan pengisian air setinggi 40 cm
dan penambahan cairan probiotik. Pada saat pembesaran ikan mas koki diperlukan banyak
sinar matahari agar warna ikan mas koki bagus dan cerah. Pakan bagi benih ikan dikolam
pendederan ini berupa pakan komersil yang di cairkan dengan air hangat. Karena benih ikan
mas koki masih berusia kurang dari satu bulan maka pemilihan pemberian pakannya pun
sangat diperhatikan dan harus sesuai dengan bukaan mulutnya. Pemberian pakan dilakukan
dipagi dan sore hari.
Setelah ikan mas koki dipelihara di kolam pendederan selama 4 bulan lebih, ada
sebagian yang dibesarkan lagi dikolam tanah untuk dibesarkan lagi dalam hapa dan ada pula

yang ditempatkan kedalam kolam induk. Ikan mas koki umur 6 sampai 8 bulan dapat
dikatakan sebagai calon induk. Ikan jantan dan betina bisa dipisahkan dan ditempatkan
kedalam kolam induk.

Gambar 6. Kolam pendederan ikan mas koki


(Sumber: Dok.Pribadi)

BAB IV
KESIMPULAN

Pemijahan ikan mas koki dapat dilakukan dalam berbagai media seperti aquarium,

kolam, dan bak fiber.


Beberapa tahapan dalam memijahkan ikan mas koki diantaranya menyiapkan wadah
pemijahan, seleksi induk, penetasan telur, pemeliharaan larva, dan kemudian

pembesaran atau pendederan.


Ikan mas koki yang baik dugunakan sebagi induk harus memenuhi beberapa syarat
diantaranya umurnya sudah dewasa, sehat, bertubuh normal, tidak cacat, dan matang

gonad.
Dalam memijahkan ikan mas koki, penempatan jantan harus lebih banyak dari betina

dengan ratio 5:2 atau 2:1.


Ikan mas koki memijah pada dini hari, dan pengangkatan indukan harus tepat waktu

agar telur-telur tidak dimakan oleh induk ikan.


Telur-telur ikan mas koki menetas antara dua sampai tiga hari jika suhu

lingkungannya sesuai.
Pemberian pakan bagi benih ikan terdiri dari tiga variasi diantaranya berupa cacahan
cacing sutra (Tubifex sp), pelet yang dicampur probiotik dan pemberian pakan alami
Artemia sp.

Pembesaran ikan mas koki dapat dilakukan di kolam-kolam semen maupun kolam

tanah.
Ikan mas koki dapat dikatakan sebagai calon induk jika umurnya sudah 4 bulan lebih.

DAFTAR ACUAN
Susanto dan Sutarmo.1995.Pembenihan Ikan Air Tawar.Konsius.Jakarta