Anda di halaman 1dari 4

Menentukan Keadaan Gizi dengan Penilaian Status Gizi.

Status gizi adalah Ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau
perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu, contoh gondok endemik merupakan
keadaaan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran yodium dalam tubuh.
Terdapat beberapa jenis teknik penilaian status gizi, baik secara langsung maupun tidak
langsung. Penilaian status gizi secara langsung terbagi menjadi empat penilaian yaitu
antropometri, klinis, biokimia dan biofisik.
Antropometri : Antropometri dapat berarti ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang
gizi, maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh
dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Antropometri secara umum
digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan ini
terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah
air dalam tubuh.
Bentuk aplikasi penilaian status gizi dengan antropometri
antara lain dengan penggunaan teknik Indeks Massa Tubuh
(IMT) atau Body Mass Index (BMI). IMT ini merupakan
alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi
orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan
kekurangan dan kelebihan berat badan. Dengan IMT ini
antara lain dapat ditentukan berat badan beserta resikonya.
Misalnya berat badan kurang dapat meningkatkan resiko terhadap penyakit infeksi, sedangkan
berat badan lebih akan meningkatkan resiko terhadap penyakit degeneratif.
Berikut contoh penggunaan metode IMT ini untuk mementukan kondisi berat badan kita. Pada
contoh ini akan disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang dianjurkan untuk mencapai berat
badan normal berdasarkan IMT yang kemudian disesuaikan dengan keseimbangan konsumsi
sehari-hari.
Untuk memantau indeks masa tubuh orang dewasa digunakan timbangan berat badan dan
pengukur tinggi badan. Penggunaan IMT hanya untuk orang dewasa berumur > 18 tahun dan
tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan olahragawan.
Untuk mengetahui nilai IMT ini, dipergunakan formula sebagai berikut :
Berat Badan (Kg)
IMT = Tinggi Badan (m) X Tinggi Badan (m)
Berdasarkan perhitungan diatas maka akan dapat ditentukan standard IMT seseorang dengan
berpedoman sebagai berikut :

Kategori
Kurus
Kekurangan berat badan tingkat berat
Kurus sekali Kekurangan berat badan tingkat ringan
Normal
Normal
Gemuk
Kelebihan berat badan tingkat ringan
Obes
Kelebihan berat badan tingkat berat

IMT
<>
17,0 18,4
18,5 25,0
25,1 27,0
> 27,0

Klinis : Teknik penilaian status gizi juga dapat dilakukan secara klini. Pemeriksaan secra klinis
penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan
yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada
jaringan epitel (supervicial epithelial tissues) seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral atau
pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid.
Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical surveys).
Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan
salah satu atau lebih zat gizi. Di samping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi
seseorang dengan melakukan pemeriksaan fifik yaitu tanda (sign) dan gejala (Symptom) atau
riwayat penyakit.
Biokimia : Penilaian status gizi secara biokimia dilakukan dengan melakukan pemeriksaan
spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh,
seperti darah, urine, tinja, jaringan otot, hati.
Penggunaan metode ini digunakan untuk suata peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi
keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Banyak gejala klinis yang kurang spesifik, maka
penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang
spesifik.
Biofisik : Penentuan status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status gizi dengan
melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan.
Metode ini secara umum digunaakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik
(epidemic of night blindnes). Cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap.
Penilaian gizi secara tidak langsung
Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi tiga yaitu : Survei Konsumsi makanan,
statistik vital dan faktor ekologi.
Survei Konsumsi Makanan : Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi
secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. Pengumpulan
data konsumsi makanan dapat memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada
masyarakat, keluarga dan individu. Survei ini dapat mengidentifikasikan kelebihan dan
kekurangan zat gizi.
Statistik Vital : Pengukuran status gizi dengan statistik vital dilakukan dengan menganalisis
statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian

akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan. Teknik ini digunakan antra lain
dengan mempertimbangkan berbagai macam indikator tidak langsung pengukuran status gizi
masyarakat.
Faktor Ekologi : Malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor
fisik, biologis dan lingkungan budaya. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari
keadaan ekologi seperti iklim, tanah, irigasi, dan lain lain (Bengoa). Pengukuran faktor ekologi
dipandang sangat penting untuk mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai
dasar untuk melakukan program intervensi gizi
http://environmentalsanitation.wordpress.com/category/menentukan-status-gizi/
Metode Peniillaiian Status Giizii Tiidak
Langsung::
Metode Survei Konsumsi : mengidentifikasi tahap
pertama dari defisiensi gizi, yaitu
ketidakseimbangan diet (dietary inadequacy)
dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang
dikonsumsi
Metode Statistik Vital : mengidentifikasi outcome
(berupa morbiditas dan mortalitas) yang
diakibatkan oleh defisiensi gizi melalui
berdasarkan statistik kesehatan
Metode Faktor Ekologi : mengidentifikasi faktor
non gizi yang yang dapatmempengaruhi status
gizi masyarakat, meliputi faktor fisik, biologis dan
lingkungan budaya
Metode Penilaian Status Gizi Langsung:
Mettode Biiokiimiiawii/Biioffiisiik:: unttukmengettahuii tterjjadiinya
deffiisiiensii berupa berkurangnya derajjatt siimpanan zatt giizii
dallamjjariingan attau caiiran ttubuh attau pengukuran ffungsii
ffiisiiollogiis/ttiingkah llaku yang berkaiittan dg zatt giizii tterttenttu..
Mettode anttropomettrii:: diigunakan unttukmengukur deffiisiiensii
giizii berupa penurunan ttiingkatt ffungsiionall dallamjjariingan,,
tteruttama unttuk mengettahuii kettiidakseiimbangan protteiin dan
energii kroniik danmallnuttriisii sedang,, dan dapatt menunjjuk
riiwayatt giiziimasa llallu..
Mettode klliiniik:: diigunakan unttukmendetteksii ttanda-ttanda
klliiniik dan ttanda anattomiik sebagaii gejjallamallnuttriisii,, dengan
caramelliihatt riiwayatt mediis dan pemeriiksaan ffiisiik..
Malnutrisi adalah suatu istilah umum yang merujuk pada kondisi medis yang
disebabkan oleh diet yang tak tepat atau tak cukup. Walaupun seringkali disamakan
dengan kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi, buruknya
absorpsi, atau kehilangan besar nutrisi atau gizi, istilah ini sebenarnya juga
mencakup kelebihan gizi (overnutrition) yang disebabkan oleh makan berlebihan
atau masuknya nutrien spesifik secara berlebihan ke dalam tubuh. Seorang akan
mengalami malnutrisi jika tidak mengonsumsi jumlah atau kualitas nutrien yang

mencukupi untuk diet sehat selama suatu jangka waktu yang cukup lama. Malnutrisi
yang berlangsung lama dapat mengakibatkan kelaparan, penyakit, dan infeksi.
Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal
dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Nutrisi didapatkan dari
makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh.

Nutrisi = Gizi
Kata gizi berasal dari bahasa Arab gizzah, dalam bahasa latin nutrire
artinya makanan atau zat makanan sehat.
Ilmu gizi adalah ilmu tentang makanan, zat-zat gizi, dan substansi yang terkandung didalamnya,
peran dan keseimbangannya, untuk kesehatan dan masalah kesehatan.
1..Zat Gizi
Zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsi yaitu
menghasilkan energi, membangun sel-sel, memelihara jaringan dan mengatur proses-proses
tubuh.
2..Status Gizi
Keadaan tubuh/ekspresi sebagai akibat komsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.
a) GIZI BURUK= KEP (Kekurangan Energi Protein) / Energi,
Kwaskhiorkor / Protein.
b) GIZI KURANG= Yodium, Vit A, Zat Besi, Vit C, dll.
c) GIZI BAIK= Normal, baik
d) GIZI LEBIH= Obesitas
3..Malnutrisi (Gizi Salah)
Adalah keadaan patologis akibat kekurangan/kelebihan secara relatif maupun absolut satu atau
lebih zat gizi.
Ada 4 bentuk malnutrisi :
1) UNDER NUTRITION =
Kekurangan komsumsi pangan secara relatif / absolut untuk waktu tertentu contoh bencana alam.
2) UNDER NUTRITION =
Kelebihan komsumsi makanan untuk periode tertentu contoh panen raya.
3) SPECIFIC DEFISIENCY=
Kekurangan zat gizi waktu tertentu, contoh vit A, vit. C, FE, dll
4) INBALANCE=
Karena disproporsi zat gizi contohkolesterol dikarenakan tidak seimbangnya kadar LDL, HDL,
VLDL.