Anda di halaman 1dari 3

Aku menjalani aktivitas di pagi hari seperti biasanya.

Bangun pukul 4, mandi,


shalat shubuh, dan bersiap siap ke sekolah. Aku mengenakan pakaian batik
hari ini. Karena sekarang adalah hari perpisahan.
Aku berangkat bersama dua orang temanku dengan jalan kaki menuju sekolah.
Ketika memasuki areal sekolah aku mulai merasakan sesuatu yang aneh. Aku
pun berkumpul dengan teman teman sekelasku.

Beberapa hari sebelum perpisahan, seluruh anak kelas 9 pun dikumpulkan di


sekolah untuk diberikan informasi. Termasuk yang terkhusus. Saat sedang duduk
di lapangan sambil mendengarkan pengumuman, salah satu temanku dari kelas
lain menghampiri. Dia membisikkan sesuatu. Aku pun mengangguk dan dia
pergi.
Setelah pengumuman selesai, seluruh anak kelas sembilan dipulangkan. Namun
berbeda dengaku dan beberapa teman lainnya. Kami dikumpulkan dalam satu
ruangan. Tak lama guru datang dan membagikan surat ke masing masing dari
kami. Aku bingung dan sedikit panik. Surat apa ini? Kenapa aku mendapat surat
ini?
Pak Tarmizi, guru tersebut memberikan selembar kertas. Kami buru buru
melihat apa tulisannya. Daftar peringkat 10 besar nilai sekolah. Aku sama sekali
tak menyangka apalagi namaku tertera pada urutan ketiga.
Pak Tarmizi menjelaskan bahwa surat itu diberikan kepada orangtua. Dan juga
mengatakan bahwa sekolah kami diundang untuk menghdiri suatu acara.
Sebagai perwakilannya adalah kami. Rencananya kami akan berangkat setelah
shalat dzuhur.

Beberapa hari sebelum acara perpisahan, seluruh anak kelas 9 datang ke


sekolah untuk diberikan beberapa informasi. Setelah selesai, sepuluh orang
termasuk aku dipanggil ke suatu ruang. Tak lama guru datang. Guru tersebut
menjelaskan bahwa kami adalah peringkat sepuluh besar nilai sekolah. Aku tak
menyangka sama sekali dan terlebih berada pada peringkat ketiga.
Beliau juga memberitahukan kalau sekolah kami diundang ke suatu acara.
Sebagai perwakilannya adalah kami. Rencananya kami berangkat setelah shalat
dzuhur. Aku pun pulang ke rumah terlebih dahulu.

Setelah shalat dzuhur aku segera kembali ke sekolah. Teman temanku sudah
berkumpul disana. Kemudian wali kelasku datang menghampiri kami. Beliau
meminta salah seorang untuk menunjukkan telapak tangannya. Bagaikan
seorang peramal yang mengetahui apa yang terjadi dan akan terjadi. Temanku
membenarkan perkataannya. Lalu beliau menanyakan zodiaknya dan
mengatakan sesuatu. Kami pun tertawa melihat dia salah tingkah membenarkan
perkataan beliau. Wali kelasku memang berbeda dengan guru yang lainnya.
Beliau keren.
Kami pun berangkat menuju tempat acara pukul setengah dua dan sampai pukul
tiga. Selama di perjalanan kami merasa lelah, karena lokasinya yang sangat
jauh. Jadi, tempat yang kami datangi sedang melakukan pembukaan suatu acara
kompetisi.
Pukul lima sore, kami pun pulang. Kami pulang mealui jalan tol. Tak menyadari
ternyata matahari sudah hampir tenggelam. Melalui kaca mobil kami
melihatnya.. Sangat indah. Rasanya aku ingin mengabadikan kejadian alam
tersebut.
Kemudian teman temanku mulai berisik meributkan sesuatu tentang tempat
terkenal dengan sunsetnya. Salah seorang teman menyeletuk, Sunset Jakarta di
jalan tol. Secepat mungkin kami langsung tertawa. Di perjalanan pulang, kami
saling bercerita tentang kejadian lucu. Tak terasa kita hampir sampai di sekolah.
Aku lebih menikmati perjalanan berangkat dan pulang bersama teman
temanku. Memang rasanya sangat melelahkan. Ini merupakan perjalanan terjauh
dan terakhirku dari sekolah. Aku sedih juga menyukainya.

Setelah pengumuman selesai, kami pun pulang. Namun berbeda denganku dan
beberapa teman lainnya. Kami dikumpulkan dalam satu ruang. Tak lama guru
datang. Kami diberitahu bahwa kami adalah sepuluh besar untuk nilai sekolah.
Aku segera melihat selembar kertas yang dipegang temanku. Aku sama sekali
tak menyangka, aku termasuk dalam sepuluh besar itu dan perinhkat ketiga.

A few days before the farewell, the entire ninth graders came to school to
give some information. Once completed, ten people including me were called
into a room. Soon the teacher came. The teacher explained that we are ranked
top ten school grades. I did not expect at all and moreover is ranked third.
He also notify the school if we were invited to an event. As is our
representative. The plan we set out after midday prayers. I went home first.
We went to a show at half past two pm and until three o'clock. During the
trip we felt tired, because the location is very far away. So, we went to an event
is the opening of a competition.
At five o'clock, we go back to school. We return via the motorway. It turns
out the sun was almost gone. We see it through the windshield. Very beautiful. I
wanted to immortalize the natural events. Then my friends started a noisy fuss
about something place. One friend said, 'Sunset Jakarta on the motorway'. As
soon as possible we immediately laugh. On the way home, we tell each other
about a funny incident. Not feel we are almost at the school.
"I would have enjoyed the trip departing and return with friends - my
friends. It feels very tiring. This is the farthest and the last trip from school. I was
sad also loved it. "