Anda di halaman 1dari 10

PERANAN L-SELECTIN DALAM MARKER DAN PATOGENESIS ENDOMETRIOSIS

Henry Salim Siregar, M. Fidel Ganis Siregar, Herbet Sihite,


Binarwan Halim, Sarah Dina, Kiko M.

Departemen Obstetri dan Ginekologi


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Medan, Indonesia, 2013
Abstrak

Tujuan : Untuk membandingkan kadar L-selectin pada penderita endometriosis dibandingkan wanita
normal dan membandingkan kadar serum L-selectin berdasarkan stadium endometriosis.
Metode : Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan
rancangan cross-sectional study. Didapatkan 72 sampel endometriosis berdasarkan pemeriksaan
histopatologi dari jaringan peritoneum atau ovarium yang datang ke poliklinik ginekologi di RSUP.
H. Adam Malik, RS Dr. Pirngadi Medan, RS. Permata Bunda, RS. Stella Maris, dan Klinik Mantap di
Medan. Untuk kontrol adalah wanita yang merencanakan kontap dengan laparoskopi.
Hasil Penelitian : Perbandingan kadar sL-selectin pada wanita penderita endometriosis dan non
endometriosis ditampilkan pada tabel 4.3. Pada penelitian ini diperoleh kadar sL-selectin yang secara
klinis lebih tinggi pada kelompok wanita penderita endometriosis namun tidak bermakna pada uji
statistik. L-selectin dalam bentuk terikat sel dan terlarut (sL-selectin) telah dihubungkan dengan
sejumlah penyakit seperti HIV, DM, sindroma Kawasaki, leukemia, limfoma, sklerosis multipel,
neonatal bakterial infection, sepsis dan stroke. Bila sL-selectin dibandingkan berdasarkan stadium
endometriosis pada kelompok kasus maka diperoleh hasil bahwa semakin tinggi stadium penyakit
maka kadar sL-selectin akan semakin tinggi, dan bermakna. Hal ini mungkin terjadi karena proses
inflamasi yang terjadi pada endometriosis semakin luas seiring dengan semakin tingginya stadium
penyakit.
Kesimpulan : Kadar sL-selectin pada wanita penderita endometriosis secara klinis lebih tinggi
dibandingkan wanita non endometriosis namun tidak bermakna pada uji statistik dan semakin tinggi
stadium endometriosis maka semakin tinggi kadar sL-selectin dan bermakna secara statistik.
Kata Kunci : sL-selectin, endometriosis laparaskopi

Universitas Sumatera Utara

THE ROLE OF L-SELECTIN IN MARKER AND PATHOGENESIS ENDOMETRIOSIS

Henry Salim Siregar, M. Fidel Ganis Siregar, Herbet Sihite,


Binarwan Halim, Sarah Dina, Kiko M.

Departement of Obstetric and Gynecology


Medical Faculty Universitas Sumatera Utara
Medan, Indonesia, 2013
Abstract
Objective: To compare the levels of L-selectin in patients with endometriosis compared to normal
women and compare the serum levels of L-selectin based on the stage of endometriosis.
Methods: This study is a descriptive analytical study using cross-sectional design. Obtained 72
samples of endometriosis based on histopathological examination of peritoneal or ovarian tissue that
come to the clinic in the department of gynecology. Adam Malik, RS Dr. Pirngadi Medan, RS. Jewel
Mother, RS. Stella Maris, and Steady Clinic in Medan. For women planning control is kontap with
laparoscopy.
Results: Comparison of sL-selectin levels in women with endometriosis and non endometriosis
shown in Table 4.3. In this research, the sL-selectin levels were clinically higher in the group of
women with endometriosis but not significant in statistical tests. L-selectin in cell bound and soluble
forms (sL-selectin) have been associated with a number of diseases such as HIV, diabetes, Kawasaki
syndrome, leukemia, lymphoma, multiple sclerosis, neonatal bacterial infection, sepsis and stroke.
When sL-selectin compared based on the stage of endometriosis in the cases of the obtained results
that the higher stage of disease then sL-selectin levels will be higher, and meaningful. This may occur
because the inflammatory process that occurs in the more extensive endometriosis along with the
high-stage disease.
Conclusion: sL-selectin levels in women with endometriosis clinically higher than female non
endometriosis but not significant in statistical tests and the higher stages of endometriosis, the higher
levels of sL-selectin and statistically significant.
Keywords: sL-selectin, endometriosis laparascopy

Universitas Sumatera Utara

LATAR BELAKANG

yang sampai ke kavum pelvis dengan cara

Endometriosis adalah kelainan ginekologi

regurgitasi menstruasi.4

jinak yang didefinisikan sebagai jaringan dan

L-selectin memainkan peran dalam langkah

kelenjar endometrium yang terdapat di luar

awal rekrutmen leukosit dari sirkulasi ke

lokasi yang normal. Pertama kali diidentifikasi

tempat

pada pertengahan abad kesembilanbelas (Von

leukocytes yang diikuti oleh aktivasi leukosit,

Rokitansky, 1860), endometriosis umumnya

adesi yang kuat, dan transmigrasi leukosit ke

ditemukan pada peritoneum pelvis namun

dalam jaringan interstisial.8

dapat juga ditemukan pada ovarium, septum

Sebuah

rektovagina,

profile ekspresi gen L-selectin dengan analisa

ureter,

kandung

kemih,

inflamasi

penelitian

perifer

yang

yaitu

rolling

membandingkan

pericardium, dan pleura.

cDNA microarray, quantitative real time RT-

Endometriosis paling sering terjadi pada usia

PCR antara jaringan endometriosis model

reproduksi. Prevalensi endometriosis pada

tikus dan jaringan endometrium eutopik

populasi umum diperkirakan 10%. Prevalensi

manusia sehat. Mereka menemukan bahwa

endometriosis mencapai 82% pada wanita

kadar transkrip L-selectin pada jaringan

dengan nyeri panggul, dan 21% pada wanita

endometriosis lebih tinggi 46 kali lipat

yang menjalani pemeriksaan infertilitas.2,3

dibandingkan dengan jaringan endometrium

Pada kelompok wanita dengan infertilitas yang

eutopik manusia sehat. Sehingga mereka

belum

menyimpulkan bahwa L-selectin memainkan

diketahui

sebabnya

ditemukan

endometriosis sebanyak 70-80%, sedangkan

peran

pada kelompok wanita dengan infertilitas

endometriosis9 dan dapat dijadikan penanda

primer ditemukan endometriosis sebanyak

untuk endometriosis.

25%.

Meskipun

endometriosis

penting

dalam

patogenesis

dikatakan

penyakit pada usia reproduksi, namun telah

METODE PENELITIAN

ditemukan pula endometriosis pada usia

Penelitian ini merupakan suatu penelitian

remaja dan pascamenopause.

deskriptif

Oleh karena itu, untuk setiap nyeri haid baik

rancangan cross-sectional study. Penelitian

pada masa usia remaja, maupun pada usia

dilakukan

menopause

Ginekologi RSUP. H. Adam Malik, RS Dr.

perlu

dipikirkan

adanya

analitik

di

dengan

Departemen

menggunakan

Obstetri

dan

Pirngadi Medan, RS. Permata Bunda, RS.

endometriosis.
diketahui

Stella Maris dan Kinik Mantap Medan mulai

secara pasti. Penyakit ini sering disebut juga

bulan Januari 2013 - November 2013. Seluruh

the disease of theories, karena banyaknya

kasus endometriosis berdasarkan pemeriksaan

postulasi teori yang mencoba menjelaskan

histopatologi dari jaringan peritoneum atau

patogenesa penyakit ini. Teori-teori yang

ovarium yang datang ke poliklinik ginekologi

paling banyak dianut adalah metaplasia epitel

di RSUP. H. Adam Malik, RS Dr. Pirngadi

coelomic atau implantasi fragmen endometrial

Medan, RS. Permata Bunda, RS. Stella Maris,

Penyebab

endometriosis

belum

Universitas Sumatera Utara

dan Klinik Mantap di Medan. Untuk kontrol

dan tidak endometriosis sebelum dilakukan

adalah wanita yang merencanakan kontap

operasi

dengan laparoskopi. Sampel untuk kasus

dipisahkan

adalah wanita penderita endometriosis yang

Selanjutnya kadar sL-selectin serum diukur

memenuhi

menggunakan

kriteria

inklusi

Sampel untuk kontrol

dan

eksklusi.

adalah wanita non-

endometriosis yang memenuhi kriteria inklusi

diambil

pada

untuk

fisik/ginekologi

sampel

enzyme-linked

1. Pasien yang datang ke poliklinik ginekologi

maupun

dari

serum.

immunosorbent assay (ELISA).

dilakukan

diperoleh

kemudian

memperoleh

metode

dan eksklusi. Baik sampel untuk kasus


kontrol

vena

anamnese,

pemeriksaan

dan

ultrasonografi

penelitian dr. Henry Salim Siregar, SpOG.K.

transvaginal untuk mencari apakah terdapat

Kriteria Inklusi adalah wanita usia antara 18-

indikasi

50

laparoskopi/laparatomi.

tahun,

wanita

dengan

diagnosa

endometriosis berdasarkan hasil pemeriksaan

untuk

dilakukan

2. Bila terdapat indikasi untuk dilakukan

histopatologi, memiliki riwayat menstruasi

laparoskopi/laparatomi

reguler, bersedia mengikuti penelitian dan

infertilitas, dismenore, ingin tubektomi,

mensetujui informed consent tertulis, tidak

kista endometriosis dan lain-lain pasien

memiliki kelainan ginekologi seperti kista

dijadwalkan laparoskopi pada saat fase

ovarium yang bukan endometriosis, tumor

proliferasi dari siklus haid.

ovarium, dan mioma, tidak memiliki riwayat


HIV, DM, leukemia, limfoma, stroke, spinal
muscular atrofi, celiac disease, dan sedang

seperti

riwayat

3. Sebelum operasi dilakukan pengambilan


sampel darah vena.
4. Pada

waktu

laparoskopi/laparatomi

sepsis, tidak sedang menggunakan medikasi

dilakukan

hormonal

endometriosis atau tidak yang dibuktikan

sekurang-kurangnya

bulan

penilaian

apakah

terdapat

sebelum rekrutmen, tidak mempunyai riwayat

dengan

operasi bedah pelvik sebelumnya. Kriteria

peritoneum. Pasien dengan endometriosis

kontrol adalah wanita usia antara 18-50 tahun,

dimasukkan

pasien yang dilakukan laparoskopi kontap dan

dimana

secara

hasil

ringannya berdasarkan ASRM 1997. Pasien

pemeriksaan histopatologi non-endometriosis,

laparoskopi kontap tanpa endometriosis

memiliki riwayat menstruasi reguler, dan

berdasarkan visualisasi dan histopatologi

bersedia mengikuti penelitian dan mensetujui

jaringan

tuba

informed consent tertulis. Kriteria ekslusi

kelompok

kontrol

adalah subjek mengundurkan diri.

inklusi dan eksklusi.

visualisasi

dan

berdasarkan

hasil

histopatologi

sebagai

dilakukan

jaringan

kelompok

kasus,

penderajatan

berat

dimasukkan
berdasarkan

sebagai
kriteria

CARA KERJA

HASIL PENELITIAN

Sampel darah diperiksakan pada laboratorium.

Pada penelitian ini diperoleh masing-masing

Sampel darah baik pada kasus endometriosis

sebanyak 36 orang untuk kelompok kasus

Universitas Sumatera Utara

yaitu wanita yang menderita endometriosis

menderita endometriosis berdasarkan hasil

berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologis

pemeriksaan histopatologis.

dan kelompok kontrol yaitu wanita yang tidak

Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Usia.


Umur

Endometriosis

Non Endometriosis

Total

18-35 tahun

21

55,3

17

44,7

38

100

>35 tahun

15

44,1

19

55,9

34

100

Total

36

50

36

50

72

100

Distribusi responden penelitian berdasarkan

usia reproduksi.15 Umur rata-rata pasien pada

usia

waktu

ditampilkan

pada

tabel

1.

Usia

diagnosis

endometriosis

ditegakan
12

dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu

adalah antara umur 25 dan 30 tahun. Namun

kelompok 18-35 tahun dan kelompok di atas

pada

35 tahun untuk masing-masing kelompok

kelompok usia di atas 35 tahun (44,1%) yang

kasus dan kontrol. Berdasarkan literatur,

tidak jauh berbeda dengan kelompok usia 18-

endometriosis mengenai kira-kira 10% wanita

35 tahun (55,3%).

penelitian

ini

diperoleh

persentase

Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Stadium Endometriosis.


Stadium

Endometriosis
N

2 (ringan)

13,89

3 (sedang)

13

36,11

4 (berat)

18

50

Distribusi responden berdasarkan stadium

ukuran dan jumlah lesi dan apakah lesi

endometriosis

bilateral,

ditampilkan

pada
pada

kelompok
tabel

kasus
Stadium

ditemukan

dan
saat

juga

perlengketan

operasi

dan

sistim

yang
ini

endometriosis berdasarkan American Society

merupakan metode yang cukup akurat dalam

for Reproductive Medicine 1997. Sistim

merekam temuan pada saat operasi.16 Dari 36

klasifikasi ini menggunakan poin berdasarkan

kasus pada penelitian ini diperoleh stadium 4

Universitas Sumatera Utara

dengan jumlah terbanyak yaitu 18 orang

(50%).

Tabel 3. Perbandingan Kadar sL-selectin Pada Endometriosis dan Non Endometriosis


Subyek

sL-selectin (ng/ml)

P value

Mean

SD

Endometriosis

36

1018,125

191,74

Non Endometriosis

36

985,608

195,219

0.478

Perbandingan kadar sL-selectin pada wanita

subfamili lain dari selectin, pada wanita

penderita endometriosis dan non endometriosis

penderita endometriosis stadium 3 dan 4 yang

ditampilkan pada tabel 3. Pada penelitian ini

dibandingkan

diperoleh kadar sL-selectin yang secara klinis

endometriosis dan mereka memperoleh kadar

lebih tinggi pada kelompok wanita penderita

sE-selectin yang tidak berbeda.53 Daniel dkk

endometriosis namun tidak bermakna pada uji

(2000) juga melakukan penelitian untuk

statistik. L-selectin dalam bentuk terikat sel

membandingkan kadar sE-selectin dan sP-

dan terlarut (sL-selectin) telah dihubungkan

selectin pada wanita penderita endometriosis

dengan sejumlah penyakit seperti HIV, DM,

dengan

sindroma

limfoma,

memperoleh kadar sE-selectin dan sP-selectin

sklerosis multipel, neonatal bakterial infection,

lebih tinggi pada penderita endometriosis

Kawasaki,

leukemia,

50

dengan

wanita

non-endometriosis,

non-

mereka

sepsis dan stroke. Barrier dan Sharpe-Timms

namun tidak bermakna secara statistik.54 Hal

telah

melakukan

membandingkan

kadar

penelitian

yang

mungkin

sE-selectin,

suatu

penelitian kurang banyak.

terjadi

karena

jumlah

sampel

Tabel 4. Perbandingan Kadar sL-selectin Berdasarkan Stadium Endometriosis


Stadium

sL-selectin(ng/ml)

P value

Endometriosis
Mean

SD

1 (sangat ringan)

2 (ringan)

771,86

78,87

3 (sedang)

899,82

59,64

4 (berat)

1171,97

134,59

Bila
berdasarkan

sL-selectin
stadium

dibandingkan

endometriosis

pada

<0,001

kelompok kasus maka diperoleh hasil bahwa


semakin tinggi stadium penyakit maka kadar

Universitas Sumatera Utara

sL-selectin akan semakin tinggi, dan bermakna

DAFTAR PUSTAKA

pada uji statistik seperti tampak tabel 4. Hal ini

1.

Schorge JO, Schaffer JI, Halvorson LM,

mungkin terjadi karena proses inflamasi yang

Ed et al. Williams Gynecology. McGraw-

terjadi pada endometriosis semakin luas

Hills. 2008

seiring dengan semakin tingginya stadium

2.

Chapron C, Vercellini P, Barakat H, et al.

penyakit. Rekrutmen leukosit dari dalam

Management of ovarian endometrioma.

sirkulasi menuju jaringan merupakan tahapan

Human Reproduction Update Vol.8.No.6.

utama

www.humupd.oxfordjournals.org 2011

dalam

proses

mencapai

jaringan

inflamasi

lekosit

dan
akan

inflamasi.

Untuk

memulai

proses

melalui

3.

Diagnosis

beberapa

and

Management

of

Endometriosis. www.aafp.org/afp 2006

tahapan yang saat ini diketahui yaitu leukocyte


rolling, adesi, dan transmigrasi.51 Proses

Mounsey Al, Wilgus A, Slawson DC.

4.

Overton C, Davis C, McMillan L, ed et al.

perekrutan lekosit di dalam sirkulasi terjadi

An Atlas of Endometriosis. 3rd ed.

jika

Informa healthcare. UK. 2007

L-selectin

pada

permukaan

lekosit

teraktivasi, dan L-selectin yang teraktivasi

5.

Berek JS,

ed. Berek

and Novaks

selanjutnya akan mengalami peluruhan atau

Gynecology. 14th ed. Lippincott Williams

dilepaskan dari lekosit kemudian terlarut di

and Wilkins. California. 2007

6.

dalam darah.

Berbic M, Fraser I.S. Regulatory T cells


and other leukocytes in the pathogenesis
of endometriosis. Elsevier vol 88. 2011

KESIMPULAN
Kadar sL-selectin pada wanita penderita
endometriosis

secara

klinis

dibandingkan

wanita

non

lebih

7.

tinggi

Taketani

endometriosis

semakin

tinggi

kadar

sL-selectin

Y.

Lymphocytes

in

Endometriosis. Am J Reprod Immunol

namun tidak bermakna pada uji statistik dan


semakin tinggi stadium endometriosis maka

Osuga Y, Koga K, Hirota Y, Yoshino O,

65, 2011
8.

dan

Ali

Hafezi-Moghadam,

Kennard

L.

Thomas, Alyson J. Prorock, Yuqing Huo,

bermakna secara statistik.

and Klaus Ley. L-selectin shedding


regulates leukocyte recrutment. J. Exp.
Med. Vol 193, Number 7, 2001

SARAN
Sebaiknya dilakukan pemeriksaan kadar sL-

9.

Konno R, Fujiwara H, Netsu S, Odagiri

selectin pada wanita penderita endometriosis

K, et al. Gene expression profiling of rat

dan diperlukan penelitian lanjutan untuk

endometriosis model. Am J Reprod

menilai kadar sL-selectin dengan sampel lebih

Immunol 58. 2007

besar.

10. Kennedy S, Bergqvist A, Chapron C, et


al. ESHRE guideline for the diagnosis
and treatment of endometriosis. Hum
Reprod. 2005

Universitas Sumatera Utara

11. Schonfeld AR. Pediatric News Digital


Network. Clinical rounds: endometriosis
may emerge in adolescence. March 28,
2012.

diagnosis of endometriosis. Am J Obstet


Gynecol. 2010
21. Parazzini F, Ferraroni M, Fedele L, et al.
Pelvic endometriosis: reproductive and

12. Speroff

L.,

Fritz

Gynecologic

A.M.

Clinical

menstrual risk factors at different stages

Endocrinology

and

in Lombardy, northern Italy. J Epidemiol

th

edition.

Infertility: Endometriosis. 7

Lippincott Williams & Wilkins. North


Caroline: 2005.

Community Health. 1995


22. Moen MH, Is a long period without
childbirth a risk factor for developing

13. Adamson GD, Kennedy S, Hummelshoj


L. Creating solutions in endometriosis:

endometriosis? Hum Repro 6: 1404, 1991


23. Cramer

DW,

Missmer

SA,

The

global collaboration through the World

epidemiology of endometriosis, Ann NY

Endometriosis Research Foundation. J

Acad Sci 955: 11, 2002

Endometriosis. 2010

24. Ballard K, Lane H, Hudelist G, Banerjee

14. Baziad Ali. Endokrinologi Ginekologi:

S, Wright J. Can specific pain symptoms

Endometriosis . Edisi ketiga. Penerbit

help in the diagnosis of endometriosis? A

Media Aesculapius Fakultas Kedokteran

cohort study of women with chronic

Universitas Indonesia. Jakarta: 2008

pelvic pain. Fertil Steril. 2010

15. Eskenazi,

B.

and

Warner,

M.

G.

25. Giudice L, Evers JLH, Healy DL.

Epidemiology of endometriosis. Obstet

Endometriosis: Science and Practice.

Gynecol Clin North Am. 1997

Chichester,

16. KapoorD.Endometriosishttp://emedicine.
medscape.com/article/271899-overview.
Accessed June 23, 2012
17. Koninckx

PR.

Wiley-

Blackwell; 2012
26. Hsu AL, Khachikyan I, Stratton P.

Epidemiology

of

Obstet Gynecol. 2010


27. Nezhat C, Santolaya J, Nezhat FR.

endometriosis and cancer from current

Comparison of transvaginal sonography

perspective. Arch Gynecol Obstet. 2011

and bimanual pelvic examination in

S,

Relationship

the diagnosis of endometriosis. Clin

between

19. Ozkan

A.

Sussex:

Invasive and non-invasive methods for

endometriosis. June 23, 2012


18. Kokcu

West

Murk

Endometriosis
epidemiology

W,
and

and

Arici

A.

patients with laparoscopically confirmed

infertility:

endometriosis. J Am Assoc Gynecol

evidence-based

treatments. Ann N Y Acad Sci. 2008


20. Treloar SA, Bell TA, Nagle CM, Purdie
DM,

Green

AC.

Early

menstrual

characteristics associated with subsequent

Laparosc. 1994
28. Siegelman ES, Oliver ER. MR Imaging of
endometriosis:

ten

imaging

pearls.

Radiographics. 2012
29. Brosens I, Benagiano G. Poor results after
surgery for rectovaginal endometriosis

Universitas Sumatera Utara

can be related to uterine adenomyosis.

oxidative stress and cell cycle regulation

Hum Reprod. 2012

for

30. Balleyguier C, Chapron C, Chopin N,


Hlnon O, Menu Y. Abdominal wall and

development

of

endometriosis.

Gynecol Endocrinol. 2012


40. Koninckx PR, Kennedy SH, Barlow DH.

surgical scar endometriosis: results of

Endometriotic

magnetic resonance imaging. Gynecol

peritoneal fluid. Hum Reprod Update.

Obstet Invest. 2003

1998

disease:

the

role

of

31. Takeuchi H, Kuwatsuru R, Kitade M, et

41. Vincent K. Pelvic pain in women: clinical

al. A novel technique using magnetic

and scientific aspects. Curr Opin Support

resonance imaging jelly for evaluation of

Palliat Care. 2011

rectovaginal endometriosis. Fertil Steril.


2005

vitro culture of endometrial explants

32. Chami LP, Blasbalg R, Pereira RMA,


Warmbrand G, Serafini PC. Findings of
pelvic endometriosis at transvaginal US,
MR

42. Fasciani A et al. Three-dimensional in

imaging,

and

laparoscopy.

Radiographics. 2011

mimics the early stages of endometriosis.


Fertil Steril. 2003
43. Barrier

BF.

Immunology

of

endometriosis. Clin Obstet.Gynecol. 2010


44. Sarapik A et al. Serum anti-endometrial

33. Mukund J, Ganesan K, Munshi HN,

antibodies in infertile women-potential

Ganesan S, Lawande A. Sonography of

risk factor for implantation failure. Am J

adnexal masses. Ultrasound Clinics. 2007

Reprod Immunol. 2010

34. Kim A, Adamson G. Glob Libr Womens


Med. July 2008.

prevention of postsurgical adhesions in a

35. Adamson GD, Pasta DJ. Endometriosis


fertility

index:

endometriosis

the
staging

new,

validated

system.

Fertil

Steril. 2010

chimeric mouse model of experimental


endometriosis. Fertil Steril. 2011
46. diZerega GS, Campeau JD. Peritoneal
repair

36. Koninckx PR, Timmermans B, Meuleman


C, Penninckx F. Complications of CO2laser

45. Herington JL et al. Development and

endoscopic

excision

of

deep

endometriosis. Hum Reprod. 1996

and

postsurgical

adhesion

formation. Hum Reprod Update. 2001


47. Hellebrekers BW et al. A role for the
fibrinolytic

system

in

postsurgical

adhesion formation. Fertil Steril. 2005

37. Ulukus M, Cakmak H, Arici A. The role

48. Mohamed AM et al. Live birth rate in

of endometrium in endometriosis. J Soc

fresh and frozen embryo transfer cycles in

Gynecol Investig. 2006

women with endometriosis. Eur J Obstet

38. Redwine DB. Was Sampson wrong?


Fertil Steril. 2002

49. Ley

39. Shigetomi H, Higashiura Y, Kajihara H,


Kobayashi

H.

Gynecol Reprod Biol. 2011

potential

link

of

K.

The

role

of

selectins

in

inflammation and disease. Elsevier. Vol.9


No.6. 2003

Universitas Sumatera Utara

50. Paschall Christopher Dwight. Cellular


and Molecular Determinants of The Lselectin Shear Thresold Phenomenon.
University of Virginia. 2007
51. Ley K, Laudanna C, Cybulsky MI, et al.
Getting to the site of inflammation: the
leukocyte adhesion
Nature

cascade updated.

review-immunology.

Vol

7.

September. 2007
52. Schleiffenbaum BE, Spertini O, Tedder
TF. Soluble L-selectin is present in
human plasma at high levels and retains
functional activity. J Cell Biol 1992
53. Barrier

BF,

Sharpe-Timms

KL.

Expression of soluble adhesion molecules


in sera of women with stage III and IV
endometriosis. Journal of the society for
gynecologic investigation 2002.
54. Daniel Y, Baram A, Fait G, et al. Do
soluble cell adhesion molecules play a
role in endometriosis? American journal
of reproductivr immunology. Vol 43.
2000

Universitas Sumatera Utara