Anda di halaman 1dari 48

DUNIA ARSITEKTUR

Home

About

Posts RSS

Comments RSS

Contact us

Log In

ayo daftar
Kamis, 10 Mei 2012
KONSERVASI BANGUNAN LAWANG SEWU
Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor
dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan
selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) dikarenakan bangunan tersebut
memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu.
Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering
menganggapnya
sebagai
pintu
(lawang).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor
Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia.
Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam
IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada
masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung
peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini
menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api
melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan
Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu
dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan
oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero

Sejarah Bangunan Lawang Sewu

Lawang Sewu adalah salah satu bangunan bersejarah yang dibangun oleh pemerintahan kolonial
Belanda, pada 27 Februari 1904. Awalnya bangunan tersebut didirikan untuk digunakan sebagai
Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) atau Kantor Pusat
Perusahan Kereta Api Swasta NIS. Sebelumnya kegiatan administrasi perkantoran NIS dilakukan
di Stasiun Samarang NIS. Namun pertumbuhan jaringan perkeretaapian yang cukup pesat,
dengan sendirinya membutuhkan penambahan jumlah personel teknis dan bagian administrasi
yang tidak sedikit seiring dengan meningkatnya aktivitas perkantoran. Salah satu akibatnya
kantor pengelola di Stasiun Samarang NIS menjadi tidak lagi memadai. NIS pun menyewa
beberapa bangunan milik perseorangan sebagai jalan keluar sementara. Namun hal tersebut
dirasa tidak efisien. Belum lagi dengan keberadaan lokasi Stasiun Samarang NIS yang terletak di
kawasan rawa-rawa hingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting.
Kemudian diputuskan untuk membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke
lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya
di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan
Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal). NIS mempercayakan rancangan gedung
kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag,
arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Negeri
Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke kota Semarang. Melihat dari cetak biru
Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam
pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangi di
Amsterdam
tahun
1903.
KONSERVASI

BANGUNAN

LAWANG

SEWU

Konservasi dapat didefinisikan sebagai usaha untuk menghambat atau melindungi bangunan dari
pengaruh penyebab kerusakan lebih lanjut sehingga dapat memperpanjang usia bangunan.
Bidang konservasi mempunyai tugas yang penting dalam pemugaran bangunan cagar budaya
yaitu sejak sebelum pemugaran, pelaksanaan pemugaran dan setelah pemugaran selesai. Di
dalam studi pemugaran gedung Lawang Sewu ini, bidang konservasi melaksanakan pekerjaan
observasi kerusakan bahan bangunan, rencana penanganan termasuk bahan konservasi yang
digunakan.

KERUSAKAN BAHAN BANGUNAN


Observasi bahan bangunan gedung Lawang Sewu dilakukan secara detail bagian per bagian,
ruang per ruang, jenis bahan yang digunakan mulai dari fondasi, lantai, dinding, pintu, jendela,
plafon sampai atap bangunan.
Kerusakan berdasarkan hasil observasi adalah sebagai berikut :
Kerusakan mekanis
Kerusakan mekanis disebabkan faktor konstruksi dan struktur bangunan itu sendiri maupun
faktor dari luar. Kerusakan jenis ini banyak dijumpai pada lantai (tegel keramik banyak yang
lepas, retak dan pecah)
Kerusakan fisis
Jenis kerusakan ini disebabkan oleh faktor eksternal seperti angin, hujan dan terik matahari.
Hampir seluruh komponen bangunan tembok Lawang Sewu dari lantai 1 sampai 3 mengalami
kerusakan yang disebabkan oleh faktor ini sehingga tampak aus, rapuh, kusam dan mengelupas.
Selain itu komponen bahan bangunan dari kayu seperti pintu, jendela, kayu blandar dan
sebagainya juga rentan rusak akibat faktor ini.
Kerusakan khemis
Kerusakan ini terutama disebabkan oleh air hujan yang mengakibatkan oksidasi terutama pada
bahan bangunan yang terbuat dari besi atau seng. Lambat laut bahan bangunan tersebut akan
hancur apabila tidak segera ditangani secara tepat.
Kerusakan bio khemis
Pengamatan selama studi dijumpai bahwa pada atap bangunan gedung Lawang Sewu banyak
dihuni kelelawar. Kotoran kelelawar yang berserakan di lantai atau pada plafon bangunan apabila
dalam kondisi lembab akan bereaksi dengan H2O. Sulfat yang terkandung dalam kotoran
kelelawar akan berubah menjadi H2So4 yang mengakibatkan mempercepat kerusakan bahanbahan bangunan yang terbuat dari besi, kayu dan spesi tembok. Kerusakan bio khemis lainnya
terdapat pada papan-pan kayu hiasan.
KONDISI BANGUNAN
Pengamatan terhadap kondisi bangunan Gedung Lawang Sewu meliputi bagian fondasi, lantai,
pintu, Jendela, dinding tembok, plafon dan atap. Berikut disampaikan hasil pengamatan terhadap
masing-masing komponen bangunan tersebut :

Fondasi
Fondasi masih sangat kokoh, tidak dijumpai
adanya retakan, pecah, melesak dan geser.
Adanya ventilasi yang tersumbat pada bagian
fondasi perlu mendapat perhatian.
Lantai
Lantai bangunan gedung Lawang Sewu dilapisi dengan ubin keramik ukuran 15 x 15 cm dengan
warna variasi abu-abu, merah, hitam, hijau dan putih. Lantai seperti ini terdapat pada ruangruang (kamar-kamar) bangunan dan selasar sisi luar. Pada ruang utama lantai terbuat dari marmer
putih ukuran 55 x 55 cm dengan dihiasi lis serta marmer berwarna hitam ukuran 20 x 55 cm.
Lantai pada bangunan lantai 3 hanya di floor biasa dengan kondisi hampir 100 % rusak.
Lantai ubin secara umum masih baik, namun masih terdapat lantai ubin hilang, rusak, lepas dan
rusak akibat vandalisme. Selain itu dijumpai kerusakan mekanis seperti retak dan pecah.

Pintu dan Jendela


Bahan yang digunakan untuk pintu dan jendela adalah kayu jati dengan kualitas baik. Lubang
ventilasi kayu di atas pintu hampir semuanya kosong dan kacanya banyak yang pecah.
Kerusakan terparah akibat vandalisme adalah daun pintu dan daun jendela banyak yang hilang.
Selain itu engsel-engsel dalam kondisi aus.

Dinding Tembok
Dinding terbuat dari susunan batu bata berspesi dan diberi acian. Bahan bata kondisinya masih
cukup baik, namun acian dan cat sebagian besar kusam, lapuk dan mengelupas. Dari hasil
pengamatan selama studi, dinding tembok Gedung Lawang Sewu telah mengalami pengecatan
berkali-kali dengan warna putih hitam kuning krem putih. Warna asli bangunan dilihat dari
strata warna cat terdalam adalah putih.

B.5. Plafon
Plafon Lantai 1 merupakan bagian dari lantai 2 yang dibuat variasi lengkung dengan perkuatan
balok-balok besi melintang dan membujur. Balok-balok besi sudah berkarat dan acian di
bawahnya rusak.
Plafon lantai 2 pada bagian koridor kanan kiri terbuat dari kayu jati dengan balok-balok
perkuatan juga terbuat dari kayu jati. Kondisi secara umum masih cukup baik, namun terdapat
beberapa bagian papan kayunya hilang, aus dan lapuk sehingga diperlukan penggantian.
Plafon bangunan lantai 3 semuanya terbuat dari papan kayu jati. Secara umum kondisinya masih
cukup baik hanya perlu pembenahan dan perawatan secara menyeluruh.

Atap
Atap bangunan gedung Lawang Sewu
menggunakan bahan genting dengan kualitas
sangat baik. Bagian atap yang mengalami
kerusakan hampir seluruhnya adalah talang air
yang terbuat dari seng. Sedangkan talang yang
terbuat dari besi kerusakan berupa adanya
lubang-lubang kecil akibat korosi dan karat. Pipa
pembuangan air dari talang menuju ke bawah
yang terbuat dari besi kondisinya masih cukup
baik.
Konstruksi penyangga atap terbuat dari besi
terutama bagian kuda-kudanya. Perkuatan dengan
menggunakan balok-balok kayu jati ukuran 15 x
20 cm dengan panjang bervariasi. Balok-balok
perkuatan kuda-kuda 95 % hilang.

Konstruksi atap gedung A tidak menggunakan usuk. Reng yang berukuran 3 x 4 cm melekat pada
papan plafon yang langsung ditutup dengan genting.
Bubungan atap menggunakan genting krepus. Kondisi bilah krepus masih baik hanya acian dan
spesi genting krepus 100 % pecah dan retak. Sedangkan pada bagian atap menara bangunan
ditutup dengan bahan besi yang dibentuk menyerupaim kubah dimana kondisinya sudah pecah
dan
aus.
Lawang
Sewu
Pasca
Pemugaran:
Setelah cukup lama lawang sewu seperti tak terurus, akhirnya Lawang Sewu dilakukan
pemugaran yang memakan waktu cukup lama, akhirnya selesai pada akhir Juni 2011 dan
kembali dibuka untuk umum setelah pada tanggal 5 Juli 2011 diresmikan oleh Ibu Negara Ani
Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan dengan event Pameran Kriya Unggulan Nusantara yang
menampilkan produk produk tradisional dari seluruh Nusantara.
Diposkan oleh MUHAMMAD NURDIN di 06.19 0 komentar

Rabu, 04 Januari 2012


KRITIK ARSITEKTUR (NORMATIF)

Stasiun Jakarta Kota


dikenal pula sebagai Stasiun Beos adalah stasiun kereta api yang berusia cukup tua di Kota Tua
Jakarta dan ditetapkan oleh Pemerintah Kota sebagai cagar budaya. Stasiun ini adalah satu dari
sedikit stasiun di Indonesia yang bertipe terminus (perjalanan akhir), yang tidak memiliki
kelanjutan jalur. Bangunan ini memiliki nilai estetika seperti ornamen-ornamen kolonial
yang menggunakan struktur baja bentang lebar yang khas.
Bangunan ini hampir keseluruhan berwarna putih, dan jika dilihat dari bentuk, bangunan
ini menggunakan langgam antara arsitektur eropa dan arsitektur asia. Bangunan ini
cukup langka keberadaannya, dikarnakaan perkembangan trend dan budaya setempat.

oleh karna itu kita jaga bangunan tua yang ada di sekitar kita agar tidak terlindas
dengan kejamnya zaman dan ini sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat
jakarta. sejak zaman dahulu bangunan ini menjadi pusat trasportasi baik dalam kota
maupun luar kota.
Sejarah bangunan ini dulu dikenal sebagai Beos kependekan dari Bataviasche Ooster
Spoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), sebuah
perusahaan swasta yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh. Versi lain,
Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya,
dimana berasal dari fungsi stasiun sebagai pusat transportasi kereta api yang
menghubungkan Kota Batavia dengan kota lain seperti Bekassie (Bekasi), Buitenzorg
(Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain.
............Menurut peraturan perundangan pemerintah kota melalui surat keputusan
Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993 dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya
namun pada saat ini diributkan karena hendak direnovasi dengan penambahan ruang
komersial.
............"hmmm" Padahal, stasiun ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, selain
bangunannya kuno, stasiun ini merupakan stasiun tujuan terakhir perjalanan. Seperti
halnya Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut di Surabaya yang merupakan cagar
budaya, namun terjadi renovasi yang dinilai kontroversial.

Diposkan oleh MUHAMMAD NURDIN di 06.34 0 komentar

KRITIK ARSITEKTUR (FOTOGRAFI)

" Orchard Road Singapore"


Orchad Road adalah sebuah kawasan perbelanjaan di Singapura. di kawasan Trotoar di
sepanjang jalan itu sangat memanjakan pejalan kaki, terutama bagi penggila belanja.
Transportasi di negeri itu sudah menjangkau seluruh wilayahnya, mulai kereta bawah tanah
(MRT), bis hingga taxi. Dan jangan harap kita menemukan taxi gelap tanpa argo atau supir yang
ugal-ugalan, dan jangan harap pula kita bisa memberhentikan taxi di sembarang tempat,

semuanya berhenti pada tempat-tempat yang sudah ditentukan, dan jangan heran kalau di tempat
pemberhentian taxi, orang-orang sabar mengantri taxi hingga beberapa meter di sepanjang jalan
itu.
Berjalan-jalan di sepanjang Orchard Road tak membuat kaki lelah . Trotoar di jalan itu lebar dan
luas, kalau lapar atau lelah kita tinggal makan di gerai-gerai makanan yang tersedia di jalan itu,
dan duduk beristirahat di bangku-bangku yang sudah disediakan di sepanjang pinggiran Orchard
Road terutama bagi para shopcoholic yang kecapaian belanja. Sambil duduk-duduk di situ, kita
bisa menikmati suasana Orchard Road yang sibuk tapi tak menimbulkan kesan kumuh. Berbagai
suku bangsa, terutama Indonesia, banyak melalui jalan itu tanpa khawatir ada pencopet, apalagi
bom.
Kita juga tak bakalan menemukan sampah, tempat sampah selalu disediakan sangat dekat dengan
tempat kita berjalan. Slogan Buanglah sampah di tempatnya tak hanya sekadar kata-kata
mutiara di tempat itu, tapi sangat mudah dilaksanakan.

Diposkan oleh MUHAMMAD NURDIN di 06.33 0 komentar

KRITIK ARSITEKTUR (SKETSA)

"buatlah bangunan pada tempatnya" bukan sebagai pembatas jalan......


Diposkan oleh MUHAMMAD NURDIN di 06.02 0 komentar

Minggu, 22 Mei 2011


STUDI EKSKURSI KE SINGAPORE....

Suntec Convention Center adalah salah satu gedung yang saya lihat ketika saya pergi ke
Singapore....gedung ini adalah pusat bisnis di Singapore karena fasilitasnya yang lengkap mulai
dari butik high end untuk memamakai mode terjangkau, toko - toko, tempat makan, dan restoran.
Suntec Convention Center terletak di dekat Pusat Bisnis dan berada di jantung infrastruktur,
untuk mencapai ke lokasi hanya 20 menit dari Bandara Internasional Changi .

.....Selain itu tampak dari kejauhan terlihat bangunan yang membuat saya kagum yaitu bangunan
yang berbentuk seperti buah durian...? atau microphon...? bangunan tersebut adalah sebuah teater
yang bernama ESPLANADE... Esplanade terletak di tepi Marina Bay, di mulut Singapore
River, Esplanade adalah bangunan yang menjadi sebuah icon di Singapura karena bentuk yang
khas. Letaknya dekat dengan patung merlion yang di hunbungkan dengan jembatan.
Esplanade memiliki fungsi sebagai pusat kesenian negara Singapore yang didalamnya
menghadirkan sebuah pertunjukan lokal maupun internasional yang mencakup segala jenis
pertunjukan mulai dari musik, tari dan teater dan seni visual budaya - budaya yang ada di
Singapore maupun budaya - budaya di Asia.
Esplanade terdapat dua ruang auditorium yang satu berfungsi sebagai teater dan concert
hall..Pada ruang teater memiliki kapasitas 2.000 kursi dan concert hall berkapasitas 1.600 kursi.
Konsepnya sendiri berasal dari sebuah bentuk microphon.....orang - orang menyebutnya buah

durian...ta
pi menurut saya bentuk menyerupai
sebuah microphon karena berhubungan dengan suatu pertunjukan atau pentas di atas
panggung.....
Diposkan oleh MUHAMMAD NURDIN di 04.45 0 komentar

Minggu, 20 Maret 2011


Esplanade Theatres on the Bay Singapore
SEJARAHNYA.......
Di tahun 1992, terpilih sebuah tim yang terdiri dari perusahaan lokal terkenal DP Architects
(Singapura) dan Michael Wilford & Partners (Inggris) untuk memulai pekerjaan pembangunan
pusat seni tersebut. Untuk mempertahankan keterkaitan antara masa lalu dan masa kini, pusat
seni ini akhirnya dinamakan Esplanade Theatres on the Bay. Di tahun 1992, terpilih sebuah tim
yang terdiri dari perusahaan lokal terkenal DP Architects (Singapura) dan Michael Wilford &
Partners (Inggris) untuk memulai pekerjaan pembangunan pusat seni tersebut. Untuk
mempertahankan keterkaitan antara masa lalu dan masa kini, pusat seni ini akhirnya dinamakan
Esplanade Theatres on the Bay.
Diposkan oleh MUHAMMAD NURDIN di

Para arsitek veteran yang memulai karirnya pada tahun 1963memperhitungakan bahwa Frank
Lloyd Wright memberikan pengaruh yang signifikan. "Wright dipengaruhi oleh Philospher Cina
Lao Tse yang menyatakanbahwa bangunan didefinisikan bukan oleh atap dan empat dinding, tapi
ruangyang mereka hasilkan dari envelopenya. Definisi ini dapat membuka wawasankita, bahwa
banyak cara untuk melihat bangunan, dan kita semua tertarik dengancara ia merencanakan dan
mendesain ruang luar bangunan yang dibawa ke dalamdan ruang dalam yang dibawa ke luar."
Seow Chuan bangga dengan kerja dan semangat tim untuk keberhasilanproyek ini. Meskipun
kompetisi arsitektur internasional dimenangkan oleh DPArchitects Pte Ltd yang bekerjasama
dengan Michael Wilford & Partners, mitraBritish yang meninggalkan proyek setelah 2 tahun di
tangan Seow Chuan dantimnya yang terdiri dari Vikas Gore, Gan Eng Oon, Steven Gan Hooi
Wan danCheang Mei Ling.
"Seorang arsitek dapat memainkan peran utama dalam melayanimasyarakat dan komunitas.
Ruang yang diciptakan oleh arsitek untuk kliennyabaik dalam maupun di antara bangunan dapat
menggugah semangat orang.Hampir setiap arsitek memiliki ambisi untuk membuat bangunan
yang dirancangdengan baik. Dalam DP Architects, semua arsitek dan staf pendukung
dibimbinguntuk membuat bangunan yang mengangkat semangat atau spirit manusia."
Sumber :
http://www.designsingapore.org/pda_public/gallery/aspx?sid=108
2.
Konsep Desain Menurut Vikas Gore
Berdasarkan hasil wawancaradengan Vikas Gore, projek direktor dariproyek Esplanade, maka
diperolehinformasi mengenai konsep desain DPArchitects dalam merancang Esplanade.Proyek
Esplanade ini dimenangkan olehDP Architect yang bekerjasama denganMichael Wilford &
Partners (MWP)pada akhir tahun 1993 danbekerjasama dalam mengerjakanproyeknya sampai
tahun 1995 sebelumakhirnya MWP meninggalkan proyek.
Gambar
Vikas GoreProject Director

Proyek Esplanade
Sumber :
http://www.penta-ocean.co.jp/ir/data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf

Dari awal proses perancangannya, DP Architect memang ingin menggunakanbeberapa jenis


shading pada bangunan Espalanade ini. Pada saat desain dari Esplanade ditunjukkan kepada
publik pada tahun 1994, desain untuk shadingnya masih belum dirancang. Hanya terdapat
enclosure berupa kaca pada dua teaterutama. Pada saat itu juga, terdapat banyak kritik dari
masyarakat yang menyatakan bahwa pada desain Esplanade ini terlalu banyak menggunakan
material kaca dan desainnya terlalu Barat.Oleh karena itu, setelah MWP meninggalkan proyek,
terdapat beberapa perubahan dalam desainnya, terutama pada cladding bangunan setelah terdapat
kerjasama dalam perancangan cladding dengan Atelier One serta Mero, kontraktor yang
bertanggung jawab untuk membangun cladding. Sehingga dihasilkan bentuk Esplanade yang
sekarang, yaitu berupa ruangan yang melengkung dengan frame baja serta kaca sebagai penutup,
serta terdapat sunshade aluminium di atas lapisan kaca tersebut.Kerjasama dalam merancang
sistem cladding dengan perusahaan konstruksi Atelier One dimulai setelah tahun 1995. Desain
dari sunshades perlahan-lahan berubah pola. Inspirasi yang digunakan dalam mendesain
sunshade yaitu sifat geometri dari struktur serta bangunan tradisional Asia. Bila sunshade
eksterior ini dilihat dari atas, maka sunshade tampak tertutup untuk melindungi interiorbangunan
dari sinar matahari, tetapi bila dilihat dari sisi bangunan, sunshadetampak terbuka dalam
berbagai derajat, agar pengunjung yang berada di dalam bangunan Esplanade ini masih tetap
dapat menikmati pemandangan di luarbangunan. Sehingga didapatkan bangunan yang terlindung
dari sinar mataharidengan tidak menghalangi view ke luar bangunan.
Sumber :

http://www.pentaocean.co.jp/ir/data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf

Orientasi matahari pada kedua auditorium ini berbeda, oleh karena ituorientasi sumbu sunshade
antara kedua massa bangunan juga berbeda. Grid padaLyric Theatre miring 45 derajat terhadap
sumbu, sedangkan grid pada ConcertHall tetap pada garis lurus ke porosnya.Perbedaan derajat
pada sunshade inididapatkan melalui penggunaan intensif dari sistem komputer, desain untuk
penutup atap, sunshade dan struktur dibantu dengan komputer. Baik AtelierOne dan DP
Architects menggunakanperangkat lunak yang sama yaituMicroStation. Sehingga eksplorasi
desaindapat lebih bebas dengan bantuankomputer dalam perancangan sistemcladding dan
sunshadenya. Tanpa bantuandari komputer maka mustahil untukmerancang sistem sunshade
tersebut.
Gambar
Perbedaan Sumbu dari Kedua Masa Bangunan Esplanade
Sumber :
http://www.pentaocean.co.jp/ir/data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf
Gambar
Perbedaan derajat pada sunshade Esolanadedilihat dari foyer yang ada di Lyric Theatre
Sumber :
http://www.pentaocean.co.jp/ir/data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf

Perkembangan desain dari esplanade sendiri, pada tahun 1994 masihgeometris dan angular,
struktur utama dari claddingnya didesain secara vertical.Setelah itu desain strukturnya berubah
menjadi bentuk kurva yang lebih lembutseperti sekarang, menyajikan bangunan yang terlihat

lebih organic. Untuk fasaddari Esplanade DP Architect berusaha untuk merancang bangunan
yang

terkesanAsia,

tanpa

menjadi

fasad

yang

berbentuk

bangunan

tradisional.

Selainsunshadenya, konsep desain keseluruhan secara filosofis sangat dekat denganarsitektur


tradisional Asia.Kebanyakan arsitektur tradisional di Asia, banyak yang memiliki dasar ataulantai
yang kuat dengan desain atap yang terang dan terbuat dari bahan yangringan. Kedua cangkang
dari Esplanade terbuat dari bahan yang ringan, ditopangdengan kolom selebar 2,5 m.
Tercapainya keseimbangan antara unsure solid danvoid adalah inti dari arsitektur tradisional di
Asia. Diharapkan cladding Esplanade dapat terlihat seperti cangkang yang sangat ringan,
diwakili oleh Lyric Theatredan Concert Hall, dengan dasar yang solid. Untuk mencerminkan
kedekatanbangunan dengan tanah, maka dasar lantai akan difinishing dengan granitberwarna
alami.
Gambar
Entrance Lyric Theatre
Sumber :
http://www.pentaocean.co.jp/ir/data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf
Gambar
Ground Floor Entrance
Sumber :
http://www.pentaocean.co.jp/ir/data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf

Tantangan yang dialami saat proses desain Esplanade sendiri yaitusempitnya site yang digunakan
untuk membangun Esplanade ini, padahal banyaksekali ruang yang harus diakomodasi, seperti
misalnya ruang untuk gladi resik danruang bagi artisnya, loading dock dan sebagainya. Selain itu
AC untuk ruang yangluas juga harus dipikirkan, ini terdengar sepele, tapi bila suara bising yang
keluardari AC dibiarkan begitu saja, maka tentu saja hal ini akan mengganggu
dalampertunjukkan, sehingga harus digunakan saluran AC yang sangat besar. Olehkarena itu,
tantangan dari desainnya adalah mencari tahu bagaimana solusinyang tepat untuk dapat
mengakomodasi semua kebutuhan agar sesuai dan cukupdibangun pada site yang sempit.
3.5.
Struktur Bangunan3.5.1.

Preface
Pada sebuah lokasi di antara Marina Centre dan Marina Bay di Singapura,pembangunan dari Arts
Center ini telah dirampungkan. Desain dari bangunan iniberdasarkan konsep dari sang Arsitek
yaitu Michael Wilford and Partners diLondon dan dilaksanakan oleh DP Architects (dengan
penanggung jawabnyaadalah Vikas Gore dan Pietro Stallon) di Singapura. Karakteristik yang
signifikandari bangunan ini adalah envelope dari Lyric Theatre dan Concert Hall.Struktur yang
digunakanuntuk envelope adalah spacetrusses yang didesain khususuntuk menyangga bagian
ujunggrid segitiga agar sesuai denganbentuk permukaan free formsurfaces.Sistem claddingnya
terdiridari panel kaca insulasi yangberbentuk segitiga serta susunandari shading aluminium di
atasnya,sehingga dapat memberikanimpresi transparasi dan opasitasyang berbeda.Cladding
untuk atap terlihatlebih buram, karena dibuat darilapisan foil water barrier dan dilapisi dengan
panel aluminium yang salah satusambungannya terbuka, hamper sama dengan shading yang ada
di fasad, tetapilebih datar. Panel ini juga menutupi saluran pembuangan air hujan, yangposisinya
berada di antara setiap fasad dan struktur atap.Tantangan utama dari realisasi proyek Esplanade
ini adalah :

Proses pemasangan panel shading yang berulang kali dilakukan agardapat memenuhi tuntutan
estetis dan fungsional.
Gambar
Proses Pembangunan Esplanade
Sumber :
httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/downloads/bausysteme/publikationen/the_envelopes_of_the_arts_centre_in_sin
gapore.pdf

Similar to Esplanade by the Bay Singapore, Design Concept


and Structure.
Arsitektur Masa Kolonial
System 3 Space Frame

Prilaku Arsitektur-Ruang Kelas


Copy of Bahan Kuliah Struktur Bangunan 2 sMT 2
Program Ruang
Jurnal Seminar Studi Penerapan Universal Design pada Gedung Baru Unit Rehabilitasi Medik
RS. dr. Kariadi, Semarang
Kampung Naga
Pemanfaatan Potensi Lokal Dalam Arsitektur Indonesia
Literatur kebutuhan ruang galeri
Buku Pedoman Efisiensi Energi Untuk Desain Bangunan Gedung Di Indonesia

More From This User


Reportase Minggu 1 KKN Paweden
Permukiman 2-Usulan Desain Pengembangan Kelurahan Mangunharjo sebagai Kampung
Industri Telur Asap
Kampung Naga
Jurnal Seminar Studi Penerapan Universal Design pada Gedung Baru Unit Rehabilitasi Medik
RS. dr. Kariadi, Semarang
Perancangan Permukiman-paper Singkat
Pelestarian Arsitektur-Analisa Langgam Bangunan

MECANOO
Yoyogi National Gymnasium-EDITED
PERKOT GABUNG
Perkot Jalan Pemuda Fix
UTILITAS GABUNG
Bismillah Paper Metoris Fix
Belajar dari Lebah, Sang Arsitek dari Alam
Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia
Budidaya Rumput Laut
SEHAT DENGAN TEH

Esplanade by the Bay Singapore, Design


Concept and Structure.
Sep 16, 2013 by Purdyah Ayu
(0 ratings)
727 views
Embed
Download
Download as DOCX, PDF, TXT

Description
Esplanade by the Bay Singapore, laporan KKL mahasiswa JAFT UNDIP tahun 2013, Design
Concept and Structure, by Purdyah Ayu
Show more

Related

Arsitektur Masa Kolonial


by plogica
System 3 Space Frame
by Ilman Basthian Sucipto
Prilaku Arsitektur-Ruang Kelas
by Triny Amori
Copy of Bahan Kuliah Struktur Bangunan 2 sMT 2
by Sugianto Doank
About

Browse books

Site directory

About Scribd

Meet the team

Our blog

Join our team!

Contact Us

Partners

Publishers

Developers / API

Memberships

Join today

Invite Friends

Gifts

Support

Help

FAQ

Accessibility

Press

Purchase help

AdChoices

Legal

Terms

Privacy

Copyright

Copyright 2016 Scribd Inc. Terms of serviceAccessibilityPrivacyMobile SiteSite Language:


English
scribd

Login / Daftar
Nusatrip.com

o Home
o Hotel
o Tiket Pesawat
o Pemesanan Saya
o Paduan
o Customer Support

Back to Blog Home

Bandara dengan Arsitektur Terbaik di Dunia

Traveler sering berpergian atau traveling ke luar negeri? Saat kita traveling ke suatu tempat,
pasti sekilas sempat memperhatikan keadaan setiap bandara di destinasi yang kita kunjungi. Nah,
ada beberapa bandara yang termasuk ke dalam bandara dengan arsitektur terbaik di dunia.
Bandara Internasional atau International Airport merupakan pintu masuk bagi para Traveler
yang berlibur ataupun melakukan perjalanan bisnis ke negara lain. Arsitektur bandara yang unik,
menarik hingga kemewahannya juga menjadi salah satu daya tarik dan alasan untuk
mengunjungi negara tersebut. Ada beberapa bandara yang termasuk ke dalam kategori bandara
dengan arsitektur terbaik di dunia, berikut daftar bandara-bandara tersebut:

Bandara Barajas (Terminal 4) di Madrid Spanyol

Bandara Barajas di Madrid Spanyolini didesain oleh Richard Rogers Partnership. Terminal
4 di Bandara Barajas ini dibuka pada tahun 2006, sudah sekitar 8 tahun yang lalu. Bandara ini
didesain dengan Pylons (pillar atau tiang) yang beraneka warna serta atas yang terbuat dari
lapisan bambu dengan bentuk yang bergelombang, membuat efek yang luar biasa pada saat sinar
masuk ke dalam ruangan. Dengan panjang kurang dari 1 kilometer, Traveler dibuat seakan
berjalan diantara rangkaian pelangi, karena efek dari pylons yang warna-warni di area terminal
ini. Penasaran dengan efek pelangi yang ditimbulkan? Ayo pesan tiket pesawat ke Madrid dan
buktikan keindahannya langsung.

Bandara Barajas (Terminal 4) di Madrid Spanyol

Bandara John F Kennedy (Terminal TWA) di New York Amerika Serikat

Bandara John F. Kennedy di New York Amerika Serikat, memiliki arsitektur yang menarik,
tepatnya di Terminal TWA (Trans World Airlines). Terminal ini merupakan terminal transit
internasional. Bagi Traveler yang singgah dan melewati terminal ini akan disambut dengan
lorong-lorong yang berbentuk tabung dengan panjang sekitar 125 kaki. Bandara ini didesain
dengan gaya arsitektur yang berkelas, sehingga suasana nyaman dan mewah terasa
saat Traveler mulai memasuki terminal ini. Untuk melihat nya secara langsung, ayo Traveler bisa
mulai cari tiket pesawat ke New York dari sekarang.

Bandara John F. Kennedy, Terminal TWA, di New York Amerika Serikat

Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan

Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan didesain oleh Denvers Fentress


Architects. Bandara ini dibuka dan mulai beroperasi pada tahun 2001. Pada saat pertama dibuka,
bandara ini langsung menjadi salah satu bandara terbaik di dunia. Tidak hanya dinilai dari
kenyamanan yang diberikan dan fasilitas yang disediakan oleh bandara ini, namun juga nilai
kebudayaan Korea yang benar-benar diperlihatkan oleh bandara ini. Kubah nya merupakan
gambaran dari kuil tradisional di Korea dan lorong-lorong yang dihiasi dengan taman bunga
menambah ciri khas Korea semakin kental. Bandara ini dianggap sebagai salah satu tempat
yang futuristik di bumi. Oleh karena arsitektur nya yang menawan, tak heran banyak film-film
Korea yang menggunakan tempat ini sebagai lokasi syuting. Pasti banyak dong diantara Traveler
yang tertarik dengan kebudayaan dan keindahan Korea, jadi tidak ada salah nya jika Traveler
cari tiket pesawat ke Seoul dan melihat keindahan arsitektur bandara nya secara langsung.

Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan

Bandara Menara di Maroko

Bandara Menara di Maroko dinilai memiliki gaya arsitektur yang eksotis. Bandara ini
memang memadukan unsur arsitektur modern dengan arsitektur tradisional Islam. Bandara
ini selesai dibangun pada tahun 2008 atau sekitar 6 tahun silam. Bangunan dengan gaya timur
tengah ini memiliki 72 piramida pembangkit listrik tenaga surya di setiap atap nya. Tak heran
jika bandara ini termasuk ke dalam salah satu bandara dengan arsitektur terbaik di dunia.
Ayo pesan tiket pesawat ke Maroko sekarang dan lihat langsung keindahan arsitektur Bandara
Menara.

Bandara Menara di Maroko

Bandara Chek Lap Kok di Hong Kong

Bandara Chek Lap Kok di Hong Kong merupakan sebuah proyek dari Foster and Partners di
tahun 1998. Bandara ini didesain secara sederhana agar dapat memberikan kenyamanan. Bandara
ini memiliki atap berbentuk kubah yang bergelombang dapat memberikan kesan rileks bagi
para Traveler yang kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang. Tersedia kereta cepat yang
ada di terminal utama untuk mencapai pusat Kota Hong Kong. Jadi untuk Traveler yang
berlibur di Hong Kong, bisa menaiki kereta cepat ini untuk mencapai bandara dan turun tepat di
terminal keberangkatan. Traveler, pesan tiket pesawat ke Hong Kong sekarang dan rasakan
kenyamanan yang ditawarkan oleh Bandara Chek Lap Kok ini.

Bandara Chek Lap Kok di Hong Kong

Bandara Internasional Kansai di Osaka Jepang

Bandara Internasional Kansai di Osaka Jepang juga termasuk ke dalam bandara dengan
arsitektur terbaik di dunia. Bandara ini didesain oleh Renzo Piano dan dibuka pada tahun
1994. Ruangan di dalam bandara kaya akan sinar matahari, perpaduan sinar matahari yang
masuk dengan garis atap membuat seolah-olah bergerak berbentuk gelombang. Traveler yang
berada di terminal penerbangan internasional di bandara ini akan dimanjakan dengan desain atap
yang sangat tinggi, seakan bandara ini dekat dengan awan. Ayo siapa yang tertarik untuk ke
Osaka? Segera pesan tiket pesawat ke Osaka.

Bandara Internasional Kansai di Osaka Jepang

Bandara Internasional Denver di Amerika

Bandara Internasional Denver di Amerika dibuat dengan konsep desain hanya dalam waktu 3
minggu. Bandara ini banyak dikagumi karena bentuk atap nya yang unik. Bandara yang didesain
oleh Denver dengan Curtis Fentress. Jika dilihat dari jauh, bandara ini mirip dengan pedesaan
raksasa berwarna putih. Atap di bandara ini dilapisi oleh kain berukuran super besar dengan
berbahan dasar teflon. Bandara ini sekilas akan terlihat seperti kemah-kemah khas dari orang
Indian. Disini Traveler bisa menikmati suasana bandara yang nyaman dengan pemandangan
pegunungan batu dan sinar bulan yang indah di malam hari. Buat Traveler yang penasaran, ayo
segera ke Denver dan cari tiket pesawat ke Denver dari sekarang.

Bandara Internasional Denver di Amerika

Bandara Sondika di Bilbao Spanyol

Bandara yang juga masuk ke daftar bandara dengan arsitektur terbaik di dunia adalah
Bandara Sondika di Bilbao Spanyol. Bandara ini didesain oleh Santiago Calatrava dan
dibangun pada tahun 2000. Bandara ini juga memiliki julukan La paloma yang berarti burung
merpati, mungkin bandara ini terinspirasi dari burung merpati, sehingga dibangun menyerupai
seperti burung merpati. Bandara ini memiliki langit-langit yang cukup tinggi dan terbuka,
sehingga Traveler bisa menatap awan secara langsung. Yang tidak kalah menarik, area parkir di
bandara ini dibangung di lereng bukit hijau, membuat bandara ini semakin menarik dan sangat
dekat dengan alam. Berlibur ke Bilbao Traveler? cari tiket pesawat ke Bilbao dan lihat secara
langsung ke indahan La Paloma.

Bandara Sondika di Bilbao Spanyol

Bandara Internasional Carrasco di Montevideo Uruguay

Bandara Internasional Carasco di Montevideo Uruguay juga salah satu bandara dengan
arsitektur terbaik di dunia. Terminal baru di bandara ini dibangun pada tahun 2009 dan
didesain oleh arsitektur berkebangsaan Uruguay yang bernama Rafael Vinoly. Bandara ini
memiliki terminal kedatangan dan keberangkatan yang memiliki nilai sentimentil. Dengan kubah
tinggi yang sangat anggun, sinar matahari yang menerangi langsung ke landasan pacu, membuat
tempat ini jauh lebih dramatis. Bandara ini juga sering dijadikan sebagai lokasi syuting film
karena arsitektur nya yang indah. Montevideo bisa jadi salah destinasi liburan yang menarik
untuk Traveler kunjungi dan melihat langsung Bandara Internasional Carasco. Ayo segera
persiapkan perjalanan Traveler ke Montevideo, temukan tiket pesawat ke Montevideo dari
sekarang.

Bandara Internasional Carrasco di Montevideo Uruguay

Bandara Internasional Beijing China

Bandara Internasional Beijing di China merupakan salah satu bandara tersibuk di Asia (kedua
setelah Bandara Haneda di Tokyo). Terminal 3 yang ada di bandara ini, dibangun pada tahun
2004 dan dibuka pada perayaan Olimpiade tahun 2008. Dengan panjang 2 mil, terminal 3 di
Bandara Internasional Beijing ini menjadi salah satu bangunan terbesar di dunia. Bandara ini
juga dianggap mewakili China dari bentuk nya yang panjang serta menyerupai naga. Tidak hanya
sentuhan warna khas China tetapi bandara ini juga dilengkapi dengan teknologi ramah
lingkungan yaitu penyaring udara di bagian atap. Tak heran jika bandara ini termasuk ke dalam
salah satu bandara dengan arsitektur terbaik di dunia. Rencanakan perjalanan Traveler ke
Beijing dari sekarang, jangan lupa untuk pesan penerbangan ke Beijing sebelum rencana
keberangkatan. Jadi, Traveler bisa secara langsung melihat kemegahan arsitektur Bandara
Internasional Beijing.

Bandara Internasional Beijing China


Traveler semakin penasaran dan ingin melihat langsung keunikan dan keindahan arsitektur
bandara-bandara tersebut? Ayo keep traveling dan selalu rencanakan perjalanannya di NusaTrip!

Photo:
Bandara Barajas (by Travel National Geographic)
Bandara John F. Kennedy (by nyc-architecture website)
Bandara Internasional Incheon (by dmarge Website)
Bandara Menara (by jaunted Website)
Bandara Bandara Chek Lap Kok (by wikimedia)
Bandara Internasional Kansai (by wikipedia)
Bandara Internasional Denver (by palmalimousine Website)
Bandara Sondika (by viaggidiarchitettura)
Bandara Internasional Carrasco (by e-architect Website)

Tags: 10 Bandara terbaik, Arsitektur bandara terbaik, bandara dengan arsitektur terbaik, Bandara
terbaik di dunia, bandara tercantik di dunia, bandara terindah dunia
< Bandar Udara Paling Menyeramkan di Dunia
Festival Sungai Rongkong >

Blog Categories

Destinasi Domestik

Destinasi Internasional

Info & Tips

Kontes

Promo

Recent Posts

Promo Kartu Kredit HSBC Periode Maret-Mei

Promo Kartu Kredit Permata Bank Periode Maret-Mei

Promo Kartu Kredit Bank Panin Periode Maret-April

Promo Kartu Kredit Danamon Periode Maret-Mei

Promo Long Weekend

BOOK FLIGHT BOOK HOTEL

Tags List

Promo NusaTrip 2015 Kartu Kredit BNI travel tips tiket pesawat murah Promo
Bank Mandiri di NusaTrip NusaTrip promo Promo Kartu kredit HSBC Kartu Kredit
ANZ promo nusatrip Kartu Kredit Bank Mandiri Promo Bank Mandiri promo permata
bank tiket pesawat promo nusatrip promo 2015 Promo NusaTrip 2016 promo Kartu
Kredit Mandiri ANZ promo Promo cash back promo HSBC di NusaTrip promo kartu
kredit ANZ

Pilihan Maksimal
Lebih dari 460 maskapai penerbangan dan 100.000 hotel yang dapat dipilih. Kami
memberikan harga terbaik.

harga murah
Tidak ada biaya tambahan. Harga yang ditampilkan sudah termasuk pajak. Kami
memberikan penawaran hotel dan tiket pesawat dengan harga paling murah.

Pemesanan mudah

Pemesanan hanya dengan beberapa langkah mudah. Pembayaran cepat.

Kepuasan Para Tamu


Para wisatawan mengapresiasi bagaimana Anda menemukan penawaran terbaik.
Hak cipta 2015 Nusatrip. Semua hak dilindungi.

Home

Hotel

Tiket Pesawat

Pemesanan Saya

Jobs

Tentang Kami