Anda di halaman 1dari 4

12.

3 SECONDARY CLARIFIER

Secondary clarufier adalah bangunan pengolahan yang selalu diletakkan sesudah


pengolahan biologis, untuk menampung sludge dari pengolahan tersebut. Sehingga Secondary
Clarifier ini termasuk pengolahan ketiga meskipun berbeda fungsinya dengan jenis pengolahan
ketiga lainnya.
Secondary clarifier merupakan Settling tipe IV, atau settling kompresi, adalah settling
dari partikel yang ada pada konsentrasi tinggi sehingga partikel bersentuhan satu sama lain dan
settling dapat terjadi hanya dengan kompresi dari compecting massa. Contoh settling tipe IV adalah
settling kompresi yang terjadi pada kedalaman yang lebih rendah di final clarifier untuk proses
activated sludge. Partikel diskrit dan flokulen keduanya akan mengendap dengan zone atau settling
kompresi, tentu saja partikel flokulen adalah tipe yang paling sering dijumpai.
Settling suspensi flokulen dari activated sludge ditempatkan pada silinder bertingkat.
Mula-mula waktu L = 0 dan partikel mempunyai settling zone (ZS). Mereka mempunyai posisi
relatif yang sama satu sama lain. Konsentrasi partikel begitu besar sehingga mereka mempengaruhi
kecepatan yang ada satu sama lain dan rate dari settling adalah fungsi konsentrasi solid.
Pada waktu t = t1, massa sludge sudah mengendap sampai zone air bersih berada di atas
sludge. Dibawah daerah zone atau hindered settling, konsentrasi partikel sudah menjadi begitu besar
sehingga banyak partikel yang berkontak fisik satu sama lain. Ini adalah settling transisi (TS) dari
settling zone ke settling kompresi (CS). Di bawah zone transisi adalah zone settling kompresi
dimana semua partikel kontak satu sama lain dan kompres sudah dimulai.
Pada waktu t = t2, daerah settling zone sudah hilang dan semua partikel menuju transisi
atau settling kompresi.
Pada waktu t = t3, zone transisi sudah hilang dan semua partikel berapa pada settling
kompresi pada waktu t = t4, settling kompresi hampir lengkap.. Zone air bersih biasanya sekitar 5

sampai 6 ft dalam, dan dalam total untuk zone atau hindered, transisi dan settling kompresi biasanya
sekitar 5 sampai 7 ft.
Test settling batch seperti dijelaskan terdahulu dapat dipakai untuk memperoleh
parameter yang diperlukan untuk disain final clarifler activated sludge dengan metoda yan
diperkenalkan oleh Talmage and Fitch (1955), tentu saja metode lain yang didasarkan pada flux
solid juga tersedia (Dick, R.I. 1970).
Pada final clarifier, klarifikasi dari cairan dan thickening dari solid keduanya harus
dilakukan test settling batch untuk disain biasanya dilakukan pada 1 liter silinder bertingkat
dilengkapi dengan alat pengaduk lambat dengan empat sampai enam putaran per jam untuk
menstimulasi gerakan alat pengumpul sludge mekanis. Prosedur untuk menentukan area dari final
clarifier sesudah mendapatkan kurva settling, adalah sebagai berikut :
1. Tentukan slope dari daerah hindered settling Vo. Ini adalah kecepatan settling yang diperlukan
untuk klarifikasi
2. Perpanjanglah tangen dari daerah hindered settling dan kompresi dan dapatkan sudut, yang
terbentuk di lokasi point 1
3. Gambarlah tangen pada kurva di point 1
4. Carilah konsentrasi sludge mula-mula, Co dan ketinggian sludge mula-mula, Ho, pilih
konsentrasi underflow disain, Cu dan tentukan tinggi interface, Hu
Karena
Cu H u = C o H o
Maka
H u = C o H o / Cu
5. Gambar garis horizontal dari Hu ke perpotongan garis tangan dan tentukan waktu tu. Ini adalah
waktu yang diperlukan untuk mencapai konsentrasi underfow yang diinginkan. Cu
6. Tentukan area yang diperlukan untuk thickening, At dari
At = 1.5 ( Q + R ) ( tu / Ho )

Dengan :
Q

= aliran ke tangki aerasi sebelum cabang dengan aliran recycled sludge

= aliran recycled sludge

Q+R

= total aliran ke final clarifier

1.5

= faktor scale up (Eckenfelder, W.W., 1980)

7. Tentukan area yang diperlukan untuk klarifikasi Ac, dari


Ac= 2.0 (Q/Vo)
Dengan :
Q

= aliran ke tangki aerasi sebelum cabang dengan aliran recycled sludge atau efluen
dari final clarifier

2.0

= faktor scale up (Eckenfelder, W.W., 1980)


Satu area, Ab atau Ac akan menjadi paling besar dan akan menjadi area kontrol untuk

disain final clarifier. Test settling harus dilakukan untuk range konsentrasi di mixed liquor
suspended solid (MLSS) yang diharapkan dalam disain plant, dan test dapat menunjukkan disain
paling konservatif yang seharusnya dipakai.

Teometri Tangki
Tangki sedimentari air limbah yang paling umum sekarang adalah tangki aliran radial
(radial flow tank). Penampangnya berbentuk lingkaran dengan kemiringan dasar kecil ( 2 1/2 o 7
1/2o). Air limbah masuk dari tengah, lewat melalui sekat inlet (untuk meminimalkan turbulensi)
dan kemudian mengalir keluar dan ke atas ke lubang pelimpah (overflow weir). Penyapu mekanis
(mechanical serapers) disediakan untuk pengumpulan sludge dan lengan-lengan pengumpul buih
untuk menghilangkan sludge dan lengan-lengan pengumpul buih untuk menghilangkan buih di
permukaan (Gambar 6.2). lengan penyapu berputar lambat (1-3) putaran / jam dan mendorong
sludge ke lubang pengumpul di tengah dari mana ia akan dibuang secara periodik.

DAFTAR PUSTAKA

Gordon M Fair, John C geyer, Daniel A Okun. Water and Wastewater Engineering. John Wiley &
Sons, 1968.
Metcalf & Eddy. Wastewater Treatment and Reuse, Fourth Edition. Mc-Graw Hill Higher
Education, 2003.
Metcalf & Eddy. Wastewater Engineering : Treatment Disposal Reuse, Second Edition. Tata
Mc-Graw Hill Publishing Company LTD, New Delhi, 1979.
Mark J Hammer. Water & Wastewater Technology. Upper Saddle River New Jersey Colombus,
Ohio, 2004.
Reynold / Richards Unit Operations and Processes in Environmental Engineering, , second
edition, 1996
Ronald L Droste Theory and practice of water and waste water Treatment , 1997
W.Wesley Eckenfelder, Jr. Industrial Water Pollution Control, second Edition. Mc Graw Hill
Book Company.