Anda di halaman 1dari 30

Hakikat Manusia Menurut Islam |

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbicara tentang manusia dan agama dalam Islam adalah
membicarakan sesuatu yang sangat klasik namun senantiasa
aktual. Berbicara tentang kedua hal tersebut sama saja dengan
berbicara tentang kita sendiri dan keyakinan asasi kita sebagai
makhluk Tuhan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, manusi diartikan
sebagai

makhluk

yang

berakal

budi

(mampu

menguasai

makhluk lain); insan; orang (1989: 558). Menurut pengertian ini


manusia adalah makhluk Tuhan yang diberi potensi akal dan
budi, nalar dan moral untuk dapat menguasai makhluk lainnya
demi kemakmuran dan kemaslahatannya. Dalam bahasa Arab,
kata manusia ini bersepadan dengan kata-kata ns, basyar,
insn, maru, ins dan lain-lain. Meskipun bersinonim, namun
kata-kata

tersebut

memiliki

perbedaan

dalam

hal

makna

spesifiknya. Kata ns misalnya lebih merujuk pada makna


manusia sebagai makhluk sosial. Sedangkan kata basyar lebih
menunjuk pada makna manusia sebagai makhluk biologis. Begitu
juga dengan kata-kata lainnya.
Hakikat manusia menurut Islam adalah makhluk (ciptaan)
Tuhan, hakikat wujudnya bahwa manusia adalah mahkluk yang
perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan.
Manusia sempurna menurut Islam adalah jasmani yang sehat
serta kuat dan Berketerampilan, cerdas serta pandai.
B. Rumusan Masalah

Hakikat Manusia Menurut Islam |

Bagaimanakah Pandangan Islam Tentang Teori Hakikat


Manusia?
Bagaimanakah Pandangan Filsafat Tentang Teori Hakikat
Manusia?

C. Tujuan Penulisan
Mengetahui Bagaimana Pandangan Islam Tentang Teori
Hakikat Manusia
Mengetahui Bagaimana Pandangan Filsafat Tentang Teori
Hakikat Manusia
Mengetahui Tentang Teori Hakikat Manusia

Hakikat Manusia Menurut Islam |

BAB II
PEMBAHASAN
1.

TEORI HAKIKAT MANUSIA MENURUT PANDANGAN ISLAM


A. Pengerian Manusia
Manusia adalah makhluk (ciptaan) Tuhan, hakikat wujudnya

bahwa

manusia

adalah

mahkluk

yang

perkembangannya

dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan. Manusia adalah


makhluk utuh yang terdiri atas jasmani, akal, dan rohani sebagai
potensi

pokok,

manusia

yang

mempunyai

aspek

jasmani,

disebutkan dalam surah Al-Qashash ayat 77 yang artinya:


Carilah kehidupan akhirat dengan apa yang dikaruniakan Allah
kepadamu tidak boleh melupakan urusan dunia.
Manusia

dalam

pandangan

Islam

mempunyai

aspek

jasmani yang tidak dapat dipisahkan dari aspek rohani tatkala


manusia masih hidup didunia. Manusia mempunyai aspek akal.
Kata yang digunakan Al-Quran untuk menunjukkan kepada akal
tidak hanya satu macam. Harun Nasution menerangkan ada
tujuh kata yang digunakan:

Hakikat Manusia Menurut Islam |

1. Kata Nazara, dalam surat al Ghasiyyah ayat 17: Maka


apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia
diciptakan.
2. Kata Tadabbara, dalam surat Muhammad ayat 24: Maka
apakah mereka tidak memperhatikan al Quran ataukah
hati mereka terkunci?
3. Kata

Tafakkara, dalam

surat

An-Nahl

ayat

68:

Dan

Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : buatlah sarangsarang

dibukit-bukit,

dipohon-pohon

kayu,

dan

ditempattempat yang dibikin manusia.


4. Kata Faqiha, dalam surat At-Taubah 122: Tidak sepatutnya
bagi

orang-orang

yang

mumin

itu

pergi

semuanya

(kemedan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap


golongan

diantara

mereka

beberapa

orang

untuk

memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan


untuk

memberi

peringatan

kepada

kaumnya

apabila

mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat


menjaga dirinya.
5. Kata Tadzakkara, dalam surat An-Nahl ayat 17: Maka
apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang
tidak dapat menciptakan apa-apa? Maka mengapa kamu
tidak mengambil pelajaran.
6. Kata Fahima, dalam surat Al-Anbiya ayat 78: Dan ingatlah
kisah daud dan Sulaiman, diwaktu keduanya memberikan
keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak
oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah
kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka
itu.

Hakikat Manusia Menurut Islam |

7. Kata Aqala, dalam surat Al Anfaal ayat 22: Sesungguhnya


binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah
ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti
apa-apa-pun.
Manusia mempunyai aspek rohani seperti yang dijelaskan
dalam surat Al-Hijr ayat 29: Maka Aku telah menyempurnakan
kejadiannya dan meniupkan kedalamnya roh-Ku, maka sujudlah
kalian kepada-Nya.
B. Proses Kejadian Manusia
Di dalam Alquran Proses kejadian Manusia dapat di jelaskan
sebagai berikut :
1. Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal dari saripati tanah, ( Qs
Al Hijr : 28 )
2. Dari segumpal tanah lalu menjadi nutfah ( didalam rahim ),
segumapl darah, segumpal daging, tulang dibungkus dengan
daging dan akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna
(Qs Almukminun ; 12-14 )
3. Ditiupakn Ruh (Qs Alhijr : 29 )
4. Sebelum ruh ditiupkan , ketika masih di alam ruh manusia
telah berjanji mentauhidkan Allah (Qs Al Araf : 172 ) Al-Quran
menerangkan

bahwa

manusia

berasal

tanah

dengan

mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab,


Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat diartikan bahwa
jasad

manusia

diciptakan

Allah

dari

bermacam-macam

unsure kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapantahapan

dalam

menjelaskan

proses

secara

rinci.

selanjutnya,
Manusia

al-Quran

yang

sekarang

tidak
ini,

prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah.

Hakikat Manusia Menurut Islam |

Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui


bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses
penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa
dengan ovum. Ayat-ayat yang menyebutkan bahwa manusia
diciptakan dari tanah, umumnya dipahami secara lahiriah. Hal
ini itu menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar
dari tanah, dengan asumsi karena Tuhan berkuasa , maka
segala sesuatu dapat terjadi. Akan tetapi ada sebagian umat
islam

yang

berpendapat

bahwa

Adam

bukan

manusia

pertama.
Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi bahwa: Ayatayat yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah
tidak berarti bahwa semua unsure kimia yang ada dalam tanah
ikut mengalami reaksi kimia. Hal itu seperti pernyataan bahwa
tumbuh-tumbuhan bahan makanannya dari tanah, karena tidak
semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut diserap oleh
tumbuh-tumbuhan, tetapi sebagian saja.
Oleh karena itu bahan-bahan pembuk manusia yang
disebut dalam al-Quran hanya merupakan petunjuk manusia
yang disebut dalam al-Quran , hanya merupakan petunjuk
dimana sebenarnya bahan-bahan pembentuk manusia yaitu
ammonia, menthe, dan air terdapat, yaitu pada tanah, untuk
kemudian bereaksi kimiawi. Jika dinyatakan istilah Lumpur hitam
yang diberi bentuk (mungkin yang dimaksud adalah bahanbahan yang terdapat pada Lumpur hitam yang kemudian diolah
dalam bentuk reaksi kimia). Sedangkan kalau dikatakan sebagai
tembikar yang dibakar , maka maksudnya adalah bahwa proses
kejadiannya melalui oksidasi pembakaran. Pada zaman dahulu
tenaga yang memungkinkan terjadinya sintesa cukup banyak
dan terdapat di mana-mana seperti panas dan sinar ultraviolet.

Hakikat Manusia Menurut Islam |

C. Hakikat dan Teori Tentang Manusia


Hakekat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa,
diciptakan dalam bentuk paling sempurna. Manusia adalah
makhluk spiritual yang akan menjalani fase-fase peristiwa
kehidupan baik sebelum lahir, sekarang maupun setelah mati.
Kalimat diatas mungkin terlalu filosofis, namun sebenarnya
merupakan istilah sederhana yang bisa dipahami. Spiritual
merupakan aspek non fisik yang mampu memberikan kekuatan
manusia untuk lebih dari sekedar hidup. Bukti akan hakekat
manusia sebagai makhluk spiritual mungkin dapat ditunjukkan
dengan beberapa contoh berikut.
Ketika menjalani hidup sehari-hari, manusia tidak selamanya
dalam kondisi bahagia. Namun kadang mengalami musibah,
nikmat, susah, senang, sedih bahkan terkadang merasakan
kesuksesan diluar rencana.Semuanya itu datang silih berganti
seperti sudah ada keteraturan. Inilah salah satu nuansa spiritual
yang ada pada manusia.
Dalam hal rasa, manusia mempunyai interpretasi berbedabeda tentang apa yang dirasakan hati. Perasan senang, susah,
enak ataupun nggak enak merupakan fenomena hati yang sudah
biasa terjadi. Tukang becak yang tiduran di halte kadang lebih
pulas daripada pengusaha yang tidur di hotel berbintang. Orang
miskin yang pandai bersyukur akan lebih kaya dari konglomerat
yang

gila

dunia.

Semuanya

tergantung

dari

bagaimana

seseorang menyikapi apa yang dialaminya.


Perasaan manusia tidak mutlak adanya. Jika ia merasakan
sesuatu pasti ia merasakan hal lain yang paradoks dengan apa
yang ia rasakan. Sehingga dapat dikatakan bahwa senang yang

Hakikat Manusia Menurut Islam |

sebenar-benarnya senang itu tidak ada. Yang ada adalah senang


yang diliputi susah ataupun susah yang diliputi senang. Sebagai
contoh kalau kita berjuang memajukan merpati putih, yang kita
rasakan adalah susah karena capek memikirkan, bertindak,
beinovasi. Namun dibalik kesusahan itu ada perasaan bangga
dan gembira melihat apa yang telah kita perjuangkan.
Pada dasarnnya ada tiga aspek pokok dalam diri manusia
yaitu fisik, mental dan spiritual. Aspek fisik merupakan segala hal
yang dapat dirasakan oleh panca indra manusia. Aspek mental
yang membedakan manusia dengan dengan makhluk lain.
Dengan

adanya

mental

manusia

dapat

berfikir,

mempertimbangkan dan mengambil keputusan untuk suatu


permasalahan. Sedangkan spiritual dapat diibaratkan sebagai
navigator kehidupan. Dia yang akan memberikan warna dan arah
dari kehidupan yang dijalani manusia.
D. Teori Tentang Manusia
Manusia adalah makhluk social, artinya manusia hanya akan
menjadi apa dan siapa bergantung ia bergaul dengan siapa.
Manusia tidak bisa hidup sendirian, sebab jika hanya sendirian ia
tidak menjadi manusia. Dalam pergaulan hidup, manusia
menduduki fungsi yangbermacam-macam. Di satu sisi ia menjadi
anak buah, tetapi di sisi lain ia adalah pemimpin. Di satu sisi ia
adalah ayah atau ibu, tetapi di sisi lain ia adalah anak. Di satu
sisi ia adalah kakak, tetapi di sisi lain ia adalah adik. Demikian
juga dalam posisi guru dan murid, kawan dan lawan, buruh dan
majikan, besar dan kecil,mantu dan mertua dan seterusnya. .
Dalam hubungan antar manusia (interpersonal), ada pemimpin
yang sangat dipatuhi dan dihormati

Hakikat Manusia Menurut Islam |

Rakyatnya, ada juga yang hanya ditakuti bukan dihormati,


begitupunguru atau orang tua, ada yang dipatuhi dan dihormati ,
ada juga orang tua dan guru yang tidak dipatuhi dan tidak pula
dihormati. Mengapa terjadi demikian ?
Ada tiga teori yang dapat membantu menerangkan model dan
kualitas hubungan antar manusia itu.

1. Teori Transaksional (model Pertukaran Sosial)


Menurut teori ini, hubungan antar manusia (interpersonal)
itu berlangsung mengikuti kaidah transaksional, yaitu apakah
masing-masing

merasa

memperoleh

keuntungan

dalam

transaksinya atau malah merugi. Jika merasa memperoleh


keuntungan maka hubungan itu pastimulus, tetapi jika merasa
rugi maka hubungan itu akan terganggu , putus, atau bahkan
berubah menjadi permusuhan.
Demikian juga rakyat dan pemimpin, suami- isteri, mantu
mertua

direktur-anak

buah,

guru-murid,

mereka

berfikir;

kontribusi mereka sebanding dengan keuntungan yang diperoleh


atau malah rugi. Demikian juga hubungan antara daerah dengan
pusat, antara satu entitas dengan entitas lain.
2. Teori Peran
Menurut teori ini, sebenarnya dalam pergaulan sosial itu
sudah

ada

skenari

yang

disusun

oleh

masyarakat,

yang

mengatur apa dan bagaimana peran setiap orang dalam


pergaulannya. Dalam skenario itu sudah `tertulis seorang
Presiden harus bagaimana, seorang gubernur harus bagaimana,
seorang

guru

harus

bagaimana,

murid

harusbagaimana.

Hakikat Manusia Menurut Islam |

10

Demikian juga sudah tertulis peran apa yang harus dilakukan


oleh

suami,

seterusnya.

isteri,
Menurut

ayah,
teori

ibu,
ini,

anak,
jika

mantu,

mertua

seseorang

dan

mematuhi

skenario,maka hidupnya akan harmoni tetapi jika menyalahi


skenario, maka ia akan dicemooh oleh penonton dan ditegur
sutradara. Dalam era reformasi sekarang ini nampak sekali
pemimpin yang menyalahi scenario sehingga sering didemo
public
3. Teori Permainan
Menurut teori ini, klassifikasi manusia itu hanya terbagi
tiga, yaitu anak-anak, orang dewasa dan orang tua. Anak-anak
itu manja, tidak ngerti tanggungjawab, dan jika permintaanya
tidak segera dipenuhi ia akan nangis terguling-guling atau
ngambek. Sedangkan orang dewasa, ia lugas dan sadar akan
tanggungjawab, sadar akibat dan sadar resiko. Adapun orang
tua, ia selalu memaklumi kesalahan orang lain dan menyayangi
mereka. Tidak ada orang yang merasa aneh melihat anak kecil
menangis terguling-guling ketika minta eskrim tidak dipenuhi,
tetapi orang akan heran jika ada orang tua yang masih kekanakkanakan.

Suasana

rumah

tangga

juga

ditentukan

oleh

bagaimana kesesuaian orang dewasa dan orang tua dengan


sikap dan perilaku yang semestinya ditunjukkan. Jika tidak maka
suasana pasti runyam. Demikian juga hubungan antara pusat
dan daerah, antaraatasan dan bawahan. Aparat Pemerintah
mestilah bersikap dewasa, Presiden dan Ketua MPR mestilah jadi
orang tua.
E. Eksistensi dan Martabat Manusia
a.

Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah SWT.

Hakikat Manusia Menurut Islam |

11

Makna yang esensial dari kata abd (hamba) adalah


ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan manusia hanya layak
diberikan kepada Allah SWT yang dicerminkan dalam ketaatan,
kepatuhan dan ketundukan pada kebenaran dan keadilan. Oleh
karena itu, dalam al-quran dinyatakan dengan quu anfusakun
waahlikun naran (jagalah dirimu dan keluargamu dengan iman
dari api neraka).
b.

Tanggung jawab manusia sebagai khalifah Allah SWT


Manusia diserahi tugas hidup yang merupakan amanat dan

harus dipertanggungjawabkan dihadapannya. Tugas hidup yang


di

muka

bumi

ini

adalah

tugas

kekhalifaan,

yaitu

tugas

kepemimpinan, wakil allah di muka bumi, serta pegolaan dan


pemeliharaan alam.
Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang
kekuasaan. Manusia menjadi khalifah memegang mandat tuhan
untuk mewujud kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang
diberikan manusia bersifat kreatif yang memungkinkan dirinya
mengolah serta mendayagunakan apa yang ada di muka bumi
untuk kepentingan hidpnya.
Oleh karena itu hidup manusia, hidup seorang muslim akan
dipenuhi dengan amaliah. Kerja keras yang tiada henti sebab
bekerja

sebab

bekerja

sebagai

seorang

muslim

adalah

membentuk amal saleh.


2. MANUSIA DALAM BERBAGAI PANDANGAN FILSAFAT
A. Manusia dalam Pandangan Filsafat
Dalam ilmu mantiq (logika) manusia disebut sebagai AlInsanu

hayawanun

nathiq (manusia

adalah

binatang

yang

Hakikat Manusia Menurut Islam |

12

berfikir). Nathiq sama dengan berkata-kata dan mengeluarkan


pendapatnya berdasarkan pikirannya. Sebagai binatang yang
berpikir manusia berbeda dengan hewan. Walau pada dasarnya
fungsi tubuh dan fisiologis manusia tidak berbeda dengan
hewan,

namun

hewan

lebih

mengandalkan

fungsi-fungsi

kebinatangannya, yaitu naluri, pola-pola tingkah laku yang khas,


yang pada gilirannya fungsi kebinatangan juga ditentukan oleh
struktur

susunan

perkembangan

syaraf

bawaan.

binatang,

Semakin

semakin

tinggi

fleksibel

tingkat
pola-pola

tindakannya dan semakin kurang lengkap penyesuaian struktural


yang harus dilakukan pada saat lahirnya.
Pada primata yang lebih tinggi (bangsa monyet) bahkan
dapat ditemukan intelegensi yaitu penggunaan pikiran guna
mencapai tujuan yang diinginkan
binatang
digariskan

untuk

melampaui

secara

sehingga

pola-pola

naluri.

memungkinkan

kelakuan yang

Namun

telah

setinggi-tingginya

perkembangan binatang, elemen-elemen dasar eksistensinya


yang tertentu masih tetap sama.
Manusia menyadari bahwa dirinya sangat berbeda dari
binatang apa pun. Tetapi memahami siapa sebenarnya manusia
itu bukan persoalan yang mudah. Ini terbukti dari pembahasan
manusia

tentang

dirinya

sendiri

yang

telah

berlangsung

demikian lama.
Barangkali sejak manusia diberi kemampuan berpikir secara
sistematik, pertanyaan tentang siapakah dirinya itu mulai timbul.
Namun informasi secara tertulis tentang hal ini baru terlacak
pada masa Para pemikir kuno Romawi yang konon dimulai dari
Thales (abad 6 SM).
B. Teori Hakikat Manusia

Hakikat Manusia Menurut Islam |

1.

13

Teori Descendensi
Beberapa

ahli

mendefinisikan

filsafat

manusia.

berbeda

Manusia

pemikiran

adalah

dalam

makhluk

yang

concerned (menaruh minat yang besar) terhadap hal-hal yang


berhubungan dengannya, sehingga tidak ada henti-hentinya
selalu bertanya dan berpikir.
Menurut Aristoteles (384-322 SM), seorang filosof besar
Yunani mengemukakan bahwa manusia adalah hewan yang
berakal sehat, yang mengeluarkan pendapatnya, yang berbicara
berdasarkan akal-pikirannya. Juga manusia adalah hewan yang
berpolitik

(zoonpoliticon,

membangun

political

masyarakat

di

animal),

atas

hewan

famili-famili

yang

menjadi

pengelompokkan yang impersonal dari pada kampung dan


negara. Manusia berpolitik karena ia mempunyai bahasa yang
memungkinkan ia berkomunikasi dengan yang lain. Dan didalam
masyarakat manusia mengenal adanya keadilan dan tata tertib
yang harus dipatuhi. Ini berbeda dengan binatang yang tidak
pernah berusaha memikirkan suatu cita keadilan.
Menurut

Thomas

Hobbes,

Homo

homini

lupus artinya

manusia yang satu serigala manusia yang lainnya (berdasarkan


sifat dan tabiat) Nafsu yang paling kuat dari manusia adalah
nafsu untuk mempertahankan diri, atau dengan kata lain,
ketakutan akan kehilangan nyawa.
Menurut

Nietsche,

bahwa

manusia

sebagai

binatang

kekurangan (a shortage animal). Selain itu juga menyatakan


bahwa manusia sebagai binatang yang tidak pernah selesai atau
tak pernah puas ( das rucht festgestelte tier ). Artinya manusia
tidak

pernah

hidupnya.

merasa

puas

dalam

memenuhi

kebutuhan

Hakikat Manusia Menurut Islam |

14

Menurut Julien, bahwa manusia manusia tak ada bedanya


dengan hewan karena manusia merupakan suatu mesin yang
terus bekerja ( de lamittezie). Artinya bahwa dari aktivitas
manusia dimulai bangun tidur sampai ia tidur kembali manusia
tidak berhenti untuk beraktivitas.
Menurut
(animalisme),

Ernest
tak

Haeskel, bahwa

ada

sanksi

bahwa

manusia
segala

merupakan
hal

manusia

sungguh-sungguh ialah binatang beruas tulang belakang yakni


hewan menyusui. Artinya bahwa tidak diragukan lagi manusia
adalah sejajar dengan hewan yang menyusui.
Menurut William Ernest, bahwa manusia adalah hewan
yang berfikir dalam istilah totalitas, dan hewan yang berjiwa.
Artinya manusia mempunyai akal pikiran untuk memikirkan
segala hal dan manusia memiliki jiwa.
Menurut Adi Negara bahwa alam kecil sebagian alam besar
yang ada di atas bumi. Sebagian dari makhluk yang bernyawa,
sebagian dari bangsa antropomoker, binatang yang menyusui,
akan tetapi makhluk yang mengetahui keadaan alamnya, yang
mengetahui dan dapat menguasai kekuatan alam di luar dan di
dalam dirinya (lahir dan batin).
2. Aliran Metafisika
Metafisika berasal dari bahasa Yunani Meta ta physica yang
dapat diartikan sesuatu yang ada di balik atau di belakang
benda-benda fisik.
Menurut Prof. S. Takdir Alisyahbana, metafisika ini dibagi
menjadi dua golongan besar, yaitu : (1) yang mengenai kuantitas
(jumlah) dan (2) yang mengenai kualitas (sifat).Yang mengenai
kuantitas

terdiri

atas

(a)monisme,

(b)

dualisme,

dan

(c)

Hakikat Manusia Menurut Islam |

15

pluralisme. Monisme adalah aliran yang mengemukakan bahwa


unsur pokok segala yang ada ini adalah esa (satu). Dualisme
adalah aliran yang berpendirian bahwa unsur pokok yang ada ini
ada dua, yaitu roh dan benda. Pluralisme adalah aliran yang
berpendapat bahwa unsur pokok hakikat kenyataan ini banyak.
Yang mengenai kualitas dibagi juga menjadi dua bagian besar,
yakni (a) yang melihat hakikat kenyataan itu tetap, dan (b) yang
melihat hakikat kenyataan itu sebagai kejadian.Yang termasuk
golongan pertama (tetap) ialah: Spiritualisme, yakni aliran yang
berpendapat bahwa hakikat itu bersifat roh. Materialisme, yakni
aliran yang berpendapat bahwa hakikat itu bersifat materi.
Pandangan

filsafat

terhadap

aliran

metafisika

adalah

memandang sesuatu yang ada pada diri manusia yakni sebagai


berikut:
Serba zat: manusia terdiri dari sel yang mengacu pada
materialisme / sesuatu yang nyata / ada. Beranggapan yang
sesungguhnya ada hanya materi saja yang bisa ditangkap oleh
pancaindera.
Serba ruh: identik dengan jiwa, mencakup ingatan, imajinasi,
kemauan, perasaan, penghayatan.
Jadi, asal manusia dari suatu yang ada dan tak bergantung
dari yang lain. Hakikat manusia ialah dari ruh yang ditiupkan oleh
Tuhan. Artinya manusia tersusun dari zat yang ada dengan
diberikannya ruh oleh Tuhan sehingga menyebabkan manusia
dapat hidup. Manusia mempunyai fisik yaitu jasadnya. Selain
jasad manusia juga mempunyai ruh atau yang tidak dapat
ditangkap oleh panca indera yakni berhubungan dengan jiwa
mencakup ingatan, gagasan, imajinasi, kemauan, perasaan dan
penghayatan.

Hakikat Manusia Menurut Islam |

16

3. Psikomatik
Memandang manusia hanya terdiri atas jasad yang memiliki
kebutuhan untuk menjaga keberlangsungannya artinya manusia
memerlukan kebutuhan primer (sandang, pangan dan papan)
untuk keberlangsungan hidupnya.
Manusia terdiri dari sel yang memerlukan materi cenderung
bersifat duniawi yang diatur oleh nilai-nilai ekonomi (dinilai
dengan harta / uang) artinya manusia memerlukan kebutuhan
duniawi yang harus dipenuhi, apabila kebutuhan tersebut sudah
terpenuhi

maka

mereka

akan

merasa

puas

terhadap

pencapaiannya.
Manuspia juga terdiri dari ruh yang memerlukan nilai spiritual
yang diatur oleh nilai keagamaan (pahala). Dalam menjalani
kehidupan
melalui

duniawi

ceramah

manusia
keagamaan

membutuhkan
untuk

ajaran

memenuhi

agama,

kebutuhan

rohaninya.
C. Pandangan Filsafat Tentang Hakikat Manusia
Ilmu yang mempelajari tentang hakikat manusia disebuat
antropologi filsafat. Ada empat aliran yang akan dibahas.
Pertama, aliran

serba-zat.

Aliran

ini

mengatakan

sungguh-

sungguh ada itu hanyalah zat atau materi. Aliran ini adalah zat
atau materi dan manusia adalah unsur dari alam. Maka dari itu,
manusia adalah zat atau materi (Ibid, 1991).
Kedua, aliaran

serba-ruh.

Aliran

ini

berpendapat

bahwa

segala hakikat sesuatu yang ada di bumi ini ialah ruh. Hakikat
manusia juga ialah ruh. Sementara zat adalah manisfestasi dari
ruh. Menurut Fiche, segala sesuatu yang ada (selain ruh) dan
hidup itu hanyalah perumpamaan, perubahan, atau penjelmaan

Hakikat Manusia Menurut Islam |

17

dari ruh (Gazalba, 1992: 288). Dasar pikiran aliran ini ialah
bahwa ruh itu lebih berharga, lebih tinggi nilainya daripada
materi. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya, betapa pun kita
mencintai seseorang, jika ruhnya pisah dari badannya, maka
materi/jasadnya tidak ada artinya lagi. Dengan demikian aliran
ini menganggap ruh itu ialah hakikat, sedangkan badan ialah
penjelmaan atau bayangan.
Ketiga,

aliran

dualisme.

Aliran

ini

menganggap

bahwa

manusia itu pada hakikatnya terdiri dari dua subtansi, yaitu


jasmani

dan

ruhani.

Kedua

subtansi

ini

masing-masing

merupakan unsur asal, yang adanya tidak tergantung satu sama


lain. Jadi, badan tidak berasal dari ruh dan ruh tidak berasal dari
badan. Perwujudannya manusia tidak sebadua, jasad dan ruh.
Antara badan dan ruh terjadi sebab akibat keduanya saling
memengaruhi.
Keempat, aliran

eksistensialisme.

Aliran

filsafat

modern

berpandangan bahwa hakikat manusia merupakan eksistensi dari


manusia. Hakikat manusia adalah apa yang menguasai manusia
secara menyeluruh. Di sini, manusia dipandang tidak dari sudut
serba-zat

atau

serba-ruh

atau

dualisme,

tetapi

dari

segi

eksistensi manusia di dunia ini.


Filsafat berpandangan bahwa hakikat manusia itu berkaitan
antara badan dan ruh. Islam secara tegas mengatakan bahwa
badan dan ruh adalah subtansi alam, sedangkan alam adalah
makhluk dan keduanya diciptakan oleh Allah. Dalam hal ini
dijelaskan

bahwa

proses

prkembangan

dan

pertumbuhan

manusia menurut hukum alam material. Menurut Islam, manusia


terdiri dari dua subtasi materi dari bumi dan ruh yang berasal
dari Tuhan. Oleh karena itu, hakikat manusia adalah ruh
sedangkan jasadnya hanyalah alat yang dipergunakan oleh ruh

Hakikat Manusia Menurut Islam |

18

semata. Tanpa kedua subtansi tersebut tidak dapat dikatakan


manusia.
D. Hakikat Manusia dalam Presfektif Filosof Barat
Socrates

(470-399

SM)

yang

dikutip

oleh

Ahmad

Tafsir mengatakan tentang hakikat manusia adalah dalam diri


manusia tertanam jawaban mengenai berbagai persoalan dunia.
Manusia bertanya tentang dunia dan masing-masing punya
jawaban tentang dunia. Lanjut Socrates, seringkali manusia itu
tidak enyadari bahwa dalam dirinya terpendam jawaban-jawaban
bagi persoalan yang dipertanykannya. Oleh karena itu, perlu
adanya bantuan orang lain untuk mengemukakan jawabanjawaban yang masih terpendam tersebut. Diperlukan orang lain
untuk melahirkan ide yang ada dalam manusia itu.
Sedangkan Plato salah seorang murid Socrates mengatakan
jiwa manusia adalah entitas non-material yang dapat terpisah
dari tubuh. Menurutnya, jiwa itu ada sejak sebelum kelahiran,
jiwa itu tidak dapat hancur, alias abadi. Lebih jauh lagi Plato
mengatakan bahwa hakikat manusia itu ada dua yaitu rasio dan
kesenangan (nafsu). Menurutnya, bila ada konflik batin pada
seseorang, akan terdapat pertentangan dua elemen kepribadian
pada orang itu, dua elemen yang saling bertentangan tujuannya.
Kalangan pemikiran abad moderen, pembahasan manusia
dapat kita jumpai oleh Dr. Alexis Carrel (peletak dasar ilmu
humaniora Barat) yang dikutip oleh Abuddi Nata mengatakan
bahwa manusia adalah manusia yang misterius. Kedudukan
manusia yang terpisah dari dirinya menyebabkan aspek kajian
dunia luar manusia lebih tinggi. Hal ini menunjukan bahwa,
kajian tentang manusia secara menyeluruh sulit untuk dipahami
dan tidak pernah selesai untuk dikaji. Ketika dari satu aspek

Hakikat Manusia Menurut Islam |

19

selesai dipahami, maka akan timbul aspek lain yang belum di


bahas.
E. Manusia dalam Pandangan Filosof Muslim
Manusia merupakan makhluk yang unik, keunikannya terletak
pada wujudnya yang multi dimensi. Bahkan untuk menciptakan
manusia Allah SWT berdialog dengan para malaikat.
Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka
bumi. (Q.S Al-Baqarah: 30)
Ayat di atas menjelaskan tentang penciptaan manusia
sebagai khalifah di muka bumi untuk mengelola bumi dan
berusaha dalam menjalankan fungsi dengan sebaik-baiknya.
Manusia dituntut untuk menggali dan mengembangkan potensi
yang ada pada dirinya termasuk mengkaji dirinya sendiri dari
berbagai aspek.
Al-Quran

memperkenalkan

tiga

kata

istilah

yang

digunakan untuk menunjuk pengertian manusia. Ketiga kata


tersebut adalah: al-Basyar, al-Insan, dan an-Nas. Ahmad Tafsir
memasukan Bani Adam sebagai istilah yang digunakan untuk
menunjuk

pengertian

manusia.

Meskipun

kenyataannya

menunjukan arti pada manusia, tetapi secara khusus memiliki


pengertian yang berbeda:
Al-Insan memiliki akar kata nasiya bermakna lupa. Kata alInsan disebutkan dalam Al-Quran sebanyak 73 kali yang disebut
dalam 43 surat. Quraish Shihab memaknai kata al-Insan sebagai
semua

manusia.

Katakanlah

Adam

pernah

tiada

sebelum

kehadirannya di pentas bumi ini. Si A yang lahir pada tahun 1000


mengalami ketiadaan selama sebelum 1000 tahun. Si B yang
lahir tahun 2000 mengalami ketiadaan selama sebelum 2000

Hakikat Manusia Menurut Islam |

20

tahun. Sehingga tiada manusia, walau manusia sekalipun yang


tidak pernah mengalami ketiadaan sedang ketika itu dahr
(tempat) telah ada.
Kata al-Insan juga dapat menunjukan proses kejadian
manusia, baik proses penciptaan Adam maupun proses manusia
Pasca Adam di alam rahim yang berlangsung secara utuh dan
berproses. Jika di tinjau lebih jauh dan di analisis secara
mendalam, maka kegunaan kata al-Insan pada pembahasan di
atas mengandung dua dimensi. Pertama, dimensi tubuh (dengan
berbagai unsurnya). Kedua, dimensi spiritual (ditiupkan-Nya rohNya kepada manusia).
Dengan demikian kedua dimensi tersebut, memberikan
suatu penegasan, bahwa kata al-Insan mengandung makna
keistimewaan manusia. Sebab manusia memiliki kelebihan dan
keistimewaan,

namun

manusia

juga

memiliki

keterbatasan

seperti, tergesa-gesa, kikir, takut, gelisah, sombong, suka


membantah dan lain sebagainya. Untuk itu manusia diberikan
potensi akal dan seluruh potensi yang dimilikinya secara optimal,
dengan tetap berpedoman pada ajaran Ilahi. Agar manusia dapat
mewujudkan dirinya sebagai makhlik Allah yang mulia. Jika tidak
demikian, manusia kan terjerumus pada kehinaan, bahkan lebih
hina dari binatang.
Sedangkan basyar merupakan bentuk jamak dari kata
basyarah bermakna kulit kepala, wajah, dan tubuh yang menjadi
tempat tumbuhnya rambut. Dengan demikian, kata basyar selalu
mengacu

kepada

manusia

dari

aspek

biologis,

seperti

mempunyai bentuk tubuh, makan dan minum, kebutuhan sex


dan mengalami penuaan dan mati. Kata basyar ditunjukkan
kepada seluruh manusia tanpa terkecuali. Hal ini mengisyaratkan
bahwa nabi dan rasul pun memiliki dimensi al-Basyar, seperti

Hakikat Manusia Menurut Islam |

dalam firman

Allah

SWT:

Katakanlah:

Sesungguhnya

21

Aku

(Muhammad) hanyalah seorang manusia biasa seperti kamu.


(Q.S Al-Kahfi: 10)
Kata an-Nas disebutkan dalam Al-Quransebanyak 241 kali
yang tersebar dalam 53 surat. Kata an-Nas menunjukkan pada
hakekat manusia sebagai makhluk sosial dan ditunjukkan kepada
seluruh manusia secara umum, baik beriman ataupun kafir.
Penggunaan

kata

ini

bersifat

umummendfinisikan

hakikat

manusia.
Kata

an-Nas digunakan

Al-Quran

untuk

menunjukkan

bahwa karakteristik manusia senantiasa berada dalam keadaan


labil.

Meskipun

manusia

diberikan

berbagai

potnsi

untuk

mengenal Tuhannya, namun ini hanya sebagian manusia saja


yang mengikuti ajaran Tuhan. Sedangkan sebagian manusi tidak
mempergunakan potensinya untuk mengenal Tuhan, bahkan
sebagian

manusia

mempergunakannya

untuk

menentang

kekuasaan Tuhan. Dengan demikian, manusia dapat dikatakan


berdimensi ganda, yaitu sebagai makhluk yang mulia dan
tercela.
Berdasarkan uraian di atas, penggunaan an-Nas dalam AlQuran menunjukan bahwa manusia adalah makhluk yang
memiliki kelengkapan fisik dan psikis. Dengan kelengkapan fisik,
ia dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan dukungan fisik
dan dengan kelengkapan psikis ia dapat melaksanakan tugastugasnya yang memerlukan dukungan mental. Agar kedua unsur
tersebut berfungsi dengan baik dan produktif, maka perlu dibina
dan diberikan pendidikan yang seimbang, harmonis dan integral.
Sedangkan

penggunaan

Bani

Adam

karena

manusia

meupakan turunan Nabi Adam as. Manusia dan nabi pertama

Hakikat Manusia Menurut Islam |

22

yang diciptakan Allah SWT adalah Adam as dijuluki sebagai abu


basyar (nenek moyang manusia).
Menurut

Ibnu

Khaldun berpendapat

bahwa

Allah

menciptakan manusia dan menyusunnya menurut stu bentuk


yang dapat tumbuh dan mempertahankan hidupnya dengan
bantuan makanan. Tuhan memberi petunjuk kepada manusia
atas keperluan makanan menrut watak dan memberi padanya
kodrat

kesanggupan

untuk

memperoleh

makanan.

Untuk

mendapatkan makanan dibutuhkan alat untuk dapat membuat


dan memproses makanan.
Kedaulatan, kewibawaan, tawun, keterampilan dan pikiran
adalah merupakan kemampuan yang harus dimiliki setiap
manusia

untk

mempertahankan

eksistensinya,

di

dalam

masyarakat yang terus maju dan berkembang.


Menurt Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa manusia
merupakan ciptaan Allah SWT yang terdiri dari unsur jasmani dan
rohani. Jika manusia ingin hidup sesuai dengan fitrahnya,
manusia akan dapat membedakan dirinya dengan makhluk Allah
lainnya. Maka hendaklah manusia menggunakan unsur psikisnya
secara dominan. Jika tidak, manusia kan kehilangan esensinya
sebagai manusia.
Murthada Mutahhari mengatakan manusia dilukiskan oleh
Al-Quran sebagai makhluk pilihan Tuhan, khalifah di muka bumi
serta sebagai semi samawi dan semi duniawi. Ini menunjukkan
bahwa dalam diri manusia telah tertanam sifat mengakui Tuhan,
bebas berkeyakinan, memiliki rasa tanggung jawab terhadap
dirinya maupun alam semesta. Manusia memiliki kecenderungan
untuk berbuat kebaikan dan kejahatan, kapasitas mnusia tidak
terbatas,

baik

dalam

kemampuan

belajar

ataupun

dalam

Hakikat Manusia Menurut Islam |

23

menera[kan ilmu. Manusia memiliki kemuliaan dan martabat


yang tinggi. Sehingga manusia dapat menikmati semua karunia
dengan bebas, namun manusia di tuntut untuk taat dan patuh
dalam menjalani kewajiban mereka kepada Allah.
F.

Potensi Manusia

Dalam ajaran islam, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan


yang paling dimuliakan oleh-Nya melebihi makhluk-makhluk
lainnya.

*


Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami
angkat mereka dari darat dan lautan. Kami beri mereka rizki dari
yang

sebaik-baiknya

dan

Kami

lebihkan

mereka

dengan

kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk lain yang


telah Kami ciptakan. (Q.S Al-Isra: 70)
Potensi manusia berupa akal dan daya kehidupan untuk
membentuk suatu peradaban. Manusia mampu membentuk
dunia kehidupannya sendiri, dan menetapkan nilai-nilai luhur
yang ingin dicapai lengkap dengan strategi untuk mencapai citacita hidupnya. Potensi ini tidak dimiliki oleh makhluk lainnya,
untuk memajukan potensi ini, manusia perlu belajar secara terusmenerus

sepanjang

hidupnya.

Pepatah

lama

mengatakan:

Tuntutlah ilmu dari buaian (awal kehidupan) hingga liang lahat


(akhir kehidupan). Ruppert C. Lodge mengatakan bahwa hidupa
adalah pendidikan, dan pendidikan adalah hidup itu sendiri.
Tuhan memilih manusia sebagai khalifah di muka bumi
karena manusia menurut Ahmad Tafsir memiliki kelebihan yang
tidak dimiliki oleh makhlik lain potensi atau kelebihan yang

Hakikat Manusia Menurut Islam |

24

dimiliki manusia dalam kerluan pendidikan adalah sebagai


berikut:
1. Potensi manusia dalam memimpin bumi. Dijadikan Allah
sebagai khalifah (wakil) di bumi (Q.S Al-Baqarah: 30).
Penunjukkan ini menjelaskan bahwa manusia itu memiliki
kelebihan.
2. Potensi manusia sebagai makhluk yang mulia. (Q.S Al-Isra:
70).
3. Potensi manusia dalam membangun peradaban. Diberi alat
indra dan akal (Q.S An-Nahl: 78) karena dengan akalnya
manusia

dapat

mempertanggungjawabkan

segala

keputusannya.
4. Potensi manusia untuk meningkatkan kualits hidupnya.
Diberikannya tempat tinggal yang lebih baik dibandingkan
dengan makhluk lain yang diberi rezeki. (Q.S Al-Maarij: 10)
5. Poteni manusia untuk memiliki keturunan yang yang lebih
baik. Memiliki proses regenerasi yang teratur melalui
perkawinan. Membentuk lembaga perkawinan yang tidak
diberikan kepada manusia. Hanya manusia yang memiliki
potensi membentuk lembaga ini.
6. Potensi untuk selalu lebih baik dalam hidupnya kemudian
Tuhan menghargai usaha yang dilakukan manusia. (Q.S AnNajm: 79).

Hakikat Manusia Menurut Islam |

25

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Manusia dalam pandangan Islam mempunyai aspek jasmani
yang tidak dapat dipisahkan dari aspek rohani tatkala
manusia masih hidup didunia. Manusia mempunyai aspek
akal. Kata yang digunakan Al-Quran untuk menunjukkan
kepada akal tidak hanya satu macam. Dalam prosesnya di
dalam Al-Quran di jelaskan yaitu Manusia di ciptakan dari
saripati tanah, kemudian menjadi nutfah, dan di berikan ruh.
Pada Hakekatnya manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha
Esa, diciptakan dalam bentuk paling sempurna. Manusia
adalah makhluk spiritual yang akan menjalani fase-fase
peristiwa kehidupan baik sebelum lahir, sekarang maupun
setelah mati.
2. Adapun teori tentang manusia, terbagi ada tiga teori di
anranya:

Hakikat Manusia Menurut Islam |

Teori Transaksional (model pertukaran sosial)

Teori Peran

Teori Permainan

3. Kemudian
Sebagai

eksistensi
Hamba

manusia

Allah

dan

serta
Khalifah

martabatnya
di

muka

26

yaitu
bumi

sebagaimana yang telah Allah jelaskan dalam Surat AlBaqarah ayat 30.
4. Manusia dalam pandangan Filsafat yaitu manusia disebut
sebagai

Al-Insanu

hayawanun

nathiq (manusia

adalah

binatang yang berfikir). Nathiq sama dengan berkata-kata


dan mengeluarkan pendapatnya berdasarkan pikirannya.
Sebagai binatang yang berpikir manusia berbeda dengan
hewan. Walau pada dasarnya fungsi tubuh dan fisiologis
manusia tidak berbeda dengan hewan, namun hewan lebih
mengandalkan fungsi-fungsi kebinatangannya, yaitu naluri,
pola-pola tingkah laku yang khas, yang pada gilirannya fungsi
kebinatangan juga ditentukan oleh struktur susunan syaraf
bawaan. Semakin tinggi tingkat perkembangan binatang,
semakin fleksibel pola-pola tindakannya dan semakin kurang
lengkap penyesuaian struktural yang harus dilakukan pada
saat lahirnya.
5. Adapun teorinya dalam pandangan Filsafat antara lain:

Toeri Descendensi

Aliran Metafisika

Psikomatik

6. Tuhan memilih manusia sebagai khalifah di muka bumi


karena manusia menurut Ahmad Tafsir memiliki kelebihan

Hakikat Manusia Menurut Islam |

27

yang tidak dimiliki oleh makhlik lain potensi atau kelebihan


yang dimiliki manusia dalam kerluan pendidikan adalah
sebagai berikut:
1) Potensi manusia dalam memimpin bumi. Dijadikan Allah
sebagai khalifah (wakil) di bumi (Q.S Al-Baqarah: 30).
Penunjukkan ini menjelaskan bahwa manusia itu memiliki
kelebihan.
2) Potensi manusia sebagai makhluk yang mulia. (Q.S Al-Isra:
70).
3) Potensi manusia dalam membangun peradaban. Diberi alat
indra dan akal (Q.S An-Nahl: 78) karena dengan akalnya
manusia

dapat

mempertanggungjawabkan

segala

keputusannya.
4) Potensi manusia untuk meningkatkan kualits hidupnya.
Diberikannya tempat tinggal yang lebih baik dibandingkan
dengan makhluk lain yang diberi rezeki. (Q.S Al-Maarij: 10)
5) Poteni manusia untuk memiliki keturunan yang yang lebih
baik. Memiliki proses regenerasi yang teratur melalui
perkawinan. Membentuk lembaga perkawinan yang tidak
diberikan kepada manusia. Hanya manusia yang memiliki
potensi membentuk lembaga ini.
6) Potensi untuk selalu lebih baik dalam hidupnya kemudian
Tuhan menghargai usaha yang dilakukan manusia. (Q.S AnNajm: 79).

B. Saran

Hakikat Manusia Menurut Islam |

28

Penulis bersedia menerima kritik dan saran yang positif dari


pembaca. Penulis akan menerima kritik dan saran tersebut
sebagai bahan pertimbangan yang memperbaiki makalah ini di
kemudian hari. Semoga makalah berikutnya dapat penulis
selesaikan dengan hasil yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Hakikat Manusia Menurut Islam |

29

Ahmad Tafsir, 1991, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif


Islam, Bandung, PT ROSDA KARYA.
Ahmadi, Abu dan Nur Uhbiyati. 1991. Ilmu Pendidikan Islam.
Jakarta : Rineka Cipta.
http://maulidiyaah.blogspot.com/2012/12/hakikat-manusiamenurut-islam.html
http://raichoshiraishi.wordpress.com/2011/12/14/makalahhakikat-manusia-menurut-islam.

[1] Prof. Dr. H. Jalaluddin dan Prof. Dr. Abdullah Idi, M. Ed., Filsafat
Pendidikan. hal: 129
[2] A. Heris Hermawan, M.Ag. 2008, Ilmu Pendidikan Islam, hal:
18
[3] Ahmad Tafsir 2006. Filsafat Pendidikan Islam (A. Heris
Hermawan, M.Ag., Ilmu Pendidikan Islam, hal: 18)
[4] Abuddin Nata. 2005. Filsafat Pendidikan Islam, h. 81 (A. Heris
Hermawan, M.Ag., Ilmu Pendidikan Islam, hal: 20)
[5] A. Heris Hermawan, M.Ag. 2008, Ilmu Pendidikan Islam, hal:
20
[6] Abuddi Nata. op.cit. h. 82-83 (A. Heris Hermawan, M.Ag., Ilmu
Pendidikan Islam, hal: 22)

Hakikat Manusia Menurut Islam |

[7] A. Heris Hermawan, M.Ag. 2008, Ilmu Pendidikan Islam, hal:


24
[8] A. Heris Hermawan, M.Ag. 2008, Ilmu Pendidikan Islam, hal:
25
[9] A. Heris Hermawan, M.Ag. 2008, Ilmu Pendidikan Islam, hal:
26

30