Anda di halaman 1dari 19

FISIOLOGI TUMBUHAN

(BIOLOGI UMUM II)


SEMESTER II
FAKULTAS
KEHUTANAN UNLAM
BANJARBARU

PENGERTIAN
FISIOLOGI TUMBUHAN
Fisiologi Tumbuhan adalah ilmu yang
mempelajari aktivitas dan fungsi dari
tubuh tumbuhan
Pertumbuhan dari suatu jenis
tumbuhan adalah pertambahan
( ukuran, diameter, jumlah daun, dll)
sebagai hasil interaksi dari berbagai
proses dan kondisi fsikologis yang
berlangsung dalam tubuh tumbuhan
tersebut.

PROSES-PROSES FISIOLOGIS
Fotosintesis adalah pembentukan karbohidrat dari karbondioksida dan air dengan bantuan cahaya
oleh jaringan berklorofil (hijau daun)
Metabolisme Nitrogen adalah proses penggabungan Nitrogen an organik ke dalam senyawa organik
sehingga terjadi sintesa protein dan protoplasma
Metabolisme Lipid adalah proses pembentukan lemak dan senyawa yang berhubungan dengan
lemak
Respirasi adalah proses oksidasi/pembakaran makanan oleh sel hidup, menjadi energi kerja, yang
berguna bagi proses-proses lain
Assimilasi adalah perubahan makanan menjadi protoplasma, dinding sel, dan substansi lain sebagai
dasar pertumbuhan
Akumulasi makanan adalah penyimpanan makanan ke dalam biji, sel kayu, sel parenkim dan sel
kulit
Akumulasi Garam adalah prose konsentrasi garam ke dalam sel dan jaringan oleh mekanisme
transport aktif
Translokasi adalah proses pergerakan air, mineral, bahkan makanan dan hormon dari satu tempat
ke tempat lain
Absorpsi adalah proses penyerapan air dan mineral dari dalam tanah serta pengambilan oksigen
dan karbondioksida dari udara
Transpirasi adalah proses hilangnya air dalam bentuk uap yang terjadi pada tumbuhan
Pertumbuhan adalah pertambahana ukuran secara tetap
Reproduksi adalah proses produksi bunga, buah dan biji
Growth Regulation adalah interaksi kompleks antar keseimbangan unsur hara dan berbagai
hormon

KONDISI FISIOLOGIS
Jumlah dan efesiensi klorofil
Jumlah dan jenis senyawa Nitrogen dan C/N ratio
Jumlah dan jenis lemak
Sifat protoplasma, ketahanan terhadap panas dan
dingin
Permeabilitas
membran,
berpengaruh
pada
penyerapan unsur hara dan translokasi
Tekanan Osmosis
Turgiditas sel adalah kemampuan sel untuk
mengembang dan mengkerut akibat perubahan
tekanan pada dinding sel

Fotosintesis
Penting bagi semua makhluk hidup di
bumi
Sebagai paru-paru dunia
Fotosintesis USA
Assimilasi C EROPA

Fotosintesis Dapat Diukur :


Mengukur karbondioksida yang
terambil
Mengukur produksi O2 untuk
tumbuhan air
Mengukur pertambahan berat kering

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi


Fotosintesis :
Faktor Luar :
1. Ketersediaan CO2
2. Ketersediaan Cahaya : Intensitas
Cahaya Dan
Kualitas Cahaya
3. Suhu
4. Ketersediaan Air Sebagai Bahan
Baku
5. Kesuburan Tanah

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi


Fotosintesis :
Faktor dalam :
1. Umur daun, struktur dan susunan daun
2. Distribusi dan sifatt stomata, jumlah klorofil dan
akumulasi karbohidrat
3. Klorofil mempunyai peranan yang sangat penting
dalam fotosintesis
4. Klorofil adalah butir hijau daun yang terdapat
dalam kloroflas
Pada tanaman tingkat tinggi ada 2 macam klorofil :
5. Klorofil C55 H72 O5 N4 Mg (hijau tua)
6. Klorofil C55 H70 O6 N4 Mg (hijau muda)

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi


Terbentuknya Klorofil
Genetis
Cahaya
Oksigen
Karbohidrat
N, Mg, Fe, Mn, Cu, dan Zn
Air
Suhu, antara 3 - 48 C, kondisi terbaik
26- 30 C.

Pigmen-pigmen Yang Terdapat


Dalam Kloroflas :
Karotinoid :
1. Karotin
2. Karotinol (xantofil)
Antosianin : warna merah, senyawa
glikosida, terdapat dalam cairan sel
Fitokrom : berwarna kebiruan,
protein, berperan menerima cahaya
dengan panjang gelombang tertentu

RESPIRASI
Respirasi = katabolisme = dismilasi =
proses pembongkaran
Respirasi adalah proses pembongkaran
energi kimia (karbohidrat) yang tersimpan
menjadi energi kerja, yang berguna bagi
proses-proses lain.
Ada 2 Respirasi:
1. Respirasi Aerob : perlu O2 dari udara
2. Respirasi an aerob : tidak perlu O2 dari
udara (dibantu makhluk lain).

Guna Energi Bagi Tumbuhan


(Jaringan Muda)
Memelihara aliran protoplasma
Pembelahan kromosom dan inti
Penimbunan garam
Peredaran zat makanan (transport)
Pertumbuhan melawan gaya berat
Mendorong ujung akar masuk ke
dalam tanah
Untuk transfer energi

Pengukuran respirasi :
Kenaikan suhu
Volume O2 yang digunakan
Volume CO2 yang dilepas

Respirasi Anaerob
Identik dengan fermentasi, tidak
semua respirasi anaerob adalah
fermentasi. Respirasi anaerob tidak
menggunakan O2 dari udara tetapi
hasil dari aktivitas mikroorganisme
yaitu jamur Saccharomyces (ragi)
Alkoholisasi adalah fermentasi alkohol
merupakan respirasi anaerob.
Respirasi anaerob adalah perubahan
bahan
organik
menjadi
bahan

Kesimpulan Penting Dari Siklus Kreb :


Terjadi penggunaan O2 sebanyak 5 x yaitu pada pembentukan asam sist
akonitat, asam oksalosuksinat, asam suksinat, asam fumarat dan asam
oksaloasetat, seluruhnya diperlukan 2 O2
Terjadi 4 x pelepasan molekul H2O yaitu pada pembentukan asam sist
akonitat, asam oksalosuksinat, asam fumarat, dan asam oksalat dari 4
molekul air mini, 2 molekul dibutuhkan dalam pembentukan asam. Isotrasi
dan asam malat, sehingga jumlah molekul H2O terlepas adalah 2
Terjadi pelepasan molekul CO2 sebanyak 3 x, yaitu pada pembentukan
asam sitrat, asam alfa ketoglutarat dan asam suksinat
Jumlah atom C pada bahan makin menurun dari 6 jadi 5 dan 4
Jumlah energi sebanyak 675 merupakan jumlah energi pada seluruh
rangkaian proses respirasi.

Poshpat yang ada dalam sel


hidup :
ATP : Adenosin Triposhpat
ADP : Adenosin Diposhpat
AMP : Adenosin Monophospat : Asam
Denilas.
Ketiga poshpat di atas tersebut
berfungsi dalam proses transfer
energi.
Adenosin terdiri dari adenin dan
ribosa.

Enzim-enzim Yang Berperan Dalam


Respirasi :
Transposrilase : memindahkan H3PO4 ke molekul lain, kadang perlu
bantuan Mg2
Desmolasi : membantu memindahkan ikatan karbon, seperti pada
pemecahan fruktosa menjadi gliseraldehida dan hidrogenasetan oleh
aldelasi
Karbokselasi : membantu perubahan asam organik secara bolak-balik
Hidrase : menambah/mengurangi air dari suatu senyawa tanpa
menyebabkan terurainya senyawa tersebut. Contoh : enolasi, fumarase,
dan akonitase
Dehidrogenase : memindahkan hidrogen ke senyawa lain, dapat terjadi
pada hewan maupun tumbuhan
Oksidase : protein mengandung Fe dan Cu untuk mempergiat
penggabungan O2 dengan substras dan mereduksi CO2 menjadi H2O
Peroksidase : mengandung Fe untuk membantu mengoksidasi senyawa
fenolat, O2 diambil dari H2O2
Katalase : mengandung Fe untuk merubah H2O2 menjadi H2O. H2O2
banyak terdapat dalam jaringan, bila berlebih dapat menjadi racun.

Kosien Respirasi (KR)


KR adalah perbandingan antara
volume CO2 yang dilepas dan
volume O2 yang digunakan
KR = vol CO2 yang dilepas : vol O2
yang digunakan
Nilai KR berkisar antara 0-1 .

Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai KR :


Jenis substrat KR : 1 jika substratnya gula (glukosa/fruktosa),
namun jarang ada
Suhu : yang baik antara 30-40 C, meskipun pada suhu 0-40 C
dapat berlangsung, pada 0C respirasi sedikit, pada suhu 30 C respirasi
meningkat 2-2,5 kali
Kadar O2 di udara , kadar O2 untuk respirasi = 20%
Konsentrasi CO2 : jika CO2 sampai 10% dan O2 turun sampai dengan 0%
Persediaan air : pada biji kering respirasi lemah. Jika biji dapat berimbisi,
daun menjadi layu
Cahaya : fotosintesis giat, karbohidrat banyak, memberi efek panas
Luka : jika ada luka, sel parenkim aktif menutup. Luka tersebut
meningkatkan respirasi
Pengaruh Toksin