Anda di halaman 1dari 14

RISK REDUCE PLAN KELURAHAN SEMANGGI

1. Analisis Ancaman, Risiko, Kerentanan, Kapasitas


N
O
1

HAZA
RD
BANJIR

RISIKO

KERENTANAN

KAPASITAS

Timbulny
a
berbagai
penyakit

1.1 Kurangnya
kesadaran
masyarakat
tentang PHBS
1.2 Kurangnya air
bersih
1.3 Banyaknya
pabrik yang belum
memiliki
pengolahan limbah
1.4 Pengelolaan
sampah dan
sanitasi yang
kurang baik

1.1 Akses kesehatan


banyak dan mudah
dijangkau
1.2 penyuluhan
kesehatan melalui
PKK secara rutin
1.3 sudah adanya
kerja bakti, bersih
sungai, dan
jumantik

Aktivitas
ekonomi
social
masyarak
at
tergangg
u

2.1 akses jalan


tergenang air ketika
banjir
2.2 rumah, sekolah,
dan tempat usaha
yang berada di
lingkungan range 1
2.3 tidak adanya mata
pencaharian lain
ketika banjir terjadi
2.4 pintu air di RW 23
rusak

2.1 adanya industry


kecil di wilayah
range 2 yang tidak
tergenang banjir
2.2 adanya program
pemerintah untuk
membantu
masyarakat pasca
banjir seperti
bantuan logistik
2.3 banyaknya
organisasi
kemasyarakatan
dan kepedulian
tokoh masyarakat
terhadap
lingkungan
Kelurahan
Semanggi
2.4 adanya SIBAT
sebanyak 30 orang
2.5 adanya posko
SIBAT

Rusaknya
infrastruk
tur

3.1 limbah cair yang


dibuang langsung
kesaluran drainase
3.2 kurangnya lahan
penghijauan
3.3 masih ada warga
yang tinggal di
bantaran sungai
3.4 tidak ada pompa

3.1 lahan kosong di


bantaran sungai
bengawan solo
pasca relokasi

air
4

Lingkung
an
menjadi
tercemar

4.1 limbah cair yang


dibuang langsung
kesaluran drainase
4.2 kurangnya lahan
penghijauan

4.1 adanya IPAL dan


lahan kosong di
bantaran sungai
bengawan solo
pasca relokasi
4.2 keberadaan
armada pengangkut
sampah di
kelurahan semanggi

Kerugian
material
dan non
material

5.1 belum adanya alat


kesiapsiagaan
bencana
5.2 belum adanya
EWS
5.3belum adanya jalur
evakuasi
5.4 kurangnya
pengetahuan
tentang
kesiapsiagaan
bencana (banjir)

5.1sudah sering
dilakukan diskusi
tentang bajir
5.2 adanya lembaga
penanggulan
bencana di wilayah
Semanggi seperti
SAR MTA, SERA,
TAGANA.

2. Prioritas Masalah

N
O

2
3
4

PARAME
TER

DAMPAK
=
KORBAN
DAMPAK
=
EKONOMI/
MATERI
FREKUEN
SI
JUMLAH
WARGA
YANG
DITIMPA
TOTAL

TIMBUL
NYA
BERBAG
AI
PENYAKI
T

AKTIVITA
S SOSIAL
EKONOMI
TERGAN
GGU

RUSAKNYA
INFRASTRU
KTUR

LINGKUN
GAN
TERCEMA
R

KERUGI
AN
MATERI
AL DAN
NON
MATERI
AL

14

16

11

15

Tingkat pendidikan
masyarakat menjadi
rendah

Angka
kriminalitas
meningkat
Tingkat kematian
tinggi

Kemiskinan
meningkat

Jumlah
anak putus
sekolah
meningkat
Proses belajar
terganggu
Fasilitas pendidikan
tidak berjalan
optimal
3. Pohon
Masalah

Kebutuhan seharihari tidak tercukupi

Kualitas
kesehatan
menurun

Meningkatkan
jumlah
pengangguran

Jumlah pasien
tidak tertangani
meningkat

Kehilangan mata
pencaharian

Fasilitas
kesehatan
terganggu

Aktivitas sosialekonomi masyarakat


terganggu
Kurangnya pengetahuan dan
fasilitas tentang kesiapsiagaan
banjir

Akses jalan tergenang


banjir

Drainase
tersumbat

Meluapnya
sungai
bengawan solo

Volume sampah
yang menumpuk

Pendangkalan
sungai

Belum
maksimalnya
pengelolaan
sampah
Minimnya
fasilitas
pengelolaan
sampah

Erosi pada
bantaran sungai

Tidak adanya
penghijauan
sepanjang
bantaran sungai
Tidak ada
pengolahan
sampah
yang
dilakukan
masyarakat
Limbah cair
rumah tangga
yang dibuang

Tidak
adany
a
pomp
a air

Infrastuktur
tidak
memadai
Rusaknya
pintu air

Kurangnya
penyuluhan
dan
pelatihan
mengenai
kebencanaa
n

Kurangnya
perawatan yang
dilakukan
Kurangnya koordinasi
mengenai perawatan pintu
air
Minimnya
pengetahuan dan
fasilitas
masyarakat dalam
pengolahan
sampah
Kurangnya
kesadaran
masyarakat

sanitasi

sanitasi

4. Pohon Tujuan

Tingkat pendidikan
masyarakat menjadi
tinggi

Angka
kriminalitas
menurun
Tingkat kematian
menurun

Kemiskinan
menurun

Jumlah anak
putus sekolah
menurun
Proses belajar
lancar
Fasilitas pendidikan
berjalan optimal

Kebutuhan seharihari tercukupi

Kualitas
kesehatan

Menurunnya
jumlah
pengangguran

Pasien terlayani
dengan
maksimal

Mata pencaharian
lancar

Fasilitas
kesehatan
berjalan optimal

Aktivitas social ekonomi masyarakat


lancar
Pengetahuan dan fasilitas
tentang kesiapsiagaan banjir
meningkat

Akses jalan tidak tergenang


banjir
Drainase lancar

Tidak meluapnya
sungai bengawan
solo

Volume sampah
berkurang

Berkurangnya
pendangkalan
sungai

Maksimalnya
pengelolaan
sampah

Erosi pada
bantaran sungai
berkurang
Adanya
penghijauan
sepanjang bantaran

Adany
a
pomp
a air

Infrastuktur
tidak
memadai
Pintu air
berfungsi
normal
Adanya perawatan
pintu air secara
maksimal

Adanya
penyuluhan
dan
pelatihan
mengenai
kebencanaa

Meningkatnya
fasilitas
pengelolaan

Kurangnya koordinasi
mengenai perawatan pintu
air

Adanya
Meningkatnya
pengolahan
pengetahuan dan
sampah
fasilitas
yang
masyarakat dalam
dilakukan
masyarakat
Adanya limbah cair
Meningkatnya
rumah tangga
kesadaran masyarakat
sebelum dibuang
tentang system sanitasi
langsung ke sanitasi

5. Identifikasi Rencana Aksi

Hazard

Kerentanan

Kapasitas

Tindakan/Aksi yang dapat dilakukan untuk


mengatasi kerentanan dengan
menggunakan kapasitas
Non Struktural

BANJIR

Kurangnya pengetahuan
dan fasilitas tentang
kesiapsiagaan banjir

1. Membentuk sekolah
siaga bencana (SSB)
Adanya sibat sebanyak
30 orang,
Adanya posko sibat,

Kurangnya penyuluhan
dan pelatihan mengenai
kebencanaan

Adanya ormas yang


memiliki kapasitas
penanggulangan
bencana.

Infrastuktur tidak
memadai

Adanya tanggul di
sebelah timur

Rusaknya pintu air

Adanya pintu air di RW


04

Kurangnya perawatan
yang dilakukan

2. Pelatihan TDB dan


Penyuluhan
kebencanaan untuk
masyarakat.
3. Sosialisasi EWS di
masyarakat
4. Simulasi Tanggap
Darurat Bencana Banjir
di lingkungan Semanggi

1. Membuat dan
mensosialisasikan
system koordinasi
perawatan pintu air,

Struktural
1. Pengadaan kelengkapan
fasilitas tanggap darurat.
2. Pembuatan rambu jalur
evakuasi dan titik
kumpul.
3. Pengadaan system EWS
di Kelurahan Semanggi
4. Pengadaan alat
kesiapsiagaan bencana
banjir.

1. Perbaikan pintu air yang


berada di RW 23
dengan difasilitasi
pompa air

Kurangnya koordinasi
mengenai perawatan
pintu air

Meluapnya sungai
bengawan solo
Pendangkalan sungai
Erosi pada bantaran
sungai
Tidak adanya
penghijauan sepanjang
bantaran sungai

Adanya lahan kosong


dibantaran sungai
Bengawan Solo yang
dapat dimanfaatkan
untuk reboisasi (green
belt),
Di RW 04 pernah
diadakan reboisasi,

Adanya lahan kosong di


pemukiman warga,

Volume sampah yang


menumpuk

Adanya tempat
pembuangan sampah
sementara,

Fasilitas pengelolaan
sampah tidak ada
Kurangnya kesadaran
masy. Terhadap
pengelolaan sampah

1. Pembuatan green belt di


sepanjang bantaran
sungai Bengawan Solo
daerah kelurahan
semanggi

Adanya SIBAT sebanyak


30 orang.

System drainase
tersumbat

Tidak ada pengelolaan


sampah

1. penyuluhan tentang
pemanfaatan lahan kosong
dibantaran sungai
Bengawan Solo.

Mobil/armada
pembuangan sampah

1. Pelatihan pengolahan
sampah (organik dan
anorganik)

1. Pengadaan sarana dan


prasarana pengelolaan
sampah

System drainase
tersumbat

Adanya IPAL di
kelurahan Semanggi

Limbah cair yang


dibuang langsung ke
sanitasi

1. Workshop tentang
system sanitasi yang
baik.

Kurangnya kesadaran
masyarakat tentang
system sanitasi

6. Seleksi Tindak/Aksi Pengurangan Risiko


NO
PARAMETER
1
2
3

DANA
JANGKA WAKTU
SUMBERDAYA
LOKAL (MATERIAL,
SARANA DAN
PRASARANA)
PARTISIPASI
MASYARAKAT

2
2

1
1

2
3

1
2

TINDAKAN / AKSI
1
5 6 7 8 9
0
4 4 1 1 2 2
5 5 4 3 4 3

1
1
1
3

1
2
3
3

1
3
4
3

1
4
4
4

1
5
1
3

DUKUNGAN
PEMERINTAH
6
KEBERLANJUTAN
7
MANDAT PMI
8
EFEKTIFITAS
JUMLAH

5
4
5
2
5

5
5
5
2
8

3
5
5
3
1

5
5
5
2
6

5
5
5
3
3

5
5
5
3
7

3
5
4
2
4

2
3
4
1
8

5
5
5
3
0

4
5
5
2
7

5
5
5
3
2

4
5
5
2
9

5
5
5
3
5

5
5
5
3
6

3
3
4
1
9

KETERANGAN :
NO 1

Membentuk sekolah siaga bencana (SSB)

NO 2

Pelatihan TDB dan Penyuluhan kebencanaan untuk masyarakat.

NO 3

Sosialisasi EWS di masyarakat

NO 4

Simulasi Tanggap Darurat Bencana Banjir di lingkungan Semanggi

NO 5

Membuat dan mensosialisasikan system koordinasi perawatan pintu air

NO 6

Penyuluhan tentang pemanfaatan lahan kosong dibantaran sungai Bengawan


Solo.

NO 7

Pelatihan pengolahan sampah (organik dan anorganik)

NO 8
NO 9

Workshop tentang system sanitasi yang baik di masyarakat


Pengadaan kelengkapan fasilitas tanggap darurat.

NO 10

Pembuatan rambu jalur evakuasi dan titik kumpul.

NO 11

Pengadaan system EWS di Kelurahan Semanggi

NO 12

Pengadaan alat kesiapsiagaan bencana banjir.

NO 13

Perbaikan pintu air yang berada di RW 23 dengan difasilitasi pompa air

NO 14
NO 15

Pembuatan green belt di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo daerah


kelurahan semanggi
Pengadaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah

RENCANA AKSI PENGURANGAN RESIKO


MASAL
AH
Banjir di
Kelurah
an
Semang
gi

TUJUAN

AKTIVITAS

Meningkatkan
pengetahuan
masyarakat terkait
dengan pemanfaatan
lahan kosong
dibantaran sungai
untuk dijadikan
kawasan hutan kota.

Penyuluhan tentang
pemanfaatan lahan
kosong dibantaran
sungai Bengawan
Solo

Untuk mengurangi
terjadinya erosi,
sehingga pendangkalan
sungai karena hasil
erosi bantaran serta
memanfaatkan lahan
kosong di sepanjang

Pembuatan green
belt di sepanjang
bantaran sungai
Bengawan Solo
daerah Kelurahan
Semanggi

SUMBER DAYA
YANG
DIBUTUHKAN
1. Dana
2. Tempat
penyuluhan
3. Materi
penyuluhan
4. Fasilitator PMI
5. Perum
Perhutani
1. Dana
2. Support dari
PMI
3. Perum
Perhutani

PENANGGUNG
JAWAB
1. Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
2. SIBAT
3. PMI Kota
Surakarta

1. Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
2. SIBAT
3. PMI Kota
Surakarta

KERANGKA
WAKTU

bantaran sungai
Bengawan Solo
Mengganti pintu air
yang sudah rusak
dengan ditambah
pompa air untuk
menyedot air dari
Kelurahan Semanggi ke
sungai Bengawan Solo

Perbaikan pintu air


yang berada di RW
23 dengan
difasilitasi pompa air

1. Dana
2. Support dari
PMI
3. Dinas PU
(Pekerjaan
Umum)

1. Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
2. SIBAT
3. PMI Kota
Surakarta

Meningkatkan
kesiapsiagaan
masyarakat dalam
menghadapi bencana
banjir

Pengadaan system
peringatan dini
( EWS )

1. Dana
2. Support dari
PMI

1.

Menjadikan system
EWS dapat diketahui
seluruh komponen
masyarakat sehingga
fungsinya menjadi
maksimal

Sosialisasi system
peringatan dini
( EWS ) di
masyarakat

1. Dana
2. Tempat
penyuluhan
3. Materi
penyuluhan
4. Fasilitator PMI

Mendukung kapasitas
SIBAT dan masyarakat
dalam menghadapi
bencana banjir dengan
menambah peralatan
pada Posko SIBAT
seperti Alkom,
peralatan evakuasi,
peralatan dapur umum,
dll.

Pengadaan
kelengkapan alat
kesiapsiagaan banjir

1. Dana
2. Support dari
PMI

1. Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
2. SIBAT
3. PMI Kota
Surakarta

Meningkatkan

Pengadaan

1. Dana

1. Pemerintah

Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
2.
SIBAT
3.
PMI Kota
Surakarta
1. Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
2. SIBAT
3. PMI Kota
Surakarta

kapasitas SIBAT dan


masyarakat dalam hal
tanggap daruat banjir.

kelengkapan
fasilitas tanggap
darurat

2. Support dari
PMI

Meningkatkan
ketrampilan SIBAT
dalam Tanggap Darurat
Bencana serta
Meningkatkan
Kapasitas masyarakat
agar lebih siap
menghadapi bencana
dapat lebih cepat
melakukan tindakan
pada saat terjadi
bencana

Pelatihan Tanggap
Darurat Bencana
dan penyuluhan
bencana untuk
masyarakat

1. Dana
2. Tempat
penyuluhan
3. Materi
penyuluhan
4. Fasilitator PMI

1.

Mempermudah
masyarakat dalam
menghadapi bencana
yang terjadi di
lingkungannya

Pembuatan rambu
jalur evakuasi dan
titik kumpul

1. Dana
2. Support dari
PMI

1. Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
2. SIBAT
3. PMI Kota
Surakarta

Meningkatkan
kapasitas SIBAT dan
masyarakat dalam hal
kesiapsiagaan dan
tanggap darurat
bencana

Simulasi Tanggap
Darurat Bencana
( TDB ) Banjir di
lingkungan
Kelurahan Semanggi

1. Dana
2. Support dari
PMI
3. Masyarakat
Kelurahan
Semanggi

1. Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
2. SIBAT
3. PMI Kota
Surakarta

2.
3.

2.
3.

Kelurahan
Semanggi
SIBAT
PMI Kota
Surakarta
Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
SIBAT
PMI Kota
Surakarta

Meningkatkan
kapasitas sekolah
dalam menghadapi
bencana

Membentuk sekolah
siaga bencana (SSB)

1. Dana
2. Tempat
penyuluhan
3. Materi
penyuluhan
4. Fasilitator PMI

1. Sekolah
setempat
2. SIBAT
3. PMI Kota
Surakarta

Pelatihan
pengolahan
sampah (organik
dan anorganik)

1. Dana
2. Tempat
penyuluhan
3. Materi
penyuluhan
4. Dinas
Kebersihan
Pemerintah
1. Dana
2. Support dari
PMI
3. Dinas
Kebersihan
Pemerintah

1. Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
2. SIBAT
3. PMI Kota
Surakarta

1. Dana
2. Tempat
penyuluhan
3. Materi
penyuluhan
4. Support dari
PMI
5. Dinas
Lingkungan
Hidup

1. Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
2. SIBAT
3. PMI Kota
Surakarta

Untuk mempermudah
masyarakat dalam
mengaplikasikan
pengelolaan sampah
secara mandiri

Pengadaan sarana
dan prasarana
pengelolaan sampah

Meningkatkan
pengetahuan dan
kesadaran masyarakat
tentang sanitasi di
lingkungan tempat
tinggalnya masinmasing

Workshop
pembuatan sanitasi
yang baik

1. Pemerintah
Kelurahan
Semanggi
2. SIBAT
3. PMI Kota
Surakarta