Anda di halaman 1dari 3

PEMODELAN GEOLOGI RESERVOIR MINYAK BUMI

Menurut KBBI model dapat diartikan pola (contoh, acuan, ragam, dan sebagainya) dari sesuatu
yang akan dibuat atau dihasilkan arti lain mengatakan bahwa pengertian model yaitu barang
tiruan yang kecil dengan bentuk (rupa) persis seperti yang ditiru. Sedangkan ketika pengertian itu
diterapkan pada bidang geologi, muncul suatu istilah yang dikenal sebagai model geologi atau
lebih dikenal dengan nama Geomodeling yaitu merupakan aplikasi ilmu yang memberikan
gambaran komputasi permukaan ataupun bawah permukaan bumi. Pemodelan geologi sangat
berhubungan dengan disiplin ilmu geologi seperti geologi struktur, sedimentologi, stratigrafi,
Petrologi, dan Paleontologi. Data-data yang dipakai bias berupa data geofisika, geokimia ataupun
hasil observasi geologi yang telah dilakukan sebelumnya, dengan tujuan untuk menghasilkan
gambaran ideal yang nyata dari kondisi sebenarnya. Geological modeling dewasa ini biasa
digunakan dalam berbagai bidang, seperti industri migas, pertambangan, infrastruktur bahkan
juga dalam keteknikan air tanah. Dengan mengetahui model geologi diharapkan suatu kegiatan
eksplorasi atau pengembangan dapat menjadi lebih efisien dan memperkecil resiko kegagalan
sehingga kegiatan tersebut mencapai sasaran yang diharapkan.

Gambar 1. Contoh geological model dari lingkungan fluvial

Sebagai contoh dalam industri migas, dikenal apa yang dinamakan pemodelan reservoir, secara
umum arti pemodelan adalah menirukan kondisi bawah permukaan dalam hal ini
batuan reservoir dengan menggunakan model (simulator), sehingga didapatkan
sebuah model reservoir yang tepat dan

mampu memberikan informasi, parameter geologi

tentang reservoir yang diteliti dibantu dengan teori yang berkaitan dengan pemodelan. Dan
tujuan akhirnya yaitu kita dapat memperkirakan kinerja reservoir dengan cara
produksi yang diinginkan.

Dalam pembuatan reservoir modeling akan mengikuti diagram alir sebagai berikut:

Gambar 1. Diagram alir pembuatan geological modeling (pemodelan geologi)

Data yang digunakan berupa anilisis core/cutting, seismic, studi log, petrografi dan struktur
geologi. Data tersebut diproses untuk membuat analisa struktur geologi, stratigrafi, geometri
reservoir, kontinuitas, dan distribusi reservoir. Dari hasil analisa tersebut maka akan dapat
dibuatlah suatu model geologi (geological modeling).

Secara umum pemodelan geologi bawah permukaan dapat dikategorikan


menjadi 2 langkah, yaitu pemodelan strukur dan pemodelan properti.
Pemodelan struktur yaitu memodelkan kerangka geometri kondisi geologi
bawah permukaan. Sedangkan pemodelan properti yaitu memodelkan
interior bawah permukaan dimana yang dimodelkan adalah nilai vshale,
porositas, NTG, dan SW yang sebelumnya dihitung secara kuantitatif dalam

perhitungan

petrofisika.

Secara

umum

workflow

pemodelan

digambarkan oleh diagram alir sebagai berikut (Gamabr 111).

Gambar 111. Diagram alir pemodelan reservoir statik.

dapat

Anda mungkin juga menyukai