Anda di halaman 1dari 4

APLIKASI KONSEP MATEMATIKA PADA DESAIN INTERIOR

Matematika sangat bermanfaat dalam bidang keruangan. Karena dalam bidang keruangan
terutama desain interior, akan sangat diperlukan pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip
matematika yang sering digunakan dalam proses perancangan desain interior.
Dalam desain interior kegiatan memperhitungkan luas benda atau volume benda tidaklah
asing. Dalam memperhitungkan luas maupun volume tersebut, rumus dalam matematikalah yang
digunakan sebagai penyelesaiannya.
Contohnya saja bila akan menghitung luas sebuah alas ornamen yang berbentuk persegi,
maka akan digunakan rumus s2 (sisi sisi).
Jika diketahui panjang sisi = 10 cm, maka luas dari alas berbentuk persegi tersebut
adalah
s2 = (sisi sisi)
=10 cm 10 cm
=100 cm2

Gambar : ilustrasi alas berbentuk persegi


Contoh lain adalah metode yang digunakan untuk pembuatan bangunan Alhambra, yang
merupakan salah satu bangunan peninggalan islam dinasti Nasrid di Granada, Spanyol.
Alhambra merupakan bangunan muslim yang didesain dengan menggunakan ilmu matematika
sederhana. Berdasar pada metode ratio 1:5. Metode ratio ini sering digunakan pada pembuatan
bangunan-bangunan untuk penentuan denah yaitu perbandingan panjang dan lebar. Selain itu

aspek ratio ini juga berlaku untuk ketinggian, yaitu perbandingan lebar dan tinggi bangunan.
Sebagai contoh bangunan yang mengaplikasikan aspek ratio ini adalah denah bangunan Palacio
del Parta di Alhambra dan menara Abd Al-Rahman III di Masjid Cordoba, tinggi menara ini
adalah lima kali tinggi lebar bangunannya.
Prinsip matematika lainnya yang sering digunakan adalah dalil pitagoras, yang berasal dari
Yunani, dan sedang berkembang pada saat itu. Teori ini memberikan pengaruh yang sangat kuat
terhadap metode pembangunan sampai sekarang. Contoh kasus yang menggunakan dalil
pitagoras adalah pada pembuatan bangunan Alhambra, Arsitek pada saat itu tidak menggunakan
busur untuk menentukan sudut, melainkan memanfaatkan diagonal pada segitiga. Pemanfaatan
diagonal tersebut untuk digunakan pada salah satu sisi segitiga akan menghasilkan sudut yang
berbeda. Sehingga akan didapatkan dua segitiga yang sering digunakan dengan sudut 90, 45, 45
atau disebut dengan Escuadra dan sudut 90, 60, 30 atau disebut dengan cartabon.

Secara sederhana, kita bisa melihat bentuk seperti segitiga, segiempat, lingkaran, kubus,
balok, prisma, dan bola banyak digunakan sebagai bentuk ornamen ornamen penghias ruang.
Bentuk bentuk ini juga merupakan bentuk dari geometri matematika.

Gambar: Contoh dari ornamen klasik yang mempunyai unsur bentuk lingkaran
Meskipun dalam pendesainan suatu ruangan warna sangat berpengaruh, namun pada
kenyataannya bentuk dari benda sebagai ornamenpun sangat berpengaruh. Pembentukan
ornamen yang kurang tepat berpengaruh pada keefisienan akan tata letak ornamen dalam ruang,
serta berpengaruh pada nilai estetika yang dimiliki ornamen tersebut.
Benda yang mengisi ruangan, contohnya sofa pada ruang keluarga, di pandang dari segi
desain interior, harus bersesuaian antara warna sofa dengan warna dari dinding serta benda
pengisi lain di ruangan tersebut. Tata letak yang sesuai menjadi salah satu pertimbangan khusus
pula. Namun di pandang dari segi geometri matematika, ukuran dari sofa juga sangat
berpengaruh untuk kesepadanan antara ukuran sofa dengan ukuran dari ruangan. Tidak hanya
dari segi ukuran, namun dari segi kesimetrisan sofapun dapat mempengaruhi nilai estetika dari
sofa tersebut.
Dalam hubungannya, matematika tidak hanya melibatkan konsep geometri dalam desain
interior. Namun, matematikapun melibatkan perhitungan matematika untuk merencanakan
anggaran biaya yang akan dikeluarkan untuk desain interior. Perhitungan luas serta volume pada
bangun ruang yang digunakan sebagai ornamenpun berpengaruh kepada anggaran biaya yang
harus di keluarkan untuk merealisasikan desain pada interior ruang. Oleh karena itu, matematika
sangat berkaitan erat dengan bidang desain interior. Dan matematika tidak dapat dipisahkan dari
bidang desain interor.
Kesimpulan

Matematika adalah ilmu yang tidak hanya mempelajari tentang konsep, tetapi juga
sangatlah aplikatif. Aplikasi dari konsep matematika sangatlah luas. Kita dapat menjumpai
hubungan matematika dengan banyak bidang lainnya. Karena pada dasarnya, matematika selalu
berkaitan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang ada. Dan salah satu aplikasi dari
konsep matematika dapat dijumpai dalam bidang desain interior. Dalam desain interior, geometri
matematika sangatlah menjadi hal yang mutlak untuk dipahami. Karena geometri matematika
sangat berpengaruh pada keselarasan pendesainan interior ruang.