Anda di halaman 1dari 30

Teori

Interaksi
simbolik

TEORI INTERAKSI SIMBOLIK


1.

Pengertian simbolik interaksionisme

2.

Pemikiran George Herbert Mead

3.

Pemikiran Herbert Blumer

SEJARAH TEORI

Teori interaksi simbolik berkembang pertama


kali di Universitas Chicago dan dikenal dengan
mahzab Chicago tokoh utama dari teori ini
berasal dari berbagai Universitas di luar
Chicago. Diantaranya John Dewey dan C. H
Cooley, filsuf yang semula mengembangkan teori
interaksi simbolik di universitas Michigan
kemudian pindah ke Chicago dan banyak
memberi pengaruh kepada W. I Thomas dan
George Herbert Mead

TOKOH-TOKOH PENTING

Mead lahir di South Hatley Massachusetts, 27


Februari 1863. Ia merupakan anak kedua dari
profesor Hiram Mead dari Obelin Theological
Seminary. Mead mendapatkan pendidikan
terutama di bidang filsafat dan aplikasinya
terhadap psikologi sosial. Awalnya ia belajar
di perguruan dimana ayahnya bekerja, Oberlin
College, hingga mendapatkan sarjana muda
pada tahun 1883

sejarah teori

konsep itu muncul tatkala Mead mengajar psikologi sosial di


Chicago sekitar tahun 1916-1928. Waktu itu dunia sedang dilanda
perang besar antara Jerman bersama Austria melawan Perancis,
Inggris dan negara-negara sekutu, termasuk Amerika Serikat.

Setelah selesai Perang Dunia Pertama, Amerika Serikat mengalami


depresi ekonomi yang sangat berat. Pada saat itu di Amerika
Serikat banyak terjadi persoalan sosial.

Dari masalah pengangguran, tingginya kriminalitas, prostitusi,


munculnya kasus-kasus perceraian di masyarakat, hingga
banyaknya orang yang mengidap depresi dan persoalan sosial lain
yang mengidab masyarakat urban yang sekulair. Itulah problema
masyarakat modern yang menjadi perhatian ilmuwan social pada
masa itu.

Hebert Blumer

Mead adalah seorang pengajar yang baik, namun bukan


seorang penulis yang baik, karenanya dia tidak pernah
menyelesaikan sebuah penulisan buku. Kesulitannya
menulis itu pernah diucapkannya, Saya sangat tertekan
dengan ketidakmampuan saya menuliskan sesuatu yang
saya inginkan. (Mead, 1993:xii ). Sisi kelemahan Mead
yang lain, Ia juga tidak pernah lulus doktor, namun
murid muridnya amat mengaguminya. Para muridnya
mengakui bahwa setiap kuliah prof Mead, isinya selalu
menarik, dan disampaikan secara mengalir. Salah satu
muridnya, Herbert Blumer, pada tahun 1937 memberi
julukan pemikiran Mead itu sebagai teori
Interaksionisme Simbolik.

PENGERTIAN SIMBOLIK INTERAKSIONISM

Simbolik interaksionisme adalah


cara kita menginterpretasikan
dan memberi makna pada
lingkungan disekitar kita
melalui cara kita berinteraksi
dengan orang lain.

Teori interaksi simbolik menekankan dua hal:

Pertama,

manusia dalam
masyarakat tidak pernah lepas dari
interaksi sosial.

Kedua

ialah bahwa interaksi dalam


masyarakat mewujud dalam simbolsimbol tertentu yang sifatnya
cenderung dinamis.

Premis teori interaksi simbolik:


1.

2.

3.

Manusia bertindak terhadap sesuatu


berdasarkan makna yang ada pada
sesuatu itu bagi mereka,
Makna tersebut berasal atau muncul
dari interaksi sosial seseorang dengan
orang lain, dan
Makna tersebut disempurnakan melalui
proses penafsiran pada saat proses
interaksi sosial berlangsung.

Asumsi pokok teori interaksi simbolik

1.
2.
3.
4.

5.

6.

Individu dilahirkan tanpa punya konsep diri.


Konsep diri terbentuk ketika seseorang bereaksi terhadap orang
lain dan melalui persepsi atas perilaku tersebut.
Konsep diri, setelah mengalami perubahan, menjadi motif dasar
dari tingkah laku.
Manusia adalah makhluk yang unik karena kemampuannya
menggunakan dan mengembangkan simbol untuk keperluan
hidupnya. Binatang terbatas
Manusia beraksi terhadap segala sesuatu tergantung bagaimana
ia mendefinisikan sesuatu tersebut. Misalnya, bila kita sudah
memandang si A sebagai pembohong, maka kita tidak akan
percaya apa yang si A katakan walaupun benar.
Makna merupakan kesepakatan bersama di lingkungan sosial
sebagai hasil interaksi. Sebagai contoh, sesuatu produk media
dianggap karena masyarakat menilainya demikian.

ISTILAH POKOK
DALAM TEORI SIMBOLIK INTERAKSIONISME
1.

Identities [identitas], yakni


pamaknaan diri dalam suatu
pengambilan peran.

2.

Language [bahasa], yakni suatu


sistem simbol yang digunakan
bersama diantara anggota kelompok
sosial. Bahasa digunakan sebagai
alat komunikasi dan representasi.

ISTILAH POKOK
DALAM TEORI SIMBOLIK INTERAKSIONISME

3.

Looking glass self [cara melihat diri],


yakni gambaran mental sebagai hasil dari
mengambil peran orang lain.

4.

Meaning [makna], yakni tujuan dan


atribut bagi sesuatu. Meaning ditentukan
oleh bagaimana kita merespon dan
menggunakannya.

5.

Mind [pikiran], yakni proses mental yang


terdiri dari self, interaksi, dan refleksi,
berdasarkan simbol sosial yang didapat.

ISTILAH POKOK
DALAM TEORI SIMBOLIK INTERAKSIONISME
6.

7.

8.

Role-taking [bermain peran], yakni kemampuan


untuk melihat diri seseorang sebagai objek, sehingga
diperoleh gambaran bagaimana orang lain melihat
dia.
Self-concept [konsep diri], yakni gambaran yang kita
punya tentang siapa dan bagaimana diri kita yang
dibentuk sejak kecil melalui interaksi dengan orang
lain. Misalnya jika seorang anak dicap sebagi orang
yang bodoh oleh gurunya maka begitulah konsep
dirinya berkembang.
Self-fulfilling prophecy [harapan untuk pemenuhan
diri], yakni tendensi bagi ekpektasi untuk
memunculkan respon bagi orang lain yang diantisipasi
oleh kita. Masing-masing dari kita memberi pengaruh
bagi orang lain dalam hal bagaimana mereka melihat
diri mereka.

PEMIKIRAN GEORGE HERBERT MEAD


Ide pokok pemikiran Mead terletak pada tiga konsepsi,
yakni:

1.

Mind

2.

self dan

3.

society.

Konsep Mead tentang Mind

Mead mendefinisikan mind sebagai


fenomena sosial yang tumbuh dan
berkembang dalam proses sosial sebagai
hasil dari interaksi.

Konsepsi mind lebih merupakan proses


daripada sebuah produk. Hal ini berarti
bahwa kesadaran bukanlah hasil
tangkapan dari luar, melainkan secara
aktif selalu berubah dan berkembang.

Dalam kaitan ini, Mead mengelaborasi relasi bahasa


dan mind. Menurutnya mind membantu bahasa
meningkatkan kapasitas:

Menentukan objek dalam lingkungan sosial,


melalui pembentukan simbol yang signifikan.

Menggunakan simbol sebagai stimulus untuk


menghasilkan respon dari orang lain.

Membaca dan menginterpretasikan gesture orang


lain dan menggunakan stimulus ini sebagai
respon.

Menyediakan imajinasi alternatif dari stimulu


dan respon dari lingkungan.

Konsep Mead tentang Self


Self [diri] memiliki dua unsur yakni:

I yang dapat diterjemahkan sebagai aku


merupakan bagian yang unik, impulsif,
spontan, tidak terorganisasi, tidak bertujuan,
dan tidak dapat diramal dari seseorang.

Me yang diterjemahkan dengan daku


adalah generalized others, yang merupakan
fungsi bimbingan dan panduan. Me
merupakan prilaku yang secara sosial
diterima dan diadaptasi.

Konsep I dan Me
Baik I maupun me keduanya diperlukan
untuk melakukan hubungan sosial.
I merupakan rumusan subjektif tentang
diri ketika berhadapan dengan orang lain
Sedangkan me merupakan serapan dari
orang lain, yang melalui proses
interanalisasi kemudian diadopsi untuk
membentuk I selanjutnya.
Dalam setiap interaksi akan terjadi
perubahan I dan me secara dinamis.

Dalam konteks komunikasi, perubahan


tersebut menimbulkan optimisme, yakni
bagaimanapun komunikasi akan
menimbulkan perubahan. Soal besar
kecilnya perubahan dan seperti apa
perubahan yang diinginkan itu tergantung
pada strategi dan efektivitas komunikasi
yang dilakukan.

Konsep Mead tentang Society

Soceity menurut Mead adalah kumpulan


self yang melakukan interaksi dalam
lingkungan yang lebih luas yang berupa
hubungan personal, kelompok intim, dan
komunitas. Institusi society karenanya
terdiri dari respon yang sama.
Society dipelihara oleh kemampuan
individu untuk melakukan role-taking dan
generalized others.

Konsepsi Blumer SIT

Meaning, merupakan dasar bagi kita


untuk bertindak terhadap segala
sesuatu.
Language, makna yang tumbuh dalam
interaksi sosial menggunakan bahasa.
Penamaan simbolik merupakan dasar
bagi kelompok sosial. Perluasan
pengetahuan pada hakikatnya
merupakan perluasan penamaan.
Thought, atau disebut juga minding
merupakan interpretasi individu atas
simbol yang dimodifikasi melalui proses
berpikir seseorang. Mindng merupakan
refleksi sejenak untuk berpikir ulang.
Thought merupakan percakapan mental
yang membutuhkan role-taking dengan
mengambil sudut pandang orang lain.

PEMIKIRAN GEORGE HERBERT BLUMER


Blumer memulai pemikirannya tentang teori ini
dengan tiga dasar pemikiran sebagai berikut:
Manusia berprilaku terhadap hal-hal
berdasarkan makna yang dimiliki hal-hal
tersebut baginya.
Makna hal-hal tersebut berasal dari atau
muncul dari interaksi sosial yang pernah
dilakukan dengan orang lain.
Makna-makna itu dikelola dalam dan diubah
melalui proses penafsiran yang dipergunakan
oleh oarng yang berikatan dengan hal-hal
yang dijumpai.

Konsep Diri Blumer


Menurut Blumer konsepsi diri berkembang melalui
interaksi simbolik melalui apa yang disebut
looking-glass-self, yakni gambaran mental tentang
self yang dihasilkan dari mengambil peran bagi
orang lain. Tanpa bahasa kita tidak dapat
mengembangkan konsep diri.

Siapa anda menurut Blumer

Blumer mengatakan bahwa dalam proses


sosial yang berlaku bukanlah you become
whatever you tell yourself your are tetapi
you become whatever those around you
tell you your are.

Yang berlaku bukan Anda menjadi apapun


apa yang Anda katakan tentang diri Anda,
tapi Anda menjadi apapun yang orang
lain di sekitar Anda katakan mengenai
siapa Anda.

CONTOHNYA
Sebagai contoh, kita tidak bisa
mengatakan bahwa kita adalah
orang baik, sementara orang
disekitar kita mengatakan bahwa
kita adalah orang jahat. Dalam teori
ini seseorang dikatakan baik atau
dikatakan jahat tergantung dari
orang di sekitar kita.

Kritik Teori Interaksionisme Simbolik


1.

Meniadakan peran genetika.

2.

Kurang mengakui kapasitas


individu.

3.

Terlalu menjeneralisir manusia.

4.

Terlalu membedakan manusiabinatang

Anda mungkin juga menyukai