Anda di halaman 1dari 35

Dokumen Penawaran Teknis

Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

A.
Organisasi Perusahaan
Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs
1.1. Latar Belakang Penyedia Jasa
CV. ADICIPTA NUSATAMA adalah suatu perseroan komanditer yang
bergerak dalam bidang layanan jasa konsultansi di bidang perencanaan,
perancangan, pengawasan (supervisi) & manajemen serta perekayasaan
(engineering). Perusahaan ini didirikan pada tanggal 19 Juli 1988
dihadapan Notaris Etha Malimpungi, SH dan berkedudukan untuk pertama
kalinya di Jalan Suprapto No. 87 Palu Sulawesi Tengah.
CV. ADICIPTA NUSATAMA semula didirikan untuk mengisii kekurangankekurangan terhadap layanan jasa konsultansi yang ada di Provinsi
Sulawesi Tengah khususnya dan di Wilayah Republik Indonesia pada
umumnya, serta untuk menunjang kegiatan-kegiatan pembangunan di
beberapa sektor terutama di sektor pembangunan infrastruktur.
Seiring dengan perubahan paradigma pembangunan nasional yang lebih
menekankan pada aspek otonomi dan pelibatan peran serta seluruh
masyarakat selaku pemangku kepentingan (stakeholders) dalam proses
pembangunan nasional,

maka hal tersebut disamping merupakan

peluang juga sekaligus merupakan tantangan bagi CV. ADICIPTA


NUSATAMA dalam berkiprah dalam memberikan layanan jasa sesuai
kualifikasi dan klasifikasi bidang usahanya agar dapat sesuai dengan yang
diharapkan oleh semua pihak.
Sehubungan dengan hal tersebut dan dalam upaya peningkatan kinerja
perusahaan,
kepengurusan

pada

tahun

perusahaan

2010

dilakukan

sebagaimana

perubahan

tercantum

komposisi

dalam

Akte

Perubahan nomor : 09 yang dibuat dihadapan Notaris Notaris Etha


Malimpungi, SH pada tanggal 18 Januari 2010.

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Perubahan komposisi kepengurusan CV. ADICIPTA NUSATAMA dirancang


kedalam struktur yang memungkinkan para ahli dan karyawan dapat
melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka seefektif dan seefisien
mungkin. Disamping itu, perubahan komposisi kepengurusan dimaksud
juga memberikan ruang bagi ketersedian beragam tenaga ahli dengan
berbagai

latar

belakang

keahlian

untuk

berkiprah

dalam

mengaktualisasikan keahliannya masing-masing.


Visi yang dibangun

CV.

ADICIPTA

NUSATAMA

adalah

senantiasa

berupaya menjadi penyedia jasa yang berdaya saing dan berinovasi serta
mampu

berkembang

secara

sehat

dan

mandiri

dengan

misi

menghasilkan produk layanan jasa yang bermutu, melalui upaya


penyediaan sumber daya manusia handal dan peralatan yang memadai
untuk memberikan jaminan terhadap kepuasan pengguna jasa
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, CV. ADICIPTA NUSATAMA selalu
berupaya untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good
corporate governance) melalui pendekatan sistem manajerial yaitu
melalui suatu mekanisme Programming, Organizing, Actuating dan
Controlling (POAC) sehingga perusahaan dapat menjalankan kegiatan
usahanya secara berkelanjutan dan mampu memberikan keuntungan
bagi pemilik modal (shareholder).
Disamping itu, untuk menjamin akuntabilitas dan mutu layanan yang
diberikan pola kerja yang diterapkan mengacu pada Sistem Manajemen
Mutu Terpadu (Total Quality Management System) melalui mekanisme
Planning, Doing, Checking dan Actuating (PDCA) yang diintegrasikan sejak
dari proses awal hingga akhir dan serah terima akhir suatu pekerjaan.

1.2. Organisasi Perusahaan


Sesuai ketentuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar pendiriannya,
perusahaan dikelola oleh direktur

yang bertanggung jawab atas

pengoperasian, kontinutas, serta penentuan kebijaksanaan perusahaan.


Direktur disamping kedudukan mereka sebagai direktur perusahaan, juga

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

secara aktif ikut serta dalam melaksanakan aktivitas konsultasi profesional


menurut bidang keahlian dan latar belakang keilmuan dan pengalaman
yang dimilikinya.
Dalam menjalankan tugas, direktur dibantu oleh wakil Direktur serta tenaga
ahli inti perusahaan yang berpengalaman dan telah teruji kemampuan skill
dan

knowledge-nya

yaitu

bidang

tenaga

ahli

sipil,

tenaga

ahli

arsitektur,tenaga ahli elektrikal/mekanikal, tenaga ahli tata lingkungan,


tenaga operator komputer dimana masing-masing bidang tenaga ahli
mampu mengambil keputusan yang tepat disaat tersulit sekalipun. Masing
masing tenaga ahli dan penunjang bertanggung jawab penuh pada
tugasnya sesuai dengan keahliannya dan lingkup penugasannya masingmasing.
CV. ADICIPTA NUSATAMA dikelola oleh direksi (Direktur dan wakil Direktur)
serta tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu, serta tenaga penunjang teknis
dan

administrasi

lainnya.

Untuk

memudahkan

rentang

pelaksanaan tugas-tugas dan tanggung jawab perusahaan,

kendali
CV.

ADICIPTA NUSATAMA mempunyai struktur organisasi seperti pada bagan


pada gambar 1.1 berikut :
Gambar : 1-1
Struktur Organisasi
CV. ADICIPTA NUSATAMA
Zulfinardi, ST
Direktur

Penanggung Jawab Operasional PJO

Penanggung Jawab
Sub Bidang/Layanan
Arsitektur

Penanggung Jawab
Sub Bidang/Layanan
Sipil

Penanggung Jawab
Sub Bidang/Layanan
Elektrikal

Penanggung Jawab
Sub Bidang/Layanan
Tata Lingkungan

STAF PENDUKUNG
- Inspector, Surveyor, Drafter, Operator Komputer, Sekretaris, Administrasi, dan Office Boy

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Untuk

mengisi kebutuhan akan tenaga yang sesuai dengan tugas-

tugasnya, CV. ADICIPTA NUSATAMA akan menyiapkan suatu tim yang


profesional dan berpengalaman. Dalam rangka penyiapan suatu tim
tersebut, langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan terlebih
dahulu klasifikasi dan kualifikasi tenaga ahli yang dibutuhkan sesuai dengan
ruang lingkup pelayanan pekerjaan ini. Langkah berikutnya adalah memilih
dan menentukan kandidat-kandidat terpilih yang dirasa mampu untuk
mengisi posisi-posisi tersebut.
Konsultan memiliki suatu tanggung jawab yang spesifik atas tenaga ahli
yang diusulkan untuk menjadi anggota tim pelaksana pekerjaan. Dalam
kaitan ini, pemilihan setiap anggota tim didasarkan pada penilaian
kemampuan

masing-masing

personil

dalam

menangani

pekerjaan

sebelumnya.

1.3. Fasilitas dan Peralatan Perusahaan


Dalam kegiatan jasa konsultasi gedung kantor, peralatan dan fasilitas
termasuk perlengkapannya adalah merupakan salah satu syarat utama
dalam mendukung kegiatan perusahaan.
Untuk itu perusahaan kami saat ini telah memiliki gedung kantor dan
berbagai macam jenis peralatan dan perlengkapan yang memadai
sehingga dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada
Pengguna Jasa yang memberikan kepercayaan menangani pekerjaan.
Menyadari betapa pentingnya keberadaan dukungan fasilitas sarana dan
prasarana dalam menunjang kualitas hasil karya dan mutu kinerja
perusahaan, maka CV. ADICIPTA NUSATAMA telah menyiapkan berbagai
fasilitas sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan masing-masing
pekerjaan yang akan ditangani.

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

1.4. Lingkup Layanan


Ruang lingkup Aktivitas CV. ADICIPTA NUSATAMA menurut Sertifikasi Badan Usaha
Jasa Konsultan konstruksi yang di terbitkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa
Konstruksi Nasional (LPJKN) yang meliputi bidang-bidang :

1. Perencanaan Konstruksi yang mencakup :

Arsitektural :
o Jasa Nasehat/Pra Desain, Desain
Arsitektural
o Jasa Arsitektural Lansekap

dan

Administrasi Kontrak

Sipil :
o Jasa Nasehat/Pra Desain dan Desain Enjiniring Bangunan
o Jasa Nasehat/Pra Desain dan Desain Enjiniring Teknik Sipil Keairan
o Jasa Nasehat/Pra Desain dan Desain Enjiniring Teknik Sipil
Transportasi

Tata Lingkungan :
o Jasa Konsultasi Lingkungan
o Jasa Perencana Urban

Jasa Analisis Enjiniring :


o Jasa Komposisi, Kemurnian dan Analisis

Jasa Survey :
o Jasa Survey Permukaan
o Jasa Pembuatan Peta
o Jasa Geologi, Geofisik dan Prospek Lainnya

2. Pengawas Konstruksi yang mencakup :

Jasa Inspeksi Teknis


o Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Bangunan
o Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil
Transportasi
o Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil
Keairan
o Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Industrial Plant dan
Proses

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

1.5. Pengalaman Perusahaan


Sampai

saat

ini,

CV.

ADICIPTA

NUSATAMA

memiliki

pengalaman

profesional yang cukup memadai dalam beberapa bidang perencanaan


pembangunan maupun pengawasan, mulai dari pekerjaan

detail

engineering design, urban design, survey dan pemetaan, supervisi,


advisory dan lain sebagainya dan telah dipercaya dan membantu
memberikan jasa konsultasi pada institusi pemerintah di tingkat provinsi,
kabupaten dan kota.
Khusus dalam menangani Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs,
kiranya pengalaman CV. ADICIPTA NUSATAMA dalam melaksanakan
beberapa

pekerjaan

seperti

antara

lain

Pengawasan

Teknis

Pembangunan/Rehabilitasi Pustu Oti, Poskesdes Alindau dan Kamonji


(Paket A), Supervisi Pembuatan Pagar Kampus UNTAD dan beberapa
pekerjaan lain yang terkait dengan Pengawasan Teknis, bangunan dan
lingkungan, baik yang dikerjakan secara asosiasi (joint operation) dengan
beberapa konsultan nasional, maupun yang dikerjakan secara sendiri
dapat dijadikan tolok ukur kemampuan CV. ADICIPTA NUSATAMA dalam
menangani Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs.
Disamping pemahaman secara konseptual Pengawasan Teknis Jembatan
Makunyi I Cs, Klasifikasi dan kualifikasi tenaga ahli yang tersedia, kualitas
dan Kuantitas peralatan yang akan digunakan serta pengalaman
perusahaan dalam menangani pekerjaan sejenis, pengenalan terhadap
wilayah pengawasan juga merupakan prasyarat bagi keberhasilan
pelaksanaan pekerjaan.
CV. ADICIPTA NUSATAMA dan para tenaga ahlinya telah mengenal dengan

baik karakteristik wilayah-wilayah yang berada di bagian Timur Indonesia,


provinsi Sulawesi Tengah serta Kota Palu pada khususnya. berdasarkan
pengalamannya selama ini dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan
konsultansi di beberapa wilayah kabupaten/kota yang tersebar di
kawasan timur Indonesia dan provinsi Sulawesi Tengah, maka hal tersebut

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

selanjutnya akan dijadikan sebagai referensi oleh para tenaga ahli dalam
melaksanakan Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs.
Dengan demikian, maka diharapkan dengan referensi pengalaman
tersebut, terdapat signifikansi dan keterpaduan antara Pengawasan Teknis
Jembatan Makunyi I Cs yang akan dibuat dengan dokumen-dokumen
lain yang telah ada, khususnya dokumen yang terkait dengan kegiatan
Pengawasan Teknis.
Adapun Daftar Pengalaman Kerja dan Uraian Pengalaman Kerja sejenis 10
(sepuluh) tahun terakhir dinyatakan sebagaimana lampiran berikut ini.

D.

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Tanggapan dan Saran Terhadap Kerangka Acuan Kerja


Dan Personil/Fasilitas Pendukung dari PPK
Pengawasan Pembangunan Puskesmas Pembantu Saloya

4.1. Perihal Kerangka Acuan Kerja


Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang diberikan, maka setelah
mempelajari, mengkaji dengan teliti dengan seksama dokumen tersebut
maka kami berpendapat bahwa

bahwa KAK yang diberikan tersebut

secara garis besar telah memberikan pemahaman menyangkut tugas dan


tanggung jawab yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas
dalam rangka pelaksanaan Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs.
Disamping itu KAK yang diberikan sudah cukup memberikan informasi
yang

komprehensif

yang

mencakup

latar

belakang

pelaksanaan

pekerjaan pengawasan, maksud dan tujuan, sasaran yang ingin dicapai,


lingkup pekerjaan, pelaksanaan kegiatan pengawasan, tanggung jawab
pelaksanaan, biaya, kriteria, proses pekerjaan pengawasan, masukan dan
keluaran yang dihasilkan, sehingga dengan demikian konsultan pengawas
dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sesuai
ketentuan yang disyaratkan.
Sehubungan dengan pelaksanaan Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi
I Cs dan dalam upaya mencapai hasil kegiatan sesuai dengan yang
diharapkan, penyedia jasa mencoba memberikan beberapa usulan
khususnya yang terkait dengan dasar hukum ataupun Norma, Standar,
Pedoman dan Manual (NSPM) serta mekanisme pelaksanaan kegiatan,
usulan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi dan inovasi
penyedian jasa terhadap persyaratan yang tercantum dalam KAK.

Apresiasi dan inovasi disusun dan disampaikan berdasarkan pengalaman


penyedia jasa dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan pengawasan
konstruksi bangunan maupun pekerjaan sejenis.

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Beberapa usulan apresiasi dan inovasi dimaksud adalah sebagaimana


diuraiakan pada sub bab sebagai berikut.

A. PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN


Berdasarkan pengalaman dan apresiasi konsultan terhadap KAK yang
diberikan, dalam mengerjakan Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I
Cs, penetapan urutan kegiatan seringkali mempengaruhi kualitas hasil
akhir serta efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang dilaksanakan.
Dengan demikian, maka setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan,
selalu harus berdasarkan pada sebuah makanisme kerja yang ditetapkan
terlebih dahulu. Oleh sebab itu, tim konsultan sebelum merumuskan
mekanisme kegiatan terlebih dahulu akan melakukan identifikasi awal
dengan pengenalan terhadap kondisi dan situasi eksisting wilayah atau
pun kawasan yang akan dijadikan sebagai lokasi (site) bangunan, juga
akan melakukan pengkajian terhadap seluruh dokumen pelaksanaan
konstruksi serta berbagai kebijakan, regulasi dan norma-norma, standarstandar, pedoman maupun manual (NSPM) yang terkait dengan
penyenggaraan bangunan gedung negara. Dengan cara tersebut,
diharapkan seluruh kegiatan akan dapat berjalan (dilaksanakan) secara
sistematis, efisien dan efektif sehingga akan menghasilkan hasil kegiatan
yang optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sehubungan dengan hal tersebut, dalam kegiatan Pengawasan Teknis
Jembatan Makunyi I Cs tim penyedia jasa telah menyusun dan
merencanakan 4 (empat) tahapan pokok dan delapan (delapan) jenis
kegiatan yang akan diusulkan kepada pengguna jasa dengan tahapan
dan mekanisme proses sebagaimana tercantum pada tabel 4.1 sebagai
berikut.
Tabel : 4.1
MEKANISME PROSES PELAKSANAAN
Pengawasan Pembangunan Puskesmas Pembantu Saloya

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

THP

URAIAN KEGIATAN

SUBSTANSI POKOK

PENDAHULUAAN
1

II

Mobilisasi

Tenaga Ahli dan Pendukung


Peralatan

QTT/QLY Control
Waktu dan Biaya
Keselamatan kerja dan lingkungan

Hasil monitoring dan pemeriksaan bahan, tenaga, jam


kerja, peralatan dan kegiatan yang dilaksanakan serta
hal-hal penting lainnya yang terjadi di lapangan.
Resume hasil monitoring dan pemeriksaan harian dan
evaluasi hasil pelaksanaan pekerjaan mingguan
(capaian).
Evaluasi terhadap seluruh rangkaian proses
pelaksanaan pekerjaan kontraktor pelaksana dan hasil
pelaksanaan pekerjaan pengawasan.
Evaluasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi
Hal-hal yang dianggap perlu yang memerlukan
penangan segera (Contigency).

PELAKSANAAN PENGAWASAN
KONSTRUKSI
1

Pengendalian
(Monitoring, Pemeriksaan dan Evaluasi)

Pelaporan
Mingguan
Bulanan I dan II

Rapat-Rapat
Berkala
-

Khusus

III

SERAH TERIMA I (PHO)

Pemeriksaan dan Valuasi (Rechecking


and valuation)

QTT/QLTY, Waktu dan Biaya.

Penyerahan seluruh Hasil Produk


Kegiatan Tim Konsultan

Penyiapan administrasi penyerahan (BA dan lainnya).


Serah Terima seluruh produk akhir yang telah dikerjakan
konsultan kepada pihak Pengguna Jasa, sesuai
dengan tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana
ditetapkan dalam kontrak.

Pelaksanaan rekomendasi
perbaikan/penyempurnaan/hasil pemeliharaan
bangunan.

IV.
1

SERAH TERIMA II (FHO)


Pemeriksaan (Rechecking)

B. RUANG LINGKUP
Kegiatan pengawasan secara umum bertujuan untuk mengawasi
pekerjaan konstruksi Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs yang
merupakan salah satu program, Pokja Univeristas Tadulako, baik secara
kualitas maupun kuantitas pekerjaan fisik. Untuk itu pelaksanaan
pengawasan harus dilakukan secara penuh dan menempatkan tenagatenaga ahli yang profesional.
Konsultan pengawas harus dapat melaksanakan pekerjaannya dengan
baik dan penuh tanggung jawab sehingga dapat menghasilkan kualitas
yang baik. Untuk memperoleh hasil tersebut maka harus memperhatikan

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

masukan, azas, keluaran dan proses dalam pelaksanaannya. Selain hal


tersebut diperlukan interpretasi pelaksanaan tugas yang baik dalam
pelaksanaan Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs sebagai satu
kesatuan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dengan lingkup
pekerjaan pengawasan meliputi :
1. Melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, baik
kuantitas,

kualitas

maupun

ketepatan

waktu

pelaksanaan

pekerjaan konstruksi.
2. Pengamanan untuk kelancaran pelaksanaan, baik dalam hal mutu
pekerjaan,

ketertiban

pekerjaan,

kerusakan,

kecelakaan,

penyimpangan pekerjaan maupun perselisihan.


3. Pengaturan penggunaan bahan untuk pekerjaan utamanya
menyangkut mutu bahan/material yang akan digunakan, baik
menyangkut asal bahan, hasil pengujian bahan di laboratorium,
maupun bahan yang ditolak (tidak boleh digunakan).
4. Menyelesaikan

administrasi

di

lapangan,

baik

mengenai

pelaporan, penyerahan pekerjaan, penyimpangan dari rencana,


perhitungan

pekerjaan

tambah-kurang,

perpanjangan

waktu

pelaksanaan pekerjaan, maupun membantu pejabat pelaksana


teknis

kegiatan

ataupun

kuasa

pengguna

angaran

dalam

persiapan pendaftaran bangunan gedung Negara.


5. Membantu

penyedia

jasa

konstruksi

(kontraktor)

dalam

menyiapkan gambar sesuai dengan hasil pelaksanaan (as built


drawing) sebagai kelengkapan dokumen pembangunan.

A. LINGKUP LAYANAN JASA KONSULTAN

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Konsultan pengawas bertanggung jawab secara profesional dengan


tetap mengutamakan etika profesi yang berlaku. Kegiatan pengawasan
dilaksanakan

dengan

berpedoman

pada

Keputusan

Menteri

Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor: 332/KPTS/M/2002 Tanggal 21


Agustus 2002, yang meliputi : memeriksa dan mempelajari dokumen
pelaksanaan konstruksi; mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan
metoda pelaksanaan; mengawasi kualitas dan kuantitas pekerjaan fisik;
memecahkan

persoalan

yang

terjadi

selama

pelaksanaan;

melaksanakan rapat-rapat lapangan (rapat direksi) secara berkala;


menyusun lampiran berita acara kemajuan pekerjaan, pemeliharaan,
dan serah terima pekerjaan; meneliti gambar-gambar kerja (soft drawing)
yang diajukan pemborong; meneliti gambar-gambar hasil pekerjaan (as
built drawing); dan, menyusun daftar cacat/kerusakan pekerjaan.
Agar tercapainya suatu keluaran dengan hasil yang baik dari kegiatan
pengawasan, maka perlu diperhatikan persyaratan-persyaratan yang
diajukan oleh pihak Pengguna Jasa yang antara lain sebagai berikut:

Persyaratan umum, setiap bagian pekerjaan pengawasan harus


dilaksanakan secara benar dan tuntas.

Persyaratan objektif, pelaksanaan pekerjaan pengawasan yang


objektif, baik menyangkut macam, kualitas dan kuantitas sesuai
standar yang berlaku.

Persyaratan
dilaksanakan

fungsional,
secara

pengawasan
profesional

agar

konstruksi
dapat

fisik

harus

mendorong

peningkatan kinerja kegiatan.

Persyaratan prosedural, pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan


prosedur dan peraturan yang berlaku.

Persyaratan

teknik

lainnya,

pekerjaan

pengawasan

selalu

berpedoman pada ketentuan-ketentuan seperti standar teknis,


pedoman teknis dan peraturan-peraturan teknis yang berlaku.

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Peranan khusus layanan jasa konsultansi sebagaimana maksud dan tujuan


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs sesuai Kerangka Acuan Kerja
(KAK) yang diberikan adalah :

Membantu Pihak Pengguna Jasa dalam hal ini Satuan Kerja Dinas
perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tojo Una-una
dalam melakukan pengawasan teknis (Memantau, mengawasi,
mengelola, mengendalikan serta mengambil keputusan terkait
pelaksanaan pembangunan gedung dalam lingkup Bandara Tojo
Una-una yaitu dalam hal ini Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I
Cs.

Meminimalkan kendala-kendala teknis yang sering dihadapi oleh


penyedia jasa konstruksi di lapangan dalam menerapkan desain
yang memenuhi persyaratan spesifikasinya.

Membantu

menyelesaikan

revisi

desain

bilamana

terdapat

perbedaan desain yang ada, dengan kondisi di lapangan.

Melakukan Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs.

Berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang diberikan, maka ruang


lingkup pekerjaan ini mencakup akan mencakup :

a. Kegiatan Persiapan :
1. Menyusun program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan
pengawasan.
2. Memeriksa time schedule (bar chart, S-curve) yang diajukan
pelaksana konstruksi dan selanjutnya diteruskan kepada pengguna
jasa untuk mendapatkan persetujuan.

b. Kegiatan Pengawasan Lapangan :

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

1. Melaksanakan

pekerjaan

pengawasan

secara

umum,

pengawasan lapangan, koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan


pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis
yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai pada
pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya.
2. Melaksanakan rapat awal Pre Construction Meeting untuk
menetapkan MC = 0 bersama pemborong dan tim teknis.
3. Memimpin rapat mingguan untuk memecahkan masalah-masalah
dan rencana kerja berikutnya yang dituangkan dalam notulen
berita acara rapat mingguan.
4. Mengontrol

dan

mengendalikan

waktu

agar

pelaksanaan

konstruksi dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal waktu yang


disepakati dalam kontrak.
5. Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas bahan atau
komponen bangunan, peralatan, dan perlengkapan selama
pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau di tempat kerja lainnya.
6. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang
tepat dan cepat, agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai
jadwal yang ditetapkan.
7. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau
pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya, waktu
pekerjaan,

dan

ketentuan

kontrak,

untuk

mendapatkan

persetujuan dari Pengguna Anggaran/Pejabat Pelaksana Teknis.


8. Memberikan perintah atau petunjuk kepada Pemborong, sejauh
tidak mengenai pengurangan, penambahan biaya, batas waktu
pekerjaan yang tidak menyimpang dari kontrak pemborongan.
9. Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Pemborong dalam
mengusahakan
pembangunan.

c. Konsultasi

perijinan

sehubungan

dengan

pelaksanaan

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

1. Melakukan konsultasi Pengguna Anggaran/Pejabat Pelaksana


Teknis untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul
selama masa pembangunan.
2. Mengadakan rapat lapangan secara berkala, sedikitnya 2 (dua)
kali

dalam

sebulan

dengan

Pengguna

Anggaran/Pejabat

Pelaksana Teknis, Perencana dan Pemborong dengan tujuan


membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam
pelaksanaan,

untuk

kemudian

membuat

risalah

rapat

dan

mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan. Serah


terima paling lambat 1 (satu) minggu kemudian.
3. Mengadakan rapat diluar jadual rutin tersebut apabila dianggap
mendesak.

d. Pelaporan :
1. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis
teknologi

kepada

Pengguna

Anggaran/Pejabat

Pembuat

Komitmen (PPK) mengenai volume presentase dan nilai bobot


bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pelaksana
konstruksi.
2. Melaporkan

kemajuan

pekerjaan

fisik

yang

nyata

telah

dilaksanakan dan dibandingkan dengan jadwal yang sudah


disepakati untuk disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK).
3. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga
kerja dan alat yang digunakan.
4. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh
Kontraktor terutama yang mengakibatkan pekerjaan tambahan
atau berkurangnya pekerjaan dan juga perhitungan serta gambar
konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor (Shop Drawing).

e. Penyiapan Dokumen :

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

A. Menerima dan menyiapkan berita acara penyelesaian pekerjaan


di lapangan serta untuk keperluan pembayaran angsuran.
B. Memeriksa di lapangan dan menyiapkan daftar volume dan nilai
pekerjaan, serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna
keperluan pekerjaan.
C. Mempersiapkan formulir, laporan harian, mingguan dan bulanan,
serta berita acara kemajuan pekerjaan, penyerahan pertama dan
kedua.
D. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan
(As Built Drawing) sebelum serah terima pertama.
E. Menyusun daftar cacat / kerusakan sebelum serah terima pertama
dan mengawasi perbaikan pada masa pemeliharaan.

F. KELUARAN
Keluaran yang diharapkan dari hasil kegiatan pengawasan ini secara umum
dapat dikatakan adalah terlaksananya kegiatan pengawasan secara rutin
atas pekerjaan pembangunan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa
konstruksi (kontraktor), baik menyangkut kuantitas, kualitas, dan ketepatan
waktu dan biaya pelaksanaan sehingga wujud akhir bangunan dan
kelengkapannya dapat sesuai dengan dokumen pelaksanaan yaitu kontrak
kerja, spesifikasi teknis/rencana kerja dan syarat-syarat, gambar kerja
maupun dokumen lainnya yang dipersyaratkan untuk pekerjaan tersebut
serta dapat diterima dengan baik oleh pengguna jasa (PPK) maupun Kuasa
Pengguna Anggaran (KPA).
Sedangkan secara spesifik keluaran

yang diharapkan

sebagaimana

dinyatakan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang diberikan, secara garis
besarnya mencakup :
1. Buku Laporan Pengawasan Pekerjaan.
2. Dokumentasi Kegiatan.

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Lebih lanjut dalam sebagaimana dijelaskan dalam KAK, dokumen yang


dihasilkan

selama

proses

pengawasan

adalah

mencakup

Pendahuluan, Laporan Bulanan dan As Built Drawing

Laporan

dengan substansi

muatan masing-masing laporan sebagai berikut :

1.

Laporan Mingguan
Laporan Mingguan memuat :
- Laporan harian
- Time Schedule
Laporan Bulanan ini diserahkan selambat-lambatnya tiap bulan
berjalan sejak SPMK diterbitkan.

2.

Laporan Bulanan
Laporan bulanan memuat :
- Rekap dari Laporan Mingguan
- Dokumentasi Kegiatan secara keseluruhan
Laporan Bulanan ini diserahkan selambat-lambatnya tiap bulan
berjalan sejak SPMK diterbitkan.

4.2.

Perihal Personil/Fasilitas Pendukung dari PA/KPA


Peralatan/material, personil dan fasilitas tidak disediakan oleh Pengguna
Anggaran

dan

atau

Pengguna

Jasa.

Mengingat

pentingnya

ketersediaan personil yang cukup jumlah dan kualifikasinya, maka


Konsultan

Pengawas

dipersyaratkan

dalam

akan
KAK

menyediakan
maupun

personil

tenaga

ahli

baik

yang

yang

tidak

dipersyaratkan namun berperan penting dalam kelancaran proses


pelaksanaan konstruksi bangunan gedung seperti ; tenaga ahli/inpector
arsitektur dan tenaga ahli/inspector mekanikal/elektrikal misalnya.
Demikian halnya dengan ketersediaan peralatan/material, Konsultan
Pengawas akan menyediakan peralatan/per;engkapan/material baik
yang dipersyaratkan dalam KAK maupun yang tidak dipersyaratkan

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

namun

dianggap

berperan

penting

dalam

kelancaran

proses

pelaksanaan konstruksi bangunan gedung atau Pengawasan Teknis


Jembatan Makunyi I Cs.
Adapun fasilitas dan peralatan yg dimiliki oleh Konsultan Pengawas
dinayatakan pada tabel 4.2 berikut :

TABEL 4.2
DAFTAR INVENTARISASI FASILITAS
DAN PERALATAN KANTOR
NO

NAMA BARANG

JUMLAH

MEREK SPESIFIKASI
Intel P-IV, Memory 1 Gb,
H.Disk 500 GB,
17,DVD,CDRW,Asus,
Dell Vostro 1088
Intel Core 2 Duo, 4 Gb
DDR, 320 Gb HDD.

TAHUN
PENGADAAN
2007-2008

Computer PC+Speaker

4 unit

Laptop, 14 Inch

1 unit

Notebook 10 Inch

1 Unit

Dell Inspiron Intel Atom, 1


Gb DDR.

2010

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

Printer HP, A3
Printer HP, A4
HAP
UPS
Scanner
LCD Monitor
Plotter
Camera
Kendaraan Roda Empat
Sepeda Motor
Telephone
Alat Ukur Digital
Water Pass
Meja Kerja Biro
Meja Meeting 4 x 4 m
Meja + Kuris Sofa (Tamu)
Kursi Kerja Direksi

1 unit
4unit
2 unit
1 unit
1 bh
1 bh
1 bh
2 bh
1 bh
2 bh
2 bh
1 bh
1 bh
5 bh
1 bh
1 set
5 bh

HP
HP, PSC1400
D-Link
Pro-Link
HP 2200
LG
HP
Canon
Toyota Avansa, 1.200 cc
Honda Fit R / CS1
Panasonic
Leica Disto Lite
Topcon
Ligna/Lokal
Lokal
Ligna
Ergotec

2007
2007 - 2009
2004
2004
2005
2009
2006-2010
2000
2007
2007/2009
2002
2003
2003
2003
2003
2003
2004

2010

Disamping peralatan tersebut, CV. ADICIPTA NUSATAMA juga telah


memiliki gedung kantor yang terletak di Jalan Kijang Selatan VII No. 27
Palu sehingga sangat memungkinkan para karyawan/tenaga ahli untuk
bekerja secara lebih efektif dan efisien dengan situasi dan kondisi
lingkungan kantor yang sangat kondusif.

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Beberapa peralatan yang akan digunakan di lapangan yang telah


dimiliki

CV. ADICIPTA NUSATAMA hingga saat ini antara lain

sebagaimana tercantum pada tabel 4.3 sebagai berikut :


TABEL 4.3 : FASILITAS PERALATAN LAPANGAN
NO

NAMA BARANG

JUMLAH

MEREK SPESIFIKASI

TAHUN
PENGADAAN

Laptop, 15 Inch

2 unit

Thosiba,/Sony 512 MB,


IP IV, H.Disk 40GB

2007

Printer HP, A3

1 unit

HP

2002-2005

Printer HP, A4

3 unit

HP, PSC1400

2004

Alat Ukur Digital

1 bh

Leica Disto Lite

2003

Water Pass

1 bh

Topcon

2003

Meter Roll

2 bh

2002

Roda 2

2 Unit

Honda CS1/ Yamaha


Fino

2009/2012

Roda Empat

1 bh

Toyota Avansa

2007

Dengan ketersediaan tenaga ahli/pendukung dan atau kemampuan


menyediakan

tenaga

ahli/pendukung

serta

ketersediaan

fasilitas

pendukung yang dimiliki CV. ADICIPTA NUSATAMA dapat memperlancar


proses serta hasil pelaksanaan Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I
Cs dapat sesuai dengan yang diharapkan oleh Pengguna Jasa,
Semoga.

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

E.
Uraian Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

A. PENDEKATAN TEKNIS DAN METODOLOGI


I. Pendekatan Teknis
1. Proses Pelaksanaan Pekerjaan
Sebelum menetapkan metodologi, terlebih dahulu perlu dibuatkan
mekanisme proses kegiatan Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I
Cs, sehingga tahapan-tahapan pekerjaan akan dilakukan secara
sistematis dan menyeluruh. Mekanisme proses pelaksanaan pekerjaan
ini dibuat sesuai dengan rencana program kerja yang telah disusun
oleh tim yang kemudian diurutkan berdasarkan standart teknis
pelaksanaannya untuk kemudian dijadikan sebagai pedoman tim
konsultan dalam melaksanakan kegiatannya. Berdasarkan mekanisme
proses pelaksanaan kegiatan ini kemudian tim konsultan merumuskan
dan menetapkan konsep pendekatan dan metodologi pada setiap
tahapan

kegiatan

yang

akan

dilaksanakan,

sehingga

dengan

demikian antara kegiatan dengan metodologi yang akan diterapkan


akan memiliki koneksitas dan konsistensi yang lebih akurat dan terarah.
Mekanisme proses Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs
selengkapnya dinyatakan pada Gambar 5.1 dan Gambar 5.2 sebagai
berikut :

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

GAMBAR 5.1 :
BAGAN ALIR PROSES KEGIATAN PENGAWASAN

MOBILISASI
(PERSONIL DAN ALAT)

SURVEY
LAPANGAN

CHECK PEKERJA,
ALAT DAN
MATERIAL

DOKUMEN KONTRAK
FISIK, TIME SCHEDULE

LENGKAP ?

FULL
DESIGN ?

LENGKAP ?

REVIEW
DESIGN

PEKERJAAN
MINOR

T
QUALITY&QUAN
TITY CONTROL

Y
PEKERJAAN
UTAMA

T
QUALITY&QU
ANTITY
CONTROL

Y
MAN
PROVISIONAL HAND
OVER (PHO)

FINAL HAND OVER (FHO)

SELE
SAI

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

GAMBAR 5.2 :
BAGAN ALIR PROSES PEMBAYARAN
MUTUAL CHECK/ OPNAME
BERSAMA

DRAFT BACK UP DATA

CHECK QUALITY

CHECK QUANTITY

BATAS
TOLERANSI ?

REJECT/TOLAK

SESUAI SHOP
DRAWING ?

Y
Y

KENDALI MUTU/
ANALISA LAB.

KOREKSI QUANTITY

T
BATAS
TOLERANSI ?

PERHITUNGAN VOLUME
REJECT/TOLAK

DRAFT SERTIFIKAT
PEMBAYARAN

DI ULTAN

KOREKSI

DITERIMA

Y
PPTK/KPA/PA

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

2. Pendekatan Sistem
Keberhasilan pelaksanaan kontrak konstruksi umumnya dan konstruksi
bangunan gedung pada khususnya akan sangat dipengaruhi oleh
banyak faktor baik secara internal maupun eksternal. Secara internal
faktor yang mempengaruhi suatu kegiatan konstruksi mencakup yaitu
antara lain ; resourcess (tenaga kerja, material dan biaya), metode,
serta jangka waktu penyelesaian pekerjaan konstruksi. Sedangkan
secara eksternal keberhasilan pelaksanaan pekerjaan konstruksi akan
sangat dipengaruhi oleh faktor iklim, cuaca dan keadaan ekonomi
dan stabilitas keamanan. Disamping itu, dalam pelaksanaan pekerjaan
konstruksi juga merupakan suatu rangkaian kegiatan yang mencakup
input, proses dan output.
Berdasarkan

pemahaman

tersebut,

maka

dalam

pelaksanaan

pekerjaan pengawasan agar diperoleh hasil yang optimal, konsultan


pengawas akan menerapkan suatu pendekatan sistem (system
approach) yang melihat bahwa pekerjaan konstruksi yang akan
diawasi terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan dan
mempunyai saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya.
II. METODOLOGI
Untuk mendapatkan hasil kerja kegiatan Pengawasan Teknis Jembatan
Makunyi I Cs disamping dibutuhkan pendekatan pelaksanaan juga
dibutuhkan adanya metode pelaksanaan pekerjaan pengawasan yang
didasarkan pada masing-masing tahapan proses pelaksanaan pekerjaan
konstruksi.
Secara garis besar tahapan proses pengawasan dan metode pengawasan
pelaksanaan konstruksi akan serta langkah-langkah kerja yang akan
dilakukan oleh konsultan akan mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Tahap Persiapan
Segera setelah Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan, konsultan akan
memobilisasi segala keperluan kantor di

lapangan (site office) yang

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

menyangkut segala keperluan sumberdaya yang dibutuhkan (personil


dan peralatan) termasuk penyediaan peralatan lapangan dan sarana
tranportasi, perlengkapan kantor di lapangan.
Konsultan juga akan menyiapkan peralatan pengendalian berupa
blanko standard dan format laporan yang akan digunakan selama
tahap pengawasan konstruksi termasuk laporan inspeksi lapangan yang
akan digunakan, laporan pengujian bahan dan tanah (jika diperlukan),
blanko pengecekan topografi survey, blanko pengukuran volume
pekerjaan,

blanko

persetujuan

atas

permohonan

pelaksanaan

pekerjaan, segala keperluan surat-menyurat antar instansi terkait, blanko


rekaman pengiriman dan pemakaian peralatan, kendaraan dan lain-lain
sebagainya.
Hal-hal penting lainnya harus dilakukan oleh konsultan pada tahap awal
pekerjaan adalah mempelajari dan memahami secara terinci data-data
kontrak dan data-data lainnya yang sudah ada seperti standar
perencanaan, gambar-gambar rencana, spesifikasi, surat keterangan
material, persyaratan kontrak, rencana anggaran biaya, rencana kerja
dan lain-lain. Hal-hal tersebut akan menjadi alat ukur (parameter) yang
akan

digunakan

sebagai

pedoman

pengendalian

pelaksanaan

pekerjaan konstruksi yang akan dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana


oleh konsultan pengawas sehingga jika terdapat penyimpangan akan
dengan mudah dikoreksi dan diperbaiki serta memberikan usulan-usulan
dan ataupun rekomendasi yang dapat diterima secara teknis.
Disamping itu, konsultan juga akan menyiapkan setiap tambahantambahan, catatan-catatan tambahan atau sejenisnya yang mungkin
diperlukan setelah proses pengkajian ulang secara terinci dan studi atas
data yang sudah ada. Jika setelah disetujui oleh Pemimpin Kegiatan dan
atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), selanjutnya akan diberikan pada
pelaksana konstruksi (kontraktor pelaksana).

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

2. Tahap Pengawasan Pelaksanaan Konstruksi


Salah satu latar belakang dibutuhkannya tim konsultan pengawas dalam
pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi adalah adanya tuntutan bahwa
pekerjaan konstruksi dapat selesai secara tepat waktu dan biaya serta
dapat memenuhi persyaratan baik secara kuantitas maupun kualitas
yang telah ditentukan dalam dokumen kontrak pelaksanaan konstruksi
antara Pengguna Jasa dan konstraktor pelaksana.
Berdasarkan hal tersebut, maka terdapat beberapa metode yang akan
diterapkan dalam beberapa items kegiatan konstruksi dikaitkan dengan
tugas-tugas dan fungsi konsultan pengawas dilapangan yaitu :
a. Pengendalian Kuantitas dan Kualitas (Quality and Quantity Control)
Pengendalian jumlah dan kualitas pekerjaan (Quantity dan Quality
Control) adalah merupakan bagian dari Quality Assurance yang
merupakan prasyarat utama bagi terlaksananya suatu kegiatan
konstruksi secara optimal sesuai yang ditentukan dalam dokumen
pelaksanaan konstruksi.
Untuk memenuhi tuntutan pengendalian tersebut,

maka konsultan

pengawas akan melalukan upaya monitoring dan pemeriksaan


secara terus menerus dan evaluasi secara berkala terhadap proses
konstruksi

selama

masa

konstruksi

berlangsung

dengan

membandingkan antara kuantitas (baik menyangkut jumlah dan


ukurannya) serta spesifikasi teknis pekerjaan sebagaimana disyaratkan
dalam dokumen kontrak dan realisasinya di lapangan.
Kegiatan monitoring dan pemeriksaan dan atau pengujian (jika
diperlukan) akan dilakukan baik terhadap material yang akan
digunakan, peralatan, tenaga kerja serta proses (metode kerja) yang
akan digunakan dalam proses pelaksanaan konstruksi yang dilakukan
oleh kontraktor pelaksana sesuai dengan standard pengujian bahan
yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang.

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Disamping upaya monitoring dan pemeriksaan dan atau pengujian


juga

diperlukan

tatalaksana

adanya

monitoring,

pengadministrasian,
pemeriksaan

dan

baik

menyangkut

pengujian

maupun

menyangkut penggunaan sumberdaya (manusia, alat dan bahan)


yang digunakan serta faktor-faktor ekternal (alam dan lingkungan)
lainnya yang mempengaruhi proses pelaksanaan konstruksi.
Untuk menunjang upaya monitoring, pemeriksaan dan atau pengujian
maka konsultan akan melakukan back-up data quantity maupun
quality yang mencakup :

b.

Keseluruhan bahan yang akan digunakan yang sudah lolos uji


mutu.
Semua pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Setiap item pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan segera
dilakukan pengukuran dan melakukan uji mutu tidak perlu
menunggu sampai masa penyusunan Sertifikat bulanan.
Back-up data quantity dan quality diajukan secara bertahap
sesuai degan pekerjaan yang sudah selesai, sehingga waktu
yang oleh konsultan untuk memeriksa cukup. Jika terdapat
perbedaan antara hasil back up data Quantity dam Quality
antara konsultan dan kontraktor pelaksana maka dilakukan
perhitungan ulang secara bersama-sama.

Pengendalian Waktu dan Biaya


Salah satu persyaratan yang umumnya tercantum dalam kontrak
pelakanaan

konstruksi

antara

Pengguna

Jasa

dan

Kontraktor

Pelaksana adalah terpenuhinya jadwal waktu dan biaya yang telah


ditentukan. Dalam melakukan pengendalian waktu dan biaya
pekerjaan konstruksi, maka konsultan pengawas akan melakukan
upaya pengendalian dengan metode CPM (Critical Path Method)
sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah dibuat oleh
kontraktor pelaksana dan telah mendapat persetujuan Pengguna
Jasa.

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Dalam proses pengendalian waktu dan biaya konsultan akan


melakukan evaluasi secara berkala (mingguan, dua mingguan atau
bulanan) terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang telah
dilaksanakan

oleh

kontraktor

dengan

membandingkan

antara

rencana yang ada dan realisasinya sehingga dengan demikian kinerja


kontraktor pelaksana dapat diukur berdasarkan kesesuaian antara
rencana yang dibuat dan capaiannya.
Metode

CPM

(Critical

menggambarkan

waktu

Path

Method)

pelaksanaan

disamping

konstruksi

dapat

(rencana

dan

capaiannya) juga mampu memberikan gambaran terhadap rencana


dan realisasi penggunaan biaya pelaksanaan konstruksi sehingga
dapat dijadikan alat pengendalian biaya. Pengendalian biaya ini
disamping berfungsi sebagai alat kontrol juga dapat dijadikan
pedoman dalam pembuatan sertifikat pembayaran oleh Pengguna
Jasa

kepada

kontraktor

pelaksana

atas

prestasi

pelaksanaan

pekerjaan yang telah dicapai.


Dalam hal hasil evaluasi dan penilaian terhadap jadwal waktu
penyelesaian yang direncanakan terjadi keterlambatan karena faktor
ekternal (alam) maupun internal (sumberdaya maupun metode kerja),
maka konsultan pengawas akan memberikan pertimbangan teknis
kepada kontraktor pelaksana untuk segera mengambil tindakan
tindakan antara lain seperti:

meningkatkan efisiensi pemakaian jam kerja, bila perlu


penambahan jam kerja,
segera menambah peralatan dan tenaga kerja, dan atau ;
Mengubah metode kerja agar lebih efektif dan efisien.

Konsultan menyadari sepenuhnya pentingnya ketepatan waktu


pelaksanaan pekerjaan dan ketepatan biaya yang berhubungan
dengan pekerjaan konstruksi sehingga evaluasi dan penilaian secara
berkala atas ketepatan waktu dan biaya sejak permulaan pekerjaan

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

konstruksi dilaksanakan sampai dengan selesai mutlak diperlukan


sehingga hasil pekerjaan konstruksi dapat sesuai dengan yang
direncanakan.
c.

Pengendalian Keselamatan Kerja dan Lingkungan


Keselamatan adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam
setiap pekerjaan konstruksi. Sehingga konsultan harus memberikan
perhatian khusus untuk menghindarkan kecelakaan demi keamanan
dan keselamatan pekerjaan, peralatan dan tenaga kerja itu sendiri.
Upaya pengendalian ini dilakukan dengan melakukan monitoring,
evaluasi terhadap metode dan prosedur pelaksanaan pekerjaan
yang diterapkan oleh kontraktor pelaksana dan memastikan bahwa
aktifitas yang dilaksanakan tidak menggangu lingkunan sekitarnya.

Untuk memudahkan rangkaian upaya monitoring, evaluasi terhadap


keseluruhan proses dan pencapaian hasil pelaksanaan pekerjaan
konstruksi yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana di lapangan berikut
kendala dan upaya penyelesaian yang direkomendasikan oleh konsultan
pengawas kepada pengguna jasa dan instansi yang berwenang, maka
segala hal yan berhubungan dengan proses pengendalian yang
dilakukan oleh konsultan di lapangan akan dilaporkan secara berkala.
Disamping upaya pelaporan yang dimaksud, untuk memudahkan
koordinasi dan singkronisasi atas pelaksanaan di lapangan, konsultan
pengawas akan menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara
berkala baik antara tim konsultan dengan pihak kontraktor pelaksana
maupun dengan pihak pengguna jasa dan instansi lainnya yang
berwenang.
3. Tahap Serah Terima Pekerjaan Konstruksi
Sebelum serah terima pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh kontraktor
pelaksana kepada Pengguna Jasa, konsultan terlebih dahulu memeriksa

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

kembali

data

hasil

pengukuran

dan

memeriksa

hasil

pemeriksaan/pengujian atas hasil pekerjaan yang diukur (back-up


quantity) dan memastikan bahwa hasil pelaksanaan pekerjaan sudah
sesuai dengan dokumen kontrak.
Setelah melakukan pengukuran dan pemeriksaan atas seluruh komponen
bangunan (sub sistem bangunan) dan memastikan seluruh komponen
bangunan dapat berfungsi dengan baik, maka untuk memudahkan
upaya pemeliharaan konsultan pengawas membuat Gambar Terlaksana
(as Built Drawing) atas keseluruhan sistem bangunan yang mencakup
sub sistem arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal, dan sub sistem
sanitasi lingkungan dan komponen bangunan lainnya.
Konsultan

menyadari

sepenuhnya

bahwa

sebelum

penyerahan

pekerjaan oleh kontraktor pelaksana kepada pengguna jasa, maka


proses

serah

pelaksanaan

terima
serta

pekerjaan
dokumen

harus

hasil

ditunjang

pelaksanaan

oleh

administrasi

pekerjaan

sejak

perkerjaan dimulai sampai dengan selesainya pelaksanaan pekerjaan


konstruksi. Pada tahap ini akan memastikan bahwa segala keperluan
administrasi yang dibutuhkan termasuk penyiapan berita acara yang
diperlukan dapat terpenuhi.
Pada tahap ini konsultan pengawas juga akan menyerahkan Laporan
Akhir yang memuat seluruh rangkaian proses pelaksanaan konstruksi sejak
diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja oleh Pengguna Jasa sampai
dengan berakhirnya pelaksanaan pekerjaan konstruksi
B.

PROGRAM KERJA
Untuk memperoleh hasil kerja kegiatan Supervisi Pemuatan Pagar
Universitas Tadulakosebagaimana ditetapkan dalam KAK yang lebih
berdayaguna (efektif dan efisien) dengan hasil yang optimal,

maka

diperlukan adanya program kerja pengawasan yang didasarkan pada


sistimatika pekerjaan pengawasan yang disusun berdasarkan lingkup

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

kegiatan pengawasan. Tim konsultan akan menerapkan suatu proses kerja


yan digambarkan secara skematik sebagaimana dinyatakan pada
gambar 5.3 sebagai berikut :

GAMBAR 5.3 : BAGAN ALIR PROSES KEGIATAN PENGAWASAN

MOBILISASI
(PERSONIL DAN
ALAT)

CHECK PEKERJA, ALAT


DAN MATERIAL

SURVEY
LAPANGAN

DOKUMEN KONTRAK
FISIK, TIME SCHEDULE

LENGKAP ?

LENGKAP ?

FULL
DESIGN ?

REVIEW
DESIGN
Y

PEKERJAAN MINOR

QUALITY&QUAN
TITY CONTROL

PEKERJAAN
UTAMA

QUALITY&QU
ANTITY
CONTROL

Y
MAN
PROVISIONAL HAND
OVER (PHO)

FINAL HAND OVER (FHO)

SELE
SAI

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

1. RENCANA PROGRAM KERJA


Tim konsultan akan melaksanakan beberapa item pekerjaan berdasarkan
jadwal kegiatan yang telah ditetapkan. Penyusunan jadwal rencana
kegiatan ini telah disusun berdasarkan pertimbangan teknis dan alokasi
waktu penyelesaian pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak
kerja.
Program kegiatan ini disusun oleh seluruh tenaga ahli yang akan terlibat
langsung

dalam

kegiatan

Supervisi

Pembangunan

Guest

House

Universitas Tadulako dengan mengacu pada dokumen pelaksanaan


konstruksi serta pengalaman masing-masing tenaga ahli, sehingga
dengan demikian diharapkan adanya konsistensi antara metodologi dan
rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.
Rencana program kegiatan pengawasan yang akan dikerjakan oleh
konsultan secara garis besar terdiri dari 11 item pekerjaan sebagai berikut
sebagaimana disajikan pada tabel 5.4 berikut.

TABEL 5.4 : RENCANA PROGRAM KERJA


1

Mobilisasi Tenaga dan Peralatan

Rakor Tim : Penyusunan & Penetapan Program Kerja

Perumusan Metode & Strategi Pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan

Monitoring Proses Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi

Evaluasi Proses Pelaksanaan Konstruksi

Pelaporan Secara Berkala Hasil Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi

Rapat Lapangan (Site Meeting)

Penyusunan Laporan-laporan
-

Laporan Mingguan
Laporan Bulanan

Serah Terima Pertama (Provisional Hand Over) Kegiatan Pengawasan

10

Monitoring Berkala Proses Kegiatan Pemeliharaan Hasil Pekerjaan Konstruksi

11

Serah Terima Kedua (Final Hand Over) Kegiatan Pengawasan

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Berdasarkan program kerja tersebut di atas, maka maka disusun Jadwal


Pelaksanaan Pekerjaan sebagaimana dinyatakan pada bab Selanjutnya .
yaitu Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan.

a. Pola Kerja
Untuk menjamin keberhasilan suatu kegiatan supervisi pekerjaan
konstruksi

disamping

dipelukan

adanya

suatu

pendekatan

dan

metodologi serta program kerja dan jadwal pelaksanaan pekerjaan


yang jelas, juga diperlukan adanya pola kerja.

Berdasarkan hal

tersebut, maka tim konsultan akan menerapkan suatu metode


pekerjaan pengawasan berdasarkan konsep PDCA (Planning, Doing,
Check and Actuating) dalam arti setiap item pekerjaan atau kegiatan
yang

akan

dilaksanakan

akan

selalu

direncanakan,

dikerjakan,

diperiksa kemudian ditindaklanjuti bila terdapat hal-hal yang masih


perlu

penyempurnaan/perbaikan,

sehingga

prosesnya

bila

digambarkan akan berbentuk sebuah lingkaran kesatuan proses yang


terintegrasi satu sama lain.
Pola kerja tim konsultan dalam kegiatan Pengawasan Pembangunan
Puskesmas Pembantu Saloya pada dasarnya akan menerapkan prinsip
Total Quality Management System (TQMS) ORGANISASI DAN PERSONIL

1. Organisasi Tim
Dalam upaya mencapai hasil kegiatan pembangunan yang sesuai
dengan yang diharapkan, pengorganisasian pelaksana pekerjaan
Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs mutlak diperlukan.
Dalam pengorganisasian yang dimaksud, selain uraian tugas dan
tanggung jawab personil sebagaimana diuraikan pada bab terdahulu
maka gambaran struktur organisasi pelaksanaan juga mutlak diperlukan.
Hal ini selain dimaksudkan agar tugas dan tanggung jawab masingmasing personil yang uraian secara tegas, juga dimaksudkan agar

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

rentang kendali pelaksanaan pekerjaan dapat dipahami oleh masingmasing anggota tim supervisi yang terlibat sehingga akan memudahkan
koordinasi tim.
Sehubungan dengan hal tersebut, konsultan menyusun skema organisasi
pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dinyatakan dalam gambar 5.6
berikut.
Gambar 5.6:
ORGANIGRAM PELAKSANAAN PEKERJAAN TIM KONSULTAN SUPERVISI

PENYEDIA
JASA

INSPECTOR

PENGGUNA
JASA

TEAM TEKNIS

Keterangan :
Garis Koordinasi :
Garis Instruksi

2. Komposisi Personil (Tim Supervisi)

Dalam rangka upaya untuk mencapai sasaran dan tujuan dari


pelaksanaan Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs secara lebih
optimal,

konsultan

akan

melaksanakan

kegiatan

tersebut

secara

signifikan dan sistematis pada setiap fase kegiatan yang dilaksanakan.


Dengan demikian Konsultan akan menyiapkan dan memobilisasi Tenaga
yang telah ditetapkan dalam KAK dengan komposisi Tim Supervisi serta
uraian tugas dan tanggung jawabnya masing-masing adalah sebagai
berikut :

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

TENAGA AHLI
1. Inspector/Pengawas
Adapun tugas tenaga Inspector meliputi namun tidak terbatas pada
hal-hal yang tersebut di bawah ini:
a. Mengawasi

kwalitas

pelaksanaan

untuk

menjamin

bahwa

pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan dokumen kontrak, spesifikasi


serta gambar-gambar rencana yang dilakukan secara terus
menerus.
b. memeriksa
pelaksanaan

serta

memberikan

Penyedia

jasa

rekomendasi

Pelaksanaan

atas

atau

jadwal

perubahan-

perubahannya untuk pelaksanaan harian, serta setiap rencana


atau program-program serupa yang diajukan oleh penyedia Jasa
Pelaksanaan untuk mendapatkan rekomendasi lebih lanjut dari Site
Engineer.
c. menilai kecukupan pemakaian, antara lain bahan-bahan dan
tenaga kerja kontraktor sehubungan dengan besarnya tingkat
kemajuan yang ditargetkan, dan bila perlu mengambil tindakan
yang tepat untuk meningkatkan laju pekerjaan.
d. Membantu

dan

menyampaikan

kepada

Supervisi

apabila

terdapat hal-hal yang menyimpang dari rencana kerja atau


dokumen kontrak.
e. melaksanakan pengawasan yang efektif dan terus menerus
terhadap pekerjaan serta menjamin bahwa mutu pekerjaan sesuai
dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.
f. Melakukan pengawasan dilapangan secara terus menerus dan
mencatat atas semua pelaksanaan pekerjaan harian, antara lain
peralatan, tenaga kerja dan material yang digunakan oleh
kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan harian dalam bentuk
Laporan Harian Inspector (Inspector Daily Report) yang akan
dirangkum dalam Laporan Mingguan (Weekly Report).

Dokumen Penawaran Teknis


Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs

Untuk lebih jelasnya Komposisi Tim dan Penugasan (Daftar Personil) dapat
dilihat pada tabel 5.5 Sebagaimana Terlampir. Adapun Daftar Riwayat
Hidup Personil yang Diusulkan (Tenaga Ahli) berikut dokumen pendukung
lainnya serta Pernyataan Kesediaan Untuk Ditugaskan terlampir.

3. Jadwal Penugasan Tenaga Ahli


Untuk memudahkan mobilisasi tenaga ahli dan personil yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan Pengawasan Teknis Jembatan Makunyi I Cs, maka
berikut ini disajikan Jadwal Penugasan Tenaga Ahli sebagaimana
dinyatakan dalam tabel 5.6 berikut terlampir.