Anda di halaman 1dari 5

Nomer 3 Cara Kerja Echo Sounder :

Dalam pemetaan dasar laut atau Bathymetry instrumen yang biasa kita gunakan antara lain
echosounder atau fishfinder. Kedua instrumen tersebut prinsip kerjanya menggunakan
akustika bawah air.

Gambar 1. Echosounder
Echosounder adalah alat untuk mengukur kedalaman air dengan mengirimkan tekanan
gelombang dari permukaan ke dasar air dan dicatat waktunya sampai echo kembali dari dasar
air.
Adapun kegunaan dasar dari echosounder yaitu menentukan kedalaman suatu perairan
dengan mengirimkan tekanan gelombang dari permukaan ke dasar air dan dicatat waktunya
sampai echo kembali dari dasar air. Data tampilan juga dapat dikombinasikan dengan
koordinat global berdasarkan sinyal dari satelit GPS yang ada dengan memasang antena GPS
(jika fitur GPS pada echosounder ada).
Prinsip kerjanya yaitu: pada transmiter terdapat tranduser yang berfungsi untuk merubah
energi listrik menjadi suara. Kemudian suara yang dihasilkan dipancarkan dengan frekuensi
tertentu. Suara ini dipancarkan melalui medium air yang mempunyai kecepatan rambat
sebesar, v=1500 m/s. Ketika suara ini mengenai objek, misalnya ikan maka suara ini akan
dipantulkan. Sesuai dengan sifat gelombang yaitu gelombang ketika mengenai suatu
penghalang dapat dipantulkan, diserap dan dibiaskan, maka hal yang sama pun terjadi pada
gelombang ini.

Gambar 2. Prinsip Echosounder


Ketika gelombang mengenai objek maka sebagian enarginya ada yang dipantulkan, dibiaskan
ataupun diserap. Untuk gelombang yang dipantulkan energinya akan diterima oleh receiver.
Besarnya energi yang diterima akan diolah dangan suatu program, kemudian akan diperoleh
keluaran (output) dari program tersebut. Hasil yang diterima berasal dari pengolahan data

yang diperoleh dari penentuan selang waktu antara pulsa yang dipancarkan dan pulsa yang
diterima. Dari hasil ini dapat diketahui jarak dari suatu objek yang deteksi.
Cara Pemakaian :
1. Memasang alat dan cek keadaan alat sebelum memulai pengambilan data.
2. Pastikan kabel single beam dan display sudah terpasang.
3. Pasang antena, jika diperlukan input satelit GPS.
4. Masukkan single beam kedalam air.
5. Set Skala kedalaman yang ditampilkan display.
6. Set frekuensi yang akan digunakan 200 Hz untuk laut dangkal atau 50 Hz untuk laut
dalam atau dual untuk menggunakan keduanya.
7. Set input data air yaitu salinitas, temperatur dan tekanan air.
8. Pengambilan data.
9. Pemrosesan data.
Pengolahan Data :
Perhitungan kedalaman diperoleh dari setengah waktu pemantulan signal dari echosounder
memantul ke dasar laut kemudian kembali ke echosounder. Nilai waktu yang diperoleh di
konversikan dengan kecepatan gelombang suara di dalam air.
Untuk data kedalaman yang lebih tepat, dimasukkan pula data-data temperatur air, salinitas
air dan tekanan air. Hal ini diperlukan untuk memperoleh konversi yang tepat pada cepat
rambat suara di dalam air.
Berikut adalah perhitungannya :
c = 1448.6 + 4.618T2 0.0523 + 1.25 * (S 35) + 0.017D
dimana :
c = kecepatan suara (m/s)
T = temperatur (degrees Celsius)
S = salinitas (pro mille)
D = kedalaman
Nomer 1 Mengapa 1 lintang dan 1 lintang sama besarnya
Bumi adalah oblate ellipsoid, yang diputar pada sumbu elips minor, dengan radius
khatulistiwa Re = 6, 378,1349 km (West, 1982) sedikit lebih besar dari radius kutub Rp = 6,
356,7497 km. Tonjolan khatulistiwa kecil karena rotasi bumi. Jarak di bumi diukur dalam
berbagai unit yang berbeda, yang paling umum adalah derajat lintang atau bujur, meter, mil,
dan mil laut. Lintang adalah sudut antara vertikal lokal dan bidang ekuator. Sebuah meridian
adalah persimpangan di permukaan bumi terhadap bidang ekuator dari bidang tegak lurus dan
melewati sumbu rotasi bumi. Bujur adalah sudut antara meridian standar dan setiap meridian
lainnya, dimana meridian standar salah satu yang melewati titik di Royal Observatory di
Greenwich, Inggris. Jadi bujur diukur timur atau barat dari Greenwich. Sebuah derajat garis
lintang yang tidak sama panjang sebagai derajat bujur kecuali di khatulistiwa. Latitude diukur
sepanjang lingkaran besar dengan jari-jari R, di mana R adalah jari-jari rata-rata bumi. Bujur
diukur sepanjang lingkaran dengan jari-jari Rcos, di mana adalah lintang. Jadi 1 lintang
= 111 km, dan 1 bujur = 111 cos km. Karena jarak dalam derajat bujur tidak konstan, ahli
kelautan mengukur jarak pada peta menggunakan derajat lintang. Mil laut dan meter yang

terhubung historis dengan ukuran bumi. Gabriel Mouton mengusulkan pada tahun 1670
sistem desimal pengukuran berdasarkan panjang busur yang satu menit dari lingkaran besar
bumi. Hal ini pada akhirnya menjadi mil laut. Sistem desimal Mouton yang akhirnya menjadi
sistem metrik berdasarkan unit yang berbeda panjang, meter, yang semula dimaksudkan
untuk menjadi sepersepuluh juta jarak dari Khatulistiwa ke tiang bersama Paris meridian.
Meskipun dasi antara mil laut, meter, dan bumi radius segera ditinggalkan karena tidak
praktis, pendekatan yang sangat baik. Misalnya, lingkar kutub bumi adalah sekitar 40.008
km. Oleh karena itu sepersepuluh juta dari kuadran adalah 1,0002 m. Demikian pula, bahari
km harus km 1,8522, yang sangat dekat dengan definisi resmi internasional mil laut: 1 nm
1,8520 km.

Bumi adalah sebuah ellipsoid bintang, ellipse diputar tentang sumbu kecil, dengan jari-jari
khatulistiwa Re = 6,378.1349 km (Barat, 1982) sedikit lebih besar dari jari-jari kutub Rp =
6,356.7497 km. Tonjolan khatulistiwa kecil adalah karena rotasi bumi. Jarak di bumi diukur
dalam banyak unit yang berbeda, yang paling umum adalah derajat Lintang Bujur, meter, km
dan mil. Latitude adalah sudut antara vertikal lokal dan pesawat Khatulistiwa. Meridian
merupakan persimpangan di permukaan bumi bidang tegak lurus khatulistiwa pesawat dan
melewati Bumi sumbu rotasi. Longitudeis sudut antara meridian standar dan meridian lain,
dimana meridian standar adalah salah satu yang melewati titik pada Royal Observatory di
Greenwich, Inggris. Dengan demikian bujur diukur Timur atau Barat Greenwich. Derajat
Lintang bukanlah panjang yang sama sebagai gelar bujur kecuali di khatulistiwa. Latitude
diukur sepanjang lingkaran besar dengan radiusR, mana Ris jari-jari berarti bumi. Bujur
diukur sepanjang lingkaran dengan jari-jari Rcos, mana is latitude. Dengan demikian 1
kemampuan latitude = 111 km, dan 1 kemampuan bujur = 111 coskm. Karena jarak dalam
derajat Bujur tidak konstan, utuh sebelum diserbu mengukur jarak di peta menggunakan
derajat Lintang. Mil dan meter terhubung secara historis thesize bumi. Gabriel Mouton
diusulkan pada tahun 1670 desimal sistem pengukuran berdasarkan panjang busur yang satu
menit lingkaran besar bumi. Ini akhirnya menjadi mil. Sistem desimal Mouton's akhirnya
menjadi sistem metrik yang didasarkan pada unit yang berbeda dari panjang, meter, yang
awalnya dimaksudkan untuk menjadi salah satu sepuluh juta jarak dari khatulistiwa ke Kutub
sepanjang Paris meridian. Meskipun dasi antara mil, meter dan radius bumi segera
ditinggalkan karena tidak praktis, pendekatan sangat baik. Sebagai contoh, Lingkar polar
bumi adalah sekitar 40,008 km. Oleh karena itu satu sepuluh juta kuadran adalah 1.0002 m.
Demikian pula, mil harus km 1.8522, yang sangat dekat dengan definisi resmi mil
internasional: 1 nm 1.8520 km.
Nomer 3 Pengertian Sound Channel :
Sound channel atau kanal suara merupakan lapisan dimana kecepatan suara minimum dimana
lapisan ini terletak di bawah lapisan thermocline. Hal ini dapat terjadi karena di lapisan
thermocline terjadi pengurangan C sementara di bawah lapisan thermocline terjadi
penambahan. Rentang kedalaman dalam laut di mana kecepatan suara dalam air laut
mengambil nilai minimum lokal. Gelombang suara yang dihasilkan dalam saluran ini suara
atau Waveguide akan melalui pembiasan terus-menerus di vertikal karena efek suhu di atas
dan efek tekanan bawah, tetap di dalamnya. Suara ini dapat menyebarkan jarak horisontal
besar dalam Waveguide ini dengan relatif sedikit kerugian pada amplitudo.

Nomer 2 Croos Section

Analisa nomer 6
Pokoknya salinitas itu tergantung pada evaporasi. semakin besar evaporasi (temperatur
tinggi) maka semakin besar salinitas dan kaitannya sama bujur kayaknya letak laut itu deh
bujur yg gimananya soalnya kan bakalan tergantung sama sinar matahari yg didapat
Analisa nomer 5
Temperatur tinggi = salinitas tinggi semakin dalam kedalaman maka temperatur semakin
rendah