Anda di halaman 1dari 27

GANGGUAN KEPRIBADIAN

Pembimbing :
dr. Hening Madonna, Sp.KJ
Oleh :
Almira Rosalie
(1102010015)
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Rumah Sakit Tk.I Bhayangkara Raden Said Sukanto
Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi

PENDAHULUAN
Kepribadian
Totalitas dari ciri perilaku dan emosi yang merupakan karakter
atau ciri seseorang dalam kehidupan sehari-hari, dalam
kondisi yang biasa. Sifatnya stabil dan dapat diramalkan.

Karakter
Adalah ciri kepribadian yang dibentuk oleh proses
perkembangan dan pengalaman hidup.

Gangguan kepribadian
Ciri kepribadian yang bersifat tidak fleksibel dan maladaptif
yang menyebabkan disfungsi yang bermakna dan penderitaan
subjektif.

DSM-IV menetapkan kriteria umum diagnostik


untuk gangguan kepribadian yang meliputi:
a.

b.
c.
d.
e.
f.

Pola pengalaman batin dan perilaku yang menyimpang dari


budaya yang diharapkan. Pola ini dapat bermanifestasi dalam dua
atau lebih area berikut: kesadaran, afek, pengendalian impuls, dan
hubungan dengan orang lain.
Pola yang tidak fleksibel dan berakar mendalam (menyerap).
Pola yang mengarah pada penderitaan yang signifikan.
Pola yang stabil dan dapat ditelusuri kembali ke masa remaja dan
awal masa dewasa.
Pola ini bukan merupakan manifestasi dari gangguan mental lain.
Pola ini tidak memiliki efek fisiologis langsung dari penggunaan zat
(contoh penyalahgunaan zat, medikasi) atau kondisi medis umum
(contoh cidera kepala).

DSM

DSM membagi gangguan kepribadian menjadi 3


kelompok:

Kelompok A : orang yang dianggap aneh atau eksentrik.


Kelompok ini mencakup gangguan kepribadian paranoid,
skizoid, dan skizotipal.
Kelompok B: orang dengan perilaku yang terlalu dramatis,
emosional, dan eratik (tidak menentu). Kelompok ini terdiri
dari gangguan kepribadian antisosial, ambang (borderline),
histrionik, dan narsistik.
Kelompok C: orang yang sering kali tampak cemas atau
ketakutan. Kelompok ini mencakup gangguan kepribadian
menghindar, dependen, dan obsesif-kompulsif.

ETIOLOGI
Faktor Genetik
Penelitian gangguan psikiatrik pada 15.000 pasangan kembar di Amerika
Serikat monozigotik > dizigotik
Faktor Biologi
HormonOrang yang menunjukkan sifat impulsif : peningkatan kadar
testosterone, 17-estradiol dan estrone
Monoamine Oksidase trombosit Tingkat monoamine oksidase
trombosit yang rendah telah dicatat pada beberapa pasien dengan
gangguan skizotipal
Gerakan mata pursuit halusadalah saccadic (yaitu, gelisah) pada
orang yang introvert, yang memiliki rasa rendah diri dan cenderung untuk
menarik diri

NeurotransmiterTingkat endorfin endogen yang tinggi mungkin


berhubungan dengan orang-orang yang phlegmatis. Kadar asam 5hydroxyindoleacetic (5-HIAA) rendah pada orang yang mencoba bunuh
diri dan pada pasien yang impulsif dan agresif.
ElektrofisiologiPada orang dengan gangguan kepribadian antisosial
dan ambang sering ada gelombang lambat dalam EEG.

Faktor Psikoanalitik
Sigmund Freud menyatakan bahwa sifat kepribadian berhubungan dengan
fiksasi pada salah satu stadium perkembangan psikoseksual. Fiksasi
pada stadium anal, yaitu anak yang berlebihan atau kurang pada
pemuasan anal dapat menimbulkan sifat keras kepala, kikir dan sangat
teliti

Gangguan Kepribadian Paranoid


Definisi: kecurigaan dan ketidakpercayaan pada orang lain bahwa orang lain berniat buruk
kepadanya, bersifat pervasif, awitan dewasa muda, nyata dalam perlabagai konteks.
Epidemiologi
Prevalensi
gangguan
kepribadian
paranoid adalah
0,5 sampai 2,5%.

Gejala Klinis
Perasaan curiga yang berlebihan
Melemparkan tanggung jawab pada orang lain
Bersikap bermusuhan, mudah tersinggung dan marah
termasuk pasangan yang cemburu secara patologis.
Sering bertanya tanpa pertimbangan, tentang loyalitas
dan kejujuran teman atau teman kerjanya atau cemburu
dengan bertanya-tanya tanpa pertimbangan tentang
kesetiaan pasangan atau mitra seksualnya.

Psikoterapi
Tidak bekerja
baik dalam
psikoterapi
kelompok. Ahli
terapi harus
berhadapan
langsung dalam
menghadapi
pasien

Farmakoterapi
Obat
antiansietas dan
anti psikotik
dalam dosis kecil
dan dalam
periode singkat
untuk menangani
agitasi parah
atau pikiran yang
sangat
delusional.

Gangguan Kepribadian Skizoid


Definisi: Pola perilaku berupa pelepasan
diri dari hubungan sosial disertai
disertai
kemampuan ekspresi emosi yang terbatas
dalam hubungan interpersonal.

Terapi

Epidemiologi
Prevalensi Gangguan mungkin
mengenai 7,5% populasi umum

Psikoterapi
Mirip dengan terapi pasien gangguan
kepribadian paranoid.

Gejala klinis
Memberi kesan dingin dan mengucilkan diri
Tampak menjauhkan diri dan tidak ingin
terlibat dengan peristiwa sehari-hari dan
permasalahan orang lain.
Tampak tenang, jauh, menutup diri dan tidak
dapat bersosialisasi.

Farmakoterapi
Antipsikotik
dosis
kecil,
antidepresan dan psikostimulan
telah efektif pada beberapa
pasien.

Gangguan Kepribadian Skizotipal

Definisi: pola defisit dalam hubungan


sosial dan interpersonal; merasa tidak
nyaman dan kurang mampu untuk
membina hubungan akrab, disertai
distorsi kognitif atau persepsi dan
perilaku yang eksentrik.

Terapi
Psikoterapi : Bina kepercayaan. Terapis
tidak
boleh
mencemooh
dan
menghakimi kepercayaan atau aktivitas
pasien.
Farmakoterapi : Anti-psikotik dan Antidepresan

Gejala klinis
1. Pikiran dan komunikasi terganggu.
2. Tidak mengetahui perasaan mereka
sendiri dan sangat peka dalam
mendeteksi perasaan orang lain,
khususnya afek negatif seperti
kemarahan.
3. Percaya bahwa mereka memiliki
kekuatan pikiran dan tilikan yang
khusus.
4. Walaupun tidak ada gangguan
berpikir yang jelas, pembicaraan
mereka mungkin sering memerlukan
interpretasi.
5. Pembicaraan aneh atau janggal dan
hanya memiliki arti bagi diri mereka
sendiri.
6. Menunjukkan hubungan interpersonal
yang buruk dan mungkin berkelakuan
secara tidak sesuai

Gangguan Kepribadian Anti Sosial


Definisi : pola perilaku pengabaian dan perlanggaran pelbagai hak orang lain,
bersifat pervasif, berawal sejak usia dewasa muda dan nyata dalam pelbagai
konteks.
Epidemiologi
Prevalensi : 3 % laki-laki & 1 % wanita. Onset gangguan 15 tahun
Gejala klinis
- Ditandai oleh tindakan antisosial atau kriminal
- Seringkali menunjukkan kesan luar yang normal dan bahkan hangat dan
mengambil muka
- Perilaku nakal, lari diri dari rumah, sering berbohong, mencuri, membakar, atau
merusak dengan cara lain. Pola ini akan berlanjut hingga dewasa yang ditandai
dengan tidak memiliki tanggung jawab, bekerja tidak konsisten, melawan
hukum, agresif, gegabah, impulsif,dan gagal dalam merencanakan sesuatu.
- Tidak ada rasa penyesalan terhadap perbuatannya dan tampak tidak ada hati
nurani.

Terapi
- Psikoterapi
Kelompok self help akan berguna dibandingkan mereka
yang masuk penjara untuk berubah.
- Farmakoterapi

Digunakan untuk menghadapi gejala yang diperkirakan


akan timbul seperti kecemasan, penyerangan, dan
depresi

Gangguan Emosional Tidak Stabil

Definisi : bertindak impulsif tanpa mempetimbangkan


dampaknya, afek atau emosi tidak stabil atau kurang
pengendalian diri, dapat menjurus kepada ledakan
kemarahan atau perilaku kekerasan.

Tipe Impulsif
Ciri khas yang predominan
adalah ketidakstabilan
emosional dan kekurangan
pengendalian impuls
(dorongan hati).

Tipe ambang (borderline)


Ciri khas: ketidak stabilan
emosi, citra diri, tujuan
hidup, serta preferensi
internalnya (seringkali juga
orientasi seksualnya) sering
tidak jelas atau terganggu.

Terapi
Psikoterapi :

Hasil lebih baik bila digabung dengan farmakoterapi


Terapi perilaku untuk mengendalikan impuls dan ledakan
kemarahan dan untuk menurunkan kepekaan terhadap kritik dan
penolakan
Social skills training pemutaran rekaman video, membantu
pasien untuk melihat bagaimana tindakan mereka mempengaruhi
reaksi orang lain
Farmakoterapi :

Antidepresan (SSRI) memperbaiki mood yang terdepresi


Antipsikotik mengendalikan kemarahan, permusuhan, dan
episode psikotik singkat
Antikonvulsan seperti karbamazepin, padat meningkatkan fungsi
global pada beberapa pasien.

Gangguan Kepribadian Histrionik


Definisi: pola perilaku berupa
emosionalitas
berlebih
dan
menarik
perhatian,
bersifat
pervasif, berawal sejak usia
dewasa muda, dan nyata dalam
pelbagai konteks.
Gejala klinis
Ditandai oleh perilaku yang
bermacam-macam,
dramatik, ekstovert pada
orang yang meluap-luap
dan emosional
Menunjukkan
perilaku
mencari perhatian yang
tinggi
Memperbesar pikiran dan
perasaan mereka

Epidemiologi
prevalensi : kira-kira 23%. Wanita > Laki-laki.

Psikoterapi :
Psikoterapi berorientasi
psikoanalisis, baik
dalam kelompok atau
individual, adalah terapi
yang terpilih untuk
gangguan kepribadian
histrionik.

Farmakoterapi:
antidepresan (depresi
dan keluhan somatik),
obat antiansietas
(kecermasan), dan
antipsikotik (derealisasi
dan ilusi)

Gangguan Kepribadian Narsistik


Definisi

Terdapatnya pola rasa kebesaran diri (dalam fantasi atau perilaku),


kebutuhan untuk dikagumi atau disanjung, kurang mampu berempati.

Menurut DSM IV, perkiraan prevalensi: 2 - 16 % dalam populasi umum.


Epidemiologi

Meningkatnya rasa kepentingan dan perasaan kebesaran yang unik


Tidak mampu menunjukkan empati, dan berpura-pura simpati hanya untuk
mencapai kepentingan mereka sendiri.
Gejala Klinis
Memiliki harga diri yang rapuh dan rentan terhadap depresi.

Terapi
Psikoterapi : Pendekatan psikoanalitik (Kernberg dan
Heinz Kohut) dan terapi kelompok
Farmakoterapi

: Lithium (Eskalith) untuk perubahan


suasana hati. Pasien gangguan kepribadian narsistik
rentan terhadap depresi antidepresan.

Gangguan Kepribadian Menghindar

Epidemiologi
Prevalensi adalah 1 -10 %

Gejala klinis
Hipersensitivitas terhadap penolakan oleh
orang lain.
Saat berbicara dengan seseorang, mereka
mengekspresikan ketidakpastian dan tidak
memiliki kepercayaan diri

Definisi : adanya pola perasaan tidak nyaman


serta keengganan untuk bergaul secara
sosial, rasa rendah diri, hipersensitif terhadap
evaluasi negatif
Psikoterapi : Terapi kelompok dapat
membantu pasien memahami
bagaimana kepekaan mereka terhadap
penolakan mempengaruhi mereka dan
lain-lain

Farmakoterapi :
Untuk mengelola kecemasan dan depresi.
Beta-adrenergik reseptor antagonis untuk
hiperaktivitas sistem saraf otonomik.
Agen serotonergik dapat membantu
sensitivitas penolakan.

Gangguan Kepribadian Dependen


Definisi : suatu pola perilaku berupa kebutuhan berlebih agar dirinya dipelihara, yang
menyebabkan seorang individu berperilaku submisif, bergantung kepada orang lain, dan
ketakutan akan perpisahan dengan orang tempat ia bergantung.

Epidemiologi
wanita > laki-laki.
Anak-anak > dewasa

Gejala klinis
Menempatkan kebutuhan mereka sendiri dibawah kebutuhan orang lain
Meminta orang lain untuk mengambil tanggung jawab untuk masalah besar dalam kehidupan
mereka
Tidak memiliki kepercayaan diri
Mengalami rasa tidak nyaman yang kuat jika sedang sendirian lebih dari suatu periode yang
singkat
Ditandai oleh ketergantungan yang pervasif dan perilaku patuh
Keraguan diri, pasivitas, dan ketakutan untuk mengekspresikan perasaan seksual dan agresif

Terapi
Psikoterapi : Terapi berdasarkan tilikan memungkinkan
pasien untuk memahami perilaku mereka, dapat juga
diberi terapi perilaku, pelatihan ketegasan, terapi
keluarga, dan terapi kelompok
Farmakoterapi : Anti cemas dan anti depresan

Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif


Definisi: pola perilaku berupa preokupasi dengan keteraturan, peraturan,
perfeksionisme, kontrol mental dan hubungan interpersonal, dengan
mengenyampingkan: fleksibilitas, keterbukaan, efisiensi, bersifat
pervasif, awitan sejak dewasa muda nyata dalam pelbagai konteks.
Epidemiologi
Prevalensi : Tidak diketahui.
Pria > wanita
Gejala klinis
Memiliki keasikan dengan aturan, peraturan, ketertiban, kebersihan,
perincian dan pencapaian kesempurnaan. Keterampilan interpersonal
pasien terbatas.
Ditandai oleh penyempitan emosional, ketertiban, kekerasan hati, sikap
keras kepala dan kebimbangan

Terapi
Psikoterapi : Terapi kelompok dan terapi perilaku
biasanya memberikan manfaat tertentu.
Farmakoterapi :

Clonazepam (klonopin) menurunkan gejala pada pasien


dengan gangguan kepribadian obsesif-kompulsif parah
Clomipramine (anafranil) dan obat serotonergik tertentu
seperti fluoxetine mungkin berguna jika tanda dan gejala
obsesif-kompulsif muncul.

Gangguan Kepribadian Yang Tidak Ditentukan


Kategori :
Untuk gangguan-gangguan fungsi kepribadian yang tidak
memenuhi kriteria untuk gangguan kepribadian spesifik
Adanya fitur lebih dari satu gangguan kepribadian tertentu
(mixed personality). Tetapi bersama-sama menyebabkan
distress klinis signifikan

Gangguan Kepribadian Pasif - Agresif

Sebuah pola pervasif sikap negatif dan perlawanan pasif terhadap


tuntutan untuk kinerja yang memadai, dimulai dengan awal masa
dewasa dan hadir dalam berbagai konteks, seperti yang
ditunjukkan oleh empat (atau lebih) sebagai berikut:
pasif menolak memenuhi tugas sosial dan pekerjaan rutin
mengeluh salah mengerti dan tidak dihargai oleh orang lain
cemberut dan argumentatif
masuk akal dan scorns mengkritik otoritas
mengungkapkan kecemburuan dan kebencian terhadap orang-

orang tampaknya lebih beruntung


suara berlebihan dan terus-menerus keluhan kemalangan pribadi
bergantian antara pembangkangan bermusuhan dan penyesalan

Gangguan Kepribadian Depresif


Sebuah pola pervasif kognisi dan perilaku depresif pada awal masa
dewasa dan hadir dalam berbagai konteks, seperti yang
ditunjukkan oleh lima (atau lebih) sebagai berikut:
suasana hati yang biasa didominasi oleh kepatahan, kelam kabut,

murung, ketidakbahagiaan
konsep diri pusat sekitar keyakinan tidak mampu, tidak berharga,
dan rendah diri
sangat penting, menyalahkan, dan menghina terhadap diri sendiri
yang merenung dan diberikan kepada khawatir
negatif, kritis, dan menghakimi terhadap orang lain
pesimis
rentan terhadap perasaan bersalah atau menyesal

Gangguan Kepribadian Sadomasokis


Sadisme ;Marquis de Sade: keinginan untuk menyebabkan
rasa sakit pada orang lain baik secara penyiksaan
seksual atau fisik atau penyiksaan psikologi pada
umumnya
Masokisme ;Leopold von Sacher-Masoch, : pencapaian
pemuasan seksual dengan menyiksa diri sendiri
Terapi
Psikoterapi: terapi psikoanalisis efektif pada beberapa
kasus.

Gangguan Kepribadian Sadistik


Orang dengan kepribadian sadistik menunjukkan pola

kekejaman yang perpasif, merendahkan dan prilaku


agresif, yang dimulai sejak masa anak-anak awal dan
diarahkan kepada orang lain.
Terpesona oleh kekerasan, senjata, cedera, atau
penyiksaan.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai