Anda di halaman 1dari 39

Berapakah Jumlah Kotak

Persegi?

KONSEP DASAR KEPERAWATAN


JIWA
Pertemuan I

MASALAH KESEHATAN JIWA DI


SEKITAR KITA

Stress
Agresif anarkis
Depresi
Paranoid
Bunuh diri
NAPZA

PENGERTIAN KESEHATAN
Menurut WHO :
Keadaan sejahtera secara tubuh, jiwa, &
sosial dan tidak hanya sekedar keadaan bebas
dari cacat & kelemahan (UU No 23 th 1992)

Menurut UU no.3 th 1996 ttg Kesehatan Jiwa


KESEHATAN JIWA adl suatu kondisi yg
memungkinkan perkembanganfisik, intelektual, &
emosional yg optimal dr seseorang & perkembangan
itu berjalan selaras dgn keadaan orang lain
GANGGUAN JIWA adl keadaan adanya gangguan pd
fungsi kejiwaan, yaitu proses pikir, emosi, kemampuan
& perilaku psikomotorik, termasuk bicara
Dlm PPDGJ III gangguan jiwa :
adanya kelompok gejala atau perilaku yg ditemukan
scr klinis, yg disertai adanya penderitaan pd
kebanyakan kasus dgn terganggunya fungsi seseorang

KRITERIA SEHAT JIWA


Kriteria sehat Jiwa menurut Maria :
1. Berpikiran positif pada diri sendiri, percaya, &
menerima diri
2. Tumbuh, berkembang & beraktualisasi
3. Memiliki integrasi, mampu bertahan terhadap stres
& mengatasi kecemasan
4. Memiliki otonomi, dapat menemukan diri sendiri,
seimbang antara mandiri & tergantung. Dapat
mengambil keputusan secara mandiri
5. Persepsi realistis.
6. Menguasai lingkungan

Sakit Jiwa?
Merupakan gangguan pada otak
Gangguan pada otak dicerminkan dalam
gangguan pikiran, perasaan dan perilaku
Perilaku memberontak, kreatif,
berkeyakinan atau berkepercayaan yang
ekstrim; tidak sesuai norma budaya dan
agama yang dianut masyarakat umum
9

PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA DI


INDONESIA
Th 1882

dibuka RSJ pertama di Indonesia yaitu di Bogor

Sampai sekarang telah berdiri kurang lebih 34 RSJ di Indonesia.


Pd awal praktek keperawatan jiwa dilakukan dgn cara costudial
care, lalu berkembang terapi kejang listrik, dll
Dengan berkembangnya ilmu, perawatan dengan costudial care
berubah. Pasien mulai dilatih bekerja sesuai kemampuan,
walaupun ruangan masih dikunci & pasien tdk boleh keluar
ruangan.

PENGERTIAN KEPERAWATAN JIWA


Keperawatan jiwa proses interpersonal dengan
usaha untuk meningkatkan dan mempertahankan
perilaku sehingga klien dapat berfungsi utuh sebagai
manusia.
Area khusus dalam bidang keperawatan yang
menggunakan teori ilmiah tentang perilaku dan diri
sendiri secara terapeutik sesuai dengan asuhan
keperawatan
Memperhatikan dalm meningkatkan kesehatan mental
optimal masyarakat dan individu yg hidup didalamnya

TUJUAN KEPERAWATAN JIWA


Menolong klien agar dpt kembali ke masyarakat
sbg individu yg mandiri & berguna
Pencegahan mrpk tujuan utama yg terdiri dr 3
tingkat pencegahan, yaitu : primer, sekunder dan
tersier
Perawatan umum titik berat pd fisik, tp tdk
mengabaikan psikososial/mentalnya
Perawatan kesehatan mental titik berat pd
mental/psikiatri, tdk mengabaikan masalah fisik

Rentang Sehat jiwa


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dinamis bukan titik statis


Rentang dimulai dr sehat optimal Mati
Ada pentahapan
Adanya variasi tiap individu
Menggambarkan kemampuan adaptasi
Berfungsi secara efektif: sehat
Sehat Optmial

Sakit kronis - Mati

DASAR-DASAR KESEHATAN JIWA


1.
2.
3.
4.
5.

Kesehatan jiwa tdk dpt dipisahkan dr masalah


kepribadian manusia
Kesehatan jiwa ditentukan oleh faktor intrinsik
(organo-biologik, keturunan) & ekstrinsik (keluarga,
masyarakat, & lingkungan)
Kesehatan jiwa tdk terjadi dgn sendirinya, perlu
usaha/waktu utk mengembangkan & membinanya
Dasar-dasar pembinaan jiwa yg sehat diletakkan di
lingkungan keluarga
Komunikasi yg sehat, suasana keluarga yg harmonis
& bahagia mrpk syarat berkembangnya jiwa anak yg
sehat

6.
7.

Keluarga yg sehat jiwa berawal dr orang tua atau


perkawinan yg sehat jiwa pula
Orang tua perlu memahami dasr-dasar kesehatan
jiwa & berusaha mencapai kondisi jiwa yg sehat

Mengapa diperlukan yg sehat jiwa ?


karena keluarga adl lembaga terkecil dlm
masyarakat, dimana tdpt interaksi/hubungan
psikososial antar individu scr khusus & bermakna
Keluarga yg sehat jiwa menentukan
masyarakat yg sejahtera jiwa

FALSAFAH KEPERAWATAN JIWA

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Individu memiliki harkat & martabat sehingga


masing-masing individu perlu dihargai
Tujuan individu meliputi tumbuh, sehat, otonomi, &
aktualisasi diri
Masing-masing individu berpotensi untuk berubah
Manusia adalah mahluk holistik yang berinteraksi &
bereaksi dengan lingkungan sebagai manusia yang
utuh
Masing-masing orang memiliki kebutuhan dasar
yang sama
Semua perilaku individu bermakna
Perilaku individu meliputi persepsi, pikiran,
perasaan, & tindakan

FALSAFAH .
8. Individu memiliki kapasitas koping yang
bervariasi, dipengaruhi oleh kondisi genetik,
lingkungan, kondisi stres dan sumber yang
tersedia
9. Sakit dapat menumbuhkan & mengembangkan
psikologis bagi individu
10. Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan yang sama
11. Kesehatan mental adalah komponen kritikal &
penting dari pelayanan kesehatan yang
komprehensif

FALSAFAH .

12. Individu mempunyai hak untuk


beraprtisipasi dalam pembuatan keputusan
untuk kesehatan fisik & mentalnya
13. Tujuan keperawatan adalah meningkatkan
kesejahteraan, memaksimalkan fungsi
( meminimalkan kecacatan/ketidakmampuan)
& meningkatkan aktualisasi diri
14. Hubungan interpersonal dapat
menghasilkan perubahan & pertumbuhan
pada individu

RENTANG ASUHAN
Tatanan tradisional dr keperawatan jiwa mencakup
fasilitas psikiatri, pusat kesehatan mental
masyarakat, unit psikiatri di RSU, fasilitas tempat
tinggal dan praktek pribadi.
Dgn diprakarsainya bentuk baru pelayanan
kesehatan, timbul suatu tatanan penanganan
alternatif.
Meliputi : pelayanan dirumah, pelayanan rawat inap,

pusat-pusat penitipan, panti asuhan atau rumah


kelompok, asosiasi perawat kunjungan, unit kedaruratan,
klinik pelayanan utama, sekolah, penjara, industri, fasilitas
pengelolaan perawatan, organisasi pemeliharaan
kesehatan

PUSAT KESEHATAN MENTAL


MASYARAKAT YG IDEAL (mnrt Presiden
John F. Kennedy)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Rawat inap
Patient hospitalization
Pengobatan
Emergency
Konsultasi dan edukasi utk komunitas
Diagnostic service apa perlu dirawat atau tidak
Rehabilitasi service dan konseling
Screening follow up
Training utk semua personil kesehatan mental
Research dan evaluasi

Setiap orang pasti akan mengalami stres dan sering kali


individu tdk dpt mengatasinya sendiri minta
bantuan pd pusat kesehatan mental seperti di atas

FUNGSI PERAWAT KESEHATAN


JIWA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Memberikan lingkungan terapeutik


Bekerja utk mengatasi masalah klien here and now
Sebagai model peran
Memperhatikan aspek fisik dari masalah kesehatan
klien
Memberikan pendidikan kesehatan
Sebagai perantara sosial
Kolaborasi dgn tim lain
Memimpin dan membantu tenaga perawatan
Menggunakan sumber di masyarakat sehubungan
dgn kesehatan mental

AKTIVITAS PERAWAT JIWA


Perawat jiwa melakukan aktivitas pada 3
area utama :
1. Aktivitas memberikan askep langsung pada
klien
2. Aktivitas komunikasi
3. Aktivitas dalam pengelolaan (manajemen
keperawatan)

PERAN PERAWAT JIWA


Perawat jiwa memiliki peran dalam tingkat
pelayanan kesehatan jiwa yaitu:
1. Peran dalam prevensi primer
2. Peran dalam prevensi sekunder
3. Peran dalam prevensi tersier

1. PERAN DALAM PREVENSI PRIMER


Memberikan penyuluhan tentang prinsip-prinsip
sehat jiwa
Mengefektifkan perubahan dalam kondisi kehidupan,
tingkat kemiskinan, & pendidikan
Memberikan pendidikan kesehatan
Melakukan rujukan yang sesuai dengan sebelum
gangguan jiwa terjadi

1. PERAN DALAM PREVENSI PRIMER


Membantu klien di RSU untuk menghindari
masalah psikiatri dimasa mendatang
Bersama-sama keluarga memberi dukungan
pada anggota keluarga & meningkatkan
fungsi kelompok
Aktif dalam kegiatan masyarakat & politik
yang berkaitan dengan kesehatan jiwa

2. PERAN DALAM PREVENSI SEKUNDER


Melakukan skrining & pelayanan evaluasi kesehatan jiwa
Melaksanakan kunjungan rumah atau pelayanan
penanganan dirumah
Memberikan pelayanan kedaruratan psikiatri di RSU
Menciptakan lingkungan yang terapeutik
Melakukan supervisi klien yang mendapatkan pengobatan
Memberikan pelayanan pencegahan bunuh diri

.. sekunder
Memberikan konsultasi
Melaksanakan intervensi krisis
Memberikan psikoterapi individu, keluarga,
dan kelompok pada berbagai tingkat usia
Memberikan intervensi pada komunitas &
organisasi yang telah teridentifikasi masalah
yang dialaminya

3. PERAN DALAM PREVENSI TERSIER


Melaksanakan latihan vokasional &
rehabilitasi
Mengorganisasi after care untuk klien yang
telah pulang dari fasilitas kesehatan jiwa
untuk memudahkan transisi dari rumah sakit
ke komunitas
Memberikan pilihan partial hospitalization
(perawatan rawat siang) pada klien

KIPRAH PERAWAT
JIWA
PELAYANAN
PENDIDIKAN
PENELITIAN
ORGANISASI

KIPRAH BIDANG
PELAYANAN :
RSU & MASY.

Levels of Care & Intervention

low

high

1
Mental hospital

Frequency
of need

Costs
2
3

5
6

Psychiatric service at
general hospital/clinics

Community mental health services


(outpatient/outreach)
Mental health care
through primary health care services
Informal and formal community care/support
outside the health sector
Self and family care

high
Quantity of services needed

low

(Maramis A, 2005; adapted from van Ommeren, 2005)

PELAYANAN DI RUMAH SAKIT


JIWA
MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN
PROFESIONAL DI RUANG PSIKIATRI
MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN
PROFESIONAL DI RUANG NAPZA
MODELPRAKTEK KEPERAWATN
PROFESIONAL DI RUANG INTENSIVE
PSIKIATRI

PELAYANAN DI RSU
UNIT INTENSIF
PERAWATAN JIWA
PELAYANAN PSIKOSOSIAL
PASIEN GANGGUAN FISIK

KOLABORASI

Perawat jiwa berkolaborasi dgn pasien,


keluarga, tim kesehatan lainnya
Kolaborasi mrpk perencanaan,
pengambilan keputusan, penyelesaian
masalah, penetapan tujuan, dan kewajiban
individu yg bekerjasama dalam komunikasi
terbuka

3 KUNCI KOLABORASI
1. Kontribusi aktif dan asertif dr masingmasing individu
2. Menghargai dan menerima kontribusi
orang lain
3. Negosiasi yang dibangun dari tiap
anggota untuk membentuk suatu
pemahaman baru terhadap masalah

Perawat bisa menjadi anggota dari 3 tipe


kelompok :
1.Unidisiplin : semua anggota tim dlm disiplin
ilmu yg sama
2.Multidisiplin : anggota dari berbagai disiplin
ilmu
3.Interdisiplin : anggota dari berbagai disiplin
ilmu yg terlibat dalam pengaturan khusus utk
pelayanan thd pasien dan juga utk
memaksimalkan pertukaran ilmu. Misalnya
pada tatanan pelayanan kesehatan

MENTAL HEALTH PERSONNEL

PERAWAT JIWA
PSIKIATER
PEKERJA SOSIAL
PSIKOLOG
TERAPIS AKTIVITAS
CASE WORKER
KONSELOR PENYALAHGUNAAN ZAT

KOLABORASI PERAWAT
JIWA

Anda mungkin juga menyukai