Anda di halaman 1dari 57

Sirkulasi Air Laut

Bachtiar Wahyu Mutaqin, S.Kel., M.Sc.

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

ARUS

Arus laut (sea current) adalah gerakan


massa air laut dari satu tempat ke tempat
lain baik secara vertikal (gerak ke atas)
maupun secara horizontal (gerakan ke
samping).
Arus merupakan pencerminan langsung
dari pola angin yang tertiup pada waktu
tertentu.
Arus laut permukaan digerakkan oleh
angin dan air lapisan bawah ikut terbawa

Penyebab

terjadinya

gerakan

massa

air

tersebut untuk di daerah laut permukaan


terutama

adalah

angin

(Wind-driven

Circulation).

Gerakan air juga dapat disebabkan oleh variasi


densitas di dalam lautan yang terjadi karena
perbedaan salinitas dan suhu air.
4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Gaya-gaya pembangkit arus bisa dibedakan


menjadi 2 yaitu
1. Gaya-gaya primer (menggerakkan arus dan
menentukan kecepatannya): wind stress,
ekspansi termal, serta perbedaan densitas
2. Gaya-gaya sekunder (mempengaruhi arah
gerakan dan kondisi aliran arus): gaya coriolis,
gravitasi, gesekan, morfologi pantai dan laut.

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Wind stress

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Massa udara dingin di kutub lebih padat daripada


udara hangat di khatulistiwa, maka, tekanan
udara lebih tinggi di kutub daripada di
khatulistiwa.
Dengan kata lain, gradien tekanan di permukaan
laut diarahkan dari kutub ke khatulistiwa, dan
gradien tekanan di bagian atas atmosfer
memiliki tanda berlawanan.

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Sirkulasi Atmosfir

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Dalam cairan dan gas, gradien tekanan


menghasilkan aliran dari daerah bertekanan
tinggi ke daerah bertekanan rendah.
Jika bumi tidak berputar, respon terhadap gradien
tekanan akan lebih sederhana.

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Sirkulasi atmosfir pada bumi yang tidak berotasi

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Perkembangan Teori Sirkulasi Arus

1898
Nansen
secara
kualitatif
menerangkan
mengapa
arus
yang
ditimbulkan angin tidak bergerak searah
dengan angin, tapi membentuk sudut 20
s/d 40 derajat ke arah kanan angin (BBU).
1902
Ekman
secara
kuantitatif
menunjukkan bahwa penyimpangan arus
terhadap arah angin disebabkan oleh
rotasi bumi.
1947 Sverdrup menunjukkan bahwa angin
merupakan
driving
agent
arus
permukaan di daerah ekuator.

1948 Stommel menerangkan intensifikasi


arus di bagian barat bumi.
1950 Munk menghasilkan rumusan analitik
yang dapat menerangkan secara kuantitatif
sirkulasi arus laut yang ditimbulkan oleh
angin.
Tahun-tahun belakangan ini berbagai model
numerik
telah
dikembangkan
untuk
mensimulasikan sirkulasi arus laut.

Pernyataan Kualitatif Nansen

Arus permukaan tidak bergerak searah


dengan angin yang membangkitkannya.
Misal: sebongkah es yang terapung di
atas air dan angin berhembus di atasnya.

Gaya Coriolis

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Gaya Coriolis

Rotasi bumi membuat sirkulasi air


laut menjadi tidak sederhana.
Pergerakan objek di atas bumi tidak
hanya dipengaruhi oleh rotasi bumi,
tapi juga bentuk bumi itu sendiri.
Kecepatan rotasi bumi tergantung
pada lintang / koordinat

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Gaya Coriolis

Rotasi bumi mengakibatkan defleksi


material yang bergerak di atas
permukaan bumi
Perpindahan material cenderung
mempunyai arah berupa garis
lengkung dibandingkan garis lurus.
Fenomena ini disebut dengan
Coriolis Effect.
Berdasarkan point of view dari
pengamat/peneliti, pembelokan itu
seolah-olah akan mengarah ke kanan
di belahan bumi utara (Northern
Hemisphere) dan mengarah ke kiri di
belahan bumi selatan (Southern
Hemisphere).

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Pemanasan yang berbeda pada permukaan bumi dan pengaruh defleksi Gaya
Coriolis mengakibatkan terbentuk sistem angin zonal (timur barat): diatur dalam sel
tiga sirkulasi

Pola Sirkulasi Atmosfer

Trade winds

Bergerak dari mid-latitude highpressure belt menuju ke


ekuator.
Westerlies

Bergerak dari mid-latitude highpressure belt menuju ke lintang


yang lebih tinggi
Polar Easterlies

Pola yang sama terdapat pada


wilayah dengan lintang tinggi

Pada lintang 60 derajat (belts of low atmospheric pressure), dimana udara


hangat meningkat, terjadi banyak hujan dan awan, serta lebih lembab.
Sebaliknya, pada lintang 30 derajat (high pressure region), mempunyai
karakteristik yang lebih kering dengan sedikit hujan.

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Diagram Sirkulasi Atmosfir

Circulation in
the atmosphere

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Gaya Coriolis mempunyai peranan penting dalam pola angin global:

mengarah ke kanan di belahan bumi utara (Northern Hemisphere) dan


mengarah ke kiri di belahan bumi selatan (Southern Hemisphere)

Keberadaan daratan menghasilkan angin permukaan yang cenderung


membentuk sel lingkaran atau elips di lautan sirkulasi arus dalam skala
besar (gyre), dan juga mempengaruhi variasi iklim.

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Lima gyre utama: Atlantik Utara dan Selatan, Samudera Hindia,


Pasifik Utara dan Selatan

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Pemusatan aliran (western intensification).


Arus
ke utara lebih cepat dan lebih
terkonsentarsi pada zona yang sempit
Penyebab:
i. pengaruh Gaya Coriolis yang semakin
kuat ke lintang tinggi
ii. variasi arah dan kekuatan angin (trade dan
westerlies)
iii. friksi antara arus laut dengan batas
(boundary) basin lautan

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Arus
dingin
(Oyashio)
bergerak
bertabrakan
dengan Arus Kuroshio
(arus
panas)
yang
bergerak dari pantai timur
Jepang.
Kedua arus ini saling
membentuk Arus Pasifik
Utara. Arus ini dimulai
dari Samudera Arktik dan
bergerak ke arah selatan
melewati Laut Bering.

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Teori Ekman

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Arus Ekman
Merupakan arus hipotetik yang dibangkitkan
oleh angin, dengan beberapa dasar
asumsi sebagai pembangun.
Asumsi-asumsi tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Kedalaman laut tidak berhingga
2. Angin bertiup secara uniform
(kecepatan dan arahnya konstan)

Asumsi-asumsi tersebut antara lain adalah


sebagai berikut:
1. Kedalaman laut tidak berhingga
2. Angin bertiup secara uniform (kecepatan
dan arahnya konstan)
3. Laut tidak mempunyai batas lateral
(lebarnya tak berhingga)
4. Laut adalah homogen (densitasnya
konstan)
5. Permukaan laut tetap datar jadi tekanan
setiap kedalaman adalah konstan

Bagaimana Kekuatan Angin


menggerakan Lautan
permukaan

Keseimbangan
antara gesekan
angin dan rotasi
bumi (gaya
Coriolis)

Ked 100 meter

Mekanisme Terbentuknya Arus Ekman


Ekman meninjau laut (hipotetik) terdiri
dari lapisan-lapisan horisontal yang tidak
berhingga jumlahnya.
Lapisan paling atas mengalami gesekan
angin (wind stress). Gesekan di lapisan
paling atas akibat gesekan angin akan
menggerakkan lapisan yang dibawahnya
(lapisan kedua).

Lapisan kedua mengalami gesekan akibat


gerakan lapisan atasnya. Gerakan lapisan kedua
selanjutnya menggerakkan lapisan ketiga dan
begitu seterusnya.
Karena pengaruh viskositas air laut yang
semakin membesar, maka kecepatan arus
semakin kecil ke arah lapisan dalam.
Dalam gerakannya arus ini mengalami
pengaruh gaya coriolis yang membelokkan arus
ke arah kanan di BBU dan ke arah kiri di BBS.

Efek dari Spiral Ekman


Upwelling adalah istilah yang menyatakan proses penaikan
massa air dari bawah ke permukaan perairan laut (Nontji
1987) atau dengan kata lain proses mengalirnya arus
secara vertikal ke arah atas.
Angin yang mendorong lapisan air permukaan
mengakibatkan kekosongan di bagian atas, akibatnya air
yang berasal dari bawah menggantikan kekosongan yang
berada di atas.
Oleh karena air yang dari kedalaman lapisan belum
berhubungan dengan atmosfer, maka kandungan
oksigennya rendah dan suhunya lebih dingin dibandingkan

Efek dari Spiral Ekman

Upwelling

Efek dari Spiral Ekman

Downwelling

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Sirkulasi Thermohalin
Sirkulasi yang timbul akibat adanya perbedaan densitas air
laut antara daerah permukaan dan dalam serta antara
lintang tinggi dengan lintang rendah.

Mekanisme Terbentuknya
Mengikuti sistem keseimbangan gaya Archimedes: apabila
di suatu lokasi perairan densitas air laut bertambah
karena proses-proses fisis (pendinginan), dan di tempat
lain terjadi pengurangan densitas(karena pemanasan),
maka akan menimbulkan suatu sirkulasi.

Air yang turun di daerah kutub karena proses


pendinginan, diimbangi oleh air yang naik
secara perlahan di daerah lintang menengah
dan tropis karena proses pemanasan.
Air yang naik ke permukaan di daerah tropis
kemudian bergerak ke lintang tinggi untuk
membentuk suatu sirkulasi thermohalin.
Sirkulasi thermohalin secara global digambarkan
sebagai Great Ocean Conveyor Belt.

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Global thermohaline conveyor

A global pattern of thermohaline circulation


Key features: Gulf Stream, sinking in N.
Atlantic, general upwelling in N. Pacific
Time scale: about 1500 years for one loop

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Pasang Surut (Tide)

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

TIDE
Perubahan permukaan laut secara periodik yang
disebabkan oleh gaya tarik benda-benda angkasa terutama
matahari dan bulan terhadap massa air di bumi

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Menurut Dronkers (1964), ada tiga tipe pasut yang dapat


diketahui, yaitu:
1. Pasang surut diurnal.
Yaitu bila dalam sehari terjadi satu satu kali pasang dan
satu kali surut.
Biasanya terjadi di laut sekitar
katulistiwa.
2. Pasang surut semi diurnal.
Yaitu bila dalam sehari terjadi dua kali pasang dan dua
kali surut yang hampir sama tingginya.
3. Pasang surut campuran.
Yaitu gabungan dari tipe 1 dan tipe 2, bila bulan
melintasi khatulistiwa (deklinasi kecil), pasutnya bertipe
semi diurnal, dan jika deklinasi bulan mendekati
maksimum, terbentuk pasut diurnal.
4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Menurut Wyrtki (1961), pasang surut di Indonesia dibagi


menjadi 4 yaitu:
a.

Pasang surut harian tunggal (Diurnal Tide). Merupakan


pasut yang hanya terjadi satu kali pasang dan satu kali
surut dalam satu hari, ini terdapat di Selat Karimata.

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

b. Pasang surut harian ganda (Semi Diurnal Tide).


Merupakan pasut yang terjadi dua kali pasang dan dua
kali surut yang tingginya hampir sama dalam satu hari,
ini terdapat di Selat Malaka hingga Laut Andaman.

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

c.

Pasang surut campuran condong harian tunggal (Mixed


Tide, Prevailing Diurnal). Merupakan pasut yang tiap
harinya terjadi satu kali pasang dan satu kali surut tetapi
terkadang dengan dua kali pasang dan dua kali surut
yang sangat berbeda dalam tinggi dan waktu, ini
terdapat di Pantai Selatan Kalimantan dan Pantai Utara
Jawa Barat.

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

d. Pasang surut campuran condong harian ganda (Mixed


Tide, Prevailing Semi Diurnal). Merupakan pasut yang
terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari
tetapi terkadang terjadi satu kali pasang dan satu kali
surut dengan memiliki tinggi dan waktu yang berbeda, ini
terdapat di Pantai Selatan Jawa dan Indonesia Bagian
Timur

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

http://newsite.pasutlapan.com/

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

4/1/2013

Oseanografi - Sirkulasi Air Laut

Kondisi Rob di Jakarta


Foto kejadian
banjir rob di
lapangan.

muara sungai penuh sampah.


Koordinat 693815 mT dan
9324776 mU.

- pembangunan
fisik/pemukiman yang pesat di
lokasi penelitian. Koordinat
705475mT dan 9320521 mU

Dampak Banjir Rob Terhadap


Pemukiman
Durasi genangan antara 6-12 jam

Genangan banjir Rob

A Working Concept on Human and


Environment Security in Deltaic Urban District

Konsep untuk
daerah delta
dapat dilakukan
melalui adaptasi
institusi,
pemerintahan
dan masyarakat.
Contoh adaptasi
masyarakat

A Working Concept on Human and


Environment Security in Deltaic Urban District
Contoh adaptasi
masyarakat