Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI- NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL


PADA PROFESI PERAWAT PEMULA
DI RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG

OLEH:
FANDRI LEKIAWAN SAMUDRA
NDH: 39

PESERTA DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN II


ANGKATAN III

BALAI PELATIHAN KESEHATAN


D.I. YOGYAKARTA
TAHUN 2015
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI
NILAI- NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL
PADA PROFESI PERAWAT PEMULA
DI RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG

OLEH:
FANDRI LEKIAWAN SAMUDRA
NDH: 39
Peserta Diklat Prajabatan Golongan II
Angkatan III

MENYETUJUI,
LEMBAR PENGESAHAN
COACH

MENTOR

PENGUJI

LAPORAN AKTUALISASI
NILAI- NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL
dr. Budwiningtyastuti, M.KES
Susiati, SST
Anastasia Nuniek S., S.KM, M.Kes
PROFESI
PERAWAT
PEMULA
NIP. 195801111985022001 PADA
NIP.
19660812
198803 2002
NIP. 196003141985012002
DI RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG
Telah Diseminarkan di Bapelkes D.I. Yogyakarta
Pada tanggal : 11 Nopember 2015
Oleh:
2

FANDRI LEKIAWAN SAMUDRA


NDH : 39
Peserta Diklat Prajabatan Golongan II
Angkatan III

MENGESAHKAN,
COACH

MENTOR

dr. Budwiningtyastuti, M.KES


NIP. 195801111985022001

PENGUJI

Susiati, SST
Anastasia Nuniek S., S.KM, M.Kes
NIP. 19660812 198803 2002
NIP. 196003141985012002

KEPALA BAPELKES D.I. YOGYAKARTA

drg. Jaka Supriyadi, M.Si


NIP. 196107231988021001
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga tugas penyusunan Laporan
Aktualisasi Nilai- Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil Pada Profesi Perawat
Pelaksana Di RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat ini dapat terselesaikan tepat
pada waktunya.
Laporan Aktualisasi ini terwujud atas bimbingan, pengarahan dan
bantuan dari berbagai pihak, dan oleh karena itu pada kesempatan ini penulis
menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada:
1. Drg. Jaka Supriyadi, M.Si, selaku Kepala Bapelkes D.I. Yogyakarta yang
telah memberi masukan dan saran.
2. Susiati, SST selaku mentor yang telah memberikan bimbingan dan arahan.
3

3. dr. Budwiningtyastuti, M.Kes selaku coach yang telah memberikan


bimbingan dan arahan.
4. Narasumber dan penguji yang telah memberikan berbagai masukan dan saran
perbaikan bagi penulis.
5. Fasilitator dan seluruh Widya Iswara yang tiada henti memberikan motivasi
dan semangat.
6. Kedua orang tua, serta jodoh (yang tak kunjung datang) yang selalu
memberikan doa dan semangat.
Teman-teman Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan II
Angkatan III di Bapelkes D.I. Yogyakarta yang telah memberikan semangat dan
dukungan selama ini. Penulis menyadari bahwa laporan aktualisasi ini masih jauh
dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari berbagai
pihak sangat penulis harapkan.

Yogyakarta, Nopember 2015


Penulis,
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................

HALAMAN PERSETUJUAN.........................................................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN .........................................................................

iii

KATA PENGANTAR.......................................................................................

iv

DAFTAR ISI.....................................................................................................

DAFTAR TABEL.............................................................................................

vi

DAFTAR GAMBAR .......................................................................................

vii

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................

viii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................

A. Latar Belakang......................................................................................

B. Tujuan...................................................................................................

1. Tujuan Umum ..........................................................................

2. Tujuan Khusus .........................................................................


BAB II NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL.........

A. Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil...................................

B. Indikator-indikator nilai-nilai Dasar Profesi PNS...............................

14

BAB III ORGANSASI UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA....................

22

A. Struktur Organisasi ..............................................................................


B. Visi Misi Organisasi .............................................................................
C. Nilai Dasar Organisasi dan Budaya Kerja Organisasi..........................
D. Tugas Jabatan Peserta Diklat................................................................
1. Tugas Tambahan ............................................................................
BAB IV KEGIATAN AKTUALISASI ............................................................
A. Pelaksanaan Aktualisasi .......................................................................
B. Jadual Kegiatan ....................................................................................
BAB V PENUTUP ...........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................

23

LAMPIRAN LAMPIRAN ............................................................................


DAFTAR TABEL

Tabel 1. Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS ...............................6


Tabel 2. Teknik Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS .................................15
Tabel 3. Rencana Jadwal Kegiatan/Aktualisasi ....................................................20
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pegawai negeri sipil dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat
pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan

atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan


perundang-undangan (UU ASN pasal 1).
Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, ASN
berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat
kesatuan dan persatuan bangsa. Selain memiliki tugas, ASN juga berperan
sebagai perencana, pelaksana dan pengawas penyelenggaraan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan
pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih
dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. Agar dapat menjalankan tugas
dan peran tersebut, diperlukan suatu manajemen ASN.
Dengan banyaknya peran dari ASN tersebut maka diperlukannya
pegawai ASN yang berintegritas, profesional, dan bebas dari korupsi, kolusi,
dan nepotisme (KKN). Untuk menguatkan nilai-nilai dan pembangunan
karakter dalam ASN, maka dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun
2014 tentang ASN juga berisi tentang mengamanatkan Instansi Pemerintah
untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terintegrasi bagi
Calon Pegawai Negeri (CPNS) selama 1 (tahun) masa percobaan.
Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jabatan CASN ditetapkan bahwa salah
satu cara untuk menjadikan ASN yang profesional adalah dengan diklat
prajabatan.
Diklat Prajabatan pola baru terdiri dari dua tahap yaitu tahapan
internalisasi nilai-nilai dasar profesi ASN dan tahapan aktualisasi. Pada tahap
internalisasi, peserta menginternalisasi lima nilai-nilai dasar profesi ASN
yakni Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi

(ANEKA).

Sedangkan

pada

tahap

aktualisasi,

peserta

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ANEKA di tempat tugas/tempat magang


sehingga peserta merasakan manfaatnya secara langsung. Pola baru inilah
yang kemudian berperan dalam membentuk karakter ASN yang kuat, yaitu
ASN yang mampu bersikap dan bertindak profesional dalam melayani
masyarakat.

B. Tujuan
Adapun Tujuan Laporan aktualisasi ini adalah agar peserta mampu
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN (Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi atau ANEKA) ke dalam program
dan kegiatan pekerjaan di unit kerja.
1. Tujuan Umum
Menerapkan nilai-nilai dasar profesi PNS pada setiap kegiatan di
unit kerja.
2. Tujuan Khusus
a. Menerapkan nilai dasar akuntabilitas pada setiap kegiatan
yang telah direncanakan di unit kerja.
b. Menerapkan nilai dasar nasionalisme pada setiap kegiatan
yang telah direncanakan di unit kerja.
c. Menerapkan nilai dasar etika publik pada setiap kegiatan
yang telah direncanakan di unit kerja.
d. Menerapkan nilai dasar komitmen mutu pada setiap
kegiatan yang telah direncanakan di unit kerja.
e. Menerapkan nilai dasar anti korupsi pada setiap kegiatan
yang telah direncanakan di unit kerja.

BAB II
NILAI NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

A. Nilai Nilai Dasar Profesi PNS


1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau
instansi untuk mengemban tanggung jawab yang telah diamanahkan
kepadanya. PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil
keputusan yang tepat ketika terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat
dalam politik praktis, melayani warga secara adil, dan konsisten dalam
menjalankan tugas dan fungsinya (LAN, 2014).
2. Nasionalisme
Nasionalisme memiliki dua arti, yaitu arti luas dan sempit. Dalam
arti sempit, nasionalisme adalah suatu sikap yang meninggikan
bangsanya sendiri sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana
mestinya. Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme adalah pandangan
tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara dan sekaligus
menghormati bangsa lain (LAN, 2014).
3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi kritis yang mengarahkan bagaimana
nilai-nilai kejujuran, solidaritas, keadilan, kesetaraan, dan lain-lain
dipraktekkan

dalam

wujud

keprihatinan

dan

kepedulian

akan

kesejahteraan bersama untuk mewujudkan pelayanan yang memuaskan


(LAN, 2014).
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan kesanggupan yang sungguh-sungguh
dari seorang pegawai untuk melakukan tugasnya dengan efektif, efisien,
inovatif, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan (LAN, 2014).
5. Anti Korupsi
Anti korupsi adalah kesadaran untuk tidak melakukan perbuatan
buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian,

melanggar norma-norma agama, material, mental dan umum. Korupsi


sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa dikarenakan dampaknya
yang menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi,
keluarga, masyarakat dan kehidupan lebih luas. Tindak pidana korupsi
yang terdiri dari kerugian negara, suap menyuap, pemerasan, perbuatan
curang, penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam
pengadaan dan gratifikasi (LAN, 2014).
B. Indikator-indikator nilai-nilai Dasar Profesi PNS
1. Akuntabilitas
Indikator akuntabilitas antara lain:
a. Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel memiliki pimpinan yang dapat
memainkan

peranan

penting

dan

mengayomi.

Pimpinan

mempromosikan lingkungan yang akuntabel dengan memberikan


contoh, adanya komitmen tinggi terhadap pekerjaannya, terhindar
dari aspek yang menggagalkan kinerja.
b. Transparansi
Transparansi memiliki arti terbuka dan tidak ada yang ditutuptutupi. Organisasi yang transparan memiliki laporan yang jelas
secara berkala sehingga seluruh anggota organisasi dan masyarakat
dapat mengetahui kinerja organisasi tersebut.
c. Integritas
Integritas

menjadikan

adanya

suatu

kewajiban

untuk

menjunjung tinggi dan mematuhi segala hukum yang berlaku,


undang-undang, kontrak, dan kebijakan yang berlaku.
d. Tanggung jawab (responsibilitas)
Tanggung jawab institusi dan perseorangan memberikan
kewajiban bagi individu dan lembaga bahwa ada suatu konsekuensi
dari setiap tindakan yang telah dilakukan, karena adanya tuntutan
untuk bertanggung jawab atas keputusan yang telah dibuat.
e. Keadilan

Keadilan adalah landasan utama akuntabilitas. Keadilan harus


dipromosikan oleh pimpinan kepada lingkungan organisasinya agar
tercipta organisasi yang akuntabel.
f. Kepercayaan
Rasa keadilan membawa pada kepercayaan. Lingkungan yang
akuntabel tidak lahir dari hal yang tidak dipercaya.
g. Keseimbangan
Setiap individu yang ada di lingkungan kerjanya, harus dapat
menggunakan kewenangannya untuk meningkatkan kinerja. Dengan
demikian akan tercipta kerja sama organisasi yang baik.
h. Kejelasan
Agar individu dan kelompok dapat menjalankan tugasnya secara
akuntabel, mereka harus memiliki kejelasan akan tugas pokok dan
fungsi masing-masing serta memiliki gambaran yang jelas akan
tujuan dan hasil yang diharapkan.
2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan kecintaan terhadap tanah air yang
didasarkan pada nilai-nilai Pancasila
a. Sila 1 (Nilai Ketuhanan)
Menjamin kebebasan masyarakat dalam memeluk agama dan
kepercayaannya, saling menghormati kepercayaan satu sama lain,
mengembangkan etika sosial di masyarakat.
b. Sila 2 (Nilai Kemanusiaan)
Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, saling menghargai
antar sesame, mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan
kewajiban setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan,
agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit
dan sebagainya.
c. Sila 3 (Nilai Persatuan)
Bekerja

sama

demi

persatuan

dan

kesatuan

bangsa,

menempatkan kepentingan publik daripada kepentingan diri sendiri


demi kesatuan dan persatuan bangsa.

10

d. Sila 4 (Nilai Permusyawaratan)


Perwujudan dari demokrasi permusyawaratan yakni demokrasi
yang

kerakyatan

(penghormatan

terhadap

suara

rakyat),

permusyawaratan (kekeluargaan), dan hikmat kebijaksanaan.


e. Sila 5 (Nilai Keadilan)
Mengembangkan sikap adil terhadap semua tingkat system
kemasyarakatan, menyediakan kesetaraan kesempatan dalam proses
fasilitasi akses informasi dan layanan.
3. Etika publik
Indikator nilai etika publik:
a. Adanya kode etik
Kode etik merupakan aturan-aturan yang mengatur tingkah laku
dalam suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan
pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan-ketentuan tertulis.
b. Keramahan
Keramahan dalam bersikap akan membuat orang lain merasa
dihargai dan dihormati.
c. Sopan santun
Sopan santun merupakan tingkah laku yang bersumber pada
norma dalam masyarakat. Sopan santun merupakan norma tidak
tertulis yang menjadi pedoman dalam bertingkah laku dan bersikap.
d. Empati dan simpati
Adalah sikap yang seakan-akan seseorang merasakan apa yang
dirasakan oleh orang lain.
e. Netralitas
Yaitu keadaan yang tidak memihak manapun dalam memberikan
pelayanan publik.
4. Komitmen mutu
Indicator komitmen mutu diantaranya:
a. Orientasi mutu

11

Adalah pelayanan yang mengutamakan keunggulan produk atau jasa


yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan
keinginannya.
b. Efektivitas
Efektivitas menunjukkan ketercapaian target yang telah disepakati
baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kinerja.
c. Efisiensi
Efisiensi

merupakan

tingkat

ketepatan

realisasi

penggunaan

sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga


tidak terjadi pemborosan sumber daya.
d. Inovatif
Yaitu mengusahakan selalu memberikan hal baru bagi peningkatan
mutu pelayanannya.
5. Anti korupsi
Indicator anti korupsi diantaranya:
a. Jujur, merupakan sikap seseorang dalam menyampaikan sesuatu
apa adanya.
b. Peduli, merupakan suatu bentuk perhatian terhadap apa yang
dilakukan orang lain, di sekitarnya, dan taat pada aturan.
c. Mandiri, melakukan sesuatu dengan inisiatif sendiri.
d. Disiplin, melakukan sesuatu dengan tepat dan sesuai standar dan
aturan.
e. Kerja keras, bekerja dengan usaha yang lebih.
f. Tanggung

jawab,

berani

menanggung

segala

akibat

perbuatannya.
g. Sederhana, yaitu apa adanya, tidak dilebih-lebihkan.
h. Berani, mempunyai keberanian untuk menyatakan kebenaran
dan menolak kebatilan.
i. Adil, menempatkan sesuatu sesuai dengan proporsinya.

12

BAB III
ORGANISASI UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA
A. Struktur Organisasi

13

B. Visi dan Misi Organisasi


1. Visi
C.
Menjadi Rumah Sakit pusat Rujukan Nasional Psikogeriatri
pada tahun 2019
2. Misi
a. Menumbuhkembangkan RS pusat rujukan Nasional dalam
pelayanan kesehatan jiwa yang prima dengan unggulan usia
lanjut
b. Mewujudkan sistem manajemen RS yang menjamin kepastian
hukum secara efektif, efisien, transparan, akuntabel dan
responsif dalam menjawab tuntutan masyarakat.
c. Mengembangkan pendidikan, pelatihan, penelitian

yang

terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.


d. Meningkatkan upaya penanggulangan masalah psikososial di
masyarakat dan mengembangkan jejaring pelayanan kesehatan
jiwa.
3. Nilai- nilai kerja Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang:
a. Berani
b. Efektif dan Efisien
c. Responsif
d. Akuntabel
e. Nirlaba
f. Inklusif
4. Slogan Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang :
a. Senyum
b. Inovatif
c. Mutu
d. Profesional
e. Adil
f. Tertib
g. Integritas
h. Kerjasama
D.
5. Budaya kerja organisasi Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, :

14

a. Berpikir kreatif dan inovatif


b. Bersikap cepat tanggap
c. Bertindak cepat dan produktif
6. Moto organisasi Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, :
a. Profesional, adalah modalku
b. Anda puas, adalah tekadku
c. Sejahtera bersama, adalah tujuanku
d. Teknologi kedokteran modern, adalah sarana kemajuanku
e. Informasi

dan

komunikasi,

adalah

alat

mempercepat

pelaksanaan tugasku
7. Pelayanan yang diberikan
a. Rawat jalan
E. Poli Kesehatan Jiwa, Poli Sub Spesialis (Napza, DUL,
AnakRemaja), Poli autis, Poli Psikologi, Poli kulit, Poli
Kesehatan Umum
b. Rawat inap
F. Terdiri dari Ruang Paviliun, Ruang perawatan kelas I, Ruang
perawatan kelas II, Ruang perawatan kelas III, Ruang Mental
Organik, Ruang Rehabilitasi Napza, Ruang Perawatan Anak dan
Remaja, Ruang Perawatan Psikogeriatri, Ruang Perawatan
Masalah Fisik, Ruang Perawatan Masalah Fisik dan Jiwa,
Intensive Psikologi Care Unit.
c. Rehabilitasi medik
G. Fisioterapi, okupasi terapi, Rehabilitasi Napza
d. Instalasi penunjang
H. Instalasi
Gawat
Darurat,
InstalasiGizi,
Laboratorium,

Instalasi

psikogeriatri,

Instalasi

Instalasi
radiologi,

Instalasi elektromedik, Instalasi system informasi rumah sakit,


Instalasi Binatu, Instalasi pemeliharaan sarana RS, Instalasi
PKRS, Instalasi kesehatan lingkungan, Instalasi Rekam medis,
Instalasi farmasi, Instalasi pendidikan dan penelitian, Instalasi
pelayanan umum
e. Pelayanan unggulan
I. Instalasi Psikogeriatri
J.
C. Tugas Jabatan Fungsional Perawat
15

K. Perawat golongan II/c dengan tingkat pendidikan diploma


termasuk Perawat Pelaksana di RSJ Wediodiningrat Lawang memiliki
rincian kegiatan yang telah disesuaikan dengan Sasaran Kinerja
Pegawai (SKP) yaitu :
1. Melaksanakan pengkajian keperawatan pada keluarga
2. Melaksanakan analisis data sederhana untuk merumuskan diagnosis
3.
4.
5.
6.

keperawatan pada individu


Melaksanakan penyuluhan kepada keluarga
Melaksanakan pengelolaan pelayanan keperawatan di rumah sakit
Melaksanakan tugas jaga, tugas siaga, tugas khusus
Menyusun laporan pelaksanaan tugas

L.
M.Tugas Tambahan yang tidak terdapat pada SKP :
1. Mengambil sediaan pemeriksaan laboratorium pasien dengan cara
mengambil darah atau urine pasien.
2. Memelihara peralatan perawatan dan medis agar selalu dalam
keadaan siap pakai.

16

3. BAB IV
4. KEGIATAN AKTUALISASI

A. Pelaksanaan Aktualisasi
5. Tabel 4.1 Formulir Laporan Kegiatan Pengkajian Kepada Keluarga

6. Kegiatan 1
7. Melaksanakan pengkajian keperawatan pada keluarga
8. Tanggal Kegiatan
9. 26,31 Oktober, 4 Nopember
10. Lampiran
11. Lampiran 3 : Foto Kegiatan, dokumen
12.
Pengkajian keperawatan pada keluarga dilakukan untuk melengkapi data subyektif yang belum terkaji
tentang riwayat kesehatan jiwa pasien di catatan rekam medis pasien RMD 16 A. Dan dalam pelaksanaan kegiatan ini
diperlukan ketelitian, kecermatan, dan ramah serta, sopan terhadap anggota keluarga pasien, dan jujur dalam pencatatan
dari hasil pengkajian.
13.
14. Uraian kegiatan :
15.
Dalam melaksanakan pengkajian keperawatan pada keluarga hal pertama yang akan saya lakukan adalah
menyiapkan form pengkajian yang sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan (komitmen mutu), kemudian saya
dengan sopan, ramah dan santun (etika publik) menyapa keluarga, memperkenalkan diri agar terjalin kepercayaan
(akuntabilitas), mempersilakan duduk dan menjelaskan tujuan dari pengkajian serta membuat kontrak waktu dengan
keluarga untuk efisiensi waktu (komitmen mutu). Dalam melakukan wawancara pengkajian saya tidak membedabedakan strata sosial maupun golongan dari pasien dan keluarganya (nasionalisme), memperhatikan privasi pasien
dan keluarga (etika publik), dan menanyakan pertanyaan pada keluarga pasien sesuai dengan format pengkajian. Selama
melakukan wawancara tak lupa hasilnya dicatat pada form yang tersedia dengan rapi, teliti, tanpa ada penambahan atau
pengurangan informasi (anti korupsi) sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh keluarga serta mengingatkan
teman bila ada yang melakukan kesalahan pencatatan dengan sengaja. Setelah wawancara selesai, tak lupa
mengucapkan terima kasih (etika publik) kepada keluarga pasien.
16.
Dalam melaksanakan pengkajian keperawatan pada keluarga dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar
akuntabel, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi sehingga menghasilkan pelayanan yang profesional,

17

maka selaras dengan misi mengembangkan RS pusat rujukan Nasional dalam pelayanan kesehatan jiwa yang prima dengan
unggulan usia lanjut.
17.
18.
19.
20. Tabel 4.2 Formulir Laporan KegiatanMelaksanakan Analisis Data Sederhana Untuk Merumuskan Diagnosa Keperawatan Pada
Individu

22. Melaksanakan analisis data sederhana untuk merumuskan diagnosa keperawatan pada
individu
23. Tanggal Kegiatan
24. 24,26,27,28,29,30,31 Oktober dan 2, Nopember
25. Lampiran
26. Lampiran 4 : foto kegiatan, dokumen
27.
Melaksanakan analisis data sederhana untuk merumuskan diagnosa keperawatan individu. Dalam
pelaksanaan kegiatan ini diperlukan pengetahuan yang baik agar dalam proses analisis didapatkan hasil yang akurat
sehingga dapat menghasilkan diagnosa keperawatan sesuai dengan kondisi klien dan disasarkan pada pedoman yang ada.
28.
Uraian kegiatan:
29.
Sebelum merumuskan diagnosa keperawatan sederhana, saya memeriksa kembali dengan cermat dan teliti
(akuntabilitas) hasil pengkajian pasien bersangkutan agar tidak terjadi kesalahan diagnosa.
30.
Selanjutnya, menyiapkan peralatan sesuai kebutuhan pengkajian dan SOP (komitmen mutu). Setelah semua
siap, saya menuju ke pasien dan dengan ramah dan sopan (etika publik) menyapa pasien serta menyepakati kontrak waktu
(akuntabilitas) pengkajian, dan kemudian memulai pengkajian. Tak lupa sebelum pengkajian, saya memperkenalkan diri untuk
membina hubungan saling percaya (akuntabilitas). Dalam mengkaji pasien saya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar atau bahasa daerah yang dipahami oleh pasien dan keluarga serta mudah dipahami oleh pasien sehingga tidak terjadi
kesalahan informasi, tidak membeda-bedakan latar belakang dan golongan dari pasien dan keluarga (nasionalisme), dan
mendengarkan respon dan keluhan pasien dengan empati (etika publik). Setelah selesai pengkajian, saya tidak lupa
mengucapkan terima kasih (etika publik) kepada pasien.
31.
Hasil pengkajian dicatat dengan cermat, rapi, dan teliti (akuntabilitas) pada catatan perkembangan serta
berani mengingatkan teman sejawat apabila ada kesalahan pencatatan informasi yang dilakukan dengan sengaja
21. Kegiatan 2

18

(anti korupsi), sehingga dapat dianalisa dan mendapatkan diagnosa keperawatan yang sesuai dan ditandatangani.
32.
Membuat analisis data sederhana sehingga memunculkan diagnosa keperawatan yang sesuai dengan keadaan
pasien adalah selaras dengan misi mewujudkan sistem manajemen RS yang menjamin kepastian hukum secara efektif,
efisien, transparan, akuntabel dan responsif dalam menjawab tuntutan masyarakat.
33.
34.
35.
36.
37.
38. Tabel 4.3 Formulir Laporan KegiatanMelaksanakan Penyuluhan Pada Keluarga

39. Kegiatan
40. Melaksanakan penyuluhan pada keluarga
41. Tanggal Kegiatan
42. 30 Oktober dan 4 Nopember
43. Lampiran
44. Lampiran 5 : Foto kegiatan dan dokumen
45.
Melaksanakan penyuluhan terhadap keluarga pasien dengan komunikasi yang efektif dan dapat dengan
mudah dipahami. Dalam penyuluhan ini diharapkan keluarga mampu mandiri dalam merawat pasien dirumah, sehingga
pasien tidak mudah kambuh.
46.
Uraian kegiatan :
47.
Sebelum melakukan penyuluhan pada keluarga pasien, saya memeriksa kembali dengan teliti (akuntabiilitas)
kondisi pasien berdasarkan rekam mediknya sehingga tidak ada kesalahan dalam memberikan materi penyuluhan. Kemudian saya
siapkan media pendukung yang diperlukan, misal leaflet, sebagai alat bantu keluarga dalam menerima penyuluhan dan sebagai
catatan jika pasien telah pulang nanti.
48.
Saya mengucapkan salam dan memperkenalkan diri dengan sopan dan santun (etika publik) serta mengutarakan
tujuan dan maksud dari penyuluhan kepada keluarga (dan pasien) sebelum memberikan penyuluhan serta menyebutkan kontrak
waktu yang jelas (komitmen mutu) berapa lama penyuluhan yang akan diberikan. Dalam memberikan penyuluhan, saya
menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar atau bahasa yang dipahami oleh pasien dan keluarga dan menghargai
pasien dan keluarga tanpa membeda-bedakan golongan dan latar belakangnya (nasionalisme) serta menggunakan istilah
yang mudah dipahami oleh keluarga. Memberikan kesempatan bagi keluarga (dan pasien) untuk mendiskusikan hal yang dirasa
kurang jelas (akuntabilitas) atau kurang dipahami.

19

49.
Meminta keluarga (dan pasien) untuk mengulang kembali materi yang telah disampaikan oleh perawat sebagai
evaluasi pemahaman. Jika dirasa materi sudah difahami oleh keluarga, penyuluhan diakhiri dengan salam dan ucapan terima
kasih (etika publik). Saya tidak akan meminta imbalan kepada pasien dan keluarga atas kegiatan yang saya berikan serta
berani mengingatkan dan melaporkan apabila ada teman sejawat yang melakukannya (anti korupsi).
50.
Setelah selesai memberikan penyuluhan, mencatat judul penyuluhan (akuntabilitas) di buku penyuluhan dan
ditanda tangani oleh perawat dan keluarga, sebagai bukti dan pertanggung jawaban telah dilakukannya penyuluhan kepada
keluarga.
51.
Sehingga memberikan penyuluhan pada keluarga yang dilakukan dengan nilai Akuntabilitas, Etika Publik dan
Nasionalisme selaras dengan misi mewujudkan sistem manajemen RS yang menjamin kepastian hukum secara efektif, efisien,
transparan, akuntabel dan responsif dalam menjawab tuntutan masyarakat.
52.
53.
54.
55.
56.
57. Tabel 4.4 Formulir Laporan Kegiatan Melaksanakan Pengelolaan Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit

58. Kegiatan 4
59. Melaksanakan pengelolaan pelayanan keperawatan di rumah sakit
60. Tanggal Kegiatan
61. 24,26,27,28,29,30,31 Oktober dan 2,3, Nopember
62. Lampiran
63. Lampiran 6 : Foto kegiatan
64.
Pengelolaan keperawatan yang saya lakukan di rumah sakit , salah satunya yaitu dengan menjaga kebersihan
ruangan pasien. Dengan kebersihan ruangan diharapkan pasien bisa betah tinggal di rumah sakit serta mencegah penularan
Inos(infeksi nosocomial) yang disebabkan dari pasien lain.
65.
Uraian kegiatan :
66.
Menciptakan lingkungan bersih dan nyaman adalah salah satu kewajiban bersama, baik perawat maupun
staf/pekerja lain yang terkait (nasionalisme). Hal tersebut merupakan salah satu bentuk pelaksanaan pengelolaan pelayanan di
rumah sakit. Pertama, sesuai dengan SOP (komitmen mutu), sebelum atau setelah melakukan tindakan apapun diharuskan
mencuci tangan dengan handrubs atau hand wash (komitmen mutu).
67.
Kemudian, dalam pelaksanaan menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang perawatan, saya berkoordinasi dengan

20

tim Cleaning Service tentang pembagian lokasi dan jadwal kebersihan. Dan apabila sudah ditetapkan, harus dilaksanakan
(akuntabilitas).
68.
Dalam melakukan kebersihan ruangan, tidak lupa mematuhi SOP dengan menggunakan APD (komitmen
mutu) (Alat Perlindungan Diri), seperti masker dan handskun, sehingga resiko terkena paparan kuman berkurang dan tidak
menular ke orang/pasien lain (etika publik). Dalam menggunakan peralatan kebersihan dan APD, saya menggunakannya
sesuai dengan keperluan dan tidak menggunakannya untuk keperluan pribadi serta berani mengingatkan dan
melaporkan jika ada teman sejawat yang menggunakan peralatan negara untuk keperluan pribadi (anti korupsi).
69.
Dengan melaksanakan pengelolaan pelayanan keperawatan di RS sehingga tercipta suasana lingkungan yang
bersih dan nyaman, maka sesuai dengan misi mewujudkan sistem manajemen RS yang menjamin kepastian hukum secara
efektif, efisien, transparan, akuntabel dan responsif dalam menjawab tuntutan masyarakat.
70.
71.
72.
73.
74.
75. Tabel 4.5 Formulir Laporan KegiatanMelaksanakan tugas jaga

76. Kegiatan 5
77. Melaksanakan tugas jaga
78. Tanggal Kegiatan
79. 24,26,27,28,29,30,31 Oktober dan 2,3,4 Nopember
80. Lampiran
81. Lampiran 7 : Foto kegiatan
82.
Melaksanakan tugas jaga dalam kegiatan ini yang dibutuhkan adalah rasa tanggung jawab, tanggung jawab
atas tugas dan kewajibannya sebagai pelayan masyarakat. Sehingga dapat melaksanakan tugas sesuai prosedur yang
ditentukan.
83.
Uraian kegiatan :
84.
Pada saat melaksanakan tugas jaga, saya datang tepat waktu sesuai dengan jam kerja dan jadwal shift. Saya
bekerja dengan menggunakan seragam kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masuk ke ruangan dengan
mengucapkan salam dan bersalaman (etika publik) dengan teman sejawat, tidak lupa menandatangi lembar jadwal
dinas (akuntabilitas). Kemudian operan jaga dengan membaca laporan jaga shift sebelumnya dengan teliti dan
mendiskusikan bagian yang kurang difahami. Setelah membaca laporan, membandingkan laporan dengan kondisi ril pasien

21

yang ada diruangan. Mulai dari jumlah pasien, kondisi pasien, diagnosa, dan tindakan yang sudah dilakukan dan
belum dilakukan (komitmen mutu).
85.
Kemudian mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan dalam tugas jaga sesuai
SOP (komitmen mutu) (melakukan pengkajian, membuat catatan perkembangan, menyiapkan obat, menyiapkan dan
membagikan ransum, mengantar pasien ke ECT, dsb.). Apabila dalam melaksanakan tugas jaga, apabila saya menemukan
kesulitan atau hal-hal yang kurang saya pahami, saya akan mendiskusikannya dengan rekan kerja atau atasan
(akuntabilitas) untuk menemukan solusinya.
86.
Sebelum jam jaga habis, saya menuliskan laporan jaga sesuai kondisi ril (akuntabilitas) di ruangan
dengan teliti dan seksama. Kemudian mengoperkannya pada rekan yang giliran jaga selanjutnya. Ketika pulang, memberi
salam dan bersalaman (etika publik) dengan rekan kerja, dan mengisi lembar jadwal dinas (akuntabilitas).
87.
Dengan melaksanakan tugas jaga secara disiplin, akuntabel, maka selaras dengan misi mewujudkan sistem
manajemen RS yang menjamin kepastian hukum secara efektif, efisien, transparan, akuntabel dan responsif dalam
menjawab tuntutan masyarakat.
88.
89. Tabel 4.6 Formulir Laporan Kegiatan Menyusun laporan pelaksanaan tugas

90. Kegiatan 6
91. Menyusun laporan pelaksanaan tugas
92. Tanggal Kegiatan
93. 24,26,27,28,29,30,31 Oktober dan 2,3,4 Nopember
94. Lampiran
95. Lampiran 8 : Foto kegiatan
96.
Uraian kegiatan
97.
Saya akan membuat laporan kegiatan/tugas jaga dengan cermat dan teliti sesuai dengan kondisi pasien
yang sebenarnya (akuntabilitas) yaitu dengan melakukan pengkajian terlebih dahulu kepada pasien. Pada laporan jaga
saya akan memasukkan nama pasien, diagnosa, tindakan yang telah/akan dilakukan, kondisi pasien (tanda tanda
vital) sesuai dengan standar yang berlaku (komitmen mutu). Yang mana data-data tersebut dapat digunakan sebagai alat
komunikasi antar perawat. Apabila ada kesulitan dalam menyusun laporan saya akan dengan sopan dan ramah (etika
publik) bertanya kepada sejawat agar dapat dijelaskan.
98.
Dengan menyusun laporan yang teliti, cermat dan sesuai dengan kondisi sebenarnya, maka sesuai dengan
misi mewujudkan sistem manajemen RS yang menjamin kepastian hukum secara efektif, efisien, transparan, akuntabel dan
responsif dalam menjawab tuntutan masyarakat.

22

99.
100.
101.

Tabel 4.7 Formulir Laporan Kegiatan Mengambil sediaan pemeriksaan laboratorium pasien dengan cara mengambil

darah atau urine pasien.

103.
Mengambil sediaan pemeriksaan laboratorium pasien dengan cara mengambil
darah atau urine pasien.
104.
Tanggal Kegiatan
105.
27 Oktober
106.
Lampiran
107.
Lampiran 9 : Foto kegiatan
108. Pemeriksaan laboratorium adalah pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan sebagai data tambahan dalam menentukan
diagnosa medis dari pasien.
109. Uraian kegiatan
110. Sebelum mengambil sediaan, saya memeriksa nama pasien, nomor rekam medis, diagnosa, serta jenis pemeriksaan
(akuntabilitas) yang akan dilakukan. Kemudian menyiapkan alat sesuai dengan jenis sediaan yang akan diambil.
111.
112. Sebelum menyiapkan alat, sesuai standar yang berlaku saya mencuci tangan dengan handwash (komitmen mutu),
kemudian memakai APD untuk menghindari kontaminasi dan paparan kuman. Setelah persiapan selesai, saya menuju ke pasien
dan menjelaskan kepada pasien dengan bahasa Indonesia yang sopan dan ramah (etika publik) tentang tujuan dilakukannya
pengambilan sediaan. Menanyakan kesediaan pasien untuk dilakukan tindakan merupakan hal yang tidak boleh tertinggal.
113.
114. Sediaan disimpan di wadah yang telah diberi label nama pasien dan rekam medis (akuntabilitas), untuk mengindari
tertukarnya sediaan dengan pasien lain. Kemudian sediaan disimpan sesuai dengan ketentuan, untuk kemudian ditransfer ke unit
laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan sesuai keperluan.
115. Dengan mengambil sediaan laboratorium yang memperhatikan nilai komitmen mutu, etika publik, dan
akuntabilitas, maka selaras dengan misi mewujudkan sistem manajemen RS yang menjamin kepastian hukum secara
efektif, efisien, transparan, akuntabel dan responsif dalam menjawab tuntutan masyarakat.
116.
102.

Kegiatan

117.
118.

23

119.
120.
121.
122.
123.
124.

Tabel 4.8 Formulir Laporan Kegiatan Memelihara peralatan perawatan dan medis agar selalu dalam keadaan siap pakai.

125.

Kegiatan 8

126.
Memelihara peralatan perawatan dan medis agar selalu dalam keadaan siap
pakai.
128.
24,26,27,28,29,30,31 Oktober dan 2,3 Nopember
130.
Lampiran 10 : Foto kegiatan

127.
Tanggal Kegiatan
129.
Lampiran
131. Uraian kegiatan
132. Memelihara peralatan bertujuan agar alat selalu dalam keadaan siap pakai dan menjadi lebih awet serta tidak
gampang rusak (komitmen mutu). Dengan demikian anggaran pengadaan peralatan baru dapat lebih ditekan.
133. Dalam menggunakan peralatan perawatan dan medis, saya memperlakukannya secara hati-hati dan teliti
(akuntabilitas). Memahami benar prosedur dan cara penggunaannya, sehingga resiko kerusakan alat dapat diminimalisir. Setelah
penggunaan, saya merapikan dan membersihkan alat dengan hati-hati dan rapi. Kemudian menyimpannya di tempat aman dan
mudah ditemukan, akan mudah ditemukan dan digunakan lagi jika diperlukan. Dan tidak ada niat untuk mempergunakan alat
untuk kepentingan pribadi serta berani menegur sejawat apabila menggunakan alat tidak untuk kepentingan pasien (anti
korupsi).
134. Jika ada alat yang rusak, saya akan melaporkannya keatasan tentang kerusakannya secara sopan dan detail
(akuntabilitas). Untuk kemudian ditindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan unit terkait (misal IPSRS, Instalasi Pemeliharaan
Sarana Prasarana Rumah Sakit).
135. Dengan memelihara peralatan perawatan dan medis agar selalu dalam keadaan siap pakai dengan teliti dan cermat
serta memahami benar cara penggunaannya maka selaras dengan misi Mewujudkan sistem manajemen RS yang menjamin
kepastian hukum secara efektif, efisien, transparan, akuntabel dan responsif dalam menjawab tuntutan masyarakat.
136.
B. Jadwal Kegiatan

24

137.
N

162.
1
183.
2

139.
138.

Kegiatan

163.
Melaksanakan
pengkajian
keperawatan pada keluarga
184.
Melaksanakan analisis data
sederhana untuk merumuskan diagnosa
keperawatan pada individu
204. 205.
Melaksanakan penyuluhan pada
3 keluarga
225. 226.
Melaksanakan
pengelolaan
4 pelayanan keperawatan di rumah sakit
246. 247.
Melaksanakan tugas jaga
5
267. 268.
Menyusun laporan pelaksanaan
6 tugas
288. 289.
Mengambil
sediaan
7 pemeriksaan
laboratorium
pasien
dengan cara mengambil darah atau
urine pasien.
309. 310.
Memelihara
peralatan
8. perawatan dan medis agar selalu dalam
keadaan siap pakai.

Jadwal Kegiatan

140.
Dokume
ntasi

143. 144. 145. 146. 147. 148. 149. 150.151.152.153.154.155.156.157.158.159. 160.


161.
2 2 2 2 2 2 3 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1
164. 165. 166. 167. 168. 169. 170. 171.172.173.174.175.176.177.178.179.180. 181. 182.

Foto
185. 186. 187. 188. 189. 190. 191. 192.193.194.195.196.197.198.199.200.201. 202. 203.



Foto
206. 207. 208. 209. 210. 211. 212. 213.214.215.216.217.218.219.220.221.222. 223.

227. 228. 229. 230. 231. 232. 233. 234.235.236.237.238.239.240.241.242.243. 244.



248. 249. 250. 251. 252. 253. 254. 255.256.257.258.259.260.261.262.263.264. 265.



269. 270. 271. 272. 273. 274. 275. 276.277.278.279.280.281.282.283.284.285. 286.



290. 291. 292. 293. 294. 295. 296. 297.298.299.300.301.302.303.304.305.306. 307.

224.
Foto
245.
Foto
266.
Foto
287.
Foto
308.
Foto

311. 312. 313. 314. 315. 316. 317. 318.319.320.321.322.323.324.325.326.327. 328. 329.



Foto

25

330.
331.

BAB
PENUTUP

332.
A. Simpulan
333. Nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi menjadi dasar bagi Aparatur Sipil Negara
dalam menjalankan tugas-tugas dan kewajiban dalam instansi kerja. Dengan
adanya pendidikan dan pelatihan prajabatan pola baru yang lebih menekankan
pentingnya internalisasi dan aktualisasi nilai nilai dasar profesi Aparatur Sipil
Negara (ASN) di lingkup kerja, diharapkan adanya aparatur negara yang
profesional serta menjadi pelayan masyarakat yang benar-benar mencerminkan
seorang aparatur dalam melaksanakan pelayanan publik. Sehingga citra negatif
yang selama ini berkembang secara perlahan hilang dan menjadikan citra
publik yang kembali baik.
334.

Sebagai

pelayan

publik

kita harus

bekerja

dengan

memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, dengan menerapkan


nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan
Anti Korupsi kualitas pelayanan akan menjadi semakin baik, karena menjadi
modal dasar untuk setiap pekerjaan yang akan

dilaksanakan berorientasi

pada perbaikan terhadap mutu pelayan yang berkesinambungan dan bebas dari
korupsi dan bersama-sama untuk membangun bangsa.
335.
336.
337.a.

B. Saran
Untuk Organisasi

338.

Dalam hal ini adalah Rumah Sakit Jiwa dr. Radjiman

Wediodiningrat Lawang, perlu mengadakan sosialisasi tentang aktulisasi nilainilai dasar ASN pada setiap kegiatan yang dilakukan di lingkungan ruangan
Rumah Sakit, agar setiap individu memiliki nilai-nilai dasar profesi ASN untuk
menjamin

terciptanya

di

bidang

kesehatan

yang

lebih

baik

demi

mewujudkantercapainya tujuan kesehatan Nasional. Selain itu juga menjamin


26

kepuasan masyarakat sebagai penerima pelayanan, hal ini juga sebagai modal
dasar dalam setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan dapat berorientasi pada
perbaikan terhadap mutu pelayanan yang berkesinambungan dan bebas dari
korupsi dan bersama-sama untuk membengun Bangsa khususnya RSJ Dr.
Radjiman Wediodiningrat Lawang.
339.b.
340.

Untuk Penyelenggara Diklat


Dalam

hal

ini

BAPELKES

Yogyakarta

diharapkan

tetap

mempertahankan kegiatan pembelajaran materi tentang nili-nilai dasar profesi


ASN sekaligus proses penerapannya yang dituangkan dalam kegiatan
aktualisasi. Karena dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN
maka dapat menjamin terwujudnya pelayanan publik dibidang kesehatan yang
lebih baik untuk tercapainya tujuan kesehatan Nasional, selain itu juga
menjamin kepuasan masyarakat sebagai penerima pelayanan.
341.

DAFTAR PUSTAKA
342.

343.

344.
345.
346.
347.
348.
349.
350.
351.
352.
353.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar


Profesi Pegawai Negeri Sipil. Modul Penyelenggaraan Perdana
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan II.
Lembaga Administrasi
Negara.
2014.
Akuntabilitas.
Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan II.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Anti Korupsi. Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan II.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Etika Publik. Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan II.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Komitmen Mutu. Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan II.
Lembaga Administrasi Negara.
2014.
Nasionalisme. Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan II.
27

354.
355.

Lampiran 1 : SKP
Lampiran 5 : Lembar Konsultasi Mentor
356.

357.
Nama
Peserta
359.
Instansi
361.
Tempat
Aktualisasi
363. 364.
Ta
N
nggal/
Waktu

CATATAN BIMBINGAN AKTUALISASI


358.

Fandri Lekiawan Samudra

360.

RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

362.

RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

365.

Cata
tan
Bimbingan

366.

Tinda
k Lanjut

367.
Mentor

28

368.

369.

370.

371.

372.

373.

29