Anda di halaman 1dari 6

KARATERISASI SPEKTRUM DENGAN LEBAR FWHM (FULL WIDTH AT HALF MAXIMUM)

DARI BEBERAPA SUMBER CAHAYA


Yogi Arif Cahya, Hariz Elvia Santoso, Nadhifa Maulida, Alinda Nurul Badriyah, Sayed Chairul Umam, Chandra
Januka Misfud, Reza Ar-Rafi Birahmatika
Laboratorium Rekayasa Fotonika-Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri- Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Kampus ITS Keputih Sukolilo Surabaya 60111 Indonesia
Email : harizelvia29@gmail.com, adhifa.maulida@gmail.com, alinda.badriyah@gmail.com,
chandrajanuka@gmail.com

ABSTRAK :
Dalam perkembangan zaman, terjadi
berbagai penelitian terkait sumber sumber
cahaya beserta karakteristik masing masing
cahaya tersebut. Perkembangan terkait
cahaya pun dapat dipelajari dalam Ilmu
fotonika. Ilmu fotonika adalah bidang ilmu
dan kajian yang berkaitan dengan optik dan
rekayasa optik, terutama yang berhubungan
dengan partikel foton dalam spektrum .
Pengukurran cahaya untuk melakukan
karekterisasi
dan
menentukan
lebar
spektrum sumber cahaya. Cahaya paling
monokromatis dan daya terbesar dihasilkan
oleh LASER He-Ne yaitu sebesar 1767 W.
Lampu TL menghasilkan 3 spektrum warna,
yaitu UV, Hijau dan Merah. Spektrum warna
tersebut dapat berubah dikarenakan proses
kimiawi. Yaitu pada saat cahaya UV
tercampur dengan gas yang ada pada lampu
TL.
Kata kunci : Fotonika, Cahaya, Laser He-Ne.
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam perkembangan zaman, terjadi
berbagai penelitian terkait sumber sumber
cahaya beserta karakteristik masing masing
cahaya tersebut. Semakin hari kegunaan cahaya
serta manfaat nya pun di manipulasi serta di
inovasi dalam berbagai aspek khususnya
teknologi seperti untuk dunia militer, medis,
astronomi dan masih banyak yang lainnya.
Perkembangan terkait cahaya pun dapat
dipelajari dalam Ilmu fotonika. Ilmu fotonika
adalah bidang ilmu dan kajian yang berkaitan
dengan optik dan rekayasa optik, terutama yang
berhubungan dengan partikel foton dalam
spektrum elektromagnetik.
Selama ini cahaya yang dimanfaatkan
dalam kehidupan sehari-hari merupakan
gelombang elektromagnetik (menurut Maxwell).
Cahaya sebagai gelombang elektromagnetik
memiliki spektrums penyusun yang mana

spektrum tersebut disusun berdasarkan panjang


gelombang dari cahaya tersebut. Spektrum
gelombang elektromagnetik memiliki jangkauan
frekuensi dan panjang gelombang yang sangat
lebar. Diantara spektrum ini terdapat pita sempit
yang dapat ditangkap oleh retina manusia.
Spektrum ini disebut cahaya tampak (visible).
Karakteristik dari cahaya tampak dimanfaatkan
dalam berbagai instrument. Alat yang dapat
memproses
gelombang
cahaya
dan
dimanfaatkan untuk membentuk, menganalisis,
dan memprosesnya menjadi bentuk lain disebut
optical devices.
1.2 Rumusan Masalah
Terdapat dua Rumusan masalah pada
percobaan ini adalah bagaimana karakterisasi
spektrum dan menentukan lebar spektrum
sumber cahaya.
1.3 Tujuan
Adapun tujuan pada percobaan ini adalah
untuk melakukan karekterisasi dan menentukan
lebar spektrum sumber cahaya.
BAB II DASAR TEORI
2.1.
Spektrum Elektromagnetik
Spektrum elektromagnetik adalah rentang
semua radiasi elektromagnetik yang mungkin.
Spektrum elektromagnetik dapat dijelaskan
dalam panjang
gelombang, frekuensi,
atau
tenaga per foton. Spektrum elektromagnetik
dapat dibagi dalam beberapa daerah yang
terentang dari sinar gamma gelombang pendek
berenergi tinggi sampai pada gelombang mikro
dan
gelombang radio dengan
panjang
gelombang sangat panjang. Pembagian ini
sebenarnya tidak begitu tegas dan tumbuh dari
penggunaan praktis yang secara historis berasal
dari berbagai macam metode deteksi. Biasanya
dalam mendeskripsikan energi spektrum
elektromagnetik
dinyatakan
dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi
(di atas 100 eV), dalam panjang gelombang
untuk energi menengah, dan dalam frekuensi
untuk energi rendah ( 0,5 mm). Istilah

"spektrum optik" juga masih digunakan secara


luas dalam merujuk spektrum elektromagnetik,
walaupun sebenarnya hanya mencakup sebagian
rentang panjang gelombang saja (320 - 700
nm)[1].

dapat menerima panjang gelombang dari 400


sampai 700 nm, meskipun beberapa orang dapat
menerima panjang gelombang dari 380 sampai
780
nm
(atau
dalam frekuensi 790-400
terahertz). Mata yang telah beradaptasi
dengan cahaya biasanya memiliki sensitivitas
maksimum
di
sekitar
555
nm,
di
wilayah hijau dari spektrum optik. Warna
pencampuran seperti pink atau ungu, tidak
terdapat dalam spektrum ini karena warna-warna
tersebut hanya akan didapatkan dengan
mencampurkan beberapa panjang gelombang[3].

Gambar 2.1. Spektrum Gelombang


Elektromagnetik[8]
2.2 Spektrum Cahaya Tampak
Spektrum
kasat
mata (bahasa
Inggris:Visible spektrum) adalah bagian dari
spektrum elektromagnetik tepat dari spektrum
optik. Mata normal manusia akan dapat
menerima panjang gelombang dari 400 sampai
700 nm, meskipun beberapa orang dapat
menerima panjang gelombang dari 380 sampai
780
nm
(atau
dalam frekuensi 790-400
terahertz). Mata yang telah beradaptasi
dengan cahaya biasanya memiliki sensitivitas
maksimum
di
sekitar
555
nm,
di
wilayah hijau dari spektrum optik. Warna
pencampuran seperti pink atau ungu, tidak
terdapat dalam spektrum ini karena warna-warna
tersebut hanya akan didapatkan dengan
mencampurkan beberapa panjang gelombang.
Panjang gelombang yang kasat mata
didefinisikan oleh jangkauan spektral jendela
optik, wilayah spektrum elektromagnetik yang
melewati
atmosfer Bumi hampir
tanpa
mengalami pengurangan intensitas atau sangat
sedikit
sekali
(meskipun cahaya
biru
dipencarkan lebih banyak dari cahaya merah,
salah satu alasan menggapai langit berwarna
biru). Radiasi elektromagnetik di luar jangkauan
panjang
gelombang
optik,
atau jendela
transmisi lainnya, hampir seluruhnya diserap
oleh atmosfer. Dikatakan jendela optik karena
manusia tidak bisa menjangkau wilayah di luar
spektrum optik. Inframerah terletak sedikit di
luar jendela optik, namun tidak dapat dilihat
oleh
mata
manusia.
Spektrum
kasat
mata (bahasa Inggris:Visible spectrum) adalah
bagian dari spektrum elektromagnetik tepat dari
spektrum optik. Mata normal manusia akan

Gambar 2.2. Spektrum Warna Cahaya Tampak[3]


2.3 Macam-macam Sumber Cahaya
Dasarnya terdapat 2 jenis sumber cahaya,
yaitu cahaya alami dan cahaya buatan (artificial
lighting). Cahaya alami merupakan cahaya yang
berasal dari matahari, sedangkan cahaya buatan
berasal dari lilin, lampu gas, lampu minyak, dan
lain-lain.
Macam-macam cahaya buatan, antara lain :
a. Lampu Pijar
Saat bola lampu pijar dihidupkan, akan terjadi
pergerakan bebas elektron pada filamen di
dalam lampu pijar. Elektron yang bergerak
bebas akan meabrak atom dan memanaskan
atom. Atom akan naik ke tingkat yang lebih
tinggi. Saat atom kembali ke keadaan semula
akan dilepaskan energi ekstra dalam bentuk
foton. Gas pada bohlam lampu menjaga sirkulasi
proses tersebut agar filamen tidak teroksidasi.

Gambar 2.3 Lampu Pijar[4]


b.

Light Emitting Diode (LED) Putih


LED putih memiliki panjang gelombang
pada spektrum warna biru yang akan bercampur
dengan fosfor kuning. Percampuran dioda biru
dan fosfor kuning akan menyebabkan LED akan
memancarkan warna putih.

Gambar 2.4 Light Emitting Diode (LED) [5]


c. Lampu TL
Lampu TL (Fluorescent Lamp) adalah
lampu yang memiliki panjang gelombang pada
rentang cahaya tampak warna biru, hijau dan
merah. Cahaya yang dipancarkan dari lampu
fluorescent adalah pencampuran cahaya yang
berasal dari uap merkuri (UV) dengan fosfor.
Karena cahaya yang dikeluarkan lampu
fluorescent ini adalah putih, maka fosfor yang
digunakan dalam pencampuran adalah Tb3+,
Ce3+, dan LaPO4 untuk panjang gelombang pada
spektrum warna hijau dan biru. Eu:Y2O3 untuk
warna merah.

bergerak karena energi listrik. Medium aktif


adalah tempat dimana elektron-elektron tersebut
terstimulasi hingga dapat bergerak naik dan
turun secara bersamaan sehingga tercipta
gelombang yang koheren. Pada medium aktif
juga terjadi fase meta-stabil yang menyebabkan
elektron akan berhenti terlebih dahulu sebelum
ke kondisi awal. Setelah itu terjadi amplifikasi
oleh resonator yang menyebabkan intensitas
laser meningkat. Terdapat lubang kecil tempat
keluarnya cahaya pada laser. Foton dengan sudut
yang langsung keluar melalui lubang kecil akan
teramplifikasi oleh resonator yang menyebabkan
cahaya dengan intensitas tinggi dan sudut
tertentu saja yang keluar melalui lubang kecil.
Hal tersebut menyebabkan cahaya laser lurus
dan tidak menyebar walau dipantulkan pada
bidang pantul dengan jarak yang cukup jauh.

Gambar 2.6 LASER[7]


2.4 FWHM
FWHM adalah singkatan dari Full Width at
Half Maximum. FWHM digunakan sebagai
ekspresi dari fungsi yang menyatakan lebar
antara dua data yang nilainya sangat berbeda.
FWHM dilakukan dengan menarik nilai
maksimum dari variabel terikat (sumbu y) yang
didapat dari percobaan. Setelah itu, kita tentukan
setengah dari nilai maksimum tersebut terletak
pada titik sumbu y tertentu. Dari titik tersebut
ditarik garis ke kanan dan ke kiri sampai
menyentuh kurva nilai. Panjang nilai yang di
tarik ke kanan dan ke kiri itulah panjang nilai
variabel bebas (sumbu y) yang diinginkan.

Gambar 2.5 Lampu Fluorescent[6]


d.

LASER
Laser terjadi pada tiga proses utama yaitu
pumping, stimulasi pada medium aktif, dan
amplifikasi oleh resonator. Pada proses
pumping, elektron-elektron material aktif akan

Gambar 2.7 FWHM [8]

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Peralatan Percobaan


Pada eksperimen ini peralatan yang
dibutuhkan adalah Laser He-Ne 1 buah, Lampu
Pijar 1 buah, LED ( Warna putih ) 1 buah,
Lampu TL 1 buah. Selain itu, dibutuhkan
Monokromater 1 buah, Optical power meter
Thorlabs PM100D 1 buah, Laptop yang sudah
terinstal program PMD100D Utility

Gambar 4.1 Profil LED Putih


Gambar 3.1. SetUp Eksperimen Modul I
3.2 ProsedurPercobaan
Berikut merupakan prosedur yang
dipakai dalam percobaan ini adalah dengan cara
disusun peralatan seperti gambar 1.7 dan
Dihubungkan ke Optical Power Meter dengan
laptop melalui kabel USB. Selanjutnya
Dinyalakan Optical Power Meter dan
menjalankan program PMD100D Utility.
Menunggu Optical Power Meter yang telah
terhubung dengan laptop dan Laser He-Ne
sebagai set up eksperimen pada gambar 1.7.
Setelah itu dinyalakan sumber cahaya dengan
jarak 3 cm dari detector dan diatur wavelength
optical power meter pada = 400nm. Diamati
nilai daya optic yang terbaca dan mencatat pada
display optical power meter. Mengambil data
sebanyak 5 kali dengan interval waktu 5 detik
dan langkah ke-6 diulang terus untuk range =
400 700 nm dengan increment 25nm. Diulang
lagi langkah ke-5 hingga langkah ke-8 untuk
sumber cahaya lain, yaitu lapu pijar, lampu TL,
LED warna puth dan LED warna selain putih.
Setelah mendapat data, maka dibuat grafik daya
optik sebagai fungsi panjang gelombang untuk
semua sumber cahaya dan selanjutnya
ditentukan lebar spektral pada tiap sumber
cahaya.
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN
4.1 Hasil Percobaan
Berikut ini merupkan plot grafik panjang
gelombang terhadap dayanya yang akan
menunjukkan lebar FWHM (Full Width Half
Maksimum) pada percobaan karakterisasi
spektrum dari beberapa sumber cahaya :

Gambar 4.2 Profil Lampu TL

Gambar 4.3 Profil Lampu Pijar

Pada Panjang Gelombang : 620 nm


Lebar FWHM Kiri : (620-614,868) = 5,132
nm
Lebar FWHM Kanan : (653,608-620) =
33,608 nm
Lebar FWHM : 38.74 nm

Gambar 4.4 Profil Laser He-Ne


Berdasarkan hasil plot grafik didapatkan
nilai FWHM pada percobaan :
1. LED warna putih :
Daya Maksimum : 37.494 W
Pada Panjang Gelombang : 450 nm
Lebar FWHM Kiri : (450-421,745) =
28,255 nm
Lebar FWHM Kanan : (476.948-450) =
26,948 nm
Lebar FWHM : 55,203 nm
2. Lampu TL :
The First Peak :
Daya Maksimum : 5,928 W
Pada Panjang Gelombang : 440 nm
Lebar FWHM Kiri : (440-414) = 26 nm
Lebar FWHM Kanan : (500-440) = 60 nm
Lebar FWHM : 86 nm
The Second Peak :
Daya Maksimum : 7,27 W
Pada Panjang Gelombang : 540 nm
Lebar FWHM Kiri : (540-508) = 32 nm
Lebar FWHM Kanan : (567-540) = 27 nm
Lebar FWHM : 59 nm
The Third Peak :
Daya Maksimum : 4,69 W
Pada Panjang Gelombang : 610 nm
Lebar FWHM Kiri : (610-569) = 41 nm
Lebar FWHM Kanan : (632-610) = 22 nm
Lebar FWHM : 63 nm
3. Lampu Pijar :
Daya Maksimum : 14,048 W
Pada Panjang Gelombang : 400 nm
Lebar FWHM Kanan : (431,062-400) =
31,062 nm
Lebar FWHM : 31,062 nm
4. LASER He-Ne :
Daya Maksimum : 1767 W

4.2 Pembahasan
LASER
merupakan
cahaya
paling
monokromatis diantara ketiga sumber cahaya,
yaitu lampu LED, lampu TL, dan lampu pijar.
Hal tersebut dapat dilihat pada grafik profil
LASER. Dimana rentang panjang gelombang
yang dihasilkan pada saat puncak daya sangatlah
kecil. Lampu TL memiliki variasi spektrum
yang paling banyak. Hal ini dikarenakan sinar
lampu berupa UV saling bereaksi dengan gas
seperti neon. Akibatnya lampu TL menghasilkan
3 spektrum yaitu UV, hijau dan merah. Dengan
lebar FWHM (Full Width Half Maximum)
berturut-turut kiri 26 nm kanan 60 nm, kiri 32
nm kanan 27 nm, dan kiri 41 nm kanan 22 nm.
Lampu LED putih menghasilkan 2 spektrum
panjang gelombang. Yaitu pada puncak daya
tertinggi pertama menghasilkan panjang
gelombang sekitar 450 nm dan pada puncak
daya tertinggi kedua menghasilkan panjang
gelombang 530 nm. Pada percobaan ini, Lampu
pijar menghasilkan panjang gelombang 400 nm
pada titik puncak. Hal ini tidak sesuai dengan
teori yang ada. Dimana seharusnya semakin
tinggi panjang gelombang maka peak daya akan
semakin naik. Sehingga pada peak daya puncak,
lampu pijar akan berwarna merah kekuningan.
Hal ini disebabkan pada daya tersebut, cahaya
lampu pijar bereaksi dengan gas bertekanan
rendah seperti neon, argon dan nitrogen.
BAB V KESIMPULAN
Berdasarkan
percobaan
yang
telah
dilakukan, didapatkan beberapa kesimpulan
sebagai berikut :
1. Cahaya paling monokromatis dihasilkan
oleh LASER He-Ne yaitu lebih berwarna
merah.
2. Lampu TL menghasilkan 3 spektrum
warna. Yaitu UV, Hijau dan Merah.
Spektrum warna tersebut dapat berubah
dikarenakan proses kimiawi. Yaitu pada
saat cahaya UV tercampur dengan gas yang
ada pada lampu TL.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Lna, Pierre; Franois Lebrun, Franois
Mignard
(1998).
Observational

Astrophysics. Springer-Verlag. ISBN 3540-63482-7


[2]Anonim.
2014.
Spektrum
Elektromagnetika.
http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrum_el
ektromagnetik
[3]Anonim.
2013.
Spektrum
Kasat
Mata.http://id.wikipedia.org/wiki/Spekt
rum_kasat_mata
[4]Anonim.
2014.
Lampu
Pijar.
https://bahterailmu.files.wordpress.com/
2014/01/lampu-pijar.jpg
[5]Anonim.2014.
LED
Incapasitor.
http://en.wikipedia.org/wiki/LED_Incap
acitator

[6]Anonim. 2013. Karakteristiuk dan Prinsip


kerja lampu TL (Flourescence Lamp).
http://elektronika-dasar.web.id/teorielektronika/karakteristik-dan-prinsipkerja-lampu-tl-fluorescent-lamp/
[7] Anonim. 2014. Full Width at Half
Maximum.
http://en.wikipedia.org/wiki/Full_width_
at_half_maximum
[8] Anoni,. 2013. Gelombang Elektromagnetik
Fisika
Kelas
X
SMA.
http://www.tokonuron.com