Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Prosedur pemeriksaan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dokter gigi
guna menengakkan diagnosa pada keluhan yang telah disebutkan pasien, selain itu hal
ini juga penting untuk menentukan rencana perawatan serta prognosis. Ada dua
macam pemeriksaan, yaitu pemeriksaan klinis dan penunjang. Pemeriksaan klinis
adalah pemeriksaan awal untuk melihat kondisi pasien secara langsung, sedangkan
pemeriksaan penunjang adalah pemeriksaan untuk membantu menegakkan diagnosa.
Pemeriksaan rutin harus dilakukan oleh klinisi untuk menghindari informasi yang
tidak relevan dan mencegah kesalahan akibat kelalaian dalam pemeriksaan klinis.
Rangkaian pemeriksaan harus dicatat dalam kartu pasien dan harus dijadikan sebagai
petunjuk untuk melakukan kebiasaan diagnosis yang tepat.
Pemeriksaan klinis ada dua macam yaitu pemeriksaan ekstraoral dan pemeriksaan
intraoral. Pemeriksaan ekstraoral adalah pemeriksaan yang dilakukan diluar rongga
mulut, misalnya mata, kulit, bibir, dan simetris wajah. Pemeriksaan intraoral adalah
pemeriksaan yang dilakukan didalam rongga mulut seperti memeriksa gingiva,
mukosa bukal, mukosa labial, lidah, tonsil, dan gigi geligi. Pemeriksaan rongga mulut
adalahsuatu tindakan untuk mengumpulkan informasi yang akurat tentang status
kesehatan gigi dan mulut pasien serta penentuan jenis penyakit yang diderita pasien
dalam skenario ini khususnya adalah pasien bedah mulut.
Pemeriksaan penunjang dalam bedah mulut terdapat radiologi dan pemeriksaan
biopsi.

Pemeriksaan

radiologi

adalah

pemeriksaan

rongga

mulut

dengan

menggunakan x-ray yang nantinya hasilnya berupa foto dimana jika terdapat kelainan
akan tampak gambaran radiolusen atau radiopak, tergantung jenis lesi itu sendiri.
Pemeriksaan biopsi adalah pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan dibawah
mikroskop oleh ahli patologi. Pemeriksaan bipsi ini meliputi biopsi eksisi, biopsi
insisi, biopsi aspirasi, dan lain lain. Masing masing pemeriksaan biopsi ini memiliki
fungsi tersendiri tergantung dari ukuran dan jenis lesi.
Setelah pemeriksaan dilakukan selanjutnya menentukan diagnosa, diagnosa harus
ditentukan untuk selanjutnya melakukan rencana tindakan perawatan. Tindakan
perawatan ini sebaiknya harus segera dilakukan agar penyakit pada pasien bisa segera

ditangani. Diagnosa yang tepat harus dilakukan agar tidak terjadi kesalahan rencana
perawatan, karena jika terjadi kesalahan tindakan perawatan maka akan berdampak
buruk pada pasien itu sendiri. Sehingga sangatlah penting tahapan diagnosis ini bagi
seorang dokter gigi untuk menghindari kesalahan yang nantinya akan merugikan
pasien dan dokter gigi yang bersangkutan.