Anda di halaman 1dari 15

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebelum memulai melakukan kegiatan praktikum di laboratorium,kita
sebagai praktikan harus mengenal alat-alat laboratorium dan semua fungsi
peralatan dasar yang biasa digunakan dalam laboratorium kimia. Pengenalan
alat-alat yang akan dipergunakan dalam laboratorium sangat penting guna
kelancaran percobaan yang dilaksanakan diantaranya adalah menghindari
kecelakaan kerja dan gagalnya percobaan. Alat-alat laboratorium biasanya
dapat rusak atau bahkan berbahaya jika tidak sesuai dengan prosedur
pemakaian .Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta
bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum di
laboratorium kimia (Maju, 2013).
Prinsip kerja dan fungsi alat alat laboratorium harus diketahui
mahasiswa kesehatan agar tidak terjadi kesalahan saat pemakaian alat alat
laboratorium. Selain itu keselamatan dari alat alat laboratorium harus
diperhatikan agar terjaga kualitasnya. Maka dari itu alat alat laboratorium
dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu alat alat ringan dan alat alat berat.
Alat ringan biasanya terbuat dari kayu, gelas, plastik, karet. Sebagian besar
alat alat Laboratorium terbuat dari gelas (Anonim, 2012).
Alat gelas yang digunakan di laboratorium umumnya merupakan
gelas boroksilikat. Gelas ini terbuat dari kuarsa / silikat oksida
berkualitastinggi, boron oksida, aluminium oksida, dan natrium oksida. Gelas
jenis ini mencair pada suhu agak tinggi dan mempunyai angka mulai yang
kecil, oleh karena itu dapat dipanaskan hingga suhu tinggi dan dapat direndam

didalam air dingin atatu es tanpa terjadi keretakan atau pecah. Selain itu gelas
boroksilikat juga tidak bereaksi dengan bahan kimia sehingga cocok
digunakan sebagai alat gela laboratorium. Di dalam perdagangan jenis gelas
ini dikenal dengan berbagai merk seperti : Pyrex, Yena, Vycor, Duran, Schott,
Assistant dan ssebagainya (Anaonim, 2012).
Porselen sebagai bahan pembuat alat laboratorium mempunyai
keunggulan tahan (resistant) terhadap suhu tinggi. Pada permukaan alat
terbuat dari porselen biasanya diupam (glazir), sehingga bahan porselen tidak
tembus sinar (Muhlis, 2014)

1.2 Tujuan Praktikum


1. Untuk mengenal dan mengetahui segala macam alat-alat yang terbuat dari
gelas dan porselin serta fungsi dari masing-masing alat tersebut.
2. Dapat menggunakan alat-alat laboratorium tersebut dengan baik dan benar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Seperti yang telah dijelaskan, bahwa teori pengenalan alat-alat


laboratorium bertujuan untuk membuat praktikan mengetahui fungsi atau
kegunaan alat-alat laboratorium, oleh karena itu, fungsi daripada tiap-tiap alat
akan dijelaskan dengan tujuan agar praktikan dapat memahami secara jelas
kegunaan alat-alat laboratorium yang akan dipakai. Pada dasarnya setiap alat
memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat tersebut, prinsip kerja atau
proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat
dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur
biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer, hygrometer,
spektrofotometer, dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis,
biasanya diberi tambahan graph seperti thermograph, barograph
(Moningka, 2008).
Dari uraian tersebut, tersirat bahwa nama pada setiap alat menggambarkan
mengenai kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang
bersangkutan. Dalam penggunaannya ada alat-alat yang bersifat umum dan ada
pula yang khusus. Peralatan umum biasanya digunakan untuk suatu kegiatan
reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu
pengukuran atau penentuan (Moningka, 2008).
Penggunaan alat-alat gelas tersebut haruslah sesuai dengan fungsinya agar
pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat. Apabila terjadi suatu
kesalahan atau kekeliruan dalam penggunaannya akan mempengaruhi hasil yang
diperoleh. Ada beberapa macam alat gelas yang dipakai di laboratorium, antara
lain: gelas piala (beker gelas), erlenmeyer, gelas ukur, botol, pipet, corong, tabung
reaksi, gelas objek dan gelas penutup, cawan petri dan kamar hitung. Terdapat dua
kelompok alat-alat ukur yang digunakan pada analisa kuantitatif, yaitu: Alat-alat

yang teliti (kuantitatif) dan alat-alat yang tidak teliti (kualitatif). Untuk alat-alat
yang teliti (kuantitatif) terdiri dari : buret, labu ukur, pipet. Sedangkan untuk alatalat yang tidak teliti (kualitatif) terdiri dari gelas ukur, erlenmeyer, dan lainnya.
Dalam prakteknya baik analisa maupun sintesa, sesorang yang mempelajari atau
menekuni bidang kimia pasti akan selalu dihadapkan pada hal-hal yang
berhubungan dengan alat-alat dan bahan kimia (Maju, 2013)
Selain untuk menghindari kecelakaan dan bahaya, dengan memahami cara
kerja dan fungsi dari masing-masing alat, praktikan dapat melaksanakan
praktikum dengan sempurna, kebersihan alat yang digunakan dan ketelitian
praktikan dalam perhitungan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam suatu
praktikum, dengan ketelitian dan ketepatan penggunaan alat maka kesalahan
dalam praktikum dapat diminimalisir (Riadi, 1990).
Maka, dari penjelasan yang telah diuraikan diatas, dalam pelaksanaannya
diharapkan kita dapat melakukan percobaan dengan baik, dimana selain
memperkenalkan alat dan fungsinya kita juga harus mengetahui cara kerja dan
sistematika penggunaan alat-alat tersebut secara tepat dan akurat, karena dengan
mengetahui sistematika atau langkah-langkah penggunaan alat akan membuat
praktikan tahu bagaimana mengatasi kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi pada
alat saat kita melakukan percobaan dilaboratorium (Mardani, 2007).
Dalam melakukan percobaan dilaboratorium atau bekerja dalam
laboratorium terutama laboratorium kimia, seseorang akan selalu dihadapkan pada
hal-hal yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia, peralatan yang dapat
berbahaya dan merugikan bagi diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar,
bila tidak digunakan dengan baik. Seperti layaknya pekerjaan lain, bekerja dalam
laboratorium kimia juga mempunyai resiko kecelakaan kerja. Resiko ini dapat
disebabkan karena faktor ketidaksengajaan, keteledoran dan sebab-sebab lain
yang diluar kendali manusia (Maju, 2013)

BAB III
METODE KERJA
2.1 Alat-alat Gelas
1. Gelas Ukur
2. Labu Tamar
3. Pipet Ukur
4. Pipet Volume
5. Buret
6. Cawan Petri
7. Tabung Reaksi
8. Gelas Arloji
9. Botol Reagen
10. Tabung Centrifuge
11. Pipet Tetes
12. Erlenmeyer
13. Lampu Spiritus

14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.

Batang Pengaduk
Tabung Durham
Objek Glass/Slide
Cover Glass
Kamar Hitung
Tabung Sahli
Urinometer
Mikrohematokrit
Bunsen
Kop Linjar
Pipet Pasture
Gelas Beaker
Corong

2.2 Alat-alat Porselen


1. Lumpang dan alu
2. Cawan porselen
2.3 Prosedur Kerja
1. Dilakukan pengamatan dan pengenalan kepada tiap-tiap alat gelas dan
porselen.
2. Digambar dan ditulis fungsi dari alat-alat laboratorium tersebut.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan

Hasil dalam praktikum kali ini adalah sebagai berikut:


Tabel 4.1.1 Alat-alat yang terbuat dari gelas/kaca
NO
1

NAMA ALAT
Gelas Ukur

GAMBAR

FUNGSI
untuk

Digunakan

mengukur

volume zat kimia dalam bentuk


cair.

Gelas

ini

berskala

dan

bermacam ukuran.

Labu

Untuk membuat,menyimpan dan

Tamar/Ukur

mengencerkan

larutan

dengan

ketelitian yang tinggi.

Pipet Ukur
Digunakan

untuk

mengambil

larutan dengan volume tertentu.


Gunakan propipet atau pipet pump
untuk menyedot larutan, jangan
4

Pipet Volume

dihisap dengan mulut


Pipet ini berbentuk
ramping

dengan

panjang

gondok

atau

cembungan

dibagian

tengahnya.

Digunakan

untuk

mengambil

sampel

dalam

bentuk

larutan

dengan volume yang tepat seperti


yang

tertera

tersebut.

di

gondok

pipet

Buret
Digunakan untuk titrasi, tapi pada
keadaan

tertentu

dapat

pula

digunakan untuk mengukur volume


suatu larutan.
6

Cawan Petri

sebuah wadah untuk membiakkan


sel atau mikroba.

Tabung reaksi
Sebagai tempat untuk mereaksikan
bahan kimia, untuk melakukan
reaksi kimia dalam skala kecil dan
wadah untuk perkembangbiakkan
mikroba

Glass Arloji

Sebagai wadah untuk menimbang


bahan-bahan kimia yang berupa
padat,serbuk serta kristal

Botol Reagen
digunakan sebagai wadah pereaksi
(reagen) dan menyimpan reagen
yang sudah diolah menjadi baku
primer dan sekunder. Sebaiknya
botol yang sudah disi dengan
reagen diberi label yang mudah
terbaca dengan jelas, yang memuat
nama zat dan konsentrasi. Larutan
didalam

botol

reagen

diambil

dengan cara dipipet.


10

Tabung
Centrifuge

Mempunyai bentuk seperti tabung


yang

salah

menyerupai

satu

ujungnya

kerucut.

Fungsinya,

untuk tempat bahan yang akan


diendapkan dengan alat sentrifuge
11

Pipet Tetes
Untuk meneteskan atau mengambil
larutan dengan jumlah kecil dari

12

Erlenmeyer

suatu tempat ke tempat lain.


Sebagai wadah unuk mereaksikan
suatu zat kimia dalam skala yang
cukup besar dan sebagai wadah
dalam proses titrasi.

13

Lampu Spirtus
Untuk

membakar

zat

atau

memanaskan larutan.

14

15

Batang

Untuk mengocok atau mengaduk

Pengaduk

suatu larutan.

Tabung Durham
untuk menampung/menjebak gas
yang terbentuk akibat metabolisme
pada

bakteri

Penempatannya

yang
terbalik

diujikan.
dalam

tabung reaksi dan harus terendam


sempurna dalam media (jangan
sampai ada sisa udara).

16

Objek
Glass/Slide

Digunakan untuk meletakan sampel


saat diamati dibawah mikroskop

17

Cover
Glass/Slide

Digunakan untuk menutup objek


glass

saat

diamati

dibawah

mikroskop
18

Kamar Hitung
Alat untuk menghitung jumlah selsel darah yang diencerkan dalam
volume tertentu

19

Tabung Sahli
Tabung HB 02 22% tempat untuk
mengencerkan dan membaca kadar
HB

20

Urinometer
Urinometer

berfungsi

untuk

mengukur berat jenis urin, bentuk


urinometer yang menggelembung
pada bagian bawah dan kecil pada
bagian

tangkai

yang

biasanya

digunakan untuk pegangan pada


saat memutar urinometer.

10

21

Mikrohematokrit

Mikrohematokrit digunakan untuk


penetapan

nilai

hematokrit

mikrometode dengan darah

22

Bunsen
Untuk memanaskan larutan dan
dapat

pula

sterilisasi

digunakan

dalam

proses

untuk
suatu

proses.
23

Kop Linjar

Alat

yang

digunakan

untuk

merendam slide

24

Pipet Pasture

Pipet pasture juga dikenal sebagai


pipet pentil atau penetes, adalah
pipet plastik atau beling yang
digunakan
sedikit

untuk
cairan,

memindahkan
tetapi

tidak

dikalibrasi untuk suatu volume


25

Gelas Beker

tertentu
Sebagai tempat untuk menyimpan
dan meletakkan larutan. Gelas Piala
memiliki takaran namun jarang
bahkan tidak diperbolehkan untuk
mengukur volume suatu zat cair.

11

26

Corong
Corong

digunakan

untuk

memasukan atau memindah larutan


dari satu tempat ke tempat lain

Tabel 4.1.2 Alatpalat yang terbuat dari porelen


N
O
1

NAMA
Lumping

GAMBAR
dan

FUNGSI
Menghaluskan zat yang masing

Alu

bersifat padat/kristal.

Cawan Porelen

Digunakan
Misalnya

sebagai

wadah.

penguapan

larutan

dari suatu bahan yang tidak


mudah menguap.

4.2 Pembahasan
Berikut akan diuraikan pembahasan tentang hasil percobaan ini yang
berjudul pengenalan alat-alat gelas dan Porselin laboratorium. Tujuan
diadakannya praktikum ini adalah agar setiap praktikan mampu mengenal dan
memahami fungsi, cara penggunaan serta perbedaan berbagai alat yang ada
dilaboratorium. Dan diharapkan agar nantinya praktikan tidak canggung lagi
di laboratorium.
Dalam percobaan yang telah dilakukan, terdapat berbagai macam alat,
berikut akan diuraikan pengkategorian dan penanganan alat-alat yang ada di

12

laboratorium berdasarkan kemampuan yang dimiliki alat untuk mendukung


berbagai proses yang dilakukan dalam percobaan kali ini.
Menurut (Muhlis. 2013). Alat laboratorium yang terbuat dari bahan
gelas mempunyai karakteristik khusus misalnya tahan panas, yang ditandai
dengan Pyrex, tanda dagang (trade mark) suatu perusahaan pembuat alat-alat
gelas. Selain itu bahan gelas seperti borosilikat dan soda lime merupakan
bahan gelas yang mempunyai karakteristik tertentu. Gelas borosilakat
mempunyai sifat tahan terhadap kenaikan suhu yang mendadak. Gelas soda
lime dapat dipanasi pada api Bunsen tanpa menjadi kusam. Kedua macam
bahan gelas tadi memiliki sifat tahan senyawa kimia, borosilikat sedikit
kurang tahan terhadap senyawa alkali tetapi lebih tahan terhadap senyawa
asam daripada bahan soda lime.
Alat-alat laboratorium yang terbuat dari bahan gelas diantaranya sebagai
berikut;
Gelas Ukur berfungsi Sebagai tempat untuk menyimpan dan
meletakkan larutan. Gelas Piala memiliki takaran namun jarang bahkan tidak
diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat cair. Labu tamar/ukur
berfungsi Untuk membuat, menyimpan dan mengencer kan larutan dengan
ketelitian yang tinggi. Pipet Ukur berfungsi d untuk mengukur volume zat
kimia dalam bentuk cair. gelas ini berskala dan bermacam ukuran. Pipet
Volume ini berbentuk panjang ramping dengan gondok atau cembungan
dibagian tengahnya. Digunakan untuk mengambil sampel dalam bentuk
larutan dengan volume yang tepat seperti yang tertera di gondok pipet
tersebut.
Buret berfungsi untuk titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula
digunakan untuk mengukur volume suatu larutan. Cawan petri berfungsi
sebuah wadah untuk membiakkan sel atau mikroba. Tabung reaksi berfungsi
Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia, untuk melakukan reaksi
kimia dalam skala kecil dan wadah untuk perkembangbiakkan mikroba. Gelas
arloji Sebagai wadah untuk menimbang bahan-bahan kimia yang berupa
padat,serbuk serta Kristal. Botol reagen digunakan sebagai wadah pereaksi

13

(reagen) dan menyimpan reagen yang sudah diolah menjadi baku primer dan
sekunder. Sebaiknya botol yang sudah disi dengan reagen diberi label yang
mudah terbaca dengan jelas, yang memuat nama zat dan konsentrasi. Larutan
didalam botol reagen diambil dengan cara dipipet.
Tabung centrifuge Mempunyai bentuk seperti tabung yang salah satu
ujungnya menyerupai kerucut. Fungsinya, untuk tempat bahan yang akan
diendapkan dengan alat sentrifuge. Pipet tetes untuk meneteskan atau
mengambil larutan dengan jumlah kecil dari suatu tempat ke tempat lain.
Erlenmeyee berfungsi sebagai wadah unuk mereaksikan suatu zat kimia dalam
skala yang cukup besar dan sebagai wadah dalam proses titrasi. Lampu
sepirtus untuk membakar zat atau memanaskan larutan. Batang pengaduk
Untuk mengocok atau mengaduk suatu larutan.
Tabung durham untuk menampung/menjebak gas yang terbentuk
akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan, penempatannya terbalik dalam
tabung reaksi dan harus terendam sempurna dalam media (jangan sampai ada
sisa udara). Objek glass/slide digunakan untuk meletakan sampel saat diamati
dibawah mikroskop. Cover glass/slide digunakan untuk menutup objek glass
saat diamati dibawah mikroskop. Kamar hitung berfungsi untuk menghitung
jumlah sel-sel darah yang diencerkan dalam volume tertentu. Tabung HB sahli
02 22% tempat untuk mengencerkan dan membaca kadar HB.
Urinometer berfungsi untuk mengukur berat jenis urin, bentuk
urinometer yang menggelembung pada bagian bawah dan kecil pada bagian
tangkai yang biasanya digunakan untuk pegangan pada saat memutar
urinometer. Mikrohematokrit digunakan untuk penetapan nilai hematokrit
mikrometode dengan darah. Bunsen Untuk memanaskan larutan dan dapat
pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses. Kop linjar
berfungsi untuk tempat merendam slide. Pipet pasture juga dikenal sebagai
pipet pentil atau penetes, adalah pipet plastik atau beling yang digunakan
untuk memindahkan sedikit cairan, tetapi tidak dikalibrasi untuk suatu volume
tertentu. Gelas beker berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan dan
meletakkan larutan. Gelas Piala memiliki takaran namun jarang bahkan tidak

14

diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat cair. Corong digunakan


untuk memasukan atau memindah larutan dari satu tempat ke tempat lain.
Porselen sebagai pembuat alat laboratorium mempunyai keunggulan
tahan (Resistant) terhadap suhu tinggi. Pada permukaan alat terbuat dari
porselen biasanya diupam (Glazir), sehingga bahan porselen tidak tembus
sinar. Alat-alat laboratorium yang terbuat dari bahan porselen diantaranya
sebagai berikut :
Lumpang dan alu, berfungsi untuk menghaluskan zat yang masih
bersifat padat/Kristal. Cawan porselen digunakan sebagai wadah, misalnya
penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Dari praktikum di atas, dapat disimpulkan bahwa masing-masing alat
laboratorium memiliki prosedur tersendiri sesuai dengan guna dan
fungsinya. Peralatan yang digunakan di laboratorium terbagi menjadi dua
bagian yaitu peralatan gelas dan peralatan non gelas . Jadi, alat -alat yang
ada di laboratorium harus digunakan sebagaimana mestinya.
2. Cara penggunaan alat-alat yang terbuat dari bahan gelas dan porselen
memiliki cara yang berbeda-beda, seperti dari bahan porselen yaitu
lumpang dan alu. Cara kerjanya ialah dengan memasukan sampel yang
akan dihaluskan, dimasukan ke dalam lumpang, kemudian dihaluskan
menggunakan alu secara perlahan hingga sampel halus
5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan agar semua praktikan menguasai materi percobaan
dan cermat serta teliti agar mendapat hasil yang maksimal.Sebaiknya alat-alat

15

yang ada di laboratorium lebih diperhatikan dan dirawat lagi agar saat
praktikum bisa dipergunakan dengan baik dan maksimal tanpa ada kekurangan