Anda di halaman 1dari 23

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan
hidayah-Nyalah makalah yang berjudul Dadaku Kembang Kempis ini dapat
diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini disusun dari berbagai sumber ilmiah
sebagai hasil dari diskusi kelompok kecil (DKK) kami. Makalah ini secara menyeluruh
membahas mengenai sistem saluran pernapasan bawah
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
terselesaikannya makalah ini, antara lain :
1.

dr. Masyudi, M. Si selaku tutor kelompok 1 yang telah membimbing kami dalam
melaksanakan diskusi kelompok kecil (DKK) dalam martikulasi skenario modul 1.

2.

Teman-teman kelompok I yang telah mencurahkan pikiran dan tenaganya sehingga


diskusi kelompok kecil (DKK) 1 dan 2 dapat berjalan dengan baik dan dapat

3.

menyelesaikan makalah hasil diskusi kelompok kecil (DKK) kelompok I.


Teman-teman mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman angkatan
2008 dan pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Akhirnya, tiada gading yang tak retak, tentunya makalah ini sangat jauh dari

sempurna. Oleh karena itu, saran serta kritik yang bersifat membangun sangat kami
harapkan demi tercapainya kesempurnaan dari isi makalah hasil diskusi kelompok kecil
(DKK) ini.
Samarinda, 30 Oktober 2008

Kelompok 1

DAFTAR ISI

Halaman judul
Kata pengantar.........................................................................................................i
Daftar isi..................................................................................................................ii
I. PENDAHULUAN.1
Latar Belakang....................1
Tujuan.................1
II. ISI....2
Step 1 .3
Step 2..3
Step 3......4
Step 4..5
Step 5..........6
Step 6..6
Step 7..6
III. PENUTUP....18
Kesimpulan dan Saran..... 18
Daftar pustaka...iii

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manusia sering sekali terserang penyakit. Salah satu penyakit yang paling sering
menghinggapi manusia adalah pilek. Walau mudah diobati, penyakit ini sangat
mengganggu manusia dalam mengerjakan kewajiban serta pekerjaannya sehari-hari.
Pada makalah ini, kami akan secara khusus membahas tentang pilek. Dari skenario
yang ada, kita dapat mempelajari mekanisme tubuh untuk menghasilkan ingus, factorfaktor apa saja yang bisa memperburuk rhinorrhea serta proses dalam tubuh sehingga
kita dapat melakukan penciuman bau . Hal-hal tersebut juga sangat menunjang proses
belajar kami di kemudian hari.
1.2 Manfaat Modul
Adapun manfaat modul ini ialah diharapkan manusia mampu memahami apa saja
mekanisme pertahanan tubuh terutama saluran pernapasan terhadap benda asing yang
masuk ke saluran pernapasan, definisi rhinorrhea, factor-faktor yang menyebabkan
rhinorrhea, mekanisme rhinorrhea, akibat yang ditimbulkan rhinorrhea serta proses
sampai kita bisa melakukan proses penghiduan. Dengan dipelajarinya, diharapkan
mahasiswa mengetahui apa-apa saja mekanisme pertahanan saluran pernapasan terhadap
benda asing yang masuk, factor yang menyebabkan rhinorrhea, mekanisme rhinorrhea,
mekanisme bersin serta tahapan sampai kita dapat mencium bau.

BAB 2
ISI

SKENARIO 1
Hidungku mampet
Andy sangat tersiksa dengan kondisinya padahal besok pagi harus mengikuti ujian tengah
semester mata kuliah anatomi. Semalaman tidurnya tidak nyaman karena ingus cair yang
menggenang di rongga hidungnya terasa menyumbat jalan napas dan sangat mengganggu
pernapasannya. Saat pagi hari Andy merasa semakin terganggu dengan rhinorrhea yang
dialaminya tetapi ia sedikit merasa lega saat bersin. Penciumannya juga berkurang
sehingga parfum yang digunakannyapun terasa kurang wangi. Andy berharap setelah
selesai ujian dan beristirahat cukup di rumah keadaannya bisa menjadi lebih baik.

STEP I
1. Ingus
: lendir yang ada di rongga hidung
2. Rhinorrhea : keadaan beringus
3. Bersin
: refleks pengeluaran partikel asing yang masuk melalui hidung

STEP II
1. Mengapa Andy tersiksa dengan kondisinya ?
2. Mengapa saluran pernapasan Andy tersumbat ?
3. Mengapa ada ingus cair yang menggenang di rongga hidung ?
4. Mengapa pada pagi hari Andy merasa terganggu dengan rhinorrhea ? Adakah faktor
lain yang menyebabkan hal itu terjadi ?
5. Mengapa Andy merasa lega setelah bersin ?

6. Mengapa daya penciuman Andy berkurang ?


7. Apakah hanya dengan beristirahat kondisi Andy bisa lebih baik ?

STEP III
1. Andy tersiksa dengan kondisinya dikarenakan :
a. Hidungnya mampet
b. Beban ujian
2. Saluran pernapasan Andy tersumbat dikarenakan adanya ingus cair yang
menggenangi rongga hidung
3. Hal-hal yang menyebabkan dihasilkannya lendir yang berlebihan :
a. Sel goblet
b. Kelenjar mukosa
4. Faktor-faktor yang menyebabkan rhinorrhea yang dialami Andy semakin memburuk
di pagi hari :
a. Suhu yang dingin dan kelembaban udara (lingkungan)
b. Kemungkinan alergi
5. Karena partikel asing yang menyumbat saluran pernapasan Andy sudah keluar
sehingga mengurangi penyumbatan
6. Karena bulbus olfaktori tidak bekerja secara maksimum
7. Tidak juga, karena terganggu pada system imunitas tiap orang

STEP IV

STEP V
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pertahanan hidung terhadap benda asing yang masuk


Definisi Rhinorrhea
Factor-faktor lain yang menyebabkan Rhinorrhea
Mekanisma Rhinorrhea
Jenis Ingus
Akibat Rhinorrhea
Mekanisme bersin dan penyebab

STEP VI
Pada step 6 ini masing-masing anggota diskusi melakukan proses belajar mandiri
sehubungan dengan tujuan belajar yang telah dirumuskan pada step 5 untuk mengetahui
lebih dalam terhadap materi yang akan dibahas pada diskusi kelompok kecil (DKK) 2.

STEP VII
SISTEM RESPIRASI

Fungsi: Menyelenggarakan pengambilan O2 dan pembuangan CO2 dari tubuh

Terdiri dari organ pertukaran gas (saluran napas & paru) dan pompa ventilasi

Pompa ventilasi meliputi dinding dada, otot-otot intercostal, diaphragma,


komponen-komponen elastik & kollagen parupenting untuk pergerakan udara
di paru

Secara anatomi sistem respirasi terdiri dari :


1. Saluran napas atas (upper respiratory tract) yang saling berhubungan
meliputi:
Hidung, sinus paranasal & nasofaring
2. Saluran napas bawah (lower respiratory tract) meliputi laryng, trachea,
bronchus,
bronchiolus, alveoli

Sistem respirasi sebagai organ pertukaran gas terdiri dari:


1. Bagian konduksi (penyalur)
Rongga hidung (cavum nasi), nasofaring, laring, trakea, bronchus,
bronchioli
2. Bagian respiratorik (tempat pertukaran gas)
Bronchioli respratorik alveoli

HIDUNG

Bangunan berongga terbagi 2 oleh sekat (septum nasi) kiri & kanan (cavum
nasi)

Fungsi : 1. Orgen pernapasan atas


2. Organ pembau

CAVUM NASI

dipisahkan septum nasi

lubang antara naris ant. (nostril)


dinding terdiri dari jaringan ikat fibrous, tulang Rawan, otot bergaris, kulit terdiri
dari kelenjar lemak, rambut halus

lubang posterior (naris posterior) berhubungan dengan nasopharynx

terdirir dari:
> vestibulum nasi (reg.vestibularis)
- rongga terlebar
- epitel berlapis pipih bertanduk & vibrissae

- kelenjar keringat & lemak


> bagian respiratorik
- regio respiratoria mukosa respiratoria
- regio olfaktoria mukosa olfaktoria

MUKOSA RESPIRATORIA
> epitel berderet silindris, kinosilia, sel goblet
> permukaan lebih tipis
> tdk ada sel pembau,sel penyangga & sel basal

> tdk terdapat fila olfaktoria


> lamina basialis jelas

MUKOSA OLFAKTORIA
> pada seluruh atap cavum nasi, concha nasal superior &septum nasi bagian atas
> epitel berderet silindris tebal
> tdk ada sel goblet
> terdapat sel pembau, sel penyangga, sel basal
> lamina basialis tidak jelas
> terdapat schnederian membrane
> dalam lamina propariakel bowman (serus murni)
> terdapat fila olfaktoria

SEL PENYANGGA

btk silindris tinggi , basis sempit, apex lebar

inti ovoid

ada mikrovili (striated border)

makros warna kuning coklat (butir pigmen lipofuchsin)

inti pada deretan paling permukaan

SEL BASAL

di bagian basaldi antara sel-sel penyangga

inti kecil-kecil , ovoid, gelap

sebagai sel cadangansel penyangga

SEL PEMBAU

bentuk spindel

sel saraf bipoler, inti bulat, open face

terdapat vesicula olfactoria

(juluran sitoplasma ramping, ujung dendrit membulat)

olfactoria hairs (terima rangsangan)

n.olfact.area cibrosa os. ethmoid

bulbus olfactorius cerebrum

SEPTUM NASI

kerangka jaringan tulang rawan hyalyn

kerangka jaringan tulang

kedua sisi dilapisi mukosa olfaktoria & respiratoria

CONCHA NASALIS

3 penonjolan tulang pada dinding lateral cavum nasi

kerangka jaringan tulangturbinate bone

dilapisi oleh mukosa olfactoria atau respiratoria

sinus venosus banyak, lebar (plexus venosus/jaringan erektil)

terdiri dari concha nasalis superior, medius & inferior

SINUS PARANASALIS

dilapisi epitel berderet silindris tipis, kinosilia, sel goblet

lamina basalis kurang berkembang

lamina propria menyatu dengan periost

kelenjar sedikit

tidak ada jaringan erektil

PHARYNX

nasopharynx, oropharynx, laringoph.

Terdiri dari epitel berderet silindris, kinosilia, sel goblet

lamina propria mengandung kelenjar dan sabut elastis (banyak)

tunika submukosa, tunika palatina, tunika haryngica, tunika lingualis, tunika


tubaria

LARYNX

organ pembentuk suara

kerangka tulang hyalin (besar)

kerangka tulang elastis (kecil)

plika ventrikularis (falls vocal cord)


> epitel berderet silindris
> tidak terdapat muskulus vokalis
> ada kelenjar

plika vokalis (true vokal cord)


> epitel berlapis pipih
> ada muskulus vokalis
> tidak terdapat kelenjar

Proses Penghidu
a. Bau berdifusi ke mukus pada silia
b. Stimulus berikatan dengan protein G
c. Sub unit pada protein G mengaktivasi adenilat siklase
d. Adenilat siklase mengubah Adenosin Trifosfat menjadi Adenosin Monofosfar
Siklik
e. Adenilat Monofosfat Siklik membuka gerbang ion Na
f. Ion Na meningkatkan potensial listrik sehingga merangsang neuron olfaktorius
dan menghantar impuls ke sistem saraf pusat ( Bulbus olfaktori )

Syarat syarat bau yang bisa di hidu


a. Dapat menguap, sehingga dapat masuk ke nostril
b. Larut dalam air, sehingga dapat berdifusi dengan mukus
c. Paling tidak larut pada lemak, karena ujung sel olfaktori mengandung lipid

PERTAHANAN SALURAN PERNAPASAN


Pertahanan saluran pernapasan terhadap benda asing yang masuk ke saluran
pernapasan :
1. Mekanik :
a. Batuk : proses pertahanan yang dilakukan saluran pencernaan ketika ada benda
asing yang masuk ke saluran pencernaan
b. Bersin : proses pertahanan yang dilakukan saluran pernapasan ketika ada benda
asing yang masuk ke saluran pernapasan
c. Filtrasi : penyeleksian materi yang masuk ke dalam system pernapasan. Filtrasi ini
dilakukan oleh rambut-rambut hidung untuk menyaring debu-debu ataupun materi

asing yang lebih dari 6 m sehingga tidak dapat masuk dan hanya materi yang
dibutuhkan saja yang masuk
d. Air Conditioning : penyesuaian temperature udara yang masuk ke dalam system
pernapasan agar sesuai dengan suhu tubuh
e. Gerak Mukusiliaris : materi masuk melalui lapisan mucus yang terdiri dari goblet
mukosa dan submukosa. Hal ini dilakukan untuk menangkap partikel asing yang
tidak dapat tersaring oleh filtrasi hidung dan menahannya agar tidak masuk ke
alveoli. System pernapasan banyak dilapisi epitel bersilia dengan jumlah 200
silia. Silia ini melakukan gerakan memukul-mukul ke atas pada paru dan ke
bawah pada hidung agar tertuju pada nasofaring. Ini nantinya akan menyebabkan
batuk, menelan, atau bersin.
2. Immunologi :
a. Leukosit
Leukosit berfungsi melindungi tubuh dari infeksi dan kanker serta membantu
proses penyembuhan. Sel-sel darah putih mencangkup sel-sel radang : neutrofil,
eosinofil, basofil, monosit, dan makrofag. Dan sel-sel respon imun : limfosit.
b. Limfosit
Limfosit adalah sel B dan T. Sel-sel system imun ini berespon dengan spesifisitas
dan ingatan untuk mencegah infeksi. Sel T dan B berasal in utero dari sel-sel yang
ditemukan di jaringan limfoid hati dan limpa. Setelah lahir, limfosit terus
berproliferasi di tempat-tempat tersebut ( hati dan limpa ) serta di sumsum tulang,
kelenjar limpa, timus dan tonsil.
Sel T menyusun system imun seluler. Pematangan sel T berlangsung selama
pergerakan melalui kelenjar timus. Sewaktu sebuah sel T bertemu dengan
mikroorganisme ( protein lain) dimana sel T tersebut telah deprogram seara
genetis untuk berespon terhadapnya, maka sel T tersebut secara langsung
menyerang dan menghancurkan rangsangan tersebut.
c. Trombosit
Trombosit bukanlah sel, tapi potongan-potongan sitoplasma dari sel darah putih
khusus berasal dari sumsum tulang. Seperti sel darah putih, trombosit tertarik ke
daerah peradangan. Trombosit mengeluarkan serotonin, yang meningkatkan

aliran darah dan permiabilitas kapiler. Trombosit penting untuk mencetuskan


pembekuan darah. Pembekuan darah akan mengisolasi dan mengatasi infeksi serta
mencegah kehilangan darah.

Refleks Batuk
1. Rangsangan saluran pernapasan (gas-gas dan sekresi yang berlebihan)
2. Impuls dengan dihantarkan saraf sensoris diantarkan menuju medulla oblongata. Dari
medulla oblongata, hasil rangsangan yang dibawa saraf motorik merangsang
kontraksi otot nafas yang menyebabkan tekanan paru-paru meningkat secara
mendadak.
3. Hal ini menyebabkan epiglottis dan pita suara membuka mendadak
4. Sehingga udara bertekanan tinggi meledak keluar sebagai batuk

RHINORRHEA
Definisi Rhinorrhea
Suatu keadaan sekret yang berlebihan/keluar dari hidung.
Rhinorrhea adalah kata yang biasa digunakan dalam dunia kedokteran untuk
menjelaskan keadaan beringus. Kata ini berasal dari bahasa Yunani rhino yang
berarti hidung dan rhea yang berarti tumpah.

Faktor-faktor yang menyebabkan Rhinorreha :


1. Penyakit :
a. Infeksi, seperti radang selaput lendir dan bisa juga sebagai akibat dari
gejala awal influenza
2. Bukan Penyakit :

a. Makanan : reseptor yang tidak sesuai dan tidak diterima tubuh yang
berasal dari makanan akan menyebabkan gejala-gejala rhinorrhea
b. Bau yang kuat : bau yang terlalu menusuk tajam akan menyebabkan
rhinorrhea karena sebagian orang tidak kuat menerima rangsangan bau
yang menyengat terlalu kuat
c. Menangis : pada nasal dan orbital memiliki hubungan rongga yang
menyebabkan ketika menangis juga akan mempengaruhi keluarnya sekret
di hidung
d. Suhu dan kelembaban (Rhinitic Vasomotorika) : pada beberapa orang yang
mengidap Rhinitis alergi akan mengalami rhinorrhea ketika berada di
lingkungan yang dingin
e. Olahraga yang berlebihan (kecapekan) : menyebabkan turunnya imunitas
tubuh
f. Alergi

Mekanisme Rhinorrhea
Partikel asing masuk yang melekat pada palut lendir,cilia menggerkan mukus yang
menangkap partikel menuju Nasofaring dan di Nasofaring dapat dikelurkan dan
ditelan,dan yang dikelurkan adalah partikel asing yang berukuran besar.

Hasil Rhinorrhea
Hasil Rhinorrhea pada kebanyakan orang yang menderitanya akan menyebabkan
sekret atau ingus banyak menumpuk dalam hidung. Beberapa klasifikasi yang dapat
dilakukan untuk menunjukkan adanya penyakit atau tidak dalam keadaan rhinorrhea
tersebut. Klasifikasinya adalah :
Jenis-jenis:

1.
2.
3.

Mukus :
Serouse :
Purulen :

Lengket dan kental.


Cair
Lengket, kental, dan bernanah

Warna:
1. Bening :
2. Kuning :
3. Hijau
:

Cairan Glikolipid + partikel asing.


Cairan + Partikel asing + fagosit (nanah).
Infeksi jamur

Akibat Rhinorrhea
1. Indera penghidu terganggu,rangsangan terhalang oleh secret yang berlebihan yang
menumpuk sehingga rangsangan untuk mencapai reseptor,syaraf melemah.
2. Kapasitas nafas yang dihirup tetap sama namun,untuk memenuhi Oksigen yang
dihirup,mulut membantu inspirasi karena ketidak sempurnaanya fungsi hidung
untuk bekerja secara maksimal karena adanya secret yang sebagai pengahalang
masuknya oksigen.

BERSIN
Mekanisme Bersin
Iritasi pada saluran hidung,impuls aferen berjalan dalam nervus kelima menuju medula
oblongata,temapt refleks ini dicetuskan.Pertama kira-kira 2,5 liter udara diinspirasi secara
cepat.Kedua,epiglotis menutup, dan pita suara menutup erat-eart untuk menjerat udara
dalam

paru.Ketiga

otot-otot

abdomen

berkontraksi

denagn

kuat

mendorong

diafragma,sedangkan otot otot ekspirasi lainnya,seperti interkostalis internus,juga


berkontraksi dengan kuat.Akibatnya,tekanan dalam paru meningkat secara cepat sampai
100 mm Hg atau lebih.Uvula ditekan sehingga udara dalam jumlah besar dengan cepat
melalui hidung dan membersihkannya dari benda asing.

Mekanisme Bersin (Patofisilogi)


Partikel asing masuk sehingga merangsang bagian mukosa,inspirasi dalam dalam dan
epiglotis terbuka dan langit-langit lunak berada pada posisi terendah,udara pun keluar
dengan kuat sehingga partikel-partikel asing yang masuk tersebut keluar.

Penyebab Bersin :
Keadaan Normal : karena adanya benda asing yang masuk
Keadaan Sakit : karena adanya mikroorganisme yang banyak atau mencukupi
untuk merangsang terjadinya bersin.

BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan dan Saran
Tubuh manusia memiliki berbagai macam sistem pertahanan dan kekebalan, salah
satu sistem pertahanan tersebut terdapat pada traktus respiratori. Dalam traktus respiratori
terdapat berbagai macam sistem kekebalan, misalnya refleks batuk, refleks bersin dan
pengeluaran sekret berupa lendir yang biasa kita sebut ingus. Sekret tersebut memiliki
fungsi untuk melindungi tubuh terinfeksi virus, bakteri, ataupun mikroorganisme lainnya.
Dalam melaksanakan fungsinya, sistem pertahanan tersebut melibatkan seluruh bagianbagian yang masing-masing memiliki fungsi masing-masing sehingga dapat terjadi
mekanisme pertahanan sistem pernapasan atas. Kami dari kelompok 1 menyadari
banyaknya kekurangan dari makalah ini, karena itu kami senantiasa mengharapakan
kritik dan saran untuk perbaikan di masa depan.