Anda di halaman 1dari 52

INFEKSI MENULAR

SEKSUAL PADA KEHAMILAN


OLEH:
Tegar Wibawa R
Pembimbing:
Dr Birza Rizaldi ,SpOG

Pertahanan tubuh
Penutupan

vulva oleh

labia
Epitel yang tebal
Bakteri Doderlein
Kelenjar serviks yang
alkalis
Siklus menstruasi
Rambut getar pada
tuba

Radang/Infeksi
Color
Dolor
Rubor
Palor
Functio

lesa
Fluor Albus

Pada

kehamilan : kontraksi
KPD
janin cacat/terinfeksi
prematuritas

Infeksi Genitalia Eksterna


oBartholinitis
oVaginitis
oVulvivaginitis

Bartholinitis
Etiologi:

GO.Streptococc,E Koli
Peradangan: Rx Radang
Tersumbat : Kista
Bartholin
Terapi : Antibiotika dan
Marsupialisasi/ekstirpasi

Vulva
Penyakit

Kelamin :
Sifilis,Ulkus Molle,dll
Tuberkulosis
Vulvitis Virus :
Herpes, HPV
Vulvitis DM

Herpes
HSV

tipe 2

STD
3-7

hari
Belum ada terapi
Yang menyembuhkan
Pada neonatus:keratitis
herpetika

Herpes simpleks 1-2


Pada

kehamilan:
-abortus
-IUGR
-prematuritas
-KPD

Persalinan SC jika lesi aktiv

Penatalaksaan

Dosis asiklovir/valasiklovir yang dianjurkan untuk infeksi


primer:
Asiklovir per oral 5 x 200 mg/hari selama 7 hari; pada
lesi berat i.v. 3-5 mg/kgBB/hari selama 7 10 hari, atau
Valasiklovir 2 x 500 mg/hari selama 7 hari
Dosis untuk infeksi rekuren:
Asiklovir 5 x 200 mg/hari selama 5 hari atau
Valasiklovir 2 x 500 mg/hari selama 5 hari
Pengobatan untuk neonatus dengan infeksi VHS dapat
diberikan asiklovir 10 mg/ kgBB i.v. tiap 8jam selama 10
21 hari.7

Kondiloma Akuminatum
Vulva,perneum,perianal,

vagina dan servik


Cauliflower
Penyebab HPV
Gejala keputihan dan gatal
Terapi Podofilin dan
Kauterisasi

Vagina
Kuman

normal :
Dodelein,Streptoccocus,
Stafilococus, Difteroid
Gejala : Fluor Albus,
Gatal, Terbakar
Vulvovaginitis
Hati hati pembersih
wanita

Vaginitis
Trikomoniasis
o Trikomonas vaginalis
o Parasit dengan flagella
o Fluor kekuningan dan bau
o Gatal dan panas

Vaginitis
Candidiasis
o Candida Albicans
o Jamur
o Fluor putih
o Gatal dan panas
o Kemerahan pada kulit

Candida albikans
Pada

DM

GONOREA
1897

Neiserr----Neiserria gonorreae
Diplokokus gram negatif
PHS/STD
Dapat melalui tangan dan handuk
Inkubasi 2-3 jam sampai beberapa hari

GONOREA
Uretra.

Kel Skene, Kel Bartholin, serviks


Rektum
Vagina mudah terinfeksi pada anak,hamil,
dan menopause
Tube dapat menjadi piosalping dan
hidrosalping

gonorea

GONOREA
Sakit

waktu BAK dan gatal pada genital


Sekret purulen
Nyeri
Infeksi kronis : tanpa gejala akut,
gangguan haid, demam ringan,
dispareunia
Perlengketan:infertilitas

GONOREA
Hubungan

seks yang aman

Antibiotika
Diatermi
Terapi

kedua pasangan
Pada neonatus konjungtivitis gonore
Terapi antibiotik

GONOREA
Penisilin

G Prokain 4,8 juta IM , dengan


probesnisid oral 1 gram
Ampisilin 3,5 gram oral
Tetrasiklin 1,5 gram oral , 4x500 m selama
4 hari

SIFILIS
Treponema

Palidum
10-90 hari timbul ulkus durum selama 1-5
minggu lalu sembuh spontan
2-6 minggu setelah yulkus durum timbul
sifilis sekunder---erupsi kulit
Anogenital terdapat kondiloma lata
Sifilis laten/tersier

sifilis

SIFILIS
Pemeriksaan

pada luka
Tes Skrining : VDRL dan fiksassi
komplemen
Tinggi pada sekunder dapat rendah pada
tersier
Dapat sebegai indikator pengobatan
Dapat positif pada lepra, malaria, hamil,
kecanduan obat
Pada kehamilan : cacat sadle nose

Sifilis konenital
Ditularkan

selama masa kehamilan


Pada organ limpa,otak,tulang persendian,
muka, mata,telinga
Lahir mati

sifilis

Sifilis konenital

Sifilis kongenital

Penatalaksanaan

LIMFOGRANULOMA VENEREUM
Klamidia

trakomatis
PHS/STD beberapa hari
Erupsi hilang spontan --- limadenitis
inguinalis, abses, ulserasi dan fibrosis
Jalan limfe tertutup---elefantiasis pada
vulva

LIMFOGRANULOMA VENEREUM

LIMFOGRANULOMA VENEREUM
Nyeri

hebat
Gangguan defekasi dan koitus
Sikatrik dan striktur
Demam, sakit kepala , kejang abdominal

LIMFOGRANULOMA
VENEREUM

LIMFOGRANULOMA VENEREUM
Frei

test---positif dalam 12-40 hari


Tes suntik dibawah kulit lengan bawah
Positif jika diameter > 6 mm tidak dipakai
lagi
Tes fiksasi komplemen
Terapi dengan Tetra siklin 2 gram oral
selama 2 minggu

TORCH
TOXOPLASMOSIS

Infeksi parasit toxoplasma gondii


Cara

infeksi:
Terpapar kotoran kucing
Bahan makanan yang terinfeksi: sayuran
mentah,susu mentah

toxoplasma
Host

utama: kucing
Host lain: tikus,burung,sapi,
manusia,anjing
Resiko
Kehamilan muda: abortus dan
kecacatan
Cacat: hidrosefalus,gangguan
penglihatan,retardasi mental,gangguan
syaraf,hepatosplenomegali

toxoplasma
Infeksi

berulang:
IgM dapat naik
IgG naik > 1:3200,batas 1: 1600,kenaikan
IgG dilihat dalam waktu 3 minggu
meningkat > 4x
Therapi: as folat

Spiramisin

klindamisin

toxoplasma
Angka

infeksi
TS I 10-15%
TS II 30%
TS III 65%
Pada TS

I 2/3 janin yang terinfeksi cacat


berat, 5% mati

toxoplasma
Klinis

sulit karena tidak khas


Laboratoris : IgM dan IgG
IgM terbentuk masa akut, timbul dalam 5
hari ,meningkat dalam 2 minggu, hilang
dalam 2 3 bulan,
IgG puncak dalam 6 8 minggu, menurun
dan menetap dalam beberapa bulan/tahun

toxoplasma
Infeksi

berulang:
IgM dapat naik
IgG naik > 1:3200,batas 1: 1600,kenaikan
IgG dilihat dalam waktu 3 minggu
meningkat > 4x
Therapi: as folat

Spiramisin

klindamisin

RUBELA
CAMPAK

JERMAN
Klinis : mirip campak rashmerah jambu
di dahi yang meluas ke wajah dengan
demam dan nyeri sendi,limfadenopati
Diagnosis klinis sulit
Lab: IgM meningkat 1-2 hari setelah
rash,puncak hari ke 7-10,menetap selama
4 minggu, lalu turun

RUBELA
Usia

1-6
56 embriopati

7-21
35
>
22
kerusakan pendengaran
Usia muda sampai abortus
Pencegahan dengan vaksinasi
Infeksi TS I 80%

TS II 54%

TS III 25%

RUBELa
Kecacatan

:pada mata,otak,jantung
Dan darah(kongenital)

RUBELA
TS

1 : TERMINASI
13-17 : TERGANTUNG KELUARGA
>18 : RESIKO < 4%
6 MINGGU SEBELUM KONSEPSI :
RESIKO < 4 %

HIV
Virus

penyebab HIV merupakan virus


yang secara progresif menghancurkan
sel-sel darah putih, sehingga melemahkan
kekebalan manusia dan menyebabkan
AIDS
Salah satu intervensi untuk mencegah
penularan dari ibu penderita HIV/AIDS
kepada bayinya yaitu melalui program
PMTCT (Prevention of Mother To Child
Transmission of HIV).

Penatalaksanaan
Stadium Klinik

Tidak Tersedia Tes

WHO

CD4

Tersedia Tes CD4

Tidak diobati

Diobati jika jumlah sel CD4 <200/mm3

Tidak diobati

Diobati

Diobati jika jumlah sel CD4 < 350/mm3

Diobati

Diobati tanpa memandang jumlah sel CD4

Tabel 2. Syarat Pemberian ART menurut PMTCT 2010

Golongan
Nukleosida
Transcriptase

Obat
Reverse Zidovudin/ZDV/AZT

Nukleosida

Transcriptase

Inhibitor Zalsitabin/ddC

Didanosin/ddl

Stavudin/d4T

Lamivudin/3TC

Abacavir/ABC

Tenofovir/DF

(NRTI)

Non

Kategori FDA

Reverse Nevirapin

Inhibitor Delavirdin

(NNRTI)

Efavirenz

Protease Inhibitor (PI)

Indinavir

Ritonavir

Saquinavir

Nelvinafir

Amprenavir

Lopinavir

Hidroksiurea

Golongan lain

Pemberian ARV berdasarkan pedoman WHO 2010 yaitu:


AZT+3TC+NVP/EFV atau TDF+3TC+NVP/EFV. Terdapat 2 opsi yang
ditawarkan WHO untuk tindakan profilaksis: 3,8,12
Profilaksis Opsi A
Ibu
Antepartum : AZT saat 14 minggu kehamilan
Intrapartum : AZT/3TC + NVP 2 kali sehari
Postpartum : AZT/3TC + NVP x 7 hari
Bayi
Bila diberikan ASI: NVP hingga 1 minggu lepas ASI
Tanpa pemberian ASI: AZT atau NVP x 6 minggu
Profilaksis Opsi B
Ibu : Triple ARV mulai 14 minggu hingga 1 minggu lepas ASI
Bayi : VP/AZT setiap hari sejak lahir hingga umur 4-6 minggu tanpa
memandang pemberian ASI atau tidak.