Anda di halaman 1dari 5

Las listrik dan las gas-asetilin

1 of 5

http://edyrahman2.blogspot.com/

Las listrik dan las gas-asetilin


Arsip Blog

Jumat, 17 Mei 2013

Regulator Acetylene

2013 (7)
Mei (7)
Regulator Acetylene

REGULATOR ACETYLENE

Memotong dengan Gas Oxy-Acetylene


Las Gas Asetilen

Alat bantu dan alat ukur merupakan bahan objek yang dapat memudahkan
pengguna untuk mengukur dan mengatur besaran suatu tekanan. Terdapat berbagai jenis
alat bantu dan ukur diantaranya, Thermometer yang digunakan untuk mengukur suhu,
Penggaris digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, Regulator biasanya
digunakan untuk mengukur suat tekanan gas yang akan dipakai, dan lain sebagainya.
Mengatur adalah mengendalikan suatu objek sehingga dapat memberikan besaran yang
hendak dipakai. Pengertian di atas memberikan suatu acuan untuk mengetahui apa yang
harus dipergunakan apabila ingin melakukan pengukuran dengan menggunakan alat
bantu.
Regulator adalah alat pengatur tekanan yang berfungsi sebagai penyalur dan
mengatur serta menstabilkan tekanan gas yang keluar dari tabung supaya aliran gas
menjadi konstan.

Pengelasan dengan las gas


Pengetahuan dasar las OAW
Pengelasan menggunakan las listrik
Dasar-dasar teknik pengelasan las listrik

Mengenai Saya
edy_rahmanxtkr1
Lihat profil lengkapku

Regulator yang akan dibahas, yaitu Regulator Acetylene atau pada umumnya
dikenal dengan Regulator Oksi-Asetilen. Regulator tersebut biasanya dipakai sebagai
pengatur besaran tekanan gas yang digunakan untuk proses pengelasan. Pada Regulator
terdapat bagian-bagian seperti saluran masuk, katup pengaturan tekan kerja, katup
pengaman, alat pengukuran tekanan tabung,alat pengukuran tekanan kerja dan katup
pengatur keluar gas menuju selang. Pada regulator terdapat dua buah alat pengukur
tekanan yang disebut manometer. Dua buah manometer yang terdapat pada regulator
berfungsi untuk:
a) Mengukur tekanan isi tabung gas.
b) Mengukur tekanan kerja las.

Pada dasarnya, regulator bekerja dengan mengenali tekanan tinggi silinder


melalui katup dioperasikan oleh diafragma fleksibel. Dengan memutar tombol pengatur
penyesuaian membuat pegas pada regulator untuk mengoperasikan diafragma yang
membuka atau menutup katup pada regulator. Pada umumnya, regulator memiliki dua
alat pengukur. Salah satunya menunjukkan masuknya tekanan dari silinder (pengukur
tekanan tinggi) dan yang lainnya menunjukkan bahwa tekanan kerja dipasok dari
regulator (pengukur tekanan rendah)
Ada dua jenis umum regulator yaitu first stage dan two stage. Keduanya
melakukan fungsi yang sama namun pada regulator two stage akan memberikan tekanan
yang lebih konstan sebagai tekanan silinder turun kompensasi untuk setiap penurunan
tekanan silinder akan lebih baik daripada regulator single stage. Two stage regulator
dapat diidentifikasi dengan mengetahui ruang tekanan kedua mereka di mana single
stage hanya mempunyai satu. Pada umumnya batas tekanan yang di tunjukkan pada
regulator asetilen adalah 15 psig. Oleh karena itu, tekanan pada silinder oksigen atau
asetilen tidak boleh melebihi batas tekanan karena dapat menyebabkan silinder oksigen
atau asetilen meledak
Petunjuk praktek penggunaan Regulator:
1. Peganglah regulator pada badannya jangan pada manometernya.
2. Sebelum membuka katup silinder, tutup katup regulator terlebih dahulu dengan
cara memutar baut pngatur berlawanan arah dengan jarum jam hingga terasa longgar.
3. Ketika mengatur tekanan kerja, putarlah baut pengatur perlahan lahan searah
dengan jarum jam. Tekanan gas yang tinggi dan tiba tiba akibat pembukaan baut
pengatur secara cepat dan merusak membran dan manometer.
4. Berdirilah disamping manometer ketika mengatur tekanan kerja.
5. Jangan mengotori regulator dengan minyak atau pelumas.
6. Pastikan regulator bekerja dengan baik dan segera ganti bila regulator rusak.

20/01/2014 11:35

Las listrik dan las gas-asetilin

2 of 5

http://edyrahman2.blogspot.com/

sumber :
http://blackknight-radyo.blogspot.com/2012/07/regulator-acetylene.html
Diposkan oleh edy_rahmanxtkr1 di 01.35

Tidak ada komentar:

20/01/2014 11:35

Las listrik dan las gas-asetilin

3 of 5

http://edyrahman2.blogspot.com/

bagian bawah tabung biasanya dipasang sumbat pengaman yang akan melebur pada
temperature 1000 C. bila temperature di dalam tabung terlalu panas sumbat akan melebur
sehingga gas acetylene keluar dari lubang. Hal ini guna menghindari tekanan tabung
meningkat yang dapat menyebabkan tabung meledak.

Katup tabung dibuka dan ditutup dengan menggunakan kunci sock atau kunci botol, dimana
katup dibuka kira-kira 1 putaran dan kunci tersebut tetap dibiarkan menempel pada
katup selama katup terbuka. Lepaskan kunci bila katup tertutup atau tidak terpakai. Tabung
gas acetylene dicat dengan warna merah tua untuk membedakannya dengan tabung gas yang
lain.

a.2. Tabung Oksigen


Tabung gas oksigen mempunyai kapasitas sama dengan tabung gas acetylene. Isi gas dalam
tabung berbanding lurus dengan tekanan, makin besar tekanan makin banyak isi di dalamnya.
Untuk membedakan tabung gas oksigen dengan tabung gas lainnya, maka tabung gas
oksigen diberi warna biru, hijau atau abu-abu dan terkadang juga diberi warna hitam.
Salah satu perbedaan antara tabung gas acetylene dengan tabung gas oksigen adalah pada
tabung gas acetylene, penghubung antara tabung dengan regulator menggunakan ulir kiri
yakni mengencangkannya dengan diputar kea rah kiri. Sedangkan pada tabung gas oksigen
menggunakan ulir kanan yakni mengencangkannya dengan diputar kearah kanan.
Pemeliharaan tabung gas:
Hindarkan minyak, pelumas dan gemuk dari tabung gas
Lindungi tabung dari panas dan terik matahari
Hindari tabung dari jatuh atau kejatuhan benda lain
Pemakaian gas harus selalu menggunakan regulator
Tempatkan tabung berdiri tegak
Sedapat mungkin jauhkan tabung dari sumber panas.
a.3. Alat Pemotong (Brander Potong)
Bagian-bagian utama brander potong manual

Nozzle atau Tip


Nozzle atau Tip adalah suatu komponen pada ujung brander potong yang berfungsi sebagai
torch (obor) dimana pada nozzle ini terdapat lubang-lubang gas yang terdiri dari lubang gas
untuk pemanasan awal dan lubang gas oksigen potong.
Nozzle ini memiliki ukuran yakni dilihat dari besarnya diameter lubang gas pada nozzle.
Penggunaan nozzle tersebut disesuaikan dengan tebal bahan yang akan dipotong. Ukuran
nozzle diberi penomoran sesuai besarnya yaitu nomor 1, nomor 2 dan nomor 3. Makin tebal
bahan makin besar pula nozzle yang digunakan. Berikut adalah table pemilihan ukuran nozzle
sesuai tebal bahan yang akan dipotong.

20/01/2014 11:35

Las listrik dan las gas-asetilin

4 of 5

http://edyrahman2.blogspot.com/

a.4. Regulator
Regulator berfungsi sebagai alat penurun tekanan isi menjadi tekanan kerja yang tetap
besarnya sesuai dengan kebutuhan tekanan pemotongan. Pada regulator terdapat dua buah
alat pengukur tekanan (manometer), yaitu manometer tekanan isi tabung dan manometer
tekanan kerja.

Perbedaan regulator oksigen dengan regulator acetylene:


1. Regulator oksigen
- Tekanan isi sampai 250 Kg/cm2
- Tekanan kerja sampai 12 Kg/cm2
2. Regulator acetylene
- Tekanan isi sampai 30 Kg/cm2
- Tekanan kerja sampai 3 Kg/cm2
3. Baut dan mur pengikat
- Oksigen : Ulir kanan
- Acetylene : Ulir kiri
4. Warna
- Oksigen : biru / hijau
- Acetylene : merah
a.5. Selang Gas
Selang gas digunakan untuk menyalurkan gas acetylene dan gas oksigen ke brander. Selang
gas terbuat dari karet. Sebagaimana tabung gas dan regulator gas, selang gas juga dibedakan
dengan perbedaan warna yaitu warna merah untuk gas acetylene dan warna hijau untuk gas
oksigen.
Kriteria selang gas harus kuat tapi lemas tidak kaku serta tahan terhadap tekanan tinggi
hingga 10 Kg/cm2. Diameter selang gas 5 mm, 6 mm atau 7 mm. selang ditempelkan menjadi
satu untuk memudahkan dalam penggunaan dan juga memudahkan digulung untuk
menyimpan. Sebelum digunakan sebaiknya selang diperiksa kebocoran terlebih dahulu untuk
menghindari bahaya pada saat penggunaan.
a.6. Lighter (Pemantik Api)
Lighter atau pemantik api atau korek api digunakan untuk menyalakan gas campuran
acetylene dan oksigen yang dipakai sebagai pemanas awal pada proses pemotongan dengan
gas. Lighter yang digunakan adalah lighter khusus untuk menyalakan brander. Lighter harus
bergagang panjang untuk menghindari terbakarnya tangan pada saat menyalakan brander.
a.7. Macam-macam nyala api
1. Nyala Api normal/netral, nyala inti api berwarna biru keputihan, atau putih kehijauan, ujung
api bulat (tumpul) dan tidak bersuara.

20/01/2014 11:35

Las listrik dan las gas-asetilin

5 of 5

http://edyrahman2.blogspot.com/

Api normal apabila perbandingan antara gas oksigen dan gas acetylene seimbang.
2. Nyala api oksidasi, nyala inti api berwarna putih kemilau agak keunguan, inti api berbentuk
runcing dan lebih pendek serta bersuara berdesis. Bila digunakan untuk memotong atau
mengelas terjadi oksidasi besi terapung. Hal ini terjadi apabila kelebihan oksigen.

3. Nyala api karburasi, nyala inti api berwarna kuning atau kemerahan, nyala luar kehitaman
serta berasap kehitaman. Hal ini terjadi jika kelebihan gas acetylene.

Cara menyetel api potong


1. Pertama-tama buka katup tabung gas acetylene kira-kira putaran dan katup tabung gas
oksigen kira-kira 1 putaran.
2. Buka katup pengatur tekanan kerja pada regulator acetylene hingga mencapai 0,3
Kg/cm2.
3. Buka katup pengatur tekanan kerja pada regulator oksigen hingga mencapai 2,5 Kg/cm2.
4. Buka kran/valve acetylene para brander kira-kira putara, kemudian nyalakan api brander
dengan lighter. Ingat jangan menggunakan korek api biasa.
5. Buka kran oksigen pada brander secara perlahan hingga mencapai nyala api normal/netral.
6. Untuk mengecek apakah nyala api sudah netral atau belum, buka kran/tuas oksigen
pemotong secara cepat kemudian tutup. Apabila inti api tidak berubah, berarti nyala api sudah
netral, jika nyala api berubah berarti belum netral, aturlah lagi hingga meencapai nyala api
netral.
sumber :
http://technopress80.wordpress.com/2012/06/11/memotong-dengan-gas-oxy-acetylene/
Diposkan oleh edy_rahmanxtkr1 di 01.13

Tidak ada komentar:

Beranda

Posting Lama

Langganan: Entri (Atom)

Template Watermark. Diberdayakan oleh Blogger.

20/01/2014 11:35