Anda di halaman 1dari 4

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS SRIWIJAYA


STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY
NAMA

: OKE AFLATUN

NIM

: 03071181320010

KELAS

: INDRALAYA

Mata Kuliah/Kode
Jumlah Beban Studi
Pertemuan keTanggal
Pokok Bahasan
Pengajar

: MANAJEMEN EKSPLORASI BATUBARA


: 3 SKS
: KE: 10 NOVEMBER 2015
: KENDALA EKPLORASI BATUBARA
: IDARWATI , S.T.,M.T.

MATERI KULIAH DAN PENDALAMAN PENGETAHUAN


Tahap Eksplorasi
Tahap eksplorasi batu bara umumnya dilaksanakan melalui empat tahap,yakni survei
tinjau, prospeksi, eksplorasi pendahuluan, dan eksplorasi rinci.Tujuan penyelidikan
geologi ini adalah untuk engindentifikasi keterdapatan,keberadaan, ukuran, bentuk,
sebaran, kuantitas, serta kualitas suatu endapan batu bara sebagai dasar analisis/kajian
kemungkinan dilakukannya investasi.Tahap penyelidikan tersebut menentukan tingkat
keyakinan geologi dan kelas sumber daya batu bara yang dihasilkan. Penghitungan
sumber daya batu bara dilakukan dengan berbagai metoda diantaranya poligon,
penampangan, isopach, inverse distance, geostatisik, dan lain-lain.
1.Survei Tinjau (Reconnaissance)
Survei tinjau merupakan tahap eksplorasi batu bara yang paling awal dengan tujuan
mengindentifikasi daerahdaerah yang secara geologis mengandung endapan batu
bara yang berpotensi untuk diselidiki lebih lanjut serta mengumpulkan informasi
tentang kondisi geografi, tata guna lahan, dan kesampaian daerah. Kegiatannya, antara
lain, studi geologi regional, penafsiran penginderaan jauh, metode tidak langsung
lainnya, serta inspeksi lapangan pendahuluan yang menggunakan peta dasar dengan
skala sekurang-kurangnya 1:100.000. Hambatan yang di alami pada tahap ini adalah
permintaan izin terhadap pemerintah daerah sekitar dan kepala desa agar dapat masuk

STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY

ke daerah penelitiian yang di anggap potensial, Penenentuan daerah potensial dengan


melihat wilayah cakupan explorasi yang besar solusi yang dapat di lakaukan dengan
melihat peta geologi, studi pustaka dari penelitian sebelumnya yang pernah
melakukan explorasi, studi Kepustakaan, dilakukan untuk mendapatkan data-data
tentang :
a) Peta dasar sudah tersedia/belum.
b) Peta geologi/topografi (satelit, udara, darat).
c) Analisis regional : Sejarah, Struktur/tektonik, dan Morfologi
d) Laporan-laporan penyelidikan terdahulu.
e) Teori-teori dan metode-metode lapangan yang ada.
f) Geografi : Kesampaian daerah (desa/kota terdekat, transportasi), Iklim/musim
(cuaca, curah hujan/banjir), Sifat angin, keadaan laut, gelombang, dll., Tumbuhan,
binatang, dan Komunikasi
g) Sosial budaya dan adat istiadat : Sifat penduduk,
selanjutnya mendapatkan informasi dari masyarakat yang melihat singkapan atau
penambanagan liar. Peta dengan skala besar, dapat dilihat bahwa peta topografi
dengan skala yang besar dan teliti sangat dibutuhkan dalam kegiatan penambangan
batubara khususnya dalam kegiatan eksplorasi. Oleh karena itu peta topografi dengan
ketelitian yang tinggi sangat diperlukan dalam kegiatan eksplorasi tambang batubara
ini. Kendala lainnya social budya daerah pemetaaan solusinya adlah dengan
mengetahui kebiasan mansyarakat sekitar, sifat dan adat yang tidak boleh di langgar.
Hewan liar solusinya adalah menyiapakan obat-obtan seperti untuk bias ular,
membawa pisau dan peraltan lainnya yang memadai.
2. Prospeksi (Prospecting)
Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk membatasi daerah sebaran endapan yang
akan menjadi sasaran eksplorasi selanjutnya. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini,
di antaranya, pemetaan geologi dengan skala minimal 1:50.000, pengukuran
penampang stratigrafi, pembuatan paritan, pembuatan sumuran, pemboran uji (scout

drilling), pencontohan dan analisis. Metode tidak langsung, seperti penyelidikan


geofisika, dapat dilaksanakan apabila dianggap perlu.
Menentukan metode yang akan di lakukan oleh karena itu dapat dilakukan untuk
mengatsi kendala , sangat ditentukan oleh beberapa faktor antara lain:
Kondisi umum keadaan endapan batubara tersebut
Hasil penelitian geologi dan geofisik yang telah ada sebelum kegiatan eksplorasi
dimulai
Bentuk informasi/data yang diharapkan dari setiap tahapan eksplorasi
Kendala yang di hadapi adalah pembuatan sumur uji harus tepat berdasarkan data
analisa sebelumnya oleh karena itu untuk mengatasinya harus memperhatikan dengan
benar peta topografi, analisa sampel singkapan.
3. Eksplorasi Pendahuluan (Preliminary Exploration)
Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas serta
gambaran awal bentuk tiga-dimensi endapan batu bara. Kegiatan yang dilakukan
antara lain, pemetaan geologi dengan skala minimal 1:10.000, pemetaan topografi,
pemboran dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya, penarnpangan
(logging) geofisika, pembuatan sumuran/paritan uji, dan pencontohan yang andal.
Pengkajian awal geoteknik dan geohidrologi mulai dapat dilakukan. Hambatan yang
di hadapi pada tahap ini adalah dalam perencanaan lubang bor adalah Dengan
menggunakan software untuk menentukan kedalaman lubang bor rencana, juga
memanfaatkan peta topografi sebagai batas atas dari pemodelan tersebut. Jika peta
topografi yang ada menggambarkan kondisi topografi dilapangan secara benar, maka
tidak akan ada masalah dalam perencanaan kedalaman lubang bor solusinya adalah
dengan mendaptkan peta yang sesuai. Dalam melakukan Pemboran kendala yang di
hadapi akses untuk membawa alat ke lokasi sehingga untuk mengatasinya harus
membuka atau membuat jalan alat pengeboran dapat sampai ke lokasi dengan mudah
dan juga dalam pengeboran harus tepat karena memakan biaya yang banyak jadi harus
mempunyai kemapuan menentukan lokasi, pengeboran yang sedikit tapi mendaptkan
data yang banyak.

STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY

4. Eksplorasi Rinci (Detailed Exploration)


Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas serta
bentuk tiga-dimensi endapan batu bara. Kegiatan yang harus dilakukan adalah
pemetaan geologi dan topografi dengan skala minimal 1:2.000, pemboran, dan
pencontohan yang dilakukan dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya,
penampangan (logging) geofisika, pengkajian geohidrologi, dan geoteknik. Pada
tahap ini perlu dilakukan pencontohan batuan, batubara dan lainnya yang dipandang
perlu sebagai bahan pengkajian lingkungan yang berkaitan denqan rencana kegiatan
penambangan. Pembuatan Penampang geosfiika harus bersih dari gangguan seperti
getaran solusinya adalah melakukan memastikan tidak ada hewan atau manusia yang
mendekat sehinnga mengganggu atau menyebabkan anomaly.

DAFTAR PUSTAKA
Idra Alandra.2011.Explorasi Tambang Batubara. jurnal teknologi technoscientia
issn: 1979-8415 vol. 4no.1 agustus 2011