Anda di halaman 1dari 40

REFRAT OBSGYN

LESI PREKANKER DAN KANKER SERVIKS

Pembimbing:
Mayor CKM dr. M.Birza R. Sp.OG
Disusun oleh:
Buyung Berli, S.Ked

PENDAHULUAN

Di negara berkembang
(indonesia)
Keganasan pada serviks
merupakan penyebab nomor 1
terbanyak pada kematian wanita

Di negara maju (eropa dan


amerika)
Ca. Servix menjadi penyebab
kematian nomor dua

PENDAHULUAN
Setiap tahun di seluruh dunia terdapat 600.000
kanker serviks invasif baru dan 300.000
kematian.
rata-rata usia penderita didiagnosa wanita umur
diatas 50 tahun.
Sebagian kasus kanker serviks pada negara
berkembang terdiagnosis pada stadium lanjut.
Karena kurang efektifnya program skrining ; baik
infrastruktur, tehnik dan organisasinya. Penyebab
lainnya geografis, finansial dan budaya.
(Departemen Kesehatan RI tahun 2004 )

5% wanita di negara berkembang melakukan


skrining pada periode 5 tahun terakhir,
sedangkan 70% wanita di Amerika Serikat dan
Eropa telah melakukan skrining sedikitnya satu
kali.
Kanker
serviks
dapat
dihindari
karena
perkembangannya yang dinilai relatif lambat,
dengan lesi-lesi pre-kanker yang secara bertahap
berkembang melalui beberapa stadium yang
dapat dikenali (multistep) melalui programprogram skrining sitologi sebelum akhirnya
menjadi kanker invasif.

Tinjauan Pustaka

1. Lesi Pre Kanker Serviks


Perubahan abnormal pada sel-sel di permukaan serviks,
salah satu diantaranya adalah lesi skuamosa intraepitel.
Lesi artinya kelainan jaringan, intraepitel artinya sel-sel
yang abnormal hanya ditemukan di lapisan permukaan.
Proses perubahan sel kolumner endoserviks menjadi sel
skuamosa ektoserviks terjadi secara fisiologik pada setiap
wanita yang disebut sebagai proses metaplasia.
Karena adanya faktor-faktor risiko yang bertindak sebagai
ko-karsinogen, proses metaplasia fisiologis ini dapat
berubah menjadi proses displasia yang bersifat patologis.
Adanya proses displasia inilah yang dinamakan sebagai
lesiprakanker atau disebut sebagai Cervical Intraepithelial
Neoplasia (CIN) atau Neoplasia Intraepitel Serviks (NIS).

Perkembangan kanker serviks dapat digambarkan


sebagai berikut :

CIN 3 atau
Lesi tingkat
tinggi juga
disebut
displasia berat,
atau karsinoma
in situ.
sejumlah besar
sel prekanker
yang tampak
pada sel di
permukaan
serviks.
Sering
ditemukan
pada usia 3040 tahun.

CIN 3

CIN 2 atau
Lesi tingkat
sedang juga
disebut
displasia
menengah,
sejumlah besar
sel prekanker
yang tampak
pada sel di
permukaan
serviks.
Sering
ditemukan
pada usia 3040 tahun.

CIN 2

CIN 1

CIN 1 disebut
juga displasia
ringan atau lesi
tingkat rendah.
Beberapa
lesinya hilang
dengan
sendirinya.
Tetapi lesi
lainnya tumbuh
menjadi lebih
besar dan lebih
abnormal,
membentuk lesi
tingkat tinggi.
Sering pada
usia 25-35
tahun.

CIN 3

CIN 1
CIN 2

Gambaran histopatologis CIN

Tumor ganas primer yang berasal


dari metaplasia epitel di daerah
skuamokolumner junction yaitu
daerah peralihan mukosa vagina
dan mukosa kanalis servikalis.

KANKER SERVIKS

Etiologi
Penyebab utamaHuman Papilloma Virus (HPV)

> 90%tipe 16 dan 18

Infeksi kronis lainklamidia trakomatis dan HSV-2

Faktor Resiko
Ca.Serviks
Usia >
35 tahun

Wanita
yang
merokok

Menikah
pada usia <
16 tahun

Penggunaan
antiseptik yg
mengiritasi
vagina

Riwayat
penyakit
kutil
genitalia

Penggunaan KB
oral dlm waktu
lama

Sering
bergantiganti
pasangan
dlm hub
sexual

Patofisisiologi

Klasifikasi stadium kanker serviks

Tanda-tanda dan gejala


Tahapan awal kanker serviks dapat dikatakan
tanpa menunjukkan gejala apapun.
Pendarahan pada vagina mungkin menunjukkan
adanya kanker ganas.
Selain itu, Rasa agak sakit (dalam vagina) saat
bersenggama.
dan vaginal discharge (keputihan yang terus
menerus) dapat menjadi gejala kanker serviks.

Gejala kanker serviks lanjutan yaitu:


Nafsu makan ,
Berat badan ,
Mudah lelah,
Sering muncul rasa sakit (pada panggul, tungkai,
punggung, dan kaki),
Bengkak satu kaki,
Perdarahan berat vagina,
Bocor (mengalirnya) air kencing atau kotoran dari
vagina, dan munculnya keretakan tulang.

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan
penunjang :
a. Pemeriksaan pap smear
b. Biopsi
c. Kolposkopi
d. Tes Schiller
e. Radiologi

Biopsi

kolposkopi

CT SCAN metastase Ca.Serviks

Tatalaksana Kanker Serviks


Karsinoma Insitu : Krioterapi, LEEP, Konisasi,
histerektomi, radioterapi (brachyterapy).
Stadium I A : Konisasi, Histerektomi ekstrafasial,
radiasi
Stadium IB-IIA: Histerektomi Radikal, radiasi
Stadium IIB- IV: Radiasi, Kemoterapi.

Konisasi

Pencegahan Kanker Serviks


Menghindari Faktor Faktor resiko
Pencegahan terhadap kanker serviks dapat
dilakukan dengan program skrinning dan pemberian
vaksinasi HPV sebelum aktif seksual
pap smear, bagi yang sudah aktif sexual umur 21
hingga 29 tahun, lakukan pemeriksaan Pap rutin
setiap satu atau 2 tahun sekali.
Dari umur 30 hingga 69 tahun, Pemeriksaan Pap
setiap 2 atau 3 tahun jika pasien memiliki 3 kali
berurutan pemeriksaan Pap yang normal.
Umur 70 keatas, jika 3 pemeriksaan Pap Smear
negative maka Pap smear sudah dapat dihentikan.

Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia


10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak
tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam.
Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa
respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada
remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun
dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun

Prognosis
Prognosis yang buruk dihubungkan dengan 8590 % kanker serviks terdiagnosis pada stadium
invasif, stadium lanjut, bahkan stadium terminal.
Umumnya, 5-years survival rate untuk stadium I
lebih dari 90%, untuk stadium II 60-80%, stadium
III kira - kira 50%, dan untuk stadium IV kurang
dari 30%.

Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai