Anda di halaman 1dari 2

2) Kerja tandem master cylinder

Tandem master cylinder mempunyai 2 sistematik kerja sirkuit secara


independen pada roda
depan dan belakang untuk meningkatkan stabilitas hydraulic brake. Oil
reservoir tank,
terpasang diatas cylinder, terbagi untuk pengereman roda depan dan
belakang bersamaan.
Pada cylinder terpasang 2 piston. Piston pada push rod untuk
pengereman roda belakang.
Return spring dan stopper menjaga posisi piston, dan return springs
terpasang di depan dan
belakang piston. Ditambahkan, compensation holes, bleeder holes dan
check valves pada
setiap piston.
Piston untuk pengereman roda belakang menekan return spring dengan push
rod ketika pedal
ditekan, dan kemudian, terjadi tekanan oli pada piston untuk
pengereman roda depan dan
belakang. Pada saat yang bersamaan, piston untuk pengereman roda
depan mendapat
tekanan hydraulic pada roda depan dari tekanan yang dihasilkan oleh
piston untuk
pengereman roda belakang. Apabila sirkuit hydrauliknya rusak,
bekerjanya akan seperti
dibawah ini.

Cara kerha tandem master silnder

Jika terjadi kebocoran minyak rem pada sirkuit roda belakang, piston
untuk roda belakang selanjutnya bergerak ke posisi e dan
kemudian menggerakan piston untuk pengereman roda depan.
Jika terjadi kebocoran minyak rem yang berasal dari sirkuit
hydraulic untuk roda depan, piston untuk roda depan selanjutnya
bergerak ke pisisi E dan kemudian mengaktifkan tekanan
hydraulic pada sirkuit untuk pengereman roda belakang.
Jika sirkuit hydraulik pada tipe ini rusak, gaya pengereman
berkurang dan menghasilkan pengereman dalam jarak yang jauh dan
pengereman tidak stabil.