Anda di halaman 1dari 41

1

OPTIMALISASI PERAN KOMANDAN PELETON GUNA MENDUKUNG


PELAKSANAAN PEMBINAAN SATUAN BATALYON INFANTERI

Pembinaan satuan bertujuan agar semua unsur satuan dapat dikembangkan


sesuai dengan fungsi masing-masing, sehingga semua satuan Tentara Nasional
Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) terpelihara tingkat kemampuannya secara
sistematis, berencana dan sesuai dengan perkembangan doktrin, tradisi Tentara
Nasional Indonesia dan teknologi agar dapat melaksanakan tugas pokok TNI-AD.
Pembinaan satuan Yonif sebagai bagian integral TNI-AD, merupakan tanggung jawab
seorang Komandan Satuan tersebut.

Dimana dalam menyelenggarakan pembinaan

satuan senantiasa dituntut peka dan peduli, memiliki kemampuan manajemen latihan
yang baik dan benar, menguasai taktik dan tehnik militer, berdaya cipta tinggi,
kreatifitas, inovatif dan improvisasi untuk menghadapi keterbatasan dana, sarana dan
prasarana satuan. Upaya pembinaan

satuan Yonif akhir-akhir ini dirasakan sudah

cukup baik namun kurang optimal. Indikatornya adalah di home base masih terdapat
anggota yang desersi dan melakukan pelanggaran disiplin lainnya, disamping itu di
daerah operasi juga masih terjadi pelanggaran-pelanggaran disiplin yang tidak perlu
antara lain terjadinya salah lirik, melawan perintah dan lain-lain.
Memperhatikan kondisi tersebut diatas, maka diperlukan upaya seorang
Komandan baik dalam tingkatan teratas hingga tingkat paling bawah dalam
mengoptimalkan penyelenggaraan pembinaan satuan serta figur seorang Komandan,
yang mempunyai kemampuan manajemen dan memiliki visi dan misi pembinaan satuan
untuk mencapai tujuan organisasi, yang pada gilirannya dapat dikerahkan setiap saat
untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok.
Penulisan karya perorangan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran
tentang upaya dalam optimalisasi peran seorang komandan peleton dalam mendukung
pelaksanaan pembinaan satuan Satuan Yonif dihadapkan kepada pelaksanaan tugas
pokok satuan. Sebagai sumbangan pemikiran kepada pimpinan TNI-AD khususnya

2
Danbrigif dan Danyonif dalam

meningkatkan Pembinaan Satuan dihadapkan kepada

pelaksanaan Operasi Penumpasan pemberontakan separatis bersenjata.


Menyikapi dinamika perubahan perkembangan yang dihadapi oleh bangsa
Indonesia khususnya dihadapkan pada persepsi ancaman dan perkembangan bentuk
konflik dalam negeri diperlukan suatu keselarasan antara program maupun kebijakan
yang sedang berlaku dan penjabarannya dalam rangka optimalisasi pembinaan Satuan
Yonif maka dalam penulisan ini berlandaskan pada dasar hukum dan buku petunjuk
bidang latihan . Disamping itu dalam pembahasan pada setiap bab tulisan ini
disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi serta permasalahan yang
berkembang di Batalyon Infanteri yang berpengaruh pada pembinaan satuan.
Komandan Batalyon pada dasarnya merupakan arsitek pembinaan satuan, namun
dalam pelaksanaannya masih menghadapi berbagai permasalahan baik dari segi
pembinaan latihan dan organisasi, pembinaan personel, pembinaan materiil, pembinan
buku petunjuk, maupun pembinaan pangkalan. Bila kondisi ini berlarut maka akan
berdampak terhadap kesiapan satuan.
10.

Pembinaan Satuan Yonif.


a.

Pembinaan latihan.

Secara umum dikelompokkan dari beberapa

aspek yang saling mendukung dan berkaitan satu sama lainnya, yang meliputi
aspek pembinaan latihan, pembinaan kesiapan operasi, pembinaan olah raga
dan pembinaan teritorial terbatas.

Dimana Pembinaan latihan ini

sudah

berjalan cukup baik, namun kegiatan tersebut tidak didukung suatu perencanaan
dan pengawasan yang baik dari unsur-unsur Komandan di satuan secara
berjenjang dan pemahaman masalah Binlat unsur Dan Satwah kurang.
1)

Pelaksanaan latihan satuan dalam rangka program latihan atau

dalam rangka tugas operasi masih belum maksimal dilaksanakan hal ini
terjadi akibat beberapa faktor yang menghambat pelaksanaan latihan di
satuan antara lain dari segi perencanaan yang kurang baik.

3
2)

Latihan dalam rangka program kerja.

Pelaksanaan

latihan

satuan disesuaikan dengan program kerja yang sudah ditetapkan dari


satuan atas antara lain :

/ a)
a)

Latihan perorangan.

Latihan...

Latihan ini dimaksudkan untuk

meningkatkan keterampilan perorangan pada tiap-tiap prajurit


sebagai dasar dalam pelaksanaan latihan selanjutnya.

Namun

kenyataannya yang ada latihan perorangan ini tidak dilaksanakan


secara maksimal disatuan sehingga kemampuan prajurit di
Batalyon tidak mengalami peningkatan. Adapun latihan yang belum
maksimal antara lain :
(1)

Latihan intel tempur.

Prajurit

sebagai

badan

pengumpul keterangan belum dapat melaksanakan tugasnya


dengan baik dalam mencari informasi tentang musuh
sehingga tidak dapat memberikan keterangan ke satuan atas
yang sangat membutuhkan informasi untuk diolah, hal ini
disebabkan karena para prajurit tidak memahami tugastugas intelpur karena pembekalan yang diberikan sangat
terbatas padahal materi ini sangat dibutuhkan terutama di
daerah operasi yang dihadapkan pada kondisi medan yang
bervariasi dan disposisi musuh yang menyebar serta
memiliki fasilitas yang memadai sehingga sangat dibutuhkan
informasi yang akurat dan tepat waktu.
(2)

Latihan Refeling.

Dengan kondisi medan di daerah

operasi sangat bervariasi dan kebanyakan hutan belantara


serta mobilitas dan agresifitas musuh yang tinggi maka
diperlukan kecepatan dalam bergerak dan bertindak bagi
pasukan pemukul, hal ini hanya dapat dilaksanakan dengan
menggunakan transportasi darat maupun udara.

/ Transportasi...
Transportasi udara dengan menggunakan Helly akan sangat
efektif didalam melaksanakan mobilitas untuk pengejaran
atau penutupan terhadap gerak maju musuh, dengan kondisi
medan yang merupakan hutan belantara pesawat Helly akan
mendapat kesulitan dalam mencari daerah untuk pendaratan
sehingga yang paling memungkinkan dalam menurunkan
pasukan hanya dengan melaksanakan Refeling dari pesawat
Helly, berkaitan dengan itu para prajurit saat ini belum
seluruhnya
sehingga

menguasai
akan

tehnik

mendapat

melaksanakan

kesulitan

apabila

Refeling
hal

ini

dilaksanakan oleh karena itu sangat perlu sekali seluruh


prajurit yang melaksanakan operasi menguasai Refeling.
b)

Latihan tingkat Regu.

mengetahui

kecakapan

para

Tujuan latihan ini adalah untuk


Danru

dalam

memimpin

dan

melaksanakan keterampilan taktis dan teknis dalam hubungan


regu.

Dalam kenyataan saat ini para Danru masih memiliki

kekurangan

dalam

melaksanakan

kepemimpinannya,

hal

ini

disebabkan karena para Danru kurang menguasai taktik dan tehnik


serta keterampilan militer di tingkat regu begitu juga para
anggotanya masih belum menguasai tehnik dan taktik dasar
keprajuritan.

Dihadapkan kepada situasi dan kondisi yang sering

dihadapi oleh pasukan setingkat regu didaerah operasi sering


memanfaatkan rakyat sebagai pelindung bahkan sering dijadikan
tameng hidup dalam menjalankan aksinya terutama apabila sudah
terdesak oleh pasukan TNI sehingga lawan sering bersembunyi
dirumah penduduk dengan cara mengancam penduduk yang
rumahnya ditempati,

5
/ hal ...
hal ini dapat menimbulkan dilema bagi pasukan TNI dalam
mengatasinya sehingga sangat diperlukan pemahaman taktik dan
tehnik pengepungan kampung dan penggeledahan rumah oleh
setiap personel agar didalam pelaksanaannya tidak menyalahi
aturan dan ketentuan yang berlaku.

Saat ini pasukan setingkat

regu masih belum memahami sepenuhnya mengenai taktik dan


tehnik Pungsihpung dan Pungdahmah sehingga sangat perlu untuk
dilatihkan secara mendalam agar tidak terjadi pelanggaran hukum
yang

dilakukan

prajurit

akibat

kesalahan

prosedur

didalam

melaksanakan tugas yang sebenarnya.


c)

Latihan tingkat Peleton.

Latihan ini sangat didukung oleh

keterampilan tiap-tiap regunya selain kepiawaian para Komandan


Peletonnya.

Karena kurangnya keterampilan ditingkat regu maka

ditingkat peletonpun secara otomatis terdapat kekurangan hal ini


disebabkan karena para Komandan Peleton masih belum memiliki
kemampuan

memimpin

dilapangan

serta

kemampuan

mengaplikasikan antara teori dengan praktek dilapangan.


Hal yang sangat penting yang masih dirasakan kurang antara lain
adalah latihan lawan penghadangan. Banyaknya personel TNI dan
POLRI yang gugur didaerah operasi Aceh salah satunya akibat
penghadangan oleh lawan baik penghadangan pada saat dalam
kendaraan ataupun penghadangan pada saat berjalan kaki, hal ini
disebabkan karena kurang dikuasainya tehnik dan taktik lawan
penghadangan oleh setiap prajurit.

Disamping itu lawan sudah

sangat menguasai medan serta memiliki mobilitas dan keberanian


dalam melaksanakan penghadangan terhadap pasukan serta
dengan mudah menghilang apabila dikejar oleh pasukan.

/ Kondisi...

6
Kondisi pasukan saat ini masih belum menguasai sepenuhnya
tentang taktik dan tehnik lawan penghadangan sehingga masih
perlu banyak dilatihkan.
d)

Latihan tingkat Kompi.

Latihan

ini

untuk

menguji

kemampuan Kompi dalam melaksanakan pertempuran sesuai


dengan kondisi medan yang dihadapi.

Pada

saat

ini

latihan

tingkat Kompi masih belum mencapai sasaran secara maksimal


karena masih adanya kekurangan yang dimiliki Danki dalam
mengaplikasikan teori taktik dengan praktek dilapangan yang
ditunjang oleh kemampuan tiap-tiap Peletonnya.
e)

Latinhan tingkat Batalyon. Latihan ini untuk menguji dan

meningkatkan kemampuan Batalyon dalam mengendalikan Kompikompinya saat ini masih dirasakan kurang mantap karena
kemampuan Kompi-kompi kurang maksimal.
3)

Latihan dalam rangka penugasan.


a)

Sebelum melaksanakan penugasan/operasi satuan biasanya

melaksanakan latihan Pratugas yang terdiri dari 3 tahap.

Tahap I

dan II melaksanakan latihan di Home Base dengan penyelenggara


satuan itu sendiri.
Tahap

III

dilaksanakan

latihan

secara

terpusat

dengan

penyelenggaraannya adalah satuan atas yang ditunjuk dengan


menggunakan medan latihan yang menyerupai medan sebenarnya
dan berada diluar Home Base.
b)

Pelaksanaan latihan Pratugas mulai Tahap I sampai dengan

Tahap II yang dilaksanakan oleh Batalyon Infanteri masih dirasakan


kurang maksimal karena belum bisa mengakomodir semua
kemungkinan yang akan dihadapi dengan situasi medan dan
kekuatan musuh serta kemampuan musuh yang ada saat ini, hal ini
dapat mengakibatkan kerugian dipihak pasukan TNI.
/ Ini...
Ini merupakan tanggung jawab para Komandan Batalyon juga
satuan atas yang menyelenggarakan latihan dalam rangka
penugasan Yonif.

7
c)

Dalam pelaksanaan latihan Pratugas Tahap III masih belum

memenuhi kebutuhan didaerah operasi salah satunya adalah


latihan Mobilitas Udara.

Dihadapkan dengan kondisi medan yang

cukup sulit dan bervariasi di daerah operasi serta mobilitas musuh


yang cukup tinggi sehingga sering pasukan kehilangan jejak
didalam melaksanakan pengejarannya, oleh karena itu sangat
diperlukan

kecepatan

didalam

mobilitas

udara

dengan

menggunakan pesawat Helly namun kondisi saat ini pasukan


Kostrad

yang

berangkat

operasi

tidak

semuanya

memiliki

kemampuan Mobud.
b.

Pembinaan organisasi.
1)

Pemenuhan personel dan materiil cukup memadai sesuai dengan

TOP satuan, namun dari segi pemenuhan personel khususnya Perwira


masih kurang sesuai TOP, hal ini berdampak terhadap pembinaan kepada
sebagian anggota.
2)

Dalam setiap penyiapan operasi salah satu kegiatan yang

dilaksanakan

adalah

melaksanakan

reorganisasi

dalam

rangka

pembuatan susunan tugas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan


kondisi wilayah penugasan, bila dikaitkan dengan kondisi wilayah didaerah
Opreasi yang memiliki medan bervariasi yang sebagian besar masih
berupa hutan belukar serta kondisi perkampungan yang tersebar dan
berjauhan satu sama lainnya, hal ini menuntut pembentukan susunan
tugas yang memadai supaya seluruh daerah dapat dikuasai oleh satu
Yonif.
/ Bila...
Bila ditinjau dari segi masyarakatnya khususnya masyarakat yang berada
dipedesaan sangatlah fanatik dan religius apalagi sudah banyak yang
terkena hasutan dan ancaman oleh pihak Lawan sehingga perlu tenaga
ekstra untuk dapat memberikan penyuluhan dan penerangan kepada

8
mereka supaya masyarakat dapat membantu kita dalam pelaksanaan
operasi. Namun kenyataan yang ada saat ini organisasi penugasan Yonif
hanya dibentuk dengan kekuatan dari satuan itu sendiri tanpa ada bantuan
khusus dari satuan atau kecabangan lain, organisai penugasan tersebut
biasanya meliputi :
a)

Unsur kelompok Komando Batalyon yang terdiri dari Danyon,

Wadanyon dan para Perwira Staf yang ada di Batalyon yaitu Staf
Intel, Staf Operasi, Staf Personel dan Staf Logistik ditambah Staf
khusus Pabintal dan Dokter Batalyon.
(1)

Bila dihadapkan dengan situasi dan kondisi di daerah

operasi

yang

mempunyai

permasalahan

yang

begitu

kompleks dan sering terjadinya pelanggaran hukum dan


HAM oleh para prajurit yang sedang melaksanakan tugas
sehingga sangat merugikan terhadap nama baik dan citra
TNI,

hal

ini

disebabkan

karena

para

prajurit

yang

melaksanakan tugas masih kurang dalam memahami


masalah hukum dan HAM akibat tidak adanya Staf khusus
yang menangani masalah hukum di Batalyon, adapun
penyuluhan hukum yang diberikan oleh petugas pembinaan
hukum sewaktu di Home Base tidak cukup untuk membuat
para prajurit mengerti karena sedikitnya

waktu

yang

diberikan dalam penyuluhan hukum dan HAM kepada para


prajurit.

/ (2)
(2)

Dengan...

Dengan luasnya wilayah yang harus dikuasai oleh

satuan Yonif maka dalam pelaksanaan tugasnya satuan


dipisah dibeberapa tempat dengan tujuan dapat menguasai
wilayah tersebut sehingga diposisi pasukan tersebar, hal ini
dapat menyebabkan komunikasi dan penyampaian informasi

9
dari satuan induk pasukannya sulit mendapat informasi
mengenai perkembangan situasi yang sedang terjadi juga
sering mendapatkan informasi yang keliru yang dapat
menjadikan salah penafsiran baik dikalangan prajurit sendiri
ataupun dikalangan masyarakat disekitar pos pasukan, hal
ini disebabkan karena tidak adanya unsur yang menangani
masalah

penerangan

di

Batalyon,

sedangkan

Satgas

penerangan yang ada di Kolakops sangat terbatas dalam


penyampaian informasi.
b)

Unsur tempur yang terdiri dari Kompi-kompi senapan yang

berada di Batalyon yang langsung dibawah pimpinan Komandan


Kompi.

Unsur tempur dari tiap Kompi dapat dipecah menjadi

beberapa Tim sesuai dengan kebutuhan di daerah operasi.


c)

Unsur pendukung yaitu unsur dari Kompi Markas yang

berfungsi untuk melaksanakan dukungan administrasi dan logistik


bagi pasukan yang melaksanakan operasi.
c.

Pembinaan Personel.
1)

Disiplin.

Secara kualitas Kondisi disiplin satuan saat ini sudah

cukup baik, namun masih terdapat beberapa pelanggaran antara lain:


desersi dan pelanggaran disiplin.
/ 2)
2)

Profesionalisme.

Profesionalisme...

Secara kualitas kondisi profesionalisme prajurit

cukup memadai, namun dari segi Manajemen latihan khususnya tingkat


Danki kebawah masih perlu ditingkatkan.
3)

Moril.

Secara

kualitas

kondisi

moril

prajurit

saat

ini

mempunyai moril yang cukup baik, hal ini dapat dilihat dari setiap
pelaksanaan latihan dilaksanakan dengan semangat.

10
4)

Jiwa korsa.

Sampai dengan saat ini kondisi jiwa korsa

prajurit sudah cukup baik, hal ini ditandai dengan kekompakan dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari maupun di daerah operasi.
d.

Pembinaan Materiil.

Secara

kuantitas

dan

kualitas

kondisi

kendaraan, senjata dan alkom yang ada saat ini kurang memadai dikarenakan
banyak materiil yang rusak dan keterbatasan suku cadang dan perlu
mendapatkan perhatian yang serius. Meskipun sudah ada upaya Dansat dengan
menciptakan inovasi dengan pengadaan suku cadang yang ada dipasaran umum
namun sifatnya terbatas.
e.

Pembinaan buku petunjuk (Piranti Lunak).

Jumlah buku petunjuk yang

tersedia di satuan secara umum sudah memenuhi angka kebutuhan minimal.


Namun masih dapat digunakan sebagai pedoman, instrumen maupun referensi
dalam belum terinventarisir dengan baik.
f.

Pembinaan pangkalan
1)

Fasilitas sarana dan prasarana pangkalan disatuan yang meliputi

antara lain : fasilitas perkantoran dan perumahan, sarana dan prasarana


latihan dan olah raga, lapangan tembak secara umum sudah tersedia
namun untuk fasilitas bangunan aula tidak ada dalam rangka menampung
kegiatan satu Batalyon dalam ruangan.
2)

Fasilitas sarana dan prasarana pangkalan disatuan merupakan

pengadaan lama dengan dukungan harbang yang terbatas.


/ BAB-IV...
BAB-IV
FAKTOR YANG BERPENGARUH
11.

Umum.

Dalam upaya meningkatkan kualitas Binsat di Yonif tidak terlepas

dari permasalahan faktor peluang dan kendala serta kekuatan dan kelemahan yang
dihadapi satuan baik yang berasal dari faktor Internal maupun Eksternal.

11
12.

Faktor Internal.
a.

Kekuatan.
1)

Motivasi, tekad dan semangat pengabdian serta disiplin sebagian

besar prajurit satuan relatif tinggi sehingga mempermudah Binsat.


2)

Instrumen pembinaan kendatipun relatif terbatas telah tersedia di

satuan dengan demikian mendorong kelancaran pembinaan satuan.


3)

Dansat

di

Batalyon

disemua

tingkatan

telah

dibekali

ilmu

kepemimpinan lapangan dan manajemen praktis.


4)

Queen Of The Battle, merupakan ungkapan bagi prajurit Infanteri

secara umum, yang secara psikologis tentunya sangat berpengaruh


kepada kejiwaan bagi setiap warga korps Infanteri, yang berkaitan erat
dengan pelaksanaan tugas baik di Home Base maupun di daerah operasi.
Sebagai idealisme dasar dapat meningkatkan sikap dan perilaku
profesionalisme, penyimpangan dari kode etik pada korpsnya, sehingga
harus diupayakan perbaikan kearah yang benar.
5)

Harga diri.

Setiap orang senantiasa mendambakan untuk

dihormati dan dihargai oleh orang lain.

Merupakan

harapan-harapan

yang dapat dijadikan dorongan minat untuk berbuat yang terbaik, karena
merasa malu apabila tidak profesional di bidangnya, sehingga secara tidak
langsung akan tercipta etos kerja yang lebih bergairah.

/ 6) Sistem...
6)

Sistim pembinaan satuan yang diselenggarakan sepanjang tahun

anggaran sebagai tolok ukur dalam penyiapan kesiapsiagaan satuan,


sehingga apabila sistem pembinaan satuan itu baik dan berjalan sesuai
dengan harapan maka akan memberikan kesiapan satuan yang lebih
profesional.
7)

Prajurit Yonif masih memegang teguh sendi-sendi kehidupan

kemiliteran seperti Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI


sehingga loyalitas dan kesetiaan kepada pemerintah masih tetap terjaga.
8)

Prajurit

Yonif

sudah

mempunyai

dasar

pengetahuan

dan

keterampilan prajurit yang memadai sehingga tidak akan sulit bila

12
diberikan pengetahuan dan latihan militer lanjutan untuk menambah
keterampilan para prajurit agar dapat menjadi prajurit profesional.
b.

Kelemahan.

Kelemahan yang bersifat Internal adalah kelemahan

yang ada pada diri prajurit sendiri maupun yang ada di satuan Yonif,
adapun kelemahan tersebut adalah :
1)

Binsat yang belum sepenuhnya mampu menjangkau kebutuhan

dasar individual yakni rasa aman, psikis kesejahteraan, pengakuan dan


aktualisasi diri merupakan dilema bagi Dansat.
2)

Perencanaan

aspek

Binsat

tidak

ditindak

lanjuti

dengan

pengawasan dilapangan.
3)

Fasilitas, sarana dan prasarana Binsat dibidang Binlat tidak terawat

dengan baik sehingga usia pakai tidak bertahan lama.


4)

Disiplin.

prajurit,

Banyak kasus yang terjadi akibat ketidak disiplinan

salah

satu

faktor

penyebabnya

adalah

faktor

ekonomi/kesejahteraan prajurit yang kurang mencukupi dalam memenuhi


kebutuhan hidup prajurit dan keluarganya, bahkan bukan hanya
pelanggaran disiplin saja yang terjadi tetapi juga sampai melakukan
tindakan kriminal baik pidana maupun perdata.
/ 5) Menurunnya
5)

Menurunnya kualitas kepemimpinan.

Karena

dorongan

kebutuhan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, seorang


pemimpin akan lebih mendahulukan kepentingan pribadi daripada
kepentingan satuan.

Hal inilah yang dapat menyebabkan menurunnya

kualitas kepemimpinan seseorang, terutama dibidang pengawasan dan


pembinaan yang menjadi tanggung jawab unsur pimpinan.
Hal tersebut hanya dapat dilakukan pada saat jam dinas sedangkan diluar
jam dinas pengawasan dan pembinaan jarang dilakukan sehingga
anggota bebas melakukan kegiatan tanpa adanya pengendalian.
6)

Menurunnya

rasa

kebersamaan

sesama

prajurit.

Rasa

kebersamaan prajurit dalam arti yang positif semakin menurun karena


kurangnya pembinaan oleh para unsur pimpinan, sebaliknya rasa jiwa

13
korsa yang sempit antar prajurit semakin meningkat hal ini dapat dilihat
dari banyaknya perkelahian dan pelanggaran yang dilakukan prajurit
terhadap masyarakat, Polri atau Angkatan lain yang dilakukan secara
bersama-sama, disisi lain juga karena TNI masih merasa sebagai warga
negara kelas satu dimana dalam segala hal ingin mendapatkan perlakuan
istimewa meskipun sebenarnya melanggar ketentuan yang berlaku.
7)

Terdapatnya sumber pendidikan perwira yang berbeda dapat

mengakibatkan perbedaan pula didalam melaksanakan pembinaan


kepada

masing-masing

anggotanya

yang

disesuaikan

dengan

kemampuan dan motivasi para perwira tersebut, hal ini sangat


berpengaruh terhadap upaya pelaksanaan peningkatan profesionalisme
keprajuritan disatuan.
8)

Terbatasnya pendidikan spesialisasi.

Terbatasnya kesempatan

mengikuti pendidikan spesialisasi (penataran, kursus dan sejenisnya) bagi


personel sehingga berpengaruh kepada kualitas perorangan, sebab
dengan kemampuan perorangan yang terbatas, akan berdampak pada
kesiapan satuan.

/ 9)
9)

Sumber daya manusia.

Sumber...

Berdasarkan pengalaman yang lalu dari

sekian prajurit yang baru keluar dari lembaga pendidikan kemudian masuk
ke satuan sering terdapat personel yang berstatus kesehatannya III dan
IV, sehingga personel tersebut sudah tidak memadai berada disatuan
tempur.

13.

Faktor Eksternal.
a.

Peluang.

Peluang yang bersifat eksternal adalah peluang yang datang

dari luar yang dapat bermanfaat dan mendukung kepada satuan sehingga satuan
akan mendapat keuntungan darinya.

14
1)

Kemajuan

Iptek

dari

sudut

pandang

pengetahuan/teori

meningkatkan daya fikir dan analisis prajurit untuk kemajuan dalam


mendukung Binsat.
2)

Dari tinjauan kemajuan teknologi yang semakin maju tersedia

sarana dan prasarana yang memudahkan Binsat.


3)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Banyak

pengetahuan baru yang sangat bermanfaat dan pesatnya perkembangan


teknologi untuk menambah wawasan sehingga dapat mendukung dalam
pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh prajurit Yonif.
4)

Perhatian Pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit semakin

meningkat sehingga dapat mempermudah untuk menjadi para prajurit


Yonif yang profesional dan tidak terlalu banyak memikirkan untuk
kepentingan keluarga.

/ 5)
5)

Ideologi

Pancasila

sebagai

falsafah

negara

dihadapkan pada kondisi yang terjadi dewasa ini.

masih

Idiologi...
relevan

Hal ini merupakan

peluang untuk menangkal erosi nilai-nilai kejuangan yang dimiliki oleh para
prajurit serta pengaruh dari ideologi lain.
6)

Kesadaran dan penghayatan dari segenap seluruh komponen

bangsa termasuk prajurit Yonif Kostrad terhadap nilai-nilai kejuangan


merupakan kekuatan yang dapat memacu motivasi pelaksanaan tugas
dengan berhasil memberikan modal dasar bagi upaya pelestarian nilai
kejuangan.

b.

Kendala. Kendala yang bersifat eksternal adalah kendala yang datang

dari luar negeri yang dapat mempengaruhi dan menghambat kegiatan atau
pelaksanaan tugas baik kepada prajurit ataupun kepada satuan.

15
1)

Era Reformasi.

Reformasi yang bergulir telah membuat

masyarakat untuk berfikir kritis dan berani didalam menanggapi dan


menuntut terhadap berbagai perkembangan situasi yang terjadi, bahkan
masyarakat didukung oleh LSM tertentu berani melakukan tuntutantuntutan terhadap institusi TNI AD maupun secara perorangan terhadap
kasus yang terjadi pada waktu-waktu yang lalu, dengan alasan pihak TNI
AD telah melakukan pelanggaran HAM.

Banyak tuntutan dan adanya

pengadilan terhadap parjurit-prajurit TNI AD dengan tuduhan melakukan


pelanggaran HAM, sedikit banyak telah mempengaruhi kejiwaan prajurit
didalam setiap melaksanakan tugas, dampak yang terjadi berupa takut
untuk bertindak, ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

/ 2)
2)

Krisis Ekonomi.

Krisis...

Krisis ekonomi yang terjadi dan menimpa bangsa

sangatlah berpengaruh didalam pencapaian profesionalisme prajurit Yonif.


Kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan prajurit berupa kesejahteraan,
persenjataan dan perlengkapan belum seluruhnya dapat dipenuhi, hal ini
sangat berdampak dalam pencapaian profesionalisme prajurit di satuan
Yonif.
3)

Mass Media. Kebebasan media yang begitu besar telah banyak

mempengaruhi

pendangan

masyarakat

dan

sering

dimanfaatkan

kelompok tertentu untuk mencapai tujuannya yang dapat mempengaruhi


cara berfikir dan cara bertindak para prajurit.
4)

Ketahanan bidang sosial budaya sedang teruji dengan maraknya

berbagai masalah sosial akibat krisis ekonomi dan perubahan politik di


Indonesia yang memerlukan perhatian khusus mengingat intensitasnya
yang menunjukkan gejala mengganggu stabilitas nasional.
5)

Belum secara keseluruhan prajurit Kostrad memahami Paradigma

baru yang dikembangkan TNI termasuk pendekatan kesejahteraan yang

16
dikedepankan dalam hubungan dengan masyarakat tanpa mengabaikan
pendekatan keamanan.
6)

Berkembangnya

sikap

individualis

sebagai

dampak

negatif

kemajuan Iptek dan perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat


industri bahkan informasi.
7)

Sifat acuh tak acuh terhadap pengamalan 8 Wajib TNI dan Sapta

Marga serta Sumpah Prajurit berakibat kemungkinan terjadinya frustasi


dari para prajurit Kostrad akibat dampak dari hujatan-hujatan yang selama
ini dilakukan oleh sebagaian kecil masyarakat Indonesia yang selalu
dilontarkan baik dikalangan tingkat bawah maupun yang selalu dilakukan
oleh para elit politik dan bahkan oleh para mantan pejabat TNI sendiri.

/ BAB-V...
BAB-V
KONDISI PEMBINAAN SATUAN YONIF YANG DIHARAPKAN
14.

Umum.

Binsat Yonif diharapkan adalah tampilan yang siap operasional

yang dipimpin oleh seorang Dansat yang mempunyai perhatian sungguh-sungguh


terhadap pembinaan satuan dengan diawaki oleh prajurit yang berdisiplin tinggi,
berdedikasi, profesional serta loyal terhadap keputusan / kebijakan organisasi atau
pimpinan.
15.

Pembinaan Satuan.
a.

Pembinaan Latihan.
1)

Pembinaan Latihan.
a)

Pembinaan latihan.

Setiap Dansat bertanggung jawab

untuk menjamin agar semua latihan yang

diselenggarakan

Komandonya dilaksanakan sesuai garis kebijaksanaan pimpinan


TNI-AD. Untuk itu setiap penyelenggaraan latihan satuan sesuai

17
program batalyon harus berpedoman pada manajemen latihan,
Proglatsi, teknik penyelenggaraan latihan maupun SJM secara
tepat.

Kegiatan

Binlat

diarahkan

untuk

meningkatkan

profesionalisme sehingga sesederhana apapun suatu latihan harus


direncanakan dengan cermat sehingga dapat dilaksanakan secara
efektif, efisien dan terukur.
b)

Latihan dalam rangka program kerja.


(1)

Latihan

perorangan

telah

dilaksanakan

secara

maksimal sehingga kemampuan dasar prajurit Yonif dapat


dipelihara dan meningkat hal ini merupakan modal dasar
bagi prajurit sebagai bekal dalam pelaksanaan operasi.
/ (2)
(2)

Latihan tingkat regu.

Para

Latihan...

Komandan

regu

dapat mengaplikasikan antara teori yang telah dimiliki


dengan

praktek

dilapangan

pada

medan

sebenarnya

sehingga tidak ada keraguan dalam memimpin regunya.


(3)

Latihan tingkat Peleton.

Para Komandan Peleton

dapat menguasai taktik dan tehnik militer tingkat peleton dan


telah dapat mengaplikasikannya di medan yang sebenarnya
serta didukung oleh kemampuan tiap-tiap regunya sehingga
peleton tersebut dapat melaksanakan tugas dengan sebaikbaiknya.
(4)

Latihan tingkat Kompi.

Komandan

Kompi

telah

memiliki kemampuan yang maksimal dalam memimpin dan


telah dapat menguasai taktik dan tehnik militer tingkat Kompi
serta didukung oleh kemampuan peleton yang handal
sehingga Kompi tersebut dapat melaksanakan tugas yang
diberikan kepadanya dengan baik.

18
(5)

Latihan tingkat Batalyon.

Komandan

Batalyon

sebagai unsur pimpinan yang bertanggung jawab terhadap


Batalyonnya telah memiliki kecakapan dalam memimpin
serta mengendalikan Batalyonnya sehingga latihan tingkat
Batalyon yang diselenggarakan dapat dilaksanakan dengan
baik dengan hasil yang memuaskan.

Hal ini juga

dipengaruhi oleh kualitas kompi-kompinya yang dapat


dibanggakan sehingga akan yakin dapat melaksanakan
tugas dengan sebaik-baiknya.

/ c)
c)

Latihan...

Latihan dalam rangka penugasan.


(1)

Latihan Pratugas yang dilaksanakan mulai dari latihan

Tahap I sampai dengan Tahap III sudah optimal dengan


memberikan bekal kepada satuan yang akan bertugas
sesuai dengan situasi dan kondisi yang akan dihadapi
didaerah penugasan sehingga satuan mempunyai keyakinan
akan keberhasilannya dalam melaksanakan tugas yang
diembannya.
(2)

Prajurit

Yonif

sudah

dapat

memahami

tentang

ketentuan hukum yang berlaku didaerah operasi seperti


Hukum

Humaniter

mengurangi

dan

HAM

sehingga

pelanggaran-pelanggaran

akan

yang

dapat

dilakukan

didaerah operasi.
d)

Pembinaan kesiapan operasi.

Satuan harus secara rutin

dan berkesinambungan melaksanakan uji Protap yang tersedia


untuk mengukur kesiapan operasi satuan.
e)

Pembinaan olah raga.

Kegiatan

olah

raga

militer

maupun olah raga umum perlu dijadwalkan selama jam dinas


maupun diluar jam dinas sehingga anggota dapat menyalurkan

19
bakat masing-masing dan dibina untuk menjaring atlit-atlit potensial
dan berbakat.
f)

Pembinaan Binter terbatas.

Melaksanakan

Binter

terbatas disekitar pangkalan dengan radius 5,10, dan 20 km tetap


berpedoman kepada Skep Kasad Nomor : Skep/1034/1987 dengan
cara karya bhakti, anjangsana, olah raga bersama maupun
kegiatan sosial lainnya.
/ b.
b.

Pembinaan...

Pembinaan Organisasi.
1)

Organisasi Yonif tetap mengacu kepada penyusunan organisasi

bagi

satuan

Batalyon

Infanteri

sesuai

dengan

TOP 95

dengan

menempatkan personel dan Alut Sista secara berimbang.


2)

Organisasi penugasan Yonif.


a)

Dalam pembentukan organisasi penugasan sudah dapat

disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan operasi sehingga


sudah dapat mewadahi setiap kegiatan yang harus dilaksanakan
dalam melaksanakan operasi.
b)

Unsur pembantu pimpinan atau staf sudah dibentuk sesuai

kebutuhan didaerah operasi yaitu sudah dapat menangani segala


permasalahan dari semua aspek untuk mendukung pelaksanaan
operasi sehingga kondisi Staf Yonif yang sudah ada dapat
menangani segala kebutuhan satuan dalam rangka membantu
Komandan dalam melaksanakan tugasnya.
c.

Pembinaan Personel.
1)

Pembinaan Administrasi.

Penataan

sistem

pengarsipan

secara akurat dan tertib baik secara manual maupun komputerisasi

20
terhadap dokumen, data maupun surat-surat penting yang memiliki
klasifikasi sehingga terjamin kerahasiaannya dan apabila diperlukan dapat
dicari dengan mudah dalam waktu yang singkat.
2)

Pembinaan karier.

Setiap penentuan jabatan, usul kenaikan

pangkat dan pendidikan melalui proses sidang disatuan sehingga


didapatkan hasil yang objektif dan bebas KKN.
/ 3)
3)

Pembinaan Moril.

Pemberian

hak-hak

Pembinaan...
anggota

tepat

waktu, tepat jumlah dan tepat sasaran, pemberian cuti, perijinan, liburan,
rekreasi perhatian terhadap anggota yang tertimpa musibah berjalan
secara normatif, dapat menjangkau semua prajurit.
4)

Pembinaan Disiplin. Penerapan metode yang tepat oleh Dansat

melalui pengawasan dan pengendalian oleh setiap unsur Pimpinan dan


juga melalui contoh tauladan, keberanian moral untuk memberikan
penghargaan, menegur dan memberi sanksi yang setara dengan
pelanggaran secara konsekwen.
5)

Pembinaan Hukum dan Mental.

Meningkatkan pemahaman

hukum dan mental prajurit melalui penjadwalan kegiatan penyuluhan


hukum secara terpadu, jam-jam komandan, kegiatan agama bersama,
peringatan hari-hari besar keagamaan secara rutin dan berkala.
6)

Pembinaan koperasi.

Sebagai

upaya

untuk

meningkatkan

kesejahteraan prajurit dengan pengelolaan yang baik dan sehat.


7)

Pembinaan Persit.

Harus terbina dengan baik walaupun

bukan organisasi struktural, namun keberadaannya sangat mempengaruhi


kinerja satuan dan dapat menunjang tugas-tugas satuan.
d.

Pembinaan Materiil.
1) Pembinaan

Pemeliharaan

dan

pencegahan

materiil.

Untuk

memperpanjang usia pakai dan mencegah kerusakan materiil yang lebih


besar khususnya Alut Sista dilaksanakan apel materiil secara periodik oleh
Dansat dan unsur staf secara langsung terjadwal maupun temporer.

21
2)

Pembinaan Penggudangan.

Mensosialisasikan penggudangan

materiil dan tertib administrasi materiil keluar masuk gudang khususnya


Senpi dan Muhandak.

/ e.
e.

Pembinaan buku petunjuk (piranti lunak).

Pembinaan...

Satuan menginventarisir

semua buku petunjuk yang tersedia baik yang masih valid maupun tidak
sehingga

dapat

difungsikan

sebagai

pedoman

atau

referensi

dalam

melaksanakan setiap kegiatan pembinaan satuan. Ketentuan dari Komando Atas


yang berkaitan dengan fungsi organik pengamanan, operasi, personel dan
logistik.
f.

Pembinaan Pangkalan.

Pendataan

fasilitas,

sarana

dan

prasarana pangkalan khususnya fasilitas perkantoran disusun sesuai dengan


ketentuan yang berlaku.

22

/ BAB-VI...
BAB-VI
OPTIMALISASI
16.

Umum.

Binsat diperlukan agar kesatuan

memiliki tingkat ketangguhan

daya tempur atau daya kerja untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk itu diperlukan
barbagai upaya inovatif dan langkah-langkah sistematis, terencana dan terarah serta
solusi pemecahan

faktor-faktor yang

berpengaruh dalam mengatasi

berbagai

permasalahan. Binlat dan organisasi, Bin Personil, Bin Harcegah Mat (Binmat), Bin
Bujuk maupun Bin pangkalan.
17.

Strategi.
a.

Tujuan.

Meningkatkan Pembinaan Satuan Batalyon Infanteri dalam

menghadapi Sparatis Bersenjata dengan memaksimalkan kemampuan yang ada


di Batalyon.
b.

Sasaran.
1)

Prajurit Batalyon Infanteri mampu melaksanakan operasi tempur

diseluruh wilayah Indonesia, dengan tidak banyak mengalami korban


terutama dalam menghadapi Sparatis Bersenjata.
2)

Prajurit Batalyon Infanteri mampu melaksanakan tugas-tugas lain

untuk mendukung pelaksanaan operasi tempur diwilayah Indonesia.


c.

Subyek.

Sebagai subyek optimalisasi Pembinaan Satuan Batalyon

Infanteri ini adalah para pimpinan Kostrad baik yang berada pada tingkatan

23
penentu kebijakan strategis dan operasional prajurit Kostrad.

Para pemimpin

sebagai subyek tersebut adalah :

/ 1)
1)

Panglima...

Panglima Kostrad dan Panglima Divisi.


a)

Selaku pimpinan yang menentukan kebijaksanaan agar

mengevaluasi petunjuk pelaksanaan tentang Pembinaan Satuan


Batalyon Infanteri.
b)

Memberikan petunjuk kepada para pimpinan disatuan jajaran

dalam rangka pelaksanaan Pembinaan Satuan di Batalyon


Infanteri.
2)

Danbrigif.
a)

Selaku pelaksana dilapangan agar menjabarkan petunjuk-

petunjuk yang telah dikeluarkan oleh Panglima.


b)

Mampu melaksanakan perencanaan, pengawasan dan

mengevaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan pembinaan satuan


serta latihan yang dilaksanakan oleh prajurit.
d.

Obyek.

Sebagai

obyek

dalam

pelaksanaan

optimalisasi

profesionalisme prajurit adalah seluruh prajurit Batalyon mulai dari Danyonif


sampai dengan seluruh anggota Yonif.
e.

Metode.
1)

Latihan.

Melaksanakan latihan dengan berpedoman kepada

manajemen latihan secara benar.


2)

Edukasi.

Mengembangkan

sumber daya

manusia

melalui

pendidikan baik formal maupun informal.


3)

Ketauladanan.

Seorang pemimpin menempati posisi yang

strategis karena akan menjadi panutan, serta suri tauladan bagi anggota
dan masyarakat sekitarnya.

24
4)

Aplikatif.

Mengaplikasikan

pemecahan

persoalan

dalam

penyiapan satuan kepada semua Perwira, sehingga mempunyai Visi dan


Misi yang sejalan.

/ 5)
5)

Inovasi dan Kreativitas.

Inovasi...

Danyon selaku penentu kebijaksanaan

di Batalyon harus selalu berusaha agar setiap hambatan atau kendala


yang ada dapat diatasi dengan inovasi dan kreatfitas.
f.

Sarana dan Prasarana.

Sarana dan prasarana yang digunakan adalah,

medan latihan dan Alkap Satuan.


18.

Upaya.
a.

Pembinaan Satuan.
1)

Dari segi Pembinaan Latihan.


a)

Pembinaan latihan.
(1)

Upaya yang dilaksanakan :

Menjabarkan Progja Komando Atas menjadi rencana

kerja satuan kalender latihan sampai dengan jadwal


mingguan, sehingga pembinaan latihan dapat dilaksanakan
secara berlanjut sesuai pentahapan.
(2)

Pembinaan latihan harus sejalan dengan rencana

kerja satuan dan direncanakan dalam bentuk Renlat atau


Renlap.
(3)

Menerapkan manajeman latihan yang tepat sehinga

penyelengaraan

latihan

satuan

dapat

dipertanggung

jawabkan, dan distandarisasikan.


(4)

Menekankan bahwa Binlat yang dilaksanakan tidak

dianggap sebagai suatu kegiatan rutin.


(5)

Menjadikan budaya belajar dan berlatih atas prakarsa

sendiri sebagai kebutuhan hidup prajurit.

25
(6)

Melaksanakan

minggu

militer

sebagai

jabaran

perintah KASAD untuk menajamkan dan menyegarkan


kembali materi Permildas dan pengetahuan dasar Militer.
/ b)
b)

Latihan...

Latihan Satuan.
(1)

Setiap latihan yang dilaksanakan oleh satuan haruslah

dimulai dari latihan perorangan yang merupakan dasar bagi


kemampuan prajurit hal ini bertujuan agar naluri keprajuritan
masing-masing

orang

cukup

tajam

sehingga

dapat

membantu dalam pelaksanaan tugas operasi.


(2)

Latihan

perorangan

yang

harus

dilaksanakan

berupa :
(a)

Caraka.

Salah satu kesalahan besar yang

dilaksanakan oleh pasukan kita didalam operasi


adalah penyampaian hal-hal yang rahasia lewat radio,
perintah operasi, perintah parsiil dan lain-lain yang
berkualifikasi rahasia.

Kesalahan ini dapat dihindari

apabila digunakan caraka sebagai penyampaian


perintah atau berita.

Prajurit Infanteri harus mampu

melaksanakan tugas caraka, baik siang maupun


malam dalam berbagai situasi pertempuran dan
rintangan medan.
(b)

Membaca jejak.

Salah satu faktor penunjang

keberhasilan tugas adalah kemampuan membaca


jejak musuh, sehingga setiap prajurit harus mampu
membaca jejak dengan baik oleh karena itu perlu

26
dilatihkan membaca jejak dengan baik sampai para
prajurit mahir.

/ (c)
(c)

Intel Tempur. Dalam

dilaksanakan

oleh

setiap

pasukan

Intel...

operasi

kita

yang

sangat

diketahui intelijen tentang musuh.

sedikit

Kalau ada

keterangan tentang musuh biasanya masih kurang


mutahir atau akurat.
Salah satu faktor penyebab kurangnya informasi
tersebut

adalah

pengumpul

karena

kurang

keterangan,

dilaksanakannya

tidak

kegiatan

aktifnya

badan

dikuasainya

intel

tempur

dan

secara

perorangan, maupun proses penyelesaian informasi


tempur yang kurang tepat dan cepat, dengan
pemberian latihan materi intel tempur kepada para
prajurit diharapkan setiap prajurit Infanteri mempunyai
keterampilan

Intel

Tempur,

tahu

dan

mampu

mengumpulkan informasi tentang musuh, sehingga


satuan yang beroperasi itu dapat mengumpulkan
keterangan tentang musuh secara maksimal.
(d)

Menembak. Salah satu keterampilan yang

mutlak harus dikuasai oleh prajurit adalah menembak


sehingga

frekuensi

diperbanyak,

dalam

bagaimanapun

prajurit

latihan

menembak

kondisi

dan

harus

situasi

dapat

harus
yang

menembak

dengan baik dan mengenai sasaran, adapun latihan


menembak yang harus diberikan kepada prajurit
adalah :
-

Dasar Senapan.

Tembak tepat.

Tembak tempur Ofensif.

27
/-

(e)

Tembak tempur Defensif.

Tembak Reaksi.

Ilmu Medan (Navigasi).

Tembak...

Kemampuan

Navigasi darat bagi setiap prajurit merupakan hal yang


mutlak harus dikuasai sehingga didalam pelaksanaan
tugas senantiasa dapat berorientasi terhadap medan
yang ditempati atau yang akan dilewati sehingga
dengan dapat mengantisipasi terhadap setiap bahaya
yang mengancam melalui medan yang dihadapi.
Dengan penguasaan Ilmu Medan prajurit dapat
terhindar dari penghadangan atau pendadakan musuh
sehingga akan terhindar dari korban dan malapetaka
akibat serangan musuh.
(f)

Pioneer.

Untuk

dapat

mengatasi

alam

seperti sungai, jurang dan bentuk rintangan medan


lainnya prajurit Infanteri harus dapat menguasai teknik
tali temali, untuk mengatasi rintangan alam tersebut,
begitu juga untuk dapat melaksanakan penghancuran
terhadap instalasi atau bangunan musuh prajurit harus
menguasai Teknik Demolisi atau penghancuran.
(g)

Survival.

operasi

dapat

Dinamika yang terjadi didaerah


mengakibatkan

keterlambatan

dukungan logistik atau putus hubungan komunikasi


dengan satuan induknya karena pengaruh medan dan
cuaca.
/ Namun...

28
Namun dalam situasi seperti itu prajurit harus tetap
mampu melaksanakan tugasnya sehingga sangat
penting sekali setiap prajurit dibekali keterampilan
dalam melaksanakan survival.

Prajurit harus dapat

memanfaatkan tumbuh-tumbuhan dan binatang yang


ada ditempat tersebut sebagai bahan makanan untuk
dapat mempertahankan hidupnya.
(h)

Helikopter Reppling.

mobilitas

udara

dilaksanakan

Pada

pendaratan

dengan

cara

operasi

personel

pendaratan

dapat
pesawat,

loncat dari pesawat Helly yang sedang Hover atau


turun dari pesawat dengan menggunakan tali apabila
dibawahnya terdapat pohon-pohon sehingga tidak
memungkinkan untuk dibangun landing point (LP)
atau landing teknik reppeling (turun dari pesawat Helly
dengan menggunakan tali) harus dikuasai oleh para
prajurit Infanteri.
(i)

Pengetahuan senjata.

Setiap

prajurit

Infanteri harus cakap dan mampu menggunakan


berbagai senjata.

Mereka harus tahu menggunakan

dan melayani senjata-senjata yang ada di satuannya


dan juga harus mengetahui bagaimana penggunaan
senjata musuh.
diberikan

materi

Untuk kepentingan ini maka perlu


pengetahuan

berbagai

macam

senjata agar setiap prajurit dapat mahir menggunakan


senjata.

/ (3)

Latihan...

29
(3)

Latihan tingkat regu.

Selain

materi

latihan

penting lainnya yang dilaksanakan oleh regu maka materi


pengepungan kampung dan penggeledahan rumah harus
dapat dikuasai oleh setiap prajurit dalam satu regu tersebut
karena

pelaksanaan

pengepungan

kampung

dan

penggeledahan rumah sangat banyak dilaksanakan oleh


para prajurit didaerah operasi.

Para prajurit harus

menguasai pentahapan dalam pelaksanaan pengepungan


dan penggeledahan rumah serta tindakan-tindakan yang
harus dilaksanakan sehingga dalam pelaksanaan operasi
sebenarnya tidak mengalami kesulitan dan kesalahan
prosedur.
(4)

Latihan tingkat Peleton.

Dalam

latihan

tingkat

peleton yang harus dikuasai oleh prajurit adalah :


(a)

Penghadangan

dan

lawan

penghadangan.

Latihan tersebut harus betul-betul diberikan kepada


para prajurit sampai prajurit tersebut mahir dalam
pelaksanaannya.
penghadangan

Karena penghadangan dan lawan


baik

berjalan

kaki

ataupun

berkendaraan sering terjadi di daerah operasi, bahkan


sering menimbulkan korban dipihak TNI oleh karena
itu setiap prajurit harus mengetahui apa tugasnya
dalam

peleton

tersebut

dan

apa

yang

harus

dilaksanakan apabila terjadi penghadangan atau


lawan penghadangan didaerah operasi.

/ (b)
(b)

Operasi Mobilitas udara.

Operasi...

Para prajurit dalam

satu peleton harus diberikan latihan Mobud karena


kemungkinan besar hal ini dapat terjadi didaerah

30
Operasi.
dilalui

Karena kondisi medan yang sangat sulit

kendaraan

atau

manuver

pasukan

yang

memerlukan kecepatan bergerak.


c)

Pembinaan kesiapan operasi.


(1)

Upaya yang dilaksanakan :

Menginventarisir dan mengecek tingkat kelayakan

protap satuan.
(2)

Merevisi Protap yang sudah tidak sesuai dengan

tuntutan kesiapan operasi satuan dalam melaksanakan


Tupok satuan.
(3)

Melengkapi Protap satuan yang belum tersedia

dengan cara pembentukan pokja.


(4)

Uji Protap minimal setiap Bulan, sejalan dengan

program Binsat khususnya bidang kesiapsiagaan satuan.


d)

Pembinaan Olah raga.


(1)

Upaya yang dilaksanakan :

Pembentukan team olah raga militer maupun umum

yang tepat dan tangguh.


(2)

Penjadwalan hari-hari olah raga secara terpadu baik

saat jam dinas maupun diluar jam dinas.


(3)

Membangun image kepada seluruh prajurit satuan

bahwa berolahraga disamping untuk membina fisik prajurit


juga merupakan sarana rekreasi dan prestasi.
(4)

Membentuk team Ton Tangkas satuan yang solid.

(5)

Kompetisi dan uji coba keluar maupun didalam satuan

secara rutin.
/ (6)
(6)

Memasukan

Memasukan materi lomba Ton tangkas antar kompi

pada HUT Batalyon yang mengacu kepada materi lomba


Binsat TNI-AD.
(7)

Memberikan penghargaan kepada atlit atlit yang

berprestasi dibidang olah raga.

31
e)

Pembinaan Teritorial Terbatas. Upaya yang dilaksanakan :


(1)

Melaksanakan Karya Bhakti, anjangsana, olah raga

bersama didalam asrama maupun diluar asrama antara lain


di daerah binaan sesuai sektor Kompi.
(2)

Melaksanakan peringatan dan perayaan hari-hari

besar keagamaan dengan mengundang tokoh-tokoh agama


sekitar asrama.
(3)

Membantu kesulitan masyarakat disekitar asrama

sesuai kemampuan satuan.


(4)

Membantu dan mengarahkan masyarakat disekitar

asrama tentang pelaksanaan Pam Swakarsa misalnya


Siskamling.
2)

Pembinaan Organisasi.
a)

Upaya yang dilaksanakan :

Menyusun organisasi Batalyon dengan mengacu kepada

penyusunan organisasi bagi satuan Batalyon dengan komposisi


kemantapan satuan.
b)

Melaksanakan

kaderisasi

jabatan-jabatan

potensial

di

satuan.
c)

Penyempurnaan organisasi penugasan. Dalam

penyiapan

organisasi penugasan minimal 6 bulan sebelum pelaksanaan


penugasan hal ini dimaksudkan supaya organisasi tersebut dapat
terbina dan kompak melaksanakan latihan dan penugasan.
/ Unsur...
Unsur pembantu pimpinan atau Staf dilengkapi dengan Staf khusus
yang dapat membantu dalam kelancaran tugas, Staf tersebut
antara lain adalah :
(1)

Staf khusus dibidang Hukum yang dikepalai oleh

perwira

Korps

Hukum

yang

bertugas

memberikan

32
pendidikan dan latihan dibidang Hukum, HAM dan Hukum
Humaniter selama satuan berada di basis supaya seluruh
prajurit Batalyon Infanteri dapat memahami Hukum, HAM
dan Hukum Humaniter sehingga dalam pelaksanaan tugas
tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dapat merusak
citra satuan dan citra TNI AD sedangkan selama dalam
penugasan perwira Hukum tersebut harus aktif memberikan
penyuluhan secara periodik kepada seluruh prajurit yang
sedang bertugas dimanapun tempatnya selain kepada
petugas juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat
yang berada didekat pos prajurit Yonif yang sedang
bertugas.
(2)

Staf khusus dibidang penerangan.

Staf tersebut

dikepalai oleh seorang perwira yang sudah berpengalaman


dibidang

penerangan

anggotanya.

yang

dibantu

oleh

beberapa

Tugas staf penerangan tersebut antara lain

adalah :
(a)

Mensosialisaikan informasi tentang kebijakan

pemerintah kepada seluruh masyarakat yang berada


diwilayah tanggung jawab Yonif supaya masyarakat
tersebut

mengerti

tentang

maksud

dan

tujuan

pelaksanaan operasi yang sedang dilakukan sehingga


mereka mau membantu sepenuhnya kepada TNI.
/ (b)
(b)

Meng...

Meng counter segala isue negatif yang masuk

agar tidak menimbulkan gejolak dalam masyarakat


dimana satuan bertugas sehingga masyarakat tidak
terpengaruh atau terprovokasi oleh hasutan atau isue
yang dilancarkan oleh sparatis dan klandestinnya.
(c)

Memberikan

informasi-informasi

tentang

perkembangan situasi kepada para prajurit Batalyon

33
yang sedang melaksanakan tugas sehingga prajurit
dapat mengantisipasi terhadap kemungkinan situasi
yang bakal terjadi diwilayah tugasnya masing-masing.
3)

Dari segi Pembinaan Personel.


a)

Pembinaan Administrasi.
(1)

Upaya yang dilaksanakan :

Penataan, penertiban, pengarsipan, sistem keluar

masuk

surat

sesuai

klasifikasi

semua

kelengkapan

administrasi staf intelijen, staf operasi, staf personel dan staf


logistik.
(2)

Penataan, klasifikasi semua kelengkapan administrasi

personel pengarsipan sistem keluar masuk surat sesuai


ketentuan.
b)

Pembinaan Karier.
(1)

Upaya yang dilaksanakan :

Menempatkan personel yang tepat pada jabatan yang

tepat sesuai dengan prinsip-prinsip Binpers.


(2)

Penelusuran minat dan jabatan baik secara langsung

maupun kadernisasi sehingga bakat dan keterampilan


prajurit terpantau untuk diarahkan pada jabatan yang sesuai
dan potensial.
/ c)
c)

Pembinaan Moril.

Pembinaan...

Dalam upaya meningkatkan moril titik

beratnya adalah kesejahteraan prajurit meliputi antara lain :


(1)

Pengawasan terhadap penyaluran hak-hak prajurit

(gaji, ULP, Forase dan dinas cuti) tepat waktu dan tepat
jumlah.
(2)

Peningkatan

pelayanan

kesehatan

prajurit

dan

keluarganya melalui penempatan anggota kesehatan yang


mempunyai

kualitas

medis,

penyuluhan

kesehatan,

posyandu/kesehatan anak dan kebersihan lingkungan.

34
(3)

Hiburan dan rekreasi bagi prajurit dan keluarganya

pada kesempatan yang memungkinkan.


(4)

Pemberdayaan koperasi satuan dalam memenuhi

kebutuhan standar prajurit.


d)

Pembinaan Disiplin. Upaya yang dilaksanakan :


(1)

Menegakkan peraturan militer dasar yang merupakan

sendi kehidupan prajurit melalui penjadwalan secara rutin.


(2)

Melaksanakan tindakan prefentif dan represif dengan

senantiasa merujuk pada norma melalui tegoran lisan atau


tertulis dengan melaksanakan reward dan punishment
secara konsekwen.
(3)

Mengintensifkan

jam-jam

komandan

secara

berjenjang.
(4)
e)

Budaya tepat waktu.

Pembinaan Hukum dan Mental.


(1)

Upaya yang dilaksanakan :

Penjadwalan kegiatan penyuluhan hukum terpadu

dengan instansi hukum Komando Atas atau yang ada di


wilayah.
/ (2)
(2)

Penjadwalan...

Penjadwalan kegiatan penyuluhan aspek rohaniah

melalui kegiatan agama bersama secara rutin.

f)

(3)

Menyelesaikan masalah hukum secara normatif.

(4)

Jam Komandan, santi aji dan santi karma.

Pembinaan Koperasi
(1)

Upaya yang dilaksanakan :

Sehat pengurus ditempuh dengan jalan :


(a)

Pemilihan pengurus secara selektif.

(b)

Pembinaan pengurus koperasi secara terus

menerus oleh yang berwenang (staf personel) dan BP


serta penghadiran pengurus.

35
(2)

Sehat Usaha ditempuh dengan jalan


(a)

Bekerjasama dengan mitra usaha dengan

seimbang.
(b)

Rencana kerja yang realistis dalam pemenuhan

kebutuhan anggota dan pencapaian SHU.


(c)

Penanaman

kesadaran

anggota

dalam

kehidupan berkoperasi.
(3)

Sehat Administrasi ditempuh dengan jalan


(a)

Pencatatan administrasi sesuai dengan buku

petunjuk perkoperasian.
(b)

Peningkatan pengurus dibidang administrasi

keuangan.
g)

Pembinaan Persit

Upaya yang dilaksanakan :

Pembinaan Persit dilaksanakan sejalan dengan AD/


ART Persit dengan berorientasi kepada kegiatan sosial dan
kekeluargaan.

/ 4)
4)

Pembinaan...

Pembinaan Materiil.
a)

Pembinaan

Harcegah

Materiil.

Diarahkan

untuk

memperpanjang usia pakai dan mencegah kerusakan materiil Alut


Sista yang lebih besar. Upaya yang dilaksanakan :
(1)

Pembinaan Kendaraan.
(a)

Menggugah pelaksanaan tertib administrasi

kendaraan yang dipertanggung jawabkan.


(b)

Penekanan dan pelaksanaan pemeliharaan

kendaraan

yang efektif sesuai dengan tugas dan

tanggung jawab perorangan maupun satuan.


(c)

Melaksanakan perbaikan-perbaikan kendaraan

sesuai dengan tingkat pemeliharaan satuan baik

36
secara swadaya satuan melalui suatu improvisasi
maupun inovasi Dansat.
(d)

Melaksanakan penataran (Dik dalam satuan).

(e)

Melaksanakan apel kendaraan secara rutin

minimal 1 kali tiap bulan oleh Dansat maupun staf


terjadwal ataupun inspeksi mendadak (sidak).

(2)

Pembinaan senjata.
(a)

Pelaksanaan tertib administrasi senjata mulai

dari senjata ringan sampai dengan senjata bantuan


antara lain buku tentang penggunaan senjata.
(b)

Penekanan dan pelaksanaan pemeliharaan

semua jenis senjata yang terdapat disatuan sesuai


dengan tugas dan tanggung jawab perorangan atau
satuan.

/ (c)
(c)

Melaksanakan

Melaksanakan...

perbaikan-perbaikan

senjata

sesuai dengan tingkat pemeliharaan satuan atau


mengajukan perbaikan ke Komando Atas.
(d)

Melaksanakan penataran (Dik dalam satuan)

dengan

tujuan

menambah

pengetahuan

dan

keterampilan.
(e)

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan

team Har senjata satuan.


(f)

Melaksanakan

pengecekan

senjata

rutin

minimal 1 kali tiap minggu oleh Dansat maupun staf.


(g)

Melaksanakan pengawasan terhadap kesiapan

dan kelengkapan semua jenis senjata satuan.


(3)

Pembinaan komunikasi.

37
(a)

Pelaksanaan tertib administrasi alat komunikasi

yang ada disatuan.


(b)

Penekanan dan pelaksanaan pemeliharaan

semua jenis alat komunikasi satuan sesuai dengan


tugas dan tanggung jawab perorangan atau satuan.
(c)

Melaksanakan

perbaikan-perbaikan

alat

komunikasi sesuai dengan tingkat pemeliharaan


satuan atau mengajukan perbaikan ke Komando Atas.
(d)

Melaksanakan penataran (Dik dalam satuan)

dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan.


(e)

Pelaksanaan

pengecekan

alat

komunikasi

satuan secara rutin minimal 1 kali tiap bulan oleh


Dansat maupun staf.

/ (4)
(4)

Pembinaan Penggudangan.

Pembinaan...

Diarahkan

untuk

menghindari kerusakan dan kehilangan materiil yang sia-sia,


upaya yang dilaksanakan :
(a)

Penekanan dan pengecekan terhadap tertib

administrasi dan kebersihan dalam dan sekitar


gudang untuk menghindari bahaya kebakaran.
(b)

Untuk

keamanan

penggudangan

ditempuh

dengan cara pemasangan sistem 3 kunci, pemadam


kebakaran, termometer, penataan sistem ventilasi dan
cahaya serta pemasangan rambu-rambu peringatan.
(c)

Pengecekan gudang senjata dan muhandak

termasuk pencocokan data dengan jumlah nyata oleh


semua Perwira setiap pagi, siang kecuali malam hari
pengecekan hanya dari luar gudang.

38
(d)

Pengawasan penggudangan materiil sesuai

standar normatif terhadap senjata dan muhandak.

5)

Pembinaan Buku Petunjuk.


a)

Menginventarisir

semua

buku

petunjuk

yang

tersedia

disatuan, dengan cara pembuatan katalog praktis.


b)

Memelihara, merawat dan menata semua buku petunjuk

yang tersedia disatuan secara sistimatis dan teratur.


c)

Melengkapi semua buku petunjuk yang belum tersedia

dengan cara mengajukan ke Komando Atas atau cara foto copy dari
swadaya satuan.

/ 6)
6)

Pembinaan...

Pembinaan Pangkalan.
a)

Penataan fasilitas perkantoran dan perumahan prajurit

sesuai dengan ketentuan yang berlaku suatu ksatrian.


b)

Budaya bersih terhadap lingkungan perkantoran maupun

perumahan dengan cara pengadaan sarana kebersihan contoh


penempatan tong sampah yang tepat termasuk sistem distribusi
pembuangan.
c)

Melaksanakan perbaikan terhadap kerusakan baik secara

swadaya maupun bantuan dari Komando Atas.


d)

Melaksanakan

pemurnian

pangkalan

sesuai

dengan

ketentuan bagi anggota yang pindah/pensiun dalam waktu 6 bulan.

39
e)

Mengadakan pengawasan dan pengecekan terhadap semua

kesiapan sarana dan prasarana latihan yang tersedia secara rutin


dan berkala.

/ BAB VII...
BAB VII
PENUTUP
19.

Kesimpulan.
a.

Binsat adalah fungsi komando, sehingga menjadi tanggung jawab

Komandan Satuan. Dihadapkan dengan berbagai permasalahan baik dari faktor


internal maupun eksternal, keterbatasan dukungan dana, sarana dan prasarana
di satuan seharusnya tidak menghambat atau menjadi kendala dalam
pelaksanaan pembinaan satuan, tetapi dieleminir dengan ide, gagasan dan
upaya yang inovatif dan kreatif melalui suatu langkah-langkah yang sistematis,
terencana dan terarah dalam mencari solusi pemecahan untuk diarahkan kepada
hal-hal yang bersifat perbaikan dari masing-masing aspek dalam mencapai
tujuan

organisasi.

Oleh

karena

itu

dituntut

peka

dan

peduli

dalam

penyelenggaraan Binsat di satuan melalui penerapan kepemimpinan lapangan


sampai dengan Dansat bawahan dengan manajemen Binsat yang tepat.

40
b.

Dalam

menjadikan

satuan

Yonif

yang

siap

operasional

dalam

melaksanakan tugas di daerah operasi adalah merupakan tanggung jawab TNI


AD untuk membinanya yang dalam pelaksanaannya didelegasikan ke Kotama
Kostrad dan satuan-satuan jajarannya dengan cara memanfaatkan peluang yang
ada dan mengatasi kendala yang timbul di Batalyon Infanteri, selain itu juga
berupaya meningkatkan kekuatan yang sudah ada serta memperbaiki kelemahan
yang dimiliki satuan.
c.

Batalyon Infanteri Kostrad merupakan salah satu unsur satuan tempur

yang dimiliki oleh TNI AD adalah merupakan salah satu satuan yang akan
ditugaskan untuk menghadapi gerakan separatis bersenjata, untuk dapat
melaksanakan tugas tersebut maka pembinaan satuan Yonif harus terus
ditingkatkan sehingga dapat menjadi satuan yang siap operasional.
/ 23.
20.

Saran.

Saran...

Dalam rangka mewujudkan pembinaan satuan Batalyon Infanteri

yang siap operasional disarankan beberapa hal sebagai berikut :


a.

Saran kepada Pangkostrad.

Agar dalam penempatan dan pemilihan

jabatan Komandan satuan Batalyon Infanteri harus benar-benar selektif dan


memiliki Track Record yang patut diandalkan dan pantas menduduki jabatan
tersebut.

Diharapkan dengan adanya pemilihan personel tersebut akan

memberikan dampak positif terhadap pembinaan satuan itu sendiri.


b.

Saran kepada Pangdivif Kostrad.


1)

Agar para Komandan satuan Yonif sebelum menduduki jabatannya,

diwajibkan untuk memaparkan rencana/langkah-langkah serta visi dan


misi Komandan satuan sebelum masuk ke satuan yang baru.
2)

Untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit Yonif

maka peran pelatih disatuan perlu ditingkatkan melalui pendidikan yang


teprogram dan terpusat.
Bandung,

September 2005

41
PENULIS