Anda di halaman 1dari 22

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK

Acara I

: Pengenalan Mikroskop Polarisasi

Hari/Tanggal : Sabtu, 25 Oktober 2014


GAMBAR MIKROSKOP POLARISASI TIPE OLYMPUS

Keterangan Gambar Mikroskop Polarisasi Tipe Olympus


Lensa Okuler
Tubus
Kondensor
Lensa Obyektif
1

Lubang Kondensor
Pemutar kasar
Pemutar halus
Lengan mikroskop
Penjepit preparat
Meja obyek
Nikol silang/Nikol sejajar
Lensa amili burtrand
Diafragma
Kondensor
Cermin
Kaki mikroskop

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara II

: Diameter Medan Pandang

Hari/Tanggal : Sabtu, 08 November 2014


2

1. Pengukuran menggunakan kertas milimeter blok kosong


a. Diketahui :
Lensa Okuler

= 7X

Lensa Obyektif

=0,10X

Jumlah Skala

= 25
Z

= 45

=8

Ditanya : DMP Total ?


Penyelesaian :
BS=

1mm
=0 , 04 mm
25

DMP1 = BS x Z
= 0,04 x 45
= 18 mm
DMP2 = BS x Y
= 0,04 x 8
= 0,32 mm
Maka DMP Total adalah :
DMP Total

= DMP1 + DMP2
= 18 + 0,32
= 18,32 mm

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara II

: Diameter Medan Pandang

Hari/Tanggal : Sabtu, 08 November 2014

b. Diketahui :
Lensa Okuler

= 7X

Lensa Obyektif

=0,25X

Jumlah Skala

= 60
Z

= 50

=6

Ditanya : DMP Total ?


Penyelesaian :

BS=

1mm
=0 , 01mm
60

DMP1 = BS x Z
= 0,01 x 50
= 0.5 mm
DMP2 = BS x Y
= 0,01 x 6
= 0.06 mm
Maka DMP Total adalah :
DMP Total

= DMP1 + DMP2
= 0.5 + 0.06
= 0.56 mm

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara II

: Diameter Medan Pandang

Hari/Tanggal : Sabtu, 08 November 2014


2. Pengukuran dengan menggunakan kertas milimeter blok
a. Diketahui :
Lensa Okuler

= 7X

Lensa Obyektif

=0,10X

= 100

=5

Ditanya : DMP Total ?


Penyelesaian :
BS=

1mm
=0 , 04 mm
25

DMP1 = BS x Z
= 0,04 x 100
= 4 mm
DMP2 = BS x Y
= 0,04 x 5
= 0,2 mm
Maka DMP Total adalah :
DMP Total

= DMP1 + DMP2
= 4 + 0,2
= 4.2 mm

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


5

Acara II

: Diameter Medan Pandang

Hari/Tanggal : Sabtu, 08 November 2014


b. Diketahui :
Lensa Okuler

= 7X

Lensa Obyektif

= 0,25X

= 100

=4

Ditanya : DMP Total ?


Penyelesaian :
BS=

1mm
=0 , 01mm
60

DMP1 = BS x Z
= 0,01 x100
= 1 mm
DMP2 = BS x Y
= 0,01 x 4
= 0,04 mm
Maka DMP Total adalah :
DMP Total

= DMP1 + DMP2
= 1 + 0,04
= 1,04 mm

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara II

: Diameter Medan Pandang

Hari/Tanggal : Sabtu, 08 November 2014


3. Pengukuran dengan menggunakan mineral
Nama Sampel : Granit
a. Diketahui :
Lensa Okuler

= 7X

Lensa Obyektif

= 0,10X

= 22

=7

Ditanya : DMP Total ?


Penyelesaian :

BS=

DMP1 = BS x Z(X)

1mm
=0 , 04 mm
25

= 0,04 x 22
= 0.55 mm

BS x Z (Y) = 0,04 x 7
= 1,6 mm
DMP2 = BS x Y

= 0,04 X 8
= 0,32 mm

Maka DMP Total adalah :


Z (X) = (0.55 + 1.6)
= 0.2464 mm
Z (X) = (0.55 + 0,32)
= 0.176 mm

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


7

Acara II

: Diameter Medan Pandang

Hari/Tanggal : Sabtu, 08 November 2014


3. Pengukuran dengan menggunakan mineral
Nama Sampel : Gabbro (030)
b. Diketahui :
Lensa Okuler

= 7X

Lensa Obyektif

= 0,25X

= 22

=50

Ditanya : DMP Total ?


Penyelesaian :

BS=

DMP1 = BS x Z(X)

1mm
=0 , 01mm
60

= 0,01 x 22
= 0.22 mm

BS x Z (Y) = 0,01 x 50
= 0.5 mm
DMP2 = BS x Y

= 0,22 x 0.5
= 0,11 mm

Maka DMP Total adalah :


Z (X) = (0.22 + 0,11)
= 0.33 mm
Z (X) = (0.5+ 0,11)
= 0.61 mm

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


8

Acara III

: Ortoskop Nikol Sejajar

Hari/ Tanggal : Minggu, 09 November 2014


1. Ukuran Lensa Okuler
:7X
2. Ukuran Lensa Objektif
: 0,10 X
3. Nomor Sampel
: 003
4. Warna
: Tidak berwarna
5. Pleokroisme
:6. Bentuk Mineral
: anhedral
7. Belahan
:8. Pecahan
: Ada
9. Indeks Bias
: nmin< ncb (Menggunakan Metode Iluminasi Miring)
10. Relief Mineral
: Tinggi
11. Penentuan Ukuran Mineral : X=1,68 Y=1,6
12. Nama Mineral
: Olivine
13. Petrogenesa
:
Olivin (sebagai batu mulia disebut juga peridot atau krisolit), adalah mineral
magnesiumbesisilikat dengan rumus (Mg,Fe)2SiO4. Banyak ditemukan di bawah
permukaan bumi namun lapuk dengan cepat di permukaan bumi.Olivine umumnya
sebagai mineral pembentuk batuan dan juga sebagai mineral pengiring dalam
batuan basa seperti Gabbro, Peridotite, dan lain lain. Mineral olivine terbentuk pada
temperatur yang tinggi 11000C sampai dengan 13000C

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara III

: Ortoskop Nikol Sejajar

Hari/ Tanggal : Minggu, 09 November 2014


1. Ukuran Lensa Okuler
:7X
2. Ukuran Lensa Objektif
: 0,10 X
3. Nomor Sampel
: 007
4. Warna
: Coklat hijau kekuningan
5. Pleokroisme
: 6. Bentuk Mineral
: Euhedral
7. Belahan
: 2 Arah
8. Pecahan
: Ada
9. Indeks Bias
: nmin< ncb (Menggunakan Metode Iluminasi Miring)
10. Relief Mineral
: Tinggi
11. Penentuan Ukuran Mineral : X = 1,48 Y = 0.68
12. Nama Mineral
: Biotite
13. Petrogenesa
:
Biotit ditemukan dalam berbagai batuan beku dan batuan metamorf .Misalnya,
biotit terjadi pada lava dari Gunung Vesuvius dan di kompleks mengganggu Monzoni
dari Barat Dolomites .Ini adalah penting phenocryst dalam beberapa varietas
lamprophyre .Biotit kadang-kadang ditemukan dalam kristal cleavable besar,
terutama di pegmatite pembuluh darah, seperti di New England , Virginia dan North
Carolina .Kejadian penting lainnya termasuk Bancroft dan Sudbury , Ontario .Ini
merupakan konstituen penting dari banyak metamorf sekis , dan membentuk dalam
komposisi yang sesuai atas berbagai tekanan dan temperatur .
Biotite adalah mineral yang penting dan penyebarannya luas sebagai mineral
pembentuk batuan. Terdapat di dalam batuan beku seperti granit dan gabbro. Biotit
ditemukan dalm berbagai pegmatit dalam lapisan yang luas. Juga ditemukan dalam
lava dan batun metamorfosa seperti gnesis dn sekis. Biotit terbentuk pada
temperatur 8000 C - 8500 C.

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara III

: Ortoskop Nikol Sejajar


10

Hari/ Tanggal : Minggu, 09 November 2014


1. Ukuran Lensa Okuler
:7X
2. Ukuran Lensa Objektif
: 0,10 X
3. Nomor Sampel
: 007
4. Warna
: Putih Gading
5. Pleokroisme
:6. Bentuk Mineral
: Subhedral
7. Belahan
: Dua arah
8. Pecahan
: Ada
9. Indeks Bias
: nmin< ncb (Menggunakan Metode Iluminasi Miring)
10. Relief Mineral
: Tinggi
11. Penentuan Ukuran Mineral : X = 16.28 Y = 1.48
12. Nama Mineral
: Kuarsa
13. Petrogenesa
:
Mineral kuarsa terbentuk pada temperatur suhu 300 mineral yang umum dan
terjadi dalam perbedaan yang besar dari lingkungan geologi. Kuarsa paling umum
dalam mineral yang dari urat urat logam hidrotermal. Mineral kuarsa terbentuk
pada temperatur suhu 3000 C sampai dengan 5800 C
Mineral kuarsa terdapat di semua jenis batuan Batuan Beku asam sampai
intermediet, Batuan Sedimen dan pada batuan metamorf sering dijumpai dalam
bentuk urat kuarsa.Mineral kuarsa banyak dijumpai pada kebanyakan daerah
geologi, tetapi pada umumnya terbentuk pada batuan sedimen seperti batu pasir
dan pada batuan beku tertentu seperti granite. Pada batuan granite butiran kuarsa
biasanya muncul berwarna abu-abu. Pada waktu batuan kristal ini terbentuk jauh di
bawah permukaan, mineral kuarsa adalah mineral yang terakhir kali terbentuk dan
biasanya tidak mempunyai ruang untuk membentuk kristal. Pada batuan pegmatites,
kuarsa kadang-kadang membentuk kristal yang sangat besar bisa mencapai
beberapa meter.

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara III

: Ortoskop Nikol Sejajar

Hari/ Tanggal : Minggu, 09 November 2014


11

1. Ukuran Lensa Okuler


:7X
2. Ukuran Lensa Objektif
: 0,10 X
3. Nomor Sampel
: 003
4. Warna
: Coklat kemerahan
5. Pleokroisme
: Trikioik
6. Bentuk Mineral
: Subhedral
7. Belahan
:8. Pecahan
: Ada
9. Indeks Bias
: nmin< ncb (Menggunakan Metode Iluminasi Miring)
10. Relief Mineral
: Tinggi
11. Penentuan Ukuran Mineral : X= 36,4 Y = 0,64
12. Nama Mineral
: Ortoklas
13. Petrogenesa
:
Mineral ortoklas merupakan mineral feldspar dengan ion potasium didalam
struktur kristalnya. Plagioklas feldspar adalah mineral feldspar dengan ion kalsium
dan atau sodium didalam struktur kristalnya. mineral ortoklas berwarna krem terang
sampai merah jambu, sedangkan plagioklas berwarna putih sampai abu-abu terang.
Meskipun keduanya mempuntai warna yang berbeda tetapi warna tidak dapat
dijadikan sebagai dasar untuk membedakannya. Salah satu sifat fisik yang dapat
membedakannya adalah adanya striasi yang sejajar pada mineral plagioklas yang
tidak dijumpai pada mineral ortoklas
Ortoklas banyak ditemukan dalam berbagai tipe dari intrusi batuan beku seperti
granit, syenit, dan syenit nefelin. Dalam batuan sedimen seperti arkose dan
konglomerat dan batuan metamorfosa seperti gneis. Ortoklas terbentuk pada
temperatur 6000 C sampai dengan
7000 C.

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara IV

: Ortoskop Nikol Silang

Hari/ Tanggal : Minggu, 15 November 2014


1. Ukuran Lensa Okuler

:7X
12

2. Ukuran Lensa Objektif


: 0,10 X
3. Nomor Sampel
: 002
4. WarnaInterferensi
: Coklat
5. Birefringence (Bias rangkap)
: 0,038 {Third orde kuat}
6. Orientasi Optik
: Length - Fast
7. Sudut Pemadaman & Jenis Pemadaman: -58,10 (Gelapan Bergelombang)
8. Kembaran
:9. Nama Mineral
: Biotite
14. Petrogenesa
:
Biotit ditemukan dalam berbagai batuan beku dan batuan metamorf .Misalnya,
biotit terjadi pada lava dari Gunung Vesuvius dan di kompleks mengganggu Monzoni
dari Barat Dolomites .Ini adalah penting phenocryst dalam beberapa varietas
lamprophyre .Biotit kadang-kadang ditemukan dalam kristal cleavable besar,
terutama di pegmatite pembuluh darah, seperti di New England , Virginia dan North
Carolina .Kejadian penting lainnya termasuk Bancroft dan Sudbury , Ontario .Ini
merupakan konstituen penting dari banyak metamorf sekis , dan membentuk dalam
komposisi yang sesuai atas berbagai tekanan dan temperatur .
Biotite adalah mineral yang penting dan penyebarannya luas sebagai mineral
pembentuk batuan. Terdapat di dalam batuan beku seperti granit dan gabbro. Biotit
ditemukan dalm berbagai pegmatit dalam lapisan yang luas. Juga ditemukan dalam
lava dan batun metamorfosa seperti gnesis dn sekis. Biotit terbentuk pada
temperatur 8000 C - 8500 C.

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara IV

: Ortoskop Nikol Silang

Hari/ Tanggal : Minggu, 15 November 2014

13

1. Ukuran Lensa Okuler


:7X
2. Ukuran Lensa Objektif
: 0,10 X
3. Nomor Sampel
: 002
4. WarnaInterferensi
: Hijau putih kekuningan
5. Birefringence (Bias rangkap)
:0.028 (Second order sedang)
6. Orientasi Optik
: Length - Slow
7. Sudut Pemadaman & Jenis Pemadaman:51,80(Gelapan Bergelombang)
8. Kembaran
:9. Nama Mineral
: Olivin
14. Petrogenesa
:
Olivin (sebagai batu mulia disebut juga peridot atau krisolit), adalah mineral
magnesiumbesisilikat dengan rumus (Mg,Fe)2SiO4. Banyak ditemukan di bawah
permukaan bumi namun lapuk dengan cepat di permukaan bumi.Olivine
umumnya sebagai mineral pembentuk batuan dan juga sebagai mineral
pengiring dalam batuan basa seperti Gabbro, Peridotite, dan lain lain. Mineral
olivine terbentuk pada temperatur yang tinggi 1100 0C sampai dengan 13000C

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara IV

: Ortoskop Nikol Silang

Hari/ Tanggal : Minggu, 15 November 2014


1. Ukuran Lensa Okuler
:7X
2. Ukuran Lensa Objektif
: 0,10 X
3. Nomor Sampel
: 002
4. WarnaInterferensi
: Merah muda
5. Birefringence (Bias rangkap)
: 0.050 Forth orde ekstrim
6. Orientasi Optik
: Length - Fast
7. Sudut Pemadaman & Jenis Pemadaman: 138,1 (Bergelombang)
8. Kembaran
:9. Nama Mineral
: Ortoklas
14. Petrogenesa
:

14

Mineral ortoklas merupakan mineral feldspar dengan ion potasium didalam


struktur kristalnya. Plagioklas feldspar adalah mineral feldspar dengan ion kalsium
dan atau sodium didalam struktur kristalnya. mineral ortoklas berwarna krem terang
sampai merah jambu, sedangkan plagioklas berwarna putih sampai abu-abu terang.
Meskipun keduanya mempuntai warna yang berbeda tetapi warna tidak dapat
dijadikan sebagai dasar untuk membedakannya. Salah satu sifat fisik yang dapat
membedakannya adalah adanya striasi yang sejajar pada mineral plagioklas yang
tidak dijumpai pada mineral ortoklas
Ortoklas banyak ditemukan dalam berbagai tipe dari intrusi batuan beku seperti
granit, syenit, dan syenit nefelin. Dalam batuan sedimen seperti arkose dan
konglomerat dan batuan metamorfosa seperti gneis. Ortoklas terbentuk pada
temperatur 6000 C sampai dengan
7000 C.

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara IV

: Ortoskop Nikol Silang

Hari/ Tanggal : Minggu, 15 November 2014


1. Ukuran Lensa Okuler
:7X
2. Ukuran Lensa Objektif
: 0,10 X
3. Nomor Sampel
: 002
4. WarnaInterferensi
: Putih Keabu-abuan
5. Birefringence (Bias rangkap)
: 0,010 {First orde}
6. Orientasi Optik
: Length-Fast
7. Sudut Pemadaman & Jenis Pemadaman: 272,9 (Gelap Bergelombang)
8. Kembaran
: Albit
9. Nama Mineral
: Plagioklas
10. Petrogenesa
:

15

Plagioklas termasuk dalam kelompok feldspar yang mana mineral ini sangatla
hpenting untuk belajar mineral optic karena mempunyai ciri-ciri yang khas seperti
kembaran, gelapan dan lainnya.
Rumus

Kimia

dari

mineral

plagioklasadalah

NaAlSi 3O8

CaAl2Si2O8,

Karakteristikfisik yang dimiliki mineral plagioklas adalah mempunyai warna putih,


abu-abu, sampai hitam keabu-abuan, dengan kilap kaca. Mineral plagioklas ini
terbentuk hamper ada dimana-mana pada batuan beku gabbro, basalt dan
anorthosit yang cenderung pada plagioklas yang kaya akan calcium ( calcium-rich
plagiclase ) umumnya labradorit. Pada batuan beku lainnya seperti andesit, diori.

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara V

: Identifikasi Mineral

Hari/ Tanggal : Sabtu, 22 November 2014


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ukuran Lensa Okuler


Ukuran Lensa Objektif
Nomor Sampel
Jenis Sampel
Nama Mineral
Pengamatan Nikol Sejajar
a. Warna
b. Pleokroisme
c. Bentuk Mineral
d. Belahan
e. Pecahan
f. Indeks Bias
Miring)

:7X
: 0,10 X
: 001
: Gabbro
: Olivine
: Tidak berwarna
:: anhedral
:: Ada
: nmin< ncb (Menggunakan Metode Iluminasi
16

g. Relief Mineral
7. Pengamatan Nikol Silang
a. Warna Interferensi
b. Birefringence (Bias rangkap)
c. Orientasi Optik
d. Sudut Pemadaman
& Jenis Pemadaman
e. Kembaran

: tinggi
: Abu-abu
: 0,027
: Length - slow
: Gelapan bergelombang
:-

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara V

: Identifikasi Mineral

Hari/ Tanggal : Sabtu, 22 November 2014


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ukuran Lensa Okuler


Ukuran Lensa Objektif
Nomor Sampel
Jenis Sampel
Nama Mineral
Pengamatan Nikol Sejajar
a. Warna
b. Pleokroisme
c. Bentuk Mineral
d. Belahan
e. Pecahan
f. Indeks Bias
Miring)
g. Relief Mineral
7. Pengamatan Nikol Silang
a. Warna Interferensi
b. Birefringence (Bias rangkap)

:7X
: 0,10 X
: 001
: Gabbro
: Piroxene
: putih
:: anhedral
: Dua Arah
: Ada
: nmin< ncb (Menggunakan Metode Iluminasi
: Rendah
: Abu-abu
: 0,05 (Orde I)
17

c. Orientasi Optik
d. Sudut Pemadaman
& Jenis Pemadaman
e. Kembaran

: Length - Fast
: 50,10 (Gelapan Bergelombang)
:-

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara V

: Identifikasi Mineral

Hari/ Tanggal : Sabtu, 22 November 2014


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ukuran Lensa Okuler


Ukuran Lensa Objektif
Nomor Sampel
Jenis Sampel
Nama Mineral
Pengamatan Nikol Sejajar
a. Warna
b. Pleokroisme
c. Bentuk Mineral
d. Belahan
e. Pecahan
f. Indeks Bias
Miring)
g. Relief Mineral
7. Pengamatan Nikol Silang
a. Warna Interferensi
b. Birefringence (Bias rangkap)
c. Orientasi Optik
d. Sudut Pemadaman

:7X
: 0,10 X
:022
: Granit
: Biotite
: Coklat kehitaman dan coklat muda
:: Anhedral
: Satu Arah
: Ada
: nmin< ncb (Menggunakan Metode Iluminasi
: Relif Sedang
: Coklat kehitaman
: Orde III (0.036)
: Length - Fast
: Gelapan Bergelombang
18

& Jenis Pemadaman


e. Kembaran

:-

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara V

: Identifikasi Mineral

Hari/ Tanggal : Sabtu, 22 November 2014


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ukuran Lensa Okuler


Ukuran Lensa Objektif
Nomor Sampel
Jenis Sampel
Nama Mineral
Pengamatan Nikol Sejajar
a. Warna
b. Pleokroisme
c. Bentuk Mineral
d. Belahan
e. Pecahan
f. Indeks Bias
Miring)
g. Relief Mineral
7. Pengamatan Nikol Silang
a. Warna Interferensi
b. Birefringence (Bias rangkap)
c. Orientasi Optik
d. Sudut Pemadaman
& Jenis Pemadaman
e. Kembaran

:7X
: 0,10 X
: 022
: Granit
: Kuarsa
: Putih
:: Eunhedral
::: nmin< ncb (Menggunakan Metode Iluminasi
: Rendah
: Kuning kehitman
: Orde IV (0.047) Extrem
: Length - Fast
: Gelombang paralel
:19

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara VI

: Identifikasi Mineral Plagioklas

Hari/ Tanggal : Sabtu, 20 Desember 2014


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ukuran Lensa Okuler


Ukuran Lensa Objektif
Nomor Sampel
Jenis Sampel
Nama Mineral
Pengamatan Nikol Sejajar
a. Warna
b. Pleokroisme
c. Bentuk Mineral
d. Belahan
e. Pecahan
f. Indeks Bias
Miring)
g. Relief Mineral
7. Pengamatan Nikol Silang
a. Warna Interferensi
b. Birefringence (Bias rangkap)
c. Orientasi Optik
d. Sudut Pemadaman
Miring)
& Jenis Pemadaman
e. Kembaran

:7X
: 0,10 X
: 002
: Gabbro
: Plagioklas
: Putih dan coklat
:: Subhedral
: 2 Arah
:: nmin< ncb (Menggunakan Metode Iluminasi
: Rendah
: Hitam keabu-abuan
: 0,08 Orde I (Lemah)
: Length - Fast
: 123,2 65,2 = 58 : 2 = 29 ( Gelapan

: Karlsbat

20

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara VI

: Identifikasi Mineral Plagioklas

Hari/ Tanggal : Sabtu, 20 Desember 2014


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ukuran Lensa Okuler


Ukuran Lensa Objektif
Nomor Sampel
Jenis Sampel
Nama Mineral
Pengamatan Nikol Sejajar
a. Warna
b. Pleokroisme
c. Bentuk Mineral
d. Belahan
e. Pecahan
f. Indeks Bias
Miring)
g. Relief Mineral
7. Pengamatan Nikol Silang
a. Warna Interferensi
b. Birefringence (Bias rangkap)
c. Orientasi Optik
d. Sudut Pemadaman
& Jenis Pemadaman
e. Kembaran

:7X
: 0,10 X
: 002
: Gabbro
: Plagioklas
: Putih
:: Subhedral
: 1 Arah
: Ada
: nmin< ncb (Menggunakan Metode Iluminasi
: Rendah
: Coklat putih
: 0.009 Orde I atas
: Ewhedral
: 321 - 48 = 273 + 39 = 312 : 2 =156
: Kalsbalt

21

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK


Acara VI

: Identifikasi Mineral Plagioklas

Hari/ Tanggal : Sabtu, 20 Desember 2014


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ukuran Lensa Okuler


Ukuran Lensa Objektif
Nomor Sampel
Jenis Sampel
Nama Mineral
Pengamatan Nikol Sejajar
a. Warna
b. Pleokroisme
c. Bentuk Mineral
d. Belahan
e. Pecahan
f. Indeks Bias
Miring)
g. Relief Mineral
7. Pengamatan Nikol Silang
a. Warna Interferensi
b. Birefringence (Bias rangkap)
c. Orientasi Optik
d. Sudut Pemadaman
& Jenis Pemadaman
e. Kembaran

:7X
: 0,10 X
: 002
: Gabbro
: Plagioklas
: Putih
: Lemah
: Length-fast
: 3 Arah
:: nmin< ncb (Menggunakan Metode Iluminasi
: Rendah
: Abu-abu kecoklatan
: 0,007
: Length - Fast
: 17 + 1 = 24/2 =12
: Albit

22