Anda di halaman 1dari 4

Vidra Rinata

1322401642

Personal Assignment 2
Session 3
1. Jelaskan secara rinci bagamana proses dari SOA:
Berikut proses yang terdapat dalam SOA lifecycle:
Plan, yaitu Fokus pada kebutuhan perusahaan dan tentukan area area yang
membutuhkan perubahan. Tahapan rinci dalam Plan :
Berkomitmen pada strategi untuk SOA di antara keseluruhan stategi TI.

Menentukan secara eksplisit level SOA terhadap keseluruhan TI dan


kapabilitasnya.

Memperbaiki visi dan strategi SOA.

Mereview dan menyesuaikan dengan aturan aturan bisnis di pemerintahan.

Mengerjakan perencanaan yang sudah dibuat.


Define, yaitu Mendefinisikan SOA terhadap keperluan bisnis. Tahap rincian dalam
Define :
Membangun sebuah COA (Center of Excellence) dari SOA.

Mendefinisikan perkiraan keperluan tambahan, seperti untuk mengupgrade


infrastruktur TI.

Menyelaraskan dengan proses bisnis yang berbeda antar bagian.

Menjabarkan biaya biaya yang dibutuhkan.

Membuat standar kualitas setiap service dalam SOA.

Enable, yaitu Menjalankan SOA dalam mendukung bisnis. Tahap rincian dalam Enable:
Memonitor SOA.

Mengembangkan teknologi dan mengelola aset SOA.

Mempersiapkan sumber daya manusia.

Menjalankan kebijakan kebijakan dalam menjalankan infrastruktur SOA.


Measure, yaitu Mengukur sejauh mana efektifitas dan efisiensi SOA dalam pencapaian
tujuan. Tahap rincian dalam Measure :
Memonitor SOA.

Menganalisa hasil sebelum dan sesudah menggunakan SOA

Vidra Rinata
1322401642

2. Jelaskan secara rinci alur dari proses dibawah ini.

Jika melihat dari gambar di atas, maka saya simpulkan bahwa terdapat 2 layer yang
berbeda tapi saling berhubungan.
Pada layer petama (atas) dapat kita jabarkan sebagai berikut:
Consumers, kita asumsikan bahwa costumer ini berada dalam satu jaringan atau
lingkungan dengan aplikasi sehingga dapat mengaksesnya tanpa proxy/VPN/firewall.
Consumers akan dihadapkan pada user interface (UI) ketika hendak mengakses
Mainframe, .Net App Server dan J2EE App Server. Saat mengakses layanan tersebut,
maka Consumers akan diminta melakukan autentikasi yang mana proses ini akan
dilakukan oleh layer 2 (bawah). Jika lulus dari autentikasi, maka customers dapat
mengkases layanan tersebut.
External Consumers, kita asumsikan bahwa External Consumers berada diluar
lingkungan atau jaringan layanan sehingga membutuhkan proxy/VPN/firewal untuk dapat
mengakses layanan tersebut. Setelah melalui proxy/VPN/firewal maka external
consumers dapat mengakses layanan sepertihalnya Consumers di atas.

Vidra Rinata
1322401642
Enterprise Service Bus (ESB), merupakan penghubung antara Consumers dan layanan
yang ada setelah Consumers atau External Consumers melewati tahap autentikasi.
Dengan adanya ESB Consumers atau External Consumers hanya membutuhkan satu
interface untuk dapat mengakses semua layanan.
Providers, merupakan penyedia layanan (Mainframe, .Net App Server, J2EE App Server)
bagi consumers dan external consumers sehingga layanan tersebut dapat diakses oleh
consumers dan external consumers tanpa perlu tau keberadaan layanan tersebut. Antara
providers dan Consumers atau External Consumers terdapat ESB sebagai perantara
Pada layer 2(bawah) dapat kita jelaskan sebagai berikut:
Layer 2 ini khusus melayani proses autentifikasi dan managemen aplikasi. Setiap akses
yang menuju ke layanan (Mainframe, .Net App Server, J2EE App Server) harus melewati
proses ini. Pada layer ini teradapat Metadata Repository yang menyimpan data Security,
management, dll. Sehingga Consumers atau external consumer akan diverifikasi sebelum
dapat mengkases layanan sesuai policy-nya yang telah ditentukan di dalam Registry.
Dari gambar di atas juga dapat kita ketahui bahwa kedua layer tersebut berhubungan
secara loose coupling.
3. Jelaskan bagan dibawah ini secara rinci dan jelas.

Jika dilihat dari bagan di atas maka saya berpendapat bahwa bagan tersebut merupakan
salah satu penerapan SOA yang mana user dapat mengkases beberapa layanan melalui
Web Service sehingga dapat diakses melalui desktop, laptop maupun smartphone.
Reusable business component, dalam hal ini Credit Card (CC) dan Motgage adalah alat
bayar yang bisa digunakan berulang kali. Setiap kali alat pembayaran ini digunakan,

Vidra Rinata
1322401642
maka layanan yang ada pada layer Reusable Service akan aktif dan dapat digunakan
begitu pula layanan yang terdapat pada layer selanjutnya.
Hal ini dapat diilustrasikan dengan proses jual beli pada halaman online shop (OS).
Ketika seorang pembeli melakukan pembayaran dengan menggunakan CC maka halaman
web OS tersebut akan memanggil layanan credit check dan fraud detection untuk
memastikan CC yang digunakan oleh si pembeli valid dan aman. Untuk memastikan CC
tersebut valid dan aman tentunya layanan tersebut membutuhkan layanan partner credit
data. Jika CC tersebut telah dipastikan valid dan aman, maka halam web tersebut dapat
menggunakan layanan lainnya untuk menyelesaikan transaksi tersebut.
Jika kita lihat kembali bagan di atas, antara halaman Web, layer reusable business
component, layer reusable service dan layer yang terakhir tidak memiliki hubungan yang
mengikat antara satu dengan lainnya namun mereka tetap dapat saling berhubungan.
Hubungan ini disebut loose coupling. Dengan loose coupling, halaman Web OS tersebut
tidak perlu menambahkan semua layanan yang terdapat pada setiap layer ke dalam
dirinya sendiri.