Anda di halaman 1dari 11

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Dasar Teori
II.1.1 Spektrofotometri
Spektrofotometri dapat digunakan untuk menganalisis konsentrasi
suatu zat di dalam larutan berdasarkan absorbansi terhadap warna dari
larutan pada panjang gelombang tertentu. Metode spektrofotometri
memerlukan larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya. Larutan
standarnya terdiri dari beberapa tingkat konsentrasi mulai yang rendah
sampai konsentrasi tinggi (Khopkar, 2003).
Tabel II.1 Spektrum Cahaya Tampak dan Warna-warna
Komplementer Panjang Gelombang
Panjang Gelombang
(nm)
400-435
435-480
480-490
490-500
500-560
580-595
580-595
595-610
610-750

Warna
Violet
Biru
Hijau-biru
Biru-hijau
Hijau
Kuning-hijau
Kuning
Oranye
Merah

Warna
Komplementer
Kuning-Hijau
Kuning
Oranye
Merah
Ungu
Violet
Biru
Hijau-biru
Biru-hijau

Spektrofotometri merupakan metode analisis yang didasarkan pada


absorpsi radiasi elektromagnet. Cahaya terdiri dari radiasi terhadap mana
mata

manusia

peka,

gelombang

dengan

panjang

berlainan

akan

menimbulkan cahaya yang berlainan sedangkan campuran cahaya dengan


panjang-panjang ini akan menyusun cahaya putih. Cahaya putih meliputi
seluruh spektrum nampak 400-760 mm. Spektrofotometri ini hanya terjadi
bila terjadi perpindahan elektron dari tingkat energi yang rendah ke
tingkat energi yang lebih tinggi (Ali, 2005).
Keuntungan utama pemilihan metode spektrofotometri ini adalah
bahwa

metode

menetapkan

ini

memberikan

kuantitas

zat

metode

yang

sangat

sangat
kecil.

sederhana

untuk

Spektrofotometri

menyiratkan pengukuran jauhnya penyerapan energi cahaya oleh suatu


sistem kimia itu sebagai suatu fungsi dari panjang gelombang radiasi,
II-1

Tinjauan Pustaka
demikian

pula pengukuran penyerapan yang menyendiri pada

suatu panjang gelombang tertentu. Analisis spektrofotometri digunakan


suatu sumber radiasi yang menjorok ke dalam daerah ultraviolet spektrum
itu. Dari spektrum ini, dipilih panjang-panjang gelombang tertentu dengan
lebar pita kurang dari 1 nm (Sastrohamidjojo, 1999).
Prinsip kerja spektrofotometri berdasarkan hukum Lambert-Beer, bila
cahaya monokromatik (I0) melalui suatu media (larutan), maka sebagian
cahaya tersebut akan diserap (Ia), sebagian dipantulkan (Ir), dan sebagian
lagi diteruskan (It). Berdasarkan hukum Lambert-Beer, rumus yang
digunakan untuk menghitung banyaknya cahaya yang dihamburkan:
T=
Spektrofotometri

It
Io

atau

dapat

It

Io

%T =

dianggap

100%

sebagai

perluasan

suatu

pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi


energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang
gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum
tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda (Khopkar, 2003).
II.1.2 Macam macam spektrofotometri
Spektrofotometri terdiri dari beberapa jenis berdasar sumber cahaya
yang digunakan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1.

Spektrofotometri Infra Merah atau Spektrofotometri Infra Red


merupakan suatu metode yang mengamati interaksi molekul dengan
radiasi

elektromagnetik

yang

berada

pada

daerah

panjang

gelombang 0,75 - 1.000 m atau pada Bilangan Gelombang 13.000 10 cm-1 Pada spektrofotometri Infra Red meskipun bisa digunakan
untuk analisa kuantitatif, namun biasanya lebih kepada analisa
kualitatif. Umumnya spektro IR digunakan untuk mengidentifikasi
gugus fungsi pada suatu senyawa, terutama senyawa organik.
Setiap serapan pada panjang gelombang tertentu menggambarkan
2.

adanya suatu gugus fungsi spesifik.


Spektrofotometri Visible (Spektro Vis)
Pada spektrofotometri ini yang digunakan
sinar/energi

adalah

cahaya

tampak

(visible).

sebagai
Cahaya

sumber
visible

termasuk spektrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh


II-2

LaboratoriumAnalisaInstrumen
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Tinjauan Pustaka
mata manusia. Panjang gelombang sinar tampak adalah 380
sampai 750 nm. Sehingga semua sinar yang dapat dilihat oleh kita,
entah itu putih, merah, biru, hijau, apapun.. selama ia dapat dilihat
oleh mata, maka sinar tersebut termasuk ke dalam sinar tampak
(visible).
Sumber sinar tampak yang umumnya dipakai pada spektro visible
adalah lampu Tungsten. Tungsten yang dikenal juga dengan nama
Wolfram merupakan unsur kimia dengan simbol W dan no atom 74.
Tungsten mempunyai titik didih yang tertinggi (3422 C) dibanding
logam lainnya. karena sifat inilah maka ia digunakan sebagai
sumber

lampu.

Sample yang dapat dianalisa dengan metode ini hanya sample yang
memilii warna. Hal ini menjadi kelemahan tersendiri dari metode
3.

spektrofotometri visible.
Spektrofotometri UV (ultraviolet)
Berbeda dengan spektrofotometri visible, pada spektrofotometri UV
berdasarkan interaksi sample dengan sinar UV. Sinar UV memiliki
panjang gelombang 190-380 nm. Sebagai sumber sinar dapat
digunakan lampu deuterium. Deuterium disebut juga heavy
hidrogen. Dia merupakan isotop hidrogen yang stabil yang terdapat
berlimpah di laut dan daratan. Inti atom deuterium mempunyai satu
proton dan satu neutron, sementara hidrogen hanya memiliki satu
proton dan tidak memiliki neutron. Nama deuterium diambil dari
bahasa Yunani, deuteros, yang berarti dua, mengacu pada intinya
yang memiliki dua pertikel. Karena sinar UV tidak dapat dideteksi
oleh mata kita, maka senyawa yang dapat menyerap sinar ini
terkadang merupakan senyawa yang tidak memiliki warna. Bening

4.

dan transparan.
Spektrofotometri UV-Vis
Spektrofotometri ini merupakan gabungan antara spektrofotometri
UV dan Visible. Menggunakan dua buah sumber cahaya berbeda,
sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Meskipun untuk alat
yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar
sebagai sumber UV dan Vis, yaitu photodiode yang dilengkapi
dengan monokromator. Untuk system spektrofotometri, UV-Vis

II-3

LaboratoriumAnalisaInstrumen
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Tinjauan Pustaka
paling

banyak

tersedia

dan

paling

populer

digunakan.

Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan baik untuk sample


berwarna juga untuk sample tak berwarna. (Underwood, 2001).
II.1.3 Metode Spektrootometri
Metode

pengukuran

spektrofotometri

menggunakan

prinsip

spektrofotometri adalah berdasarkan pada panjang gelombang tertentu


melalui

suatu

larutan

yang

mengandung

kontaminan

yang

akan

ditentukan konsentrasinya. Proses ini disebut absorbsi spektofotometri,


dan jika panjang gelombang yang digunakan adalah gelombang cahaya
tampak maka disebut sebagai kolorimetri, karena memberikan warna.
Selain gelombang cahaya tampak, spektrofotometri juga menggunakan
panjang gelombang pada gelombang ultraviolet dan infra merah. Prinsip
kerja dari metode ini adalah jumlah cahaya yang diabsorbsi oleh larutan
sebanding dengan konsentrasi kontaminan dalam larutan. Prinsip ini
dijabarkan oleh hukum Beer-Lambert, yang menghubungkan antara
absorbansi

cahaya

dengan

konsentrasi

pada

suatu

bahan

yang

mengabsorbsi (Lestari, 2010)


Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau
absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan
pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang digunakan
sering disebut dengan spektrofotometri. Secara eksperimen hukum
Lambert-beer akan terpenuhi jika:
1. Radiasi yang digunakan harus monokromatik
2. energi radiasi yang di absorpsi oleh sampel tidak menimbulkan
reaksi kimia
3. Penyerapan sinar oleh suatu molekul yang ada di dalam larutan
tidak dipengaruhi oleh molekul lain yang ada dalam larutan.
4. Penyerapan tidak menghasilkan pemancaran sinar pendafluor.
Artinya larutan yang diukur harus benar-benar jernih agar tidak
terjadi hamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid atau suspensi
yang ada di dalam larutan.
5. Konsentrasi analit rendah. Karena apabila konsentrasi tinggi akan
menggangu kelinearan grafik absorbansi versus konsentrasi.
Spektrofotometer

adalah

alat

untuk

mengukur

transmitan

atau

absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan

II-4

LaboratoriumAnalisaInstrumen
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Tinjauan Pustaka
pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang
digunakan sering disebut dengan spektrofotometri.
Spektrofotometri merupakan bagian dari fotometri dan dapat
dibedakan dari
filter fotometri sebagai berikut :
1. Daerah jangkauan spektrum Filter fotometr hanya dapat digunakan
untuk mengukur serapan sinar tampak (400-750 nm). Sedangkan
spektrofotometer dapat mengukur serapan di daerah tampak, UV (200380 nm) maupun IR (> 750
nm).
A log
( Io / It )
= abc
2. Sumber sinar Sesuai dengan daerah jangkauan spektrumnya maka
spektrofotometer menggunakan sumber sinar yang berbeda pada
masing-masing daerah (sinar tampak, UV, IR). Sedangkan sumber sinar
filter fotometer hanya untuk daerah tampak.
3. Monokromator Filter fotometere menggunakan

filter

sebagai

monokrmator. Tetapi pada spektro digunakan kisi atau prisma yang


daya resolusinya lebih baik.
4. Detektor
- Filter fotometer menggunakan detektor fotosel
- Spektrofotometer menggunakan tabung penggandaan foton atau
fototube

II.1.4 Hukum Spektrofotometri


Cahaya yang diserap diukur sebagai absorbansi (A) sedangkan
cahaya yang hamburkan diukur sebagai transmitansi (T), dinyatakan
dengan hukum lambert-beer atau Hukum Beer, berbunyi:
jumlah radiasi cahaya tampak (ultraviolet, inframerah dan sebagainya)
yang diserap atau ditransmisikan oleh suatu larutan merupakan suatu
fungsi eksponen dari konsentrasi zat dan tebal larutan.Berdasarkan
hukum

Lambert-Beer,

rumus

yang

digunakan

untuk

menghitung

banyaknya cahaya yang hamburkan:

Keterangan : Io Intensitas sinar datang


II-5

It = Intensitas sinar yang diteruskan


LaboratoriumAnalisaInstrumen
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Tinjauan Pustaka
a = Absorptivitas
b = Panjang sel/kuvet
c = konsentrasi (g/l)
A = Absorban

Gambar II.1 Cara kerja spektrofotometer


Komponen utama dari spektrofotometer yaitu :
1. Sumber cahaya
Untuk radisi kontinue :
-

Untuk daerah UV dan daerah tampak


Lampu wolfram (lampu pijar) menghasilkan spektrum kontiniu pada

gelombang 320-2500 nm.


Lampu hidrogen atau deutrium (160-375 nm)
Lampu gas xenon (250-600 nm)

Untuk daerah IR
Ada tiga macam sumber sinar yang dapat digunakan :
-

Lampu Nerst,dibuat dari campuran zirkonium oxida (38%) Itrium

oxida (38%) dan erbiumoxida (3%)


Lampu globar dibuat dari silisium Carbida (SiC).
Lampu Nkrom terdiri dari pita nikel krom dengan panjang gelombang

0,4 20 nm
Spektrum radiasi garis UV atau tampak :
Lampu uap (lampu Natrium, Lampu Raksa)
Lampu katoda cekung/lampu katoda berongga
Lampu pembawa muatan dan elektroda (elektrodeless dhischarge

lamp)
Laser

2. Pengatur Intensitas
II-6

LaboratoriumAnalisaInstrumen
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Tinjauan Pustaka
Berfungsi untuk mengatur intensitas sinar yang dihasilkan oleh
sumber cahaya agar sinar yang masuk tetap konstan.
3. Monokromator
Berfungsi untuk merubah sinar polikromatis menjadi sinar
monokromatis sesuai yang dibutuhkan oleh pengukuran. Macam-macam
monokromator :
-

Prisma
kaca untuk daerah sinar tampak
kuarsa untuk daerah UV
Rock salt (kristal garam) untuk daerah IR
Kisi difraksi

Keuntungan menggunakan kisi :


-

Dispersi sinar merata


Dispersi lebih baik dengan ukuran pendispersi yang sama
Dapat digunakan dalam seluruh jangkauan spektrum

4. Kuvet
Pada pengukuran di daerah sinar tampak digunakan kuvet kaca dan
daerah UV digunakan kuvet kuarsa serta kristal garam untuk daerah IR.
5. Detektor
Fungsinya untuk merubah sinar menjadi energi listrik yang sebanding
dengan besaran yang dapat diukur. Syarat-syarat ideal sebuah
detektor :
-

Kepekan yang tinggi


Perbandingan isyarat atau signal dengan bising tinggi
Respon konstan pada berbagai panjang gelombang.
Waktu respon cepat dan signal minimum tanpa radiasi.
Signal listrik yang dihasilkan harus sebanding dengan tenaga
radiasi.

Macam-macam detektor :
-

Detektor foto (Photo detector)


Photocell
Phototube
Hantaran foto
Dioda foto
Detektor panas

6. Penguat (amplifier)
Berfungsi untuk memperbesar arus yang dihasilkan oleh detektor agar
dapat dibaca oleh indikator.

II-7

LaboratoriumAnalisaInstrumen
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Tinjauan Pustaka
II.1.5 Nitrat
Nitrat adalah ion poliatomik dengan rumus molekul NO3- dan massa
molekul 62,0049 g / mol . Nitrat juga menggambarkan gugus fungsional
organik RONO2 . Ester nitrat Ini adalah kelas khusus dari bahan peledak.
Hampir semua garam nitrat anorganik yang larut dalam air pada suhu dan
tekanan standar. Sebuah contoh umum dari garam nitrat anorganik adalah
kalium nitrat. Nitrat terutama diproduksi untuk digunakan sebagai pupuk
dalam

pertanian

karena

mempunyai

kelarutan

yang

tinggi

dan

biodegradasi . Nitrat utama adalah amonium , natrium , kalium , dan


garam kalsium. Nitrat (NO3) adalah bentuk utama nitrogen di perairan
alami dan merupakan nutrient utama bagi pertumbuhan tanaman dan
algae. Nitrat sangat mudah larut dalam air dan bersifat stabil. Senyawa ini
dihasilkan dari proses oksidasi sempurna senyawa nitrogen di perairan.
Nitrifikasi yang merupakan proses oksidasi ammonia menjadi nitrit dan
nitrat adalah proses yang penting dalam siklus nitrogen dan berlangsung
pada kondisi aerob. (Effendi, 2003)

II.2 Aplikasi Industri


DAYA SERAP AMPAS TEBU UNTUK REMEDIASI MAGNESIUM,
MANGAN, SENG DAN NITRAT PADA AIR LINDI TPA MUARA FAJAR
PEKANBARU
Rinawanti, S. Anita, Itnawita
Pendahuluan
Tebu (Saccharum officinarum) adalah tanaman yang termasuk jenis
rumput-rumputan, batang tanaman tebu memiliki anakan tunas dari
pangkal batang yang membentuk rumpun. Tebu merupakan tanaman yang
digunakan sebagai bahan baku gula, dalam produksi gula ini batangbatang tebu digiling dan dihasilkan sisa berupa ampas tebu. Biasanya
dihasilkan ampas tebu sekitar 35-40% dari berat tebu yang digiling.
Ampas tebu ini biasanya hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar
LaboratoriumAnalisaInstrumen
II-8
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Tinjauan Pustaka
industry bahkan dibuang sehingga akan menjadi limbah (Indriyani
dan Sumiarsih, 2000). Sampah-sampah organik dan anorganik akan
mengalami dekomposisi secara biologis yang menghasilkan gas-gas dan
cairan

yang

disebut

dengan

air

lindi

(leachate)

(Widyamoko

dan

Moerdjoko, 2002). Air hujan yang masuk kedalam timbunan sampah akan
mempercepat

terjadinya

proses

dekomposisi

sehingga

air

lindi

mengandung komponen organik terlarut, komponen anorganik dan logam


berat seperti magnesium, mangan, seng dan nitrat (Maramis dkk, 2006).
Adanya senyawa-senyawa anorganik yang terlarut menyebabkan air
lindi berpotensi sebagai pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan
pengawasan

terhadap

cemaran

limbah

lindi

dengan

mengetahui

kandungan beberapa logam seperti magnesium (Mg), mangan (Mn), seng


(Zn) dan nitrat (NO3-) serta perlu dicari solusi untuk remediasi logam
tersebut dengan menggunakan ampas tebu dan arang ampas tebu
sebagai adsorben karena adanya kandungan selulosa pada ampas tebu.
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Spektroskopi Serapan Atom
(SSA) dan Spektrofotometer UV-Vis.
BAHAN DAN ALAT
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ampas tebu,
asam nitrat (HNO3) pekat, air bebas mineral, kertas saring berukuran pori
0,45m, HClp, NaCl 30%, H2SO4p, brusin sulfat, asam sulfanilat, KI,
Iodium, Na2S2O3 dan metilen biru. Alat yang digunakan dalam penelitian
ini

adalah

SHIMADZU,

Spektrofotometer
Hollow

Serapan

Cathode

Atom

Lamp

(SSA)-nyala

(HCL),

AA-6800-

spektrofotometer

(Thermoscientific Genesys 20), IR Prestige 21 Shimadzu, pH meter, statip


dan klem, timbangan analitik, pemanas listrik (502 Series), spatula, kertas
Wathman 42, botol semprot dan peralatan gelas standar laboratorium.
HASIL DAN PEMBAHASAN

II-9

LaboratoriumAnalisaInstrumen
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Tinjauan Pustaka
Hasil analisis parameter insitu pada air lindi TPA Muara Fajar
yang diambil pada kolam yang ke empat yaitu suhu udara 26oC, suhu air
lindi 29oC dan pH 6. Total Suspended Solids (TSS) dan Total Dissolved
Solids (TDS) yang dianalisis secara gravimetri diperoleh nilai TSS 470 mg/L
dan TDS 620 mg/L. Air lindi sampah (leachate) adalah limbah cair yang
dihasilkan

oleh

tempat

pembuangan

Akhir

(TPA)

sampah

yang

mengandung berbagai komponen organik 6 terlarut, komponen anorganik


dan logam berat. Air lindi dapat menimbulkan pencemaran lingkungan
apabila tidak diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Nilai
pH pada air lindi cenderung asam (pH 6) karena ketika pengambilan
sampel musim hujan sehingga air hujan yang masuk ke dalam air lindi
mengandung senyawa-senyawa asam (berasal dari gas yang dihasilkan
oleh sampah, limbah industri dan kebakaran). Tingkat keasaman pH juga
dipengaruhi kondisi tanah, tanah di Kecamatan Rumbai merupakan tanah
gambut dan rawa. Nilai TSS adalah 470 mg/L, hal ini disebabkan pada
musim hujan endapan naik ke permukaan sehingga nilai TSS cukup tinggi.
Nilai TDS adalah 620 mg/L menunjukkan banyaknya padatan yang terlarut
dalam air lindi.
Nilai pH pada air lindi cenderung asam (pH 6) karena ketika
pengambilan sampel musim hujan sehingga air hujan yang masuk ke
dalam air lindi mengandung senyawa-senyawa asam (berasal dari gas
yang dihasilkan oleh sampah, limbah industri dan kebakaran). Tingkat
keasaman pH juga dipengaruhi kondisi tanah, tanah di Kecamatan Rumbai
merupakan tanah gambut dan rawa. Nilai TSS adalah 470 mg/L, hal ini
disebabkan pada musim hujan endapan naik ke permukaan sehingga nilai
TSS cukup tinggi. Nilai TDS adalah 620 mg/L menunjukkan banyaknya
padatan yang terlarut dalam air lindi.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa :
1. Kandungan masing-masing logam dalam air lindi TPA Muara Fajar pada
kolam ke empat adalah magnesium 4,662 mg/L , mangan 3,189 mg/L,
seng 3,159 mg/L dan nitrat 2,170 mg/L.

II-10

LaboratoriumAnalisaInstrumen
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Tinjauan Pustaka
2. Kapasitas adsorpsi yang paling besar oleh ampas tebu maupun
arang ampas tebu adalah terhadap magnesium, mangan, seng dan nitrat
secra berturut-turut adalah
100,159 mg/g dan 0,201 mg/g, 0,096 mg/g dan 0,128 mg/g, 0,082 mg/g
dan 0,116 mg/g, 0,003 mg/g dan 0,023 mg/g. Penyerapan ampas tebu
lebih kecil dibandingkan arang ampas tebu karena pada ampas tebu yang
dikarbonisasi pori-pori adsorben lebih terbuka.

Halaman ini sengaja dikosongkan

II-11

LaboratoriumAnalisaInstrumen
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS