Anda di halaman 1dari 19

STUDI KASUS PASIEN

HIPERTENSI PADA LANSIA OVERWEIGHT DENGAN PENDEKATAN


KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS KELURAHAN KALIBARU
PERIODE 21 DESEMBER 2015 27 FEBRUARI 2016

Disusun oleh :
Citra Aminah Purnamasari
1102009065

Pembimbing:
dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DiplDK

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA BAGIAN ILMU KESEHATAN


MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
PERIODE 21 DESEMBER 2015 27 FEBRUARI 2016

LEMBAR PERSETUJUAN
Laporan studi kasus yang berjudul HIPERTENSI PADA LANSIA OVERWEIGHT
DENGAN

PENDEKATAN

KEDOKTERAN

KELUARGA

DI

PUSKESMAS

KELURAHAN KALIBARU ini telah disetujui oleh pembimbing untuk dipublikasikan


dalam rangka memenuhi salah satu tugas Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI bagian Kedokteran Keluarga.

Jakarta, Februari 2016


Pembimbing

dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DiplDK

ii

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan syukur Saya panjatkan Kehadirat Allah SWT atas Karunia dan Hidayah-Nya
sehingga tugas Studi Kasus Pasien dengan menggunakan penerapan pendekatan Ilmu
Kedokteran Keluarga dengan judul HIPERTENSI GRADE II PADA PASIEN WANITA
DENGAN OBESITAS DAN MASALAH ASPEK INTERNAL DAN EKSTERNAL
MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS
KELURAHAN KALIBARU PERIODE 29 JANUARI 05 FEBRUARI 2016 dapat
diselesaikan. Tujuan pembuatan Studi Kasus Pasien dengan penerapan pendekatan
Kedokteran Keluarga ini sebagai salah satu tugas dalam menjalani Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI untuk periode 21 Desember
2015 27 Februari 2016.
Penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DipIDK selaku kepala bagian dan dosen
pembimbing Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas Universitas YARSI yang telah
membimbing dan memberi masukan yang bermanfaat.
2. Dr. Citra Dewi, M.Kes, selaku sekretaris dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
3. DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes, sebagai staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
4. Dr. Dian Mardhiyah, M.KK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunitas Universitas YARSI.
5. Dr. H. Sumedi Sudarsono, M.PH, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
6. Dr. Dini Widianti, M.KK, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
7. Dr. H. Sumedi Sudarsono, M.PH, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
8. Dr. Fathul Jannah, M.Si, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

iii

9. Dr. Yusnita, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI.
10. Rifda Wulansari, SP, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
11. Rifqatussaadah, SKM, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
12. Seluruh tenaga kesehatan yang terkait di Puskesmas Kecamatan dan Kelurahan Cilincing,
Jakarta Utara.
13. Seluruh rekan sejawat yang telah memberikan motivasi dan kerjasama sehingga tersusun
laporan ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan


tugas diagnosis holistik. Oleh karena itu, penulis menerima kritik dan saran yang membangun
untuk perbaikan di masa mendatang. Semoga tugas diagnosis holistik ini dapat memberikan
manfaat, baik bagi penyusun maupun bagi pembaca.

Wassalamualaikum wr. wb

Jakarta, Februari 2016

Penulis

iv

LAPORAN KASUS
I.
A.

B.

BERKAS PASIEN
Identitas
Nama penderita
Jenis kelamin
Umur
Status
Nama Suami
Agama
Suku
Alamat
Tanggal berobat
Tanggal kunjungan

: Ny. K
: Perempuan
: 71 tahun
: Janda
: Alm. Tn. N
: Islam
: Jawa
: Jl. Baru timur 20, No. 8, Kelurahan Kalibaru
: 01 Februari 2016
: 01 Februari 2016

Ananmnesis (tanggal 01 Februari 2016)


1. Keluhan Utama :
Nyeri kepala
2. Keluhan Tambahan :
Tekuk terasa tegang, terasa pegal-pegal pada kedua punggung kaki,
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke Puskesmas Kecamatan Johar baru dengan keluhan nyeri
kepala sejak 2 hari yang lalu. Letak nyeri kepala berpindah-pindah namun lebih
sering dirasakan di daerah belakang kepala. Pasien juga mengeluh tengkuk terasa
pegal yang diakui pasien datang bersamaan ketika nyeri kepala terjadi dan sering
berlanjut meskipun nyeri kepalanya sudah hilang atau berkurang. Serta sering
merasa pegal-pegal pada punggung dan kedua kaki serta merasa kelelahan.
Pasien menyangkal mual, muntah, jantung berdebar-debar, dan gangguan
penglihatan. Pasien menyangkal adanya trauma pada bagian leher dan kepala.
Semenjak didiagnosa memiliki tekanan darah tinggi pada beberapa kunjungan
yang lalu, pasien khawatir bila tekanan darah nya tidak terkendali dan
menyebabkan komplikasi. Pasien rajin kontrol ke puskesmas, pasien berharap
penyakitnya tidak menjadi lebih berat dan tekanan darahnya dapat dikendalikan.
Pasien mengaku sering mengkonsumsi makanan yang asin agar lebih
berselera. Pasien juga sering mengkonsumsi makanan yang digoreng,
mengkonsumsi kopi, jarang mengkonsumsi buah dan sayuran serta jarang
berolahraga.
4. Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien mengatakan mempunyai riwayat tekanan darah tinggi sejak 2 tahun
yang lalu.
5. Riwayat Penyakit Keluarga :
Pasien mengatakan bahwa ayahnya menderita tekanan darah tinggi.
6. Riwayat Sosial Ekonomi :
5

Pasien adalah janda dengan 5 orang anak. Anak pertama pasien adalah
perempuan yang sekarang berusia 50 tahun. Anak kedua pasien adalah seorang lakilaki yang sekarang berusia 45 tahun. Anak ketiga pasien adalah perempuan berusia 42
tahun. Anak keempat pasien adalah seorang perempuan berusia 40 tahun. Anak
kelima pasien adalah seorang laki-laki berusia 38 tahun. Pasien tidak memiliki
pekerjaan yang menghasilkan, tapi setiap bulannya pasien menerima uang sekitar Rp.
500.000,- hingga Rp. 700.000,- dari anak-anaknya.
7. Riwayat Kebiasaan :
Pasien menyukai makanan yang asin dan makanan yang digoreng seperti
goreng-gorengan.
8. Riwayat Pengobatan :
Sebelumnya pasien rutin untuk berobat di Puskesmas Kalibaru dan diberikan
obat Captopril 12,5 mg, 3x1 tablet.
9. Riwayat Alergi :
Alergi obat atau makanan disangkal. Riwayat alergi pada orang tua dan anak
disangkal.
C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum: Pasien tampak sakit ringan.
Kesadaran : Compos mentis
2. Vital Sign :
- Tekanan darah
: 150/90 mmHg
- Nadi
: 80x/ menit.
- Pernapasan
: 22x /menit.
- Suhu
: 36,8oC
- Status Gizi
: Overweight
Berat Badan
: 61 kg
Tinggi Badan
: 151 cm
BB Ideal
: (151-100) (10 % x 51) = 45.9 kg
IMT

: (BB : TB (m2)) = 61 : (1.51)2 = 26.75 kg/m2

3. Status Generalis:
-

Kepala

Bentuk

: Bulat, simetris.

Rambut

: Hitam, lurus, tidak mudah dicabut.

Kulit

: Tidak ada kelainan.

Mata

Palpebra

: Tidak cekung.

Konjugtiva

: Tidak hiperemis.
6

Sklera

: Tidak ikterik.

Air mata

: (+)

Telinga

Bentuk

: Normal.

Hiperemis

: (-)

Serumen

: (-)

Membrane timpani

: Intak.

Hidung

Bentuk

: Normal.

Septum nasi

: Deviasi (-)

Pernafasan cuping hidung : (-)

Sekret

Mulut

: (-)

Mukosa bibir

: Basah.

Sianosis

: (-)

Lidah

: Bersih.

Faring

: Tidak hiperemis.

Leher

Bentuk

: Simetris.

Trachea

: Di tengah.

KGB

: Tidak membesar.

Retraksi Suprasternal

: (-)

Paru
-

:
Inspeksi

: Pergerakan dinding thorax kiri-kanan simetris, tidak ada bekas

luka, tidak ada benjolan, retraksi ICS (-)


-

Palpasi

: Vocal fremitus simetris

Perkusi

: Sonor pada seluruh lapang paru kiri-kanan

Auskultasi : Suara nafas vesikuler diseluruh lapang paru kiri-kanan.


Ronkhi (-/-), wheezing (-/-).

Jantung :
- Inspeksi
- Palpasi
- Perkusi

: Iktus kordis tidak terlihat.


: Iktus kordis teraba sela iga IV garis midclavicula sinistra.
: Batas atas sela iga II garis parasternal sinistra.
Batas jantung kanan sela iga II garis parasternal dextra.
Batas jantung kiri sela iga IV garis midklavikula sinistra.
Kesan : batas jantung dalam batas normal
7

- Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni, murmur (-), gallop (-).


Abdomen
-

Inspeksi

: Datar, simetris.

Palpasi

: Turgor baik, hepar dan lien tidak teraba membesar.

Perkusi

: Timpani.

Auskultasi

: Bising usus (+) meningkat.

Genitalia eksterna
- Kelamin
: Perempuan, tidak ada kelainan.
- Anus
: Eritema perianal (-)
Ekstermitas
-

Akral hangat, Edema (-), CRT < 2 detik.

D. Pemeriksaan penunjang
Belum dilakukan
II.
A.

BERKAS KELUARGA
Profil Keluarga
1.
Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala keluarga
: Tn. S (Alm)
b. Struktur Komposisi Keluarga : Keluarga Orang Tua Tunggal
Tabel 1. Anggota keluarga yang tinggal serumah
No.

Nama

Status

Jenis

Keluarga

Kelamin

Usia
-

Pendidika
n
-

Pekerjaan
-

Kesan : Tidak ada anggota keluarga yang tinggal serumah.


Sumber: Hasil olah data
2.

Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan tempat tinggal : Pemukiman padat penduduk dan kumuh
Tabel 2. Lingkungan tempat tinggal
Status kepemilikan rumah : Pasien tinggal di rumah kontrakan
Daerah perumahan : Padat
Karakteristik Rumah dan Lingkungan
Kesimpulan
Luas rumah : 7 x 4 m2
Pasien tinggal sendirian di
Jumlah penghuni dalam satu rumah : 1 orang
rumah yang
sederhana, di
Luas halaman rumah : 7 x 0,5 m2
Tidak bertingkat
lingkungan padat dan kumuh.
8

Lantai rumah dari : Keramik


Dinding rumah dari : Semen
Jamban keluarga : ada
Tempat bermain : ada
Penerangan listrik : 900 watt
Ketersediaan air bersih : ada
Tempat pembuangan sampah : ada

Rumah tediri dari satu lantai


dengan lantai semen, dinding
bata, terdapat jamban di dalam
rumah, ketersediaan air bersih
ada,

dan

terdapat

tempat

pembuangan sampah.
Kesan: lingkungan tempat
tinggal pasien kurang baik.
Sumber: Hasil olah data
b. Kepemilikan barang barang berharga
Keluarga ini memiliki :
- Satu buah kulkas
- Satu buah televisi
- Satu buah kompor gas
- Satu buah kipas angin
- Satu buah telepon genggam

Gambar 1. Denah Rumah Pasien


3.

Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


a. Tempat Berobat
Jika sakit, Ny. K sering membeli obat warung terlebih dahulu. Apabila
penyakit tidak kunjung sembuh Ny. K berobat ke puskesmas kelurahan
Kalibaru atau ke klinik dokter umum.
b. Asuransi/Jaminan Kesehatan
Keluarga Ny. K memiliki jaminan kesehatan (BPJS).

4.

Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)


Tabel 3. Pelayanan Kesehatan
Faktor
Cara mencapai pusat

Keterangan
Pasien menggunakan

Kesimpulan
Letak Puskesmas

pelayanan kesehatan

angkutan umum untuk

Kelurahan Kalibaru tidak

menuju ke puskesmas.
Gratis dengan BPJS.

jauh dari tempat tinggal

Tarif pelayanan kesehatan


Kualitas pelayanan

Menurut pasien kualitas

mencapai puskesmas

kesehatan

pelayanan kesehatan yang

pasien dapat menggunakan

pasien, sehingga untuk

didapat cukup memuaskan. sarana angkutan umum.


Untuk biaya pengobatan
diakui cukup karena
ditanggung sendiri oleh
BPJS dan pelayanan
Puskesmas pun dirasakan
keluarga pasien cukup
memuaskan pasien.
Sumber: Hasil olah data
5.

Pola Konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan makan
: Ny. K memiliki kebiasaan makan antara 3 kali dalam
sehari. Menu yang sering tersedia berupa nasi, tahu, sayur, tempe, dan telur.
Pasien jarang makan buah-buahan. Makanan yang dikonsumsi diakui bahwa di
buat lebih asin daripada biasanya agar pasien berselera untuk makan. Pasien
juga sering mengkonsumsi kopi dan teh.
b. Pola makan pasien tiga hari terakhir ialah :
Tabel 4. Food recall
Tanggal
29 januari 2016

Pagi

Waktu

Menu
1 air putih, 1 porsi

Siang

bubur ayam
1 porsi nasi, 1

Jumlah Kalori
K: 253,75 gr
P:36,25 gr
L:32,22 gr
Total:1450 kkal

potong ayam, 1
mangkuk sayur, 1
bakwan, 2 gelas
Malam

air putih
1 potong tempe,
10

Tanggal

30 januari 2016

Waktu

Pagi

Menu
porsi nasi goreng ,
1gelas air putih
2 gelas air putih, 2
potong combro, 3

Siang

bakwan
1 porsi nasi, 1

Jumlah Kalori

K: 262,5 gr
P:37,5 gr
L:33,3 gr
Total:1500 kkal

mangkuk sayur
lodeh, 1 tempe, 1
tahu, 1 gelas es
Malam

teh manis
1 porsi nasi, 1
ikan asin,sambel
terasi, 1 gelas air

31 januari 2016

Pagi

putih
1 air putih, 1 porsi

Siang

nasi uduk
1 porsi nasi, 1

K: 266 gr
P:38 gr
L:33,7 gr
Total:1520 kkal

ikan asin, 1
mangkuk sayur
lodeh, 2 bakwan,
1 porsi somay, 2
Malam

gelas air putih


1 porsi nasi, 1
potong ikan asin,
1 potong tempe, 2
gelas air
Sumber: Hasil olah data

Kebutuhan kalori dengan penggunaan rumus BBI X 25 untuk usia 71 tahun


dengan Berat Badan 61 kg dan Tinggi Badan 151 cm
BBI =(TB-100)-10% = 45,9 kg
Kebutuhan kalori basal = BBI X 25(Wanita)
= 45,9 X 25 Kkal/Kg BB
Koreksi usia >70 tahun
= -20% Kalori basal
Koreksi aktifitas fisik ringan
= +10% Kalori basal
Koreksi overweight
= -10% Kalori basal

= 1147,5 Kkal.
= -229,5 Kkal
= +114,75 Kkal
= -114,75 Kkal

Maka didapatkan kebutuhan kalori basal pada Ny. K sebesar 918 Kkal/hari.

11

Kebutuhan karbohidrat adalah


50% x 918 kkal
= 459 kkal/hari
Dikorversikan menjadi satuan berat menjadi 459 kkal/4 = 114,75 gram/hari
Kebutuhan lemak adalah
35% x 918 kkal
= 321,3 kkal/hari
Dikonvesikan menjadi satuan berat menjadi 321,3 kkal/9 = 35,7 gram/hari.
Kebutuhan protein adalah
15% x 918 kkal
= 137,7 kkal/hari
Dikonversikan menjadi satuan berat menjadi 137,7 kkal/4 = 34,42 gram/hari.
6.

Pola Dukungan Keluarga


a. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga:
Ny. K mau memeriksakan diri ke puskesmas sampai penyakitnya
sembuh, Ny. K mau meminum obat secara rutin sesuai petunjuk dokter.
Keingintahuan keluarga pasien yang tinggi tentang penyakit pasien dan cara
mengontrolnya, kemauan keluarga pasien dapat mendukung pasien dalam
pengobatannya.
b. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga:
Kebiasaan dan hobi makan makanan yang asin. Pola konsumsi
makanan gizi seimbang yang masih kurang baik dikarenakan jarangnya
mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Pasien tinggal sendirian dirumah.
Anak dan menantu pasien tinggal terpisah dengan pasien.

B.

Genogram
1. Bentuk keluarga :
Keluarga Orang Tua Tunggal.
2. Tahapan siklus keluarga :
Keluarga ini menurut Duvall (1977) berada dalam tahap VIII, yaitu keluarga
dalam masa pensiun dan lansia. Keluarga dalam masa pensiun dan lansia, memiliki
berbagai macam stressor atau kehilangan-kehilangan saat seseorang mengalami
proses menua dan masa pensiun, meliputi masalah ekonomi, perumahan, sosiologis,
pekerjaan, dan kesehatan.
Tugas perkembangan yang tepat dalam siklus ini adalah :
1. Mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan.
2. Menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun.
3. Mempertahankan hubungan perkawinan.

12

4. Menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan.


5. Mempertahankan ikatan keluarga antar generasi.
6. Meneruskan untuk memahami eksistensi mereka

Family map
Gambar 2. Genogram

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Pasien
: Meninggal
: Hubungan Pernikahan
: Garis keturunan
3. Fungsi keluarga menurut Mubarak dkk,2009 yaitu:
Tabel 5. Fungsi Keluarga

13

No
1

Fungsi keluarga

Keterangan

Fungsi Biologis

Penilaian

Keluarga Ny. K dan suaminya dikaruniai Cukup


5 anak tanpa cacat bawaan lahir

Fungsi Psikologis

baik

Ny. K apabila memiliki masalah dari hal Cukup


kecil

sampai

menceritakan
kepada

yang
dan

besar

meminta

anak-anaknya,

selalu baik
pendapat

begitu

juga

sebaliknya
3

Fungsi sosialisasi

Ny. K juga sering bersosialisasi dengan Cukup


orang-orang yang tinggal dekat dengan baik
rumahnya

Fungsi ekonomi

Ny. K tidak bekerja, tetapi dia selalu Kurang


mendapatkan uang dari anak-anak dan
menantunya sebesar Rp. 500.000 Rp.
700.000 perbulannya.

Fungsi pendidikan

Ny. K merupakan tamatan SMA. Ia tidak Cukup


melanjutkan pendidikan karena orangtua baik
nya tidak sanggup untuk membiayai.

Sumber: Hasil olah data


4. Dinamika keluarga:
Tabel 6. Dinamika Keluarga
Ny. K
Ny. K
Anak I
Anak II
Anak III

Anak I

Anak II

Anak III

Anak IV

Anak V

Hubungan Hubungan Hubungan Hubungan

Hubungan

baik

baik

baik

baik

baik

Hubungan

Hubungan Hubungan Hubungan

Hubungan

baik

baik

baik

baik

baik

Hubungan Hubungan

Hubungan Hubungan

Hubungan

baik

baik

baik

baik

Hubungan Hubungan Hubungan

Hubungan

Hubungan

baik

baik

baik

baik
baik

baik

14

Anak IV
Anak V

Hubungan Hubungan Hubungan Hubungan

Hubungan

baik

baik

baik

baik

baik

Hubungan Hubungan Hubungan Hubungan Hubungan


baik

baik

baik

baik

baik

Sumber: hasil olah data


C. Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga
1. Masalah dalam organisasi keluarga :
Pasien adalah ibu dari 5 orang anak. Anak pasien tinggal terpisah dari pasien,
sehingga tidak bisa mengetahui keadaan pasien secara langsung. Hubungan yang
terjalin sesama anggota keluarga cukup baik.
2. Masalah dalam fungsi biologis
Saat ini pasien menderita hipertensi dengan status gizi overweight. Pasien
memiliki kebiasaan diet tinggi garam.
3. Masalah dalam fungsi psikologi
Pasien adalah seorang janda berusia 71 tahun. Pasien tinggal sendirian dirumah.
Suami pasien sudah meninggal, anak pasien tinggal di tempat yang berbeda.
Meskipun begitu anak bungsu pasien masih tinggal di kecamatan yang sama
dengan pasien.
4. Masalah dalam fungsi ekonomi
Pasien adalah seorang janda yang tidak bekerja. Total pendapatan tidak menentu
per bulannya, diberi oleh anak pasien untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja.
Pendapatan dirasakan cukup.
5. Masalah lingkungan
Pasien tinggal di lingkungan rumah padat penduduk, serta sedikit kumuh.
Kebersihan lingkungan di sekitar rumah kurang terjaga dengan baik. Untuk sistem
pencahayaan dan sirkulasi udara di rumah tergolong masih kurang serta belum
dioptimalkan karena hanya terdapat 1 jendela di kamar tidur dan 1 jendela di
ruang tamu.
6. Masalah perilaku kesehatan
Pasien pergi ke puskesmas atau klinik terdekat dengan rumahnya bila sedang
sakit.
D. Diagnosis Holistik
1. Aspek Personal:
Alasan kedatangan :
Alasan kedatangan pasien adalah nyeri kepala sehingga pasien ingin

memeriksakan kondisi kesehatannya.


Harapan :

15

Pasien memiliki harapan untuk dapat sembuh dan mengontrol tekanan

darahnya.
Kekhawatiran :
Pasien khawatir apabila tekanan darahnya tidak dapat di kendalikan bahkan

menyebabkan komplikasi.
Persepsi :
Pasien menganggap penyakitnya adalah warisan dari orang tuanya.

2. Aspek Klinik :
Diagnosis kerja
Diagnosis banding

: Hipertensi dan Overweight.


: Tension Type Headache, Myalgia, Hiperkolesterolemia

3. Aspek Resiko Internal :


Pola makan pasien yang tinggi garam. Riwayat hipertensi pada ayah pasien. Pasien
sering lupa makan obat.
4. Aspek Psikososial Keluarga :
Pasien tinggal sendirian dirumah.
5. Aspek fungsional :
Dengan kondisi fisik seperti ini pasien merasa terganggu dalam menjalankan
aktivitasnya dengan skor ICPC I.
E. Rencana Pelaksanaan
Tabel 7. Rencana Pelaksanaan
Aspek

Kegiatan

Sasaran
Pasien

Waktu

Hasil yang

Biaya

Keterangan

Saat

diharapkan
Pasien mengerti Tidak ada

Tidak
menolak

Aspek

Memberikan

personal

edukasi

pasien

bahwa tekanan

kepada pasien

berobat

darah

tinggi

bahwa

ke

dapat

di

penyakit

Puskes

kontrol.

darah

mas

tingginya
adalah sebuah
penyakit
kronis

yang

16

Aspek

Kegiatan

Sasaran

Waktu

Hasil yang

Biaya

Keterangan

diharapkan
tidak

dapat
Pasien

sembuh,

Tidak ada

namun masih

Saat

Pasien mengerti

bisa

pasien

tentang

dikendalikan.

berobat

penyakit darah

ke

tingginya

Memberikan

Tidak
menolak

Puskes

penjelasan

mas

kepada pasien
bahwa gejala
yang

pasien

adalah gejala
dari penyakit
yang
dideritanya,
dan
menjelaskan
tentang
komplikasi
dari penyakit
Aspek

pasien.
Memberikan

klinik

Pasien

Saat

Hipertensi

penjelasan

pasien

pasien

kepada pasien

berobat

terkendali.

tentang

ke

penggunaan

Puskes

obat

mas

yang

Gratis
dapat ditanggung

Tidak
menolak

BPJS.

akan
diberikan
yaitu
Captopril
12,5 mg 3x1

Pasien
Pasien
Saat

dapat Tidak ada

mencapai berat

Tidak
menolak

tablet.
17

Aspek

Kegiatan

Sasaran

Waktu
pasien

Mengajarkan

Hasil yang

Biaya

Keterangan

diharapkan
badan ideal

berobat

pasien

ke

mengenai
pola

makan

1000

kkal

Pasien

Puskes
mas
Menyingkirkan

sesuai

diagnosis

kebutuhan

Saat

pasien.

pasien

Gratis

Tidak

ditanggung

menolak

BPJS

banding

berobat

Menyarankan

ke

pemeriksaan

Puskes

penunjang

mas

seperti
pemeriksaan
laboratorium
untuk
menyingkirka
n

diagnosis

banding
Hiperkolester
Aspek

ol.
Menjelaskan

resiko
internal

Pasien

Saat

Pasien

kepada pasien

pasien

mengurangi

agar

berobat

kebiasaan

mengkonsum

ke

tinggi garam.

si

Puskes

makanan

rendah garam

dapat Tidak ada

Tidak
menolak

diet

mas

untuk
membantu
pengobatan
darah
pasien.

Pasien

Tidak ada

tinggi

Pasien
Saat

dapat

Tidak
menolak

mengerti
18

Aspek

Kegiatan

Sasaran

Menjelaskan
kepada pasien
bahwa

ia

Hasil yang

pasien

diharapkan
tentang faktor

berobat

resiko penyakit

ke

hipertensi.

Biaya

Keterangan

Puskes

memiliki
salah

Waktu

mas
satu

faktor resiko
Aspek

hipertensi
Menjelaskan

Seluruh

Saat

Salah satu anak Tidak ada

Sedang

resiko

dan

Keluarga

kunjun

pasien

dipertimbang

eksternal

menyarankan

gan ke mengajak

kepada

rumah

pasien

anggota

pasien

tinggal

keluarga agar

an
untuk

oleh

keluarga

bersama.

pasien dapat
tinggal
bersama
anggota
keluarga
Aspek

lainnya.
Melatih

fungsion
al

Pasien

Saat

Mencapai

aktifitas fisik

kunjun

kondisi

dengan

gan ke kesehatan yang

olahraga atau

rumah

optimal

aktifitas

pasien

mempertahanka

ringan.

skor

Tidak ada

Tidak
menolak

dan
ICPC

pasien.

F.
1.
2.
3.

Prognosis
Ad vitam
: ad bonam
Ad sanasionam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam

19