Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM

KIMIA TERAPAN

Disusun Oleh:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Fatimi Umaira
Fherycia Oktin Anggraini
Herlin Linia
Lili Wijayanti
Muhammad Sadikin
Nurul Hidayati
Wahyu Herdi Ramadhani
Instruktur

NIM. 0615 4041 1576


NIM. 0615 4041 1577
NIM. 0615 4041 1912
NIM. 0615 4041 1580
NIM. 0615 4041 1919
NIM. 0615 4041 1585
NIM. 0615 4041 1590
Ir. Fatria, M.T

Judul Percobaan :

Analisis Kation

Jurusan

Teknik Kimia

Prodi

Teknik Energi

Kelas

1 EGB

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
2015
ANALISIS KATION

A. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengenal syarat-syarat unsur dan ion-ionnya dalam larutan melalui pengamatan.
2. Melakukan analisis kation dalam suatu cuplikan melalui penentuan golongan dan
tes khusus (specific test).
B. DASAR TEORI
Analisis kualitatif merupakan analisis yang dilakukan untukmengetahui
keberadaan suatu zat dalam cuplikan sampel. Analisis kualitatif untuk zat anorganik
terdiri dari analisis anion dan kation.
Kation merupakan ion yang bermuatan positif karena kehilangan elektron
untuk tujuan analisis sistematik, kation-kation tersebut terhadap beberapa reagen.
Dengan memanfaatkan reaki kation dan reagen kita dapat menentukan golongangolongan kation dari cuplikan yang dianalisa, karena tiap-tiap golongan memiliki
karakteristik yang berbeda-beda jika direaksi dengan reagen tertentu. Reagen yang
umum digunakan adalah asam klorida, hidrogen sulfida dan amonium karbonat.
Klasifikasi golongan kation didasarkan pada apakah suatu kation beraksi
dengan reagen dengan membentuk endapan atau tidak. Jadi dapat dikatakan bahwa
klasifikasi kation yang paling umum didasarkan oada perbedaan kelartan klorida,
sulfida, dan karbonat dari kation tersebut. (Vogel, 1985)
Dalam analisa kualitatif cara memisahkan ion logam tertentu harus mengikuti
prosedur kerja yanng khas. Zat yang diselidika harus disiapkan atau diubah dalam
bentuk larutan terlebih dahulu. Untuk zat padat harus dipilih pelarut yang cocok. Pada
analisis kation, kation yang akan dianalisis adalan sebagai berikut: NH4+, Na+, Ca+,
Ba2+, Mg2+, Hg2+, Pb2+, Cu2+, Sn2+, Fe2+, Fe3+, CO2+, Mn2+, Ni2+, Al2+, K+,
Ag2+, dan sebagainya. Pelarut merupakan tahap-tahap analisis anion:
1. Analisis pendahuluan
Pada tahap ini cuplikam diamati sifat fisiknya seperti warna, bau, bentuk
kristal, dan kelarutan.
2. Tes nyala
Beberapa nyala mempunyai warna nyala tertentu jika dipanaskan dalam nyala
bunsen dengan menggunakan kawat Ni-Cr.

Tabel Warna Nyala Pada Unsur Logam


Colour

Metal

Red

Charmine:Lithium Chompounds. Masked by Barium and Sodium Scarlet or

Crinsom:Strotium Chompounds, Masked by Barium


Yellow Yellow-red : Cakium Chompounds, Masked by Barium.
Sodium chompounds amount. A Yellow flame is not indicative of sodium
unless it persist and is not intensified by addition of 1 % NaCl to the dry
White
Green

chompuond.
White-Green : Zink
Emerald : copper chompounds, other than halides. Thallium Blue-Green :
Phospates, when moistened with H2SO4 or Br2O3. Faint Green Antimony and

Blue

NH4 chompounds.
Yellow-Green : Barium, Molybdenum
Azure: lead, selenium, bismuth, CuCl2 and other copper chompounds
moistened with hydrodoric acid. Light-Blue : arcenic and come off it
chompounds.

Videt

Grenish-Blue : CuBr2, antimony.


Pottasium chompounds other than borates, phospates, and silicates. Masked by
sodium or lithium.
Purple-red: Potassium, Rubidium, and / cessium , in the precense of sodium
when viewed through a blue glass.

Logam logam
Na
K
Li
Ca
Sr
Cu + Logam Boraks
Pb, As, Sb, Bi

Warna Nyala
Kuning
Lembayung (kaca kobalt)
Merah padam
Merah kuning
Kuning hijau
Hijau
Biru muda

3. Penentuan golongan kation


Untuk identifikasi kation secara sistematis harus dilakukan pemisahan
golongan. Setelah itu dilakukan uji spesifik setiap kation yang ada dalam golongan
tersebut untuk mengidentifikasi keberadaan di dalam cuplikan. Dalam analisa kation
terdapat lima golongan:
a. Golognan I

Kation ini membentuk endapan dengan asam klorida encer, menendap


sebagai garam klor dalam kondisi asam yang kuat. Ion-ion golongan ini adalah
Pb2+, Ag+, Hg+.
b. Golongan II
Kation ini membentuk endapan berupa garamsulfida atau hidroksida
dalam suasana sedikit basa. Ion-ion golongan ini adalah Pb2+, Hg2+, Cu2+, Sn2+.
c. Golongan III
Kation ini tidak akan beraksi dengan asam klorida encer ataupun
dengan H2S dalam suasana asam mineral encer. Namun, kation ini membentuk
endapan dengan amonium sulfida dengan suasana netral atau amoniakal. Ionion golongan ini adalah Fe2+, Fe3+, Co2+, Mn2+, Ni2+, Al3+, Cr3+, Zn+.
d. Golognan IV
Kation ini tidak beraksi dengan reagen golongan I, II, III. Kation ini
membentuk endapan dengan amonium karbonat dengan adanya amnium
klorida dalam suasana netral atas sedikit asam. Ion-ion golongan ini adalah
Ca2+, Ba2+, Sr.
e. Golognan V
Kation-kation yang umum yang tidak beraksi dengan reagen golongan
sebelumnya merupakan golongan kation terakhir. Golongan V dapat
dipisahkan langsung dari golongan I-IV, karena gas H2S mempunyai bau tidak
sedap dan juga berbahaya, maka digunakan tioasetamida sebaai pengganti.
Reaksi tioasemtamida dengan air bila dipanaskan akan menghasilkan H2S
juga, tetapi berupa larutan jenuh. Ion-ion golongan ini adalah NH4, Mg2+, K+,
Na+, Li+.
4. Analisis kation dengan reaksi spesifik.
Tes spesifik digunakan untuk mengetahui adanya kation tertentu dalam suatu
cuplikan.
a. Ag+
Ag+ + Cl- AgCl(s) endapan putih
Ag+ + OH- AgOH(s) endapan hitam
AgOH + 2 NH3 Ag(NH3)2 (larutan) larut dalam amoniak berlebih
b. Pb2+
Pb2+ + CrO42- PbCr(4)(s) endapan putih
Pb2+ + SO2- PbSO4 endapan putih

Pb2+ + OH- Pb(OH)(s) endapan putih tidak larut dalam amoniak berlebih.
c. Hg2+
Hg2+ + 2 OH- Hg2O(s) endapan kuning + H2O
Hg2+ + 2 I- HgI2 endapan merah
d. Cu2+
2 Cu2+ + SO42- + 2 NH3 + 2 H2O Cu(OH)2 . CuSO4 endapan + 2 NH4+
Cu2+ + 2OH- Cu(OH)2 endapan biru
Cu(OH)2 Cuo endapan hitam + H2O
e. Sn2+
Sn2+ + Hg2Cl2 Hg2Cl2 endapan putih + Sn4+ + 2ClJika ditambah Sn berlebih :
Sn2+ + Hg2Cl2 2 Hg endapan abu-abu +Sn4+ + 2 Clf. Fe2+,
Fe2+ + 2 OH- Fe(OH)2 endapan putih
4 Fe(OH)2 + H2O + O2 4 Fe(OH)3 endapan cokelat merah
Fe2+ + [Fe(CN)6]3- Fe3+ + [Fe(CN)6]44 Fe2+ + 3 [Fe(CN)6]4- [Fe4(CN)6]3 endapan biru turbull
g. Fe3+,
Fe + 3 SCN- Fe(SCN)3
Fe3+ + [Fe(CN)6]3- Fe [Fe(CN)6]3 endapan cokelat
h. Co2+,
Co2+ + 4 SCN- [CO(SCN)4]2- endapan biru
i. Mn2+,
Mn2+ + 5 NaBiO3 + 14 H+ 2 MnO4 + 5 Bi3+ + 5 Na + 7 H2O
Menghasilkan warna ungu dari permanganat.
j. Ni2+

CH3 C = N OH

N+2
CH3 C = N OH

k. Al3+
Al3+ + 3 COO- + 2 H2O Al(OH)2 CH3COOH endapan + 2CH3COOH
l.. Ca2+,
Ca2+ + SO42- CaSO4 endapan putih
Ca2+ + CrO42- tidak terbentuk endapan
m. Ba2+,
Ba2+ + SO42- BaSO4 endapan putih
Ba2+ + CrO43- BaCrO4 endapan kuning
n. NH4+,
NH4+ + OH- NH3 naik + H2O tidak bau
Kertas lakmus merah berubah menjadi biru
o. Mg2+,
Mg2+ + NH3 +HPO43- Mg(NH4) PO4 endapan Kristal putih
p. K+
3 K+ + [CO(NO2)6]3- K3[CO(NO2)6] endapan kuning
q. Na+
Na+ + Mg2+ + 3 UO22+ + 9 CH3COO- NaMg(UO2)3 (CH3COO)9 endapan
kristalin kuning

C. ALAT DAN BAHAN


1. Alat yang digunakan
Tabung reaksi dan rak

20/1

Spatula

Pipet tetes

Botol aquadest

Kawan Ni-Cr

Pipet ukur 5 ml,10m l4/ 4

Bunsen, Kaki tiga, kasa

Bola karet

Gelas kimia 500 ml

Masker

4
4
8

Kaca arloji

Sarung tangan

Labu ukur 100 ml

kaca kobalt

Pengaduk

2. Bahan yang digunakan


1. Reagen
Tioasetamida
(NH4)2CO3 dalam NH3 1 M
NH4Cl 2 M
HCl 6 M
HNO3 1 M
NaOH 2 M
NaOH 6 M
H2SO4 6 M
HNO3 1 M
Larutan morin
2. Cuplikan

Ba(NO3)2 0,1 M
K4Fe(CN)6 0,5 M
K3(CN)6 0,5 M
NaBiO3 padat
Dimetil glioksin 1 % dalam etanol
KCNS padat
NaSO3 1 M dan padat
KHSO4 padat
Na3(CO (NO2))6 padat

- AgNO3 0,1 M (Ag+)

- Na2S 0,1 M (S-)

- BaCl2 0,1 M (Ba+)

- KSCN 0,1 M (K+/SCN-)

- CuSO4 (Cu2+)

- MnSO4 0,1 M (Mn2+ / SO42-)

- CaCl2 0,1 M (Ca2+)

- SNCl2 0,1 M (Sn2+)

- MnSO4 0,1 M (Mn2+)

-(NH4)2 C2O4 (NH4+ / C2O42-)

- CoCl2 0,1 M (Co2+)

- NiSO4 0,1 M (Ni2+)

- Al2(SO4)3 0,1 M (Al3+)

- FeCl3 0,1 M (Fe2+)

- Hg(NO3) 0,1 M (Hg2+)

- KNO2 0,1 M (NO2-)

- CH3COONa ( Na+/CH3COO-)

- Kl 0,1 M (K+/I-)

- CH3COOPb 0,1 M (Pb2+ /CH3COO-)

- CrCl3 0,1 M (Cr3+)

- KBr 0,1 M (K+ / Br-)

- NaSO3 0,1 M (SO3-)

- Mg(CH3COO)2 0,1 M (Mg2+ / CH3COO-)

D. KESELAMATAN KERJA
Gunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tanga untuk menangani bahan
berbahaya beracun (B3).

E. LANGKAH KERJA

1. Analisis Pendahuluan
1.1 Pengamatan Fisik
Melakukan pengamatan fisik seperti, warna, bau, dan bentuk kristal. Mencatat.
Sifat Fisik

Warna

Bau

Bentuk Kristal

Kation

1.2 Tes Kelarutan


Sebanyak 0,2 gr cuplikan diambil dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
Sebanyak 2 mL air di mineral ditambahkan ke dalam tabung. Cuplikan
dilarutkan. Kelarutan cuplikan diamati dan dicatat (bila cuplikan tidak larut
dalam air dingin maka dilarutkan dalam air panas dan jika tetap tidak larut
maka digunakan pelarut: 1 mL, H2SO4 6 M/1 mL HCl 6 M/1 mL HNO3 6
M).
Larutan Air Dingin Air Panas H2SO4 6 M
HCl 6 M
HNO3 6 M
Kation

2. Tes Nyala
Sebanyak 0,1 gr cuplikan ditaruh pada kaca arloji.
Ditambahkan sebanyak 3 tetes HCl 6 M pada cuplikan.
Kawat Ni-Cr dibersihkan dengan cara dipijarkan pada nyala bunsen.
Kawat Ni-Cr diperlukan pada campuran cuplikam dan HCl.
Kawat dipijarkan pada nyala bunsen hingga warna konstan.
Perubahan warna diamati dan dicatat.

3. Penentuan Golongan Kation


3.1. Langkah 1 (golongan I, II, III, IV, V)
Sebanyak 1 mL cuplikan direaksikan dengan 1 mL (NH 4)CO3. Bila terbentuk
endapan maka kation golongan I V, bila tidak terbentuk endapan berarti golongan 5
dan dilanjutkan ke langkah 6.
3.2. Langkah 2 (golongan I, II IV)

Sebanyak 1 mL cuplikan direaksikan dengan 3 tetes HCl 6 M. Perubahan yang


terjadi diamati (bila tidak terbentuk endapan dilanjutkan ke langkah 3, bila terbentuk
endapan kemungkinan adalah Ag+, Hg+ atau Pb2+).
3.3. Langkah 3 (golongan II, III, IV)
Sebanyak 1 mL cuplikan direaksikan dengan tetes HCl 6 M dan 1 mL
tioasetamida 1 M (pH 1) dalam tabung reaksi. Tabung reaksi diletakkan selama 5
menit ke dalam gelas kimia yang berisi air mendidih. Perubahan yang terjadi diamati
sulfida yang mengendap dalam asam akan sempurna. Bila endapan berwarna hitam,
kemungkinan adanya kation Pb2+, Mg2+, Cu2+. Bila endapan coklat, berarti kation Sn2+.
Bila tidak mengendap dilanjutkan ke langkah 4. Bila terdapat zat pengoksi dari (Fe 2+,
CrC42-) maka zat-zat tersebut bereaksi dengan H2S membentuk koloid sulfur (kunig
keruh).
3.4. Langkah 4 (golongan III, IV)
Sebanyak 1 mL cuplikan direaksikan dengan 3 tetes NH 4Cl 1 M dan 1,5 mL
NH3 6 M dalam tabug reaksi. Sebanyak 1 mL Tioasetamida 1 M ditambahkan ke dalam
tabung reaksi. Campuran dikocok dan dididihkan selama 5 menit. Perubahan yang
terjadi diamati (bila terdapat endapan hitam berarti kemungkinan adanya kation Fe 2+,
Fe3+, CO2+. Bila terdapat endapan hijau berarti adanya Cr2+. Bila terdapat endapan
merah berarti adanya Mn2+. Bila terdapat endapan putih berarti ada AI3+. Bila tidak ada
endapan lanjut ke langkah 3).
3.5. Langkah 5 (golongan IV)
Dilakukan reaksi spesifik kation golongan 4.
3.6. Langkah 6
Dilakukan tes nyala terhadap kation golongan 5.

4. Reaksi spesifik untuk analisis kation


4.1. Golongan 1
Ag+
a. 1 mL cuplikan + 5 tetes HCl 2 M endapan putih.
Endapan larut bila ditambahkan 1,5 mL 6 M dan menjadi bening.
b. 1 mL larutan cuplikan + 2 tetes NH3 1 M, menghasilkan endapan coklat.
Endapan larut dan berubah bening jika ditambahkan 0,5 mL NH3 1 M.
Pb2+
a. 1 mL cuplikan + 4 tetes K2CrO4 0,1 M endapan merah keruh.

b. 1 mL cuplikan + 2 tetes NH3 1 M endapan putih.


Endapan tidak larut dalam NH3 berlebih.
4.2. Golongan II
Hg2+
a. 1 mL cuplikan + 0,5 mL NH3 1 M endapan kuning
b. 1 mL cuplikan + 1 mL KI 0,1 M, menghasilkan endapan merah keruh.
Cu2+
a. 1 mL cuplikan + 2 tetes NH3 1 M, larutan boru muda.
Jika ditambahkan NH3 berlebih ( NH4ON ) M ) menjadi biru tua.
Sn2+
a. 1 mL cuplikan + 1 mL Hg(NO3) 2 0,1 M endapan putih.
4.3. Golongan III
Fe2+
a. 1 mL cuplikan + 3 tetes K3Fe(CN)6 endapan berwarna biru tua.
b. 1 mL cuplikan + 5 tetes NaOH 2 M endapan seperti gelatin coklat.
Fe3+
a. 1 mL cuplikan + 3 tetes KSCN 0,1 M larutan berwarna merah tua.
b. 1 mL cuplikan + 3 tetes K4Fe(CN)6 0,5 M endapan berwarna biru berlin.
CO2+
a. 2 mL cuplikan + 1 spatula KSCN larutan berwarna biru keunguan
Jika ditambah Eter amil alkohol berubah menjadi biru.
Mn2+
a. 3 tetes cuplikan + seujung spatula Natrium bismutat + 5 tetes HNO3 6 M
endapan berwarna ungu.
Ni2+
a. 1 mL cuplikan + 2 tetes NH3 1 M + 1 mL Dimetilglioksin larutan
berwarna merah.
Al3+

a. 1 mL cuplikan + 3 tetes CH3COOH + seujung spatula Natrium asetat + 1


mL larutan marin flouresence hijau.
b. 1 mL cuplikam + 2 tetes NaCl 2 M endapan putih seperti gelatin yang
dapat larut dalam kelebihan NaOH.
4.4. Golongan 4
Ba2+
a. 1 mL cuplikan + 5 tetes H2SO4 2 M endapan putih yang tidak larut
dalam asam kuat.
b. 1 mL cuplikan + 5 tetes K2CrO4 0,1 M endapan kuning muda.
Ca2+
a. 1 mL cuplikan + 4 tetes Oksalat endapan putih.
b. 1 mL cuplikan + 5 tetes K2CrO4 2 M larutan tanpa endapan.
4.5. Golongan 5
Na+
Jika reaksi-reaksi untuk kation lain di dalam golongan 5 negatif dan warna
nyala positif (dalam waktu 1 menit) berarti ada atom Na.
K+/Na+
a. Seujung spatula Na2(CO(NO2) + 0,5 mL air + 2 tetes CH3COOH 2 M
endapan putih.

Mg2+
a. 1 mL cuplikan + 4 tetes NH4 U 1 M + NH4OH atau NH3 2 M + 1 mL
NaHPO4 0,1 M endapan putih.
NH4+
a. 1 sendok spatula cuplikan + 1 mL NaOH 6 M lalu dipanaskan, gas amonia
akan dilepaskan dan dapat didefinisikan dengan baunya.

F. DATA PENGAMATAN
1. Analisis Pendahuluan
Sifat Fisik Cuplikan

Sifat Fisik

Warna

Bau

Bentuk Kristal

Kation
Sample 1

Hijau Toska

Tidak Berbau

Kristal Kasar

Sample 2

Biru Muda

Tidak Berbau

Serbuk

Sample 3

Hijau Lumut

Tidak Berbau

Kristal Bergranula

Kelarutan Cuplikan
Larutan

Air Dingin

Kation
Sample 2

Larut

Sample 1

Larut

Sample 3

Air Panas

H2SO4 6 M

HCl 6 M

HNO3 6 M

Larut
Keterangan : Apabila sudah melarut di air dingin, maka tidak perlu lagi
melarutkan di air panas, H2SO4, HCl, dan HNO3

2. Identifikasi Golongan
Cuplikan
1

2
3

Reagen
(NH4)2CO3
HCl
HCl dan tioasetamida
NH3 dan tioasetamida
(NH4)2CO3
HCl
HCl dan tioasetamida
(NH4)2CO3
HCl
HCl dan tioasetamida

Pengamatan
Terbentuk endapan
Tidak terbentuk endapan
Tidak terbentuk endapan
Terbentuk endapan
Terbentuk endapan
Tidak terbentuk endapan
Terbentuk endapan
Terbentuk endapan
Tidak terbentuk endapan
Terbentuk endapan

Golongan
I IV
II IV
III IV
III
I IV
II IV
II
I IV
II IV
II

3. Reaksi Spesifik Analisa kation


Sampel 1 (Golongan 3)
Ni2+
1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M + 1 ml dimetil glioksin Merah
Sampel 2 (Golongan 2)
Cu2+
1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M Biru Muda

Menambahkan HNO3 terjadi larutan biru tua.


Sampel 3 (Golongan 2)
Cu2+
1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M Biru Muda
Menambahkan HNO3 terjadi larutan biru tua.

4. Tes Nyala
No Sample
1

Warna Nyala
Merah

Kation
Ni2+

Hijau

Cu2+

Hijau

Cu2+

G. ANALISIS DATA
Pada percobaan yang telah dilakukan untuk mengetahui kation suatu cuplikan maka
langkah pertama yang harus dilakukan ialah mengamati fisik dari cuplikan tersebut yang
terdiri dari: warna, bau dan bentuk.
Kemudian cuplikan melakukan tes kelarutan. Tes kelarutan ini diuji menggunakan
aquadest yang telah disediakan dengan suhu yang telah dingin / suhu ruang. Kemudian
dilihat, apakah cuplikan larut dalam aquadest. Jika larut maka langkah selanjutnya ialah
mengindentifikasi cuplikan dengan di masukkannya cuplikan ke dalam tabung reaksi.
Mencampurkan (NH4)2CO3 adalah tahapan pertama dari langkah mengidentifikasi
cuplikan tersebut. Apabila cuplikan larut maka percobaan dapat di teruskan ke langkah

selanjutnya dan apabila mengendap maka cuplikan di identifikasi lagi sampai ketemu
golongan cuplikan tersebut. Karena ketiga cuplikan mengendap, maka dicampurkanlah 3
tetes HCl. Karena cuplikan melarut maka mencampurkan cuplikan dengan tioasetamida
dan tetesan HCl kembali, sampai bertemu golongan cuplikan tersebut.
Pada cuplikan 1 setelah dilakukan uji golongan didapati bahwa cuplikan 1
merupakan golongan III dan setelah dilakukan uji spesifik diketahui cuplikan 1 terdapat
kation Ni2+. Begitu pulan dengan cuplikan 2 dan 3 yang ternyata merupakan golongan
yang sama yaitu golongan II dan merupakan kation Cu2+.
Maka setelah melakukan reaksi spesifik guna mengetahui kation didalamnya.
Langkah terakhir untuk menutup serangkaian percobaan ini ialah Tes Nyala dengan
menggunakan kawat Ni-Cr dan di bakar diatas bunzen. Yang mana, kawat Ni-Cr itu
pertama-tama dicelupkan di dalam larutan dan kemudian dibakar diatas bunzen. Kemudian
mengamati perubahan nyala api yang dilewati oleh kawat tersebut.

H. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:

Kation merupakan ion yang bermuatan positif karena kehilangan elektron untuk
tujuan analisis sistematik, kation-kation tersebut terhadap beberapa reagen.
Tahapan analisa kation meliputi:
o Pengamatan Fisik
o Tes Kelarutan
o Tes Nyala

I.

Cuplikan yang diberikan oleh Instruktur sudah di tes kelarutannya, yang mana
ketiganya larut dalam air dingin. Sehingga cuplikan tersebut tak perlu dilarutkan
di air panas, H2SO4 6 M, HCl 6 M, dan HNO3 6 M.
Setelah di identifikasi dan dicari tahu secara spesifik cuplikan tersebut maka
dapat kami duga bahwa:
o Cuplikan 1 merupakan golongan III berupa kation Ni2+
o Cuplikan 2 merupakan golongan II berupa kation Cu2+
o Cuplikan 3 merupakan golongan II berupa kation Cu2+
Penelitian ini memerlukan alat-alat yang steril dan juga kehatian-hatian dalam
bekerja sehingga hasilnya tak jauh dari teori hingga memperkecil persen
kesalahan mahasiswa.

PERTANYAAN
1. Apakah perbedaan antara analisis kualitatif dengan analisis kuantitatif?
Jawab : Analisis kuantitatif analisis merupakan analisis yang digubakan untuk
menentukan keberadaan suatu zat dalam cuplikan.
2. Tuliskan sifat-sifat fisik kimia dari cuplikan yang anda analisa!
Jawab :
No. Sample
1

Warna
Hijau Toska

Bau
Tidak berbau

Pelarut
Air dingin

Bentuk
Kristal bergranula

2
3

Biru Muda
Hijau Lumut

Tidak berbau
Tidak berbau

Air dingin
Air dingin

Serbuk
Kristal

3. Tuliskan reaksi kation Al2+, Cr3+, Mn2+ dengan larutan Natrium hidroksida! Apa
warna endapan yang di hasilkan?
Jawab :
Al3+
Al3+ 1 mL cuplikan + 2 tetes NaOH 2 M endapan putih
Cr3+
Cr3+ 1 mL cuplikan + 2 tetes NaOH 2 M endapan putih
Mn2+
Mn2+ Mn2+ + NaOH endapan putih Mn(OH)2
Dengan NaOh berlebih endapan tidak akan larut dengan udara teroksidasi
cepat membentuk endapan coklat.

J. SISTEMATIKA PEMISAHAN GOLONGAN UNTUK KATION

LARUTAN YANG TIDAK DIKETAHUI


+ (NH4)2CO3

LARUTAN

ENDAPAN

Terdapat
kation
Golongan I IV

dari

Golongan V
+ HCl 6 M

LARUTAN

ENDAPAN

Golongan II - IV

Golongan I
+ Tioasetamida
+HCl

LARUTAN

ENDAPAN

Golongan III - IV

Golongan II
+ NH3 / NH4CO3
+ Tioasetamida

ENDAPAN

LARUTAN

Golongan III

Golongan IV

Gambar 1. Sistematika pemisahana golongan untuk kation.

K. GAMBAR ALAT

Gelas Kimia

Kaca Arloji

Tabung Reaksi + Rak

Kawat Ni-Cr

Pipet Ukur

Pengaduk

Bunzen

Aquadest

Pipet Tetes

Spatula

Bola Karet

Timbangan

DAFTAR PUSTAKA

Anzar, Erniati dan Yulisman. Penuntun Praktikum Kimia Analisis 2014 Palembang:
Politeknik Negeri Sriwijaya.