Anda di halaman 1dari 16

PRESBIKUSIS

H23

DEFINISI

Presbikusis adalah tuli sensorineural


frekuensi tinggi, umumnya terjadi mulai
usia 65 tahun, simetris pada telinga kiri
dan kanan. Presbikusis merupakan akibat
dari proses degeneratif pada satu atau
beberapa bagian koklea (striae vaskularis,
sel rambut, dan membran basilaris)
maupun serabut saraf auditori. Presbikusis
ini juga merupakan hasil interaksi antara
faktor genetik individu dengan faktor
eksternal, seperti pajanan suara berisik

ETIOPATOLOGI

Genetik: Mutasi genetik DNA


mitokondria.
Usia bertambah Perfusi koklea
menurun terbentuk metabolit oksigen
reaktif mempengaruhi struktur saraf
telinga dalam dan menyebabkan kerusakan
DNA mitokondria. Kerusakan DNA
mitokondria proses fosforilasi oksidatif
menurun penurunan fungsi saraf di
telinga dalam

ETIOPATOLOGI

Atherosklerosis/Penyakit kardiovaskular (KVS)


menurunkan perfusi dan oksigenasi koklea
pembentukan metabolit oksigen reaktif dan radikal
bebas merusak struktur telinga dalam.
Diet dan metabolisme: Diabetes mellitus (DM)
dapat mempercepat proses atherosclerosis, dan
juga menyebabkan proliferasi difus dan hipertrofi
endotel tunika intima pembuluh darah, yang juga
akan mengganggu perfusi koklea.

ETIOPATOLOGI

Obat-obatan dan pajanan bahan kimia


lingkungan : pada dosis tertentu sesuai toleransi
organ masih mampu di antisipasi
Stress : positif dan negatifnya pada unsur phisik
dan phsikis.
Merokok: tidak menunjukkan sebagai suatu
faktor risiko kuat pada ketulian

KLASIFIKASI
Jenis

Patologi

Sensorik

Degenerasi sel rambut dan sel penunjang.


Mayoritas sel yang terkena berlokasi pada
bagian basal koklea.

Neural

Gangguan pada neuron-neuron ganglion


spiralis

Metabolik (Strial
presbycusis)

Degenerasi stria vaskularis (paling berat pada


bagian tengah dan apeks koklea).

Makanik (Cochlear
presbycusis)

Degenerasi duktus koklea. Lesi membran


basilaris & atrofi ligamentum spiralis
perubahan gerakan mekanik duktus koklearis

Mixed

Kombinasi dari semua tipe presbikusis.

Indeterminate

Hasil kerusakan dari mikrostruktural pada


ujung dari sambungan stereosilia dan
gangguan pusat pendengaran walaupun
jaringan koklea tidak menunjukkan suatu

GEJALA KLINIS

Presbikusis menurunkan kemampuan mendengar


suara pada frekuensi tinggi, yg berlangsung
secara berangsur-angsur, bilateral dan simetris.
Sulit membedakan bunyi konsonan s, r, n, c , h,
ch.
Coctail party deafness.
Intoleransi pada suara yang keras
Tinitus

DIAGNOSIS

Anamnesis : umumnya terjadi pada usia 55-65 tahun,


bersifat progresif, pada frekuensi tinggi, bilateral, simetris
Pameriksaan Fisik : membran timpani tampak suram,
mobilitasnya berkurang
Pemeriksaan Penunjang : pada tes garpu tala rinne, weber,
dan swabach didapatkan tuli sensorineural. Pada
pemeriksaan audiometri nada murni menunjukkan suatu
tuli saraf nada tinggi, bilateral, simetris pada frekuensi
2000 Hz.
Speech Reception Test (SRT)
Speech Discrimination Scor (SDS)

PERBANDINGAN AUDIOGRAM ANTARA


KELOMPOK PRESBIKUSIS DENGAN
ORANG MUDA

PRESBIKUSIS SENSORIS

Audiogram: abrupt high-tone


hearing loss (steeply sloping
high frequency hearing loss)
Persepsi tutur (speech
perception) secara relatif
normal.

PRESBIKUSIS NEURAL

Audiogram: bentuk
landai, penurunan pd
semua frekuensi
(sloping audiogram).
Terjadi gangguan
diskriminasi wicara yang
signifikan tanpa disertai
gangguan pendengaran
nada murni yang berat.

PRESBIKUSIS STRIAL
ATAU METABOLIK

Audiogram: flat
sensorineural hearing loss
Diskriminasi wicara baik.
Disebabkan oleh faktor
biologi.

PRESBIKUSIS
KOKLEA (MEKANIK)

Audiogram berupa grafik


yang melandai turun (slowly
progressive sloping high
frequency sensoryneural
hearing loss).

PENATALAKSANAAN

Alat bantu dengar (ABD)


Peralatan bantu (assistive device)
Implan koklea
Membaca gerak bibir (lip reading)
Latihan mendengar (auditory training)
Diet
Menghindari suara / tempat yang bising

PENCEGAHAN

Proteksi koklea dari suara bising :


earphone, D-JKNI-1 peptide (Xigen/auris
medical)
Suplemen oral : Acetyl-L-carnitine atau
a-lipoic acid
Antioksidan : -carotene, vitamin C,
vitamin E, dan magnesium

KOMPLIKASI

Penurunan kemampuan berkomunikasi


kualitas hidup manusia menurun
berdampak pada psiko-sosial mengarah
ke gangguan cemas dan depresi dan atau
defisit dari kemampuan kognitif