Anda di halaman 1dari 22

1

Kata Pengantar
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wataala,
karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul
Perbedaan Hasil Masakan dari Kayu Bakar dan Gas Elpiji. Makalah ini
diajukan guna memenuhi tugas mata pelajaran Karya Tulis Ilmiah.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah
ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan
bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan
bagi kita semua.
Polewali, 14 Juni 2014
Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................1
DAFTAR ISI............................................................................................................2
ABSTRAK...............................................................................................................4
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................5
1.1
1.2
1.3
1.4
BAB II

Latar Belakang......................................................................5
Rumusan Masalah.................................................................5
Tujuan Penleitian..................................................................6
Manfaat Penelitian................................................................6

TINJAUAN PUSTAKA...................................................................7
2.1
2.2

Kayu Bakar...........................................................................7
2.1.1 Memasak Dengan Kayu Bakar..................................7
2.1.2 Manfaat Lain dari Kayu Bakar..................................8
Gas Elpiji..............................................................................9
2.2.1 Jenis
Gas
2.2.2
2.2.3
2.2.4

Elpiji..........................................................9
Sifat Gas Elpiji..........................................................9
Penggunaan Gas Elpiji..............................................9
Bahaya
Gas
Elpiji....................................................10

BAB III

METODE PENELITIAN...............................................................11
3.1
3.2
3.3
3.4
3.5
3.6
3.7

Jenis
Penelitian....................................................................11
Populasi & Sampel..............................................................11
3.2.1 Populasi...................................................................11
3.2.2 Sampel.....................................................................11
Pengumpulan Data..............................................................11
Instrumen Penelitian...........................................................11
Teknik Analisis Data..........................................................12
Jadwal Penelitian............................................................12
3.6.1 Waktu......................................................................12
3.6.2 Tempat....................................................................12
Prosedur Penelitian.............................................................12
2
3.7.7 Bahan & Alat..........................................................12

3.7.8
BAB IV

HASIL & PEMBAHASAN...........................................................14


4.1

4.2

BAB V

Cara Kerja...............................................................12

Sajian Data..........................................................................14
4.1.1 Kayu Bakar..............................................................14
4.1.2 Gas
Elpiji.................................................................14
Pembahasan........................................................................15
4.2.1 Rasa........................................................................15
4.2.2 Aroma.....................................................................15
4.2.3 Warna.....................................................................16
4.2.4 Tekstur....................................................................16
4.2.5 Tambahan...............................................................17

PENUTUP......................................................................................18
5.1 Kesimpulan.........................................................................18
5.2 Saran...................................................................................19

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................20

Abstrak
Saat ini kayu bakar sudah mulai jarang digunakan di kalangan masyarakat kota
yang lebih memilih menggunakan gas elpiji. Hal ini dikarenakan gas elpiji lebih
mudah dan praktis digunakan. Namun tidak sedikit juga masyarakat yang masih
menggunakan kayu bakar sebagai media memasak. Terutama orang-orang di
pedesaan. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa kurang lebih lima puluh persen
rumah tangga di Indonesia masih menggunakan kayu bakar dalam memasak. Dan
selebihnya menggunakan gas elpiji. Alasan masyarakat lebih memilih gas elpiji
dibanding kayu bakar adalah terjangkau, praktis, hemat waktu, dan tidak berbau.
Sedangkan alasan masyarakat yang menggunakan kayu bakar adalah karena sudah
terbiasa dan masakan yang dihasilkan memiliki rasa yang khas. Berdasarkan
kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui beberapa perbedaan
antara memasak menggunakan kayu bakar dan gas elpiji. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode komparasi (perbandingan) dengan cara
eksperimen. Sedangkan sampel yang digunakan adalah 14 siswa kelas XI IPA
SMAN 1 Polewali yang diambil secara acak. Berdasarkan hasil yang didapat dari
studi literatur, resiko yang ditimbulkan jika memasak menggunakan kayu bakar
ada 2, yang pertama kayu bakar dapat menyebabkan penyakit pneumonia berat
pada anak. Kemudian jika rumah mereka memiliki cerobong asap, adanya
penurunan sepertiga kasus pneumonia berat pada anak-anak karena cerobong asap
berguna untuk mengurangi paparan asap dari kayu bakar. Yang kedua yaitu
hubungan yang mengejutkan antara paparan asap kayu pada ibu yang
mengandung dengan performa yang buruk akibat adanya penurunan nilai IQ pada
anak usia sekolah dasar. Sedangkan resiko yang ditimbulkan jika memasak
dengan gas elpiji adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas
sehingga bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. Pada awalnya, gas elpiji
tidak berbau, tapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran
pada tabung gas. Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan, yang
baunya khas dan menusuk hidung. Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi
bila terjadi kebocoran tabung gas. Adapun perbedaan zat yang terkandung dalam
gas elpiji dan kayu bakar yang mempengaruhi masakan adalah gas elpiji lebih
bersih karena zat yang digunakan adalah gas, sedangkan abu sisa pembakaran dari
kayu bakar bisa berkontaminasi dengan masakan yang menyebabkan masakan
menjadi kurang bersih. Cara penggunaan gas elpiji yang baik dan benar adalah
tempatkan kompor dan tabung di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang
baik. Cara penggunaan kayu bakar yang baik dan benar adalah masukkan kayu
yang telah kering kedalam tungku dengan posisi piramida agar pembakaran yang
dihasilkan merata kemudian naikkan masakan diatas tungku, pastikan api tidak
tertiup oleh angin yang menyebabkan pembakaran tidak merata. Berdasarkan hasil
penelitian berupa tanggapan 14 responden mengenai rasa, aroma, warna, dan
tekstur masakan dari kayu bakar dan gas elpiji, dapat disimpulkan bahwa kayu
bakar lebih unggul dari 4 aspek tersebut. Namun jika dilihat dari sisi proses
memasak, gas elpiji lebih unggul karena memerlukan waktu yang lebih sedikit
dan juga lebih praktis.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini kayu bakar sudah mulai jarang digunakan di kalangan masyarakat
kota yang lebih memilih menggunakan gas elpiji. Hal ini dikarenakan gas elpiji
lebih mudah dan praktis digunakan. Namun tidak sedikit juga masyarakat yang
masih menggunakan kayu bakar sebagai media memasak. Terutama orang-orang
di pedesaan. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa kurang lebih lima puluh
persen rumah tangga di Indonesia masih menggunakan kayu bakar dalam
memasak. Dan selebihnya menggunakan gas elpiji. Alasan masyarakat lebih
memilih gas elpiji dibanding kayu bakar adalah terjangkau, praktis, hemat waktu,
dan tidak berbau. Sedangkan alasan masyarakat yang menggunakan kayu bakar
adalah karena sudah terbiasa dan masakan yang dihasilkan memiliki rasa yang
khas.
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
beberapa perbedaan antara memasak menggunakan kayu bakar dan gas elpiji.
1.2 Rumusan Masalah

Didalam pembuatan karya tulis ini, dirumuskan beberapa masalah,


diantaranya:
-

Mengapa saat ini kayu bakar mulai jarang digunakan?

Apa zat yang terkandung dalam kayu bakar dan gas elpiji yang

berpengaruh terhadap masakan?


Apa resiko yang ditimbulkan jika memasak menggunakan kayu bakar dan

gas elpiji?
- Bagaimana cara penggunaan kayu bakar dan gas elpiji yang benar?
- Apakah perbedaan hasil masakan 5dari kayu bakar dan gas elpiji?
1.3 Tujuan Penelitian
- Untuk mengetahui penyebab jarangnya penggunaan kayu bakar saat ini
- Untuk mengetahui zat yang terkandung dalam kayu bakar dan gas elpiji
-

yang berpengaruh terhadap masakan


Untuk mengetahui resiko yang ditimbulkan jika meamsak menggunakan

kayu bakar dan gas elpiji


Untuk mengetahui cara menggunakan kayu bakar dan gas elpiji dengan

baik dan benar


Untuk mengetahui perbedaan hasil masakan dengan kayu bakar dan gas

elpiji
1.1.4 Manfaat Penelitian
-

Penulis dan Pembaca dapat mengetahui penyebab kayu bakar mulai jarang

digunakan saat ini


Penulis dan pembaca dapat mengetahui perbedaan masakan yang dimasak

dengan kayu dan gas elpiji dari beberapa aspek


Penulis dan pembaca dapat mengetahui yang mana lebih unggul
penggunaanya antara kayu bakar dan gas elpiji.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

.1 Kayu Bakar
2.1.1
Memasak Dengan Kayu Bakar

Umumnya orang desa masih menggunakan kayu bakar untuk


memasak disamping memakai kompor gas juga untuk cadangan bila kayu
bakar habis atau sebaliknya bila gas susah dipasaran, tetapi memasak
menggunakan bahan bakar non BBM ini selalu kotor karena terdapat abu
hasil pembakaran kayu atau arang.
Abu sisa pembakaran ini umumnya berterbangan dan susah
dikendalikan apalagi seringkali juga dilakukan pengipasan untuk meniup
udara pada tungku yang digunakan. Kalau menggunakan minyak tanah,
permasalahan lain yang muncul adalah bau minyak yang seringkali timbul
dan dapat mempengaruhi perasaan orang yang makan dan harga minyak
tanahnya melambung naik naik ke puncak gunung.
Dari sisi rasa, bagi kebanyakan orang maka rasa masakan lebih
banyak ditentukan karena pemilihan komposisi bumbu dan bahan yang
digunakan, teknik memasak, dan keterampilah orang yang memasaknya.
Tetapi bagi sebagian orang di kampung, rasa masakan ternyata juga dapat
diakibatkan karena pemilihan jenis bahan bakar yang digunakan untuk
memasak. Hal ini bagi kebanyakan orang mungkin akan jadi
mengherankan, karena penggunaan kayu akan sedikit merepotkan. Untuk
memulai pembakaran diperlukan pemanasan dengan bahan yang mudah
terbakar seperti kertas atau mungkin disiram sedikit minyak tanah. Untuk
memelihara agar nyala api konstan, juga harus selalu diatur secara manual
karena belum ada alat remot untuk pengaturan kayu bakar pada tungku.
Selain itu tentu saja diperlukan jumlah kayu dalam volume cukup besar

mengingat kalor panas yang dihasilkan untuk berat tertentu dari kayu
relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak atau gas.
2.1.2 Manfaat Lain Dari Kayu Bakar
Meskipun masyarakat dunia telah menggunakan arang kayu sejak
ribuan tahun, kegunaannya lebih banyak dikonsumsi untuk bahan bakar
memasak. Karena perkembangan teknologi yang memanfaatkan sumber
gas alam, listrik dan bensin untuk bahan bakar, sehingga tingkat konsumsi
masyarakat terhadap arang semakin berkurang. Bahkan, akhir-akhir ini
volume permintaan arang kayu di pasaran dalam dan luar negeri semakin
menurun karena masyarakat sudah banyak yang beralih kepada bahan
7

bakar migas dan energi listrik.


Setelah diabaikan selama beberapa tahun terakhir, kini arang kayu
mulai menarik perhatian setelah munculnya penemuan baru yang
menyatakan produk arang tersebut banyak manfaatnya bagi kehidupan
manusia. Kemajuan teknologi modern telah mengangkat tingkat
produktivitas ilmu pengetahuan untuk meneliti manfaat arang bagi
kepentingan manusia dengan aneka kegunaannya.
Hasil penelitian di Jepang menyebutkan, komoditi arang yang
mengandung karbon itu dapat diolah menjadi berbagai produk rumah
tangga yang berkhasiat bagi kesehatan. Di samping digunakan untuk
bahan campuran pakaian, produk kerajinan dan pertanian.
2.2 Gas Elpiji
2.2.1 Jenis-jenis Elpiji
Menurut spesifikasinya, elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji
campuran, elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing
elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi

Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah


elpiji campuran.
2.2.2

Sifat-sifat Elpiji
Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar
Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat
Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki

atau silinder.
Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.
Gas ini lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak

menempati daerah yang rendah.


2.2.3 Penggunaan Elpiji
Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan
bakar alat dapur (terutama kompor gas).Selain sebagai bahan bakar alat
dapur, Elpiji juga cukup banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan
bermotor (walaupun mesin kendaraannya harus dimodifikasi terlebih
dahulu).
2.2.4 Bahaya Elpiji
Salah satu risiko penggunaan elpiji (LPG) adalah terjadinya
kebocoran pada tabung atau instalasi gas sehingga bila terkena api dapat
menyebabkan kebakaran. Pada awalnya, gas elpiji tidak berbau, tapi bila
demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas.
Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan, yang baunya khas
dan menusuk hidung.Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi bila
terjadi kebocoran tabung gas. Tekanan elpiji cukup besar (tekanan uap

10

sekitar 120 psig), sehingga kebocoran elpiji akan membentuk gas secara
cepat dan mengubah volumenya menjadi lebih besar.

11

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparasi atau
perbandingan dan eksperimen karena penelitian ini dilakuka dengan cara
mencoba dan membandingkan.
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi
: Siswa SMA Negeri 1 Polewali.
3.2.2 Sampel
: Siswa SMA kelas 11 IPA sebanyak 14 orang yang diambil
secara acak
3.3 Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket pada 14

siswa SMA N 1 Polewali.


Kepustakaan, dengan cara memperoleh data dari luar temuan di studi
lapangan seperti adanya literatur, dan beberapa referensi, seperti buku

dan internet.
3.4 Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan berbentuk questioner
yang diberikan pada sampel penelitian. Dalam questioner terdapat 4 jenis
pertanyaan yang meliputi rasa, aroma, warna, dan tekstur.
3.5 Teknik Analisis Data
Berdasarkan jawaban yang diperoleh dari para responden melalui
questioner, maka dilakukan penilaian menguji asumsi atau permasalahan
11

yang ada terhadap data. Data dianalisis dengan menggunakan ragam


persentase yang disajikan dalam bentuk grafik.
3.6 Jadwal Penelitian
3.6.1 Waktu
: 6 Desember 2013
3.6.2 Tempat: SMA Negeri 1 Polewali

12

3.7 Prosedur Penelitian


3.7.1 Bahan dan Alat
Alat

:
-

Bahan

1 liter beras
Air secukupnya
:

Panci 2 buah
Kompor gas
Gas elpiji
Kayu bakar
Tungku & korek api

3.7.2 Cara Kerja


1. Masukkan masing-masing liter beras di panci 1 dan panci 2
2. Masukkan air di dalam kedua panci dengan takaran secukupnya
3. Letakkan panci 1 di atas kompor gas dan panci 2 di atas tungku yang
sudah diisi kayu bakar
4. Nyalakan api pada tungku dan kompor gas
5. Tunggu hingga matang
6. Setelah jadi, bandingkan rasa, tekstur, warna, serta aroma dari kedua
nasi
7. Dari segi kesehatan dapat diuji di laboratorium.

13

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Sajian Data


4.2.1

KAYU BAKAR
14
12
10
8
6
4
2
0

Kayu Bakar

14

15

4.2.2

GAS ELPIJI
8
7
6
5
4
3
2
1
0

Gas Elpiji

16

4.2 Pembahasan
4.2.1 Rasa
Perbedaan rasa antara kayu bakar dan gas elpiji tampak
1
jelas sesuai dengan 4 grafik penelitian. Tanggapan dari para

responden tentang rasa gas elpiji cukup beragam, berbanding


terbalik dengan kayu bakar yang hanya mendapat dua jenis
tanggapan yaitu sangat enak dan enak. Data dari grafik penelitian
telah menunjukkan bahwa jumlah responden yang memberi skor
maksimal pada kayu bakar jauh lebih banyak dibanding gas elpiji.
Bahkan empat responden mengatakan cukup enak dan satu
responden mengatakan kurang enak dengan rasa gas elpiji. Jadi
dari segi rasa kayu masih jauh lebih unggul dibanding gas elpiji.
4.2.2 Aroma
Data dari grafik penelitian kembali menunjukkan bahwa
dari segi aroma, kayu bakar juga lebih unggul daripada gas elpiji.
Dari 14 responden penelitian, 9 orang mengatakan aroma kayu
bakar sangat harum dan 1 orang yang mengatakan aroma gas elpiji
sangat harum. Diantara kategori kuesioner, hanya kategori aroma
pada gas elpiji yang mendapat tanggapan terendah (tidak harum)
oleh salah satu responden penelitian.

17

4.2.3 Warna
Dari data yang terdapat pada grafik penelitian diatas,
terdapat kesamaan pada persentase kategori warna dan aroma kayu
bakar. Sembilan orang responden mengatakan sangat harum dan
sangat cerah serta lima orang mengatakan harum dan cerah.
Sedangkan pada gas elpiji terdapat 6 responden yang menjawab
cerah, namun 5 orang responden lain mengatakan kurang cerah.
Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan perbedaan
yang signifikan dari segi warna antara kayu bakar dan gas elpiji.
4.2.4 Tekstur
Tanggapan responden terhadap tekstur nasi yang dimasak
menggunakan kayu bakar tidak begitu maksimal dibanding
kategori-kategori sebelumnya, dimana jumlah responden yang
menjawab sangat lembut dan lembut sama yaitu lima dan yang
menjawab cukup lembut ada empat. Sedangkan pada gas elpiji,
grafik yang terjadi tidak menunjukkan perubahan yang signifikan
dibanding kategori-kategori sebelumnya. Hal ini disebabkan
karena takaran lembut bagi setiap orang terhadap nasi berbedabeda. Ada responden yang mengatakan nasi dari kayu bakar terlalu
lembek dan ada juga yang mengatakan sudah lembut. Sedangkan
pada gas elpiji, ada yang mengatakan teksturnya kasar, tapi ada
juga yang mengatakan lembut karena tidak terlalu lembek dan
tidak juga terlalu kasar.
4.2.5 Tambahan
Akhir-akhir ini ada beberapa studi yang menemukan fakta
dari asap kayu bakar. Pada studi pertama peneliti menemukan

18

adanya penurunan sepertiga kasus pneumonia berat pada anak-anak


jika rumah tersebut memiliki cerobong asap untuk mengurangi
paparan asap dari kayu bakar. Sedangkan studi kedua menemukan
hubungan yang mengejutkan antara paparan asap kayu pada ibu
yang mengandung dengan performa yang buruk akibat adanya
penurunan nilai IQ pada anak usia sekolah dasar.

19

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun hasil dari penelitian yang telah kami lakukan adalah perbedaan antara
memasak dengan kayu bakar dan gas elpiji terlihat sangat jelas dari segi rasa,
aroma, warna, dan tekstur. Meskipun waktu yang dibutuhkan saat memasak
dengan kayu bakar kurang lebih 30 menit dan gas elpiji 15 menit atau 2 : 1,
namun kayu bakar terlihat sangat mendominasi pada semua kategori yang terdapat
pada kuesioner. Dari segi rasa, aroma, dan warna, nasi yang dimasak dengan kayu
bakar cukup mengungguli nasi dari gas elpiji. Sedangkan dari segi tekstur,
perbedaan diantara keduanya terlihat tipis dan kayu bakar tetap lebih baik dari gas
elpiji. Sehingga dapat disimpulkan penyebab mulai jarangnya kayu bakar saat ini
digunakan karena gas elpiji yang lebih praktis dan efisien penggunaannya.
Sedangkan alasan orang-orang tertentu tetap memilih kayu bakar sebagai media
masak adalah karena masakan yang dihasilkan memiliki rasa, tekstur, warna, dan
aroma yang lebih baik dibanding masakan dari gas elpiji. Adapun perbedaan zat
yang terkandung dalam gas elpiji dan kayu bakar yang mempengaruhi masakan
adalah gas elpiji lebih bersih karena zat yang digunakan adalah gas, sedangkan
abu sisa pembakaran dari kayu bakar bisa berkontaminasi dengan masakan yang
menyebabkan masakan menjadi kurang bersih. Cara penggunaan gas elpiji yang
baik dan benar adalah tempatkan kompor dan tabung di ruangan yang memiliki
sirkulasi udara yang baik, lakukan pemasangan selang sesuai dengan prosedur
yang ada, pastikan selang tidak tertekuk atau terjepit, jauhkan tabung dari panas

20

dan percikan api, dan lakukan pengecekan dan pembersihan secara teratur. Cara
penggunaan kayu bakar yang baik dan benar adalah masukkan kayu yang telah
kering kedalam tungku dengan posisi piramida agar pembakaran yang dihasilkan
merata kemudian naikkan masakan diatas tungku, pastikan api tidak tertiup oleh
angin yang menyebabkan pembakaran tidak merata. Resiko yang ditimbulkan jika
memasak menggunakan kayu bakar adalah dapat menyebabkan penyakit
pneumonia berat. Sedangkan resiko yang ditimbulkan jika memasak dengan gas
elpiji adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas sehingga bila
terkena api dapat menyebabkan kebakaran.
5.2 Saran
1. Di zaman yang modern ini telah timbul berbagai macam penyakit yang
disebabkan pola makan serta pengolahan makanan yang salah. Banyak
orang yang memilih makanan dari segi rasa tanpa memperhatikan segi
kebersihan dan kesehatanya, memilih makanan yang diolah dengan praktis
namun kurang sehat. Untuk itu marilah kita sadar bahwa pentingnya
kesehatan, dan dapat dimulai dari memilih makanan yang disamping
lezat, bersih, dan bergizi, juga diolah dengan menggunakan media yang
mendukung kelezatan, kebersihan, dan terutama kesehatan bagi tubuh.
2. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat dikembangkan menjadi lebih spesifik
lagi sehingga kita dapat mengetahui media yang paling sehat untuk
menghasilkan makanan dan cocok dengan gaya hidup saat ini.
1
3. Diharapkan agar para pembaca dapat
memberikan masukan ataupun kritik
8

kepada karya tulis ini untuk mencapai kesempurnaan.

DAFTAR PUSTAKA

21

http://www.belajarpsikologi.com
www.royciesta.com
http://www.m.merdeka.com
http://www.innarif.blogspot.com
http://www.olvista.com
http://www.charcoalfuel.blogspot.com
http://id.wikipedia.org/
http://www.idrap.or.id/
http://www.mangyono. blogspot.com

2
0

22

PERBEDAAN HASIL MASAKAN DARI KAYU


BAKAR DAN GAS ELPIJI
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
1.
2.
3.
4.

Andi Cenningrara
Fachruddin Mansyur
Putra Pamungkas
Remi Syahdeni

SMA NEGERI 1
POLEWALI