Anda di halaman 1dari 16

RETINOPATI HIPERTENSI

Teguh Oky Fachrozy S


Nim : 11.2014.353

RETINOPATI HIPERTENSI

RETINOPATI HIPERTENSI

Retinopati hipertensi adalah suatu kondisi dengan karakteristik ada nya


perubahan vaskularisasi (pembuluh darah) pada retina, pada populasi yang
menderita hipertensi

Penyakit ini merupakan salah satu komplikasi organ target pada mata atau
retina akibat hipertensi. Keadaan pembuluh darah retina sering dipakai
sebagai ukuran keadaan pembuluh darah di dalam organ tubuh lain dan
kelainan pada mata atau retina akibat hipertensi dapat dipakai untuk
petunjuk kelainan yang terjadi pada pembuluh darah otak, jantung, dan
ginjal

RETINOPATI HIPERTENSI

Kelainan pemeriksaan mata pada penderita hipertensi mempunyai peran


dalam menentukan diagnosis dan prognosis penyakit hipertensi. Untuk
memastikan ada tidaknya retinopati hipertensif adalah melalui
pemeriksaan funduskopi direk. Funduskopi direk digunakan untuk melihat
adanya perubahan fundus akibat hipertensi, dengan suatu rumusan
klasifikasi yang dirumuskan oleh para ahli yang didasari perubahan
morfologi retina akibat hipertensi

Tanda-tanda pada retina yang diobservasi adalah penyempitan arteriolar


secara general dan fokal, perlengketan atau nicking arteriovenosa,
perdarahan retina dengan bentuk flame-shape dan blot-shape, cotton-wool
spots, dan edema papilla

Epidemiologi
Sejak tahun 1990, sebanyak tujuh penelitian epidemiologis telah dilakukan
pada sekelompok populasi penduduk yang menunjukkan gejala retinopati
hipertensi. Berdasarkan grading dari gambaran funduskopi, menurut studi
yang dijalankan didapatkan bahwa kelainan ini banyak ditemukan pada
usia 40 tahun ke atas, walau pada mereka yang tidak pernah mempunyai
riwayat hipertensi. Kadar prevalensi bervariasi antara 2% - 15% untuk
banyak macam tanda-tanda retinopati

Mekanisme

Angiospasme/hipertonus pembuluh darah

Angiopati/perubahan organik pembuluh


darah

Retinopati

Gambaran pembuluh darah Retinopati


Hipertensi
Retinopati hipertensi

Grading

Diagnosis
Anamnesis dan pemeriksaan fisik

Funduskopi

Pemeriksaan visus

Pemeriksaan tonometri terutama pada

pasien lanjut usia


USG B-scan untuk melihat kondisi di

belakang lensa
Pemeriksaan laboratorium juga penting

untuk menyingkirkan penyebab lain

Penatalaksanaan

Mengobati faktor primer adalah sangat penting

Tekanan darah harus diturunkan dibawah 140/90 mmHg

Jika telah terjadi perubahan pada fundus akibat arteriosklerosis, maka


kondisi ini tidak dapat diobati lagi.

Beberapa studi eksperimental dan percobaan klinik menunjukkan bahwa


tanda-tanda retinopati hipertensi dapat berkurang dengan mengontrol
kadar tekanan darah

Klasifikasi Hipertensi

Pencegahan Hipertensi
Jika tekanan darah Anda tinggi, maka awasilah dengan ketat sampai bisa turun dan
dikendalikan dengan baik.

Bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah tekanan darah tinggi:

Mengonsumsi makanan sehat

Mengurangi konsumsi garam dan kafein

Berhenti merokok

Berolahraga secara teratur

Menurunkan berat badan, jika diperlukan

Mengurangi konsumsi minuman keras

Prognosis
Prognosis tergantung pada kontrol tekanan darah. Kerusakan penglihatan
yang serius biasanya tidak terjadi sebagai dampak langsung dari proses
hipertensi kecuali terdapat oklusi vena atau arteri lokal. Namun pada
setengah kasus, komplikasi tetap tidak terhindari walaupun dengan kontrol
tekanan darah yang baik.

Sekian dan Terima Kasih