Anda di halaman 1dari 18

PENINGKATAN KINERJA PENGELOLAAN

SUMBER DAYA AIR

DR. Ir. Basuki Hadimuljono, M.Sc

KONGRES SUNGAI INDONESIA


Banjarnegara, 26 Agustus 2015

K E M E N T E R I A N

P E K E R J A A N

UM U M D A N

P E R UM A H A N

R A K Y A T

WATER INDUCED DISSATERS


Panas nian kemarau ini,
rumput-rumputpun merintih sedih,
resah tak berdaya,
di terik sang surya bagaikan dalam neraka,
curah hujan yang dinanti-nanti
tiada juga datang menitik
kering dan gersang menerpa bumi
yang panas bagai dalam neraka
FOTO2: RIAN DAN SOBIRIN

IKLIM INDONESIA
DIPENGARUHI IKLIM GLOBAL:
Monsoon
El Nino Southern Oscillation (ENSO)
Dipole Mode Events (DME)

MONSOON
DES-FEB

equator
MONSOON
JUN-AGS

DME
PERIODE ULANG
15 BULAN
3-4 TAHUN

ENSO

PERIODE ULANG
5-7 TAHUN
CENDERUNG 4 TAHUN

UNTUK MENGURANGI PENGARUH IKLIM GLOBAL


INDONESIA HARUS MAMPU MEMBANGUN IKLIM MIKRO YANG HANDAL
DARI BERBAGAI SUMBER/ SOBIRIN-MUBIAR

INDIKATOR PERUBAHAN IKLIM DAN POTENSI DAMPAKNYA


PEMANASAN SUHU AIR LAUT berpotensi pada
peningkatan kejadian gelombang laut yang abnormal,
penurunan potensi ikan tangkap dan instrusi air laut

http://www.asiaone.com

http://jakartaforum.blogspot.com

KENAIKAN MUKA AIR LAUT - berpotensi


menyebabkan banjir dan hilangnya pulau-pulau kecil

http://kelana-tambora.blogspot.com

http://www.octopus.org.nz
http://www.elmhurst.edu

http://www.wildlifeextra.com

http://aeromaiden.blogspot.com

PERUBAHAN CURAH HUJAN berpotensi


menyebabkan banjir dan erosi

KENAIKAN

TEMPERATUR

berpotensi
menyebabkan kebakaran hutan, kekeingan dan
hilangnya keragaman hayati

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM

ANALISIS HUJAN HARIAN MAKSIMUM TAHUNAN

Hanya wilayah dengan warna biru yang memiliki trend positip kenaikan hujan harian
maksimum tahunan,
Waspadai dan sesuaikan bangunan air yang yang berada di wilayah tsb.
Kenaikan debit banjir di luar wilayah tersebut cenderung diakibatkan oleh kerusakan
lingkungan

Sebaran Pembangunan 65 Bendungan 2015-2019

7000

5961

6000

4717

5000
4000
2486

KINERJA TAMPUNGAN AIR


DI INDONESIA

3000
2000
1000

1277
38

63.5

Dari total potensi 3,9 triliun m3 air di


Indonesia, baru 15 milyar m3 atau 63,5
m3 per kapita yg dpt dikelola melalui
reservoir. Angka ini jauh lebih rendah dari
Thailand (1.277 m3 / kapita) dan satu
tingkat di atas Ethiopia (38 m3/kapita)

15 M m3
203 buah

6,5 M m3
190 buah

2,3 M m3
28 buah

Terbangun

Potensi

On going

Dengan selesainya waduk on going (2017),


akan memberikan tambahan volume
sebesar 2,3 milyar m3, shg total
tampungan
17,4 milyar m3 ( 73,42 m3/kapita) &
irigasi waduk menjadi= 960.000 ha

SEBARAN AREAL SAWAH BERIRIGASI DI INDONESIA


TOTAL AREAL: 7,230,183 HA

LAHAN KRITIS DAN LAJU DEFORESTRASI

1. Meluasnya lahan kritis


(13,1 jt Ha pada thn 1992, kini sudah mencapai
> 18,5 jt Ha).
2. Meningkatnya sebaran DAS kritis
(22 DAS pada th 1984, menjadi 39 DAS pada th
1992, menjadi 62 DAS pada th 2005, menjadi 68
DAS pada th 2012 ).

DAMPAK KERUSAKAN DAS


Sedimentasi (tampungan
waduk berkurang)
Ancaman fungsi pengendalian
banjir dan penyediaan air

Waduk Harian Wlingi


(sisa tampungan 18% - 2004)
Waduk Harian Lodoyo
(sisa tampungan 39% - 2003)

Waduk Harian Sengguruh


(sisa tampungan 11% - 2003)
Waduk Tahunan Sutami
(sisa tampungan 51% - 2003)

Waduk Tahunan Selorejo


(sisa tampungan 71% - 2003)

WILAYAH SUNGAI INDONESIA

Pengelolaan SDA
Terpadu

Wadah Koordinasi

TKPSDA
(Tim Koordinasi
Pengelolaan Sumber
Daya Air)

50% Wakil
Pemerintah
50% wakil NonPemerintah

INTEGRASI DALAM PENATAAN RUANG


SEBAGAI KUNCI PEMBANGUNAN
RT RW

POLA
&RENCANA
PSDA

Berbasis Administrasi

Pembangunan infrastruktur yang


berkelanjutan
Dimulai dari
proses
perencanaan
ruang yg
efektif

Perencanaan
Pola & Struktur
Ruang

(PENATAAN
RUANG)
Pengendalian
dan
pengawasan
yang tegas

Perlu upaya agar tata ruang mampu


menyelaraskan dan mensinkronkan
infrastruktur secara menyeluruh

Fungsi
Hidrologi
Sungai

Berbasis WS

(SUMBER
DAYA AIR)

Keperluan
Konservasi Hutan

(KEHUTANAN)

RENCANA
Pengelolaan
DAS
Berbasis DAS

OPTIMALISASI TAMPUNGAN
Pemulihan Aquifer Dalam

Pemulihan Aquifer Dangkal

Penghijauan

Revitalisasi Bangunan Air

Pengelolaan Portal SIH3 oleh BMKG selaku


Koordinator SIH3

PENGELOLAAN

1. PUPR
2. BMKG
3. ESDM

sesuai Peraturan
Presiden No.88
Tahun 2012

: Hidrologi
: Hidrometeorologi
: Hidrogeologi

PENANDATANGANAN KERJASAMA DENGAN MENTERI PERTANAHAN, INFRASTRUKTUR


DAN TRANSPORTASI REPUBLIK KOREA SELATAN (MOLIT)

ENVIROMENTAL REMIDIATION DAN RESTORASI SUNGAI

Restorasi Bendung Simongan (Semarang)

NCICD (DKI JAKARTA)

Restorasi Lingkungan & Sungai di S. Cikapundung (Jawa Barat)

Anda mungkin juga menyukai