Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perkembangan informasi teknologi secara terus-menerus mengubah dunia
bisnis.Perusahaan tradisional mampu menciptakan produk dan jasa yang baru, mengembangkan
model bisnis yang lama untuk dijadikan sebagai model bisnis yang baru.Manajemen teknologi
informasi perusahaan juga telah berubah dengan menggunakan jaringan digital yang
berkecepatan tinggi.Dengan pertumbuhan sistem informasi yang begitu cepat seorang manajer
bisa bekerja dengan menggunakan akses on-line yang bisa digunakan lebih cepat untuk
mengetahui perkembangan informasi perusahaan.
Sebagai calon manajer perusahaan kita perlu mengetahui perkembangan informasi
teknologi tersebut dengan baik dan benar.Dengan mengetahui hal tersebut seorang manajer bisa
mengetahui hubungan antara organisasi perusahaan, sistem informasi, dan strategi bisnis.Dan
sebagai seorang manajer juga perlu mendesain, membangun, dan menjalankan sistem informasi.
Oleh karena itu disini kita akan sedikit mengulas mengenai Sistem Informasi, Organisasi, dan
Strategi serta mengenai Keunggulan Kompetetif.
B. Rumusan masalah
Dari latar belakang yang tersebut diatas, maka diperoleh sebuah rumusan masalah sebagai
berikut ;
1. Apa yang dimaksud dengan organisasi dan sistem informasi itu ?
2. Bagaimana sistem informasi mempengaruhi organisasi dan perusahaan ?
3. Bagaimana cara menggunakan sistem informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif
perusahaan ?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1Pengertian Organisasi
Organisasi merupakan struktur formal yang stabil dan formal yang yang mengambil
sumber daya dari lingkungan dan memprosesnya untuk menjadikan untuk menciptakan
output.Organisasi juga merupakan struktur social karena merupakan sekumpulan elemen
sosial.Gambaran perilaku organisasi yang lebih realistis adalah sekumpulan hak, kewajiban, dan
tanggung jawab yang diseimbangkan seiring periode waktu melalui konflik dan pemecahan
konflik.(Laudon,C Kenneth. Laudon, P Jane :97 ).
Selain itu menurut Kenneth dalam buku edisi ke-8 menjelaskan definisi organisasi juga
ada dua yaitu organisasi (definisi teknis) adalah struktur sosial resmi yang stabil yang memiliki

sumber-sumber berasal dari lingkungan dan memproses sember-sumber itu agar menghasilkan
output.Dan organisasi (definisi behavioral)adalah kumpulan hak, hak khusus, kewajiban dan
tanggung jawab yang harus dengan cermat diseimbangkan selama periode waktu tertentu melalui
konflik dan resolusi konflik.
Ciri-ciri Organisasi
a. Prosedur Standart Pengoperasian
Aturan-aturan rutinitas standart yang dikumpulkan menjadi aturan-aturan, prosedur dan
praktik-praktik yang saksama dan rasional yang dikembangkan untuk dapat mencangkup semua
situasi yang mungkin dihadapi.
b. Politik Organisasi
Orang-orangdalam organisasi menempati posisi yang berbeda dengan keahlian,
pertimbangan, dan prespektif yang berbeda.Akibatnya, mereka secara alami mereka memiliki
sudut pandang berbeda mengenai bagaimana sumber daya, penghargaan, hukuman harus
diberikan.

c.

Budaya Organisasi
Seluruh organisasi memiliki asumsi dasar, yang tak dapat dibantah, dan tidak dapat
dipertanyakan yang menjelaskan tujuan dan produk organisasi tersebut. Budaya organisasi
meliputi seperangkat asumsi fundamental mengenai produk apa yang harus diproduksi
organisasi, bagaimana organisasi memproduksinya, di mana, dan untuk siapa.
Pada saat yang bersamaan, budaya organisasi adalah hambatan kuat pada perubahan,
terutama perubahan teknologi.
d. Lingkungan Organisasi
Organisasi dan lingkungan memiliki hubungan memberi dan menerima.Pada satu sisi,
organisasi terbuka kepada, dan bergantung kapada, lingkungan social dan fisik yang
mengelilinginya. Pada sisi lain, organisasi dapat memengaruhi lingkungan.
Strukutur Organisasi
Menurut Mintzberg, 1979 menunjukkan 5 dasar struktur organisasi, yaitu ;
Tipe Organisasi Keterangan
Contoh
Struktur
Perusahaan kecil, lingkungan cepat Bisnis kecil yang
usahawan
berubah, struktur organisasi sederhana, baru mulai.
dikelola oleh usahawan yang bertindak
sebagai direktur pelaksana tungal.

Birokasi mesin

Birokrasi besar, lingkungan yang Perusahaan


lambat berubah, produk adalah barang- manufactur skala
barang standart, didomonasi oleh tim menengah.
dan sntralisasi.

Birokrasi
divisional

Kombinasi dari beragagam birokrasi


mesin, menghasilkan produk dan
layanan berbeda, dikendalikan oleh
kantor pusat.

General
motor
yang
memiliki
perusahaan
sejumlah 500.

Birokrasi
professional

Organisasi
berbasis
pengetahuan,
produk jasa sesuai keahlian dan
pengetahuan
para
professional,
didominasi oleh kepala departemen
dengan otoritas sentralisasi lemah.

Perusahaan
hokum,sistem
sekolah,
rumah
sakit.

Adhokrasi

Organisasi satuan tugas, responsif Perusahaan


pada perubahan lingkungan, terdiri dari konsultan
sekelompok
spesialisasi
yang
terorganisasi,
tim
multidisipliner
jangka pendek dan memiliki kelemahan
manajemen pusat

2.2Sistem Informasi Memengaruhi Organisasi dan Perusahaan


Sistem informasi dan organisasi saling mempengaruhi, agar memberi informasi yang
dibutuhkan pada suatu bagian tertentu yang penting bagi organisasi. Organisasi disisi lain juga
harus waspada dan terbuka terhadap pengaruh sistem informasi supaya mendapat keuntungan
dari teknologi baru.
Sitem informasi menjadi alat integral, online, interaktif yang erat kaitannya dengan tiap
menit operasi dan pengambilan keputusan pada organisasi besar.Dalam sebuah perusahaan
terdapat departemen sistem informasi yang merupakan unit organisasi formal yang bertanggung
jawab untuk memelihara fungsi sistem informasi di dalam organisasi.
Departemen sistem informasi terdiri dari para ahli seperti programer (ahli teknis terlatih
yang membuat kode-kode intruksi perangkat lunak dan komputer),analisis sistem (petugas ahli
yang menerjemahkan masalah-masalah bisnis dan persyaratannya untuk menjadi peersyaratan
informasi dan sistem serta sebagai penyusun link-link utama antar kelompok), manajer sistem
informasi (pemimpin dari beragam ahli pada departemen sistem informasi), chief information
officer(manajer senior yang bertugas mengepalai fungsi sitem informasi si dalam perusahaan)
dan end user (perwakilan diluar kelompok sistem informasi sebagai objek sasaran
pengembangan aplikasi).
Selama dekade terakhir, sistem informasi secara fundamental telah mengubah ekonomi
organisasi dan meningkatkan kemungkinan mengelola pekejaan.Dan hal tersebut menimbulkan

beberapa dampak bagi organisasi danperusahaan. Diantara dampak-dampak dari sistem


informasi memengaruhi organisasi dan perusahaan yaitu :
a. Dampak Ekonomi
Teknologi sistem informasi sebenarnya ditolak oleh sejumlah manager madya dan pekerja
data karena teknologi informasi menggantikan pekerjaannya. Namun, teknologi informasi juga
membantu perusahaan memperkecil ukuran karena ia mampu mereduksi biaya. Menurut teori
biaya transaksi, perusahaan dan individu selalu meminimalkan biaya transaksi, begitu juga
dengan biaya-biaya produksi. Memanfaatkan pasar adalah mahal (Williamson, 1985; Coase,
1937) karena memerlukan biaya-biaya seperti lokasi, dan komunikasi dengan para pemasok jarak
jauh, pembelian asuransi, mendapat informasi prduk,dll.
Menurut teori agensi, perusahaan lebih dipandang sebagai link kontrak antara individuindividu yang hanya berorientasi demi keuntungan pribadi daripada satu kesatuan entitas yang
berorientasi pemaksimalan laba (Jensen dan Meckling, 1976).
b. Dampak Organisasi dan Perilaku
Berdasarkan penelitian behavioral, disusunlah teori yang mengatakan bahwa teknologi
informasi mampu mengubah hierarki dari pengambilan keputusan pada pada organisasi dengan
cara menekankan biaya yang diperlukan oleh informasi dan memperluas distribusi
informal (Malone, 1997).
Pendekatan behavioral lainnya memandang lainnya memandang sistem informasi sebagai
jalan keluar dari kompetisi politik antara kelompok-kelompok organisasi untuk mempengaruhi
kebijakan-kebijakan organisasi, prosedur, dan sumber-sumber organisasi (Laudon, 1974; Keen,
1981; Kling, 1980)
2.3 Manager, Pengambilan Keputusan dan SIstem Informasi
Peran Manager dalam Organisasi
Manager memainkan peran didalam organisasi. Tanggung jawabnya meliputi
pengambilan keputusan, membuat laporan, menghadiri pertemuan, mengatur perayaanperayaan.Model Klasik Manajemen, merupakan derkripsi tradisional dari manjemen yang
berfokus pada fungsi-fungsi formal dari manjemen yaitu perencanaan, pengorganisasian,
koordinasi, pengambilan keputusan dan control.Model behavioral,menjelaskan manajemen
berdasarkan penelitian behavioral mengenai apa yang sesungguhnya dilakukan para manager
dalam mengembangkan tugasnya.
Peran Manager, merupakan aktivitas manager yang harus dijalankan manager di dalam sebuah
oraganisasi. Peran manager menurut Mintzbergdibagi dalam 3 kategori, yaitu :
1. Peran interpersonal, manager bertindak sebagai figure kepala dan pemimpin organisasi.
2. Peran informal, yaitu manager menjadi pusat nadi organisasi, menerima dan menyebarkan
informasi penting.
3. Peran decisional, yaitu manager menginisiasi aktivitas, menagani ksulitan, mengalokasi sumbersumber dan negosiasi konflik.
Model-model pengambilan Keputusan
Model pengambilan keputusan focus pada pengambilan keputusan individual dan
sebagian lagi focus kepada pengambilan keputusan dalam kelompok.

Model-model pengambilan keputusan individual mengasumsikan bahwa manusia adalah


rasional.Model rasional, model perilaku manusia berdasar keyakinan bahwa orang-orang,
organisasi dan bangsa menjalankan kalkulasi pemaksimalan nilai yang secara mendasar
konsisten.Model kognitif, yaitu disposisi kpribadian yang mendasar terhadap perlakuan atas
informasi, laternatif, pilihan dan evaluasi terhadap konsekuensi. Pembuat keputusan sistematis,
mendekati permasalahan dengan cara menstrukturisasikan masalah berdasarkan beberapa metode
formal. Mereka mengevaluasi dan mengumpulkan informasi berdasarkan metode terstrukturnya.
Dan para pembuat keputusan intuisif mendekati permasalahan dengan beragam metode,
menggunakan cara trial and error untuk mencari solusi. Mereka cenderung tidak
menstrukturisasikan pengumpulan informasi atau evaluasi (McKenney dan Keen, 1974)
Namun, kadang kalli keputusan tidak diambil secara individual melainkan leh kelompok
atau organisasi keseluruhan.Pengambilan keputusan model organisasional, memperhitungkan
karateristik pollitik dan structural dari organisasi.Menurut pengambilan keputusan birokratis,
tujuan terpenting organisasi adalah memelihara organisasi itu sendiri dan keputusan yang
dihasilkan dibentuk dari prosedur standart pengoperasian.Pengambilan keputusan model
politisyaitu model pengambilan keputusan dimana keputusan yang dihasilkan berasal dari
persainngan dan tawar-menawar antara kelompok-kelompok terkait dan pemimpin-pemimpin
utama dalam organisasi. Selain itu teori pengambilan keputusan modelkeranjanng
sampah yaitu model pengambilan keputusan yang menyatakan bahwa organisasi tidaklah
rasional dan bahwa keputusan merupakan solusi masalah karena kebetulan saja.

IMPLIKASI untuk PERANCANGAN dan PEMAHAMAN SISTEM INFORMASI


Agar mampu memberikan manfaat, sisitem inforamsi harus dibangun dengan suatu
pemahaman yang jelas atas organisasi tempat sistem itu diterapkan dan bagaimana sistem
informasi secara tepat memberi kontribusi untuk pengambilan keputusan manajerial. Faktorfaktor sentral pada organisasi yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan sistem adalah :
Lingkungan dimana organisasi harus berfungsi.
Srtuktur organisasi hierarki, spesialisasi dan prosedur standart pengoperasian.
Kultur dan politik organisassi.
Tipe organisasi dan gaya kepemimpinannya.
Kelompok-kelompok utama terkait yang mempengaruhi sitem dan perilaku para pekerja yang
akan menggunakan sistem tersebut.
Jenis tugas, keputusan, dan proses bisnis yang akan dibantu oleh sistem informasi.
Para perancang sistem informasi harus mendesain sistem yang memiliki karateristik
berikut :
Fleksibel dan memberi banyak pilihan untuk menangani data dan mengevaluasi informasi.
Mampu mendukung beragam gaya, ketrampilan dan pengetahuan juga mampu melacak banyak
alternative dan konsekuensi.
Sensitive atas birokrasi organisasi dan ketentuan-ketentuan politik.
2.4 Menggunakan Sistem Informasi untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif
Sistem informasi adalah suatu sistem virtual data mereka mencerminkan sistem fisik dari
sebuah perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan untukmemberikan keunggulan

kompetitifkepada perusahaan. Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa
para pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas
para pesaingnnya. Mereka dapat keunggulan ini dengan memberikan produk dan jassa pada
harga yang lebih rendah, memberikan produk dengan jassa dan kualitass yang lebih tinggi, dan
memenuhi kebutuhan-kebutuhan khususdari segmen-segmen pasar tertentu.
Satu yang tidak selalu terlihat jelas adalah adanya fakta bahwa sebuah perusahaan juga
akan mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya virtualnya. Di dalam
bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada
penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage) didalam pasar.Ingat bahwa
manajer perusahaan menggunakan sumber daya virtual sekaligus juga fisik dalam memenuhi
tujuan-tujuan strategi perusahaan.Pandangan secara luas atas keunggulan kompetitif menyadari
adanya organisasi-organisasi yang bersaing dengan perusahaan sekaligus sekaligus juga
profesional dan staf di negara-negara lain yang bersaing memperebutkan pekerjaan dengan
karyawan perusahaan.Perusahaan multinasional sering kali mengontrakkan pekerjaan (outsource)
ke organisasi-organisasi lain agar dapat mencapai suatu keunggulan ekonnomi.Perusahaan yang
melakukan bisnis secara global memiliki kebutuhan-kebutuhan informasi dan koordinasi
khusus.Biasanya keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya
fisik.
Beberapa perusahaan berkinerja lebih baik daripada yang lain. Perusahaan yang
melakukan kinerja lebih baik daripada yang lain dikatakan memliki keunggulan kompetitif.
Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif biasanya memiliki akses terhadap sumber daya
khusus yang tidak dimilki yang lain, atau juga mampu menggunakan sumber daya yang tersedia
umum dengan lebih efisien-biasanya pengetahuan dan aset informasi yang superior.
Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya,
perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya.
Perusahaan dapat mencapai keunggulan ini dengan memberikan produk dan jasa pada harga
yang lebih rendah, memberikan produk dan jasa dengan kualitas yang lebih tinggi, dan
memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus dari segmen-segmen pasar tertentu.
Di dalam sistem informasi, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi
untuk mendapatkan pengungkit (leverage) di dalam pasar.
Pendukung utama keunggulan kompetitif adalah Michael Porter, yang mengembangkan
konsep-konsep seperti rantai nilai (value chains) dan sisteam nilai (value system).
1.
Rantai Nilai Porter
Profesor Harvard Michael E. Porter adalah orang yang paling sering dikaitkan dengan
topik keunggulan kompetitif.Buku dan artikel-artikel yang ditulisnya memberikan panduan dan
strategi bagi perusahaan yang mencoba untuk mendapatkan keunggulam diatas para
pesaingnya.Porter yakin bahwa sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan
menciptakan suatu rantai nilai (value chains).

Gambar 1.1 Rantai nilai


Margin adalah nilai produk atau jasa perusahaan dikurangi dengan biaya produksi dan
margin merupakan tujuan dari rantai nilai tersebut.
Aktivitas-aktivitas nilai pokok ditunjukkan pada gambar (Merah) meliputipengumpulan
logistik (inbound logistic) untuk mendapatkan bahan mentah dan persediaan lainnya dan
menyuplai; Operasional yaitu mengubah barang baku menjadi barang jadi; penyebaran
logistic(outbound
logistik) yaitu
transportasi
dan
distribusi
produk
kepada
pelanggan; pemasaran dan penjualan yaitu mengetahui kebutuhan pelanggan dan menerima
pesanan; dan servis atau pelayanan untuk memelihara hubungan baik dengan para pelanggan
setelah transaksi jual-beli.
Aktivitas-aktivitas nilai penunjang tampak pada gambar (warna biru), terdiri
dari infrastruktur perusahaan,yaitu penyusunan organisasi yang mempengaruhi semua aktivitas
pokok. Sebagian ada tiga aktivitas yang berpengaruh pada aktivitas utama, ketiga aktivitas itu
adalah pengelola sumber daya manusia terdiri dari seluruh aktivitas yang berhubungan dengan
pengelolaan peawai perusahaan, termasuk fungsi dan peran yang dilaksanakan oleh para
manager; pengembangan
teknologi yaitu
semua
aktivitas
yang
melibatkan
teknologi; pengadaanatau perolehan yaitu aktivitas yang berhubungan dengan pengadaan
sumber daya seperti material dan mesin yang akan digunakan oleh aktivitas-aktivitas utamanya.
STRATEGI LEVEL BISNIS dan MODEL RANTAI
Pada level ini perusahaan mulai berfikir tentang bagaimana cara perusahaan berkompetisi
dalam pasar tententu. Strategi yang paling umum untuk level ini adalah : (1) menjadi pengahsil
produk dengan biaya produksi rendah; (2) mendiferensiasikan produk dan jasa; (3) mengubah
lingkup persaingan baik dengan cara memperluas pasar ke pasar persainganglobal maupun
dengan mmpersempit pasar fokus pada satu wilayah yang tidak mampu dicapai pesaing-.
Mendongkrak Teknologi dalam Rantai Nilai
Model rantai nilai memberi perhatian pada aktivitas khusus dimana strategi kompetitif
bisa diterapkan dengan paling baik (Porter, 1985) dan dimana sistem informasi memberi dampak
strategis.Model aktivitas ini telah dijelaskan pada Rantai Nilai Porter pada pembahasan
sebelumnya.
Jaringan yang beroprasi secara digital dibanyak perusahaan independen bisa
dimanfaatkan tidak hanya untuk membeli barang-barang persediaan tetapi juga untuk
berkoordinasi dengan erat mengenai produk.Perusahaan bisa memanfaatkan sistem informasi
untuk menciptakan produk dan jasa baru yang unik yang bisa dengan mudah dibedakan dari
produk pesaingnya. Sistem informasi strategis untuk diferensiasi produk dapat mencegah salah

respon, yaitu seakan akan perusahaan yang memiliki produk dan jasa yang berbeda tidak peru
lagi bersaing dalam basisi biaya.
Sebagian besar produk dan jasa berbasis teknologi informassi diciptakan oleh
infrastruktur financial.
2.

Memperluas Ruang Lingkup Rantai Informasi


Manajemen harus waspada terhadap tambahan keunggulan yang dapat dicapai dengan
menngaitkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai organisasi lain kaitan seperti ini dapat
meghasilkan suatu sistem antarorganisasional(interorganizational system-IOS). Perusahaanperusahaan yang berpartisipasi disebut sebagai sekutu bisnis (business partners) mereka bekerja
bersama sebagai suatu unit tunggal yang terkoordinasi, sehingga menimbulkan suatu sinergi
yang tidak dapat dicapai jika masing-masing bekerja sendirian.
Sebuah perusahaan dapat menngaitkan rantai nilainya kepada rantai nilai pemasoknya
dengan mengimplementasikansistem yang membuat sumber daya input tersedia bila dibutuhkan.
Perusahaan juga dapat mengaitkan rantai nilainya dengan rantai nilai para anggota jalur
distribusinya, sehingga menciptakan suatu sistem nilai(vaue system). Ketika para pembeli
perusahaan produk perusahaan adalah organisasi, rantai nilai mereka akan juga dapat dikaitkan
dengan rantai nilai perusahaan dan para anggota distribusinya.
2.5 Dimensi-dimensi Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan strategis,
taktis maupun operasional.
a. Keunggulan Strategis
Keunggulan ini merupakan keunggulan yang memiliki dampak fundamental dalam
membentuk operasi perusahaan. Sistem informasi keunggulan strategis ini bisa dilihat dalam
suatu perusahaan yang memutuskan untuk mengubah semua data perusahaan yang dimiliki
kedalam database yang memungkinkan untuk digunakan bersama-sama dengan
pelangganataupun partner bisnis, database standart yang bisa diakses melalui web browser.
Bernagai koneksi ke internet memungkinkan web browser untuk mengakses laporan secara maya
dari berbagai tempat didunia. Dengan cara yang sama, pelanggan dan pemasok yang berpotensi
di berbagai tempat diseluruh didunia mempunyai akses yang memadai terhadap bahan baku dan
barang jadi perusahaan untuk mempercrpat transaksi penjualan dan pembelian perusahaan.
Tingkat strategis akan menentukan arah dan tujuan perusahaan, namun tetap masih
terdapat kebutuhan akan suatu rencana yang dapat mencapai suatu strategi yang menyadari arti
penting dari keamanan
b. Keunggulan Taktikal
Keunggulan taktikal didefinisikan sebagai metode membuat dan menyempurnakan
strategi menggunakan cara yang lebih baik dibandingkan dengan cara yang digunakan para
pesaing.Keputusan strategis dibuat agar sistem informasi perusahaan mampu memberi pelayanan
yang memuaskan bagi para pelanggan, ini juga berarti sisitem informasi taktis yang
dikembangkan perusahaan tidak hanya meningktakan kepuasan pelanggan tetapi juga
meningkatkan keuntungan perusahaan.
c. Keunggulan Operasional

Keunggulan operasional merupakan keunggulan yang berhubungan dengan transaksi


adan prose sehari-hari. Di sinilah sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan
proses. Situs web mampu mengingat pelanggan dan prefensinya melalui masa lalu
menggambarkan suatu keuntungan professional. Browser sering mempunyai cookies dan
informasi lainnya yang berhubungan dengan transaksi pelanggan. Penggunaan computer oleh
pelanggan untuk memasukkan data akan lebih akurat. Karena data yang dimasukkan sendiri oleh
pengguna, maka ada perasaan kepemilikan dari pengguna, bila data yang dimasukkan ternyata
tidak akurat maka pengguna tidak boleh menyalahkan perusahaan.Untuk berbagai alas an
operasional, akses web terhadap sistem informasi perusahaan meningkatkan hubungan
perusahaan dengan pelanggan.
Dari tiga tingkat keunggulan kompetitif di atas akan bekerja bersama-sama. Sistem
informasi yang terpengaruh olehketiga tingkat ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk
meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara substansial.

BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
Teknologi informasi menyediakan alat bantu bagi para manager untuk menelesaikan baik
peran baru maupun peran tradisionalnya. Menemukan cara dalam memanfaatkan teknologi
informasi untuk mencapai keuntungan kompetitif pada bisnis, perusahaan dan level industry
merupakan tanggung jawab kunci bagi manajer.
Teknologi pada zaman sekarang ini dapat mendorong kearah efisiensi dan perubahan
utama organisasidan mengurangi biaya-biaya transaksi dan bisa juga menjadi sumber
keuntungan kompetitif.

Teknologi informasi menawarkan cara-cara baru untuk mengorganisasi kerja dan


menggunakan informasi yang dapat meningkatkankekayaan serta mempertahankan hidup
organisasi.

DAFTAR PUSTAKA
Laudon, C. Kenneth., Laudon, P. Jane.2007.Sistem Informasi Manajemen Edisi 10 Buku
1.Salemba Empat : Jakarta.
McLeod, Jr., Raymond., Schell, George P.2008. Sistem Informasi Manajemen Edisi 10. Salemba
Empat : Jakarta.
Kuncoro
Mudrajat,strategi.2006.StrategiBagaimana
Meraih
Keunggulan
Kompetitif?.Erlangga:Jakarta
McLeod, Jr., Raymond ..Schell, George P.2007. Sistem Informasi ManajemenEdisi 09. PT.
Indeks : Jakarta