Anda di halaman 1dari 17

SISTEMINFORMASIUNTUKKEUNGGULAN

KOMPETITIF
1. Pendahuluan
Model sistem umum perusahaan akan dapat menjadi contoh pola yang baik untuk menganalisis
sebuah organisasi. Model ini akan menyoroti unsur-unsur yang seharusnya ada dan bagaimana
unsur-unsur tersebut seharusnya berinteraksi. Dalam hal yang sama, model delapan unsur
lingkungan sebuah perusahaan dapat menjadi suatu cara yang baik untuk memahami
kompleksitas dari bagaimana perusahaan akan berinteraksi dengan lingkungannya. Integrasi
antara model sistem umum dan model delapan unsur lingkungan akan menjadi dasar dari suatu
konsep manajemen rantai pasokan (supply chain management).
Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya fisik, akan tetapi sumber
daya virtual ternyata juga dapat memainkan peranan yang besar. Michael E. Porter diakui
sebagai orang yang paling banyak mengungkapkan konsep keunggulan kompetitif dan
mengontribusikan pemikiran-pemikiran mengenai rantai nilai (value chain) dan sistem nilai
(value system), yang setara dengan melihat sesuatu secara sistem atas perusahaan dan
lingkungannya. Para eksekutif perusahaan dapat menggunakan informasi tersebut untuk
mendapatkan keunggulan strategis, taktis, dan operasional.
Sumber daya informasi sebuah perusahaan meliputi peranti keras, peranti lunak, spesialis
informasi, pengguna, fasilitas, basis data (database), dan informasi. Informasi memiliki empat
dimensi yang diinginkan: relevansi, akurasi, ketetapan waktu, dan kelengkapan. Eksekutif
perusahaan melakukan perencanaan strategis untuk keseluruhan organisasi, area bisnis, dan
sumber daya informasi. Chief information officer (yang disebut pula chief technology officer)
memainkan peranan penting dalam semua jenis perencanaan strategis. Sebuah rencana strategis
untuk sumber daya informasi akan mengidentifikasikan tujuan-tujuan yang harus dipenuhi oleh
sistem informasi perusahaan di tahun-tahun mendatang dan sumber daya informasi yang akan
diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
1.1 Perusahaan dan Lingkungannya
Perusahaan adalah Suatu sistem fisik yang dikelola melalui penggunaan sebuah sistem virtual.
Sistem fisik perusahaan merupakan suatu sistem terbuka di mana ia berhadapan dengan
lingkungannya. Sebuah perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungannya, mengubah
sumber daya tersebut menjadi produk dan jasa, dan mengembalikan sumber daya yang telah
diubah kembali ke lingkungan.
1.2 Aliran Sumber Daya Fisik
Sumber daya fisik sebuah perusahaan meliputi pegawai, bahan baku, mesin, dan uang. Pegawai
dipekerjakan oleh perusahaan, diubah ke tingkat keahlian yang lebih tinggi melalui pelatihan dan
pengalaman, dan pada akhirnya meninggalkan perusahaan. Bahan baku memasuki perusahaan

dalam bentuk input mentah dan diubah menjadi barang jadi, yang kemudian dijual kepada para
pelanggan perusahaan. Mesin dibeli, digunakan dan pada akhirnya dijual dalam bentuk
penerimaan penjualan investasi pemegang saham, dan pinjaman lalu diubah menjadi pembayaran
kepada pemasok, pajak kepada pemerintah, dan pengembalian kepada para pemegang saham.
Ketika berada di dalam perusahaan, sumber daya fisik dipergunakan untuk menghasilkan produk
dan jasa yang dijual oleh perusahaan kepada para pelanggannya.
1

1.3 Mekanisme Pengendalian Perusahaan


Unsur-unsur perusahaan yang mengendalikan operasinya sendiri meliputi :

1. standar kinerja yang harus dipenuhi oleh perusahaan jika


tujuannya secara keseluruhan,
2. manajemen perusahaan, dan
3. suatu pemroses informasi yang mengubah data menjadi informasi.

ia

ingin

mencapai

1.4 Lingkaran Umpan Balik


Lingkaran Umpan Balik (feedback loop) terdiri atas sumber-sumber daya virtual. Data
dikumpulkan dari perusahaan dan dari lingkungan lalu dimasukkan ke dalam pemroses
informasi, yang mengubahnya menjadi informasi. Informasi ini kemudian diberikan kepada para
manajer, yang melakukan pengambilan keputusan yang akan memengaruhi perubahan-perubahan
yang dibutuhkan pada sistem fisik.
Manajemen akan dipandu dalam pengambilan keputusannya oleh standar-standar kinerja
perusahaan. Standar kinerja ini juga dapat dipergunakan oleh pemroses informasi untuk
mengetahui apabila perusahaan tidak memberikan kinerja sesuai dengan yang diharapkan.
1.5 Perusahaan di dalam Lingkungannya
Sebuah perusahaan tercipta atas dasar tujuan untuk memberikan produk dan jasa yang memenuhi
kebutuhan lingkungannya. Sama pentingnya, sebuah perusahaan tidak akan dapat berfungsi
tanpa sumber daya yang diberikan oleh lingkungannya.
Lingkungan dapat bervariasi dari suatu perusahaan ke perusahaan lainnya. Unsur-Unsur
lingkungan adalah organisasi dan individu yang berada di luar perusahaan dan memiliki
pengaruh langsung maupun tidak langsung atas perusahaan. Kedelapan unsur terdapat di dalam
suatu sistem yang lebih besar yang disebut masyarakat (society).
Pemasok (supplier), atau yang disebut juga vendor, memasok bahan baku, mesin, jasa, orang,
dan informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasanya. Produk
dan jasa ini lalu dipasarkan kepada pelanggan (customer) perusahaan. Serikat pekerja (labor
union) adalah organisasi dari para pekerja terampil maupun tidak terampil dari berbagai jenis
bidang usaha dan industri.
Komunitas keuangan (financial community) terdiri atas institusi-institusi seperti bank dan
institusi pemberi pinjaman lainnya yang memengaruhi sumber daya keuangan yang tersedia bagi

perusahaan. Pemegang saham dan pemilik (stockholders and owners) adalah orang-orang yang
menginvestasikan uang ke dalam perusahaan. mereka adalah pemilik perusahaan yang
sebenarnya.
Pesaing (competitor) mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan di dalam
pasar. Pemerintah (government), baik itu di tingkat nasional, provinsi, maupun lokal, akan
memberikan pembatasan dalam bentuk pembelian, informasi, dan dana. Komunitas operasinya.
Perusahaan menunjukkan tanggung jawabnya kepada masyarakat global dengan menghargai
lingkungan hidup, memberikan produk dan jasa yang memberikan kontribusi kepada mutu
kehidupan, dan melakukan operasinya secara etis.
1.6 Aliran Sumber Daya Lingkungan
Perusahaan terhubung dengan unsur-unsur lingkungannya melalui aliran sumber daya
lingkungan (environmental resource flows). Aliran-aliran yang umum terjadi meliputi aliran
informasi dari pelanggan, aliran bahan baku kepada pelanggan, aliran uang kepada pemegang
saham, dan aliran bahan baku dari pemasok.
Aliran yang lebih jarang terjadi meliputi aliran uang dari pemerintah (seperti untuk penelitian),
aliran bahan baku kepada pemasok (pengembalian barang dagangan), dan aliran pegawai kepada
pesaing (karyawan yang dibajak oleh perusahaan lain).
Tidak semua aliran sumber daya terjadi di antara perusahaan dan seluruh untuk lingkungannya.
Satu-satunya sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan seluruh unsur adalah
informasi dan perusahaan berusaha untuk menjadikan hubungan informasi dengan pesaing
sebagai suatu aliran satu arah.

1.7 Mengelola Aliran Sumber Daya Fisik Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain
Management)
Jalur yang memfasilitasi aliran sumber daya fisik dari pemasok kepada perusahaan dan
selanjutnya kepada pelanggan disebut sebagai rantai pasokan (supply chain). Aliran sumber daya
melalui rantai pasokan harus dikelola untuk memastikan bahwa aliran tersebut terjadi dengan

cara yang tepat waktu dan efisien. proses ini disebut sebagai manajemen rantai pasokan (supply
chain management). Manajemen rantai pasokan terdiri atas aktivitas-aktivitas berikut ini :

Meramalkan permintaan pelanggan.


Membuat jadwal produksi.
Menyiapkan jaringan transportasi.
Memesan persediaan pengganti dari para pemasok.
Menerima persediaan dari pemasok.
Mengelola persediaan-bahan mentah, barang dalam proses, dan barang jadi.
Melakukan produksi.
Melakukan transportasi sumber daya kepada pelanggan.
Melacak aliran sumber daya dari pemasok, di dalam perusahaan, dan kepada pelanggan.

1.8 Sistem Elektronik


Seiring dengan mengalirnya sumber daya melalui rantai pasokan maka mereka akan dapat
dilacak secara elektronis, langkah demi langkah. Seiring dengan bergeraknya sumber daya
melalui rantai pasokan, setiap tindakan akan dicatat dalam terminal komputer yang terdapat di
lokasi pemasok, di dalam area penerimaan perusahaan, di dalam area persediaan dan produksi
perusahaan, di dalam area pengiriman perusahaan, di dalam kendaraan yang digunakan oleh
transportir, dan di lokasi pelanggan. Data dimasukkan ke dalam terminal melalui input keyboard,
pemindaian kode batang, atau ID frekuensi radio. Seiring dengan terkumpulnya data, sistem
informasi perusahaan akan diperbarui untuk menggambarkan lokasi terakhir dari sumber daya
yang sedang dilacak. Kemampuan untuk melacak aliran sumber daya seiring dengan terjadinya,
akan memberikan kontribusi pada manajemen rantai pasokan.
1.9 Manajemen Rantai Pasokan dan Sistem Perencanaan Sumber Daya Usaha
Manajemen rantai pasokan hanya salah satu aspek dari sistem perencanaan sumber daya
perusahaan (enterprise resource planning-ERP), namun memainkan peranan yang sangat penting
dalam operasi. Penggunaan sistem ERP dari vendor yang sama (SAP, Oracle, atau produk
lainnya) oleh para anggota di dalam rantai pasokan akan membantu memfasilitasi aliran
informasi rantai pasokan. Akan tetapi, biaya suatu sistem ERP dapat menjadi sangat tinggi, dan
mungkin tidak semua anggota di dalam rantai pasokan ingin membeli peranti lunak ERP.
Dalam hal ini, perpindahan data dari satu anggota ke anggota yang lain akan terfasilitasi dan
semua anggota akan dapat meraih keuntungan, tetapi anggota terkuat dari rantai pasokanlah yang
biasanya akan menerima keuntungan terbesar.
Keunggulan Kompetitif
Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya,
perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya.
Mereka dapat mencapai keunggulan ini dengan memberikan produk dan jasa pada harga yang
lebih rendah, memberikan kebutuhan-kebutuhan khusus dari segmen-segmen pasar tertentu.
2.

Satu hal yang tidak selalu terlihat jelas adalah adanya fakta bahwa sebuah perusahaan juga akan
dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya virtualnya. Di dalam
bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada
penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage) di dalam pasar. Ingat bahwa
para manajer perusahaan-perusahaan menggunakan sumber daya virtual sekaligus juga fisik
dalam memenuhi tujuan-tujuan strategis perusahaan.
2.1 Rantai Nilai Porter
Porter yakin bahwa sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan menciptakan suatu
rantai nilai (value chain). Margin adalah nilai dari produk dan jasa perusahaan setelah dikurangi
harga pokoknya, seperti yang diterima oleh pelanggan perusahaan. Meningkatkan margin adalah
tujuan dari rantai nilai.
Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan apa yang disebut oleh Porter sebagai aktivitas
nilai (value activities). Aktivitas nilai terdiri atas dua jenis : utama dan pendukung.
a. Aktivitas nilai utama (primary value activities) meliputi logistik input yang mendapatkan bahan
baku dan persediaan dari pemsok, operasi perusahaan yang mengubah bahan baku menjadi
barang jadi, logistik output yang memindahkan barang kepada pelanggan, operasi pemasaran
penjualan yang mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan mendapatkan pesanan, dan aktivitasaktivitas jasa yang menjaga hubungan pelanggan yang baik setelah penjualan. Aktivitas nilai
utama ini mengelola aliran sumber daya fisik di sepanjang perusahaan.
b. Aktivitas nilai pendukung (support value activities) mencakup infrastruktur perusahaan, bentuk
organisasi yang secara umum akan memengaruhi seluruh aktivitas utama. Selain itu, tiga
aktivitas akan memengaruhi aktivitas utama secara terpisah maupun dalam bentuk terkombinasi
yaitu :
1. manajemen sumber daya manusia,
2. pengembangan teknologi, dan
3. pengadaan (atau pembelian).
Masing-masing aktivitas nilai, baik utama maupun pendukung akan mengandung tiga unsur
penting, yaitu :
1) input yang di beli, sumber daya manusia, dan
2) teknologi.
Setiap aktivitas juga akan menggunakan dan menciptakan informasi. Sebagai contoh, spesialis
informasi di dalam unit jasa informasi dapat menggabungkan basis data pembelian komersial,
peralatan komputasi yang disewa, dan program-program yang dikembangkan sendiri untuk
menghasilkan informasi pendukung keputusan bagi para eksekutif perusahaan.
2.2 Memperluas Ruang Lingkup Rantai Nilai

Kaitan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai organisasi lain dapat menghasilkan suatu sistem
interorganisasional (interorganizational system-IOS). Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi
disebut sebagai sekutu bisnis (business partners). mereka bekerja bersama sebagai suatu unit
tunggal yang terkoordinasi, sehingga menimbulkan suatu sinergi yang tidak dapat dicapai jika
masing-masing bekerja sendirian.
Sebuah perusahaan dapat mengaitkan rantai nilainya kepada rantai nilai pemasoknya dengan
mengimplementasikan sistem yang membuat sumber daya input tersedia bila dibutuhkan. Salah
satu contoh adalah kesepakatan just-in-time (JIT) dengan pemasok untuk mengirimkan bahan
baku sehingga bahan baku akan tiba beberapa jam sebelum digunakan di dalam proses produksi.
JIT akan membantu meminimalkan biaya penyimpanan bahan baku.
Ketika para pembeli produk perusahaan adalah organisasi, rantai nilai mereka akan juga dapat
dikaitkan dengan rantai nilai perusahaan dan para anggota distribusinya. Sebagai contoh, sebuah
perusahaan produsen farmasi dapat melampirkan label harga pengecer kepada produk.
Produknya sebelum pengiriman, sehingga dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan
pengecer nantinya.
Ketika pembeli adalah pelanggan individual, mereka dapat menggunakan komputer mereka
untuk masuk ke dalam situs Web perusahaan untuk mendapatkan informasi dan melakukan
pembelian. Karena setiap aktivitas nilai mencakup komponen informasional, mengelola sumber
daya informasi sebuah perusahaan adalah langkah penting dalam meraih keunggulan kompetitif.
2.3 Dimensi-dimensi Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan strategis, taktis,
maupun operasional. Pada tingkat manajerial yang tertinggi, tingkat perencanaan strategis-sistem
informasi dapat digunakan untuk mengubah arah sebuah perusahaan dalam mendapatkan
keunggulan strategisnya. Pada tingkat kendali manajemen (menengah), manajer dapat
memberikan spesifikasi mengenai bagaimana rencana strategis akan diimplementasikan sehingga
menciptakan suatu keunggulan taktis. Pada tingkat kendali operasional (lebih rendah), manajer
dapat menggunakan teknologi informasi dalam berbagai pengumpulan data dan penciptaan
informasi yang akan memastikan efisiensi operasi, sehingga mencapai keunggulan operasional.

Keunggulan Strategis
Keunggulan strategis (strategic advantage) adalah keunggulan yang dimiliki dampak
fundamental dalam membentuk operasi perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan untuk
menciptakan keunggulan strategis. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat memutuskan untuk
mengubah seluruh datanya menjadi basis data dengan alat penghubung standar (seperti alat
penghubung browser Web) guna kemungkinan berbagi dengan sekutu-sekutu bisnis dan
pelanggannya.
3.

Basis data yang terstandardisasi dan dapat diakses melalui browser Web mencerminkan
pergeseran posisi perusahaan secara strategis. Strategi ini menyebabkan operasi perusahaan akan
dipengaruhi oleh beberapa cara secara fundamental, yaitu :
1) akses yang ada saat ini bisa jadi dilakukan melalui peranti lunak komputer buatan perusahaan
sendiri, sehingga perubahan tersebut akan menyebabkan perusahaan harus mempertimbangkan
untuk membeli peranti lunak pelaporan standar dari vendor luar atau mempekerjakan perusahaan
luar untuk merancang dan mengembangkan suatu sistem pelaporan baru. Mobilitas akses laporan
juga akan ikut terpengaruh, karena para pengguna tidak lagi membutuhkan akses laporan juga
akan ikut terpengaruh, karena para pengguna tidak membutuhkan akses langsung ke sumber
daya komputer perusahaan. setiap sambungan ke internet akan memungkinkan pengguna
menggunakan sebuah browser Web untuk mengakses laporan dari hampir seluruh tempat di
manapun di dunia ini.
Para pemasok dan pelanggan potensial di manapun di seluruh dunia akan memiliki potensi akses
atas tingkat persediaan bahan baku dan barang jadi perusahaan, sehingga akan mempercepat
transaksi pembelian dan penjualan perusahaan.
Keamanan juga tidak dapat diabaikan dalam contoh terjadinya perubahan sistem informasi
secara strategis ini. Dengan semakin besarnya keuntungan yang terkait dengan akses Web kepada
informasi perusahaan maka tingkat bahayanya pun akan semakin besar pula. Tingkat strategis
akan menentukan arah dan tujuan perusahaan, namun tetap masih terdapat kebutuhan akan suatu
rencana yang dapat mencapai suatu strategi yang menyadari arti penting dari keamanan.
Keunggulan Taktis
Sebuah perusahaan mendapatkan keunggulan taktis (tactical advantage) ketika perusahaan
tersebut mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik dari para pesaingnya. Dalam
contoh kita, layanan pelanggan dapat ditingkatkan dengan menawarkan kepada pelanggan akses
langsung ke informasi. Semua perusahaan ingin memuaskan pelanggan, karena kepuasan
pelanggan akan menghasilkan pengulangan pembelian.
4.

Perusahaan mendapatkan keunggulan taktis dalam beberapa hal, yaitu :


1. Pelanggan melihat potongan harga sebagai alasan untuk terus membeli produk dari perusahaan.
Potongan itu sendiri merupakan insentif bagi pelanggan, namun juga dapat memberikan
keuntungan ekonomis bagi perusahaan.
2. Sistem informasi dapat menyarankan produk mana yang mungkin ingin dibeli oleh pelanggan.
Perusahaan tidak hanya akan mendorong kesetiaan pelanggan, namun juga dapat meningkatkan
keuntungan dari penjualan.
Keputusan strategis adalah menjadikan sistem informasi perusahaan tersedia bagi para pelanggan
untuk meningkatkan layanan pelanggan. Perusahaan mengembangkan suatu sistem informasi
taktis yang tidak hanya akan meningkatkan kepuasan pelanggan, namun juga akan meningkatkan
profitabilitas.

Keunggulan Operasional
Keunggulan Operasional (Operational advantage) adalah keunggulan yang berhubungan dengan
transaksi dan proses sehari-hari. Di sinilah sistem informasi akan berinteraksi secara langsung
dengan proses.
5.

Suatu situs Web yang mengingat pelanggan dan preferensi mereka dari transaksi-transaksi
masa lalu akan mencerminkan suatu keunggulan operasional. Browser sering memiliki cookies,
file-file kecil berisi informasi yang terdapat di dalam komputer pengguna, yang dapat
menyimpan nomor akun, kata sandi, dan informasi lain yang berhubungan dengan transaksi
pengguna. Ini merupakan kemudahan yang berharga bagi pelanggan, bahwa para pelanggan yang
menggunakan Web untuk menempatkan pembelian mereka akan menghemat beban perusahaan
membayar seorang juru tulis untuk memasukkan data, tetapi ini hanyalah keuntungan yang
bersifat minor saja.
Data yang dimasukkan oleh pengguna kemungkinan besar akan lebih akurat. Karena data tidak
dikomunikasikan secara lisan kepada orang lain, maka tidak akan terjadi kesalahpahaman di
dalam komunikasi. Ketika informasi (nama, alamat, dan seterusnya) dapat diambil dari catatan
sebelumnya, data tersebut bahkan akan memiliki atas data yang dimasukkan oleh pengguna. Jika
data tidak akurat, pengguna tidak akan menyalahkan perusahaan. Karena berbagai alasan
operasional, akses Web ke sistem informasi perusahaan akan dapat meningkatkan hubungan
dengan pelanggan.
Tiga tingkat keunggulan kompetitif di atas akan bekerja bersama-sama. Sistem informasi yang
terpengaruh oleh ketiga tingkat ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk meningkatkan
kinerja sebuah perusahaan secara substansial.
5.1 Tantangan dari Pesaing-Pesaing Global
Perusahaan multinasional (multinational corporation-MNC) adalah perusahaan yang beroperasi
lintas produk, pasar, negara, dan budaya. Perusahaan multinasional terdiri atas perusahaan induk
dan sekelompok anak perusahaan. Anak perusahaan-anak perusahaan tersebut dapat tersebar
secara geografis, dan masing-masing dapat memiliki sasaran, kebijakan dan prosedurnya sendiri.
Anda hendaknya tidak membatasi pemikiran akan pesaing-pesaing global hanya untuk
organisasi-organisasi lain saja. kalangan profesional dan staf yang bekerja di negara lain yang
bersaing untuk pekerjaan yang sama seperti yang terjadi di negara tuan rumah juga dapat
dianggap sebagai pesaing.
Alasan utama melakukan outsource adalah ekonomi. Namun, oustourcing juga memiliki
kelemahannya sendiri. Satu hal yang khususnya sangat penting bagi oustourcing TI adalah
perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang di beberapa negara tidak mendapat
perlindungan yang memadai. Satu cara untuk mengatasi masalah HAKI adalah dengan
mengakuisisi perusahaan outsourcee asing.
Sebagai contoh, di tahun 2004 IBM membeli Daksh eServices, salah satu perusahaan call-center
terbesar di India. Pada saat itu, IBM memiliki lebih dari 9.000 karyawan di India yang

mengembangkan sistem peranti lunak dengan membeli Daksh eService memungkinkan IBM
mengakuisisi perusahaan sehingga masalah-masalah HAKI dengan perusahaan outsourcing akan
dapat dihindari.
5.2 Kebutuhan Khusus untuk Pemrosesan Informasi di Perusahaan Multinasional
Meskipun semua perusahaan memiliki kebutuhan pemrosesan informasi dan koordinasi,
kebutuhan-kebutuhan ini merupakan hal yang sangat penting artinya bagi perusahaan
multinasional (MNC). MNC adalah sebuah sistem terbuka yang berusaha untuk meminimalkan
ketidakpastian yang terdapat dalam lingkungannya. Ketidakpastian adalah perbedaan antara
jumlah informasi yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan dan jumlah informasi yang
telah dimiliki oleh organisasi..
5.3 Kebutuhan Khusus untuk Koordinasi di Perusahaan Multinasional
Koordinasi adalah kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif di dalam pasar global.
Perusahaan yang tidak mampu mendapatkan kendali strategis atas operasinya di seluruh dunia
dan mengelolanya dengan cara yang terkoordinasi secara global, tidak akan dapat meraih
kesuksesan dalam perekonomian internasional.
Kabar buruk bagi para eksekutif MNC adalah tantangan koordinasi semakin besar bagi MNC
dibandingkan sebuah perusahaan yang membatasi aktivitasnya hanya di negara asalnya.
Kesulitan timbul dari adanya kenyataan bahwa sumber daya yang digunakan oleh MNC sangat
luas terdistribusi. Sumber daya informasi yang tersebar-peranti keras, peranti lunak, dan pegawai
menjadi sulit untuk dikelola dan dapat diatur oleh praktik-praktik bisnis yang saling
bertentangan.
Kabar baiknya adalah bahwa kemajuan di bidang teknologi informasi, metodologi, dan
komunikasi telah membuat koordinasi global menjadi jauh lebih mudah. Tetapi bahkan dengan
kemajuan-kemajuan ini, koordinasi tetap menjadi suatu tantangan besar.
5.4 Keuntungan Koordinasi
Banyak keuntungan yang diperoleh oleh MNC adalah karena memiliki kemampuan pemrosesan
informasi yang baik yang didasarkan pada kemampuannya dalam berkoordinasi.

Keuntungan koordinasi antara lain meliputi :


Fleksibilitas dalam merespons pesaing di berbagai negara dan pasar.
Kemampuan untuk merespons perubahan yang terjadi di satu negara pada satu negara lain atau
satu wilayah dalam satu negara lain.
Kemampuan untuk menyamai kebutuhan pasar di seluruh dunia.
Kemampuan untuk berbagi pengetahuan antarunit di berbagai negara.
Mengurangi biaya operasi secara keseluruhan.
Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Kemampuan untuk meraih dan mempertahankan keragaman produk perusahaan dan juga
bagaimana produk diproduksi dan didistribusikan.

Semua keunggulan di atas disebabkan oleh adanya pengurangan waktu dan biaya komunikasi
yang dimungkinkan melalui penggunaan sumber daya informasi perusahaan.
5.5 Tantangan Dalam Mengembangkan Sistem Informasi Global
Pengembangan semua jenis sistem informasi dapat menjadi suatu tantangan, tetapi ketika sistem
yang dibuat mencakup batas internasional, para pengembangnya harus mengatasi beberapa
kendala yang unik. Istilah sistem informasi global (global information system-GIS) diberikan
untuk suatu sistem informasi yang terdiri atas beberapa jaringan yang melintasi batas negara.
Berikut adalah beberapa kendala yang harus diatasi oleh pengembang GIS, yaitu :
a. Kendala-kendala Politis
Pemerintah nasional di suatu negara di mana anak perusahaan berada dapat menerapkan beragam
pembatasan yang menjadikan perusahaan induk mengalami kesulitan untuk memasukkan anak
perusahaan tersebut ke dalam jaringan. Pembatasan yang umum adalah akses yang terbatas ke
komunikasi berkecepatan tinggi. Karena infrastruktur telepon biasanya dimiliki dan dioperasikan
oleh pemerintah dan bukannya perusahaan swasta, hal ini dapat menjadi suatu rintangan yang
cukup berat.
b. Rintangan Budaya dan Komunikasi
Interaksi dengan teknologi dapat sangat bervariasi di beberapa budaya. Antarmuka (interface)
GIS harus tetap konsisten meskipun menggunakan bahasa yang berbeda-beda. Sebagai
akibatnya, kebanyakan antarmuka GIS mengandalkan grafik dan icon untuk berinteraksi dengan
pengguna dan tidak terlalu bergantung pada perintah yang diketikkan ke dalam field. Selain itu,
masalah rancangan GIS juga dapat diselesaikan dengan menawarkan beragam format yang
memiliki fungsionalitas yang sama. Jika sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat GIS, ia
harus bersedia untuk mengadaptasi berbagai kebutuhan populasi global ke dalam sistemnya.
Rintangan budaya juga dapat memengaruhi rancangan suatu GIS. Di dalam beberapa masyarakat
tertentu, penggunaan teknologi dianggap sebagai suatu pekerjaan yang tidak membutuhkan
keahlian, sedangkan di masyarakat lainnya dipandang sebagai suatu pertanda tingkat sosial.
c.

Pembatasan Pembelian dan Impor Peranti Keras


Pemerintah nasional mencoba untuk melindungi pabrikan lokal dan merangsang investasi asing
pada produksi lokal dengan menentukan bahwa hanya peralatan yang diproduksi atau dirakit di
negara itu yang dapat dipergunakan. Ketentuan seperti ini dapat memengaruhi pengoperasian
berbagai sistem peranti keras dan lunak yang berbeda.

d. Pembatasan Pemrosesan Data


Kebijakan nasional dapat mengatur bahwa data harus diproses di dalam negeri, bukan dikirimkan
ke luar negeri dan diproses di tempat lain.
e.

Pembatasan Komunikasi Data

Pembatasan komunikasi data yang paling banyak dipublikasikan adalah pembatasan yang
dikenakan pada aliran data antarnegara. Aliran data antarnegara (transborder data flow-TDF),
adalah pergerakan data yang dapat dibaca oleh mesin melintasi batas negara.
f.

Masalah-masalah teknologi
MNC sering kali didera dengan masalah yang berhubungan dengan tingkat teknologi yang
terdapat di negara-negara anak perusahaannya. Di beberapa negara, sumber listrik yang dapat
diandalkan mungkin tidak tersedia, sehingga mengakibatkan seringnya terjadi gangguan listrik.
Sirkuit telekomunikasi sering kali hanya dapat mengirimkan data dengan kecepatan yang rendah,
dan kualitas transmisinya juga buruk. Peranti lunak juga dapat menjadi masalah. Karena banyak
negara tidak memerhatikan hak cipta atas peranti lunak dan menutup mata pada peranti lunak
berjalan, beberapa vendor peranti lunak menolak untuk berbisnis di beberapa negara tertentu.

g. Kurangnya Dukungan dari Manajemen Anak Perusahaan


Manajemen kantor anak perusahaan sering kali ikut menjadi masalah. Beberapa merasa yakin
bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaannya tanpa harus mendapat bantuan, dan
mereka memandang peraturan yang ditetapkan oleh kantor pusat sebagai suatu hal yang tidak
perlu. Beberapa manajer anak perusahaan mendapat imbalan berdasarkan profitabilitas, dan
mereka akan berusaha untuk menghambat solusi korporat yang mereka anggap akan dapat
mengurangi pendapatan mereka. Manajemen kantor di luar negeri juga dapat melihat GIS
sebagai salah satu jenis pengawasan dari Big Brother. Para manajer tingkat menengah dapat
merasa takut dilewati oleh rantai informasi baru yang menghimpun data operasional kepada
perusahaan induk.
Dengan segala kemungkinan masalah di atas, adalah mukjizat kecil jika MNC mencoba untuk
mengembangkan GIS. Meskipun menghilangkan seluruh masalah di atas adalah suatu hal yang
mustahil untuk dilakukan, pengaruh MNC dapat diminimalkan dengan mengikuti strategi yang
terencana dengan baik yang dituangkan ke dalam rencana strategis sumber daya informasi.
Manajemen Pengetahuan
Sumber daya informasi sebuah perusahaan terdiri atas:
Peranti keras komputer
Peranti lunak komputer
Spesialis informasi
Pengguna
Fasilitas
Database
Informasi

6.

Ketika manajer memutuskan untuk menggunakan informasi guna mencapai keunggulan


kompetitif, mereka harus mengelola sumber daya ini agar dapat meraih hasil yang dinginkan.

Informasi, sama seperti sumber daya lainnya, memerlukan manajemen. Para manajer
memastikan bahwa data mentah yang dikumpulkan telah dikumpulkan dan kemudian diproses
menjadi informasi yang bermanfaat. Manajer kemudian memastikan bahwa individu-individu
yang tepat akan menerima informasi dalam bentuk yang tepat dan pada waktu yang tepat
sehingga ia dapat dipergunakan. Terakhir, manajer akan membuang informasi terbaru dan akurat.
Semua aktivitas ini-mengakuisisi data, memproses data menjadi informasi, menggunakan dan
mengomunikasikan informasi dengan cara yang paling efektif, dan menghapus informasi pada
waktu yang tepat disebut manajemen pengetahuan (knowledge management).
6.1 Dimensi Informasi
Ketika pengembang sistem (pengguna maupun spesialis informasi) mendefinisikan output yang
diberikan oleh prosesor informasi, mereka akan mempertimbangkan empat dimensi dasar
informasi. Keempat dimensi yang diinginkan akan dapat menambah nilai dari informasi tersebut,
yaitu :

Relevansi
Informasi memiliki relevansi jika informasi tersebut berhubungan dengan masalah yang sedang
dihadapi. Pengguna seharusnya dapat memilih data yang diperlukan tanpa harus melewati dahulu
sejumlah fakta-fakta yang tidak berhubungan. Data yang relevan dengan pengambilan keputusan
yang akan diambil saja yang akan disebut sebagai informasi.

Akurasi
Idealnya, seluruh informasi seharusnya akurat. Akan tetapi, fitur-fitur yang memberikan
kontribusi kepada tingkat akurasi sistem akan menambah biaya dari sistem informasi tersebut.
Karena hal ini, para pengguna sering kali terpaksa harus menerima tingkat akurasi yang kurang
dari 100 persen. Aplikasi-aplikasi yang melibatkan uang, seperti penggajian, penagihan, dan
piutang, berusaha untuk mencapai tingkat akurasi 100 persen. Aplikasi-aplikasi lainnya, seperti
peramalan ekonomi jangka panjang dan laporan-laporan statistik, sering kali masih tetap
bermanfaat meskipun data yang dipergunakan kurang dari 100 persen akurat.

Ketetapan waktu
Informasi hendaknya tersedia untuk pengambilan keputusan sebelum situasi yang genting
berkembang atau hilangnya peluang yang ada. Para pengguna hendaknya dapat memperoleh
informasi yang menguraikan apa yang sedang terjadi saat ini, selain dari apa yang telah terjadi di
masa lalu. Informasi yang tiba setelah suatu keputusan diambil tidak akan memiliki nilai yang
bermanfaat.

Para pengguna hendaknya dapat memperoleh informasi yang menyajikan suatu gambaran
lengkap atas suatu masalah tertentu atau solusinya. Namun, sistem hendaknya juga tidak
menenggelamkan pengguna dalam lautan informasi. Istilah kelebihan muatan informasi
(information overload) menunjukkan bahwa memiliki informasi yang terlalu banyak juga dapat
memberikan kerugian. Pengguna hendaknya dapat menentukan jumlah rincian yang dibutuhkan.

Informasi dikatakan lengkap jika memiliki jumlah agregasi yang tepat dan mendukung semua
area di mana keputusan akan diambil.
Biasanya yang terbaik adalah membiarkan pengguna menentukan sendiri dimensi informasi yang
dibutuhkannya. Bilamana dibutuhkan, spesialis informasi dapat membantu pengguna melakukan
pendekatan atas pekerjaan ini dengan cara-cara yang logis.
6.2 Sifat Manajemen Pengetahuan yang Berubah-ubah
Manajemen pengetahuan pada awalnya berfokus pada sistem pemrosesan transaksi yang akan
memproses pesanan pelanggan, membuat catatan persediaan, menghitung jumlah gaji, dan tugastugas lain yang serupa. Karenanya, sistem informasi dianggap memiliki tingkat rendah karena
berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan kepada organisasi di tingkat rendah.
Kini, organisasi mengakui bahwa sistem informasi mengumpulkan pengetahuan yang terdapat di
dalam suatu organisasi, dan organisasi harus mengelola pengetahuan tersebut.
Sistem Informasi Warisan
Sistem informasi awal serta peranti lunak dan keras yang tidak sesuai atau hanya sesuai secara
parsial dengan teknologi informasi terkini disebut sebagai sistem warisan (legacy systems).
Meskipun data yang dikumpulkan oleh sistem warisan terutama memproduksi informasi historis,
informasi tersebut masih dianggap berharga.
7.

Kebanyakan data warisan dapat diubah dan dipergunakan oleh teknologi-teknologi baru. Teks
dan angka yang sering kali menyusun file-file warisan dapat diimpor ke dalam basis data
modern. Pengambilan data dapat mengharuskan nilai-nilai data yang lama diperbarui menjadi
nilai-nilai baru.
Sebagai contoh, nomor-nomor produk yang sudah tidak terpakai dapat diganti dengan nomornomor yang berlaku saat ini. Langkah-langkah lainnya mungkin perlu untuk dilakukan untuk
menggabungkan data teks dan numerik ke dalam basis data sekarang. Perusahaan mengambil
keputusan mengenai jumlah data warisan yang akan diambil berdasarkan perkiraan mereka atas
tambahan keuntungan yang dapat direalisasikan dari data warisan.
Satu masalah dalam mengubah data warisan adalah bahwa data seperti ini bisa jadi tidak tersedia
dalam format digital. Beberapa data warisan dapat hanya tersedia dalam bentuk cetakan kertas.
7.1 Perencanaan Strategis untuk Sumber Daya Informasi
Perusahaan-perusahaan pertama yang menggunakan komputer menempatkan tanggung jawab
pengelolaan sumber daya informasi di tangan sebuah unit khusus yang terdiri atas para
profesional informasi. Unit ini, yang disebut sebagai layanan informasi (information servicesIS), dikelola oleh seorang manajer yang mungkin memiliki status wakil presiden. Praktik yang
diterima adalah membuat layanan informasi sebagai suatu area bisnis utama dan memasukkan
manajer puncaknya di dalam kelompok eksekutif senior, seperti komite eksekutif, yang
melakukan pengambilan-pengambilan keputusan penting bagi perusahaan.

7.2 Chief Information Officer dan Chief Technology Officer


Chief information officer (CIO) atau chief technology officer (CTO) adalah manajer dengan
tingkat tertinggi di layanan informasi. Orang ini akan menyumbangkan keahlian manajerialnya
dalam memecahkan masalah-masalah yang tidak hanya berhubungan dengan layanan informasi
saja, melainkan juga area-area operasi perusahaan lainnya.
CIO atau CTO dapat memosisikan layanan informasi sebagai salah satu unsur vital dalam
struktur organisasi perusahaan dengan melaksanakan saran-saran berikut ini :

Meluangkan waktu dalam bisnis dan pelatihan bisnis. Pelajari pula bisnisnya, bukan hanya
teknologinya saja.
Secara aktif mencari kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen lini, jangan menunggu
untuk diundang.
Fokus pada perbaikan proses bisnis.
Menjelaskan biaya-biaya IS dalam istilah bisnis.
Membangun kredibilitas dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.
Terbuka untuk ide-ide yang berasal dari luar bidang IS.

7.3 Perencanaan Strategis bagi Perusahaan


Ketika sebuah perusahaan mengorganisasikan para eksekutifnya ke dalam suatu komite
eksekutif, kelompok ini biasanya akan bertanggung jawab atas perencanaan strategis bagi
keseluruhan perusahaan. Pada tingkat yang paling minimum, komite eksekutif terdiri atas
presiden dan wakil presiden bidang-bidang bisnis perusahaan. Komite ini akan menentukan
rencana bisnis strategis organisasi.
Setelah rencana dibuat, komite eksekutif akan memonitor pelaksanaannya sepanjang tahun dan
jika dibutuhkan, mengambil tindakan yang sesuai. Dalam beberapa kasus, rencana dapat
dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan situasi. Komite juga dapat mengambil inisiatif
pengambilan keputusan yang ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh sasaran perusahaan
akan tercapai.
7.4 Rencana Strategis untuk Area-area Bisnis
Ketika para eksekutif sebuah perusahaan sepenuhnya memiliki komitmen pada perencanaan
strategis, mereka melihat adanya kebutuhan bagi masing-masing area bisnis untuk
mengembangkan rencana strategisnya sendiri. Rencana area bisnis ini akan merinci bagaimana
area-area tersebut akan mendukung usaha ketika berusaha mencapai sasaran strategisnya.
Salah satu pendekatan pada perencanaan strategis area bisnis adalah untuk setiap area membuat
rencananya sendiri secara terpisah dari area-area yang lain. Akan tetapi, pendekatan seperti ini
tidak dapat memastikan bahwa area-area akan dapat bekerja sama dengan baik.

Pendekatan SPIR Perencanaan Strategis untuk Sumber Daya Informasi (Strategic


Planning for Information Resources-SPIR)
Adalah pengembangan rencana strategis secara paralel bagi layanan informasi dan perusahaan
sehingga rencana perusahaan akan mencerminkan dukungan yang akan diberikan oleh layanan
informasi. Rencana IS akan mencerminkan permintaan dukungan sistem di masa mendatang.
8.

Rencana Strategis Sumber Daya Informasi


Rencana strategis sumber daya informasi (Strategic Plan for Information Resources-SPIR) telah
dikembangkan untuk mendukung Rencana Strategis Bisnis dengan menggabungkan dan
menerapkan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan strategis.
SPIR disusun dalam empat bagian, yaitu :
9.

a) Pernyataan Misi Teknologi Informasi


Misi teknologi informasi adalah untuk memberikan layanan informasi dengan kualitas terbaik di
dalam suatu lingkungan pendukung yang akan mempromosikan kreativitas, perkembangan
pribadi, interaksi, keberagaman, dan pengembangan profesional sehingga perusahaan dapat
memanfaatkan teknologi guna membantu mencapai tujuan-tujuan korporat.
b) Sasaran Teknologi Informasi
Misi teknologi informasi akan dapat tercapai dengan mengejar sasaran-sasaran berikut ini :
1. Membangun suatu keunggulan kompetitif dalam penggunaan teknologi informasi.
2. Mengembangkan sistem informasi yang memenuhi kebutuhan karyawan di seluruh tingkat
organisasi dan juga para mitra lingkungan bisnis.
3. Tetap mengikuti perkembangan teknologi informasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan para
pelanggan kami.
4. Mempertahankan stabilitas operasional dan keandalan bagi seluruh sumber daya informasi yang
ada, orang, data, fasilitas, peranti keras, dan peranti lunak.
5. Menjaga kesinambungan program pendidikan dan pelatihan yang dirancang untuk meraih
penggunaan seluruh sumber daya informasi secara efisien dan efektif.
c) Lingkup Layanan Teknologi Informasi
Layanan teknologi informasi terdiri atas :
a.

Layanan Administratif
Tinjauan anggaran dan fiskal.
Sumber daya manusia.
Pelaporan manajemen.
Hubungan pemegang saham.

b. Layanan Teknis
Perencanaan strategis dan implementasi.
Perencanaan kapasitas.
Rancangan jaringan, pemeliharaan, penanganan masalah, dan administrasi.

Instalasi server.
Perencanaan kontinjensi dan backup.

c.

Layanan Teknologi
Dukungan teknis dalam bentuk meja bantuan dan layanan panggilan manajemen.
Pendidikan dan pelatihan pengguna.
Layanan manajemen basis data.
Layanan manajemen dokumen.
Pengembangan dan dukungan sistem.
Akses World Wide Web.
Grafik komputer.
Penyelesaian masalah, peningkatan, dan penggantian peranti keras.
Antivirus dan layanan firewall.
Administrasi dan pemeliharaan sistem.
Audit sistem.

d) Rencana Kerja Teknologi Informasi


Telah diidentifikasikan tujuh proyek penting yang akan diselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun
ke depan. Sebelum memulai setiap proyek, akan dikembangkan terlebih dahulu suatu mekanisme
manajemen proyek yang akan menentukan hal-hal berikut ini :

Pekerjaan-pekerjaan yang dibutuhkan.


Orang-orang atau organisasi yang bertanggung jawab atas penyelesaian pekerjaan.
Jumlah perkiraan waktu untuk setiap pekerjaan.
Semua proyek akan dikelola dengan menggunakan bagan Gantt dan diagram jaringan. Semua
proyek dengan pengecualian untuk sistem RFP berbasis pengetahuan akan diselesaikan dengan
menggunakan sumber daya internal TI. Sistem RFP akan dirancang dan diimplementasikana oleh
konsultan. Proyek dan perkiraan bulan, orang akan meliputi hal-hal sebagai berikut. Orang
pertama yang dicantumkan adalah manajer proyek. Tambahan orang adalah personel pendukung.

Proyek

Manajer Proyek

1.
Meningkatkan dari Windows 95 menjadi Carolyn Wright
Windows XP
2.
Mengganti sistem e-mail GroupWise Danny Cho
dengan integrasi antara Digital Dashboard Carolyn Wright
Microsoft dan sistem manajemen hubungan
korporat

Perkiraan
Bulan-Orang
0,2
3,0

3.
Mengimplementasikan
Outlook
Telephony Interface, yang memungkinkan
penarikan e-mail dari semua jenis telepon Touch
Tone dengan menghubungi satu nomor bebas
pulsa
4.
Melakukan komparasi benchmark Java
antara layanan Oracle9i Application Server, IBM
WebSphere, dan BEA WebLogic.
5.
Menjalankan
intranet
berbasis
departemen untuk layanan perpustakaan dan
informasi serta layanan sumber daya manusia
berbasis Web
6.
Mengimplementasikan sistem informasi
sumber daya manusia berbasis Web
7.
Mengimplementasikan sistem berbasis
pengetahuan untuk mengetahui kebutuhan
personel, fasilitas produksi, dan bahan baku
sebagai respons atas RFP

Danny Cho
Carolyn Wright

2,5

Danny Cho
Carolyn Wright

2,0

Robin Bridsong
Carolyn Wright

4,0

Robin Birdsong
Carolyn Wright
Paul Sanchez
KBS Consultants

18,0
96,0

Figur 2.9 Contoh rencana strategis sumber daya informasi.

Referensi :
McLeod Raymond, Sistem Informasi Manajemen, Edisi Kesepuluh, Jakarta, Salemba Empat :
2007