Anda di halaman 1dari 2

Pernikahan Dini

Oleh: Titin Afiati


Pernikahan dini adalah suatu pernikahan yang dilakukan oleh pasangan muda
dan mudi yang berusia di bawah umur 17 tahun yang seharusnya pasangan tersebut
belum siap untuk menikah mengingat usianya yang masih muda. Bisa dibilang
pernikahan dini ini dilakukan pada usia menginjak remaja.
Terjadinya pernikahan dini tersebut juga di pengaruhi bebrapa faktor. Faktor
penyebab pernikahan dini diantaranya ada faktor pendidikan, dimana seorang anak
sudah memilih pekerjaan daripada sekolah maka biasanya anak menganggap dirinya
sudah bisa untuk menghidupi dirinya sehingga memilih untuk menikah. Kemudian
faktor ekonomi, yaitu Kondisi ekonomi pada keluarga yang menyebabkan anak
menikah di usia muda. Ada pula faktor sosial dan budaya, adanya kebiasaan
masyarakat setempat yang menyebabkan pernikahan di usia muda. Tak jarang juga
dikarenakan dampak dari pergaulan bebas, hubungan seks diluar nikah yang
menyebabkan terjadinya pernikahan dini.
Begitu pula dampak yang diakibatkan dari pernikahan dini. Dampak yang
diakibatkan dari pernikahan dini yang pertama yaitu kesehatan. Perempuan yang
menikah di bawah usia 16 tahun beresiko untuk terkena penyakit kanker leher rahim.
Pada usia remaja, sel-sel leher rahim belum matang. Kalau terpapar human papilo
virus atau HPV pertumbuhan sel akan menyimpang menjadi kanker. Kemudian
psikologis dan sosial. Depresi berat atau neoritis depresi akibat pernikahan dini ini,
bisa terjadi pada kondisi kepribadian yang berbeda, seperti si remaja menarik diri dari
pergaulan. Dia menjadi pendiam dan tidak mau bergaul. Sedang depresi berat pada
pribadi terbuka sejak kecil, si remaja terdorong melakukan hal-hal aneh untuk
melampiaskan amarahnya. Seperti, perang piring, anak dicekik dan sebagainya.
Dengan kata lain, secara psikologis kedua bentuk depresi sama-sama berbahaya.
Serta biasanya sang anak malu terhadap teman-temannya. Dampak selanjutnya adalah

Konflik yang berujung perceraian. Kestabilan emosi akan menjadi tidak labil jika
anak yang menikah di usia tidak dapat mengontrol rumah tangganya sehingga dapat
terjadi pertengkaran yang berujung perceraian. Misalnya, Bayangkan kalau orang
seperti itu menikah, ada anak, si istri harus melayani suami dan suami tidak bisa ke
mana-mana karena harus bekerja untuk belajar tanggung jawab terhadap masa depan
keluarga. Ini yang menyebabkan gejolak dalam rumah tangga sehingga terjadi
perceraian dan pisah rumah. Yang terakhir ekonomi, Biasanya remaja yang menikah
di usia muda tersebut perekonomian yang mereka punyai sangat minim sehingga
cenderung tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Nasib anak ke depan pun tidak menjamin untuk lebih merasa bahagia. Karena
menikahan dini ini, anak harus kehilangan masa mudanya untuk bermain. Anak tidak
bisa merasakan bangku pendidikan dan tidak bisa mencapai cita-citanya.
Baiknya pernikahan dini tersebut tidak terjadi. Karena beberapa dampak yang
telah disebutkan diatas, bahkan mungkin masih banyak juga dampak lain yang akan
terjadi dari pernikahan dini tersebut. Dengan beberapa cara berikut yang
dimungkinkan akan mengurangi terjadinya pernikahan dini yaitu anak itu sendiri
yang seharusnya mempunyai kesadaran, dari pihak orang tua juga yang harusnya
membiarkan sang anak untuk sekolah dan menggapai cita-citanya. Dan lingkungan
yang ada seharusnya tidak membudayakan menikah di usia muda.