Anda di halaman 1dari 11

KULTUR

JARINGAN

KELOMPOK : III
ANGGOTA
HAMSYANI
CHARISMA Y.R
(1403410012)

1. PENGERTIAN KULTUR
JARINGAN
Kultur jaringan dalam bahasa asing
disebut sebagai tissue culture. Kultur
adalah perbanyakan dan jaringan
adalah
sekelompok
sel
yang
mempunyai bentuk dan fungsi yang
sama.

Kultur
jaringan
berarti
memperbanyak suatu jaringan
tanaman menjadi tanaman kecil
yang mempunyai sifat yang
mempunyai sifat
yang sama
seperti induknya.

Metode kultur jaringan dikembangkan


untuk membantu memperbanyak
tanaman, khususnya untuk tanaman yang
sulit dikembangbiakkan secara generatif.

Salah satu contoh kultur jaringan adalah jati


hasil kultur jaringan yang sering disebut
dengan jati emas yang dapat dipanen
dalam jangka waktu yang relatif lebih
pendek dibandingkan dengan tanaman jati
yang berasal dari benih generatif.

2. TAHAPAN KULTUR JARINGAN


Media merupakan

Pembuatan media
Inisiasi
Sterilisasi
Multiplikasi
Pengakaran
Aklimatisasi

wadah
penentu
dengan

yang menjadi faktor


dalam
perbanyakan
kultur jaringan.
Inisiasi adalah pengambilan
eksplan dari bagian tanaman
yang akan dikulturkan.
Sterilisasi berarti bahwa segala
kegiatan dalam kultur jaringan
harus dilakukan di tempat yang
steril.
Multiplikasi adalah kegiatan
memperbanyak calon tanaman
dengan menanam eksplan pada
media
Pengakaran adalah fase
dimana
eksplan
akan
menunjukkan
adanya
pertumbuhan akar

Aklimatisasi
adalah
kegiatan memindahkan eksplan
keluar dari ruangan aseptic ke
bedeng.

3. TEKNIK KULTUR JARINGAN

Teknik kultur jaringan sangat sederhana, yaitu suatu sel atau


irisan jaringan tanaman yang sering disebut eksplan secara
aseptik diletakkan dan dipelihara dalam medium padat atau
cair yang cocok dan dalam keadaan steril. dengan cara
demikian sebagian sel pada permukaan irisan tersebut akan
mengalami proliferasi dan membentuk kalus. Apabila kalus
yang terbentuk dipindahkan kedalam medium diferensiasi
yang cocok, maka akan terbentuk tanaman kecil yang
lengkap dan disebut planlet. Dengan teknik kultur jaringan ini
hanya dari satu irisan kecil suatu jaringan tanaman dapat
dihasilkan kalus yang dapat menjadi planlet dalam jumlah
yang besar.

Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah


perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian
vegetatif tanaman dan menggunakan media buatan
yang dilakukan di tempat steril.

Biondi and Thorpe (Thorpe, 1981)


menyatakan bahwa terdapat tiga prinsip
utama yang terlibat dalam teknik kultur
jaringan yaitu:
Isolasi bagian tanaman dari
tanaman utuh seperti organ, jaringan,
dan sel secara aseptik.
Memelihara bagian tanaman tadi
dalam lingkungan yang sesuai dan
kondisi kultur yang tepat
Pemeliharaan dalam kondisi aseptik

4. SYARAT-SYARAT KULTUR JARINGAN

Pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk


pembentukkan kalus.
Penggunaan medium yang cocok.
Keadaan yang aseptik dan pengaturan udara
yang baik terutama untuk kultur cair. Meskipun
pada prinsipnya semua jenis sel dapat
ditumbuhkan, tetapi sebaiknya dipilih bagian
tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh
yaitu bagian meristem.

Tanaman yang dimanfaatkan


dalam kultur jaringan harus
memiliki sifat Autonom, dan
sifat Totipotensi.

Seperti yang dikemukakan oleh


Schleiden berdasarkan teori sel, bahwa
sel mempunyai kemampuan autonom,
bahkan mempunyai kemampuan
totipotensi.

5. KEUNTUNGAN PEMANFAATAN KULTUR


JARINGAN
Pengadaan bibit tidak tergantung musim
Bibit yang dihasilkan seragam
Bibit
yang
dihasilkan
bebas
penyakit
(menggunakan organ tertentu)

Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah


dan mudah
Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan
hama, penyakit, dan deraan lingkungan lainnya

Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki

Metabolit sekunder tanaman segera didapat


tanpa perlu menunggu tanaman dewasa .

6. KEKURANGAN PEMANFAATAN KULTUR


JARINGAN

Bagi orang tertentu, cara kultur jaringan dinilai


mahal dan sulit.
Membutuhkan modal investasi awal yang tinggi
untuk bangunan (laboratorium khusus), peralatan
dan perlengkapan.
Diperlukan persiapan SDM yang handal untuk
mengerjakan perbanyakan kultur jaringan agar
dapat memperoleh hasil yang memuaskan
Produk kultur jaringan pada akarnya kurang kokoh

DANKE