Anda di halaman 1dari 77

Hydraulic dan Pneumatic Power

System
A. Hydraulic Fluida
Fluida adalah suatu zat yang dapat terdeformasi
secara berkesinambungan apabila diberi tegangan
geser walau sekecil apapun tegangan geser itu.
Fluida mempunyai sifat:
1.
Mudah menyesuaikan bentuk (container)
2. Tidak dapat dimampatkan
3. Meneruskan tekanan kesegala arah (incompressible)
4. Mengalir tekanan tinggi ke tekanan yang rendah.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Hukum pascal: Fluida di dalam ruangan tertutup dan diam ( tidak
mengalir ) mendapat tekanan, maka tekanan tersebut akan
diteruskan ke segala arah dengan sama rata dan tegak lurus
bidang permukaannya.
F =PXA
P1 = P 2
Dimana
F = Gaya ( N )
P = Tekanan ( N/m2 )
A = Luas Penampang ( m2 )

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Hydraulic fluida system umumnya digunakan untuk
mentransmit atau mendistribusikan tenaga agar dapat
mengerakan suatu benda.
Sifat dan karakteristik hydraulic fluid yang digunakan
untuk pesawat udara, antara lain:
a. Viscosity
Viscosity adalah hambatan dalam suatu aliran fluida,
viscosity suatu fluida dapat di ukur dengan
mengunakan viscosimeter atau viscometer

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
b. Chemical stability
kemampuan fluida untuk menghambat terjadinya
oksidasi atau deteriorasi dalam waktu yang
lama.
c, Flash point
Titik temperature, dimana fluida mulai menguap
dalam jumlah yang cukup dapat menyala dalam
sekejab saja.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
d. Fire point
Fire point adalah temperature yang tinggi, dimana
fluida mulai menguap, dalam jumlah yang cukup dapat
menyala dan continue terbakar ketika ada percikan api.
e. Tidak berbusa ( Foaming )
Bila cairan hidrolik banyak berbusa akan berakibat
banyak gelembung-gelembung udara yang terperangkap
dalam cairan hidrolik akan mengurangi daya transfer.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Type of hydraulic fluids
Ada tiga type hydraulic fluid yang biasa digunakan untuk
pesawat sipil, yang terdiri dari:
a. Vegetable base hydraulic fluid
MIL-H-7644 merupakan fluida yang berbahan dasar dari
caster oil dan alcohol. umumnya berwarna blue dan
mudah terbakar. Fluida jenis ini biasanya digunakan
untuk pesawat lama dan menggunakan seal natural
rubber

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
b. Mineral oil base fluid
MIL-H-5606 merupakan fluida yang berbahan dasar dari
petroleum. umumnya berwarna red dan mudah
terbakar. Pada fluida ini biasanya menggunakan
synthetic rubber seal.

c. Phosphate ester base fluid


merupakan fire resistance hydraulic fluid digunakan untuk
pesawat modern, umumnya berwarna purple. Pada
fluida ini (skydrol) biasanya menggunakan seal butyl
rubber atau ethylene-propylene elastomers

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
B. Basic Hydraulic system
1. Reservoir
Secara umum Fungsi tangki hidrolik adalah :
Sebagai tempat cairan hidrolik
Tempat pemisahan udara yang hanyut dalam
cairan hidrolik.
Menghilangkan panas (transfer heat) dengan
menyebarkan panas ke seluruh badan tangki .

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Jenis jenis reservoir:
a.Reservoir Integral type
Pada tipe ini, Reservoir menyatu dengan dengan
komponen utama.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
b. Reservoir in-line type
Pesawat modern umumnya mengunakan tipe ini.
Reservoir in-line type diletakan lebih tinggi dari sistem.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
2. Filter
Berfungsi untuk menyaring atau membersihkan
hydraulic fluids sebelum menuju ke sistem..
Filter biasanya di letakkan di dalam reservoir, pressure
line, return line atau lokasi lain yang di anggap critical
oleh designer system tersebut.
Beberapa hydraulic filter telah dilengkapi indicator pin.
Pin akan tampak menonjol (pop out) ketika element
tersumbat

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Pada filter inline type terdapat tiga bagaian basic unit:
a. Head Filter
Di dalam head assembly terdapat bypass valve, dimana
berfungsi untuk mengarahkan hydraulic fluida directly/
langsung dari inlet port ke outlet port jika filter element
tersumbat kotoran/ partikel asing.
b. Bowl filter
Merupakan suatu tempat yang berfungsi untuk menahan
element filter ke head filter. Bowl filter dapat dilepas saat
pengantian element filter.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
c. Element filter
Merupakan micronic element sebagai penyaring kotoran.
Micronic element terbuat dari special treated paper
yang dibentuk berbelok/ kerutan secara vertical.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
3. Pump
Berfungsi untuk meghasilkan tekanan pada fluida yang
akan di distribusikan atau di transmit ke system.
Ada beberapa jenis pump :
a. Double action hand pump
Digunakan pada pesawat lama, untuk beberapa system
yang baru digunakan sebagai backup unit.
Di dalam Double action hand pump terdapat O-ring pada
piston seal dan housing berfungsi untuk mencegah
kebocoran fluida.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
b. Power driven pump
Dioperasikan mengunakan power dari putaran engine
atau electric motor.
Berdasarkan outputnya pump di bagi menjadi
beberapa, yaitu:
1) Constant delivery pump
Pompa tipe ini menghasilkan quantity fluida yang setiap
putarannya tetap. Constant delivery pump juga disebut
constant volume atau fixed delivery pump

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
2) Variable delivery pump.
Variable delivery pump menghasilkan tekanan
quantity fluida yang bervariatif. Sehingga di dalam
pompa tersebut terdapat compensator untuk
merubah tekanan secara otomatis.
c. Pump mechanism
Ada beberapa pump mekanisme yang di gunakan dalam
hydraulic pump, antara lain:

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
1) Gear type
Gear type pump terdiri dari dua gear yang dihubungkan
berada dalam housing, driving gear di putar oleh
engine lalu memutar driven gear.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
2) Gerotor type pump
Jumlah gigi pada inner gear lebih sedikit dan kecil bila
dibandingkan dengan jumlah gigi outer ring gear. Ini
bertujuan untuk membentuk rongga pemompaan. Inner
rotor dan outer rotor berputar searah.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
3) Vane type pump
Vane type dipasang pada poros beralur (slots) dan
karena adanya gaya sentrifugal selama rotor berputar
maka vane selalu merapat pada rumah pompa sehingga
terjadilah proses pemompaan.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
4) Piston type pump
Pada langkah pemompaan cairan ditekan dari setiap
silinder melalui check valve ke saluran tekan. Fungsi
check valve adalah untuk memperkirakan fluida yang
masuk dan keluar dari cylinder saat pump operate.
Piston type pump di bagi dua jenis yaitu angular type
pump dan cam type pump.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
a) Angular type pump
pada pompa ini blok silinder berputar pada suatu sudut
untuk dapat memutar poros.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
b) Cam type pump
Pada pompa ini ada dua variasi dimana cam dapat
berputar, cylinder stationary dan sebaliknya dimana
cylinder dapat berputar dan cam stationary.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
4. Pressure Regulation
Macam macam pressure regulation:
a. Pressure relief valve
Berfungsi untuk membatasi tekanan kerja maksimum
pada sistem (pengaman).

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
b. Pressure regulator
Berfungsi untuk menjaga agar output pompa yang
disalurkan ke sistem sesuai dengan batas tekanan yang
dibutuhkan sistem.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
c. Check valve
Berfungsi untuk mengatur aliran fluida hanya satu arah
saja.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
d. Orifice type check valve
Prinsip kerjanya hampir sama dengan check valve,
tetapi pada valve ini fluida yang mengalir dengan arah
berlawanan di batasi alirannya.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
e. Shuttle Valve
Katup ini akan mengalirkan udara bertekanan dari
salah satu sisi, baik sisi kiri saja atau sisi kanan saja .

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
f. Sequence valve
Berfungsi untuk membuat urutan kerja dari suatu
system.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
5. Selector valve
Berfungsi untuk mengatur atau mengendalikan arah
gerakan actuator.
Ada dua tipe selector valve yaitu rotor type dan spool
type.

a. Rotor type
Pada rotor type selector valve dibagi menjadi beberapa
berdasarkan sirkuitnya:

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
1) Closed-Center rotor selector valve System.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
2) Open-center rotor selector valve system

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
b. Spool type
Berdasarkan sirkuitnya spool type selector valve terdiri dari:
1) Typical close-Center Spool Selector Valve.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
2) Typical Open-Center Spool Selector Valve.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
6. Accumulator
Merupakan suatu benda lapis baja yang dibagi menjadi
dua ruangan dan berisi udara bertekanan dan hydraulic
fluid.
Berfungsi sebagai:
Menyimpan tenaga dalam jumlah terbatas untuk
mengoperasikan satu/ dua unit saat emergency.
Memberikan tekanan ekstra/ tambahan ke sistem
apabila beberapa unit digerakan bersama-sama pada
saat yang bersamaan

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Meredam perubahan tekanan dalam sistem akibat
digerakkannya unit-unit dan saat pompa mulai
mempertahankan tekanan yang dihasilkan ke
batas yang di inginkan.
Menyalurkan hidraulik bertekanan untuk
mengatasi adanya kebocoran kecil didalam/ diluar
sistem yang dapat menyebabkan tekanan dalam
sistem naik-turun.
Tipe accumulator terdiri dari:

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
a. Diaphragm type
Accumulator ini terdiri dari 2 rongga diantara 2 rongga
dalam accumulator ditempatkan sekat yang dibuat dari
karet sintetis yang kuat.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
b. Bladder type

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
c. Piston type
Pada piston type dipasang seal untuk mencegah
kebocoran dan terdapat passage way untuk
merembesnya hidraulik fluid yang fungsi untuk pelumas
seal

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
7. Actuator
Berfungsi untuk menrubah energi fluida bertekanan
menjadi tenaga mekanik, yang dimanfaatkan untuk
mendukung pelaksanaan kerja.
Tipe-tipe actuator, terdiri dari:
a. Single Acting Cylinder

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
b. Double Acting Cylinder.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
C. Seal

Fungsi seal untuk mencegah kebocoran hidraulik


dalam system, atau mencegah udara dan kotoran
masuk dari luar system.

Jenis-jenis seal terdiri dari:

1.

Packing
Terbuat dari karet synthesis atau alam, digunakan
untuk komponenkomponen yang bergerak seperti
cylinder, pump, valve dll

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Macam-macam bentuk packing terdiri dari:
a. O-Ring
Di pasang untuk mencegah kebocoran hydraulic
fluida dari 2 arah.
b. V-Ring
Dipasang untuk mencegah kebocoran pada satu arah.
Muka V dipasang kearah datangnya tekanan.
Untuk dapat menduduki tempatnya dipasang
adopter (male-female).

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
c. U-Ring
Biasanya digunakan pada kelompok brake Assy, hanya
dapat menahan tekanan dari satu arah. Termasuk
kategori packing tekanan rendah.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
2. Gasket
Digunakan sebagai seal yang dipasang diantara 2
permukaan yang rata dan diam.
Bahan pembuat gasket yang biasa digunakan di
pesawat,meliputi:
a. Asbes => exhaust system
b. Kuningan => spark plug
c. Gabus => tempat yang memerlukan elastisitas
d. Karet => tempat yang berhubungan dengan minyak
bumi (oil atau fuel)

Hydraulic dan Pneumatic Power


System

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
3. Wiper
Digunakan untuk membersihkan dan melumasi piston
shaft, serta mencegah kotoran masuk kesistem yang
dapat merusak piston shaft.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
d. Fluid line dan Fitting
1. Fluid line
Hydraulic system pesawat terbang membutuhkan
saluran hidraulik sebagai sarana untuk transmisi tenaga
hidraulik ke actuator.
Sebagai sarana transmisi biasanya berbentuk hose
(selang) terbuat dari braid wire di lapisi karet atau pipa
almunium.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Saluran hydraulik harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
Tahan terhadap vibration yang di hadapi
Tahan terhadap beban kejut (shock)
Tahan terhadap beban bergelombang
Berdasarkan beban dan kekuatan dalam
menahan tekanan serta lokasi maka fluid line
dibedakan:

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
(a) Flexible hose
Biasanya digunakan pada pesawat terbang yang banyak
menerima getaran yang menimbulkan gerakan-gerakan
pada saluran fluid.
Flexible hose berdasarkan tekanannya terdiri dari:
Low pressure hose bertekanan sampai 250 psi
Medium pressure hose bertekanan antara 250 - 500 psi
Medium high pressure hose bertekanan antara 500 - 1500
psi

High pressure hose bertekana di atas 1500 psi

Hydraulic dan Pneumatic Power


System

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
(b) Rigid pipe
Digunakan pada bagian sistem yang menggunakan
tekanan tinggi diatas 1500 psi. Atau dibagian-bagian
pesawat terbang yang kemungkinan paling sering
(rawan ) terhadap foreign object damage (FOD).
Material yang digunakan biasanya dari :
Stenlees steel untuk installation yang permanen
Tembaga, kuningan atau almunium untuk pipe yang
semi permanen (sesekali di bongkar-pasang).

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
2. Fitting
Pada umumnya digunakan untuk menyambung fluid
line ( pipe atau hose) dengan tujuan mencegah
kebocoran diantara sambungan pipa
Ada beberapa tipe cara fitting/ penyambungan, antara
lain:
(a) Flared tube fitting
(b)Flareless tube fitting

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
(a) Flared tube fitting
Pada tipe ini terdiri dari sleeve dan nut, tube yang
digunakan harus di flared sebelum di install.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
(b) Flareless tube fitting
Pada tipe ini sudut counterbore harus di bersihkan sisi
luarnya sebelum dimasukan ke dalam sleeve

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
(c) Bead and clamp
Biasanya digunakan pada flexible connector, bead dan
clamp sering digunakan pada oil connection, coolant,
dan low pressure fuel system tube.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
(d) Line disconnect or Quick disconnect
Untuk mengurangi hidraulik fluid terbuang saat melepas
saluran hidraulik fluid maka dipasang quick disconnect
fitting, bila dilepas secara otomatis kedua ujung pipa
tertutup sehingga tidak ada hidraulic fluid yang
terbuang.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
3. Tube Forming Process
(a) Cutting
Untuk proses memotong pada tube bias mengunakan hack
saw atau tube cutter. pada material yang soft metal tube
misalnya almunium or almunium alloy, copper dll dapat
mengunakan tube cutter.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
(b) Tube bending
Untuk proses tube bending ini hasil bentuknya harus tetap
bulat, tidak rata serta tube tidak berkerut.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
(c) Tube flaring
Ada dua macam flare yang biasa digunakan di
pesawat udara yaitu single flare dan double flare.
Bentuk flare tube biasanya untuk high pressure,
pemasangan flare pada tube harus sesuai
bentuknya
untuk
meminimalkan
terjadinya
kebocoran.
Flaring tool yang digunakan di pesawat terdapat
male dan female die untuk menghasilkan flare angle
35 37.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
(d) Beading
Ada beberapa method yang biasa digunakan untuk
beading tube antara lain hand Beading tool, machine
beading roll dan grip dies.
Method penggunaan berdasarkan pada diameter,
ketebalan dinding tube serta material tube
Grip dies untuk tube yang kurang dari 1/4 inchi outside
diameter
Hand beading untuk 1/4 - 1 inch
Machine beading roll diatas 1 inch.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
4. Installation fluid line
Sebelum memasang fluid line assembly di pesawat
periksa, pastikan bahwa tube tidak dent atau scratches
dan yakinkan bahwa semua nut, sleeve, sambungan
telah sesuai dengan flaring tube.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
e. Diagram Circuit
Setelah kita mengenal komponenen basic hydraulic
sistem beserta fungsinya maka gambar rancangan
sirkuit hidrolik (sistem hidrolik) akan kita komunikasikan
dengan simbol-simbol (grafik simbol) sehingga akan
terbentuk suatu diagram circuit suatu sistem.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
1. Basic hydraulic with Hand pump

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
2. Basic hydraulic system with power pump

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
3. Basic diagram Landing Gear system

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
f. Kelebihan dan kekurangan hydraulic power system
1. Kelebihan hydraulic fluids
Lebih efisien
Tenaga yang dihasilkan sistem hidrolik besar
Oli juga bersifat sebagai pelumas
Perawatannya mudah
Tidak berisik.
Mudah pemasangannya

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
2. Kekurangan hydraulic fluids
Fluida yang digunakan (oli) harganya mahal.
Apabila terjadi kebocoran akan mengotori system
Memerlukan pemeliharaan hydrolik sebelum
digunakan di pesawat.
3. Pemeliharaan hydraulic fluids
Simpanlah cairan hydrolik (drum) pada tempat yang
kering, dingin dan terlindungi (dari hujan, panas dan
angin).

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Pastikan menggunakan cairan hydrolik yang
benar-benar bersih untuk menambah atau
mengganti cairan hydrolik kedalam sistem.
Gunakan juga peralatan yang bersih untuk
memasukannya.
Pompakanlah cairan hydrolik dari drum ke tangki
hydrolik melalui saringan ( pre-filter).
Pantaulah (monitor) dan periksalah secara berkala
dan berkesinambungan kondisi cairan hydrolik.
Cegah jangan sampai terjadi kontamisnasi
gunakan filter baik.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Buatlah interval penggantian cairan hydrolik
sedemikian rupa sehingga oksidasi dan
kerusakan cairan dapat terhindar. (periksa
dengan pemasok cairan hydrolik).
Cegah terjadinya panas/pemanasan yang
berlebihan, bila perlu pasang pendingin (cooling)
atau bila terjadi periksalah penyebab terjadinya
gangguan, atau pasang unloading pump atau
excessive resistence .

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Perbaikilah dengan segera bila terjadi kebocoran
dan tugaskan seorang maitenanceman yang
terlatih.
Bila akan mengganti cairan hydrolik (apa lagi bila
cairan hydrolik yang berbeda), pastikan bahwa
komponen dan seal-sealnya cocok dengan cairan
yang baru, demikian pula seluruh sistem harus
dibilas (flushed) secara baik dan benar-benar
bersih.

Hydraulic dan Pneumatic Power


System
Safety precaution Hydraulic fluid
Safet

y
first..
!!

Hydraulic reservoir
depressurized air

.
n
a
i
k
Se
.
a
m
i
r
Te
h
i
s
Ka