Anda di halaman 1dari 7

PERAN PENDAMPING DESA DALAM MENGEMBANGKAN

KAWASAN TRANSMIGASI BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL


(Muhammad Sholeh Odin)

A. Pendahuluan
Salah satu masalah pokok dibidang kependudukan di
Indonesia adalah penyebaran penduduk yang kurang seimbang
diantara berbagai daerah di Indonesia. Sebagian besar penduduk
Indonesia terpusat di pulau Jawa dan sebagian kecil saja dari
luas Indonesia. Usaha pembangunan di bidang transmigrasi
merupakan salah satu usaha untuk mengatasi penyebaran
penduduk

yang

kurang

seimbang

ini.

Upaya

untuk

menyeimbangkan penyebaran populasi penduduk di indonesia


dilakukan dengan mengadakan program Transmigrasi yang
dilakukan pemerintah sejak pemerintahan Hindia belanda hingga
sekarang.
Transmigrasi ditujukan untuk meningkatkan penyebaran
penduduk

dan

pengembangan

tenaga
daerah

kerja

serta

produksi

baru,

pembukaan
terutama

dan

daerah

pertanian, dalam rangka pembangunan daerah yang dapat


menjamin

peningkatan

taraf

hidup

para transmigran

dan

masyarakat di sekitarnya. Pelaksanaan transmigrasi sekaligus


merupakan usaha penataan kembali penggunaan, penguasaan
dan pemilikan tanah baik di daerah asal maupun di daerah
1

tujuan. Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan transmigrasi,


yang perlu ditingkatkan jumlahnya, perlu ditingkatkan koordinasi
dalam penyelenggaraannya, dan perlunya peran pemerintah
daerah. Dengan demikian dapatlah dikemukakan bahwa tujuan
transmigrasi bersifat ganda dan pelaksanaan transmigrasi yang
berhasil akan dapat memperluas usaha-usaha pembangunan
umumnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat baik di
daerah asal maupun di daerah penerima.
Sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah yang
berhasil ditransmigrasikan maka skala dan intensitas tantangantantangan yang perlu di atasi juga meningkat. Tantangantantangan ini pada umumnya menyangkut pemanfaatan secara
efektif kesempatan-kesempatan yang segera muncul dengan berhasilnya di laksanakan pemindahan penduduk ke lokasi baru.
Pemanfaatan

kesempatan

ini

berhubungan

erat

dengan

efektifitas operasional baik yang menyangkut koordinasi, maupun


kecepatan dan ketepatan bertindak di lapangan. Peran serta
pendamping peserta pendampingan secara berkala agara
program transmigrasi ini dapat memberikan manfaat bagi semua
peserta transmigrasi. Tenaga pendamping dapat memberikan
penyuluhan

kepada

penduduk

transmigran

memanfaatkan segala sumberdaya lokal yang ada.

dengan

B. Keadaan/Masalah dan Solusi


Salah satu masalah yang dihadapi dibidang kependudukan
adalah kurang seimbangnya penyebaran penduduk apabila dikait
kan dengan penyebaran potensi alam khususnya potensi lahan
pertanian.

Maka program transmigrasi merupakan salah satu

upaya pemerintah untuk mengatasi penyebaran penduduk yang


kurang merta. Program tranmigrasi masih banyak menemui
kendala terutama dalam kurangnya SDM yang kurang memadai.
Program ini tidak serta merta berjalan mulus karena para peserta
harus dihadapkan pada kondisi daerah transmigrasi yang jauh
berbeda dengan daeah asalnya. Memang sejak para transmigran
berada di pemukimannya yang baru, mereka diberikan bantuan pangan
dan peralatan usaha tani dalam jangka waktu tertentu. Bantuan ini
disediakan sebagai jaminan hidup bagi petani transmigran sekeluarga
sampai usaha taninya memberikan hasil. Namun ketika bantuan ini
habis penduduk transmigran yang kurang bisa beradaptasi akan banyak
menemui masalah.
Dalam rangka membantu petani transmigran mendapatkan hasil
yang optimal dari lahan usahanya, dilaksanakan kegiatan, penyuluhan
dan

pendampingan.

Kegiatan-kegiatan

ini

meliputi

pemberian

pendidikan dan latihan, pembuatan petak percontohan, dan lain-lain.


Disamping itu, dilakukan pula bimbingan serta petunjuk secara langsung
mengenai cara dan teknik pertanian yang baik pada lahan petani
transmigran. Periode ini penting peranannya dalam menentukan
3

kemampuan para transmigran berkembang lebih lanjut setelah


bantuan-bantuan tidak diberikan lagi.
Dalam usaha meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah
transmigrasi, dilaksanakan pembinaan diberbagai bidang seperti
pendidikan, kesehatan dan keluarga berencana, pemasaran hasil dan
koperasi, kelembagaan desa, kegiatan pemuda dan kaum
wanita. Pendamping desa transmigrasi berupaya melakukan
penyuluhan

dan

pendampingan

terhadap

pengelolaan

sumberdaya lokal. Sebagai seorang pendampingharus jeli dalam


melihat sumberdaya yang ada. Pengembangan sumberdaya
manusia dilakukan dengan menggali potensi Sumber Daya
Manusia (SDM) seluruh penduduk setempat melalui kegiatan
kemasyarakatan, diantaranya:
1. Pengembangan Kaum Muda
Pengembangan kaum muda merupakan sebuah program yang
menghimpun seluruh pemuda desa setempat dalam menggali potensi
dan mengembangan diri baik dalam kelompok maupun indifidu.
Pengembangan karakter melalui kelompok dapat dilakukan dengan
melibatkan dan menghimpun kaum muda pada organisai kepemudaan
seperti: karang taruna, himpunan pemuda desa, dan ikatan remaja
masjid dan lain sebagainya. Pembentukan komunitas juga perlu
dilakukan misalnya komunitas kesenian. Sedangkan pengembangan
4

kaum muda melalui infifidu ialah penyaluran minat dan bakat para
pemuda desa dengan melibatkanya dalam sebuah kompetisi.

2. Pengembangan Kaum Wanita


Kaum wanita di negeri ini masih dipandang kaum yang lemah,
sebetulnya

wanita

memiliki

potensi

yang

sangat

besar

jika

dikembangkan. Kegiatan organisasi kewanitaan dapat dikembangkan


dengan kegiatan program PKK, program keluarga terencanadan
bahagia, pengajian ibu-ibu dan adanya fasilitas penyalur kerajinan.
Seorang pendamping berperan sebagai fasilitator dalam penjualan
maupun penyediaan barang yang tidak bisa dipenuhi sendiri oleh
pengrajin.
3. Pengembangan Kelembagaan Desa
Pengembangan

kelembagaan

desa

dilakukan

dengan

mengembalikan fungsi pokok lembaga desa pada peran dan fungsinya


masing-masing.

Misal koperasi unit desa (KUD) berperan sebagai

lembaga yang mengatur maupun melakukan manajemen pada


kegiatan perekonomian di desa. KUD berperan sebagai penyedia
semua peralattan pertanian, dan berperan sebagai pengepul hasil
panen. Pengembangan lembaga desa mulai dari tingkat bawah ke atas
perlu terus di monitoring dan evaluasi dalam proses berjalannya.
Pengembangaan kelembagaan desa dilakukan oleh penyuluh dengan
berkoordinasi dengan pemeintah setempat.
5

4. Pengembangan Kegiatan Sosial dan Budaya


Kegiatan sosial dan budaya masyarakat harus tetap dilestarikan.
Suatu kawasan transmigrasi tidak hanya terdiri dari satu macam suku
yang biasanya terhimpun dalam suatu blok atau kawasan. Adanya
perbedaan suku dan budaya ini dapat menjadi ajang peleburan budaya
maupun pelestarian budaya daerah asal yang harus dilestarikan.
Salahsatu contoh kegiatan ini ialah pelestarian kesenian kuda lumping
bagi kelompok masyarakat yang berasal dari Jawa, sedangkan dari
komunitas suku Bali dapat melestarikan kegiatan seni tari, hal ini
setidaknya akan terjadi peleburan budaya dalam masyarakat.

5. Pengembangan Pendidikan
Pengembangan pendidikan pada kawasan transmigrasi harus
direncanakan oleh seorang pendamping desa. Pengembangan
pendidikan yang dirancangg tidak hanya mengacu pada pendidikan
formal

semata,

pendidikan

non

formal

perlu

dikembangkan.

Pengembangan kegiatan pendidikan formal basanya diatur oleh


pemerintah. Peserta transmigrasi biasanya memiliki pendidikan yang
rendah, namun pendidikan formal perlu mengembangkan pendidikan
penyetaraan jenjang pendidikan. anggota masyarakat dapat diarahkan
pada kegiatan pendidikan program pendidikan paket A hingga C.
Kegiatan ini akan meningkatkan minat masyarkat terhadap dunia
pendidikan. Pendidikan non formal dapat dilakukan dengan mendirikan
lembaga TPA dan Paud.
6

Pemanfaatan sumber daya alam di wilayah transmigrasi memiliki


potensi yang sangaat besar untuk dikembangkan, masih melimpahnya
jumlah sumberdaya lahan dan hasil hutan dapat dimanfaatkan dengan
megembangkan kawasan peternakan bila diwilayah tersebut banyak
terdapat rumput. Hasil huta juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan
baku pembuatan kerajinan. Program pengembangan sumberdaya alam
dapat dilakukan dengan melihat kondidi geografis dan sumberdaya
lahan yang tersedia.
Beberapa daerah transmigrasi masih terdapat kekurangan
tenaga-tenaga pendidik dan para medis yang bersedia ditempatkan
didaerah transmigrasi walaupun untuk itu disediakan suatu insentif
sebagai unsur penarik, namun masih kuranya minat tenaga pendidik
medis tersebut harus diantisipasi. Kekurangaan jumlah tenaga pendidik
dapat diantisipasi dengan melibatkan sumberdaya manusia yang
menempuhi jenjang pendidikan agak tinggi dilibatkan dalam program
pengembangan pendidikan meskipun tidak memiliki latarbelakang
pendidikan.

Sedangkan

kekurangan

tenaga

medis

dapat

memanfaatkan penduduk yang memiliki pengetahuan dalam dunia


pengobatan tradisional.