Anda di halaman 1dari 6

Kelompok (10)

Kelas : (A)

PERANCANGAN BASIS DATA PENGAMBILAN OBAT RAWAT INAP DI


RUMAH SAKIT TELOGOREJO SEMARANG
Agus Susanto, Muhammad Arifin, Muh Nor Wibowo, Fadhila Fia Izza
Email: 201453020@std.umk.ac.id, 201453011@std.umk.ac.id, 201453050@std.umk.ac.id,
201453064@std.umk.ac.id.
Abstrak
Saat ini masih banyak bagian instalasi farmasi pada rumah sakit yang menggunakan
sistem pengambilan obat secara tradisional, dapat kita lihat pada suatu instansi kesehatan dalam
mengolah data obat, Cara seperti ini dapat dinilai kurang efektif, memerlukan waktu yang lama
dalam pembuatan laporan dan pengambilan obat yang dilakukan oleh pasien. Kami mengharapkan
dengan adanya perancangan pengambilan obat pada rumah sakit ini dapat membantu dalam
pembuatan laporan kepada seorang apoteker dan mempermudah pengambilan obat yang dilakukan
oleh pasien. Salah satu cara untuk mengatasi problem di atas yaitu dengan menggunakan Basis
Data Database Server MySQL. MySQL adalah sistem manajemen database SQL yang bersifat
Open Source dan paling populer saat ini.
Kata kunci: Farmasi, Obat, MySQL
1.

PENDAHULUAN

RS Telogorejo Semarang adalah rumah sakit swasta kelas B. Rumah sakit ini mampu
memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis terbatas. Rumah sakit ini juga
menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten. RS Telogorejo mulanya berwujud
Poliklinik Tionghoa bernama Poliklinik Gang Gambiran, sebuah poliklinik yang berdiri 1
Desember 1925. Saat itu Poliklinik tersebut hanya mempunyai tiga orang dokter, yakni dokter M.
permadi, dokter M. Ngamdani dan dokter Tan Ping Ie.
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah merambah ke berbagai
sektor termasuk kesehatan, dapat kita lihat pada suatu instansi kesehatan dalam mengolah data.
Hal ini harus didukung oleh perkembangan peralatan elektronika, seperti komputer dan softwaresoftware pendukung untuk pengolah data.
Saat ini masih banyak bagian instalasi farmasi pada rumah sakit yang menggunakan sistem
pengambilan obat secara tradisional, dimana seorang pasien harus membawa resep dari dokter ke
bagian instalasi farmasi, kemudian seorang apoteker untuk melakukan cek stok obat dan meminta
harga pada obat masih dilakukan secara tradisional yaitu melalui pengecekan pembukuan
kemudian pembaruan (update) stok obat masih dicatat secara manual. Cara seperti ini dapat dinilai
kurang efektif, memerlukan waktu yang lama dalam pembuatan laporan dan pengambilan obat
yang dilakukan oleh pasien. Kami mengharapkan dengan adanya perancangan pengambilan obat
pada rumah sakit ini dapat membantu dalam pembuatan laporan kepada seorang apoteker dan
mempermudah pengambilan obat yang dilakukan oleh pasien.
Salah satu cara untuk mengatasi problem di atas yaitu dengan menggunakan Basis Data
Database Server MySQL. MySQL adalah sistem manajemen database SQL yang bersifat Open
Source dan paling populer saat ini. Sistem Database MySQL mendukung beberapa fitur seperti
multithreaded, multi-user, dan SQL database managemen sistem (DBMS). Database ini dibuat
untuk keperluan sistem database yang cepat, handal dan mudah digunakan.
2.

ER-DIAGRAM

ER-DIAGRAM merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis
data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ER-DIAGRAM
untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan
beberapa notasi dan simbol.

Agus Susanto, Muhammad Arifin, Muh Nor Wibowo, Fadhila Fia Izza

Nama Kelompok (10)


Kelas : (A)

2.1. Menentukan Entitas


Entitas merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu
yang lain. Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
Disini saya terdapat 5 buah entitas sebagai objeknya yaitu;
1. Pasien
2. Dokter
3. Perawat
4. Apoteker
5. Asisten Apoteker
Pasien

Dokter

Perawat

Apoteker

Asisten Apoteker

Gambar 1. Himpunan Entitas


2.2. Menentukan Primary Key
Primary Key adalah salah satu atribut yang dapat dijadikan sebagai kunci utama pada
entitas tersebut.
Salah satu atribut dari kandidat key dapat dipilih menjadi primary key dengan 3 kriteria
sebagai berikut:

ID Pasien

1.

Key tersebut lebih natural untuk dijadikan acuan

2.

Key tersebut lebih sederhana

3.

Key tersebut cukup unik


Nama

Alamat

ID Dokter

Pasien

Nama

Alamat

ID Perawat

Nama

Dokter

ID Apoteker

Nama

Alamat

Alamat

Perawat

ID Apoteker

Asisten Apoteker

Nama

Alamat

Apoteker

Gambar 2. Himpunan Entitas dengan PK-nya


2.3. Menentukan Relationship
Hubungan (relasi) dapat terdiri dari sejumlah entitas yang disebut dengan derajad relasi.
ID Pasien

Nama

Alamat

Pasien

ID Apoteker

Nama

Asisten Apoteker

ID Dokter

Diperiksa

Alamat

Nama

ID Perawat

Menyerahan
Hasil Periksa

Dokter

ID Apoteker

Menyerahan
Resep Obat

Alamat

Nama

Perawat

Alamat

Apoteker

Menyerahan
Resep Dokter

Gambar 3. Penentuan relasi yang terjadi

Nama

Agus Susanto, Muhammad Arifin, Muh Nor Wibowo, Fadhila Fia Izza

Alamat

Kelompok (10)
Kelas : (A)

2.4. Menentukan Cardinality


Derajat relasi atau kardinalitas rasio yaitu menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara
satu entitas dengan entitas lainnya;
One to One (1:1)
Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula
sebaliknya.
One to many (1:M / Many)
Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi
tidak sebaliknya.
Many to Many (M:M)
Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula
sebaliknya
ID Pasien

ID Apoteker

Nama

Alamat

Pasien

Nama

Diperiksa

ID Dokter

Nama

Dokter

Alamat

ID Apoteker

Alamat

Nama

ID Perawat

Nama

Perawat

Menyerahan
Hasil Periksa

Alamat

Alamat
M

Asisten Apoteker

Menyerahan
Resep Obat

Apoteker

Menyerahan
Resep Dokter

Gambar 4. Derajat relasional


2.5. Melengkapi Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat
mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.
Atribut Key
Atribut Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris
data ( Row/Record ) dalam tabel secara unik. Dikatakan unik jika pada atribut yang dijadikan key
tidak boleh ada baris data dengan nilai yang sama
Atribut simple
atribut yang bernilai atomic, tidak dapat dipecah/ dipilah lagi
Atribut Multivalue
nilai dari suatu attribute yang mempunyai lebih dari satu (multivalue) nilai dari atrribute yang
bersangkutan
Atribut Composite
Atribut composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang
mempunyai arti tertentu yang masih bisah dipecah lagi atau mempunyai sub attribute.
Atribut Derivatif
Atribut yang tidak harus disimpan dalam database Ex. Total. atau atribut yang dihasilkan dari
atribut lain atau dari suatu relationship. Atribut ini dilambangkan dengan bentuk oval yang
bergaris putus-putus.

Agus Susanto, Muhammad Arifin, Muh Nor Wibowo, Fadhila Fia Izza

Nama Kelompok (10)


Kelas : (A)

ID Pasien

Nama

Alamat

Pasien

ID Apoteker

ID Dokter

Nama

Diperiksa

Nama

ID Apoteker

Menyerahan
Resep Obat

ID Perawat

Menyerahan
Hasil Periksa

Dokter

Alamat

Asisten Apoteker

Alamat

Nama

Nama

Alamat

Perawat

Alamat

Menyerahan
Resep Dokter

Apoteker

Gambar 5. ER-Diagram lengkap


3.

TRANSFORMASI ER-DIAGRAM

Pada tahap ini semua komponen-komponen pada ERD yaitu entitas dan relasi, akan diubah
menjadi tabel-tabel basis data fisik. Begitu juga atribut-atribut yang ada akan diubah menjadi fieldfield pada tabel yang sesuai.
ID Pasien

Nama

Alamat

Pasien

ID Dokter

Nama

Diperiksa

Alamat

Nama

Nama

Apoteker

ID Apoteker

Nama

Nama

Menyerahkan
Resep Obat

Nama

Asisten Apoteker

Gambar 6. Transformasi relasional.

Alamat

Alamat

Apoteker

ID Apoteker

Alamat

Alamat

Perawat

Menyerahkan
Resep Dokter

Perawat

ID Apoteker

ID Perawat

Alamat

Nama

Dokter

Menyerahkan
Hasil Periksa

Dokter

ID Perawat

ID Dokter

Agus Susanto, Muhammad Arifin, Muh Nor Wibowo, Fadhila Fia Izza

Alamat

Kelompok (10)
Kelas : (A)

4.

METODE REKAYA PERANGKAT LUNAK


Dalam rekayasa perangkat lunak, diperlukan tahapan-tahapan kerja yang harus dilalui.
Rekayasa perangkat lunak tidak hanya membutuhkan kemampuan komputasi seperti
algoritma, pemrograman, dan basis data yang kuat, namun juga perlu penentuan tujuan yang
baik, identifikasi cara penyelesaian, metode pengembangan, urutan aktifitas, identifikasi
kebutuhan sumberdaya, dan faktor-faktor lain.
Banyak model yang telah dikembangkan dalam rekayasa perangkat lunak yang
digunakan untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak. Kali ini kami
menggunakan metode waterfall.
Pengertian Waterfall
Waterfall atau sering juga disebut air terjun adalah sebuah metode dalam pengembangan
sistem yang dilakukan untuk membuat pembaruan sistem yang berjalan.
Metode ini merupakan metode yang sering digunakan oleh penganalisa sistem pada
umumnya. Inti dari metode waterfall adalah pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara
berurutan atau secara linear. Jadi jika langkah satu belum dikerjakan maka tidak akan bisa
melakukan pengerjaan langkah 2, 3 dan seterusnya. Secara otomatis tahapan ke-3 akan bisa
dilakukan jika tahap ke-1 dan ke-2 sudah dilakukan.
Analisa

Perancangan Sistem

Implementasi Sistem

Pemeliharaan

Dokumentasi

Analisa
Analisa ini merupakan tahap awal yang dilakukan oleh peneliti dalam mengembangkan sistem.
Dalam analisis ini harus mendapatkan beberapa hal yang dianggap menunjang penelitian yang
dilakukan, seperti : mencari permasalahan yang ada, mengumpulkan data (data fisik, non fisik),
wawancara dan lain-lain. Dalam tahap awal ini penulis dituntut untuk benar-benar melakukan
penelitian yang terarah seperti contohnya untuk penelitian Teknik Informatika. Untuk menentukan
pokok permasalahan peneliti harus memilih terlebih dahulu permasalahan globalnya (misal :
Jaringan), kemudian membagi lagi menjadi beberapa sub kecil (misal : pengiriman paket data),
dan membagi kembali hingga tertuju pada titik fokus (misal : enkripsi data)
Perancangan
Yaitu perancangan sistem teknologi informasi yang memberikan gambaran yang jelas atau rancang
bangun (desain) yang lengkap kepada programmer. Pada perancangan sistem ini programmer, user
dan para ahli teknik ikut terlibat. Tujuan dari desain sistem ini adalah untuk memberikan gambaran
secara umum kepada user tentang sistem yang baru.
Implementasi sistem
Tahap ini adalah tahap pengujian dan tahap pendukung yang artinya sistem yang telah dibuat dari
hasil analisis masalah yang telah melalui tahap-tahap desain, pengodean barulah masuk kedalam
pengujian sistem, sehingga akan dapat diketahui seperti apa hasil kinerja sistem yang baru ini

Agus Susanto, Muhammad Arifin, Muh Nor Wibowo, Fadhila Fia Izza

Nama Kelompok (10)


Kelas : (A)

dibandingkan dengan sistem yang lama, kemudian dapat diketahui pula apakan dalam sistem yang
baru ini masih ada kelemahan yang kemudian akan dikembangkan oleh peneliti berikutnya.
Pemeliharaan
Perangkat lunak yang sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan.
Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan
dengan lingkungan (periperal atau sistem operasi baru) baru, atau karena pelanggan membutuhkan
perkembangan fungsional.
Dokumentasi
Merupakan kumpulan dari catatan hasil kerja dari awal sampai akhir pembuatan perancangan.
5.

PENJADWALAN

No
1

4
5

6.

Kegiatan

Februari
2 3 4

Maret
2 3 4

April
2 3 4

Analisa
- observasi
- Analisa permasalahan Sistem
- Merumusan perancangan
Perancangan Sistem
- Perekrutan Tim
- Pembelian alat-alat
- Pembuatan Desain
- Pembuatan Aplikasi
Implementasi Sistem
- Pengujian Sistem yang telah berjalan
- Pelatihan Mengenai Cara Penggunaan
Sistem yang telah dibuat
Pemeliharaan
- Pengecekan Aplikasi Secara Berkala
Dokumentasi
- Pencatatan Aktifitas
KESIMPULAN
Manfaat basis data farmasi yaitu membantu praktisi farmasi dalam mengolah data,
meningkatkan komunikasi tenaga kesehatan serta pasien, meningkatkan kecepatan
pengobatan pasien, meningkatkan pemahaman pasien mengenai obat yang digunakannya.

Agus Susanto, Muhammad Arifin, Muh Nor Wibowo, Fadhila Fia Izza

Mei
2 3