Anda di halaman 1dari 205

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS

NOMOR 11 TAHUN 2013

TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA


MENENGAH DAERAH KABUPATEN KAPUAS
TAHUN 2013 - 2018

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH


PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS

PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat
dan

limpahan

karuniaNya

kepada

kita

sehingga

penyusunan

dokumen perencanaan lima tahunan ini yakni Rancangan Peraturan


Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Kapuas Tahun 2013 2018 dapat diselesaikan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun
2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun
2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah pada pasal 69
ayat

(1)

Bupati/Walikota

mengkonsultasikan

rancangan

akhir

RPJMD Kabupaten/Kota kepada Gubernur.


Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kabupaten Kapuas Tahun 2013 2018 merupakan
penjabaran dari visi, misi, dan program Bupati Kapuas dan Wakil
Bupati Kapuas terpilih periode 2013 2018 yang memuat kebijakan
umum pembangunan daerah, kebijakan umum keuangan daerah,
strategi dan program prioritas SKPD, lintas SKPD, dan program
kewilayahan

disertai

dengan

kerangka

regulasi

dan

kerangka

pendanaan yang bersifat indikatif.


Kepada berbagai pihak yang secara langsung maupun tidak
langsung telah berpartisipasi dalam proses penyusunan dokumen
RPJMD Kabupaten Kapuas Tahun 2013 2018 ini kami sampaikan
ucapan terima kasih dan semoga pelaksanaan pembangunan yang
akan kita laksanakan di daerah dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.

Kuala Kapuas,

Desember 2013

BUPATI KAPUAS,

Ir. BEN BRAHIM S. BAHAT, MM, MT

LAMPIRAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS


NOMOR 11 TAHUN 2013

TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA


MENENGAH DAERAH KABUPATEN KAPUAS
TAHUN 2013 - 2018

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar

i
ii
iii
v
I-1
I-2
I-2
I-6

1.4
1.5

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Landasan Hukum
Hubungan RPJMD Kabupaten Kapuas 2003-2018 dengan Dokumen
Perencanaan Lainnya
Sistematika Penulisan
Maksud dan Tujuan

Bab II
2.1
2.2
2.3
2.4

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH


Aspek Geografi dan Demografi
Aspek Kesejahteraan Masyarakat
Aspek Pelayanan Umum
Aspek Daya Saing Daerah

II-1
II-1
II-11
II-26
II-42

Bab I
1.1
1.2
1.3

I-7
I-8

Bab III GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH


3.1
Kinerja Keuangan Masa Lalu
3.2
Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu
3.3
Kerangka Pendanaan

III-1
III-1
III-5
III-19

Bab IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS


4.1
Permasalahan Pembangunan
4.2
Isu Strategis

IV-1
IV-1
IV-16

Bab V
5.1
5.2
5.3

V-1
V-1
V-2
V-3

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN


Visi
Misi
Tujuan dan Sasaran

Bab VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN


6.1
Strategi
6.2
Arah kebijakan

VI-1
VI-1
VI-2

Bab VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

VII-1

Bab VIIIINDIKASI PROGRAM PRIORITAS BESERTA KERANGKA


PENDANAAN

VIII1

Bab IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

IX-1

Bab X

X-1

PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN

ii

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

DAFTAR TABEL
Bab II
Tabel II.1
Tabel II.2
Tabel II.3
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel

II.4
II.5
II.6
II.7
II.8
II.9
II.10

Tabel II.11
Tabel II.12
Tabel II.13
Tabel II.14
Tabel II.15
Tabel II.16
Tabel II.17
Tabel II.18
Tabel II.19

Tabel II.20
Tabel II.21
Tabel II.22
Bab III
Tabel III.1.
Tabel III.2.
Tabel III.3.
Tabel III.4.
Tabel III.5.
Tabel III.6.
Tabel III.7.
Tabel III.8.

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH


Jarak Antara Ibukota Kabupaten Kapuas dan Ibukota Kecamatan
Data Jumlah Penduduk Kabupaten Kapuas Menurut Jenis
Kelamin Tahun 2012
PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Harga Berlaku Tahun 20092012
Pertumbuhan Sektoral PDRB Kabupaten Kapuas
PDRB Kabupaten Kapuas Menurut Sektor Tahun 2012
Struktur Perekonomian PDRB Kabupaten Kapuas Tahun 2012
PDRB Per Kapita Tahun 2007 s/d 2012
Kondisi Kemiskinan di Kabupaten Kapuas Tahun 2008 s/d 2012
Derajat Kesehatan Masyarakat
Angka Putus Sekolah, Angka Kelulusan dan Angka Melanjutkan
Tahun 2010 dan 2011
Rasio Siswa Sekolah Negeri dengan guru PNS Tahun 2012
Capaian Indikator Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
Kabupaten Kapuas Tahun 2008 - 2012
Infrastruktur Perdesaan (PNPM-PPIP) Kabupaten Kapuas Tahun
2009 - 2012
Jumlah Koperasi Dan Keadaan Koperasi Di Kabupaten Kapuas
Tahun 2007-2011
Keragaman Perkembangan Tanaman Pangan dan Holtikultura
Kabupaten Kapuas Tahun 2008 - 2012
Keadaan Populasi Ternak
Jumlah dan Jenis Perijinan Bidang Perdagangan tahun 2008-2012
Banyaknya Perusahaan dan Tenaga Kerja Pada Industri Kimia
Agro dan Hasil Hutan di Kabupaten Kapuas Tahun 2008 - 2011
Banyaknya Perusahaan dan Tenaga Kerja Pada Industri Logam,
Mesin, Elektronika dan Aneka (ILMEA) di Kabupaten Kapuas
Tahun 2008 - 2012
Analisis Sektor Unggulan PDRB Tahun 2012
Perkembangan Jumlah Kamar Hotel/ Losmen Menurut Fasilitas
yang Tersedia di Kabupaten Kapuas Tahun 2003 - 2012
Kapasitas Produksi PDAM

II-1
II-4
II-10

GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH


Rata-Rata Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten
Kapuas Tahun Anggaran 2008-2012
Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran
2008-2012
Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran
2008-2012
Neraca Daerah Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2008-2012
Proporsi Realisasi Belanja Terhadap Anggaran Belanja Kabupaten
Kapuas Tahun Anggaran 2010-2012
Realisasi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur Kabupaten
Kapuas Tahun Anggaran 2009-2012
Analisis Proporsi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur 20092012
Pengeluaran Wajib dan Mengikat Serta Prioritas Utama Kabupaten

III-1
III-2

II-13
II-14
II-15
II-15
II-17
II-17
II-20
II-26
II-27
II-29
II-30
II-34
II-36
II-38
II-39
II-40
II-41

II-42
II-44
II-45

III-2
III-3
III-4
III-15
III-16
III-17
III-18
iii

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

Tabel III.9.
Tabel III.10.
Tabel III.11.
Tabel III.12.
Tabel III.13.
Tabel III.14.
Tabel III.15.

Tabel III.16.

Kapuas Tahun Anggaran 2010-2012


Defisit Riil Dan Penutup Defisit Riil Anggaran Kabupaten Kapuas
Tahun Anggaran 2008-2012
Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran(Silpa)Kabupaten
Kapuas Tahun Anggaran 2008-2012
Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran
2014-2018
Proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran(Silpa)Kabupaten
Kapuas Tahun Anggaran 2014-2018
Proyeksi Kapasitas Kemampuan Keuangan DaerahKabupaten
Kapuas Tahun Anggaran 2014-2018
Proyeksi Pengeluaran Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama
Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2014-2018
Kerangka Pendanaan Alokasi Kapasitas Keuangan Daerah
Berdasarkan Prioritas Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 20142018
Kerangka Pendanaan Alokasi Kapasitas Keuangan Daerah
Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2014-2018

III-18
III-19
III-20
III-21
III-21
III-21
III-22

III-23

Bab IV
Tabel IV.1

ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS


Permasalahan Pembangunan Kabupaten Kapuas

IV-1
IV-2

Bab V
Tabel V.1

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN


Rumusan Sasaran dan Indikator Kabupaten Kapuas

V-1
V-9

Bab VI
Tabel VI.1

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN


Distribusi Strategi Dalam Mencapai Sasaran Untuk Melaksanakan
Arah Kebijakan Pembangunan
Arah Kebijakan Pembangunan Per Tahun 2014 - 2018

VI-1
VI-3

Tabel VI.2
Bab VII

VI - 5

KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH


KABUPATEN KAPUAS
Tabel VII.1 Program Pembangunan Daerah Kabupaten Kapuas

VII-1

Bab VIII
Tabel
VIII.1

INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS BESERTA


KERANGKA PENDANAAN
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan
Kabupaten Kapuas Tahun 2013 -2018

VIII1
VIII-2

Bab IX
Tabel IX.1

PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH


Penentuan Indikator Kinerja Kabupaten Kapuas 2014-2018

IX-1
IX-2

VII-4

iv

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

DAFTAR GAMBAR
Bab II
Gambar II.1
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH


Peta Wilayah Administrasi Pemerintahan Kabupaten Kapuas Provinsi
Kalimantan Tengah
II.2 Luas Kabupaten Kapuas Menurut Kecamatan
II.3 Curah Hujan di Enam Kecamatan di Kabupaten Kapuas, 2011
II.4 Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2012
II.5 Perkembangan Jumlah Penduduk Melek Huruf Tahun 2008-2012
II.6 Angka Buta Huruf Tahun 2009-2013
II.7 Perkembangan APK PAUD, SD/MI, SMP/MTs Tahun 2008/2009 2012/2013
II.8 Perkembangan APK/APM Pendidikan Menengah Tahun 2008/2009 2012/2013
II.9 Jumlah Rumah Sakit, Puskesmas dan Pos Kesehatan Desa di
Kabupaten Kapuas Tahun 2009 - 2011
II.10 Jumlah PNS Kabupaten kapuas Tahun 2009- 2012

II-1
II-2
II-3
II-5
II-11
II-18
II-19
II-19
II-20
II-28
II-35

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan

Pembangunan

Nasional,

Rencana

Pembangunan

Jangka

Menengah Daerah (RPJMD) merupakan penjabaran dari visi, misi dan program
kepala daerah yang dalam penyusunannya berpedoman pada Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta memperhatikan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Hal ini sejalan dengan
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang
mengamanatkan

penyelenggaraan

otonomi

daerah

dilaksanakan

dengan

memberi kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggung jawab kepada daerah.
Lebih lanjut, pasal 150 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, sistem
perencanaan disusun secara berjangka meliputi Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah dokumen
perencanaan pembangunan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. RPJMD
memuat visi, misi, dan program pembangunan dari Bupati terpilih yang
diterjemahkan dalam tujuan, sasaran, strategi, kebijakan dan program prioritas
selama lima tahun. Sehubungan dengan terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati
Kabupaten Kapuas pada tanggal 25 April 2013, maka disusun RPJMD
Kabupaten Kapuas 2013-2018. Sebagai suatu dokumen resmi rencana daerah,
RPJMD mempunyai kedudukan yang strategis, yaitu menjembatani antara
perencanaan

jangka

panjang

(20

tahun)

dengan

perencanaan

dan

penganggaran tahunan.
Sesuai pasal 15 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008, Peraturan
Daerah tentang RPJMD ditetapkan paling lama 6 (enam) bulan setelah kepala
daerah dilantik, dimana RPJMD disusun antara lain berpedoman pada RPJPD.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kapuas Tahun
2013-2018 memperhatikan arah pembangunan RPJPD berdasarkan Peraturan
Daerah Nomor 7 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Daerah Kabupaten Kapuas Tahun 2005-2024.
Selanjutnya, mengingat bahwa suatu RPJMD dilaksanakan melalui Renstra
SKPD maka penyusunan RPJMD juga bersamaan dengan penyusunan Renstra

Pendahuluan

I-1

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


SKPD. Pasal 25 ayat (3) menyebutkan bahwa penyusunan Renstra SKPD
berpedoman pada RPJMD dan bersifat indikatif.
Sebagai dokumen perencanaan lima tahunan, RPJMD menjadi acuan dan
dijabarkan setiap tahun ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
yang selanjutnya menjadi pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). RKPD disusun berpedoman kepada
RPJMD sehingga dengan demikian program pemerintahan daerah yang disusun
dalam RKPD harus konsisten dengan program, indikator kinerja outcome dan
SKPD penanggung jawab yang ditetapkan dengan peraturan daerah tentang
RPJMD. Hal ini bertujuan agar janji politik kepala daerah kepada masyarakat
yang disampaikan pada saat kampanye pemilihan umum kepala daerah (berupa
visi, misi dan program prioritas) dapat diwujudkan sesuai dengan harapan
masyarakat.

1.2.Landasan Hukum
Penyusunan

RPJMD

Kabupaten

Kapuas

berlandaskan

pada

peraturan

perundang-undangan, sebagai berikut:


Undang-Undang
Landasan hukum yang digunakan dalam bentuk undang-undang, sebagai
berikut:
1.

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang


Darurat No. 3 Tahun 1953 tentang Perpanjangan Pembentukan Daerah
Tingkat II di Kalimantan (Lembaran-Negara Tahun 1953 No. 9), Sebagai
Undang-Undang(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 72 Tahun
1959; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820);

2.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten


Katingan,

Kabupaten

Seruyan,

Kabupaten

Sukamara,

Kabupaten

Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten


Murung Raya, Dan Kabupaten Barito Timur di Provinsi Kalimantan Tengah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 18, Tambahan
lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4180);
3.

Undang-Undang

Nomor

17

Tahun

2003

tentang

Keuangan

Negara

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan


Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
4.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

Pendahuluan

I-2

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


5.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan


Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004
Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Repubublik Indonesia Nomor
4421);

6.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah


(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 125 Tahun 2004, Tambahan
Lebaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah
beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008
tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004
tentang pemerintah daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nomor 59, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4844);

7.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang


Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
(Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
RI Nomor 4438);

8.

UndangUndang

Nomor

17

Tahun

2007

tentang

tentang

Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran


Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4700); dan
9.

UndangUndang

Nomor

26

Tahun

2007

tentang

Penataan

Ruang

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan


Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725).
Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri
Landasan yang digunakan dalam bentuk Peraturan Pemerintah, Peraturan
Presiden dan Peraturan Menteri, sebagai berikut:
1.

Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan


Dekonsentrasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor
62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4095);

2.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005

tentang Pengelolaan

Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005


Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4598);
3.

Peraturan

Pemerintah

Nomor

65

Tahun

2005

tentang

Pedoman

Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4585);
4.

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan


Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan

Pendahuluan

I-3

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Pemerintahan

Daerah

Kabupaten/Kota

(Lembaran

Negara

Republik

Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik


Indonesia Nomor 4737);
5.

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi


Penyelenggaraan

Pemerintahan

Daerah,

Tatacara

Penyusunan,

Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
6.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara


Penyusunan,

Pengendalian,

dan

Evaluasi

Pelaksanaan

Rencana

Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008


Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
7.

Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang


Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor
48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

8.

Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan


Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014;

9.

Peraturan

Pemerintah

Nomor

19

Tahun

2010

tentang

Tata

Cara

Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta kedudukan Keuangan Gubernur


sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2010 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5107);sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 32 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Pemerintah Nomor 19
Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta
Kedudukan Keuangan Gubernur sebgai Wakil Pemerintah di Wilayah
Provinsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 44);
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali,
terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011
tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13
Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
11. Peraturan

Menteri

Dalam

Negeri

Nomor

54

Tahun

2010

tentang

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,


Tata

Cara

Penyusunan,

Pengendalian

dan

Evaluasi

Pelaksanaan

Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia


Tahun 2010 Nomor 517); dan

Pendahuluan

I-4

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman
Pelaksanaan Kajian Lingkungan HIdup Strategis Dalam Penyusunan atau
Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2012 Nomor 994).
Peraturan Daerah
Landasan hukum yang digunakan dalam bentuk peraturan daerah, yaitu:
1.

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 4 Tahun 2010,


tentang

Rencana

Kalimantan

Pembangunan

Tengah

tahun

Jangka

2005-2025

Panjang

Daerah

Provinsi

(Lembaran

Daerah

Provinsi

Kalimantan Tengah Tahun 2010 Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah


Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 34);
2.

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1


tentang

Rencana

Kalimantan

Pembangunan

Tengah

tahun

Jangka

2010-2015

Tahun 2011,

Menengah

Daerah

Provinsi

(Lembaran

Daerah

Provinsi

Kalimantan Tengah Tahun 2011 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah


Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 40);
3.

Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Nomor 7 Tahun 2006, tentang


Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Kapuas Tahun
2005-2024;

4.

Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Nomor 1 Tahun 2008, tentang


Urusan Pemerintah Kabupaten Kapuas;

5.

Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Nomor 3 Tahun 2008, tentang


Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kapuas;

6.

Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Nomor 4 Tahun 2008, tentang


Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Kapuas;

7.

Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Nomor 5 Tahun 2008, tentang


Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Kapuas;

8.

Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Nomor 6 Tahun 2008, tentang


Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten
Kapuas;

9.

Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Nomor 7 Tahun 2008 tentang


Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan di

Kabupaten

Kapuas;
10. Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Nomor 1 Tahun 2012 Tentang
Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Nomor 5 Tahun 2008
tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan

Perencanaan

Pembangunan Daerah dan lembaga Teknis Daerah Kabupaten Kapuas; dan

Pendahuluan

I-5

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


11. Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Nomor 2 Tahun 2012 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Kapuas.
1.3.Hubungan RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018 dengan Dokumen
Perencanaan Lainnya
1.3.1. Hubungan RPJMD Kabupaten Kapuas dengan Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan RPJMD Provinsi Kalimantan
Tengah
Penyusunan RPJMD Kabupaten Kapuas mengacu kepada RPJMN

sebagai

salah satu sistem perencanaan yang terbaca dengan jelas di dalam pasal 2 dan
pasal 3 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2010 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014. Sasaran
dan prioritas pembangunan nasional yang termuat di dalam RPJMN menjadi
salah satu acuan bagi penyusunan RPJMD. Dengan demikian, diharapkan
terjadi sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional dan
daerah.
Sebagai kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah,
Kabupaten Kapuas bersama kabupaten/kota yang ada di provinsi ini harus
membangun sistem perencanaan yang sinkron. Sinkronisasi perencanaan
pembangunan provinsi dengan kabupaten/kota menjadi suatu keharusan
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, RPJMD Ini disusun
mengacu kepada Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1
Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi
Kalimantan Tengah Tahun 20102015.

1.3.2. Hubungan RPJMD Kabupaten Kapuas dengan RPJPD, RKPD, Renstra


SKPD serta Renja SKPD
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang memuat visi,
misi dan arah kebijakan pembangunan daerah selama 20 tahun ke depan
merupakan pedoman bagi penyusunan RPJMD. RPJMD sebagai perencanaan
pembangunan selama periode 5 tahun disusun dengan berpedoman kepada
arah pembangunan RPJPD.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menjadi pedoman
bagi penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra
SKPD).

Renstra

SKPD

merupakan

rencana

kerja

lima

tahunan

yang

menjabarkan perencanaan kerja tahunan SKPD untuk menunjang pencapaian


visi, misi dan sasaran pembangunan lima tahunan sebagaimana termuat dalam

Pendahuluan

I-6

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


RPJMD serta penyelenggaraan pemerintahan yang menjadi kewenangan
kabupaten. Penjabaran rencana tahunan SKPD termuat dalam Rencana Kerja
(Renja) SKPD.
RPJMD sebagai dokumen perencanaan pembangunan lima tahunan dijabarkan
dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai perencanaan tahunan
daerah. Selanjutnya, RKPD menjadi acuan bagi setiap SKPD dalam menyusun
rencana kerja (Renja SKPD) tahunannya.

1.3.3. Hubungan dengan Dokumen Tata Ruang


Penyusunan RPJMD Kabupaten Kapuas disinergikan dengan rancangan akhir
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kapuas yang sedang dalam
tahap pembahasan dan penetapan peraturan daerah. Dengan demikian
diharapkan kebijakan dan program pembangunan lima tahunan di RJMD
sejalan dengan kebijakan struktur dan pola ruang, dan program yang termuat
di dalam RTRW Kabupaten Kapuas untuk periode pembangunan 2013-2018.

1.4.

Sistematika Penulisan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Kapuas 2013-2018,


disusun dengan sistematika sebagai berikut:
Bab I. Pendahuluan
Berisi latar belakang, dasar hukum penyusunan, hubungan dokumen RPJM
dengan dokumen perencanaan lainnya, sistematika penulis, serta maksud dan
tujuan dokumen RJPMD disusun.
Bab II. Gambaran Umum Kondisi Daerah
Menggambarkan kondisi umum daerah mencakup aspek geografis, aspek
kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum, dan aspek daya saing
daerah.
Bab

III.

Gambaran

Pengelolaan

Keuangan

Daerah

Serta

Kerangka

Pendanaan
Menjelaskan kinerja keuangan masa lalu, kebijakan pengelolaan keuangan
masa lalu, dan kerangka pendanaan.
Bab IV. Analisis Isu-Isu Strategis
Mengemukakan

permasalahan

pembangunan

dan

isu-isu

strategis

pembangunan Kabupaten Kapuas yang menjadi landasan penyusunan tujuan


dan sasaran pembangunan.
Bab V. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
Pendahuluan

I-7

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Berisi pernyataan visi, misi tujuan dan sasaran pembangunan lima tahun
periode 2013-2018.
Bab VI. Strategi dan Arah Kebijakan
Menguraikan strategi yang dipilih dalam mencapai tujun dan sasaran serta
pentahapan arah kebijakan tiap tahunnya yang tertuang dalam arah kebijakan.
Bab VII. Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah
Menjelaskan kebijakan umum yang digunakan sebagai penentuan program
pembangunan daerah, yang dilengkapi dengan program-program pembangunan
daerah yang difokuskan untuk mencapai visi dan misi kepala daerah.
Bab VIII. Indikasi Rencana Program Prioritas Yang Disertai Kebutuhan
Pendanaan
Menjelaskan semua program prioritas Kabupaten Kapuas yang disertai dengan
pendanaannya selama lima tahun.
Bab IX. Indikator Kinerja Pembangunan
Menjelaskan penetapan indikator kinerja daerah yang menggambarkan target
yang ditetapkan dan capaian keberhasilan pencapaian visi dan misi bupati
terpilih pada masa akhir periode masa jabatan.
Bab X. Pedoman Transisi dan Kaidah Pelaksanaan
Berisi prinsip-prinsip pedoman massa transisi pada saat pergantian masa
jabatan serta kaidah pelaksanaan, mekanisme pelaksanaan, pemantauan,
pengendalian dan evaluasi hasil RPJMD.
Bab XI. Penutup
Merupakan penutup dari keseluruhan tulisan tentang RPJMD Kabupaten
Kapuas.
1.5.

Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018 ialah menjabarkan


visi dan misi kepala daerah terpilih kedalam dokumen perencanaan lima
tahunan yang memberikan pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan baik
pemerintah, masyarakat dan dunia usaha di dalam mewujudkan tujuan
pembangunan Kabupaten Kapuas yang berkesinambungan.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) disusun dengan
tujuan sebagai berikut:

a. Menjabarkan visi, misi, dan program prioritas kepala daerah terpilih;


b. Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan serta mewujudkan
perencanaan pembangunan daerah yang sinergis, harmonis dan terpadu
Pendahuluan

I-8

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


dengan perencanaan pembangunan nasional dan provinsi;

c. Memberikan pedoman yang terarah dan terukur bagi perencanaan


operasional yang tertuang dalam Renstra SKPD dan perencanaan tahunan
yang tertuang dalam RKPD;

d. Mewujudkan

keterkaitan

dan

konsistensi

pembangunan

antara

perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, serta pengendaian dan evaluasi;

e. Menciptakan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah;


dan

f. Menetapkan

instrumen

untuk

pengendalian

dan

evaluasi

terhadap

kebijakan, pelaksanaan dan evaluasi hasil rencana pembangunan jangka


menengah dan tahunan daerah.

Pendahuluan

I-9

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

BAB II
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
33

Gambaran Umum kondisi Kabupaten Kapuas memberikan informasi tentang


kondisi daerah dan capaian pembangunan Kabupaten Kapuas secara umum
sampai saat ini. Gambaran umum menjadi pijakan awal penyusunan rencana
pembangunan kedepan melalui pemetaan secara objektif kondisi daerah dari
aspek geografi dan demografi, kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan
daya saing daerah.

2.1 Aspek Geografi dan Demografi


Analisis pada aspek geografi Kabupaten Kapuas perlu dilakukan untuk
memperoleh gambaran mengenai karakteristik lokasi dan wilayah, potensi
pengembangan wilayah, dan kerentanan wilayah terhadap bencana. Sedangkan
gambaran kondisi demografi, antara lain mencakup perubahan penduduk,
komposisi, dan populasi masyarakat secara keseluruhan atau kelompok dalam
waktu tertentu.

2.1.1. Karakteristik Lokasi dan Wilayah


1) Letak, Luas dan Batas Wilayah
Secara geografis Kabupaten Kapuas terletak pada 00 8 48 - 30 27 00 LS dan
1130 2 36 - 1140 44 00 BT, secara umum terbagi dalam 2 (dua) bagian, yakni
daerah sebelah utara (meliputi 6 Kecamatan) merupakan daerah dataran tinggi
yang berbukit dengan ketinggian antara 100-500 m/dpl, sedangkan daerah
selatan (meliputi 11 Kecamatan) merupakan daerah pesisir, dataran rendah dan
rawa-rawa dengan ketinggian 0 - 50 m/dpl. Iklim di Kabupaten Kapuas
termasuk iklim tropis dan lembab dengan temperatur minimal berkisar antara
21 - 230C dengan curah hujan rata-rata 1.789 mm pertahun, kondisi daerah
meliputi :
a. Batas Administrasi Daerah meliputi :

Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten


Murung Raya dan Kabupaten Barito Utara;

Sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa dan Kabupaten Barito


Kuala Provinsi Kalimantan Selatan;

Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Pulang Pisau; dan

II-1
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Barito Selatan Provinsi


Kalimantan Tengah dan Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan
Selatan.
Gambar II.1
Peta Wilayah Administrasi Pemerintahan Kabupaten Kapuas
Provinsi Kalimantan Tengah

Sumber : Kapuas Dalam Angka, 2013

Secara yuridis formal, Kabupaten Kapuas dibentuk berdasarkan UndangUndang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat
Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan
(Lembaran Negara R.I. Tahun 1959 Nomor 72 tambahan Lembaran Negara R.I.
Nomor 1820). Seiring dengan dinamika perkembangan wilayah dan tuntutan
untuk pemekaran wilayah, maka sejak tahun 2002 Kabupaten Kapuas
dimekarkan menjadi 3 (tiga) kabupaten yakni Kabupaten Kapuas (Kabupaten

II-2
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Induk), Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Gunung Mas (Kabupaten hasil
pemekaran) yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002.
Secara umum Luas Wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten Kapuas
yaitu 14.999 Km2 atau 9,77% dari luas Wilayah Propinsi Kalimantan Tengah.
Kabupaten Kapuas yang meliputi 17 kecamatan, 14 kelurahan, 214 desa.
Panjang Pantai 189,85 km yang melintasi 5 (lima) desa di Kecamatan Kapuas
Kuala.
Gambar di bawah memberikan luasan Kabupaten Kapuas menurut kecamatan.
Gambar II.2
Luas Kabupaten Kapuas Menurut Kecamatan

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas 2013, diolah.

Kecamatan Mantangai merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Kapuas


dengan luas sebesar 6.128,00 km2 atau 40,86 persen, sedangkan Kecamatan
Selat merupakan kecamatan yang terkecil luas wilayahnya yaitu hanya 111,74
km2 atau 0,74 persen.
2) Orbitrasi
Keadaan orbitasi di Kabupaten Kapuas saat ini yaitu masih ada Kecamatan
yang jaraknya sangat jauh dari Ibukota Kabupaten Kapuas, misalnya Ibu Kota
Kecamatan Mandau Talawang di Sei Pinang (362 km), Ibu Kota Kecamatan

II-3
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Kapuas Hulu di Sei Hanyo (342 km), Ibu Kota Kecamatan Kapuas Tengah di
Pujon (252 km) dan Ibu Kota Kecamatan Timpah di Timpah (215 km) seperti
dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel II.1
Jarak Antara Ibukota Kabupaten Kapuas dan Ibukota Kecamatan.

KAPUAS KUALA

LUPAK DALAM

JARAK KE
IBUKOTA
KABUPATEN (Km)
59

TAMBAN CATUR

TAMBAN CATUR

47

KAPUAS TIMUR

ANJIR SERAPAT

21

SELAT

KUALA KAPUAS

BATAGUH

BATAGUH

20,5

BASARANG

BASARANG

KAPUAS HILIR

BARIMBA

9,5

PULAU PETAK

SEI TATAS

16

KAPUAS BARAT

MANDOMAI

23

10

KAPUAS MURUNG

PALINGKAU

25

11

DADAHUP

DADAHUP

48

12

MANTANGAI

MANTANGAI TENGAH

83

13

TIMPAH

TIMPAH

215

14

KAPUAS TENGAH

PUJON

252

15

PASAK TALAWANG

JANGKANG

289

16

KAPUAS HULU

SEI HANYO

342

17

MANDAU TALAWANG

SEI PINANG

362

No.

KECAMATAN

IBUKOTA
KECAMATAN

Sumber : Kapuas Dalam Angka 2013

3) Topografi
Topografis Kabupaten Kapuas pada bagian utara merupakan daerah perbukitan,
dengan ketinggian antara 100-500 meter dari permukaan air laut dan
mempunyai tingkat kemiringan antara 815 derajat dan merupakan daerah
perbukitan/pegunungan dengan kemiringan 1525 derajat. Pada bagian
selatan terdiri dari pantai dan rawa-rawa dengan ketinggian antara 05 meter
dari permukaan air laut yang mempunyai elevansi 0% - 8% serta dipengaruhi
oleh pasang surut dan merupakan daerah yang berpotensi banjir cukup besar
terutama pada saat air laut pasang /naik.
Wilayah perairan meliputi danau, rawa, beberapa sungai besar dan kanal yang
berada dalam wilayah Kabupaten Kapuas meliputi :
1)

Sungai Kapuas Murung, dengan panjang 66,38 Km

2)

Sungai Kapuas, dengan panjang

3)

Daerah pantai/pesisir Laut Jawa, dengan panjang 189,85 Km

600,00 Km

II-4
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


4) Geologi
Jenis tanah di wilayah Kabupaten Kapuas saat ini dapat dikelompokkan
menjadi 4 ordo, 13 group, dan 15 sub group macam tanah. Keempat ordo
tersebut adalah: Histosol, Entisol, Inceptisol dan Ultisol.
5) Hidrologi
Selain sungai-sungai yang telah disajikan di atas, di Kabupaten Kapuas juga
terdapat 4 (empat) buah anjir/kanal yaitu :

Anjir Serapat sepanjang 28 km (yang menghubungkan Kuala Kapuas


menuju Banjarmasin, wilayah Kalimantan Tengah sepanjang 14 km dan
wilayah Kalimantan Selatan 14 km).

Anjir Kalampan sepanjang 14,5 km (yang menghubungkan Kota Mandomai


Kecamatan Kapuas Barat ke Pulang Pisau wilayah Kabupaten Pulang Pisau
mengarah ke Palangka Raya).

Anjir Basarang sepanjang 24 km (yang menghubungkan Kuala Kapuas ke


wilayah Pulang Pisau).

Anjir Tamban sepanjang 25 km (yang menghubungkan Kuala Kapuas


menuju Banjarmasin, wilayah Kalimantan Tengah sepanjang 13 km dan
wilayah Kalimantan Selatan 12 km).

6) Klimatologi
Keadaan klimatologi di Kabupaten Kapuas pada saat ini umumnya termasuk
daerah beriklim trofis dan lembab dengan temperatur berkisar antara 21 23
derajat Celsius dan maksimal mencapai 36 derajat Celsius. Intensitas
penyinaran matahari selalu tinggi dan sumber daya air yang cukup banyak,
sehingga

menyebabkan

tingginya

penguapan

yang

menimbulkan

awan

aktif/tebal. Curah hujan terbanyak jatuh pada bulan Desember, sedangkan


bulan kering/kemarau jatuh pada Juni sampai dengan September.
Gambar II.3
Curah Hujan di Enam Kecamatan di Kabupaten Kapuas Tahun 2011

Sumber : Kapuas Dalam Angka 2013.

II-5
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

Curah hujan di Kabupaten Kapuas terbesar terjadi di 6 (enam) kecamatan yaitu


Kecamatan Kapuas Kuala, Tamban Catur, Selat, Pulau Petak, Kapuas Murung
dan Kapuas Tengah. Pada tahun 2012 menunjukkan bahwa dari keenam
kecamatan tersebut, curah hujan tertinggi terjadi di Kecamatan Kapuas Hilir
yaitu sebesar 2195,6 mm sedangkan curah hujan terendah diantara keenam
kecamatan tersebut terjadi di Kecamatan Kapuas Kuala.
7) Penggunaan Lahan
Wilayah selatan (12 kecamatan) memiliki karakteristik pasang surut (rawa) yang
berpotensi untuk lahan pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Sementara
wilayah utara (5 kecamatan) dengan karakteristik berbukit-bukit sangat sesuai
untuk

lahan

perkebunan,

kehutanan,

peternakan

dan

pertambangan.

Penggunaan lahan berdasarkan data dari rancangan akhir RTRW Kabupaten


Kapuas, terdiri dari:
1.

Kawasan Lindung;
a.

Kawasan gambut terdapat di Kecamatan Timpah dan Mantangai


seluas 73.200 Ha.

b.

Kawasan pelestarian alam, terdapat di Kecamatan Mantangai dan


Timpah seluas 128.296 Ha.

2.

Kawasan Budidaya;
a. Pertanian tersebar di seluruh kabupaten
b. Perikanan tangkap dan budidaya
c. Perkebunan besar tersebar di seluruh Kabupaten
d. Kawasan pertambangan yang dikembangkan di Kapuas Hulu, Kapuas
Tengah, Timpah dan Basarang.
e. Kawasan Pariwisata;

f.

Wisata Alam : pesisir pantai teluk gabang,

Wisata alam Pulau Telo

Permukiman; Kawasan dengan permukiman kepadatan sedang

2.1.2. Potensi Pengembangan Lahan


Kawasan budidaya adalah kawasan yang dibudidayakan atas dasar kondisi dan
potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan.
Kawasan

budidaya

di

Kabupaten

Kapuas

yang

memiliki

potensi

untuk

pengembangan dan mendukung perekonomian daerah, yaitu:


1) Kawasan hutan produksi
a. Kawasan hutan produksi tetap.
Pemanfaatan kawasan hutan produksi tetap dikenal dengan prinsip
softlanding yaitu mengatur jumlah tebangan pada tiap periode untuk

II-6
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


memberikan

kesempatan

kepada

hutan

untuk

memperbaiki

alam

sehingga tercapai keberlanjutan dan kelestarian pengelolaan hutan.


Kawasan Hutan produksi tetap terletak di Kecamatan Kapuas Barat,
Kecamatan Kapuas Tengah dan Kecamatan Mantangai seluas 823.904 Ha.
b. Kawasan hutan produksi terbatas.
Pemanfaatan

dilakukan

secara

terbatas

serta

mempertimbangkan

keberadaan kawasan permukiman transmigrasi yang ada disekitar


kawasan hutan. Kawasan hutan produksi terbatas terletak di Kecamatan
Kapuas Hulu, 499,684 Ha.
c. Kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi.
Kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi dilakukan untuk
pengembangan

kegiatan

pertanian

dan

perkebunan

terdapat

di

Kecamatan Kapuas Hulu, Kecamatan Kapuas tengah, Kecamatan Timpah


dan Kecamatan Mantangai seluas 170.917 Ha.
2) Kawasan hutan rakyat
Kawasan hutan rakyat terletak diseluruh kecamatan di Kabupaten Kapuas.
3) Kawasan pertanian
Kawasan peruntukan pertanian, terdiri atas
A. Kawasan pertanian tanaman pangan ,terdiri atas :
a) kawasan pertanian pangan untuk sub sektor tanaman pangan dan
hortikultura seluas 227.840 hektar, luas lahan produktif 133.540
hektar yang terdiri atas lahan sawah 103.271 hektar, palawija 2.811
hektar, lading 17.499 hektar dan hortikultura 9.959 hektar dengan
lokasi.
b) kawasan peruntukan pertanian pangan berkelanjutan

sawah di

wilayah kabupaten seluas 139.933 hektar meliputi Kecamatan Selat,


Kecamatan Kapuas Hilir, Kecamatan Basarang, Kecamatan Pulau
Petak,

Kecamatan

Kapuas

Timur,

Kecamatan

Kapuas

Barat,

Kecamatan Kapuas Kuala, Kecamatan Kapuas Murung, Kecamatan


Mantangai, Kecamatan Kapuas Tengah.
B. Kawasan perkebunan, seluas

400.726

hektar, terdiri dari perkebunan

besar, swasta, kelapa sawit, dan karet di

Kecamatan Kapuas Hulu,

Kapuas Tengah, Mantangai, Kapuas Barat, Selat, Basarang, Pulau Petak,


Kapuas Murung, Timpah, Mantangai dan Kapuas Kuala.
C. Kawasan

pengembangan

peternakan

berupa

kawasan

peternakan

ruminansia (sapi potong dan kambing) terdapat di Kecamatan Selat dan


Kapuas Murung dan non ruminansia (ayam potong dan itik) di Kecamatan
Mantangai, Selat, Kapuas Kuala dan Kapuas Timur.
4) Kawasan perikanan

II-7
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Pengembangan kegiatan perikanan dilakukan dengan tetap menjaga fungsi
utamanya sebagai daerah perlindungan resapan air dan sumber air bersih.
Kawasan peruntukan perikanan, meliputi:
(1) Kawasan perikanan budidaya, meliputi perikanan budidaya air payau,
perikanan budidaya air tawar, dan perikanan budidaya laut yang
terletak di seluruh kecamatan baik pada kawasan lindung maupun
kawasan budidaya lainnya.
(2) Kawasan penangkapan ikan laut, terletak di daerah pesisir Kecamatan
Kapuas Kuala dan Kapuas Hilir.
(3) Kawasan

pengelolaan

perikanan

danau,

terletak

di

Kecamatan

Mantangai, Pujon, dan Timpah.


(4) Kawasan keramba ikan/jaring apung, terletak di seluruh kecamatan.
5) Kawasan pertambangan
Kawasan pertambangan meliputi :
1. Kawasan peruntukan pertambangan besar
a. Batu bara terletak di Kecamatan Kapuas hulu, Kecamatan Kapuas
Tengah, Kecamatan Timpah, dan Kecamatan Mantangai;
b. Emas terletak di Kecamatan Kapuas Hulu dan Kecamatan kapuas
Tengah;
c. Batu gamping terletak di Kecamatan Kapuas Tengah;
d. Pasir kuarsa terletak di Kecamatan Kapuas Tengah dan Kecamatan
Timpah;
e. Pasir zicron terletak di Kecamatan Kapuas Tengah, Kecamatan Timpah
dan Kecamatan Mantangai;
f. Kaolin terletak di Kecamatan Timpah dan Kecamatan Mantangai;
g. Pasir sungai terletak di Kecamatan Mantangai; dan
h. Tanah liat terletak di Kecamatan Basarang.
2. Wilayah pertambangan rakyat terletak di seluruh kecamatan.
Kawasan pertambangan hanya dapat dikembangkan secara terbatas.
Pelaku kegiatan pertambangan diwajibkan untuk membangun fasilitas
keamanan dan pengamanan serta barier hijau (non permanen) serta akses
khusus.
6) Kawasan Industri
Kawasan peruntukan industri terdiri atas:
a. Kawasan peruntukan industri/industrial estate, yaitu :
1. industri besar dan menengah berada di Batanjung;
2. industri kecil tersebar diseluruh daerah di Kabupaten Kapuas;
b. Kawasan peruntukan industri diluar kawasan industri, yaitu:
1. industri pengolahan kayu merupakan industri besar di Bataguh;

II-8
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


2. industri pengolahan karet di Kuala Kapuas.
c. Industri mikro, kecil dan menengah tidak wajib berlokasi dalam kawasan
industry.
7) Kawasan Pariwisata.
Kawasan peruntukan pariwisata budaya, terdiri atas:
1. Pariwisata minat khusus miniature gereja di Kecamatan Kapuas Barat;
2. Pariwisata minat khusus sentra agropolitan Basarang; dan
3. Pariwisata kota terpadu mandiri lamunti.
Kawasan peruntukan pariwisata alam, terdiri atas:
1. Pariwisata pesisir Pantai Teluk Gabang di Kecamatan Kuala Kapuas; dan
2. Pariwisata alam Pulau Telo di Kecamatan Kuala Kapuas.
8) Kawasan Permukiman.
Pengembangan
mempertimbangkan

kawasan
karaktristik

permukiman
kawasan

dilakukan

(perkotaan

dan

dengan
perdesaan).

Kawasan peruntukan permukiman terdiri atas :


a. Kawasan permukiman perdesaan dan perkotaan tersebar di seluruh
kecamatan.
b. Kawasan permukiman transmigrasi terletak di Kecamatan Dadahup,
Kapuas Murung, Mantangai, Kapuas Kuala dan Kapuas Hilir seluas
108.578 Ha.
9) Kawasan Peruntukan lainnya.
Kawasan peruntukan lainnya terdiri atas:
a. kawasan

peruntukan

perdagangan

dan

jasa

yaitu

pengembangan

kawasan komersial dengan kegiatan perdagangan skala besar, sedang dan


rumah tangga tersebar di seluruh ibu kota Kecamatan;
b. kawasan peruntukan fasilitas umum meliputi kawasan perkantoran,
pendidikan, pelayanan kesehatan, peribadatan, ruang olah raga tersebar
di seluruh Kecamatan.
c. kawasan peruntukan lainnya untuk pertahanan dan keamanan adalah:
- komando distrik militer (KODIM)- Kuala Kapuas di Kecamatan Selat.
- komando rayon militer (KORAMIL) yang terdapat di kecamatankecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas.
2.1.3. Demografi
Dalam pelaksanaan pembangunan, penduduk merupakan faktor yang sangat
dominan, karena tidak saja berperan sebagai pelaksana pembangunan, tetapi
juga sebagai sasaran pembangunan.
Jumlah penduduk Kabupaten Kapuas pada tahun 2012 sebanyak 412.830

II-9
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


orang, yang terdiri dari 213.776 orang penduduk laki-laki dan 199.054 orang
penduduk perempuan (sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Kapuas, 2013). Kecamatan yang memiliki jumlah penduduk paling
banyak adalah Kecamatan Selat yaitu 79.271 orang, disusul dengan Kecamatan
Bataguh 53.020 orang. Sedangkan kecamatan yang memiliki penduduk paling
sedikit adalah Kecamatan Mandau Talawang sebanyak 6.097 orang.
Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Kapuas rata-rata sebanyak 27,52
orang per kilometer persegi. Sedangkan jumlah Kepala Keluarga (KK) pada tahun
2012 tercatat sebanyak 116.600 kepala keluarga.
Tabel II.2
Jumlah Penduduk Kabupaten Kapuas Menurut Jenis Kelamin
Tahun 2012
NO.

NAMA
KECAMATAN
1. Selat

LAKI-LAKI
40.713

38.558

JUMLAH
PENDUDUK
79.271

7.853

7.448

15.301

4.496

3. Kapuas Timur

15.333

14.725

30.058

9.007

4. Kapuas Kuala

11.401

10.865

22.266

6.710

5. Kapuas Barat

10.976

10.119

21.095

5.930

6. Pulau Petak

11.471

10.996

22.467

6.640

7. Kapuas Murung

14.497

13.731

28.228

7.887

8. Basarang

11.140

10.370

21.510

6.078

9. Mantangai

20.575

18.214

38.789

10.675

5.068

4.614

9.682

2.813

11. Kapuas Tengah

7.389

6.781

14.170

3.719

12. Kapuas Hulu

4.991

4.429

9.420

2.472

13. Bataguh

27.387

25.633

53.020

14.794

14. Tamban Catur

10.000

9.181

19.181

5.755

15. Dadahub

8.306

7.289

15.595

4.193

16. Pasak Talawang

3.490

3.190

6.680

1.829

17. Mandau
Talawang
Total

3,186

2.911

6.097

1.516

213.776

199.054

412.830

116.600

2. Kapuas Hilir

10. Timpah

PEREMPUAN

JUMLAH
KK
22.086

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kapuas, 2013

Bila ditinjau menurut pendidikan, penduduk Kabupaten Kapuas paling banyak


Tamat SD yaitu 140.234 orang, dan pada posisi berikutnya penduduk paling
banyak tidak/belum sekolah sebesar 75.244 orang. Kondisi ini memberi
gambaran kualitas sumber daya manusia di Kapuas yang masih perlu
ditingkatkan, sehingga dapat memiliki daya saing dan dapat memenuhi
kualifikasi yang dibutuhkan lapangan kerja.

II-10
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Gambar II.4
Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2012

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kapuas, 2013, data
diolah

2.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat


Aspek

kesejahteraan

masyarakat

terdiri

dari

dua

fokus

yakni

fokus

kesejahteraan dan pemerataan ekonomi serta fokus kesejahteraan sosial.


Masing-masing fokus tersebut dibahas pada bagian di bawah ini:
2.2.1. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Aspek

kesejahteraan

kesejahteraan

masyarakat

Kabupaten

Kapuas,

menjelaskan
ditinjau

dari

tentang
sisi

perkembangan

kesejahteraan

dan

pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial, serta seni budaya dan olahraga.


a.

Pertumbuhan PDRB

Indikator yang umum dipakai untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi


suatu daerah adalah dengan melihat perkembangan Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB). Cara yang paling mudah adalah dengan melihat pertumbuhan
dan distribusi PDRB.
Besaran PDRB suatu daerah dapat menggambarkan kemampuan atau potensi
ekonomi dan kinerja ekonomi dari suatu daerah, baik dalam hal pengelolaan
sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Besaran PDRB Kabupaten
Kapuas sangat dipengaruhi oleh jumlah produksi dan harga komoditi dari sektor
bangunan, angkutan dan komunikasi serta pertambangan dan penggalian yang
masih tetap menjadi sektor unggulan yang memberikan kontribusi paling besar
bagi perekonomian Kabupaten Kapuas. Perhitungan PDRB dapat dilakukan
dengan metode PDRB atas dasar harga berlaku dan PDRB atas dasar harga
konstan. Dalam kurun waktu tahun 2007 hingga tahun 2012 pertumbuhan
ekonomi Kabupaten Kapuas meningkat jika dihitung atas dasar harga konstan
dan harga berlaku.

II-11
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Kabupaten Kapuas mempunyai pertumbuhan yang sangat menggembirakan
karena mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Berikut disajikan gambaran
tentang perekonomian Kabupaten Kapuas dari tahun 2009 2012:

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kapuas adhb tahun 2009
sebesar 4.344.067,26 Juta rupiah, naik 11,78 % dibandingkan tahun 2008.
Sektor yang mengalami kenaikan tertinggi adalah sektor Keuangan, Persewaan
& Jasa Perusahaan, yaitu sebesar 20,96%, sedangkan yang mengalami
kenaikan terendah adalah sektor Industri, yaitu sebesar 3,23%.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kapuas adhb tahun


2010 sebesar 4.936.310,95 Juta rupiah, naik 13,60% dibandingkan tahun
2009.

Sektor

yang

mengalami

kenaikan

tertinggi

adalah

sektor

Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 25,18%, sedangkan yang


mengalami kenaikan terendah adalah sektor Listrik, Gas dan Air, yaitu
sebesar 5,45%.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kapuas adhb tahun


2011 sebesar 5.588.994,47 Juta rupiah naik 13,22% dibandingkan tahun
2010.

Sektor

yang

mengalami

kenaikan

tertinggi

adalah

sektor

Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 29,00%, sedangkan yang


mengalami kenaikan terendah adalah sektor industri, yaitu sebesar 6,94%.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kapuas tahun 2012


adhb sebesar 6.320.897 Juta rupiah naik 13,1% dibandingkan tahun 2011.
Tahun 2012 PDRB atas dasar harga berlaku, sektor Pertanian memberi
sumbangan yang terbesar dalam pembentukan PDRB, yaitu 45,61%.
Kemudian disusul secara berturut-turut oleh sektor perdagangan, restoran
& hotel 17,75% dan sektor bangunan/konstruksi 10,72%.

Berikut masing-masing perhitungan PDRB atas dasar harga berlaku dan atas
dasar harga konstan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (adhb)
merupakan gambaran tentang perkembangan produksi riil dan dipengaruhi oleh
perkembangan atau perubahan harga.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kapuas tahun 2012 adhb
sebesar 6.320.897 Juta rupiah naik 13,1% dibandingkan tahun 2011. Tahun
2012 PDRB atas dasar harga berlaku, sektor Pertanian memberi sumbangan
yang terbesar dalam pembentukan PDRB, yaitu 45,61%. Kemudian disusul
secara berturut-turut oleh sektor

perdagangan, restoran & hotel 17,75% dan

sektor bangunan/konstruksi 10,72%. Untuk data PDRB menurut lapangan


usaha atas dasar harga berlaku dari kurun waktu tahun 2008 hingga 2011
disajikan dalam tabel berikut ini:

II-12
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel II.3
PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2009 2012
Lapangan Usaha

(dalam juta rupiah)


2012

2009

2010

2011

2.013.932,79

2.270.314,49

2.551.920,11

2.883.263,83

14.478,30

18.124,30

23.380,77

27.717,53

250.303,96

267.320,59

285.881,62

305.427,52

14.970,98

15.787,18

17.520,00

19.040,47

Bangunan

412.139,59

482.811,67

569.057,45

677.542,48

Perdagangan, Hotel &


Restoran
Angkutan & Komunikasi

791.913,30

894.412,21

1.008.340,69

1.121.701,53

162.028,44

183.287,59

206.913,52

231.401,41

Keuangan, Persewaan &


Jasa Perusahaan
Jasa Jasa

218.870,35

267.908,06

466.551,19

536.344,86

Pertanian
Pertambangan &
Penggalian
Industri
Listrik, Gas & Air Bersih

321.257,33
604.722,98

385.432,34
669.370,35

Sumber : Badan Pusat Statistik, Kabupaten Kapuas, 2013.

Pada tahun 2012 sektor ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto atas
dasar harga berlaku terbesar adalah Sektor Pertanian yaitu sekitar 2,8 triliun
rupiah, kemudian diikuti oleh Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran mencapai
1,1 triliun rupiah, lalu diurutan ketiga adalah Sektor Jasa-jasa sebesar 0,6
triliun rupiah, disusul berada di urutan keempat yaitu Sektor Bangunan yang
naik dari tahun sebelumnya yang mencapai nilai 0,6 triliun rupiah lebih.
Sedangkan sektor lainnya hanya menghasilkan nilai tambah bruto dibawah 500
miliar rupiah.
PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) menggambarkan pertumbuhan riil
perekonomian daerah yang terbebas atau tidak dipengaruhi tingkat kenaikan
harga dengan tahun 2000 sebagai acuan.
Pertumbuhan PDRB Sektoral
Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian secara
makro adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB Kabupaten
Kapuas dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seperti telah
diuraikan pada bagian sebelumnya. Sedangkan pertumbuhan sektoral PDRB
Kabupaten Kapuas dapat dilihat pada tabel berikut ini.

II-13
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel II.4
Pertumbuhan Sektoral PDRB Kabupaten Kapuas
LAPANGAN USAHA

2011**)

2012***)

KENAIKAN

4,19

5,68

1,49

25,52

12,46

-13,06

Industri

2,03

1,92

-0,11

Listrik, Gas & Air Bersih

3,27

3,65

0,38

Bangunan

9,67

9,68

0,07

Perdagangan, Hotel &Restoran

7,94

5,66

-2,28

Angkutan &Komunikasi

4,86

4,73

-0,13

Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan

10,8

13,77

2,97

Jasa- Jasa

6,35

5,90

-0,45

Jumlah

5,72

6,29

0,57

Pertanian
Pertambangan & Penggalian

Sumber : Badan Pusat Statistik, Kabupaten Kapuas, 2013

Secara umum total pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kapuas tahun 2012


sebesar 6,29 % meningkat sebesar 0,57 % dibanding tahun 2011. Apabila
dilihat per sektor, maka sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi
adalah sektor Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan yaitu sebesar 13,77
%, sedangkan sektor yang mempunyai tingkat pertumbuhan terkecil adalah
sektor industri sebesar 1,92 %.
Dalam peranan ekonomi sektoral PDRB Kabupaten Kapuas tahun 2009
2012 dapat dijelaskan sebagai berikut :

Pada tahun 2009, sektor Pertanian merupakan penyumbang terbesar


PDRB (adhb: 46,40%, adhk: 54,97%) disusul sektor Perdagangan,
Hotel & Restoran (adhb: 18,16%, adhk: 15,00%). Sedangkan sektor
yang menjadi penyumbang terkecil adalah sektor Pertambangan dan
Penggalian (adhb: 0,33%) dan sektor Listrik, Gas & Air Bersih (adhk:
0,25%).

Pada tahun 2010, sektor Pertanian masih menjadi penyumbang


terbesar

PDRB

(adhb:

45,99%,

adhk:

54,18%)

disusul

sektor

Perdagangan, Hotel & Restoran (adhb: 18,12 persen, adhk: 15,38


persen). Sedangkan sektor yang menjadi penyumbang terkecil adalah
sektor Listrik, Gas & Air Bersih (adhb : 0,32 %, adhk: 0,25persen).

Tahun 2011 sektor Pertanian masih menjadi penyumbang terbesar


(adhb: 45,66 persen, adhk: 53,39%) disusul sektor Perdagangan, Hotel
dan Restoran (adhb : 18,04%, adhk : 15,71%). Sedangkan sektor yang
menjadi penyumbang terkecil adalah sektor Listrik, Gas dan Air
Bersih (adhb: 0,31%, adhk: 0,24%).

II-14
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

Tahun 2012 sektor Pertanian masih menjadi penyumbang terbesar


(adhb: 45,61 persen, adhk: 53,08 persen) disusul sektor Perdagangan,
Hotel dan Restoran (adhb : 17,75 %, adhk : 15,61 %). Sedangkan
sektor yang menjadi penyumbang terkecil adalah sektor Listrik, Gas
dan Air Bersih (adhb: 0,30 %, adhk: 0,24 %).

Selanjutnya untuk pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kapuas berdasarkan


masing-masing sektor secara keseluruhan baik dalam angka maupun
persentase pertumbuhan dari harga berlaku dan dan harga konstan dapat
dilihat pada tabel berikut.
Tabel II.5
PDRB Kabupaten Kapuas menurut Sektor Tahun 2012
Harga
Berlaku
(Rp. Juta )

No

Sektor

1
2

Pertanian
Pertambangan
dan
Penggalian
Industri
Listrik, Gas dan Air
Bersih
Bangunan
Perdagangan, Hotel dan
Restoran
Angkutan
dan
Komunikasi
Keuangan,
Persewaan
dan Jasa Perusahaan
Jasa-jasa

2.883.263,83
27.717,53

TOTAL PDRB

3
4
5
6
7
8
9

Pertumbuhan
Harga
Berlaku
(% )
12,98
18,55

Harga
Konstan 2000
(Rp. Juta)
1.292.641,62
13.009,81

Pertumbuhan
Harga
Konstan
(% )
5,69
12,46

305.427,52
19.040,47

6,84
8,68

121.700,29
5.741,24

1,92
3,65

677.542,48
1.121.701,53

19,06
11,24

205.595,48
380.167,44

9,68
5,66

231.401,41

11,83

79.925,53

4,73

385.423,34

19,98

150.855,77

13,77

669.370,35

10,69

185.404,04

5,90

6.320.897,46

13,10

2.435.041,22

6,29

Sumber data : Kapuas dalam angka Tahun 2013

Struktur Perekonomian
Struktur perekonomian Kabupaten Kapuas tahun 2012 atas dasar harga
berlaku dan harga konstan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel II.6
Struktur Perekonomian PDRB Kabupaten Kapuas Tahun 2012
(dalam juta rupiah)
LAPANGAN USAHA
Pertanian
Pertambangan & Penggalian
Primer
Industri
Listrik, Gas & Air Bersih
Bangunan
Sekunder
Perdagangan, Hotel & Restoran
Angkutan & Komunikasi
Keuangan, Persewaan dan Jasa
Perusahaan

ADHB
2.883.263,83
27.717,53
2.910.981,35
285.881,62
17.520,00
569.057,45
1.002.010,48
1.008.340,69
206.913,52
321.257,33

ADHK
1.292.641,62
13.009,81
1.305.651,44
121.700,29
5.741,24
205.595,48
333.037,01
380.167,44
79.925,53
150.855,77

II-15
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Jasa Jasa
Tersier

604.722,98
2.407.905,64
6.320.897,46

Jumlah

185.404,04
796.352,77
2.435.041,22

Sumber : Badan Pusat Statistik, Kabupaten Kapuas, 2013

Atas dasar harga berlaku : Sektor primer (sektor pertanian dan sektor
pertambangan & penggalian) sebesar 2.910.981,35 juta rupiah atau 46,05%,
sektor sekunder (sektor industri, listrik, gas & air bersih dan sektor
bangunan) sebesar 1.002.010,48 juta rupiah atau 15,85% dan sektor tersier
(sektor perdagangan, hotel & restoran, sektor angkutan dan komunikasi,
sektor

keuangan,

persewaan

dan

jasa-jasa)

sebesar

2.407.905,64 juta rupiah atau 38,09%. Atas dasar harga konstan: sektor
primer sebesar 1.305.651,44 juta rupiah (53,62%), sektor sekunder sebesar
333.037,01 juta rupiah (13,68%) dan sektor tersier sebesar 796.352,77 juta
rupiah (32,70%).

b.

Inflasi
Fluktuasi

harga

barang-barang

kebutuhan

pokok

tercermin

dari

perkembangan laju inflasi suatu daerah. Inflasi tahunan Kabupaten Kapuas


triwulan IV-2012 sebesar 6,35%, lebih rendah dibandingkan dengan Kota
Palangka Raya yang inflasinya sebesar 6,73% tetapi lebih tinggi dibandingkan
Sampit sebesar 4,69% serta inflasi Provinsi Kalimantan Tengah sebesar
5,85%.

c.

PDRB Per Kapita


Perkembangan perekonomian Kabupaten Kapuas yang diikuti dengan
pertambahan jumlah penduduk akan berdampak pada PDRB perkapita.
Tingkat kesejahteraan suatu daerah salah satunya dapat tercermin dari
besarnya PDRB perkapita, meskipun angka tersebut tidak menggambarkan
pendapatan penduduk secara nyata, karena angka ini hanya merupakan
rata-rata.
PDRB per kapita merupakan gambaran rata-rata pendapatan yang diterima
oleh setiap penduduk sebagai hasil produksi seluruh kegiatan ekonomi atau
dengan kata lain PDRB per kapita merupakan gambaran nilai tambah yang
bisa diciptakan oleh masing-masing penduduk sebagai akibat dari adanya
aktivitas produksi. Pendapatan perkapita merupakan rata-rata nilai PDRB
setiap penduduk setelah dikurangi dengan pendapatan faktor neto yang
keluar/masuk, biaya penyusutan dan pajak tidak langsung neto.
Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Perkapita untuk 5 (lima) Tahun

II-16
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


terakhir 2008 s/d 2012, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel II.7
PDRB Per Kapita Tahun 2008 s/d 2012
Tahun

PDRB Perkapita (Rp. juta)


Harga Berlaku

Harga Konstan

Pertumbuhan PDRB (% )
Harga Berlaku

Harga
Konstan

2012

18,63

7,18

11,73

5,01

2011

16,68

6,84

11,36

3,98

2010

14,97

6,57

14,08

5,69

2009

13,13

6,22

12,26

5,53

2008

11,69

5,89

16,90

5,61

Sumber data : Kapuas dalam angka Tahun 2013

Sepanjang tahun 20082012, perkembangan nilai PDRB per kapita Kabupaten


Kapuas memperlihatkan perkembangan yang terus meningkat. Peningkatan
PDRB per kapita Kabupaten Kapuas mengindikasikan bahwa perekonomian
masyarakat Kabupaten Kapuas secara umum terus mengalami peningkatan.
Pada tahun 2008, nilai PDRB perkapita tercatat sebesar 3.887.590,48 rupiah
(adhb) dan 1.959.630,55 rupiah (adhk). Sedangkan pada tahun 2012 PDRB
per kapita meningkat menjadi 6.320.897,46 rupiah (adhb) dan 2.435.041,22
rupiah (adhk).
d.

Kondisi Kemiskinan
Selama tahun 2008 - 2012 di Kabupaten Kapuas

terjadi penurunan

persentase penduduk miskin, dimana pada tahun 2008 penduduk miskin


sebesar 8,25 persen dan pada tahun 2012 menjadi 6,11 persen atau terjadi
penurunan sebesar 2,14 persen, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel II.8
Kondisi Kemiskinan di Kabupaten Kapuas Tahun 2008 s/d 2012
Tahun

Kemiskinan (%)

2008

8,25

2009

6,34

2010

7,11

2011

6,28

2012

6,11

Sumber data : BPS Kabupaten Kapuas 2013

II-17
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


2.2.2 Fokus Kesejahteraan Sosial
Kondisi kesejahteraan sosial dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain aspek
kependudukan, pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan.
a.

Pendidikan

Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 beserta amandamennya pasal 31 ayat


2, maka pendidikan merupakan salah satu sektor pembangunan yang mendapat
prioritas oleh Pemerintah dengan tujuan akhir untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia Indonesia.
Perkembangan jumlah penduduk melek huruf di Kapuas dari tahun 2009 sampai
2013 menunjukkan peningkatan yaitu dari 209.568 orang pada tahun 2009
menjadi 214.342 orang tahun 2013.
Gambar II.5
Perkembangan Jumlah Penduduk Melek Huruf Tahun 2008-2012

Total penduduk usia 15 th


keatas 224.137 Orang
tahun 2013

214,342

2013

211,067
Jumlah penduduk usia diatas
15 tahun yang bisa
membaca dan menulis

2012

210,290

2011

209,856

2010

209,568
Total penduduk Buta Huruf usia
15 th keatas sebanyak 9.795
Orang tahun 2013

206,000

208,000

Sumber: Dinas Pendidikan Kapuas, 2013

2009

210,000

212,000

214,000

216,000

Angka buta huruf di Kapuas pada tahun 2009 menunjukan angka 9,00 dan terus
mengalami penurunan pada tahun-tahun berikutnya, dan berada pada angka 4,37
pada tahun 2013. Angka ini sudah cukup baik bila dibandingkan dengan target
nasional sebesar 7%.

II-18
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Gambar II.6
Angka Buta Huruf Tahun 2009-2013
2013

4.37

2012

5.77
Angka buta huruf
(%)

7.61

2011

7.65

2010

9.00
0.00

2.00

4.00

Target Nasional
Angka Buta Huruf
Sumber: 7%
Dinas Pendidikan Kapuas, 2013

2009
6.00

8.00

10.00

Angka partisipasi murni merupakan indikator yang menunjukkan proporsi


penduduk yang bersekolah pada jenjang pendidikan dan berusia sesuai dengan
usia sekolah jenjang pendidikannya dengan nilai maksimal 100%. APK PAUD,
SD/MI, SMP/MTs selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan.
Kondisi pada tahun ajaran 2012/2013, posisi APK PAUD, SD/MI, SMP/MTs
masing-masing 28,31; 98,85; dan 91,5.
Gambar II.7
Perkembangan APK PAUD, SD/MI, SMP/MTs
Tahun 2008/2009 - 2012/2013
600
2012/2013

500
400

98.85

300

97.25

200

96.54

100
0

24.14
21.34

28.31

26.32
22.45

APK PAUD

94.27
93.26

APK SD/MI

91.5
90.34

2011/2012
2010/2011

89.97
89.94
88.95

2009/2010
2008/2009

APK SMP/MTs

Sumber: Dinas Pendidikan Kapuas, 2013

Angka Partisipasi Murni (APM) setiap jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP
dan SMA mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2008-2012. Gambar II.8
menunjukkan APK pendidikan menengah sejak tahun 2008 sampai dengan 2012

II-19
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


yang

mengalami peningkatan sampai pada angka 50,25 untuk tahun ajaran

2012/2013. Hal yang sama diikuti juga oleh APM pendidikan menengah yang
terus mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir.
Gambar II.8
Perkembangan APK/APM Pendidikan Menengah
Tahun 2008/2009-2012/2013

200

50.25

150

45.51

38.34
100

35.21

33.71

50

33.41
32.26

32.23
31.65

31.15
APK SMA/MA/SMK
APM SMA/MA/SMK

2008/2009

2009/2010

2010/2011

2011/2012

2012/2013

Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, 2013

b. Kesehatan
Secara umum adanya peningkatan pencapaian derajat kesehatan masyarakat
dalam kurun waktu 5 (empat) tahun terakhir dapat dikatakan berhasil seperti
terlihat pada tabel derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kapuas. Meskipun
demikian, masih ada beberapa indikator yang pencapaiannya masih perlu
ditingkatkan, diantaranya adalah rasio tenaga bidan dan rasio tenaga dokter per
100.000 penduduk. Hal ini disebabkan karena ketersediaan sumber daya tenaga
dokter dan bidan dalam hal pengangkatan formasi tergantung dari Pemerintah
daerah dan pusat.
Tabel II.9
Derajat Kesehatan Masyarakat

URAIAN
Angka Usia Harapan
Hidup
Ratio
Puskesmas,Poliklinik
, pustu per 100.000
penduduk
Ratio Posyandu per
Balita
Ratio kebutuhan
bidan per 100.000
penduduk
Ratio dokter per
100.000

SAT

2008

2009

2010

2011

2012

Tahun

71

71,3

71,6

71,8

71,9

Rasio

1:1290

1:1287

1:1247

1:2059

Rasio

1 : 106

1:107

1:106

Rasio

1:2127

1:1670

Rasio

1:6953

1:6663

Ideal

Kategori
Capaian
-

1 : 1400

1: 1000

Kurang
berhasil

1:121

1 : 104

1: 100

Kurang
berhasil

1 : 1678

1:1895

1:1546

1:
1000

Kurang
berhasil

1:6078

1:6078

1:7615

1:
2500

Kurang
berhasil

II-20
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Angka Kematian
Bayi per 1000
kelahiran hidup

Rasio

Angka Kematian
Balita per 1000
kelahiran hidup

Rasio

NA

NA

NA

NA

rasio

133

184

155

Persen

19,2

16,87

Persen

3,9

Persen
persen

Angka Kematian Ibu


per 100.000
kelahiran hidup
Prevalensi Gizi
Kurang
Prevalensi Balita Gizi
Buruk
Pertolongan
Persalinan oleh
Tenaga Kesehatan
Angka Kesakitan
Malaria

22

10

12

8,1

9,27

23

Berhasil

NA

32

NA (tidak
ada
laporan
kematian
balita dari
Puskesma
s)

145

108

102

Kurang
berhasil

18,7

17,2

17,93

15,50 %

3,92

4,1

3,8

3,68

3,6%

64,4

80,1

90

81,5

91

95%

Kurang
berhasil

1,96

6,79

9,81

<1

Kurang
berhasil

Kurang
berhasil
Kurang
berhasil

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas

Perkembangan

pembangunan

kesehatan

di

Kabupaten

Kapuas,

ada

kecenderungan

terjadinya perbaikan program pelayanan kesehatan di setiap

tahunnya. Meskipun secara keseluruhan masih belum optimal, karena target


yang diharapkan masih belum bisa terpenuhi.
1. Umur Harapan Hidup di Kabupaten Kapuas Kapuas, meskipun data UHH
tidak tersedia, namun diprediksi ada kecenderungan meningkat. Hal ini
disebabkan karena angka kematian bayi yang cenderung menurun dari tahun
2008-2012.
2. Angka kematian bayi, terjadi penurunan yang cukup signifikan dari tahun
2008 2012 yaitu dari 22 per 1000 kelahiran hidup menjadi 8 per 1000
kelahiran hidup. Angka ini menunjukan masih di bawah target MDGs dan
SPM

yaitu 23 per 1.000 kelahiran hidup. Meskipun demikian secara

keseluruhan kekualitas pelayanan kesehatan bayi masih perlu untuk


ditingkatkan, terutama pada penanganan kasus-kasus 24 jam pertama
setelah kelahiran bayi. Data lima tahun terakhir menunjukan penyebab
kematian terbesar bayi adalah akibat dari Berat Bayi Lahir Rendah ( rerata :
40% jumlah kematian, dan asfiksia dengan rerata 34% dari jumlah kasus
kematian bayi). Bila diperhitungkan dengan angka absolut jumlahkematian
bayi di tahun 2011 sebanyak :
3. Tidak ditemukan Kematian Balita Tahun 2008 dan 2012, dikarenakan
kematian balita jarang terdeteksi dan tidak dilaporkan oleh Puskesmas dan
jajarannya.
4. Angka Kematian Ibu tahun 2012 sebesar 108 per 100.000 kelahiran hidup
menurun jika dibandingkan tahun 2008 yaitu 133 per 100.000 kelahiran

II-21
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


hidup. Meskipun demikian angka ini masih di atas target MDGs 2015 sebesar
102 per 100.000 kelahiran hidup.
5. Prevalensi Gizi Kurang,

Berdasarkan data Pemantauan Status gizi tahun

2012 menunjukan angka prevalensi gizi kurang sebesar 17,92%. Namun di


tahun 2013 ada kecenderungan tidak mengalami perubahan masih dikisaran
angka 17% dan angka ini dibawah angka nasional (SPM) tahun 2010 yaitu <
5% dan target MDGs 15,5%.
6. Prevalensi Balita Gizi Buruk,

Berdasarkan data Pemantauan Status gizi

tahun 2012 menunjukan angka prevalensi gizi kurang sebesar 3,68%. Angka
ini cenderung menurun jika dibandingkan dengan tiga tahun terakhir yakni
2010 sebesar 4,1%. Namun jika dibandingkan dengan target MDGs sebesar
3,6%, masih belum dikatakan berhasil.
7. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, jumlah persalinan yng
ditolong oleh tenaga kesehatan tahun 2008 sebesar 64,4% persen jumlah ini
meningkat secara signifikan di tahun 2010 menjadi sebesar 90%, dan tahun
2012 seiring dengan upaya peningkatan target persalinan, yang terjadi tidak
sesuai dengan harapan, dimana persalinan tenaga kesehatan cenderung
mengalami penurunan 2012 menjadi 91 %. Penyebabnya adalah sejak tahun
2009 Pemerintah Kabupaten Kapuas memberikan jaminan kesehatan secara
gratis kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas, termasuk didalamnya
adalah biaya persalinan. Namun sejak tahun 2012 Pemerintah Pusat
mengeluarkan kebijakan Jaminan Persalinan Aman dimana biaya persalinan
yang

digratiskan

adalah

persalinan

difasilitasi

kesehatan

dan

proses

pencairan dana yang sangat lambat di tahun 2012 (diakhir tahun 2012).
8. Angka Kesakitan Malaria (Annual Paracite Incidence), masih merupakan
penyakit endemis di Kabupaten Kapuas. Hal ini disebabkan wilayah
Kabupaten Kapuas sebagai daerah yang sebagian besar terdirii dari rawarawa/perairan ditambah lagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur baik
industri, pertambangan , perkantoran, dan perumah yang sedang giat-giatnya
dikembangkan mengakibatkan banyaknya bekas-bekas galian yang menjadi
tempat penampungan air hujan dan menjadi sarang

perkembangbiakan

nyamuk anopeles yang merupakan vektor penyebaran malaria. Tahun 2012,


angka kesakitan malaria positif 9,81 per 1000 penduduk. Angka ini lebih
tinggi dari yang ditetapkan dalam target SPM yaitu <1.
9. Angka Kesakitan akibat TB-Paru, pada

tahun 2011, Case Detection Rate

(CDR)/angka kesakitan akibat TB-Paru Klinis 51,4% per 1000 penduduk, jika
dibandingkan tahun 2010 terjadi penurunan kasus dimana pada tahun 2010
angka kesakitan TB Paru Klinis 53,9% per 1.000 penduduk. Angka
keberhasilan pengobatan TB > 70% persen, angka ini pada tahun 2011 masih
belum tercapai, sehingga diperlukan upaya lebih aktif untuk pencarian

II-22
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


penderita TB Paru posisitf, Namun dari penderita TB yang diobati oleh tenaga
kesehatan dan sembuh 100 persen.
10.

Jumlah Kesakitan akibat HIV/AIDS, penyakit

PMS HIV/AIDS sudah

menjadi penyakit yang patut diwaspadai penularannya di agar tidak menjadi


masalah di Kabupaten Kapuas. Pada tahun 2011 telah ditemukan 2 (dua)
kasus HIV dan kasus Penyakit Meular Seksual lainnya ditemukan sebanyak
30 kasus.
11.

Angka Kesakitan akibat Diare, penyakit diare merupakan salah satu

penyakit menular, pada tahun 2011, persentase

angka kesakitan akibat

penyakit diare ditemukan dan ditangani sebanyak 9.774 (70,2%).

Tahun

2012 sebanyak 8.096 (100%).


12.

Angka Kesakitan akibat DBD, pada tahun 2011 Insident Rate DBD 21,6

per 100.000 penduduk dengan CFR 1,4 %. Angka ini masih berada dibawah
standar nasional untuk Incident Rate 1/1000, CFR 2 %.
13.

Angka Kesakitan akibat Kusta, setiap tahun upaya penemuan kusta

baru terus dilakukan dengan berbagai kegiatan diantaranya kegiatan pasif


maupun aktif (School survey dan chase survey), pada tahun 2011, Angka
penemuan kasus baru kusta sebesar 12,19 per 100.000 penduduk dari target
angka <5. Secara program penyakit kusta masih belum tereleminir di
Kabupaten Kapuas karena prevalensinya masih lebih dari 1 per 10.000
penduduk, yaitu 1,21.
14.

Angka Kesakitan akibat Campak, campak merupakan penyakit menular

yang sering menyebabkan kejadian Luar Biasa ( KLB), jumlah kasus penyakit
campak pada tahun 2011 ditemukan sebanyak 30 kasus.
15.

Angka Kesakitan akibat Penyakit Tidak Menular, dari 10 jenis penyakit

terbesar berdasarkan jumlah kunjungan pasien di Puskesmas yaitu ISPA,


Hypertensi, Gastritis-duo denitis, diare-gastro enteritis, infeksi saluran
pernapasan bawah, malaria klinis, oesteopaties-chandropaties, penyakit pada
gaster, penyakit pada vulva-jaringan periapikal, infeksi saluran pernapasan
lainnya.
16.

Angka Cakupan Imunisasi Campak Bayi, tahun 2011 tercapai sebesar

80,6%. Angka ini masih lebih rendah dari target sebesar 90%. Secara
keseluruhan, desa/kelurahan di Kabupaten Kapuas masih belum mencapai
Universal Child Imunisation (UCI). TAhun 2011 hanya tercapai 61,6% dari
target 100%.
Gambaran umum ketersediaan sarana dan tenaga layanan kesehatan
Kabupaten Kapuas dari tahun 2008-2011 semakin meningkat hal ini terbukti
dengan semakin bertambahnya tenaga kesehatan baik dari tenaga pusat
maupun daerah serta penambahan sarana pelayanan kesehatan seperti
puskesmas, pustu dan polindes. Rasio sarana dan tenaga kesehatan terhadap

II-23
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


penduduk dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Rasio Sarana Kesehatan Dasar Terhadap Penduduk, sarana kesehatan
dasar baik pemerintah seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes,
Puskesmas Keliling dan Balai Pengobatan dengan rasio 1 : 1.400, yang berarti
1 sarana kesehatan untuk melayani 1.400 penduduk. Kondisi ini masih
dibawah ratio ideal yang diharapkan yaitu 1 : 1.000.
2. Rasio Sarana Kesehatan Rujukan Terhadap Penduduk, Rasio sarana
kesehatan rujukan tahun 2011 yaitu 7,34 per 100.000 penduduk.
3. Rasio Tenaga Dokter Terhadap Penduduk, gambaran mengenai jumlah
tenaga dokter dapat dilihat dari indikator jumlah dokter per 100.000
penduduk. Rasio dokter umum terhadap penduduk di Kabupaten Kapuas 1 :
7.615 jiwa, sedangkan standar Indonesia Sehat 2010 rasio dokter terhadap
penduduk 1 : 2.500 jiwa. Kondisi ini menggambarkan bahwa di Kabupaten
Kapuas kebutuhan untuk tenaga dokter umum masih kurang mencukupi.
4. Rasio dokter gigi terhadap penduduk, Rasio dokter gigi tahun 2011
terhadap penduduk

yaitu 1 : 31.046, sedangkan Standar Indonesia Sehat

2010

gigi

rasio

dokter

terhadap

penduduk

9.090.

Kondisi

ini

menggambarkan bahwa di Kabupaten Kapuas kebutuhan untuk tenaga


dokter gigi sangat kurang.
5. Rasio dokter spesialis terhadap penduduk, Rasio dokter spesialis terhadap
penduduk tahun 2011 sebesar 1 : 100.902,

sedangkan Standar Indonesia

Sehat 2010 rasio dokter spesialis terhadap penduduk 1 : 16.600. Kondisi ini
menggambarkan bahwa di Kabupaten Kapuas kebutuhan untuk tenaga
dokter spesialis masih sangat kurang.
6. Rasio Bidan di Desa terhadap penduduk, Rasio Bidan di Desa terhadap
penduduk tahun 2011 sebesar

1 : 1.895 dengan Standar Indonesia Sehat

2010 untuk tenaga bidan adalah 1 : 1.000. Hal ini menunjukkan bahwa di
Kabupaten Kapuas masih kekurangan tenaga bidan.
7. Rasio Perawat per 100.000 penduduk, di Kabupaten Kapuas tahun 2011
jumlah rasio perawat terhadap penduduk sebesar 1 :

1695. Standar

Indonesia Sehat 2010 untuk tenaga perawat dibutuhkan 1 : 855 penduduk.


Berarti di Kabupaten Kapuas untuk tenaga kesehatan perawat juga masih
kurang.
8. Rasio Puskesmas per 100.000 penduduk, Rasio Puskesmas pada tahun
2011 sebanyak 1 : 17.548, ini berarti bahwa 1 Puskesmas masih melayani
sekitar

17.540

penduduk.

Semakin

tinggi

ratio

puskesmas

terhadap

penduduk, semakin besar peluang masyarakat memperoleh pelayanan


kesehatan.

Seiring

dengan

terjadinya

pengurangan

jumlah

penduduk

berdasarkan data BPS Tahun 2012 sebanyak 329.440 jiwa dan jumlah
puskesmas bertambah menjadi 25 buah, maka ratio Puskesmas terhadap

II-24
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


penduduk menjadi

1 : 13.177. Dengan demikian sampai dengan

tahun 2012 julah Puskesmas sudah mencukupi dibandingkan dengan


standart nasional dengan rasio 1 : 16.666.
9. Rasio Puskesmas Pembantu per 100.000 penduduk, Jumlah Pustu di
Kabupaten Kapuas tahun 2011 sebanyak 123. Dengan demikian Rasio
Puskesmas Pembantu tahun 2011 terhadap jumlah penduduk sebesar
403.608 jiwa sebesar 1 : 3.281 penduduk. Ini dapat diartikan bahwa setiap
satu Puskesmas Pembantu dapat melayani 3.281 penduduk. Angka ini masih
dibawah target nasional sebesar 1 : 1.500 penduduk.
c.

Ketenagakerjaan

Angka partisipasi angkatan kerja menunjukkan peningkatan sejak tahun 2008


(2%) ke tahun 2010 (22%). Namun angka tersebut mengalami penurunan pada
tahun 2011 menjadi 17%. Sementara itu, pengangguran di Kabupaten Kapuas
selama kurun waktu tahun 2009 2012 terjadi penurunan, dimana pada pada
tahun 2009 sebesar 5,35 persen dan pada tahun 2010 sebesar 4,17 persen. Hal
ini berarti berhasil menekan angka pengangguran sebesar 1,18 persen bila tahun
2010 dibandingkan dengan tahun 2009. Sedangkan Angka pengangguran pada
tahun 2011 sebesar 3,52 persen. Hal ini berarti berhasil menekan angka
pengangguran sebesar 0,65 persen bila tahun 2011 dibandingkan dengan tahun
2010. Angka Tingkat Pengangguran kembali menurun menjadi sebesar 3,08
persen pada tahun 2012 atau berhasil menekan pengangguran sebesar 0,44
persen bila dibandingkan tahun 2011.
2.2.2. Fokus Seni Budaya dan Olahraga
Dalam pengembangan seni dan budaya Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas
mendorong dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan seni budaya melalui kegiatankegiatan festival, lomba, baik yang bersifat kesenian tradisional maupun
kesenian

modern.

Demikian

juga

halnya

fasilitasi

untuk

perkumpulan-

perkumpulan kesenian dari luar daerah (Jawa, Batak, Manado, dan lain-lain)
juga terus dikembangkan sehingga integrasi budaya daerah asli dan dari luar
daerah merupakan salah satu faktor yang dapat mewujudkan persatuan dan
kesatuan masyarakat Kabupaten Kapuas.
Dibidang olahraga komitmen Pemerintah Daerah untuk mengembangkan
olahraga secara umum maupun tradisional, merupakan bagian penting dari
kebijakan Pemerintah Daerah untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia
secara khusus dalam mengembangkan bakat dan potensi pemuda dan remaja
dan juga diharapkan dapat menyumbangkan prestasi yang tidak hanya pada
skala lokal akan tetapi juga pada skala nasional.

II-25
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


2.3. Aspek Pelayanan Umum
Aspek pelayanan umum suatu daerah menggambarkan kualitas pelayanan dari
urusan wajib dan urusan pilihan. Gambaran kondisi pelayanan umum di
Kapuas, diuraikan berikut ini.
2.3.1. Fokus Layanan Urusan Wajib
1. Pendidikan
Beberapa indikator kinerja di bidang pendidikan seperti angka putus sekolah,
anka kelulusan dan angka melanjutkan, mengalami kenaikan di tahun 2011
dibandingkan dengan tahun 2010 , seperti yang ditampilkan oleh tabel di bawah
ini. Walaupun beberapa indikator menunjukkan perbaikan, namun perhatian
masih

perlu

diberikan

pada

beberapa

hal

untuk

perbaikan

pelayanan

pendidikan di Kapuas, khususnya terkait dengan angka melanjutkan dari


SMP/MTs ke SMA/SMK/MA.

Tabel II. 10
Angka Putus Sekolah, Angka Kelulusan dan Angka Melanjutkan
Tahun 2010 dan 2011
No

Indikator Kinerja

Capaian Kinerja
2010
2011

1
2
3
4
5
6
7
8

Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI


Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs
Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA
Angka Kelulusan (AL) SD/MI
Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs
Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA
Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs
Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke
SMA/SMK/MA
Sumber: Dinas Pendidikan Kapuas, 2013

0,25%
1,29%
14,39%
91,01%
92,30%
97,03%
72,01%
54,39%

0,18%
0,56%
4,16%
99,74%
99,36%
99,80%
80,29%
59,49%

Kondisi sarana dan prasarana pendidikan meliputi sekolah dan rombongan


belajar yang disertai jumlah siswa di sekolah negeri maupun swasta dan guru
PNS di Kapuas pada Tahun 2012 disajikan pada tabel di bawah ini.
Tabel II.10
Jumlah Sekolah, Rombel, Siswa dan Guru (Negeri dan Swasta)
Tahun 2012
NO
.

TINGKAT
PENDIDIKAN
TK
SD
SMP
SMA
SMK

SEKOLAH

1
2
3
4
5
Jumlah

65
394
104
15
8
586
Sumber: Dinas Pendidikan Kapuas, 2013

ROMBEL
142
2.401
408
155
48
663

SISWA
1.704
24.457
10.038
3.973
1.425
55.113

GURU
PNS
135
2.763
711
351
156
4.116

II-26
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Selain penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas
pendidikan suatu daerah juga dipengaruhi oleh mutu tenaga pendidik. Guru
yang memenuhi Kualifikasi S1/DIV pada tahun 2010 menunjukkan angka
34,29% dan mengalami peningkatan pada tahun berikutnya menjadi 37,93%.
Walau demikian, angka tersebut masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi
standar pelayanan minimal dan pemenuhan guru yang berkualitas.
Tabel II.11
Rasio Siswa Sekolah Negeri Dengan Guru PNS
Tahun 2012
Tingkat Sekolah
Jumlah Siswa
TK
156
SD
22.657
SMP
8.575
SMA
3.974
SMK
875
Jumlah
36.037
Sumber: Dinas Pendidikan Kapuas, 2013

Jumlah Guru
135
2.763
711
351
156
4.116

RASIO
1 : 1,15
1 : 8,2
1 : 12,06
1 : 11,32
1 : 5,6
1 : 8,8

2. Kesehatan
Pada dasarnya pembangunan di bidang kesehatan memberikan
pelayanan kesehatan secara Mudah, Murah, Adil dan Merata, yang bertujuan
untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Untuk mempermudah
akses masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, Pemerintah di
setiap tahun anggaran berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jajarannya. Tahun 2011 jumlah
Puskesmas sebanyak 23 buah ditingkatkan menjadi 25 Puskesmas dan di
tahun 2013 menjadi 26 buah Puskesmas. Namun untuk Puskesmas
Pembantu dan Poskesdes, secara bertahap akan ditingkatkan jumlahnya di
tahun 2013. Hal ini terkait erat dengan semakin banyaknya pertambahan
jumlah desa/kelurahan pemekaran yang berarti juga semakin banyaknya
jumlah kebutuhan masyarakat terhadap sarana pelayanan kesehatan yang
mudah

dijangkau

di

desa

tersebut..

Selain

itu

seiring

dengan

diberlakukannya Jaminan Kesehatan Sosial Pemerintah juga membangun


fasilitas kesehatan Rumah Sakit Tingkat Pertama di daerah yang termasuk
kriteria terpencil (Kecamatan). Sedangkan untuk memfasilitasi pertolongan
persalinan di fasilitas kesehatan di setiap Puskesmas wajib menyediakan
tempat khusus untuk pertolongan persalinan dan pojok ASI Eklusif. Secara
bertahap

Pemerintah

Puskesmas

Rawat

Daerah

Inap

dan

akan

mengembangkan

Mampu

Penanganan

Kecamatan

Obstetri

Neonatal

Emergency Dasar (PONED).


Untuk pembiayaan kesehatan, sejak tahun 2009, Pemerintah Daerah
telah mengambil kebijakan dengan memberikan pelayanan kesehatan dasar

II-27
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


secara Gratis di Puskesmas dan jajarannya serta pelayanan kesehatan
rujukan di RSUD secara gratis bagi keluarga tidak mampu yang belum
masuk peserta Jamkesmas yang di sebut sebagai Jaminan Kesehatan Daerah
Kabupaten Kapuas.

Gambar II.9
Jumlah Rumah Sakit, Puskesmas dan Pos Kesehatan Desa
di Kabupaten Kapuas Tahun 2009 2011

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Data diolah.

Kualitas pelayanan kesehatan di suatu daerah dapat diketahui melalui


penerapan standar pelayanan minimal dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat.

Beberapa

indikator

kesehatan

di

Kapuas

menunjukkan

kecenderungan pencapaian yang bervariasi per tahun. Ada indikator yang


pencapaiannya fluktuatif selama 5 (lima) tahun terakhir, antara lain: cakupan
kunjungan ibu hamil K4,

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga

kesehatan memiliki kopetensi kebidanan, Cakupan pelayanan ibu nifas dan


Cakupan

kunjungan

bayi.

Sedangkan

indikator

yang

menunjukkan

pencapaian yang makin meningkat tiap tahunnya antara lain: Cakupan


neonatal dengan komplikasi yang ditangani, Cakupan penjaringan kesehatan
siswa SD dan setingkat dan Cakupan pelayanan kesehatan rujukan
masyarakat miskin.

II-28
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel II.12
Capaian Indikator Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kapuas
Tahun 2008-2012
INDIKATOR

REALISASI CAPAIAN
2009
2010
2011

2008

Cakupan kunjungan ibu hamil (K4)


Cakupan ibu hamil dengan komplikasi
yang ditangani
Cakupan pertolongan persalinan oleh
tenaga kesehatan memiliki kopetensi
kebidanan
Cakupan pelayanan ibu nifas
Cakupan neonatal dengan
komplikasi yang ditangani
Cakupan kunjungan bayi
Cakupan pelayanan kesehatan
dasar masyarakat miskin
Cakupan desa / kelurahan UCI
Cakupan pelayanan anak balita
Cakupan pemberian makanan
pendamping ASI pada anak usia 6-24
bulan
Cakupan balita gizi buruk mendapat
perawatan
Cakupan penjaringan kesehatan siswa
SD dan setingkat
Cakupan peserta KB aktif
Cakupan penemuan
dan penanganan penyakit :
Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per
100.000 penduduk < 15 tahun
Penderita pneumonia balita
Penderita baru TB BTA positif
Penderita DBD yang ditangani
Penderita diare
Cakupan pelayanan kesehatan rujukan
masyarakat miskin
Cakupan pelayanan gawat darurat level
1 yang harus diberi sarana kesehatan
(RS) di kabupaten
Cakupan desa/kel. mengalami KLB
yang dilakukan penyelidik kan epide
miologi < 24 jam
Cakupan desa siaga aktif

Sumber: Dinas Kesehatan Kapuas, 2013

2012

72%
4%

70%
20%

90%
20%

77%
20%

92%
5%

66%

72%

88%

87%

94%

58%
3%

73%
3%

87%
4%

75%
4%

84%
9%

54%
74%

84%
82%

84%
86%

87%
90%

55%
92%

58%
70%
48%

59%
72%
52%

60%
73%
56%

63%
73%
57%

54%
74%
100%

100%

100%

100%

100%

100%

5%

7%

7%

9%

10%

80%

78%

75%

75%

78%

82%
82%
100%
100%

85%
85%
100%
100%

83%
87%
100%
100%

86%
90%
100%
100%

87%
91%
100%
100%

52%

60%

64%

68%

74%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

3. Pekerjaan Umum
Dalam upaya penanganan infrastruktur perdesaan, melalui kerja sama
dengan pemerintah Republik Indonesia pada Kementerian Pekerjaan Umum
Repulik Indonesia, sejak tahun 2009 dilaksanakan Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat-Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan
(PNPM-PPIP). Program ini ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat melalui
pembangunan jalan dan jembatan perdesaan, sarana air bersih dan tambatan
perahu/dermaga

yang

secara

total

melibatkan

masyarakat

dalam

perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya. Adapun jumlah infrastruktur


perdesaan yang ditangani sejak tahun 2009 adalah sebagai berikut:

II-29
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel II.13
Infrastruktur Perdesaan (PNPM-PPIP) Kabupaten Kapuas
Tahun 2009 - 2012
No

Jenis Pekerjaan

Tahun
2009
4.477

2010
4.832
1.145
7

1
Cor Beton/ Rabat Beton
2
Timbunan Sirtu
3
Jembatan Ulin
6
4
Rehab Jembatan
5
Gorong - gorong
6
Box Culvert
7
Sumur Pompa Tangan
8
Sumur Bor
9
Tambatan Perahu
10
Titian Kayu Ulin
1
1
11
Pembangunan Siring
350
12
Dermaga Kayu
1
13
MCK
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Kapuas

2011
15.119
14.950
9
13
48
3
26
5
8
1

2012
744
4
1
5
5
7
1
1
1

Jumlah
25.172
16.095
41.267
14
53
8
26
12
9
4
350
1
1

m'
m'
bh
bh
bh
bh
titik
bh
bh
bh
m'
bh
bh

4. Lingkungan Hidup
Aspek Tingkat Capaian Kinerja Penyelenggaraan Urusan Wajib Bidang
Lingkungan Hidup antara lain :

Penanganan sampah di Kabupaten Kapuas dari tahun 2008-2011 ada


kecenderungan peningkatan yaitu 47,8%, 60,74%, 59,7% dan 69,81%.

Jumlah perusahaan wajib AMDAL yang dapat diawasi dari tahun


2008-2011 ada kecenderungan penurunan yaitu 66,6%, 58%, 22,8%
dan 33,33%.

Jumlah daya tampung TPS dari tahun 2008-2011 terjadi peningkatan


yaitu 0,39%, 2,54%, 2,50% dan 3,35%.

Jumlah kasus lingkungan yang diselesaikan Pemerintah Daerah


Kabupaten Kapuas pada tahun 2008-2011 tidak ada kasus yang
diselesaikan, hanya tahun 2008 diselesaikan 100%.

5. Perhubungan
a) Jalan dan Angkutan Darat
Jalan sebagai sarana penunjang transportasi memiliki peran penting
khususnya untuk transportasi darat. Untuk mendukung transportasi
darat, pemerintah daerah telah membangun jalan sepanjang 1.705,60 km
jalan kabupaten dan 459,90 jalan Negara. Dari total panjang jalan yang
ada, 19,57 persen yang baru diaspal, sementara sisanya belum diaspal.
b) Pelabuhan Laut Batanjung
Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah
tahun 2013 Pembangunan pelabuhan laut Batanjung sebagai salah satu

II-30
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Pelabuhan Pengumpul di Provinsi Kalimantan Tengah maka berdasarkan
Rencana Jangka Pendek (Tahun 2010-2015) kegiatan yang telah dan akan
penyiapan lahan, penyiapan alur kapal yang akan melintas, Pembangunan
fasilitas pelabuhan barang, cargo, Pembangunan fasilitas peti kemas.
Pembangunan Pelabuhan Laut Batanjung disamping menggunakan dana
APBN juga didukung dana APBD Provinsi Kalimantan Tengah juga
diupayakan keterlibatan Pihak Swasta baik untuk pembangunan fasilitas
pelabuhan
Pelabuhan

maupun
Laut

pengembangan
Batanjung.

kawasan

Rencana

industri

investasi

di

swasta

kawasan
dalam

pengembangan kawasan industri pada saat ini dalam proses pengurusan


izin pusat dan rencana investasi yang akan dikembangkan meliputi
membangun PLTU 2 x 15 MW, membangun Pelabuhan Stockfile,dan
Pabrik Semen.
c) Pembangunan jaringan Rel Kereta Api
Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KP. 297 tahun 2013
tentang Persetujuan Penetapan Trase Jalur Kereta Api Umum Dari Puruk
Cahu Ke Batanjung Melalui Bangkuang, telah ditetapkan trase jalur rel
kereta api sepanjang +/- 425 Km di sepanjang Provinsi Kalimantan Tengah
dan melewati Kabupaten Kapuas sepanjang 122 Km. Pembangunan
jaringan rel kereta api direncanakan akan diselesaikan pada tahun 2015.
6. Kependudukan dan Catatan Sipil
Data keseluruhan penduduk Kabupaten Kapuas sudah diupayakan melalui
kegiatan Konversi dengan struktur data SIAK. Adapun kondisi sampai
dengan September 2012 dapat dilaporkan bahwa penduduk Kabupaten
Kapuas berjumlah 365.681 jiwa yang terdiri dari laki 187.337 jiwa dan
perempuan 178.344 jiwa. Dari jumlah penduduk tersebut yang wajib KTP
sebanyak 253.043 jiwa atau 69,19%, yang terdiri dari laki-laki 129.717 jiwa
dan perempuan 123.326 jiwa. Untuk penduduk wajib KTP yang sudah
memiliki KTP pada tahun 2012 yaitu sebanyak 203.809 atau 80,54%, yang
terdiri dari laki-laki 102.567 jiwa dan perempuan 101.242 jiwa. Sedangkan
jumlah Kepala Keluarga sebanyak 105.351 KK dan semuanya telah memiliki
Kartu Keluarga. Menyangkut Pelayanan Pencatatan Sipil, Penduduk yang
memiliki Akta Kelahiran target berdasarkan RPJMD yaitu 25 % realisasi
sampai dengan saat ini 60,12 %. Demikian pula halnya dengan jumlah
pasangan yang menikah dan memiliki Akta Nikah target pada RPJMD 70%,
realisasi saat ini mencapai 80,74 %.
7. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas dalam

II-31
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


melaksanakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak juga terus
mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan daerah. Program-program yang
dilaksanakan baik dilakukan secara langsung oleh SKPD teknis maupun program
yang

dilaksanakan

Tim

Penggerak

PKK

Kabupaten

Kapuas

dalam

bentuk

penyuluhan, sosialisasi, pelatihan keterampilan, untuk peningkatan kapasitas


perempuan secara khusus untuk mendorong peningkatan kemandirian ekonomi
rumah

tangga

merupakan

sejalan

salah

satu

dengan

kegiatan

prioritas

pengembangan

pembangunan

ekonomi

daerah.

kerakyatan

Kegiatan

tersebut

dilaksanakan tidak hanya di ibukota Kabupaten akan tetapi diintegrasikan dengan


kegiatan yang dilaksanakan kecamatan, desa, dan kelurahan.

8. Ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan

merupakan

aspek

yang

mendasar

dalam

kehidupan

manusia karena mencakup dimensi sosial ekonomi. Salah satu sasaran


dalam pembangunan adalah diarahkan pada perluasan kesempatan kerja
dan terciptanya lapangan kerja baru dalam jumlah dan kualitas yang
seimbang dan memadai untuk dapat menyerap tambahan angkatan kerja
yang memasuki pasar kerja setiap tahunnya.
Angkatan kerja atau lebih dikenal dengan istilah tenaga kerja berdiri pada
dua posisi penting dalam pembangunan, yaitu sebagai subyek dan obyek
dalam pembangunan itu sendiri. Pertumbuhan penduduk secara langsung
berpengaruh pada perkembangan ketenagakerjaan, yaitu bertambahnya
penduduk usia kerja yang sekaligus akan meningkatkan jumlah angkatan
kerja. Karena itu peningkatan jumlah angkatan kerja bila tidak diimbangi
dengan penambahan kesempatan kerja akan menimbulkan permasalahan
dalam pembangunan.
Aspek tingkat capaian kinerja penyelenggaraan urusan wajib bidang
ketenagakerjaan Kabupaten Kapuas adalah sebagai berikut :
Tahun 2011
a. Program Peningkatan Kesempatan Kerja namun Kegiatan Program ini
tidak dilaksanakan karena ada kendala lapangan dan anggaran sebesar
Rp.26.000.000,- dialihkan kepada kegiatan lainnya.
b. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan.
Program ini perlu dikembangkan demi terwujudnya iklim usaha yang
kodusif di perusahaan guna ketenangan bekerja dan berusaha bagi para
pekerja dan pengusahaan. Demikian juga antara hak dan kewajiban
saling mamahami secara tepat sehingga Kesejahteraan pekerja bisa
terwujud dan perusahaan bisa tumbuh, berkembang dan maju. Program
ini dapat terwujud melalui kegiatan seperti :

Dapat

diselesaikannya

kasus

melebihi

target

dari

10

dapat

II-32
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


diselesaikan menjadi 22 kasus , dengan tingkat capaian kinerja 220%.

Terlaksananya 1 paket pembinaan dan pemeriksaan pelaksanaan


Undang-undang

Ketenagakerja

dan

Jamsostek,

dengan

tingkat

capaian kinerja 220%.

Terlaksananya pemeriksaan tempat kerja 1 paket berkenaan dengan


paeraturan tentang K3 dan kampaye K3, dengan tingkat capaian
kinerja 220%.

c. Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja. Maksud


dari program ini untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sebagai
upaya untuk mengatasi pengangguran melalui diklat bagi pencari kerja.
Program ini tidak dilaksanakan karena ada kendala lapangan dan
dialihkan pada kegiatan lain.
Tahun 2012
a. Kegiatan penyusunan Informasi Bursa Tenaga Kerja dengan tujuan
Tersedianya bahan Informasi Bursa Kerja sebanyak 1 paket sampai
dengan akhir triwulan III masih dalam proses pelaksanaan.
b. Kegiatan Penyebarluasan Informasi Bursa Tenaga Kerja dengan tujuan
penyebarluasan Informasi Bursa Kerja bagi pengguna dan pencari kerja
sebanyak 1 paket, masih dalam proses pelaksanaan.
c. Kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja Siap Pakai dengan tujuan memberikan
keterampilan bagi tenaga kerja agar mereka siap memasuki lapangan
pekerjaan 1 paket ( 16 orang)sampai dengan triwulan III masih tahap
persiapan dan diharapkan pada pertengahan bulan November sudah
dilaksanakan.
d. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan
Yaitu terwujudnya iklim yang kondusif di perusahaan guna ketenangan
bekerja dan berusaha , dengan capaian kinerja rata-rata 54 % dan pada
akhir tahun kami optimis capaian kinerjanya menjadi 100 %. Kegiatannya
ada 4 paket yakni

Penyelesaian kasus PHI baik oleh pengusaha maupun pekerja dan


tertanganinya kasus PHI sehingga berkurangnya kasus PHI dari 10
kasus, dengan tingkat capaian kinerja 58,89 %.

Pelaksanaan

Pembinaan

dan

Pemeriksaan

Undang

undang

Ketenagakerjaan dan Jamsostek sebanyak 1 paket dengan capaian


kinerja sementara sebesar 63,49 %.

Adanya peningkatan kesadaran terhadap penerapan K3 di tempat


kerja, sehingga berkurangnya pelanggaran hukum terhadap K3,
dengan tingkat capaian kinerja sementara sebesar 70,70 %.

Monitoring, evaluasi dan pelaporan, dengan tujuan terlaksananya


pemantauan atau pengawasan realisasi kegiatan pembinaan dan

II-33
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


pemeriksaan akibat tersedianya bahan evaluasi dan laporan realisasi
kegiatan pembinaan dan pemeriksaan, dengan tingkat capaian kinerja
sementara 22,44 %.
e. Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja.Maksud
dari program ini adalah untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja
sebagai upaya untuk menatasi pengangguran dan pendayagunaan tenaga
kerja. Program ini juga bertujuan mengembangkan tenaga kerja berjiwa
usaha mandiri serta tersedianya tenaga kerja terampil, produktif, inovatif
disiplin dan memiliki etos kerja. Kegiatannya ada 2 paket yaitu:

Pelatihan keterampilan menjahit yang dilaksanakan di desa Sumber


Alaska UPT Dadahup G1 dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang
dengan indicator capaian 100%.

Penyusunan Data Base Ketenagakerjaan, kegiatan sedang dalam


proses penyelesaian.

9. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah


Jumlah koperasi menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Data
tahun 2012 menunjukkan jumlah koperasi di Kapuas sebanyak 388 buah.
Peningkatan

jumlah

koperasi

diiringi

dengan

bertambahnya

jumlah

simpanan para anggota.


Tabel II. 14
Jumlah Koperasi Dan Keadaan Koperasi Di Kabupaten Kapuas
Tahun 2007-2012
Tahun

Jumlah
Koperasi
(buah)

Jumlah
Anggota
(orang)

2007
287
24.529
2008
302
27.689
2009
305
28.683
2010
305
28.854
2011
345
30.120
2012
388
31.830
Sumber: Kabupaten Kapuas Dalam Angka

Simpanan
Anggota
(Rp. 000)

Volume
Usaha
(Rp. 000)

Hutang
(Rp. 000)

5.596.003
7.372.694
14.482.967
14.756.872
14.873.078
16.923.603
2013

10.436.009
15.265.581
19.437.576
20.486.371
25.487.529
27.656.021

9.845.837
8.697.837
10.861.204
11.588.399
11.655.000
11.656.000

10. Pemerintahan Umum


Jumlah aparatur negara (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten
Kapuas pada tahun 2012 berjumlah 7.925 orang yang terdiri dari golongan
ruang IA ID, II A IID, IIIA IIID dan IVA IVB. Jumlah tersebut menurun
dibanding tahun sebelumnya. Berikut gambaran jumlah PNS di Kabupaten
Kapuas dari tahun 2009 hingga 2012:

II-34
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

Gambar II.10

Jumlah PNS Kabupaten Kapuas Tahun 2009-2012

8.348

8.400
8.300
8.200

8.164

8.117

8.100
8.000

7.925

7.900
7.800
7.700
1
2009

2
2010

3
2011

4
2012

2.3.2. Fokus Layanan Pilihan


Urusan pilihan merupakan urusan pemerintah yang secara nyata ada dan
berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan
kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan yang ada di Kabupaten Kapuas.
1. Pertanian

Kabupaten Kapuas dikenal sebagai lumbung padi Provinsi Kalimantan


Tengah. Hal ini mengingat masih besarnya kontribusi padi Kabupaten
Kapuas terhadap produksi padi total Provinsi Kalimantan Tengah yaitu ratarata 50 persen dalam lima tahun terakhir. Dalam struktur perekonomian,
sektor pertanian secara luas menjadi sektor yang memiliki sumbangan
terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Kapuas. Disamping itu,
sebagian besar penduduk di daerah ini bekerja di sektor pertanian.
Karekteristik diatas menunjukkan Kabupaten Kapuas memang merupakan
daerah pertanian baik secara geografis maupun demografis.
Berdasarkan data statistik pertanian (SP), luas potensi lahan sub sektor
tanaman pangan dan hortikultura 227.840 hektar, luas lahan produktif
133.540 hektar yang terdiri atas lahan sawah 103.271 hektar, palawija 2.811
hektar, ladang 17.499 hektar dan hortikultura 9.959 hektar.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kabupaten

Kapuas,

keragaman

perkembangan

tanaman

pangan

dan

holtikultura di Kabupaten Kapuas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

II-35
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel II.15
Keragaman Perkembangan Tanaman Pangan dan Holtikultura
Kabupaten Kapuas Tahun 2008 - 2012
No
1

Indikator/Komoditas

2008

2009

- Luas tanam (Ha)

105.683

112.941

90.660

115.091

119.205

- Luas panen (Ha)

99.053

105.601

112.212

104.452

115.946

27,99

30,12

28,74

30,95

32,88

277.279

318.117

322.550

323.321

381.266

- Luas tanam (Ha)

1.178

485

656

700

619

- Luas panen (Ha)

836

510

306

369

227

- Produktivitas (Ku/Ha)

36,75

37,41

34,35

33,85

35,68

- Produksi

3.072

1.908

1.051

1.249

810

- Luas tanam (Ha)

788

506

591

405

439

- Luas panen (Ha)

418

812

287

392

168

11,53

11,31

11,67

11,53

12,08

482

918

335

452

203

- Luas tanam (Ha)

202

144

61

52

112

- Luas panen (Ha)

312

195

59

58

84

11,25

11,49

11,53

11,38

11,43

351

224

68

66

96

- Luas tanam (Ha)

26

21

12

11

89

- Luas panen (Ha)

68

23

14

62

8,38

8,26

8,20

8,20

8,23

57

19

12

51

- Luas tanam (Ha)

1.395

1.799

1.174

1.115

1.045

- Luas panen (Ha)

1.625

1.324

1.702

1.233

1.005

- Produktivitas (Ku/Ha)

119,40

118,44

119,50

118,31

118,35

- Produksi

19.402

15.682

20.339

14.588

11.894

- Luas tanam (Ha)

522

250

201

170

298

- Luas panen (Ha)

617

366

203

151

213

- Produktivitas (Ku/Ha)

71,44

71,01

71,72

71,13

71,13

- Produksi

4.408

2.599

1.456

1.074

1.515

- Produksi

Kedelai

- Produksi
Kacang Tanah

- Produktivitas (Ku/Ha)
- Produksi
5

Kacang Hijau

- Produktivitas (Ku/Ha)
- Produksi
6

Ubi Kayu

Ubi Jalar

Buah-buahan
- Luas Panen (Pohon)
- Produktivitas (Ku/Pohon)
- Produksi (Ku)

2012

Jagung

- Produktivitas (Ku/Ha)
4

2011

Padi

- Produktivitas (Ku/Ha)
2

2010

14.597.267 15.352.151 15.134.227 13.286.220 10.249.657


0,09

0,04

0,03

0,04

0,04

350.618

641.136

397.211

473.014

381.410

5.152

2.660

2.236

2.130

1.871

Sayur-sayuran
- Luas panen (Ha)

II-36
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


- Produktivitas (Ku/Ha)

60,27

98,60

58,75

48,34

51,90

310.506

257.277

131.373

103.020

97.114

5.520

6.652

8.698

8.807

5.485

- Produktivitas (Kg/M2)

2,05

2,33

2,09

1,44

4,41

- Produksi (Kg/Tangkai)

11.301

15.511

18.161

12.671

24.178

324.525

213.694

141.593

99.106

104.349

2,09

2,76

1,67

2,65

3,13

678.718

589.356

236.610

263.122

326.896

- Produksi
10

Tanaman Hias
- Luas Panen (M2)

11

Tanaman Biofarmaka
- Luas Panen (M2)
- Produktivitas (M2/kg)
- Produksi (kg)

Sumber data : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kab. Kapuas Tahun
2013
2. Peternakan

Jenis ternak yang telah dikembangkan di wilayah Kabupaten Kapuas, antara


lain meliputi ternak sapi potong, kerbau, kambing, babi, ayam buras, ayam
ras, itik dan ayam arab. Penyebaran populasi ternak ayam buras pada
umumnya berada di Kecamatan Selat, Kapuas Murung dan Kapuas Kuala
sedangkan untuk ayam ras berada di Kecamatan Basarang. Untuk ternak
kambing terbesar berada di Mantangai, sementara itu penyebaran populasi
itik di Kecamatan Pulau Petak, Basarang dan Kapuas Kuala, sedangkan
untuk populasi babi terbesar berada di Kecamatan Selat, Kapuas Barat dan
Kapuas Hilir.
Kontribusi populasi ternak di Kabupaten Kapuas terhadap populasi tingkat
provinsi masih sangat kecil. Pemenuhan pakan ternak pada umumnya
didatangkan dari luar daerah terutama dari Kalimantan Selatan. Masih
terdapat beberapa jenis ternak dan hasil ternak yang didatangkan dari luar
Kabupaten Kapuas, yaitu sapi, kambing dan telur itik. Penyebaran populasi
ternak tersebut memang belum mampu menjangkau secara merata ke semua
kecamatan, karena jumlah populasinya yang masih sedikit, dengan jumlah
populasi sebagaimana tabel di bawah ini :

II-37
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel II.16
Keadaan Populasi Ternak
No

1
2
3
4
5
6
7
8

Jenis Ternak
( ekor)

Tahun
2008
( ekor)

Tahun
2009
( ekor)

Tahun
2010
( ekor)

Tahun
2011
( ekor)

Tahun
2012
( ekor)

Sapi potong
Kerbau
Kambing
Babi
Ayam Buras
Ayam Ras
Itik
Ayam Arab

9.057
184
11.016
15.987
848.861
130.774
87.930
48.099

9.281
164
11.279
15.932
853.167
132.618
86.682
47.231

9.519
159
10.754
15.284
710.956
74.042
90.439
49.591

4.188
98
6.398
7.289
314.412
107.400
62.897
4.844

3.855
2
3.176
4.751
405.967
97.400
51.000
5.570

Sumber : Dinas Peternakan Kab. Kapuas Tahun 2013

3. Pariwisata
Perkembangan pariwisata di Kapuas dari tahun ke tahun ditampilkan berikut
ini.
Tahun 2008
Jumlah Kunjungan wisata Tahun 2008 adalah :

Wisatawan Mancanegara: 9 orang

Wisatawan Lokal: 428 orang

Tahun 2009
Jumlah Kunjungan wisata Tahun 2009 adalah :

Wisatawan Mancanegara: 11 orang

Wisatawan Lokal: 539 orang

Tahun 2010
Jumlah Kunjungan wisata Tahun 2010 adalah :

Wisatawan Mancanegara: 16 orang

Wisatawan Lokal: 638 orang

Tahun 2011
Jumlah Kunjungan wisata Tahun 2011 adalah :

Wisatawan Mancanegara: 22 orang

Wisatawan Lokal: 574 orang

Tahun 2012
Jumlah Kunjungan wisata Tahun 2012 adalah :

Wisatawan Mancanegara: 14 orang

Wisatawan Lokal: - orang

Selanjutnya kontribusi sektor Pariwisata terhadap PDRB Kabupaten Kapuas


adalah sebagai berikut (adhb):
a. Tahun 2008 sebesar 2,01 %

II-38
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


b. Tahun 2009 sebesar 2,01 %
c. Tahun 2010 sebesar 2,04 %
d. Tahun 2011 sebesar 2,07 %
4. Perdagangan
Pada tahun 2008 Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro
Kecil dan Menengah Kabupaten Kapuas telah menerbitkan Surat Izin Usaha
Perdagangan (SIUP) sebanyak 201 buah, pada tahun 2009 sebanyak 165
buah, pada tahun 2010 sebanyak 152 buah, pada tahun 2011 sebanyak 173
buah, dan tahun 2012 sebanyak 135 buah.
Untuk lebih jelasnya terkait Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda
Daftar

Perusahaan

(TDP),

Surat

Izin

Usaha

Perdagangan-Minuman

Beralkohol (SIUP-MP) dan Tanda Daftar Industri (TDI) dapat dilihat pada
tabel dibawah ini:
Tabel II.17
Jumlah dan Jenis Perijinan Bidang Perdagangan tahun 2008-2012
TAHUN
2008
2009
2010
2011
2012 *)

SIUP
201
165
152
173
135

TDP
190
156
145
163
111

SIUP-MB
7
9
10
10
-

TDI
132
95
82
81
73

*) Sampai dengan September 2012


Sumber: Dinas Perindagkop Kabupaten Kapuas 2013

Sedangkan jumlah pedagang yang terdaftar pada Dinas Perindustrian,


Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Kapuas
pada tahun 2008 adalah sebanyak 251 pedagang yang terdiri atas pedagang
besar sebanyak 13 pedagang, pedagang menengah sebanyak 25 pedagang,
dan pedagang kecil sebanyak 213 pedangan. Pada tahun 2009 pedagang
yang terdaftar sebanyak 192 pedagang yang terdiri atas pedagang besar
sebanyak 8 pedagang, pedagang menengah sebanyak22 pedagang, dan
pedagang kecil sebanyak 162 pedangan. Pada tahun 2010 pedagang yang
terdaftar adalah sebanyak 2491 pedagang yang terdiri atas pedagang besar
sebanyak 42 pedagang, pedagang menengah sebanyak 78 pedagang, dan
pedagang kecil sebanyak 371 pedangan. Pada tahun 2011 pedagang yang
terdaftar adalah sebanyak 410 pedagang yang terdiri atas pedagang besar
sebanyak 12 pedagang, pedagang menengah sebanyak 148 pedagang, dan
pedagang kecil sebanyak 250 pedangang.

II-39
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Selanjutnya untuk kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB Kabupaten
Kapuas adalah sebagai berikut :
a. Tahun 2008 sebesar 18,27 %
b. Tahun 2009 sebesar 18,23 %
c. Tahun 2010 sebesar 18,12 %
d. Tahun 2011 sebesar 18,04 %
e. Tahun 2012 sebesar 17,75 %
5. Perindustrian
Banyaknya perusahaan dan tenaga kerja pada industri kimia agro dan hasil
hutan di Kabupaten Kapuas Tahun 2008-2011 disajikan pada Tabel II.20.
Dari bidang industri diharapkan di masa mendatang dapat menyerap labih
banyak lagi tenaga kerja, terutama sekali perusahaan yang bergerak di
bidang industri agribisnis.
Tabel II.18
Banyaknya Perusahaan dan Tenaga Kerja Pada Industri Kimia Agro dan
Hasil Hutan di Kabupaten Kapuas Tahun 2009 - 2012

Jenis Industri

Wood
Working/Dowel/Mould
ing
Crumb Rabber
Pengolahan Rotan
Es batu
Tahu / Tempe
Minuman Ringan/Air
Mineral
Minyak Kelapa
Meubel Kayu
Percetakan / Fotocopy
Anyaman Purun
Kerupuk Amplang
Roti
Pengolahan Kopi
Komponen Bahan
Bangunan
Tepung Beras
Sabut Kelapa
Kerupuk
Genteng Press
Batu Bata
Batako
Garam Beryodium
Pembungkus Garam
Kripik Singkong
Saos Tomat
Virgin Coconut Oil
(CVO)
Tepung Tapioka
Jumlah

2009
Jumla Jumla
h Unit
h
Usaha Tenag
a
Kerja
-

2010
Jumla
Jumla
h Unit
h
Usaha
Tenag
a
Kerja
-

2011
Jumla
Jumla
h Unit
h
Usaha
Tenag
a
Kerja
-

2012
Jumla
Jumla
h Unit
h
Usaha
Tenag
a
Kerja
-

1
5
29
12
13

105
267
91
45
63

1
5
29
12
13

105
267
91
45
63

1
5
24
12
16

105
112
70
45
84

1
4
24
12
13

105
132
70
48
70

49
233
1
4
52

299
265
7
13
312

49
233
1
4
52

299
265
7
13
312

3
49
200
4
45

12
272
200
13
208

3
18
34
4
4
45

12
105
65
132
13
208

1
1
3
2
1
3

2
14
21
11
10
12

1
1
3
2
1
3

2
14
21
11
10
12

1
3
3
2
1
-

2
21
21
11
10
-

1
3
5
2
1
-

2
21
32
11
10
-

410

1.527

410

1.527

326

978

1
231

10
938

II-40
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Sumber: Kabupaten Kapuas Dalam Angka, 2013

Kemudian terkait dengan data perusahaan dan tenaga kerja pada industri
logam, mesin, elektronika dan aneka (ILMEA) di Kabupaten Kapuas Tahun
2008-2011 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel II.19
Banyaknya Perusahaan dan Tenaga Kerja Pada Industri Logam, Mesin,
Elektronika dan Aneka (ILMEA) di Kabupaten Kapuas Tahun 2009 - 2012

Jenis Komoditi

2009
Juml
Juml
ah
ah
Unit
Tenag
Usaha
a
Kerja
-

2010
Juml
Juml
ah
ah
Unit
Tenag
Usaha
a
Kerja
-

Pandai Besi
Pembuatan Kapal
Kayu
Jasa
8
34
8
PerbaikanKapal/Pe
rahu
Perbaikan Kapal
Besi
Pembuatan
1
19
1
Perhiasan dari
emas (Logam
mulia)
Service
25
98
25
SepedaMotor/Mobil
Teralis
8
35
8
Damar Buatan
Ukiran Getah
1
10
1
Nyatu
Jasa Kecantikan
16
36
16
Pembuatan
Keperluan Rumah
Tangga dari bahan
Fiber Glass
Konveksi (Pakaian
23
68
23
Jadi)
Service Elektronik
14
28
14
Kacamata (Optik)
4
9
4
Jumlah
111
337
100
Sumber: Kabupaten Kapuas Dalam Angka, 2013

2011
Juml
Juml
ah
ah
Unit
Tenag
Usaha
a
Kerja
16
42

2012
Juml
Juml
ah
ah
Unit
Tenag
Usaha
a
Kerja
13
39
8
24

34

24

19

13

20

12

19

98

51

100

26

94

35
10

21
1

39
10

13
6

39
18

36
-

16
-

36
-

16
-

36
-

68

19

49

23

66

28
9
337

13
4
154

26
9
321

14
4
132

27
9
364

Selanjutnya untuk kontribusi sektor Industri terhadap PDRB Kabupaten


Kapuas adalah sebagai berikut (adhb) :
a. Tahun 2008 sebesar 6,24 %
b. Tahun 2009 sebesar 5,76 %
c. Tahun 2010 sebesar 5,42 %
d. Tahun 2011 sebesar 5,12 %
e. Tahun 2012 sebesar 4,83 %

II-41
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


2.4. Aspek Daya Saing Daerah
Daya saing daerah merupakan salah satu aspek tujuan penyelenggaraan
otonomi daerah sesuai dengan potensi, kekhasan, dan unggulan daerah. Suatu
daya saing (competitiveness) merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan
pembangunan ekonomi yang berhubungan dengan tujuan pembangunan daerah
dalam mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan.

2.4.1. Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah


Berdasarkan analisis kesejahteraan masyarakat di atas menggambarkan kondisi
PDRB Kabupaten Kapuas tahun 202 secara sektor terkait Produk Unggulan
Daerah, menunjukkan bahwa distribusi PDRB ditopang oleh sektor primer
(sektor pertanian dan sektor pertambangan & penggalian) sebesar 2.910.981,35
juta rupiah (46,05%), sektor sekunder (sektor industri, sektor listrik, gas & air
bersih dan sektor bangunan) sebesar 1.002.010,48 juta rupiah (15,85%), dan
sektor tersier (sektor perdagangan, hotel & restoran, sektor angkutan &
komunikasi, sektor keuangan, persewaaan & jasa perusahaan dan sektor jasajasa) sebesar 2.407.905,64 juta rupiah (38,09%).
Tabel II.20
Analisis Sektor Unggulan PDRB Tahun 2012
No

Sektor

Pertumbuhan (%)

Sektor Unggulan

Pertanian

Pertambangan dan Penggalian

Industri

1,92

Sekunder

Listrik, Gas dan Air Bersih

3,65

Sekunder

Bangunan

9,68

Sekunder

Perdagangan, Hotel dan Restoran

5,66

Tersier

Angkutan dan Komunikasi

4,73

Tersier

Keuangan, Persewaan
Perusahaan

13,77

Tersier

Jasa-jasa

5,90

Tersier

dan

Jasa

Rata-rata pertumbuhan

5,68

Primer

12,46

Primer

6,29

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas. Diolah.

2.4.2. Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastuktur


Pembangunan fasilitas/infrastruktur wilayah akan meningkatkan aspek daya
saing suatu daerah, penyediaan fasilitas seperti transportasi, hotel, listrik, air
minum,

dan

perbankan

yang

memadai

merupakan

nilai

tambah

bagi

perwujudkan pembangunan suatu kota.

II-42
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Fasilitas Jalan
Salah satu prasarana yang penting dalam memperlancar kegiatan ekonomi
adalah jalan. Semakin meningkatnya usaha pembangunan maka akan
menuntut pula peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas
penduduk dan melancarkan arus lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah
lain. Jalan sebagai sarana penunjang transportasi memiliki peran penting
khususnya untuk transportasi darat. Untuk mendukung transportasi darat,
pemerintah daerah telah membangun jalan sepanjang 1.498,88 km jalan
kabupaten dan 459,90 jalan Negara.
Di Kabupaten Kapuas terdapat dua kelas jalan yaitu kelas IIIb, dan IIIc yang
merupakan tanggung jawab atau wewenang dari pemerintah Kabupaten
Kapuas. Dari data yang diperoleh, tercatat panjang jalan pada tahun 2012
sepanjang 1.498,88 km. Dari 1.498,88 km tersebut 204,86 km berpermukaan
aspal, 192,75 km

berpermukaan kerikil dan 1.091,02 km

berpermukaan

tanah, serta 10,25 km lainnya.


Apabila dilihat dari kondisi jalan, jalan di Kabupaten Kapuas dalam kondisi
baik pada tahun 2012 mencapai 433,45 km, 501,17 km kondisinya sedang,
213,2 km dalam kondisi rusak dan sisanya sepanjang 349,06 km kondisinya
rusak berat.

Fasilitas Transportasi
Untuk perhubungan sungai yang masih merupakan sarana transportasi untuk
menghubungkan

antara

ibukota

Kabupaten

Kapuas

dengan

berbagai

kecamatan, terus meningkat dalam hal jumlah alat transportasi dari ke tahun.
Alat transportasi sungai ini antara lain speed boat, long boat, kelotok dan
lainnya.
Hotel
Sejak tahun 2003 sampai 2006 pertumbuhan jumlah kamar hotel/losmen di
Kabupaten Kapuas menunjukkan peningkatan yang sangat pesat dari 590
kamar hotel pada tahun 2003 menjadi 626 kamar hotel/losmen pada tahun
2006, namun jumlah ini kian menurun dimana jumlahnya hanya 330 di tahun
2011 dan pada tahun 2012 ada peningkatan menjadi 358 kamar hotel/losmen,
seperti ditunjukkan pada grafik berikut ini :

II-43
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel II. 21
Perkembangan Jumlah Kamar Hotel/Losmen Menurut Fasilitas yang
Tersedia di Kabupaten Kapuas Tahun 2003 2012

Tahun

Fasilitas

Jumlah

AC

Non AC

2003

86

504

590

2004

86

504

590

2005

98

528

626

2006

98

528

626

2007

71

366

437

2008

66

324

390

2009

54

301

355

2010

58

292

350

2011

58

272

330

2012

51

307

358

Sumber: Kabupaten Kapuas Dalam Angka, 2013

Perbankan dan Keuangan


Meningkatnya prtumbuhan ekonomi di Kabupaten Kapuas ditunjang oleh
tersedianya lembaga keuangan seperti perbankkan dan pegadaian. Berbagai
fasilitas dan kemudahan yang diberikan oleh Bank untuk melakukan kredit oleh
masyarakat mengakibatkan semakin meningkatnya pinjaman yang dilakukan
oleh masyarakat terhadap Bank. Kredit yang dipinjam oleh masyarakat
digunakan untuk modal, investasi dan konsumsi. Sedangkan penggunaan
terbesar dari kredit tersebut adalah untuk konsumsi. Jika dilihat dari struktur
ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat, kredit terbesar adalah untuk modal
usaha perdagangan dan restoran. Selain kredit, untuk tabungan, deposito dan
giro juga meningkat dari tahun ke tahun.
Air Minum
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas saat ini mempunyai
10 lokasi intalasi yaitu seperti pada tabel berikut :

II-44
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel II. 22
Kapasitas Produksi PDAM
No.

Nama PDAM

1.

Pusat
Kuala
Kapuas
Cabang
Barimba
Unit
IKK
Palingku
Unit
IKK
Mandomai
Unit IKK Anjir
Serapat
Unit
IKK
Mantangai
Unit
IKK
Basarang
Unit
IKK
Dadahup
Unit
IKK
Seitatas
Unit
IKK
Pujong
Jumlah

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Kapasitas Produksi
Potensi
Efektif
125
97

Sumber air
Sungai

20

11

Sungai

7,5

7,2

Sungai

3,4

Sungai

Sungai

Sungai

1,4

Sungai

Sungai

1,4

Sungai

Sungai

187,5

141,4

Sumber : PDAM Kabupaten Kapuas

2.4.3. Fokus Iklim Berinvestasi


Merupakan komitmen pemerintah daerah bahwa kebijakan penanaman modal
daerah di Provinsi Kalimantan Tengah, meliputi 2 (dua) langkah yakni:
a) Arah dan tujuan kebijakan pemerintah daerah di bidang penanaman modal
mempunyai maksud sebagai berikut:
1) Mempertahankan dan mengembangkan investasi yang sudah ada.
2) Menambah dan mencari serta menarik investor-investor baru baik lokal,
nasional maupun asing.
3) Pemberdayaan masyarakat dan ekonomi rakyat.
b) Strategi kebijakan pemerintah daerah di bidang penanaman modal, meliputi:
1) Melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian proyek investasi
PMA dan PMDN melalui satuan tugas (satgas) terpadu baik tingkat
provinsi maupun kabupaten/kota untuk menciptakan iklim investasi
yang lebih kondusif dan sehat.
2) Memberikan jaminan keamanan dan kepastian hukum bersama aparat
keamanan terhadap para investor.
3) Memberikan kemudahan pelayanan perizinan yang cepat, keringanan
pajak, pembebasan pajak untuk masa persiapan dan kontrustruksi
(berupa tax holidaysecara selektif).

II-45
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


4) Melakukan promosi: kedalam dan luar negeri dengan mengikuti even-even
pameran, penyebaran booklet dan leaflet melalui perwakilan/kedutaan
Indonesia dan asing di dalam dan di luar negeri baik melalui jasa pos,
website/internet, dan email.
5) Menjalin dan mewujudkan kerjasama sektoral, nasional, regional, serta
internasional yang mengutamakan kepentingan nasional dalam rangka
meningkatkan penanaman modal didaerah, seperti kerjasama BIMPEAGA, ASEAN, AIDA, AFTA dan lainya.
6) Peningkatan

pengembangan

dan

pembangunan

Prasarana

dasar/Infrastruktur daerah, sebagai sarana pendukung peningkatan


investasi dan perdagangan di Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian
dari upaya percepatan pembangunan Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Untuk menunjang kegiatan investasi, salah satu pelabuhan laut terbesar di
Provinsi Kalimantan Tengah berada di Kabupaten Kapuas yaitu Pelabuhan
Batanjung dengan panjang dermaga yaitu 150 meter.
2.4.4. Fokus Sumber Daya Manusia
Kualitas SDM ini berkaitan erat dengan kualitas tenaga kerja yang tersedia
untuk mengisi kesempatan kerja di dalam negeri dan di luar negeri. Kualitas
tenaga kerja di suatu wilayah sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan.
Semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditamatkan penduduk suatu wilayah
maka semakin baik kualitas tenaga kerjanya.
Salah satu indikator kependudukan yang penting adalah Rasio ketergantungan
(dependency

ratio).

Rasio

ketergantungan

menggambarkan

total

rasio

ketergantungan penduduk usia tidak produktif (kelompok umur 014 tahun dan
kelompok umur 65 ke atas) terhadap penduduk usia produktif (kelompok umur
1564 tahun). Indikator ini merupakan salah satu indikator yang digunakan
untuk mengukur dampak keberhasilan pembangunan kependudukan di suatu
daerah. Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin
tingginya bebanyang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk
membiayai hidup penduduk yang belumproduktif dan tidak produktif lagi.
Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan
semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk
membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Angka ketergantungan Kabupaten Kapuas berdasarkan data tahun 2012,
menunjukkan angka 52,66%. Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan usia
tidak produktif terhadap usia produktif di Kapuas masih besar, yaitu diatas
50%. Kondisi ini perlu mendapat perhatian agar tidak menjadi beban bagi
pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi.

II-46
Gambaran Umum Kondisi Daerah

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

BAB III
GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH
3.1.

Kinerja Keuangan Masa Lalu

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan bahwa pendanaan penyelenggaraan


pemerintahan daerah telah diatur sesuai kewenangan yang diserahkan. Hal tersebut
dimaksudkan

untuk

mencegah

tumpang

tindih

ataupun

ketidaktersedianya

pendanaan pada suatu urusan pemerintahan. Sumber pendanaan penyelenggaraan


pemerintahan daerah terdiri dari pendapatan asli daerah (meliputi pajak daerah,
retribusi daerah, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan,
dan lain-lain PAD yang sah), dana perimbangan, pinjaman daerah dan lain-lain
pendapatan

yang

sah.

Gambaran

kinerja

pengelolaan

keuangan

dalam

penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Kapuas, diuraikan sebagai berikut:


3.1.1. Kinerja Pelaksanaan APBD
Kinerja pelaksanaan APBD tahun sebelumnya dapat dilihat dari aspek tingkat
realisasi APBD, perkembangan pendapatan dan belanja tidak langsung, proporsi
sumber pendapatan, pencapaian kinerja pendapatan, dan gambaran realisasi belanja
daerah, permasalahan yang muncul serta potensi tantangan kedepan. Secara umum
gambaran tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pendapatan Daerah
Gambaran

tentang

Pendapatan

Daerah

yang

disajikan

secara

series

menginformasikan mengenai rata-rata pertumbuhan realisasi Pendapatan Daerah


Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2008-2012

sebagaimana tertuang pada Tabel

III.1. Memperhatikan Tabel III.1, diperoleh gambaran bahwa realisasi pendapatan


daerah fluktuatif dari Rp. 642,956 Miliar (2008) hingga mencapai Rp.1,004,328Miliar
(2012) dengan rata- rata tingkat pertumbuhan pendapatan 11,94%.
Dari keempat komponen PAD, secara persentase pertumbuhan masing-masing
komponen pembentuk PAD berbeda-beda. Rata-rata tingkat pertumbuhan tertinggi
berasal dari lain-lain pendapatan asli daerah yang sah38,11%,hasil pengelolaan
kekayaan daerah yang dipisahkan 36,49%, hasil retribusi daerah 32,33% dan
terendah dari pajak daerah 29,41%.
Permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan pendapatan daerah adalah belum
diketahui secara pasti besar potensi PAD sehingga target yang ditetapkan tidak
didasarkan atas asesmen potensi yang dimiliki. Setelah berlakunya close list system
Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-1

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


dalam ketentuan jenis pajak dan retribusi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2009, perlu
dilakukan penyesuaian perangkat regulasi, kelembagaan pendapatan daerah serta
personil agar tidak berimplikasi pada penurunan pendapatan daerah. Adapun
penerimaan Dana Perimbangan relatif tanpa masalah berarti kecuali DAK yang
memerlukan dana pendamping daerah minimal 10% dari jumlah DAK sehingga
mengurangi porsi pemanfaatan DAU sesuai dengan kebutuhan daerah. Adapun lainlain pendapatan daerah yang sah tidak diketahui secara pasti potensi penerimaannya
karena bersifat penerimaan insidentil.
Tabel III.1

Rata-Rata Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Kapuas


Tahun Anggaran 2008-2012

(dalam juta rupiah)

Kode
1
1.1

Uraian
PENDAPATAN
PENDAPATAN ASLI DAERAH

2008

2009

2010

2011

2012

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

RATARATA
PERTUM
BUHAN
(%)

642.956

672.825

735.604

882.441 1.004.328

11,94

23.121

19.409

18.411

25.548

51.110

29,41

1.1.1

Pendapatan Pajak Daerah

2.103

2.213

2.567

4.305

6.042

32,33

1.1.2

Hasil Retribusi Daerah

4.814

7.356

6.926

8.594

14.704

35,53

909

1.857

1.564

2.202

2.568

36,49

15.295

7.983

7.353

10.446

27.795

38,11

600.363

610.627

625.385

722.951

852.539

9,41

50.912

51.840

73.141

81.989

119.073

25,06

481.574

494.403

503.442

572.638

660.648

8,40
4,31

1.1.3
1.1.4
1.2

Hasil Pengelolaan Kekayaan


Daerah yang dipisahkan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah
yang Sah
DANA PERIMBANGAN

1.2.1

Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan


Pajak

1.2.2

Dana Alokasi Umum

1.2.3

Dana Alokasi Khusus

67.877

64.383

48.803

68.324

72.818

LAIN-LAIN PENDAPATAN
DAERAH YANG SAH

19.472

42.790

91.808

133.943

100.679

1.3

63,84
0,00

1.3.1

Pendapatan Hibah

7.500

2.000

4.710

8.627

1.3.2

Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi


dan Pemerintah Daerah Lainnya

8.874

10.827

12.180

17.871

25.804

31,40

1.3.4

Dana Penyesuaian

2.465

10.695

79.628

111.362

64.233

243,98

2.015

0,00

0,00

Bantuan Keuangan dari Provinsi


1.3.5
633
250
0
atau Pemerintah Daerah Lainnya
Dana Penguatan Desentralisasi
1.3.6 Fiskal dan Percepatan
0
19.017
0
Pembangunan Daerah
Sumber: Diolah dari Laporan Realisasi APBD Kabupaten Kapuas TA 2008 - 2013

b. Belanja Daerah
Gambaran

tentang

realisasi

Belanja

Daerah

yang

disajikan

secara

series

menginformasikan mengenai rata-rata perkembangan/kenaikan realisasi Belanja


Daerah Kabupaten Kapuas sebagaimana tertuang pada tabel berikut:
Tabel III.2

Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Kapuas


Tahun Anggaran 2008-2012
(dalam juta rupiah)
Kode
2

Uraian
BELANJA

2008

2009

2010

2011

2012

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

RATARATA
KENAIKAN
(%)

652.175

685.837

727.525

826.456

958.520

10,20

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-2

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

2.1

Belanja Tidak Langsung

331.561

360.335

420.995

476.795

587.277

15,48

2.1.1

Belanja Pegawai

292.614

333.503

382.590

437.434

494.091

13,99

2.1.2

Belanja Bunga

1.268

0,00

2.1.3

Belanja Subsidi

106

178

0,00

2.1.4

Belanja Hibah

11.311

4.375

14.013

15.425

37.796

78,52

2.1.5

Belanja Bantuan Sosial

7.752

7.335

4.670

5.224

5.445

(6,41)

750

521

633

533

592

(3,46)

18.323

14.541

17.597

17.412

44.457

38,66

2.1.6
2.1.7

Belanja Bagi Hasil Kepada


Provinsi/Kabupaten Kota dan
Pemerintahan Desa
Belanja Bantuan Keuangan Kepada
Provinsi/Kabupaten Kota dan
Pemerintahan Desa

2.1.8

Belanja Tidak Terduga

811

60

1.492

660

3.450

2.2

BELANJA LANGSUNG

320.614

325.502

306.531

349.661

371.243

665,13
3,98

2.2.1

Belanja Pegawai

28.166

27.631

20.202

26.609

24.266

(1,47)

2.2.2

Belanja Barang dan Jasa

81.814

93.148

88.866

111.318

126.462

12,03

2.2.3

Belanja Modal

210.634

204.723

197.462

211.734

220.514

1,26

Sumber: Diolah dari Laporan Realisasi APBD Kabupaten Kapuas TA 2008 - 2013

Memperhatikan Tabel III.2 diatas, diperoleh gambaran bahwa, realisasi Belanja Tidak
Langsung yang merupakan komponen terbesar dari belanja daerah, Rp331,56 Miliar
(2010) hingga Rp.587,27Miliar (2012), dengan rata-rata kenaikan

realisasi Belanja

Tidak langsung mencapai 15,48%.


Dari delapan komponen Belanja Tidak langsung, Belanja hibah mengalami kenaikan
terbesar dengan rata-rata kenaikan mencapai 78,52%, diikuti dengan belanja pegawai
13,99%.
Tingkat Realisasi Belanja Langsung juga mengalami kenaikan dari tahun ketahun
dengan rata-rata kenaikan 3,98% dengan kenaikan terbesar pada komponen Belanja
Barang Jasa yaitu Rp81,81 Miliar (2010) mencapai Rp126 Miliar (2012) atau sebesar
12,03%.

c. Pembiayaan Daerah
Gambaran tentang realisasi Pembiayaan Daerah yang disajikan secara series
menginformasikan mengenai rata-rata perkembangan/kenaikan realisasi Penerimaan
dan Pengeluaran Daerah Kabupaten Kapuas sebagaimana tertuang pada Tabel III.3
sebagai berikut:
Tabel III.3

Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Kapuas


Tahun Anggaran 2008-2012

(dalam juta rupiah)

2008

Kode
3

Uraian

2009

2010

2011

2012

RATARATA
Realisas Realisas Realisas Realisas
KENAIKAN
i (Rp)
i (Rp)
i (Rp)
i (Rp)
(%)

Realisasi
(Rp)

PEMBIAYAAN DAERAH

3.1

Penerimaan Pembiayaan Daerah

109.660

89.716

70.537

72.450 134.938

3.1.1

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran


Daerah Tahun Sebelumnya

109.660

89.716

70.537

70.629

115.050

5,86

3.1.2

Penerimaan Pinjaman Daerah

1.821

15.417

0,00

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

12,35

III-3

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

3.1.5
3.2

Penerimaan Kembali Pemberian


Pinjaman
Pengeluaran Pembiayaan Daerah

3.2.2
3.2.2

4.472

0,00

10.225

6.167

7.986

13.386

28.193

42,01

11.251

0,00

10.225

4.900

7.597

217

8.305

907,90

15.417

0,00

Pembentukan Dana Cadangan


Penyertaan Modal (Investasi)
Pemerintah Daerah
Penyesuaian atas Pengeluaran
Pembiayaan ke PDAM

3.2.3

Pembayaran Pokok Utang

1.267

390

1.917

0,00

3.2.4

Pemberian Pinjaman Daerah

4.472

0,00

99.435

83.549

62.551

59.064 106.745

8,51

90.216

70.537

70.629 115.050 152.553

18,45

PEMBIAYAAN NETTO
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)

Sumber: Diolah dari Laporan Realisasi APBD Kabupaten Kapuas TA 2008 2013

3.1.2. Neraca Daerah


Analisis

neraca

daerah

bertujuan

untuk

mengetahui

kemampuan

keuangan

PemerintahDaerah melalui perhitungan rasio likuiditas, solvabilitas dan rasio aktivitas


serta kemampuan asetdaerah untuk penyediaan dana pembangunan daerah.
Selanjutnya mengenai gambaran neracaKabupaten Kapuas dalam kurun waktu tahun
2008-2012 disajikan pada tabel berikut.
Tabel III.4

Neraca Daerah
Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2008-2012

(dalam juta rupiah)

URAIAN

2008

2009

2010

2011

2012

(Audited)

(Audited)

(Audited)

(Audited)

(Audited)

ASET/ AKTIVA
ASET LANCAR
Kas
Kas di Kas Daerah

89.892,83

70.537,43

70.668,10

115.113,79

149.781,42

Kas di Bendahara Penerimaan

0,00

0,00

0,00

0,00

95,42

Kas di Bendahara Pengeluaran

0,00

0,00

0,00

0,00

3,04

160,66

0,00

0,00

0,00

0,00

507,28

153,98

178,53

18.144,34

12.094,01

Piutang Retribusi

0,00

0,00

0,00

0,00

979,17

Piutang Deviden

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

Piutang Dana Bagi Hasil

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

3.227,45

3.146,78

1.864,66

2.299,97

4.734,82

93.788,22

73.838,19

72.711,29

135.558,11

167.781,04

0,00

0,00

0,00

0,00

5.631,71

32.508,28

37.408,28

45.005,00

70.987,02

58.042,88

32.508,28

37.408,28

45.005,00

70.987,02

63.674,59

205.281,63

171.912,54

189.846,69

191.175,38

192.348,07

92.364,80

96.892,17

134.936,52

166.119,28

195.680,19

290.164,49

253.659,89

371.801,56

408.713,25

451.200,15

Investasi Jangka Pendek


Deposito
Piutang
Piutang lain-lain

Persediaan
JUMLAH ASET LANCAR
INVESTASI JANGKA PANJANG
Investasi Non Permanen
Ivestasi Dana Bergulir
diragukan tertagih

Dana

bergulir

Penyertaan Modal Pemerintah Daerah


JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG
ASET TETAP
Tanah
Peralatan dan Mesin
Bangunan Gedung

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-4

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

URAIAN
Jalan, Jembatan dan Jaringan
Aset Tetap Lainnya
Konstruksi Dalam Pengerjaan
JUMLAH ASET TETAP

2008

2009

2010

2011

2012

(Audited)

(Audited)

(Audited)

(Audited)

(Audited)

458.344,58

852.474,42

898.353,75

982.638,34

1.101.118,0
3

13.655,81

14.667,11

14.892,70

23.502,71

21.159,51

5.179,64

1.478,07

105.116,55

153.165,00

124.700,78

1.064.990,
95

1.391.084,
20

1.714.947,
77

1.925.313,
97

2.086.206,
72

49,71

49,71

49,71

49,71

49,71

372,44

344,33

236,69

124,71

33,78

0,00

0,00

395,43

647,11

988,31

0,00

0,00

0,00

13.627,15

13.627,15

0,00

0,00

13.627,15

26.380,99

62.270,39

ASET LAINNYA
Kemitraan dengan pihak Ketiga
TPTGR
Tagihan Penjualan Angsuran
Aset Tidak Berwujud
Penyertaan Modal
statusya

yg belum

ditetapkan

Aset Lain-Lain
JUMLAH ASET LAINNYA

422,15

394,05

14.308,99

40.773,23

76.969,34

1.191.709,
61

1.502.724,
72

1.846.973,
05

2.137.275,
84

2.394.631,
69

174,22

0,04

0,00

10,01

0,00

Hutang Pajak

0,00

0,00

0,00

0,00

236,60

Hutang Langganan

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

1.278,03

519,84

4.357,95

6.305,04

82.833,84

0,00

0,00

39.000,00

14.730,65

30.147,47

1.452,25

519,87

43.357,95

21.045,69

113.217,91

89.718,62

70.537,39

70.628,95

115.079,55

149.781,42

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

667,94

153,98

178,53

18.144,34

13.166,34

3.227,45

3.146,78

1.864,66

2.299,97

4.734,82

0,00

0,00

39,15

34,24

98,46

(1.278,03)

(519,84)

(4.357,95)

(6.315,04)

(83.070,44)

92.335,97

73.318,32

68.353,34

129.243,07

84.710,60

JUMLAH AKTIVA

HUTANG JANGKA PENDEK


Hutang PFK

Hutang Lain-lain
HUTANG JANGKA PANJANG
Hutang Dalam Negeri
Hutang Dalam Luar Negeri
JUMLAH HUTANG
EKUITAS DANA
Ekuitas Dana Lancar
SiLPA
Cadangan Deposito
Cadangan Piutang
Cadangan Persediaan
Pendapatan yang Ditangguhkan
Dana yang Harus Disediakan
Pembayaran Utang Jangka Pendek

untuk

JUMLAH EKUITAS DANA LANCAR


EKUITAS DANA DIINVESTASIKAN
Diinvestasikan dalam Investasi Permanen
Diinvestasikan dalam Aset Tetap

32.508,28

37.408,28

45.005,00

70.987,02

63.674,59

1.064.990,9
5

1.391.084,2
0

1.714.947,7
7

1.925.313,9
7

2.086.206,7
2

422,15

394,05

14.308,99

14.448,68

76.969,34

Diinvestasikan dalam Aset Lainnya


Dana yang Harus disediakan
Pembayaran Utang Jangka Panjang

untuk

0,00

0,00

(39.000,00)

(14.730,65)

(30.147,47)

JUMLAH EKUITAS DANA DIINVESTASIKAN

1.097.921,
39

1.428.886,
53

1.735.261,
76

1.996.019,
02

2.196.703,
19

JUMLAH EKUITAS DANA

1.190.257,
36
1.191.709,
61

1.502.204,
85
1.502.724,
72

1.803.615,
09
1.846.973,
05

2.125.262,
09
2.146.307,
78

2.281.413,
78
2.394.631,
69

JUMLAH PASIVA

3.2.

Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-5

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Keuangan

daerah

merupakan

perencanaanpembangunan,

komponen

sehingga

analisis

yang

sangat

mengenai

penting

kondisi

dan

dalam
proyeksi

keuangan daerah perlu dilakukan untuk mengetahui kemampuan daerah dalam


mendanai rencana pembangunandan kesadaran untuk secara efektif memberikan
perhatian kepada isu dan permasalahanstrategis secara tepat. Dengan melakukan
analisis keuangan daerah yang tepat akanmenghasilkan kebijakan yang efektif dalam
pengelolaan keuangan daerah.
1) Kebijakan Umum Pendapatan Daerah
Berdasarkan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kapuas dengan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kapuas yang disepakati setiap tahunnya, maka
secara umum kebijakan umum pendapatan daerah Kabupaten Kapuas tahun-tahun
anggaran sebelumnya adalah sebagai berikut:
a. Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan uang melalui kas umum daerah
yang menambahekuitas dana lancar sebagai hak pemerintah daerah dalam 1 (satu)
tahun anggaran yang tidakperlu dibayar kembali oleh daerah.
b. Seluruh penerimaan daerah dianggarkan dalam APBD secara bruto mempunyai
makna bahwajumlah pendapatan yang dianggarkan tidak boleh dikurangi dengan
belanja

yang

digunakandalam

rangka

menghasilkan

pendapatan

tersebut

dan/atau dikurangi dengan bagian pemerintahpusat/daerah lain dalam rangka


bagi hasil.
c. Pendapatan daerah merupakan perkiraan yang terukur secara rasional dan dapat
dicapai untuksetiap sumber pendapatan. Sebagai komitmen taat azas dalam
pengelolaan

keuangan

daerah,Pemerintah

Kabupaten

Kapuas

menetapkan

kebijakan terkait pendapatan daerah sebagaiberikut:


1. Pendapatan Asli Daerah
a) Dalam upaya merencanakan target pendapatan asli daerah dilakukan
secara rasionaldengan mempertimbangkan realisasi penerimaan tahun lalu,
potensi dan asumsipertumbuhan ekonomi yang dapat mempengaruhi
penerimaan pemerintah daerah sertaoptimalisasi pencapaiannya.
b) Dalam upaya peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah, pemerintah
daerah

tidakmemberatkan

dunia

usaha

dan

masyarakat.

Upaya

peningkatan pendapatan asli daerahditempuh melalui penyederhanaan


sistem dan prosedur administrasi pemungutan pajakdan retribusi daerah,
law enforcement dalam upaya membangun ketaatan wajib pajak danwajib
retribusi daerah serta peningkatan pengendalian dan pengawasan atas
pemungutanpendapatan asli daerah untuk terciptanya efektifitas dan
efisiensi yang dibarengi denganpeningkatan kualitas, kemudahan, ketepatan
dan kecepatan pelayanan dengan biayamurah.

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-6

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


c) Dalam

rangka

pemungutan

pajak

daerah,

dapat

diberikan

biaya

pemungutan paling tinggisebesar 5% (lima persen) dari realisasi penerimaan


pajak

daerah

yang

ditetapkan

dalamPeraturan

Daerah

sebagaimana

diamanatkan Pasal 76 Peraturan Pemerintah Nomor 65Tahun 2001 tentang


Pajak Daerah.
d) Melakukan upaya peningkatan penerimaan bagian laba/deviden atas
penyertaan nodalatau investasi daerah lainnya yang dapat ditempuh melalui
inventarisasi dan menata sertamengevaluasi nilai kekayaan daerah yang
dipisahkan baik dalam bentuk uang maupunbarang sebagal penyertaan
modal (investasi daerah). Jumlah rencana penerimaan yangdianggarkan dari
hasil

pengelolaan

kekayaan

daerah

yang

dipisahkan,

hendaknyamencerminkan rasionalitas dibandingkan dengan nilai kekayaan


daerah yang dipisahkankembali ditetapkan sebagai penyertaan modal (telah
diinvestasikan).

Dalam

upaya

peningkatan

PAD,

pemerintah

daerah

mendayagunakan kekayaan daerah yang belumdipisahkan dan belum


dimanfaatkan untuk dikelola atau dikerjasamakan dengan pihakketiga
sehingga

menghasilkan

pendapatan.

Penyertaan

modal

pada

pihak

ketigaditetapkan dengan peraturan daerah.


e) Penerimaan lain dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dapat dinilai
dengan uang

sebagai akibat dari penjualan, tukar menukar, hibah,

dan/atau pengadaan barang dan jasa termasuk penerimaan bunga, jasa


giro atau penerimaan lain sebagal akibat penyimpanandana anggaran pada
bank serta penerimaandari hasil penggunaan kekayaaan daerah merupakan
pendapatan daerah.
2. Dana Perimbangan
Dana Perimbangan yang diterima Pemerintah

KapuasDana Alokasi Umum

(DAU), Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, serta
diupayakan untuk memperoleh Dana Penyesuaian Bidang Infrastruktur yang
termasuk dalam Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah. Secara keseluruhan,
terus diupayaan peningkatan Dana Perimbangan terutama melalui DAK dan
dana bagi hasil.
3. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
a) Dana darurat yang diterima dari pemerintah dalam rangka penanggulangan
korban/kerusakan akibat bencanakorban/kerusakan akibat bencana.
b) Hibah yang diterima berupa uang harus dianggarkan dalam APBD dan
didasarkan atasnaskah perjanjian hibah antara pemerintah daerah dan
pemberi

hibah.

Sumbangan

yangditerima

dari

organisasl/lembaga

tertentu/perorangan atau pihak ketiga, yang tidakmempunyai konsekuensi


pengeluaran

maupun

pengurangan

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

kewajiban

pihak

ketiga/pemberi

III-7

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


sumbangan diatur dalam peraturan daerah.
c) Lain-lain

pendapatan

yang

ditetapkan

pemerintah

termasuk

dana

penyesuaian dianggarkan pada lain-lain pendapatan daerah yang sah.


d) Dana bagi hasil pajak dari provinsi yang diterima pemerintah kabupaten
merupakan lain-lainpenerimaan yang sah.

2) Kebijakan Umum Belanja Darah


Secara umum, kebijakan umum keuangan daerah menyangkut tentang belanja
daerah Kabupaten Kapuas Tahun 2010-2012 adalah sebagai berikut:
a. Belanja daerah diprioritaskan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan
yang menjadi kewenangan kabupaten yang terdiri dari urusan wajib dan urusan
pilihan yang ditetapkan berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
b. Belanja dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib digunakan untuk melindungi
dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi
kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar,
pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta
mengembangkan sistem jaminan sosial
c. Belanja daerah disusun berdasarkan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi
pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan. Hal tersebut bertujuan
untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta memperjelas
efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran.
d. Penyusunan

belanja

daerah

diprioritaskan

untuk

menunjang

efektivitas

pelaksanaan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam rangka
melaksanakan urusan pemerintahan daerah yang menjadi tanggung jawabnya.
Peningkatan alokasi anggaran belanja yang direncanakan oleh setiap Satuan Kerja
Perangkat Daerah harus terukur yang diikuti dengan peningkatan kinerja
pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
e. Penggunaan dana perimbangan diprioritaskan untuk kebutuhan sebagai berikut:
1. Penerimaan dana bagi hasil pajak diprioritaskan untuk mendanai perbaikan
lingkunganpemukiman diperkotaan dan diperdesaan, pembangunan irigasi,
jaringan jalan dan jembatan;
2. Penerimaan dana bagi hasil sumber daya alam diutamakan pengalokasiannya
untuk mendanai pelestarian lingkungan areal pertambangan, perbaikan dan
penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial, fasilitas pelayanan kesehatan
dan pendidikan untuk tercapainya standar pelayanan minimal yang ditetapkan
peraturan perundangundangan;
3. Dana alokasi umum diprioritaskan penggunaannya untuk mendanai gaji dan
Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-8

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


tunjangan pegawai, kesejahteraan pegawai, kegiatan operasi dan pemeliharaan
serta pembangunan fisik sarana dan prasarana dalam rangka peningkatan
pelayanan dasar dan pelayanan umum yang dibutuhkan masyarakat;
4. Dana alokasi khusus digunakan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh
pemerintah;
f.

Belanja Pegawai
1. Besarnya penyediaan gaji pokok/tunjangan Pegawai Negeri Sipil Daerah
mempedomani ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor
66 Tahun 2005 tentang Perubahan Ketujuh Atas Peraturan Pemerintah Nomor
7 Tahun 1977 tentang Peraturan GajiPegawai Negeri Sipil;
2. Penganggaran gaji

tunjangan ketiga belas PNS dan tunjangan jabatan

struktural/fungsional dan

tunjangan

lainnya dibayarkan

sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan;


3. Dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan produktivitas Pegawai Negeri
Sipil Daerah,

khususnya bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah yang tidak

menerima tunjangan jabatan struktural, tunjangan jabatan fungsional atau


yang dipersamakan dengan tunjangan jabatan,

diberikan Tunjangan Umum

setiap bulan. Besarnya Tunjangan Umum dimaksud berpedoman pada


Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2006 tentang
Tunjangan Umum Bagi Pegawai Negeri Sipil;
4. Dana penyelenggaraan asuransi kesehatan yang dibebankan pada APBD
berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2003 tentang Subsidi
dan Iuran Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Asuransi Kesehatan bagi
Pegawai Negeri Sipil dan Penerima Pensiun serta Keputusan Bersama Menteri
Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 616.A/MENKES/SKB/VI/2004
Nomor 155 A Tahun 2004 tentang Tarip Pelayanan Kesehatan bagi Peserta PT.
Askes (Persero) dan Anggota Keluarganya di Puskesmas dan di Rumah Sakit
Daerah;
5. Belanja pegawai sambil menunggu penetapan pagu anggaran indikatif dana
perimbangan,

maka pengalokasian angaran masih menggunakan pagu

anggaran belanja pegawai tahun sebelumnya. Setelah dana perimbangan telah


ditetapkan

pemerintah,

maka

belanja

pegawai

dianggarkan

dengan

memperhitungkan kebijakan pemerintah menaikan gaji pokok sebesar 20% dan


"accres" gaji sebesar 2,5% untuk mengantisipasi adanya kenaikan gaji berkala,
kenaikan pangkat, tunjangan keluarga, dan penambahan jumlah pegawai
terutama akibat adanya penerimaan pegawai baru;
6. Berdasarkan ketentuan pasal 63 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 58
Tahun 2005, kepada Pegawai Negeri Sipil Daerah dapat diberikan tambahan
penghasilan berdasarkan pertimbangan yang obyektif dengan memperhatikan
Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-9

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemberian tambahan

penghasilan diberikan dalam rangka peningkatan kesejahteraan pegawai


berdasarkan beban kerja atau tempat bertugas atau kondisi kerja atau
kelangkaan profesi atau prestasi kerja;
7. Pegawai Negeri Sipil Daerah yang diperbantukan pada BUMD, atau unit usaha
lainnya, pembayaran gaji dan penghasilan lainnya menjadi beban BUMD, atau
unit usaha yang bersangkutan;
8. Sesuai

dengan

Peraturan

Pemerintah

Nomor

48

Tahun

2005

tentang

Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, Pemerintah


Daerah tidak diperkenankan mengangkat pegawai honorer/pegawai harian
lepas/pegawai

tidak

tetap.

Pemberian

penghasilan

bagi

pegawai

honorer/pegawai harian lepas/pegawai tidak tetap yang sudah ada dianggarkan


menyatu dengan program kegiatan yang melibatkan pegawai dimaksud yang
besarnya ditetapkan dengan keputusan kepala daerah berdasarkan asas
kepatutan dan kewajaran;
9. Pemberian honorarium bagi PNS supaya dibatasi dengan mempertimbangkan
asas efisiensi,

kepatutan dan kewajaran serta pemerataan penerimaan

penghasilan, yang besarannya ditetapkan dengan keputusan kepala daerah.


g. Belanja Barang dan Jasa
1. Penyediaan anggaran untuk belanja barang pakai habis agar disesuaikan
dengan kebutuhan nyata dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi Satuan
Kerja Perangkat Daerah, dengan mempertimbangkan jumlah pegawai dan
volume pekerjaan. Oleh karena itu, perencanaan pengadaan barang agar
didahului dengan evaluasi persediaan barang serta barang dalam pemakaian;
2. Penganggaran

pengadaan

software

untuk

sistem

informasi

manajemen

keuangan daerah dicantumkan dalam belanja barang dan jasa. Jika software
tersebut dapat dioperasikan sesuai dengan fungsinya, harus dikapitalisasi
menjadi aset daerah;
3. Dalam upaya meningkatkan dan memberdayakan kegiatan perekonomian
daerah,

perencanaan pengadaan barang dan jasa agar mengutamakan hasil

produksi dalam negeri dan melibatkan pengusaha kecil, menengah dan


koperasi;
4. Dalam

merencanakan

kebutuhan

barang,

pemerintah

daerah

supaya

menggunakan daftar inventarisasi barang milik pemerintah daerah dan standar


penggunaan barang sebagai dasar perencanaan sesuai dengan ketentuan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi
Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah;

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-10

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


5. Penganggaran belanja untuk penggunaan energi agar mempedomani Instruksi
Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi;
6. Penyusunan

rencana

kebutuhan

pengadaan

barang

dan

jasa

agar

mempedomani ketentuan tentang standar satuan harga barang dan jasa yang
ditetapkan dalam keputusan kepala daerah;
7. Belanja perjalanan dinas baik dalam daerah maupun luar daerah untuk
melaksanakan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelayanan
masyarakat dianggarkan dalam jenis belanja barang dan jasa;
8. Penyediaan belanja perjalanan dinas dalam rangka studi banding agar dibatasi
baik jumlah orang. jumlah hari maupun frekuensinya dan dilakukan secara
selektif agar tidak terlalu lama meninggalkan tugas dan tanggung jawab yang
diamanatkan

dalam

ketentuan

perundang-undangan.

Pelaksanaan

studi

banding dapat dilakukan sepanjang memiliki nilai manfaat guna kemajuan


daerah yang hasilnya dipublikasikan kepada masyarakat;
9. Penugasan untuk mengikuti undangan dalam rangka workshop, seminar, dan
lokakarya atasundangan atau tawaran dari organisasi/lembaga tertentu diluar
instansi pemerintah dilakukansecara selektif agar tidak membebani belanja
perjalanan dinas;
10. Standar biaya perjalanan dinas yang ditetapkan dalam peraturan kepala daerah
mempedomani Keputusan Menteri Keuangan Nomor 7/KMK.02/2003 tentang
PerjalananDinas Dalam Negeri Bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil dan
Pegawai Tidak Tetap.
h. Belanja Modal
Belanja

modal

merupakan

pengeluaran

yang

dianggarkan

untuk

pembelian/pengadaan asettetap dan aset lainnya untuk digunakan dalam kegiatan


pemerintahan yang memiliki criteria:
1. masa manfaatnya lebih dari 12 (dua belas) bulan;
2. merupakan objek pemeliharaan;
3. jumlah nilai rupiahnya material sesuai dengan kebijakan akuntansi,
4. pengadaan software dalam rangka pengembangan sistem lnformasi manajemen
dianggarkan pada belanja modal.
i.

Belanja DPRD
1. Penganggaran
undangan
Pemerintah

belanja

yang

DPRD

berlaku,dan

Nomor

21

berpedoman
pada

Tahun

tahun

2007

pada
2008

ketentuan
mengunakan

tentangKedudukan

perundangPeraturan

Protokoler

dan

Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan RakyatDaerah sebagai


perubahan terakhir atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-11

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


24Tahun 2004. Disamping itu mempedomani pula Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 21Tahun 2007 tentang Pengelompokan Kemampuan Keuangan
Daerah, Penganggaran danPertanggungjawaban Penggunaan Belanja Penunjang
Operasional

Pimpinan

DPRD

sertaTata

Cara

Pengembalian

Tunjangan

Komunikasi Intensif dan Dana Operasional;


2. Belanja Pimpinan dan Anggota DPRD yang meliputi uang representasi,
tunjangan keluarga,tunjangan beras, uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan
panitia musyawarah, tunjangankomisi, tunjangan panitia anggaran, tunjangan
badan kehormatan, tunjangan alatkelengkapan lainnya, tunjangan khusus PPh
Pasal 21, tunjangan perumahan, uang duka tewasdan wafat serta pengurusan
jenazah dan uang jasa pengabdian serta tunjangan komunikasiintensif bagi
Pimpinan

dan

Anggota

DPRD

dianggarkan

dalam

Belanja

DPRD.

Sedangkanbelanja tunjangan kesejahteraan dan belanja penunjang kegiatan


DPRD dianggarkan dalamBelanja Sekretariat DPRD;
3. Pajak Penghasilan yang dikenakan terhadap penghasilan Pimpinan dan Anggota
DPRDberpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1994 tentang
Pajak PenghasilanBagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil, Anggota ABRI dan
Para Pensiunan atasPenghasilan yang Dibebankan Kepada Keuangan Negara
atau Keuangan Daerah, KeputusanMenteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor 636/KMK.04/ 1994 tentang Pengenaan PajakPenghasilan Bagi Pejabat
Negara, Pegawai Negeri Sipil, Anggota Angkatan BersenjataRepublik Indonesia
dan

Para

Pensiunan

atas

Penghasilan

yang

dibebankan

kepada

KeuanganNegara atau Keuangan Daerah. Pajak penghasilan Pimpinan dan


Anggota DPRD yangdibebankan pada APBD dianggarkan pada objek belanja
tunjangan khusus PPh Pasal 21;
4. Untuk penganggaran belanja penunjang operasional pimpinan DPRD dan
tunjangankomunikasi intensif bagi pimpinan dan anggota DPRD dapat
dianggarkan pada kode rincianobjek belanja berkenaan dalam pos DPRD.
Belanja dimaksud dapat dilaksanakan sepanjangketentuan yang mengaturnya
telah ditetapkan oleh pemerintah.
j.

Belanja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah


1. Penganggaran belanja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah berpedoman
pada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang
Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah;
2. Gaji dan tunjangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dan biaya
penunjang operasional Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dianggarkan
pada belanja tidak langsung Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah;
3. Biaya penunjang operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2)
Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 yang semula ditertulis "Biaya
Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-12

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Penunjang Operasional Kepala Daerah Kabupaten/Kota" sekarang tertulis
"Biaya Penunjang Operasional Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Kabupaten/Kota";
4. Belanja rumah tangga, beserta pembelian inventaris/perlengkapan rumah
jabatan dan kendaraan dinas serta biaya pemeliharaannya, biaya pemeliharaan
kesehatan, belanja perjalanan dinas dan

pakaian dinas Kepala Daerah dan

Wakil Kepala Daerah dianggarkan pada belanja langsung Sekretariat Daerah;


5. Penganggaran belanja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah merupakan
satu kesatuan dalam belanja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atau
tidak dianggarkan secara terpisah dan pengaturannya lebih lanjut ditetapkan
dengan Peraturan Kepala Daerah.
k. Penyediaan dana untuk penanggulangan bencana alam/bencana sosial dan/atau
memberikanbantuan

kepada

daerah

lain

dalam

penanggulangan

bencana

alam/bencana sosial dapatmemanfaatkan saldo anggaran yang tersedia dalam Sisa


Lebih

Perhitungan

melakukan

APBD

penggeseran

TahunAnggaran
Belanja

Tidak

sebelumnya
Terduga

dan/atau

ataudengan

dengan

melakukan

penjadwalan ulang atas program dan kegiatan yang dapat ditunda.


l.

Belanja Subsidi
1. Belanja

Subsidi

adalah

alokasi

anggaran

yang

diberikan

kepada

perusahaan/lembagatertentu yang bertujuan agar harga jual produk/jasa yang


dihasilkan dapat terjangkau olehmasyarakat.
2. Belanja Subsidi ditetapkan dalam peraturan daerah tentang APBD yang
dasarpelaksanaannya ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.
m. Bantuan Sosial
1. Bantuan sosial untuk organisasi kemasyarakatan harus selektif dan memiliki
kejelasan peruntukan penggunaannya. Pemberian bantuan tidak secara terus
menerus/tidak

berulangsetiap

tahun

anggaran

pada

organisasi

kemasyarakatan yang sama.


2. Untuk memenuhi fungsi APBD sebagai instrumen keadilan dan pemerataan
dalam upaya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, bantuan
dalam bentuk uang dapat dianggarkan apabila pemerintah daerah telah
memenuhi seluruh kebutuhan belanja urusan wajib guna terpenuhinya standar
pelayanan minimal yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
n. Belanja Bagi Hasil
Belanja Bagi Hasil digunakan untuk menganggarkan dana bagi hasil yang
bersumber dari pendapatan kabupaten /kota kepada pemerintah desa atau
pendapatan pemerintah daerah tertentu kepada pemerintah daerah Iainnya sesuai

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-13

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


dengan ketentuan perundang-undangan.
o. Belanja Bantuan Keuangan
1. Bantuan keuangan digunakan untuk menganggarkan bantuan keuangan yang
bersifat umum atau khusus dari provinsi kepada kabupaten/kota, pemerintah
desa,

dan

kepada

pemerintah

daerah

Iainnya

atau

dari

pemerintah

kabupaten/kota kepada pemerintah desa dan pemerintah daerah lainnya dalam


rangka pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan.
2. Bantuan keuangan yang bersifat umum peruntukan dan penggunaannya
diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah/pemerintah desa penerima
bantuan. Sedangkan bantuan keuangan yang bersifat khusus peruntukan
dan

pengelolaannya diarahkan/ditetapkan oleh pemerintah daerah pemberi

bantuan. Untuk pemberi bantuan bersifat khusus dapat mensyaratkan


penyediaan dana pendamping dalam APBD atau anggaran pendapatan dan
belanja desa penerima bantuan;
3. Penganggaran untuk Alokasi Dana Desa agar mempedomani ketentuan
Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa;
p. Belanja Tidak Terduga
Belanja Tidak Terduga merupakan belanjauntuk kegiatan yang sifatnya tidak
biasa/tanggapdarurat dalam rangka pencegahan dan gangguan terhadap stabilitas
penyelenggaraan pemerintahandemi terciptanya keamanan dan ketertiban di
daerah dan tidak diharapkan berulang sepertipenanggulangan bencana alam dan
bencana sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya.

3.2.1. Proporsi Penggunaan Anggaran


Gambaran realisasi dari kebijakan belanja daerah Kabupaten Kapuas pada periode
tahun anggaran sebelumnya yang digunakan sebagai bahan untuk menentukan
kebijakan pembelanjaan dimasa datang dalam rangka peningkatan kapasitas
pendanaan pembangunan daerah, sebagai berikut:
1. Proporsi Realisasi Belanja Terhadap Anggaran Belanja
Gambaran tentang belanja daerah yang disajikan secara series menginformasikan
mengenai tingkat realisasi belanja Kabupaten Kapuas sebagaimana tertuang pada
tabel dibawah ini:

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-14

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel III.5

Proporsi Realisasi Belanja Terhadap Anggaran Belanja


Kabupaten KapuasTahun Anggaran 2010-2012
2010
N
O

URAIAN

2011

Anggara
n

realisasi

( Rp )

( Rp )

(dalam jutaan)

2012

Anggara
n

Realisas
i

( Rp )

( Rp )

Anggara
n

realisasi

( Rp )

( Rp )

RATARATA
%

BELANJA TIDAK
LANGSUNG

429.727,9 416.324,3

97 491.890,5 476.795,1

97 607.913,2

586.084,8

96

97

Belanja Pegawai

393.820,8 382.590,5

97 449.249,7 437.434,5

97 505.356,4

494.166,7

98

97

Belanja Bunga

0,0

0,0

0,0

Belanja Subsidi

0,0

130,0

106,2

Belanja Hibah

Belanja Bantuan Sosial

Belanja Bagi Hasil

Belanja Bantuan
Keuangan

18.531,9

17.596,9

95

18.519,5

Belanja Tidak Terduga

2.220,6

1.491,9

67

1.500,0

BELANJA LANGSUNG

348.107,2 306.531,0

88

Belanja Pegawai

31.945,8

20.202,3

63

Belanja Barang dan Jasa

101.704,1

88.866,4

87

Belanja Modal

214.457,2 197.462,2

14.454,5

14.012,5

0,0

0,0

700,0

632,5

97

90

82

0,0

0,0

250,0

178,4

71

51

15.579,2

15.424,9

99

41.340,0 37.796,1

91

96

6.212,1

5.223,8

84

6.652,4

5.444,6

82

55

700,0

533,2

76

700,0

591,9

85

84

94

47.951,1 44.456,8

93

94

44

5.663,3

3.450,3

61

57

371.242,7

78

83

91

75

64

79

89

87

17.412,2
660,4

428.734,9 349.660,7
36.643,6

26.609,0

131.811,0 111.318,1

92 260.280,4 211.733,6

82 473.621,1
73

26.805,1 24.266,4

84 197.871,7

126.462,1

81 248.944,3 220.514,2

Sumber: Diolah dari Memorandum Serah Terima Jabatan Bupati Kapuas Dan Wakil Bupati Kapuas Periode 2008 - 2013

Berdasarkan Tabel III.5, diperoleh gambaran bahwa, jumlah realisasi Belanja Tidak
Langsung lebih besar dibandingkan dengan realisasi belanja daerah, Rp429,32Miliar
(2010) hingga Rp.586,08Miliar (2012), dengan rata-rata tingkat realisasi Belanja Tidak
langsung terhadap anggaran mencapai 97% sedangkan Belanja Langsung hanya 83%.
Dari delapan komponen Belanja Tidak langsung, Belanja Pegawai merupakan
komponen terbesar dengan rata-rata tingkat realisasi Belanja mencapai 97%,
sedangkan belanja subsidi memiliki tingkat relisasi terendah sebesar 51%.
Tingkat Realisasi Belanja Langsung cenderung mengalami penurunan dari tahun
ketahun yaitu 88% pada tahun 2010dan 78% pada tahun 2012 dengan rata-rata
tingkat realisasi sebesar 83%.
Penurunan ini disebabkan antara lain sebagai berikut:
1. penetapan APBD belum tepat waktu;
2. realisasi belanja sesuai dengan kas budget masih belum dapat dipenuhi sesuai
target;
3. realisasi DAK yang sering kali terkendali juklak/juknis pusat yang berubah-ubah;
4. proses pengadaan barang/jasa pemerintah;
5. kualitas pekerjaan fisik masih banyak dikeluhkan.
Untuk perbaikan kedepan terkait dengan realisasi belanja adalah:
1. penyempurnaan mekanisme pembahasan APBD;
2. peningkatan kedisplinan dalam realisasi anggaran;
Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-15

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


3. pemantapan regulasi DAK;
4. pemantapan kelembagaan pengadaan barang/jasa pemerintah;
5. peningkatan kualitas perencanaan dan pengawasan pengadaan barang/jasa.
2. Proporsi belanja untuk pemenuhan kebutuhan aparatur
Gambaran tentang belanja daerah yang menginformasikan mengenai proporsi belanja
untuk pemenuhan kebutuhan aparaturKabupaten Kapuas tertuang pada tabel
sebagai berikut:
Tabel III.6

Realisasi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur


Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2009-2012
NO

URAIAN

TAHUN 2009

TAHUN 2010

TAHUN 2011

Tahun 2012

( Rp )

( Rp )

( Rp )

( Rp )

333.505.499.313

382.590.491.033

437.434.467.505

494.091.010.717

292.621.564.037

336.536.421.772

380.524.562.514

437.919.057.136

37.643.450.818

43.039.624.725

53.412.853.364

52.510.479.642

BELANJA TIDAK LANGSUNG

Belanja Gaji dan Tunjangan

Belanja Tambahan Penghasilan

Belanja Penerimaan Anggota dan


Pimpinan DPRD serta Operasional
KDH/WKDH

2.132.000.000

2.165.545.501

2.165.600.000

2.161.400.000

Belanja Pemungutan Pajak Daerah

1.108.484.458

848.899.035

1.331.451.627

1.500.073.939

BELANJA LANGSUNG

27.630.769.720

20.202.334.010

26.609.006.238

28.221.612.948

Belanja Pegawai

Belanja Honorarium PNS

5.139.410.944

7.608.981.553

9.348.817.794

8.673.311.384

Belanja Honorarium Non PNS

10.195.128.628

7.146.341.627

12.064.521.835

13.456.041.314

Belanja Uang lembur PNS

6.278.206.951

807.104.775

792.262.100

1.241.294.700

Belanja Bea Siswa Pendidikan PNS

452.718.392

616.113.855

580.184.300

385.188.400

Belanja Kursus, Pelatihan, Sosialisasi


dan Bimbingan Teknis PNS

5.565.304.805

4.023.792.200

3.823.220.209

4.465.777.250

II

Belanja Barang dan Jasa

35.185.321.568

33.409.355.121

36.054.149.014

37.567.139.525

Belanja Premi Asuransi Kesehatan

7.950.000

15.537.870

52.354.643

Belanja makanan dan Minuman Pegawai

6.109.052.021

6.353.218.981

5.475.432.350

2.187.649.650

Belanja Pakaian Dinas dan atributnya

487.170.544

285.208.700

678.378.001

444.945.200

Belanja Pakaian khusus dan hari tertentu

515.819.475

515.830.690

860.849.600

900.889.900

Belanja Perjalanan Dinas

25.554.058.880

28.103.134.420

33.190.804.775

21.075.000

73.500.000

107.000.000

42.850.000

572.000.000

612.000.000

777.000.000

800.000.000

27.472.254.528

10

Belanja Perjalanan Pindah Tugas

11

Belanja Pemulangan Pegawai

III

Belanja Modal

12

Tanah

13

Peralatan dan Mesin

14

Bangunan dan Gedung

50.697.785.094

15

Jalan, Irigasi, dan Jaringan

124.817.220.711

16

Aset Tetap Lainnya

204.722.680.772197.462.190.858,68 211.733.621.604,85 220.514.218.164,58


2.145.801.000

T O T A L (A + B)

1.303.900.000

1.218.586.930

3.444.684.100

17.743.033.854

33.031.629.690

33.136.110.355

41.208.750.867,68

55.734.906.830

65.644.482.418,94

26.204.981.772

856.892.195
361.136.269.033

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

133.858.300.637
3.348.205.500
402.792.825.043

113.279.737.954 111.156.262.691,64
8.468.760.200

7.132.678.600

464.043.473.743

522.312.623.665

III-16

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Berdasarkan Tabel III.6, diperoleh Proporsi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur
Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2008-2012 untuk dijadikan dasar

dalam

menentukan kebijakan efisiensi anggaran aparatur untuk tahun-tahun mendatang,


sebagai berikut:

Tabel III.7

Analisis Proporsi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur


2009-2012

(dalam jutaan rupiah)

NO

URAIAN

TOTAL BELANJA UNTUK


PEMENUHAN KEBUTUHAN
APARATUR (RP)

TOTAL PENGELUARAN
(BELANJA + PEMBIAYAAN
PENGELUARAN) (RP)

( a)

(b)

PROSENTAS
E
(a) / (b) X
100%

Tahun Anggaran 2009

361.136

685.837

53%

Tahun Anggaran 2010

402.793

727.525

55%

Tahun Anggaran 2011

464.043

826.456

56%

Tahun Anggaran 2012

522.313

958.520

54%

Berdasarkan uraian dan penyajian tabel diatas selanjutnya diuraikan kesimpulan


analisiskebijakan penggunaan anggaran belanja antara lain:
a. Proporsi belanja tidak langsung dalam APBDKabupaten Kapuas setiap tahunnya
rata-rata masih 58,5% dari total belanja daerah.
b. Proporsi belanja untuk pemenuhan kebutuhan aparatur dalam APBDKabupaten
Kapuas setiap tahunnnya rata-rata masih 54,5% dari total belanja daerah,
sementara arah yang diinginkan secara nasional mengenai proporsi belanja untuk
lebihdidominasi oleh pemenuhan kebutuhan di luar belanja untuk aparatur.
c. Faktor penyebab yang melatar belakangi masih dominannya proporsi belanja tidak
langsung antara lain karena di dalam belanja tidak langsungter-alokasi belanja
bantuan sosial, belanja hibah, serta belum diterapkannya systempenganggaran
dengan

menggunakan

Standar

Analisa

Belanja

(SAB),

belum

efektifnya

polapengintegrasian antara target capaian pada Standard Pelayanan Minimum


denganpenganggarannya. Selain itu, masih belum optimalnya pemanfaatan potensi
serta rendahnyarealisasi PAD menyebabkan masih sebagian besar alokasi DAU
diserap untuk memenuhikebutuhan belanja tidak langsung khususnya pada
belanja wajib, sehingga alokasi belanjalangsung menjadi sangat terbatas.

3. Pengeluaran wajib dan mengikat serta Prioritas Utama


Realisasi pengeluaran wajib dan mengikat serta prioritas utama dilakukan untuk
menghitung kebutuhan pendanaan belanja dan pengeluaran pembiayaan yang tidak
dapat dihindari atau harus dibayar dalam suatu tahun anggaran.

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-17

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Gambaran tentang realisasi pengeluaran wajib dan mengikat serta prioritas utama
Kabupaten Kapuas pada 3 (tiga) tahun terakhir, tertuang pada tabel sebagai berikut:

Tabel III.8

Pengeluaran Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama


Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2010-2012
(dalam juta rupiah)
Kode

2.1

Uraian

2010

2011

2012

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

RATARATA
KENAIKAN
(%)

Belanja Tidak Langsung

400.820

455.485

540.586

16,2

2.1.1

Belanja Pegawai

382.590

437.434

494.091

13,6

2.1.2

Belanja Bunga

1.268

2.1.3

Belanja Subsidi

106

178

34,0

2.1.6

Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten


Kota dan Pemerintahan Desa

633

533

592

-2,4

2.1.7

Belanja Bantuan Keuangan Kepada


Provinsi/Kabupaten Kota dan Pemerintahan Desa

17.597

17.412

44.457

77,1

0,0

3.2.2. Analisis Pembiayaan


Analisis pembiayaan Kabupaten Kapuas dalam kurun waktu tahun 2008-2012
dapatdijelaskan secara rinci ditunjukkan pada table berikut:
Tabel III.9
Defisit Riil dan Penutup Defisit Riil Anggaran
Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2008-2012

NO

Uraian

(dalam juta rupiah)

2008

2009

2010

2011

2012

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

Realisasi
(Rp)

PENDAPATAN DAERAH

642.955,57

672.825,30

735.603,57

882.441,15 1.004.327,82

BELANJA DAERAH

652.174,52

685.837,00

727.525,50

826.455,75

958.519,86

Pengeluaran Pembiayaan Daerah

10.225,00

6.166,55

7.986,42

13.385,94

28.193,29

A.

Defisit Riil

(19.443,96)

(19.178,25)

91,66

42.599,46

17.614,67

109.659,60

89.715,64

70.537,39

70.629,05

115.049,55

Ditutup oleh realisasi Penerimaan Pembiayaan:


3.1.1

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran


Daerah Tahun Sebelumnya (SiLPA)

3.1.2

Penerimaan Pinjaman Daerah

0,00

0,00

0,00

1.821,04

15.416,81

3.1.5

Penerimaan Kembali Pemberian


Pinjaman

0,00

0,00

0,00

0,00

4.471,74

109.659,60

89.715,64

70.537,39

72.450,08

134.938,10

90.215,64

70.537,39

70.629,05

115.049,55

152.552,77

B.

Total Realisasi Penerimaan

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-18

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel III.10
Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran(SiLPA)
Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2008-2012

(dalam juta rupiah)

NO

TAHUN 2008

TAHUN 2009

TAHUN 2010

TAHUN 2011

TAHUN 2012

( Rp )

( Rp )

( Rp )

( Rp )

( Rp )

RATARATA
PERTUMB

90.216

100

70.537

100

70.629

100

115.050

100

152.553

100

18

URAIAN

Jumlah SiLPA

Pelampuan penerimaan PAD

7.451

(4.162)

(6)

(7.127)

(10)

1.392

(5.213)

(3)

(170)

Pelampuan penerimaan dana


Perimbangan

12.836

14

9.707

14

20.348

29

12.427

11

29.979

20

47

Pelampuan penerimaan lain-lain


pendapatan daerah yang sah

(2.234)

(2)

8.136

12

1.802

6.504

3.502

(82)

Sisa penghematan belanja atau


akibat lainnya

71.432

79

56.207

80

55.607

79

94.170

82

124.283

81

20

Pelampauan Penerimaan Pembiayaan

Sisa Pengeluaran Pembiayaan

Berdasarkan uraian dan penyajian tabel diatas selanjutnya diuraikan kesimpulan


analisis kebijakan pembiayaan daerah antara lain:
a. Penganggaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran TahunSebelumnya (SiLPA) harus
didasarkan

pada

penghitungan

yangcermat

dan

rasional

dengan

mempertimbangkan perkiraanrealisasi anggaran Tahun Anggaran sebelumnya


dalam

rangkamenghindari

kemungkinan

adanya

pengeluaran

pada

TahunAnggaran berjalan yang tidak dapat didanai akibat tidaktercapainya SiLPA


yang direncanakan. Selanjutnya SiLPA dimaksud harus diuraikan pada obyek dan
rincian obyek sumber SiLPA Tahun Anggaran berkenaan.Pemerintah daerah dapat
melakukan pinjaman daerahberdasarkan peraturan perundang-undangan di
bidangpinjaman daerah.
b. Dalam hal perhitungan penyusunan Rancangan APBD menghasilkan SILPA Tahun
Berjalan positif, pemerintahdaerah harus memanfaatkannya untuk penambahan
programdan kegiatan prioritas yang dibutuhkan, volume program dankegiatan
yang

telah

perhitungan
pengurangan

dianggarkan,
SILPA

Tahun

dan/atau

pengeluaranpembiayaan.

Berjalannegatif,

bahkanpenghapusan

pemerintahdaerah

pengeluaran

Dalam

hal

melakukan

pembiayaan

yang

bukanmerupakan kewajiban daerah, pengurangan program dankegiatan yang


kurang prioritas dan/atau pengurangan volumeprogram dan kegiatannya.

3.3.

Kerangka Pendanaan

Analisis kerangka pendanaan bertujuan untuk menghitung kapasitas total keuangan


daerah, yang akan dialokasikan untuk mendanai belanja/pengeluaran periodik wajib
dan mengikat serta prioritas utama dan program-program pembangunan jangka
menengah daerah selama 5 (lima) tahun ke depan serta alokasi untuk belanja daerah
dan pengeluaran daerah lainnya.
Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-19

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi seluruh penerimaan
daerah sebagaimana telah dihitung pada bagian di atas dan ke pos-pos mana sumber
penerimaan tersebut akan dialokasikan.
Suatu kapasitas keuangan daerah adalah total pendapatan dan penerimaan daerah
setelah dikurangkan dengan Kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir
tahun belum terselesaikan dan Kegiatan lanjutan yang akan didanai pada tahun
anggaran berikutnya.
3.3.1. Proyeksi Pendapatan Daerah
Proyeksi

pendapatan

pendapatan

kurun

daerah

waktu

menggunakan

2008-2012,

rata-rata

yakni

pertumbuhan

11,94%

per

realisasi

tahun.

Dengan

menggunakan tahun dasar 2013 dan mempertimbangkan bahwa dana alokasi khusus
dan dana penyesuaian jumlah penerimaan serta alokasinya sudah ditentukan oleh
pemerintah pusat serta beberapa komponen pendapatan lainnya yang tidak bisa
diproyeksikan dengan menggunakan nilai pertumbuhan pendapatan masa lalu, maka
dapat dikalkulasikan proyeksi pendapatan daerah dengan rata-rata pertumbuhan
pendapatan menjadi sebesar 8,94% sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Tabel III.11
Proyeksi Pendapatan Daerah
Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2014-2018
URAIAN
PENDAPATAN DAERAH
Pendapatan Asli Daerah
Hasil Pajak Daerah
Hasil Retribusi Daerah
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
Yang Dipisahkan
Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah
Yang Dipisahkan
Dana Perimbangan
Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan
Pajak
Dana Alokasi Umum

Tahun
2013

(dalam juta rupiah)

Tahun Proyeksi

Pertumbuhan
(%)

2014

2015

2016

2017

2018

981.217

1.068.3
95

1.130.4
57

1.243.5
03

1.367.85
3

1.504.6
38

34.894

45.000

49.500

54.450

59.895

65.884

13,79

6.006

9.895

10.885

11.973

13.170

14.487

20,95

17.964

9.120

10.032

11.035

12.139

13.353

(1,85)

2.600

3.000

3.300

3.630

3.993

4.392

11,08

8.324

22.985

25.283

27.812

30.593

33.652

43,23

976.395 1.029.257 1.132.183 1.245.4011.369.941

9,99

99.342

120.086

128.270

141.098

11,54

852.625

155.207

170.728

680.467

856.309

900.987

991.085

Dana Alokasi Khusus

72.816

(20,00)

Lain-Lain Pendapatan Yang Sah

93.698

47.000

51.700

56.870

62.557

68.813

(1,97)

6.100

9.000

9.900

10.890

11.979

13.177

17,51

22.593

38.000

41.800

45.980

50.578

55.636

21,64

65.004

Hibah Pemerintah Pusat


Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi
dan Pemerintah Daerah Lainnya
Dana Penyesuaian dan Otonomi
Khusus

1.090.194 1.199.213

8,94

12,21

(20,00)

3.3.2. Proyeksi SilPA


Proyeksi SiLPA tahun 2014-2018 menggunakan data SiLPA kurun waktu ditunjukkan
melalui Tabel III.10 dimana diketahui nilai SiLPA cukup besar dengan tingkat
pertumbuhan SiLPA 5,86%, namun demikian dengan mempertimbangkan bahwa
tahun-tahun mendatang proses perencanaan dan penganggaran diharapkan akan
lebih baik dan sistem pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan
sudah berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan atau dengan
asumsi bahwa SilPA harus mampu menutup defisit anggaran yaitu maksimal 6% dari
Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-20

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


total APBD, maka diperoleh proyeksi SiLPA berikut ini :
Tabel III.12
Proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran(SiLPA)
Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2014-2018

(dalam juta rupiah)

TAHUN PROYEKSI

URAIAN
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Daerah
Tahun Sebelumnya (SiLPA)

2014

2015

2016

2017

2018

32.052

33.914

37.305

41.036

45.139

Berdasarkan data historis sebagaimana disajikan pada tabel sebelumnya, maka


perkiraan kapasitas kemampuan keuangan daerah untuk mendanai pembangunan
Kabupaten Kapuas dalam jangka waktu lima tahun mendatang tahun 2014-2018,
disajikan sebagai berikut:
Tabel III.13
Proyeksi Kapasitas Kemampuan Keuangan Daerah
Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2014-2018

(dalam juta rupiah)

N
O
1
4

TAHUN PROYEKSI

URAIAN

2014

Pendapatan Daerah
Sisa Lebih (Riil) Perhitungan
Anggaran
Total Kapasitas Kemampuan
Keuda

2015

2016

2017

2018

1.068.395,0 1.130.457,0 1.243.503,0 1.367.853,0 1.504.638,0


32.051,9

33.913,7

37.305,1

41.035,6

45.139,1

1.100.446,9 1.164.370,7 1.280.808,1 1.408.888,6 1.549.777,1

3.3.3. Proyeksi Kebutuhan Pengeluaran Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama
Proyeksi kebutuhan belanja wajib dan mengikat dihitung berdasarkan rata-rata
tingkatrealisasi pengeluaran wajib dan mengikat tahun 2008-2012 sebagaimana
ditunjukkan melalui Tabel III.8Adapun hasil proyeksi dilihat melalui tabel berikut ini:
Tabel III.14
Proyeksi Pengeluaran Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama
Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2014-2018
(dalam juta rupiah)
NO
2.1

URAIAN

TAHUN PROYEKSI
2014

2015

2016

2017

2018

BELANJA TIDAK LANGSUNG


PRIORITAS I :

2.1.1 Belanja Pegawai


2.1.2 Belanja Bunga
2.1.3 Belanja Subsidi
2.1.7 Belanja Bantuan Keuangan kepada Prov/Kab/Kota dan Pem.Des

595.954 651.650 712.641 777.778 849.538


545.422 597.439 654.644 715.760 781.831
1.900

2.200

2.300

2.300

3.600

48.632

52.011

55.697

59.718

64.107

3.3.4. Kebijakan Alokasi Anggaran


Berdasarkan proyeksi kapasitas kemampuan keuangan daerah, selanjutnya perlu
ditetapkan kebijakan alokasi dari kapasitas kemampuan keuangan daerah tersebut
kedalam berbagai Kelompok Prioritas.
Kelompok Prioritas I mendapatkan prioritas pertama sebelum Kelompok Prioritas II.
Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-21

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Kelompok Prioritas III mendapatkan alokasi anggaran setelah Kelompok Prioritas I dan
II terpenuhi kebutuhan dananya, dan terakhir adalah Prioritas IV.
Adapun ketentuan prioritas anggaran sebagai berikut.
Prioritas I,

dialokasikan untuk mendanai Pengeluaran Wajib dan Mengikat serta

Prioritas Utama
Prioritas II, dialokasikan untuk pendanaan program prioritas dalam rangka
pencapaian visi dan misi Bupati

dan Wakil

Bupati periode 2013-2018, yang

merupakan program pembangunan daerah dengan tema atau program unggulan


(dedicated)

Kepala

daerah

sebagaimana

diamanatkan

dalam

RPJMN

dan

amanat/kebijakan nasional yang definitif harus dilaksanakan oleh daerah pada tahun
rencana, termasuk untuk prioritas bidang pendidikan 20% (duapuluh persen) dan
bidang kesehatan 10% (sepuluh persen). Program tersebut harus berhubungan
langsung dengan kepentingan publik, bersifat monumental, berskala besar, dan
memiliki kepentingan dan nilai manfaat yang tinggi, memberikan dampak luas pada
masyarakat dengan daya ungkit yang tinggi pada capaian visi/misi daerah. Di
samping itu, prioritas II juga diperuntukkan bagi prioritas belanja yang wajib sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Prioritas III, dialokasikan untuk pendanaan PAD program prioritas dalam rangka
penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah yang paling berdampak luas pada
masing-masing segementasi masyarakat yang dilayani sesuai dengan prioritas dan
permasalahan yang dihadapi berhubungan dengan layanan dasar serta tugas dan
fungsi SKPD.
Prioritas IV, merupakan prioritas yang dimaksudkan untuk alokasi belanja-belanja
tidak langsung seperti: dana pendamping DAK, tambahan penghasilan PNS, belanja
hibah, belanja bantuan sosial organisasi kemasyarakatan, belanja bantuan keuangan
dan pemerintahan desa serta belanja tidak terduga.
Tabel III.15

Kerangka Pendanaan Alokasi Kapasitas Keuangan Daerah Berdasarkan


Prioritas Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2014-2018

(dalam Jutaan Rupiah)

Alokasi
No.

1.
2.
3.
3.

Jenis
Dana
Prioritas
I
Prioritas
II
Prioritas
III
Prioritas
IV
Total

Tahun 2014

Tahun 2015

Tahun 2016

Tahun 2017

Tahun 2018

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

54%

595.954

56%

651.650

56%

712.641

55%

777.778

55%

849.538

32%

357.393

31%

362.039

31%

397.065

31%

436.013

30%

463.396

11%

123.198

11%

126.689

12%

147.317

12%

170.217

14%

211.473

2%

23.902

2%

23.993

2%

23.785

2%

24.881

2%

25.370

100
%

1.100.447

100
%

1.164.371

100
%

1.280.808

100
%

1.408.889

100
%

1.549.777

Kerangka pendanaan alikasi kapasitas keuangan daerah periode 2014-2018 disajikan


pada Tabel III.16, yang memuat kapasitas kemampuan keuangan daerah, belanja dan

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-22

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


pembiayaan.
Tabel III.16

Kerangka Pendanaan Alokasi Kapasitas Keuangan Daerah


Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2014-2018
(dalam Jutaan Rupiah)
KODE

URAIAN

TAHUN
2014

2015

2016

2017

2018

A.

KAPASITAS KEMAMPUAN KEUDA

1.100.447

1.164.371

1.280.808

1.408.889

1.549.777

PENDAPATAN

1.068.395

1.130.457

1.243.503

1.367.853

1.504.638

SiLPA

32.052

33.914

37.305

41.036

45.139

B.

BELANJA

1.100.447

1.164.371

1.280.808

1.408.889

1.549.777

2.1

BELANJA TIDAK LANGSUNG

619.856

675.643

736.426

802.659

874.908

PRIORITAS I :

595.954

651.650

712.641

777.778

849.538

2.1.1

Belanja Pegawai

545.422

597.439

654.644

715.760

781.831

2.1.2

Belanja Bunga

1.900

2.200

2.300

2.300

3.600

2.1.3

Belanja Subsidi

2.1.7

Belanja Bantuan Keuangan kepada


Prov/Kab/Kota dan Pem.Des

48.632

52.011

55.697

59.718

64.107

PRIORITAS IV :

23.902

23.993

23.785

24.881

25.370

2.1.4

Belanja Hibah

15.252

15.343

15.135

16.231

16.720

2.1.5

Belanja Bantuan Sosial

4.950

4.950

4.950

4.950

4.950

2.1.6

Belanja Bagi Hasil kepada


Provinsi/Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Desa

700

700

700

700

700

2.1.8

Belanja Tidak Terduga

3.000

3.000

3.000

3.000

3.000

2.2

BELANJA LANGSUNG

480.591

488.728

544.382

606.230

674.869

PRIORITAS II

357.393

362.039

397.065

436.013

463.396

PRIORITAS III

123.198

126.689

147.317

170.217

211.473

SURPLUS / (DEFISIT)

(32.052)

(33.914)

(37.305)

(41.036)

(45.139)

42.052

50.049

51.573

53.170

57.273

10.000

16.135

14.268

12.134

12.134

32.052

33.914

37.305

41.036

45.139

C.
3.1
3.2

PEMBIAYAAN DAERAH
PENERIMAAN PEMBIAYAAN
DAERAH
PENGELUARAN PEMBIAYAAN
DAERAH
PEMBIAYAAN NETTO
SISA LEBIH PEMBIAYAAN
ANGGARAN TAHUN BERKENAAN

Gambaran Umum Pengelolaan Keuangan Daerah

III-23

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

BAB IV
ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
Isu

strategis

mengemuka

pembangunan
dan

memiliki

suatu

daerah

merupakan

daya

ungkit

tinggi

bagi

hal-hal

yang

keberhasilan

pembangunan. Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan
atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Kapuas
karena dampaknya yang signifikan bagi masyarakat dan wilayah dimasa
datang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan
yang apabila tidak diantisipasi akan menimulkan kerugian yang lebih besar
atau sebaliknya dalam hal tidak dimanfaatkan akan menghilangkan peluang
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Analisis isu-isu strategis dilakukan berdasarkan berbagai permasalahan
pembangunan daerah yang sangat mendesak dan memiliki pengaruh yang
kuat terhadap keberhasilan pembangunan serta disusun berdasarkan isu
strategis yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang yang akan muncul dalam
5 (lima)

tahun

mendatang,

termasuk untuk mengantisipasi

berbagai

ancamannya.
Pernyataan isu-isu strategis memberikan gambaran tentang hal-hal yang menjadi
fokus dan prioritas penanganan karena pengaruhnya yang besar, luas, dan signifikan
terhadap perbaikan kondisi masyarakat dan wilayah pada lima tahun mendatang.

4.1.

Permasalahan Pembangunan

Perumusan permasalahan pembangunan berpijak pada kondisi saat ini, yang


mencerminkan pencapaian pembangunan selama beberapa tahun terakhir.
Permasalahan

pembangunan

sejatinya

merupakan

agenda

utama

pembangunan yang harus diprioritaskan penyelesaiannya, Kondisi tidak


terpenuhi atau tidak tercapainya suatu target atau standar dalam memenuhi
kebutuhan

masyarakat

permasalahan

memberikan

kontribusi

pembangunan.Identifikasi

Analisis Isu-Isu Strategis

besar

permasalahan

bagi

penetapan

pembangunan

IV-1

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Kabupaten Kapuas didasarkan pada kondisi nyata gambaran umum kondisi
daerah sebagaimana disajikan pada Bab II dokumen RPJMD ini.

Tabel IV.1
Permasalahan Pembangunan Kabupaten Kapuas
NO
BIDANG
SOSIAL
1
Pendidikan

Kesehatan

Analisis Isu-Isu Strategis

PERMASALAHAN
1. Belum terpenuhinya standar sarana prasarana
Pendidikan
2. Belum optimalnya perencanaan dan pengelolaan
kurikulum tingkat satuan pendidikan
3. Belum terpenuhinya standar nasional pendidikan
4. Belum optimalnya pembinaan kesiswaan
5. Belum optimalnya penerapan Teknologi Informasi
dan Komunikasi yang mendukung realisasi
manajemen pendidikan yang transparan dan
akuntabel
6. Sebagian pendidik belum bersertifikat pendidik
7. Sebagian pendidik belum memenuhi standar
kualifikasi pendidikan S1/D4 .
8. Belum meratanya persebaran pendidik dan tenaga
kependidikan
9. Tingginya indeks biaya pendidikan luar biasa dan
inklusif.
10.Belum terpenuhinya standar sarana prasarana
pendidikan luar biasa dan inklusif.
1. Masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan
dan status gizi masyarakat di Kabupaten Kapuas
di tahun 2012. Kondisi ini tercermin dari :
a. Masih tingginya angka kematian ibu sebesar
108 per 100.000 kelahiran hidup
b. Banyaknya jumlah kematian bayi di Kabupaten
Kapuas dengan penyebab utama BBLR (62% di
tahun 2011 dan 46% di tahun 2012). Hal
menunjukan masih tingginya kasus ibu hamil
dengan status Kekurangan Energi Kalori (KEK)
yang belum terdeteksi dan tertangani oleh
tenaga kesehatan.
c. Masih rendahnya penanganan kasus gizi
kurang dan gizi buruk, yang ditunjukan dengan
jumlah kasus Gizi buruk tahun 2011 : 6, tahun
2012 : 5 dan meninggal 1. Sedangkan
berdasarkan data PSG tahun 2011 menunjukan
prevalensi gizi kurang ssebesar 17,2% dari
target 15,5% dan prevalensi gizi buruk yang
tinggi sebesar 3,8%.
d. Rendahnya
pelayanan
gizi
masyarakat.
Berdasarkan hasil PSG : balita dengan status
gizi sangat pendek 20,82% dan pendek :
18,24%. Ini berarti anak balita di Kabupaten

IV-2

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG

Analisis Isu-Isu Strategis

PERMASALAHAN
Kapuas dalam masa pertumbuhan kurang
mendapatkan asupan gizi yang cukup dan
seimbang.
e. Masih rendahnya cakupan persalinan oleh
tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan (15%).
Hal ini menunjukan selama proses persalinan
dimungkinkan ibu bersalin tidak mendapatkan
penanganan yang adekuat sesuai dengan
standart.
f. Masih tingginya angka kesakitan akibat
Malaria, Penyakit malaria masih merupakan
penyakit endemis di Kabupaten Kapuas. Hal ini
disebabkan wilayah Kabupaten Kapuas sebagai
daerah yang sebagian besar terdirii dari rawarawa/perairan ditambah lagi pelaksanaan
pembangunan infrastruktur baik industri,
pertambangan , perkantoran, dan perumah
yang
sedang
giat-giatnya
dikembangkan
mengakibatkan banyaknya bekas-bekas galian
yang menjadi tempat penampungan air hujan
dan menjadi sarang
perkembangbiakan
nyamuk anopeles yang merupakan vektor
penyebaran malaria. Tahun 2012, angka
kesakitan malaria positif 9,81 per 1000
penduduk dengan CFR sebesar 0,27
g. Mulai munculnya kasus HIV
dan penyakit
menular seksual di Kabupaten Kapuas.
h. Tinggi kasus Diare tiap tahun di Kabupaten
Kapuas, terkait erat dengan penyediaan air
bersih (9.774 kaus di tahun 2012).
i. Masih rendahnya cakupan UCI desa/Kelurahan
di Kabupaten Kapuas 61,9%
2. Masih terbatasnya tenaga kesehatan, terutama
yang berakitan dengan pelayanan kesehatan di
daerah yang terpencil. Hal ini dapat dilihat ratio
jumlah tenaga kesehatan dengan penduduk di
Kabupaten Kapuas, antara lain :
a. Rasio Tenaga Dokter Terhadap Penduduk,
yang masih
1:7.615 jiwa, sedangkan
standar Indonesia Sehat 2010 rasio dokter
terhadap penduduk 1 : 2.500 jiwa.
b. Rasio dokter gigi terhadap penduduk, Rasio
dokter gigi tahun 2011 terhadap penduduk
yaitu 1 : 31.046, sedangkan Standar Indonesia
Sehat 2010 rasio dokter gigi terhadap
penduduk 1 : 9.090.
c. Rasio dokter spesialis terhadap penduduk,
Rasio dokter spesialis terhadap penduduk
tahun 2011 sebesar 1 : 100.902, sedangkan
Standar Indonesia Sehat 2010 rasio dokter
spesialis terhadap penduduk 1 : 16.600.
d. Rasio Bidan di Desa terhadap penduduk,

IV-3

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG

Analisis Isu-Isu Strategis

PERMASALAHAN
tahun 2011 sebesar 1:1.895 dengan Standar
Indonesia Sehat 2010 untuk tenaga bidan
adalah 1 : 1.000.
e. Rasio Perawat per 100.000 penduduk, tahun
2011 jumlah rasio perawat terhadap penduduk
sebesar 1:1.695. Standar Indonesia Sehat 2010
untuk tenaga perawat dibutuhkan 1 : 855
penduduk.
3. Masih terbatasnya peralatan kesehatan, logistik
dan sarana penunjang pelayanan.sarana dan
prasarana pelayanan kesehatan di desa terutama
Pustu dan Poskesdes/Polindes serta kurangnya
peralatan dan logistic
kesehatan penunjang
pelayanan. Kondisi terlihat dari :
a. Rasio Sarana Kesehatan Dasar Terhadap
Penduduk, sarana kesehatan dasar baik
pemerintah/swasta
seperti
Puskesmas,
Puskesmas Pembantu, Polindes, Puskesmas
Keliling dan Balai Pengobatan dengan rasio 1 :
1.400, yang berarti 1 sarana kesehatan untuk
melayani 1.400 penduduk. Kondisi ini masih
dibawah ratio ideal yang diharapkan yaitu 1 :
1.000.
b. Rasio Sarana Kesehatan Rujukan Terhadap
Penduduk, Rasio sarana kesehatan rujukan
tahun 2011 yaitu 7,34 per 100.000 penduduk.
c. Rasio Puskesmas per 100.000 penduduk,
Rasio Puskesmas pada tahun 2011 sebanyak 1
: 17.548, ini berarti bahwa 1 Puskesmas masih
melayani sekitar 17.540 penduduk. Semakin
tinggi ratio puskesmas terhadap penduduk,
semakin
besar
peluang
masyarakat
memperoleh pelayanan kesehatan. Seiring
dengan
terjadinya
pengurangan
jumlah
penduduk berdasarkan data BPS Tahun 2012
sebanyak 329.440 jiwa dan jumlah puskesmas
bertambah menjadi 25 buah, maka ratio
Puskesmas terhadap penduduk menjadi 1 :
13.177. Dengan demikian sampai dengan
tahun 2012 jumlah Puskesmas sudah
mencukupi dibandingkan dengan
standart
nasional dengan rasio 1 : 16.666.
d. Rasio Puskesmas Pembantu per 100.000
penduduk, Jumlah Pustu di Kabupaten
Kapuas tahun 2011 sebanyak 123. Dengan
demikian Rasio Puskesmas Pembantu tahun
2011 terhadap jumlah penduduk sebesar
403.608 jiwa sebesar 1 : 3.281 penduduk. Ini
dapat diartikan bahwa setiap satu Puskesmas
Pembantu dapat melayani 3.281 penduduk.
Angka ini masih dibawah target nasional
sebesar 1 : 1.500 penduduk.

IV-4

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG

PERMASALAHAN
e. Masih belum tersedianya peralatan sesuai
standart, terutama di Puskesmas Rawat Inap
dan Mampu Penanganan Obstetri Neonatal
Emergency Dasar.
f. Terbatasnya obat-obatan pelayanan kesehatan
dasar di Puskesmas dan Pustu.
g. Terbatasnya obat Program kesehatan ibu dan
anak bagi bidan desa.
h. Belum terpenuhinya tempat tidur pertolongan
persalinan
i. Dalam 3 tahun terakhir peralatan kesehatan
penunjang
medis
belum
dilakukan
penggantian atau ditera ulang.
4. Masih rendahnya peran serta masyarakat dalam
pencapaian pembangunan berwawasan kesehatan
untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta
mampu untuk menolong kesehatannya.
Hal ini terlihat dari :
a. Masih rendahnya Desa Siaga Aktif (37% dari
target 80%)
b. Masih
rendahnya
tingkat
partisipasi
masyarakat dalam penimbangan bayi dan balita
(tahun 2011 : 38%, tahun 2012 : 40%) dari
target 80%.
c. Banyaknya posyandu yang dalam 5 tahun
terakhir masih pada tingkatan pratama (90%
dari 347 posyandu)
5. Masih rendahnya pembiayaan bidang kesehatan

yang masih dibawah 15% dari anggaran APBD


Kabupaten. Persentase anggaran biaya bidang
kesehatan Belanja Langusng di tahun 2011,
hanya mencapai Rp 22.373.216.200,- (5,22%) dari
APBD Kabupaten Kapuas. Angka ini cenderung
meningkat disbanding dengan tahun 2010 yang
hanya
Rp
10.871.000.000,-(3,12%).
Namun
berdasarkan UU 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan masih dibawah target 15%.

Pemberdayaan
Perempuan dan
Keluarga
Berencana

Kependudukan

Analisis Isu-Isu Strategis

1. Masih lemahnya koordinasi baik lintas sektor


maupun
lintas
program
dalam
rangka
pelaksanaan pembangunan bidang Pemberdayaan
Perempuan dan Keluarga Berencana.
2. Masih
kurangnya
pelaksanaan
kebijakan
Pemerintah Daerah dibidang pemberdayaan
perempuan dan keluarga berencana mencakup
pemberdayaan,
kesetaraan
kualitas
hidup,perlindungan
keadilan
dan
HAM
perempuan/ anak,perlindungan perempuan dan
anak serta lembaga yang mendukung kemajuan
perempuan dan anak.
1. Masih tingginya angka ketergantungan penduduk

IV-5

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG

PERMASALAHAN
usia tidak produktif terhadap penduduk usia
produktif. Tahun 2012 angka katergantungan
menunjukkan 52,66%.
2. Masih rendahnya pemahaman dan kesadaran
masyarakat
tentang
pentingnya
dokumen
kependudukan.
3. Database administrasi kependudukan belum
sepenuhnya akurat.
5
Transmigrasi
1. Kurangnya sarana dan prasarana pendukung
transmigran.
2. Tidak tersedianya pasar untuk pemasaran hasilhasil pertanian daerah transmigrasi.
3. Minimnya
tingkat
pendidikan
peserta
transmigrasi.
4. Kondisi sarana dan prasarana permukiman yang
kurang memadai sehingga dapat menghambat
aksesibilitas dari dan keluar lokasi transmigrasi.
5. Terbatasnya infrastruktur
pendukung
yang
membuka akses antara lokasi transmigrasi
dengan pusat-pusat pemasaran.
6. Lahan usaha yang kurang subur (marginal)
karena
rendahnya
pH
tanah
sehingga
mengakibatkan
produktivitas
lahan
masih
rendah.
7. Keterbatasan lokasi karena fungsi kawasan hutan
yang dapat dijadikan lokasi transmigrasi adalah
Areal Penggunaan Lain (APL) dan Hutan Produksi
yang bisa di Konversi (HPK).
8. Tumpang tindih lahan transmigrasi dengan
Perusahaan Perkebunan.
INFRASTRUKTUR DAN LINGKUNGAN
1
Pekerjaan
1. Kurangnya penyediaan data yang akurat dan cepat
Umum
sehingga lambat dalam pelayanan/penyampaian
informasi.
2. Kabupaten Kapuas memiliki luas wilayah yang
cukup besar sehingga konsentrasi pembangunan
infrastruktur tidak merata.
3. Jaringan jalan belum mampu memenuhi
kebutuhan secara optimal, dari total panjang jalan
yang ada, sebanyak 80,43 persen belum diaspal.
4. Jaringan irigasi belum mampu memenuhi
kebutuhan secara optimal.
5. Kesadaran masyarakat yang kurang untuk
menjaga lingkungan permukiman yang sehat dan
bersih.
2
Perhubungan
1. Kurangnya partisipasi masyarakat dan belum
adanya peran investor dalam penyelenggaraan
berbagai program pembangunan transportasi.
2. Masih kurangnya dampak yang positif dari
pembangunan sektor perhubungan terhadap
pertumbuhan sektorsektor lain.
3. Belum lancarnya pendistribusian barang dan jasa

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-6

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG
4.

5.

6.
7.
8.

Lingkungan
Hidup

1.

2.

3.
4.
5.
6.

7.
8.

9.

Analisis Isu-Isu Strategis

PERMASALAHAN
sehingga belum mampu meradam laju inflasi.
Belum adanya langkah-langkah yang lebih fokus
dan terprogram dalam pelaksanaan Percepatan
dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
(MP3EI).
Menurunnya kualitas pelayanan prasarana jalan
yang ada di jalur-jalur utama, terutama akibat
angkutan dengan muatan dan dimensi berlebih
(overload dan oversize).
Belum adanya regulasi Daerah yang mengatur
tentang Dampak Lalu Lintas dan Master Pland
Transportasi di Kabupaten Kapuas.
Belum tersusunnya masterplan pembangunan
dan pengembangan pelabuhan (terkait dengan
zonasi).
Belum optimalnya pembangunan infrastruktur
teknologi informasi dan pemanfaatan teknologi
untuk pelayanan kepada masyarakat serta
pembangunan E-government.
Terjadinya penurunan fungsi kawasan hutan
lindung, selain sebagai penunjang perekonomian
regional dan nasional, tapi juga sebagai daya
dukung lingkungan terhadap keseimbangan
ekosistem.
Permukaan air sungai pada saat musim kemarau
dan musim hujan sangat fluktuatif dan mulai
tercemar, karena fungsi hutan yang mengatur
kuantitas dan kualitas aliran air mengalami
penurunan.
Meningkatnya kerusakan DAS, terutama yang
diakibatkan oleh praktek penebangan liar dan
konversi lahan.
Sepanjang pinggiran sungai mulai mengalami
gangguan erosi.
Meningkatnya pencemaran air, dimana limbah
industri, pertanian, dan rumah tangga
merupakan penyumbang pencemaran air.
Banyaknya pertambangan liar yang dilakukan
masyarakat akan mengganggu keseimbangan
fungsi lingkungan hidup, dan berdampak buruk
bagi kehidupan manusia.
Fungsi hutan bakau disepanjang wilayah
pesisir/pantai mulai terganggu dan terjadinya
pendangkalan.
Menurunnya kualitas udara perkotaan, semakin
meningkatnya perindustrian dan penggunaan
kendaraan bermotor sangat mempengaruhi
kualitas udara, khususnya di wilayah perkotaan,
serta kejadian kebakaran hutan dan lahan, serta
kurangnya tutupan hijauan di kawasan
perkotaan.
Semakin tingginya pencemaran limbah padat,

IV-7

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG

EKONOMI
1
Perindustrian,
Perdagangan
dan Koperasi

Pertanian

PERMASALAHAN
dimana selain membebani Tempat Pembuangan
Akhir Sampah (TPAS) namun sebagian besar
sampah yang ada belum diolah dan dikelola
secara sistematis, sekedar ditimbun sehingga
mencemari tanah maupun air.
10.
Potensi sumberdaya hayati dan sumberdaya
genetik hutan semakin menurun, akibat
pembukaan lahan dan hutan yang tidak
terkendali, lemahnya koordinasi antar sektor dan
belum optimalnya pelaksanaan penegakan
hukum.
1. Komoditas produk unggulan daerah masih belum
jelas dan masih belum dapat dikembangkan
sacara optimal.
2. Rendahnya kualitas sumber daya manusia yang
tercermin
dari
kurang
berkembangnya
kewirausahaan dan rendah profesionalisme para
pengelola koperasi dan sektor usaha lainnya.
3. Kurangnya permodalan koperasi dan UMKM
4. Masih banyaknya koperasi yang tidak aktif dan
harus dibubarkan sesuai dengan tuntutan
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1994
tentang Pembubaran Koperasi oleh Pemerintah.
5. Belum optimalnya jaringan kerjasama antara
pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya dalam
rangka peningkatan daya saing koperasi dan
UMKM.
6. Sulitnya hasil produk dari UMKM untuk
dipasarkan baik melalui pameran atau melalui
penjualan dengan system kemitraan, sehingga
diperlukan
terobosan/inovasi
dalam
hal
memasarkan
produk
UMKM
dengan
memanfaatkan teknologi informatika.
1. Permasalahan utama yang mempengaruhi capaian
kinerja

bidang

produktivitas
utamanya

pertanian

tanaman

padi.

adalah

pangan

Walaupun,

dan

rendahnya
hortikultura

kontribusi

rata-rata

produksi padi Kapuas terhadap Kalimantan Tengah


mencapai angka 50% namun Namun, produktivitas
rata-rata padi Kalimantan Tengah berada pada urutan
ke-32 secara nasional yaitu sebesar 3,0 ton/Ha.
Produktivitas

padi

Kabupaten

Kapuas

sendiri

berdasarkan angka tetap Tahun 2012 adalah sebesar


3,288ton/Ha, sementara rata-rata nasional adalah 5,1

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-8

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG

PERMASALAHAN
Rendahnya
angka
produktivitas

ton/Ha.

ini

disebabkan oleh beberapa faktor antara lain rendahnya


penerapan teknologi budidaya, panen dan pasca panen,
belum

optimalnya

pemanfaatan

lahan

dan

air,

infrastruktur pertanian belum memadai, keterbatasan


sarana dan prasarana pratanam, tanam, panen, pasca
panen

dan

pengolahan,

kelembagaan

petani,

kelembagaan

pertanian,

belum

belum
dan

berkembangnya

optimalnya

kinerja

keterbatasan

akses

permodalan bagi petani.


2. Terjadinya

alih

fungsi

lahan

pertanian

menjadi

permasalah global tidak hanya lingkup Kapuas dan


Kalimantan Tengah tetapi juga dalam skala nasional
dan

internasional.

berkembangnya

Pemicu

utamanya

komoditas-komoditas

yang

adalah
lebih

komersial dan tingginya harga komoditas tersebut di


pasar dunia sehingga mendorong peralihan fungsi
lahan yang pada awalnya adalah lahan pertanian
tanaman pangan menjadi lahan sawit, karet dan
komoditas perkebunan lainnya.

Peralihan lahan ini

juga berdampak pada terjadinya migrasi tenaga kerja


ke sub sektor lain baik di wilayah bersangkutan
maupun wilayah sekitar. Secara signifikan, alih fungsi
lahan dan tenaga kerja ini menurunkan luas tanam padi
dan komoditas pangan lainnya di beberapa wilayah
kecamatan di Kabupaten Kapuas.
payung

hukum

yang

memberikan

Belum adanya
perlindungan

terhadap kawasan tanaman pangan ikut mempercepat


laju konversi lahan ini.
3. Agribisnis perberasan belum berkembang optimal.
Data menunjukkan surplus beras Kapuas pada tahun
2012 hampir mencapai 80%. Namun, pengembangan
agroindustri perberasan lokal seringkali menemui

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-9

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG

PERMASALAHAN
permasalahan dalam hal kontinuitas bahan baku. Hal
ini disebabkan jaringan pemasaran dikuasai oleh
pedagang dari luar daerah sehingga sebagian besar
gabah petani dibawa ke luar Kapuas. Akibatnya nilai
tambah yang seharusnya bisa dinikmati petani lokal
justru

menjadi

sumber

pendapatan

daerah

lain.

Adanya keterikatan antara petani dan tengkulak


sebagai

pemilik

modal

menjadi

salah

satu

permasalahan dalam sistem pemasaran di Kabupaten


Kapuas. Hal ini menjadi permasalahan menahun yang
harus dicari solusinya untuk memutuskan mata rantai
pemasaran yang tidak menguntungkan bagi petani.
Disamping

itu,

kapasitas

penggilingan

padi

di

Kabupaten Kapuas hanya mampu memenuhi 20% dari


total produksi gabah (Sensus Pertanian 2013).
4. Belum ada fokus komoditas daerah yang bersinergi
dengan pengembangan pemasaran.

Selain beras,

Kabupaten Kapuas juga memiliki keunggulan dari segi


produksi untuk beberapa komoditas hortikultura,
namun pengembangan pemasarannya masih belum
bersinergi. Upaya-upaya peningkatan nilai tambahnya
masih bersifat parsial.
adanya

fokus

pengembangan

Hal ini disebabkan belum

komoditas

yang

jelas

pemasarannya.Kondisi

untuk

yang

ada,

pengembangan pemasaran justru diarahkan pada


komoditas yang tidak memiliki keunggulan secara
komparatif dengan daerah lain.
5. Permasalahan-permasalahan

umum

lainnya

sebagaimana yang menjadi permasalahan bidang


pertanian yang juga dihadapi secara nasional antara
lain

penurunan

minat

generasi

muda

terhadap

pekerjaan bidang pertanian, dan kemiskinan yang


terjadi diwilayah kantong produksi yang disinyalir

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-10

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG

PERMASALAHAN
disebabkan oleh tingkat pendidikan masyarakat yang
rendah. Permasalahan-permasalahan ini memerlukan
penanganan secara multisektoral

dan tidak hanya

menjadi tanggungjawab Dinas Pertanian Tanaman


Pangan dan Hortikultura semata.
3

Perikanan

Ketahanan
Pangan

Analisis Isu-Isu Strategis

1. Rendahnya produktivitas dan daya saing usaha


bidang penangkapan yang antara lain disebabkan
struktur armada yang masih didominasi oleh kapal
berukuran kecil, belum terintegrasinya sistem
produksi hulu dan hilir, dan masih terbatasnya
sarana dan prasarana yang dibangun.
2. Dalam pengembangan Perikanan budidaya masih
dihadapkan pada permasalahan implementasi
kebijakan Tata Ruang, terbatasnya saluran irigasi,
dan Terbatasnya ketersediaan dan distribusi induk
dan benih unggul serta adanya pencemaran yang
mempengaruhi kualitas lingkungan budidaya.
3. Dalam pengembangan usaha, permasalahan yang
dihadapi adalah masih belum diperolehnya
dukungan permodalan usaha perbankan dan
lembaga keuangan lainnya, dalam hal ini
nelayan/pembudidaya kesulitan mengakses kredit
karena tidak dapat memenuhi persyaratan
perbankan.
4. Maraknya kegiatan penangkapan ikan secara
illegal (illegal fishing) yang berdampak merugikan
Daerah dan mengancam kelestarian sumberdaya
kelautan
dan
perikanan
dan
disisi
lain
kemampuan pengawasan SDKP masih lemah.
1. Pengetahuan, sikap, dan keterampilan SDM
pelaku utama dan pelaku usaha masih rendah.
2. Adopsi inovasi teknologi (pertanian, perikanan
dan kehutanan) pelaku utama dan pelaku usaha
masih rendah.
3. Lemahnya kapasitas dan kelembagaan pelaku
utama dan pelaku usaha.
4. Lemahnya permodalan pelaku utama dan pelaku
usaha.
5. Belum tersedianya Cadangan Pangan Pemerintah
(CPP) kabupaten.
6. Rendahnya adopsi teknologi olahan pangan
nonberas dan terigu.
7. Masih terbatasnya lumbung pangan di sentra
produksi.
8. Belum optimalnya kuantitas dan kualitas SDM
penyuluh pertanian.
9. Belum optimalnya dukungan
sarana dan
prasarana penyuluhan.
10.
Belum optimalnya kualitas dan kuantitas SDM

IV-11

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG

Pertambangan
dan Energi

Analisis Isu-Isu Strategis

PERMASALAHAN
penyuluh kehutanan.
11.
Belum optimalnya dukungan sarana dan
prasarana penyuluhan kehutanan.
12.
Belum optimalnya peran serta masyarakat
dalam pengelolaan hutan.
13.
Diversifikasi produk pangan lokal belum
optimal.
14.
Kesadaran masyarakat dalam mengkomsumsi
produk lokal cenderung menurun.
15.
Peranan penyuluh dalam pendampingan
petani belum optimal.
1. Penyelesaian overlapping/tumpang tindih dalam
pemanfaatan kawasan, yang diharapkan dengan
sinkronisasi dan koordinasi yang intensif dengan
sektor-sektor
yang
berkepentingan
akan
terselesaikan dengan prinsip mengutamakan
kepentingan yang lebih besar dan adil dalam
koridor peraturan perundangan.
2. Penanggulangan PETI.
Penanggulangan masalah PETI merupakan masih
pelik
dan
klasik,
yang
penanganannya
memerlukan kerja keras dan kerjasama dengan
lintas sektor yakni aparat penegak hukum, dinas
pertambangan dan energi dan para pemangku
wilayah baik di tingkat Kabupaten/Kota maupun
dengan Provinsi. Untuk penanganan PETI
diharapkan pihak Provinsi bisa menjadi leading
sector dan fasilitator, mengingat pendanaannya
yang besar dan jalur koordinasi/komunikasi yang
melibatkan banyak sektor terkait.
Kegiatan yang dilakukan di tingkat dinas relatif
masih terbatas pada kegiatan yang bersifat
inventarisasi
penambangan
rakyat
dan
dampaknya terhadap kerusakan lingkungan.
3. Masih
Rendahnya
Rasio
Elektrifikasi
di
Kabupaten Kapuas.
Kondisi Kelistrikan di Kabupaten Kapuas saat ini
masih banyak desa yang belum terjangkau listrik,
hal ini disebabkan letak geografis daerah yang
sulit dijangkau, sehingga keberadaan Listrik dari
PT.PLN diwilayah Kabupaten Kapuas Masih belum
dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten
Kapuas yang di daerah desa maupun Kecamatan
mengingat jaringan yang dilakukan dari Pihak
pengelola
belum
sepenuhya
sampai
atau
terjangkau di rumah-rumah penduduk.
4. Proses
Penyusunan
Regulasi
pengusahaan
pertambangan dan Energi
di tingkat Daerah
belum maksimal.
5. Bidang pengusahaan pertambangan umum masih
terkendala oleh Proses Ijin Memasuki dan Ijin
Pinjam Pakai Kawasan Hutan dari Menteri

IV-12

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO
6

BIDANG
Peternakan

PEMERINTAHAN
1
Pengawasan
Pembangunan

Analisis Isu-Isu Strategis

PERMASALAHAN
Kehutanan dan belum selesainya RT/RWP
Kalimantan Tengah.
1. Ada kecenderungan penurunan populasi ternak
khususnya sapi potong setiap tahun akibat
tingginya tingkat migrasi ternak.
2. Rendahnya peningkatan populasi dan produksi
ternak untuk mendukung target swasembada
daging di Provinsi Kalimantan Tengah.
3. Luasan dan sebaran lahan potensial untuk
pengembangan ternak belum terdata status dan
kepemilikannya.
4. Belum maksimalnya penerapan Teknologi
Inseminasi Buatan (IB) baik secara terjadwal
maupun sinkronisasi sebagai salah satu upaya
meningkatkan angka kelahiran ternak sapi.
5. Masih merebaknya ancaman penyakit menular
seperti flu burung, Rabies, Antraks, Jembrana
dan lain lain yang belum tertangani sepenuhnya.
6. Masih tingginya pemotongan betina produktif.
7. Masih tingginya tingkat kendala peternak dalam
pengembangan budidaya ternak terhadap
ketersediaan bibit, pakan dan pemasaran.
8. Belum tertatanya sistem data informasi dalam
menunjang pengembangan usaha peternakan di
setiap kecamatan.
9. Masih belum kondusifnya lembaga keuangan
yang mudah dan murah diakses oleh para
peternak dalam penyediaan sumber pembiayaan
usaha peternakan.
10.Belum optimalnya lembaga pemerintah dalam
melayani kebutuhan masyarakat terhadap
kebutuhan teknis peternakan maupun bibit
ternak.
11.Terbatasnya jumlah tenaga medis, paramedis dan
petugas teknis di lapangan sehingga kegiatan
pelayanan belum optimal.
12.Terbatasnya sarana dan prasarana bidang
peternakan.
13.Belum berkembangnya kelembagaan petani
peternak/pemberian status kelompok ternak.
1. Belum terbentuknya secara
penuh Jabatan
Fungsional Auditor dan P2UPD sehingga untuk
meningkatkan kompetensi tidak tepat waktu.
2. Masih belum adanya reward dan punishment
terhadap kinerja pengawasan yang wajar.
3. Penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan yang
tidak tepat waktu.
4. Kualitas sarana dan prasarana penunjang
pengawasan yang belum memadai.
5. Belum tersedia sistem dan prosedur pengawasan
yang memadai.

IV-13

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG

Perencanaan
dan
Pelaksanaan
Pembangunan
Daerah

Kepegawaian

Analisis Isu-Isu Strategis

PERMASALAHAN
6. Kencenderuangan
masih
tingginya
tingkat
penyimpangan dan tingginya nilai temuan BPK
seolah-olah APIP belum berperan.
7. Belum tercapai Opini WTP terhadap LKPD
Kab.Kapuas oleh BPK RI dan tercapai Kategori B
terhadap tingkat akuntabilitas (LAKIP) oleh
KEMENPAN dan RB.
8. Makin meningkatnya pengaduan masyarakat
terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
9. Masih rendahnya upaya penyelesaian tindak
lanjut hasil pengawasan dan TPTGR tepat waktu
oleh objek pemeriksaan.
10.Belum diterapkannya SPIP secara formal dalam
setiap unit kerja.
11.Cepatnya perubahan regulasi menuntut setiap
aparatur
pengawasan
dapat
mengikuti
perubahan tersebut.
1. Kebijakan Perencanaan di SKPD belum mengacu
pada dokumen perencanaan sesuai Peraturan
perundangan yang berlaku.
2. Kepatuhan SKPD di Kabupaten Kapuas dalam
penyusunan dokumen perencanaan dan
pengendalian (pelaporan pembangunan) masih
belum dapat sepenuhnya memenuhi jadwal yang
telah ditentukan.
3. Masih belum optimalnya koordinasi antar
lembaga, dinas, badan dan DPRD terkait dengan
agenda perencanaan dan pengendalian
pembangunan daerah.
4. Penataan data base dan informasi perencanaan
pembangunan yang belum terorganisasi dengan
baik.
5. Pengelolaan kegiatan dan anggaran yang belum
sepenuhnya mengarah kepada peningkatan
kinerja serta kurang terarahnya penentuan
prioritas penggunaan anggaran sesuai dengan
arah dan tujuan organisasi.
6. Masih belum optimalnya kapasitas kelembagaan,
khusunya struktur organisasi, yang mendukung
fungsi perencanaan dan pengendalian SKPD yang
mendukung peningkatan kinerja perencanaan.
7. Fungsi pengendalian dalam pemanfaatan ruang
belum optimal.
8. Pemanfaatan data (informasi) statistik dan
pembangunan belum optimal serta data belum ter
update dengan baik.
9. Sistem dan prosedur pelaporan wajib pajak belum
optimal.
1.
Kurang optimalnya pemberdayaan sumber daya
aparatur di masing-masing unit kerja.
2. Penempatan PNS belum sepenuhnya berdasarkan
pada kompetensi jabatan.

IV-14

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


NO

BIDANG

3.
4.
5.
6.

Pelayanan
Perijinan

7.
1.
2.

Keamanan dan
Ketertiban

1.
2.
3.

Arsip dan
Perpustakaan

1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Analisis Isu-Isu Strategis

PERMASALAHAN
Pengembangan pegawai berdasarkan pola karier
belum dilaksanakan secara optimal.
Sistem kompensasi belum berdasarkan pada
prestasi kerja.
Penerapan peraturan disiplin pegawai belum
dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Belum terpenuhinya proporsionalitas, kuantitas
kualitas, distribusi dan komposisi penyebaran
sumber daya aparatur, khususnya tenaga guru
dan kesehatan.
Budaya kerja aparatur belum optimal.
Pelayanan perijinan masih tumpang tindih,
menyangkut banyak instansi teknis menyebabkan
layanan perijinan menjadi kurang efisien.
Penyelenggaraan perijinan pada dasarnya baru
menyentuh birokrasi perijinan, perlu adanya
penyederhanaan syarat-syarat perijinan.
Belum tertatanya Pedagang Kaki Lima (PKL) dan
pedagang emperan yang menjajakan dagangan di
bahu jalan.
Belum tertatanya bangunan disepanjang jalanjalan utama di Kota Kuala Kapuas.
Kurangnya kesadaran masyarakat dan banyaknya
bermunculan Penyandang Masalah Kesejahteraan
Sosial (PMKS) di Kota Kuala Kapuas.
Masih kurangnya kesiapan SKPD sehingga masih
banyak arsip yang memiliki nilai informasi
penting yang belum sesuai dengan standar
kearsipan.
Belum optimalnya pembinaan kearsipan pada
SKPD dan Desa/Kelurahan yang disebabkan oleh
kurangnya SDM (arsiparis).
Masih
kurangnya
sarana
dan
prasarana
kearsipan.
Kurangnya khazanah arsip yang disebabkan
kurangnya
kesadaran
masyarakat
akan
pentingnya arsip.
Belum terwujudnya Depo Arsip yang representatif.
Masih
kurangnya minat
baca
dikalangan
masyarakat yang disebakan oleh rendahnya
budaya membaca masyarakat.
Masih rendahnya kualitas perpustakaan yang
disebabkan oleh :
- Terbatasnya tanaga pustakawan.
- Belum optimalnya pengelolaan perpustakaan.
- Terbatasnya
sarana
dan
prasarana
perpustakaan.
- Bahan pustaka/buku yang kurang bervariatif.

IV-15

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


4.2.

Isu Strategis

Isu strategis adalah kondisi atau hal yang diperhatikan atau dikedepankan
dalam perencanaan pembangunan 5 (lima) tahun, mengingat dampaknya
yang signifikan bagi masyarakat di masa depan. Isu strategis, apabila tidak
diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Demikian pula
sebaliknya, jika tidak dimanfatkan akan dapat menghilangkan peluang untuk
mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Suatu isu strategis dirumuskan melalui identifikasi berbagai permasalahan
pembangunan daerah yang bersifat strategis dan diperkirakan dapat
mempengaruhi

pembangunan

dalam

(lima)

tahun

kedepan;

isu

internasional; isu/kebijakan nasional; isu/kebijakan provinsi; RPJMD daerah


sekitar Kapuas; dan isu/kebijakan Kabupaten Kapuas.
4.2.1. ISU/KEBIJAKAN INTERNASIONAL
Salah

satu

isu

strategis

di

tingkat internasional

yang

relevan

bagi

perencanaan pembangunan 5 (lima) tahun mendatang, antara lain: tujuan


pembangunan milenium (millenium development goals/MDGs),penerapan
green economic global (ekonomi ramah lingkungan), dan antisipasi perubahan
iklim global (global warning/climate change).
Konsep MDGs pada intinya bertujuan untuk membawa pembangunan ke
arah yang lebih adil bagi semua pihak, baik untuk manusia dan lingkungan
hidup, bagi laki-laki dan perempuan, bagi orangtua dan anak-anak, serta
bagi generasi sekarang dan generasi mendatang. Target pembangunan
millennium, terdiri dari:
1. Menghilangkan angka kemiskinan absolut dan kelaparan;
2. Memberlakukan pendidikan dasar yang universal;
3. Mengembangkan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan;
4. Menurunkan angka kematian anak;
5. Memperbaiki kesehatan maternal;
6. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya;
7. Menjamin kesinambungan lingkungan hidup; dan
8. Membangun kemitraan global untuk pembangunan.

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-16

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

4.2.2. ISU/KEBIJAKAN NASIONAL


Selain isu yang berdimensi internasional, hal-hal lain yang menjadi
pertimbangan perumusan isu-isu strategis adalah isu/kebijakan nasional,
antara lain: a) 11prioritas pembangunan nasional ditambah dengan 3
prioritas lainnya, b) pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan
Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), danc) pencapaian Standar
Pelayanan Minimal (SPM).
Sebelas prioritas pembangunan nasional yang termuat di dalam RPJMN
2010-2014, sebagai berikut:
1. Reformasi birokrasi dan tata kelola;
2. Pendidikan;
3. Kesehatan;
4. Penanggulangan kemiskinan;
5. Ketahanan pangan;
6. Infrastuktur;
7. Iklim investasi dan iklim usaha;
8. Energi;
9. Lingkungan hidup dan pengelolaan bencana;
10.Daerah tertinggal, terdepan, terluar dan paska konflik; dan
11.Kebudayaan, kreatifitas dan inovasi teknologi.
Selain itu terdapat 3 prioritas pembangunan lainnya, yaitu:
1. Bidang Politik, Hukum dan Keamanan;
2. Bidang Perekonomian
3. Bidang Kesejahteraan Rakyat

4.2.3. ISU ATAU KEBIJAKAN PROVINSI


Untuk

menjaga

pembangunan

sinergitas

nasional

hingga

pembangunan
tingkat

secara

daerah

maka

berjenjang
perlu

dari

dipahami

kebijakan pembangunan daerah Provinsi Kalimantan Tengah, khusus untuk


periode pembangunan jangka menengah. Visi pembangunan Kalimantan
Tengah sebagaimana termuat dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-17

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


yaitu Meneruskan dan Menuntaskan Pembangunan Kalimantan Tengah
agar Rakyat Lebih Sejahtera dan Bermartabat Demi Kejayaan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Visi

Pembangunan Provinsi

Kalimantan Tengah ini

diharapkan

akan

mewujudkan keinginan dan amanat masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah


dengan tetap mengacu pada pencapaian tujuan nasional seperti diamanatkan
dalam

Pembukaan

UUD

1945

khususnya

bagi

masyarakat

Provinsi

Kalimantan Tengah, selaras dengan RPJM Nasional 2010-2014, dan RPJPD


Provinsi

Kalimantan

Tengah

2005-2025.

Visi

Pembangunan

Provinsi

Kalimantan Tengah tersebut harus dapat diukur keberhasilannya dalam


rangka menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah yang mampu meneruskan
dan menuntaskan pembangunan Kalimantan Tengah agar rakyat lebih
sejahtera dan bermartabat demi kejayaan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
Pengertian tentang masyarakat sejahtera adalah:
1. Tercapai angka pertumbuhan ekonomi yang meningkat setiap tahun dan
meratanya

hasil-hasil

pembangunan

keseluruh

wilayah

Provinsi

Kalimantan Tengah.
2. Peningkatan kuantitas dan kualitas infrastrukturdasar dan sarana
prasarana penunjang.
3. Menurunnya jumlah penduduk miskin dan berkurangnya kesenjangan
pendapatan.
4. Terciptanya lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran terbuka.
5. Meningkatnya kualitas hidup manusia dengan terpenuhinya hak-hak
sosial rakyat dan membaiknya mutu lingkungan hidup.
Sedangkan, pengertian tentang masyarakat bermartabat adalah terciptanya
masyarakat

yang

memiliki

nilai

martabat

yang

tinggi

dengan

tetap

menjunjung budaya bangsa dan didasarkan kepada semangat HUMA


BETANG dan BHINNEKA TUNGGAL IKA.
Perwujudan visi pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah jangka menengah
ditempuh melalui misi pembangunan daerah. Misi pembangunan daerah
Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai berikut:

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-18

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


1. Sinergi dan Harmonisasi Pembangunan Kewilayahan Kalimantan Tengah
melalui pemantapan Rencana Penataan Ruang Provinsi (RTRWP) secara
berkelanjutan

dengan

memperhatikan

kesejahteraan

rakyat

dan

lingkungan hidup.
2. Menciptakan pendidikan berkualitas dan terakses serta merata.
3. Menjamin dan meningkatkan kesehatan masyarakat yang merata dan
mudah
dijangkau.
4. Pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang menjangkau kantongkantong pemukiman penduduk dan memfasilitasi pembangunan ekonomi
rakyat.
5. Pengembangan dan penguatan ekonomi Kerakyatan yang saling bersinergi
dan berkelanjutan.
6. Pelembagaan

sistem

penguatan

kapasitas

SDM

masyarakat

dan

pemerintah.
7. Terciptanya kerukunan dan kedamaian serta sinergitas dan harmonisasi
kehidupan bermasyarakat di Kalimantan Tengah.

4.2.4. TELAAHAN KEBIJAKAN KABUPATEN KAPUAS


4.2.4.1. Rencana

Pembangunan

Jangka

Panjang

Daerah

(RPJPD)

Kabupaten Kapuas 2005-2024


Rencana

pembangunan

jangka

menengah

memperhatikan

arah

pembangunan jangka panjang yang tertuang di dalam RPJMD Kabupaten


Kapuas Tahun 2005-2024. Arah

pembangunan jangka panjang daerah

Kabupaten Kapuas tahun 2005-2024 menurut bidang pembangunan sebagai


berikut:
a. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Sumber

daya

manusia

merupakan

subyek

dan

sekaligus

objek

pembangunan. SDM yang berkualitas memiliki peran yang sangat penting


dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan mandiri sehingga mampu
berdaya saing dalam era globalisasi. Peningkatan kualitas SDM ditandai
oleh meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Pembangunan

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-19

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Perempuan dan laju pertumbuhan penduduk yang sesuai dengan daya
dukung wilayah. Dalam hubungan ini peningkatan kualitas SDM daerah
jangka panjang kabupaten kapuas diarahkan untuk (1). Meningkatkan
kualitas pendidikan, (2). Meningkatkan kesehatan masyarakat, (3).
Meningkatkan peranan perempuan dan (4). Meningkatkan peranan
pemuda dan generasi muda dalam pembangunan.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Pembangunan

pendidikan

ditujukan

untuk

meningkatkan

harkat,

martabat dan kualitas manusia sehingga mampu bersaing dalam era


global dengan tetap berlandaskan pada norma kehidupan yang berlaku di
masyarakat. Adapun sasaran yang akan dicapai adalah:
1. Meningkatkan

persentase

penduduk

yang

dapat

menyelesaikan

program pendidikan dasar


2. Terpenuhinya secara merata standar nasional pendidikan pada semua
jenjang pendidikan yang ada di kabupaten kapuas
3. Meningkatnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pembangunan
4. Meningkatnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pembangunan
5. Meningkatnya

efektifitas

dan

efisiensi

menajemen

pelayanan

pendidikan
Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat
Pembangunan kesehatan masyarakat diarahkan untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan upaya kesehatan,
pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan.
Kondisi tersebut diatas ditunjukan oleh:
1. Meningkatnya usia harapan hidup
2. Menurunnya angka kematian bayi dan balita
3. Menurunnya angka kematian ibu
4. Menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita
Pemberdayaan perempuan dan anak
Pembangunan pemberdayaan perempuan dan anak diarahkan pada
peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan serta kesejahteraan

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-20

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


dan perlindungan anak di berbagai bidang pembangunan. Adapun
sasaran dari pemberdayaan perempuan dan anak ini meliputi:
1. Terjaminnya keadilan gender (gender mainstream) dalam berbagai
perundangan, program pembangunan, dan kebijakan publik.
2. Menurunnya kesenjangan pencapaian pembangunan antara laki-laki
dan perempuan,
3. Menurunnya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
4. Meningkatnya kesejahteraan perempuan dan anak.
Meningkatkan peranan pemudan dan generasi muda
Pembangunan pemuda dan generasi muda diarahkan pada peningkatan
kualitas dan partisipasi pemuda di berbagai bidang pembangunan,
terutama di bidang ekonomi, sosial budaya, iptek dan politik serta di
bidang olah raga. Sasaran dari arah kebijakan pembangunan di bidang ini
terutama:
1. Terwujudnya keserasian kebijakan pembangunan pemuda berbagai
bidang pembangunan.
2. Meningkatnya peran serta pemuda dalam pembangunan sosial, politik,
ekonomi budaya, olah raga dan agama.
3. Meluasnya kesempatan memperoleh pendidikan dan keterampilan.
4. Meningkatnya potensi pemuda dalam kewirausahaan, kepelopodan
dan kepemimpinan dalam pembangunan.
5. Terlindunginya generasi muda daribahaya penyalahgunaan NAPZA,
minuman keras, judi, penyebaran penyakit HIV/AIDS dan penyakit
masyarakat lainnya.
b. Pembangunan

perekonomian

melalui

sistem

agribisnis

dan

agroindustri
Sesuai dengan potensi wilayah, unggulan pembangunan ekonomi daerah
adalah

pada

sektor

pertanian

yang

meliputi

pertanian

pangan,

peternakan, perkebunan dan perikanan. Dengan potensi seperti itu,


pembangunan

pertanian

diharapkan

menjadi

motor

penggerak

pembangunan daerah, dengan sasaran:

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-21

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


1. Terbangunnya sistem dan sub sistem agribisnis dan agroindustri
2. Terwujudnya perekonomian daerah dengan orientasi daya saing global
3. Terwujudnya perubahan struktural dalam perekonomian daerah
4. Berkembangnya usaha kecil dan menengah dan koperasi
5. Meningkatkan sumbangan PAD dan APBD
Membangun Sistem dan Sub Sistem Agribisnis dan Agroindustri
Peningkatan efisiensi, modernisasi dan nilai tambah sektor primer
terutama sektor primer terutama sektor pertanian dalam arti luas,
didorong agar mampu bersaing di pasar lokal dan internasional, dan
meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam rangka itulah, pembangunan
sistem dan sub sistem agribisnis dan agro industri kabupaten kapuas 20
tahun ke depan dicerminkan oleh:
1. Terwujudnya subsistem agrobisnis hulu, meliputi usaha/industri yang
menghasilkan dan menyediakan barang-barang modal bagi pertanian,
antara lain pembenihan, pembibitan, agrikimia agrootomotif serta
pendukungnya
2. Terbangunnya

subsistem

usaha

tanim

meliputi

usaha

yang

menggunakan barang-barang modal dan sumber daya alam untuk


menghasilkan komoditi pertanian primer antara lain usaha tani
tanaman pangan, holtikultura, tanaman obat-obatan, perkebunan,
peternakan, perikanan dan perhutanan.
3. Terbangunnya subsistem pengolahan, meliputi usaha/industri yang
mengolah komoditas pertanian primer menjadi produk olahan, baik
aproduk antara, maupun produk akhir, antara lain industri makanan,
minuman, serat alam, biofarmaka, agrowisara dan estetika.
4. Terbangunnya

subsistem

pemasaran,

meliputi

usaha

yang

memperlancar pemasaran komoditas pertanian segar/primer, maupun


olahan di dalam dan di luar negeri. Termasuk didalamnya usaha
distribusi untuk memperlancar arus komoditas dari sentra produksi ke
sentra konsumen, promosi, informasi pasar, serta intelejen pasar.
5. Terbangunnya subsistem jasa, meliputi usaha yang menyediakan jasa
bagi berbagai subsistem agribisnis hulu, usaha tani, pengolahan dan

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-22

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


pemasarannya. Termasuk kedalam subsistem ini adalah penelitian dan
penyuluhan, perkreditan dan asuransi, informasi dan kebikjaksanaan
pemerintah.

Membangun perekonomian daerah dengan orientasi dan daya saing


global
Agribisnis dan agroindustri sebagai motor penggerak perekonomian
daerah akan mendorong daya saing perekonomian kabupaten kapuas
dimasa depan.

Perekonomian yang sehat dan kuat ditunjukan oleh

keadaan sebagai berikut:


1. Berdaya saing
2. Berkerakyatan
3. Berkelanjutan
4. Desentralisasi
5. Terjadinya perubahan struktural dalam perekonomian daerah
Meningkatkan peranan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi
Pengembangan UKM dan koperasi diarahkan untuk menjadi pelaku
ekonomi yang semakin berbasis iptek dan berdaya saing dengan produk
impor

khususnya

dalam

penyediaan

barang

dan

jasa

kebutuhan

masyarakat banyak, sehingga mampu memberikan kontribusi yang


signifikan dalam perubahan struktural dan memperkuat perekonomian
daerah. Untuk itu pengembangan UKM dan koperasi dilakukan dengan
sasaran antara lain:
1. Peningkatan kompetensi, perkuatan kewirausahaan.
2. Peningkatan produktivitas yang didukung dengan upaya peningkatan
adaptasi terhadap kebutuhan pasar.
3. Pemanfaatan hasil inovasi dan penerapan teknologi dalam iklim usaha
yang sehat.
4. Terintegrasi dalam modernisasi agribisnis dan agroindustri.
5. Mendukung ketahanan pangan dan secara signifikan berkurangnya
jumlah penduduk miskin.

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-23

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


6. Penguatan

basis

produksi

dan

daya

saing

industri

melalui

pengembangan rumpun industri melalui pengembangan rumpun


industri, percepatan alih teknolohi dan peningkatan kualitas SDM.
Meningkatkan sumbangan PAD dalam APBD
Dengan perekonomian daerah yang maju dan berkelanjutan maka
pemerintah

daerah

memiliki

berbagai

sumber

pendapatan

daerah

sehingga persentase PAD dalam APBD meningkat secara signifikan.


Untuk itu dilakukan upaya menggali sumber-sumber pendapatan asli
daerah dengan sasaran antara lain:
1. Upaya intensifikasi dan ekstensifikasi obyek pajak tidak mengahbat
tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif.
2. Meningkatnya

kesadaran

masyarakat

dan

dunia

usaha

untuk

membayar pajak dan retribusi kepada daerah.


c. Mewujudkan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
yang berkelanjutan
Sumber

daya

alam

dan

lingkungan

hidup

merupakan

modal

pembangunan daerah dan sekaligus sebagai penopang sistem kehidupan.


SDA yang lestari menjamin tersedianya SDA yang berkelanjutan diseluruh
sektor dan wilayah menjadi prasyarat utama dalam berbagai kegiatan
pembangunan.
Meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan SDA dan pelestarian
fungsi lingkungan hidup
1. Mendayagunakan SDA yang terbarukan. SDA kelompok ini seperti
hutan, pertanian, perairan harus dikelola dan didayagunakan secara
rasional,

optimal

da

efesien

serta

bertanggung

jawab

dengan

pemanfaatan fungsinya secara seimbang.


2. Mengelola SDA yang

tidak terbarukan. Pengelolaan SDA tidak

terbarukan seperti tambang, mineral dan daya energi diarahkan


untuk tidak dikonsumsi secara langsung, melainkan diperlakukan
sebagai

input

untuk

proses

produksi

berikutnya

yang

dapat

mengasilkan nilai tambah yang optimal dan output yang dihasilkan


tersebut sebagai kapital kumulatif

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-24

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


3. Menjaga dan melestarikan sumber daya air. Pengelolaan sumber daya
air diarahkan untuk menjamin keberlangusngan daya dukung dan
menjaga kelestarian fungsi daerah tangkapan air dan keberadaan air
tanah, melalui mendekatkan demand management dan kemampuan
pasokan melalui pendekatan suply management. Yang ditujukan
untuk meningkatkan keterpaduan dan kualitas pelayanan terhadap
masyarakat.
4. Mengembangkan potensi sumber daya kelautan. Dalam kurun waktu
20 tahun ke depan arah pembangunan kelautan harus melalui
pendekatan multi sektor, integratif dan komprehensif agar dapat
meminimalisasikan konflik dan tetap menjaga kelestasiannya. Dalam
pengertian ini termasuk keterpaduan antara sektor laut dan darat
secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
5. Mengelola wilayah-wilayah rawan banjir dan kebakaran hutan. Hampir
setiap tahun terjadi banjir di wilayah0wilayah tertentu dan kebakaran
hutan terutama di eks PLG. Wilayah ini perlu perhatian khusus
sehingga penegndaliannnya diarahkan pada upaya menekan serendah
mungkin dampaknya terhadap kerusakan lingkungan hidup maupun
terhadap kesejahteraan masyarakat.
6. Mengalihkan usaha penambangan emas rakyat dari alur dan bantaran
sungan kapiuuas kepada usaha-usaha produktif di bidang pertanian
dan industri. Upaya diarahkan untuk menciptakan lapangan usaha
yang berkelanjutan yang dikaitkan dengan pembangunan pertanian
melalui sistem agribisnis dan agroindustri
Memelihara kekayaan keragaman jenis dan kekhasan SDA untuk
mewujudkan

nilai

tambah

dan

daya

saing

fungsi,

serta

modal

pembangunan daerah
1. Meningkatkan nilai tambah atas pemanfaatan SDA tropis dan lahan
gambut tropis yang unik dan khas. Pembangunan dan pengelolaan SDA
tropis yang khas diarahkan pada diversifikasi produk dan inovasi
pengelolaan SDA agar menghasilkan barang dan jasa yang memiliki nilai
lebih tinggi
2. Memerhatikan dan mengelola keragaman jenis SDA yang ada disetiap
wilayah

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-25

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Meningkatkan kesadaran, sikap mental dan perilaku masyarakat dalam
peneglolaan SDA dan pelestarian fungsi lingkungan hidup untuk
menjaga kenyamanan dan kualitas kehidupan.
1. Mendorong masyarakat lokal agar dapat memeroleh akses yang
memadai dan menikmati hasil dari pemanfaatan SDA yang
disekitarnya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan
2. Meningkatkan kapasitas pengelolaan SDA dan lingkungan hidup.
Kebijakan pengelolaan SDA perlu didukung oleh peningkatan
kelembagaan pengelola SDA dan lingkungan hidup, oenegakan
hukum lingkungan hiduo yang adil dan tegas.
3. Mendorong tumbuhnya cara pandang terhadap lingkungan hidup
yang berwawasan etika lingkungan hidup melalui internalisasi ke
dalam kegiatan ekonomi, melalui pembelajaran formal pada semua
tingkatan pendidikan.
d. Mewujudkan masyarakat yang bermoral, beretika dan berbudaya
Kondisi masyarakat yang bermoral dan beretika sangat penting bagi
terciptanya

suasana kehidupan

masyarakat

yang

penuh

toleransi,

tenggang rasa, dan harmonis. Disamping itu kesadaran akan budaya


memberi arah bagi pembentukan identitas daerah yang sesuai dengan
nilai-nilai luhur bangsa dan menciptakan iklim yang kondusif bagi
berkembangnya kearifan lokal sehingga mampu merespons modernisasi
secara positif dan konstruktif. Sehubungan dengan itu pembangunan
daerah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang bermoral, beretika
dan berbudaya, dilakukan melalui: (1) pemantapan jatidiri sebagai
bangsa, (2). Pembinaan kerukunan hidup beragama, dan (3). Mendorong
budaya inovatif yang berorientasi iptek.
Memantapkan jati diri sebagai Bangsa, dengan ciri-ciri antara lain:
1. Meningkatnya

peradaban,

harkat

dan

martabat

manusia

dan

memperkuat jati diri dan kepribadian sebagai bagian dari bangsa


indonesia.
2. Mewujudkan karakter masyarakat dan sistem sosial yang berakar,
unik, modern dan unggul.

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-26

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


3. Jati diri tersebut merupakan kombinasi antara nilai luhur bangsa
seperti religius, kebersaamaan dan persatuan dan nilai modern yang
universal, seperti etos kerja tinggi dan prinsip tata kepemerintahan
yang baik.
4. Pembangunan jati diri sebagai bangsa dilakukan melalui transformasi,
revitalisasi dan reaktualisasi tata nilai budaya daerah dan bangsa yang
mempunyai potensi unggul dan menerapkan nilai-nilai moderen yang
membangun.
Membina Kerukunan Hidup beragama.
1. Peningkatan rasa saling percaya dan harmonisasi antar kelompok inter
dan antaragama.
2. Pembentukan watak dan perilaku manusia dan masyarakat yang
beriman dan taqwa kepada tuhan yang maha esa, berbudi luhur,
toleran, bergotong royong, patriotik dan dinamis.
3. Pemantapan fungsi dan peran agama sebagai landasan moral dan etika
dalam pembangunan, membina akhlak mulia, memupuk etos kerja,
menghargai prestasi dan menjadi kekuatan pendorong guna mencapai
kemajuan dalam pembangunan.
Mendorong budaya inovatif yang berorientasi iptek
1. Penghargaan

masyarakat

terhadap

iptek

melalui

pengembangan

budaya membaca dan menulis, masyarakat pembelajar, masyarakat


yang cerdas, kritis dan kreatif.
2. Mengarahkan perubahan budaya konsumtif menuju budaya produktif.
3. Mendorong terwujudnya pengungkapan kreativitas melalui kesenian
sehingga tercipta keseimbangan antara aspek materil, spiritual dan
emosional.
4. Pengembangan

iptek

serta

kesenian

diletakan

dalam

kerangka

peningkatan harkat, martabat dan peradaban manusia.


e. Membuka Isolasi Daerah
Pemerataan pembangunan erat hubungannya dengan ketersediaan sarana
dan prasarana perhubungan seperti jalan darat, sungai dan pelabuhan.
Pembangunan yang bertujuan membuka isolasi daerah diarahkan pada (a)

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-27

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


terwujudnya jadirngan infrastruktur perhubungan yang terintegrasi satu
sama lain. (b). Peningkatan keterkaitan kegiatan ekonomi dan sosial di
perkotaan dengan wilayah perdesaan, (c). Peningkatan kapasitas kota
kecamatan dalam pelayanan publik.
Membangun jaringan infrastruktur perhubungan yang terintegrasi
Orientasi pembangunan infrastruktur perhubungan adalah mendekatkan
masyarakat dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi dan sosial, sehingga
aktivitas masyarakat bisa berlangsung cepat, tepat dan dengan biaya
terjangkau.

Dengan

orientasi

seperti

itu

pembangun

jaringan

infrastruktur perhubungan yang terintegrasi adalah:


1. Integrasi antar moda angkutan daratdengan angkutan sungai dan
angkutan laut.
2. Integrasi antarwilayah kecamatan dalam wilayah kabupaten kapuas.
Perhatian khususnya diberikan pada: Kecamatan Kapuas Hulu,
Kecematan Kapuas tengah dan Kecamatan Timpah.
3. Integrasi antardaerah, khususnya dengan prasarana perhubungan
pada kabupaten terdekat, seperti Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten
Gunung Mas dan Kabupaten Barito Selatan.
Meningkatkan keterkaitan kegiatan ekonomi dan sosial di wilayah
perkotaan dengan wilayah perdesaan
Melalui pembangunan sarana dan prasarana perhubungan yang terpadu,
aktivitas ekonomi (barang, jasa, modal dan informasi) akan meningkat,
sehingga terwujudn suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi, sesuai
dengan konsep agribisnis dan agroindustri. Peningkatan keterkaitan
aktivitas ekonomi ini diarahkan untuk:
1. Berkembangnya pembangunan pertanian yang maju di perdesaan.
2. Berkembangnya industri pengolahan hasil pertanian pada kota-kota
kecamatan dan kota kabupaten.
3. Terciptanya

keterkaitan

gisik,

sosial

dan

ekonomi

yang

saling

komplementer dan saling menguntungkan.


4. Peningkatan akses informasi dan pemasaran, lembaga keuangan,
kesempatan kerja dan teknologi.

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-28

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


5. Pengembangan modal sosial yang belum tergali, sehingga kawasan
perdesaan

tidak

semata-mata

mengandalkan

usaha-usaha

yang

ekstraktif destruktif.
6. Terjaminnya pasokan barang kebutuhan pokok untuk masyarakat
desa kebutuhan akan energi dan pemasaran hasil produksi perdesaan
ke pusat-pusat pasar, tanpa terganggu/tergantung musim.
7. Peningkatan yang signifikan jumlah desa swasembada yang beraripula
pemberantasan kemiskinan.
Peningkatan kapasitas kota kecamatan dalam pelayanan publik
Kota kecamatan harus berfungsi maksimal dalam memberikan atau
menyediakan pelayanan publik dan mendorong kegiatan ekonomi dan
sosial di daerah perdesaan. Kota kecamatan juga harus berfungsi sebagai
pengaman dari kemungkinan migrasi penduduk desa ke kota kabupaten
provinsi. Untuk itu pembangunan kota kecamatan perlu dilengkapi
dengan:
1. Tersedianya tata ruang kota kecamatan yang harus direvisi setiap 10
tahun.
2. Tersedianya prasarana pendidikan paling tidak setingkat SLTA dengan
kualitas dan kuantitas yang memadai.
3. Tersedianya fasilitas kesehatan, olah raga, kesenian, penerangan yang
cukup.
4. Memiliki akses yang cepat, baik ke kota kabupaten, ke kota kecamatan
tetangga dan ke desa-desa dalam wilayahnya.
f. Meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan pemerintah, partai
politik dan organisasi masyarakat
Meskipun

pembangunan

jangka

panjang

kabupaten

kapuas

dititikberatkan pada bidang ekonomi, tidak berarti pembangunan di


bidang lain diabaikan, malah pembangunan di bidang lain merupakan
prasyarat

bagi

terwujudnya

perekonomian

yang

berdaya

saing,

berkelanjutan, berkerakyatan dan desentralistis. Aspek demoktasi dan


kepastian

hukum

adalah

landasan

penting

untuk

tercapainya

pembangunan yang mmaju, mandiri, dan sejahtera. Untuk memantapkan

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-29

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


proses desentralisasi dan demokratisasi serta penegakan hukum, perlu
dilakukan:
1. Penataan dan pengembangan kapasitas pemerintah daerah.
2. Pengembangan partai-partai politik dan organisasi masyarakat.
3. Penguatan peran lembaga-lembaga adat/kedamangan.
4. Pelaksanaan

pemilihan

umum

yang

semakin

demokratis

dan

berkualitas.
Pengembangan kapasitas pemerintah daerah
Pemekaran kabupaten kapuas menjadi tiga kabuppaten memerlikan
penyesuaian sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan desentralisasi dan
otonomi

daerah.

Karena

itu

diperlikan

pengembangan

kapasitas

pemerintah daerah dengan arah kebijakan antara lain:


1. Penataan kelembagaan pemerintah daerah agar lebih proposional
berdasarkan kebutuhan nyata daerah, ramping hierarki yang oendek,
bersifat jejaring, fleksibel dan adaptif.
2. Mendorong kerjasama yang lebih harmonis dan sinergis dengan pihak
legislatif, dengan pemerintah kabupaten/kota tetangga dan dengan
tingkat provinsi.
3. Menyiapkan
berkualitas

ketersediaan
di

semua

aparatur

satuan

kerja

pemerintah
perangkat

daerah
daerah

yang
secara

proporsional berdasarkan standar kompetensi


4. Meningkatkan kapasitas keuangan pemerintah daerah, termasuk
pengelolaan

keuangan

yang

didasarkan

pada

prinsip-prinsip

transparansi, akuntabilitas dan profesionalisme sehingga tersedia


sumber dana dan pembiayaan yang memadai bagi kegiatan pelayanan
umum dan pelaksanaan pembangunan di daerah.
5. Penerapan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik pada semua
tingkat dan lini pemerintahan daerah dan pada semua kegiatan.
6. Pemberantasan KKN sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
7. Peningkatan efektifitas pengawasan aparatur pemerintah daerah
melalui koordinasi dan sinergi pengawasan internal, eksternal dan

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-30

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


pengawasan masyarakatserta percepatan tindak lanjut hasil-hasil
pengawasan.
8. Peningkatan budaya kerja aparatur yang bermoral, profesional,
produktif dan akuntabel.
Penataan wilayah dan ruang yang berwawasan lingkungan
1. Mewujudkan pengembangan wilayah eks PLG sebagai kawasan khusus
dan menjadi prime mover bagi daerah sekitarnya.
2. Mewujudkan tertib hukum dan kepastian hukum pemanfaatan dan
penggunaan ruang dan pertanahan.
3. Mewujudkan kualitas output database penatagunaan tanah yang
meliputi data kepemilikan dan penggunaan hak atas tanah serta tanah
terlantar.
4. Mewujdukan ketertiban pemilikan dan penguasaan hak atas tanah
(P3HT).
5. Mewujudkan terdistrisibusinya tanah sesuai dengan potensi dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
6. Meningkatkan kemampan para pihak pengguna dan pemanfaat tanah
dalam pemeliharaan tanah.
7. Mewujudkan keseimbangan ekosistem dalam ruang dan tanah yang
digunakan dan dimanfaatkan.
Berperannya partai politik dan organisasi masyarakat lainnya dalam
pembangunan dan kehidupan sosial politik di daerah
Proses demokrasi akan berjalan baik apabila didukung oleh kelembagan
demokrasi yang koko. Arah kebijakan dalam peningkatan peran partai
politik dan organisasi masyarakat adalah:
1. Mewujudkan

pelembagaan

demokrasi

yang

kokoh

dengan

mempertegas tugas, wewenang dan tanggung jawab dari semua


kelembagaan pemerintahan daerah.
2. Memperkuat peran masyarakat sipil.
3. Memperkuat kualitas disentralisasi dan otonomi daerah.

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-31

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


4. Menjamin

pengembangan

media

dan

kebebasan

media

dalam

mengkomunikasikan kepentingan masyarakat.


5. Melaksanakan pemilihan umum secara langsung, umum, bebas dan
rahasia, dengan demokrasi yang semakin berkualitas.
Berfungsinya lembaga adat/kedamangan
Dalam era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan pesat di bidang
teknologi informasi dan perfangan, maka nilai-nilai/budaya luar akan
menerpa sendi-sendi kehidupan masyarakat. Karena itu untuk dapat
menyaring dan membentengi masyarakat agar tidak tercabut dari akar
budayanya, diperlikan kelembagaan adat/kedamangan sehingga budaya
dan kearifan lokal yang sesuai dengan tuntutan modernisasi dapat
dilestarikan dan dikembangkan. Arah kebijakan yang akan ditempuh
adalah:
1. Mendorong

berfungsinya

kelembagaan

adat/kedamangan

sebagai

salah satu modal sosial.


2. Mendorong reaktualisasi nilai-niali kearifan lokal sebagai salah satu
dasar pengembangan etika pergauilan sosial untuk memperkuat
identitas daerah sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia.
3. Meningkat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah termasuk
kecintaan terhadap produk dalam negeri.

4.2.4.2. Aspek Tata Ruang Kabupaten Kapuas


Penyusunan dokumen RPJMD selain memperhatikan RPJPD, juga harus
selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kapuas.
Namun berhubung rancangan RTRW Kabupaten Kapuas belum ditetapkan,
maka penyusunan dokumen RPJMD ini memperhatikan aspek tata ruang
berdasarkan kondisi eksisting kabupaten Kapuas.
Diluar kebijakan yang tertuang dalam RTRWN, juga terdapat kebijakan
nasional yang berlaku di Kabupaten Kapuas yang terkait dengan status
hutan, yaitu Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor
529/Menhut-II/2012 tanggal 25 September 2012 tentang perubahan atas
Keputusan

Menteri Pertanian Nomor 759/KPTS/UM/10/1982 tentang

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-32

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Penunjukkan Areal Hutan di Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan
Tengah seluas 15.300.000 hektar sebagai kawasan hutan.

4.2.4.3. Kebijakan Pembangunan Lainnya


Beberapa kebijakan pembangunan Kabupaten Kapuas yang telah dirintis dan
dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir masih tetap dilanjutkan untuk
periode pembangunan lima tahun kedepan. Kebijakan pembangunan tersebut
dimaksudkan untuk mengembangkan sarana dan prasarana perhubungan
yang menunjang aktivitas perekonomian serta pengembangan kawasan
ekonomi yang mendorong pengembangan dan pemanfaatan komoditas
potensial di Kapuas.
Kebijakan pembangunan sebagaimana dimaksud diatas, antara lain:
a. Arahan

pembangunan

Kabupaten

Kapuas

yang
Nomor

ditetapkan
7

Tahun

dalam
2006

Peraturan
tentang

Daerah
Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Kapuas Tahun 2005


2024, khususnya untuk tahapan pembangunan periode 2013-2018.
b. Pembangunan infrastruktur air bersih
c. Pengembangan Kawasan Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Lamunti
d. Pembangunan Pelabuhan Batanjung
e. Pembangunan jaringan rel kereta api
f. Pengerukan alur sungai Kapuas Murung Muara Sungai Kapuas
g. Pengembangan Agropolitan dan Minapolitan Basarang
h. Pembangunan Kawasan pengembangan ekonomi terpadu DAS Kahayan
Kapuas Barito (KAPET DAS KAKAB)
i.

Pengembangan REDD+

4.2.5. ISU-ISU STRATEGIS


Isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Kapuas untuk kurun waktu
selama 5 (lima) tahun kedepan, sebagai berikut:
1. Belum

optimalnya

cakupan

jaringan

jalan

yang

handal

dan

terintegrasi.
2. Belum terpenuhinya kebutuhan pelayanan listrik.
3. Belum optimalnya cakupan layanan air bersih kepada masyarakat.
4. Rendahnya akses masyarakat terhadap rumah layak huni dengan
lingkungan bersih dan sehat.

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-33

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


5. Belum sesuainya cakupan jaringan irigasi bagi pengembangan sektor
pertanian.
6. Belum optimalnya produksi hasil pertanian.
7. Belum optimalnya produktivitas hasil pertanian.
8. Rendahnya ketahanan pangan daerah dan masyarakat.
9. Masih rendahnya ketaatan pengelolaan lingkungan hidup.
10.Belum tersedianya pranata hukum yang mendorong iklim investasi.
11.Perlu adanya investasi yang mendorong penciptaan lapangan kerja.
12.Belum optimalnya peran kelembagaan dan permodalan K-UMKM
dalam pengembangan ekonomi lokal.
13.Belum optimalnya perlindungan bagi hak adat dan tanah adat.
14.Tingginya angka kemiskinan.
15.Rendahnya partisipasi angkatan kerja.
16.Rendahnya daya beli masyarakat.
17.Belum optimalnya akses dan layanan pendidikan bagi masyarakat.
18.Tingganya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial .
19.Usia harapan hidup masyarakat yang harus ditingkatkan.
20.Tingginya angka kematian ibu melahirkan dan bayi.
21.Tingginya angka gizi buruk.
22.Belum optimalnya peran pemuda dalam pembangunan.
23.Rendahnya prestasi olah raga.
24.Rendahnya kontribusi pariwisata bagi perekonomian daerah.
25.Rendahnya kunjungan wisatawan.
26.Perlunya pembinaan bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat.
27.Perlunya peningkatan kualitas kehidupan beragama.
28.Perlunya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah.
29.Perlunya

perbaikan

kinerja

dan

akuntabilitas

pelaksanaan

pembangunan daerah.
30.Perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik.

Analisis Isu-Isu Strategis

IV-34

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

BAB V
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
5.1 Visi
Penetapan visi diperlukan untuk memadukan gerak langkah setiap unsur
organisasi dan masyarakat untuk mengarahkan dan menggerakkan segala
sumber daya yang ada dalam menciptakan Kabupaten Kapuas sebagaimana
yang dicita-citakan.
Adapun pernyataan Visi Kabupaten Kapuas tahun 2013-2018 adalah:
TERWUJUDNYA KABUPATEN KAPUAS YANG LEBIH MAJU, SEJAHTERA
DAN MANDIRI MELALUI PEMBANGUNAN YANG ADIL DAN MERATA
SERTA BERKELANJUTAN

Makna dari pernyataan Visi tersebut, yaitu:


Lebih Maju: memiliki arti percepatan pembangunan yang bergerak kedepan
menuju kondisi masyarakat yang sehat, cerdas dan memiliki daya beli.
Sejahtera: memiliki arti bahwa pembangunan diarahkan untuk peningkatan
indeks

pembangunan

manusia

yang

meliputi

aspek

kesejahteraan

masyarakat, aspek pelayanan umum dan aspek daya saing masyarakat


didukung dengan kondisi daerah yang aman.
Mandiri:

memiliki

arti

pembangunan

diarahkan

kepada

perwujudan

kemandirian daerah dengan menggerakkan seluruh pemangku kepentingan


dalam proses pembangunan dalam pengelolaan sumber daya daerah.
Pembangunan yang Adil: memiliki arti bahwa pembangunan berimbang
untuk seluruh masyarakat.
Pembangunan yang Merata: memiliki arti bahwa pembangunan dilakukan
secara merata dan dinikmati oleh seluruh masyarakat di wilayah Kapuas.
Pembangunan yang Berkelanjutan: memiliki arti bahwa pembangunan
dilakukan secara menerus dengan memperhatikan kelestarian lingkungan
dan daya dukung wilayah.
RANCANGAN RPJMD KABUPATEN KAPUAS TAHUN 2013-2018 .. BAB V - 1

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-1

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

5.2 Misi
Dalam rangka pencapaian TERWUJUDNYA KABUPATEN KAPUAS YANG
LEBIH MAJU, SEJAHTERA DAN MANDIRI MELALUI PEMBANGUNAN YANG
ADIL DAN MERATA SERTA BERKELANJUTAN, maka ditetapkan misi. Misi
pembangunan Kabupaten Kapuas 2013-2018 terdiri dari 14 misi, sebagai
berikut:
MISI 1. Mempercepat pembangunan peningkatan jalan, jembatan, irigasi,
jalan desa, jalan usaha tani, pelabuhan, terminal, pasar, listrik, air bersih,
perumahan dan kawasan permukiman layak huni, jaringan komunikasi serta
infrastruktur lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian
kerakyatan.
MISI 2. Meningkatkan usaha pertanian masyarakat yang meliputi tanaman
pangan,

peternakan,

melibatkan

para

perikanan,

petani

lokal

perkebunan
dan

dan

transmigrasi

kehutanan,
dengan

dengan

semangat

kebersamaan sesuai falsafah Huma Betang.


MISI 3. Mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan berwawasan
lingkungan dengan memberikan kemudahan kepada dunia usaha serta tetap
memperhatikan hak masyarakat.
MISI 4. Memberikan kepastian hukum bagi investor dalam berinvestasi.
MISI

5.

Mengoptimalkan

dan

mewujudnyatakan

kemitraan

antara

pemerintah, pengusaha atau pihak ketiga dan masyarakat secara harmonis


yang saling menguntungkan.
MISI 6. Melindungi, menghargai dan mengakui tanah adat dan hak-hak adat
di

atas

tanah, bagi

seluruh

masyarakat Kabupaten

Kapuas

melalui

kelembagaan adat Dayak.


MISI

7.

Meningkatkan

peran

perusahaan

daerah

untuk

mendorong

perekonomian masyarakat dan daerah guna terwujudnya pertumbuhan


ekonomi untuk terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
MISI 8. Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pengajar, sarana dan
prasarana pendidikan di semua jenjang untuk memberikan kesempatan

RANCANGAN RPJMD KABUPATEN KAPUAS TAHUN 2013-2018 .. BAB V - 2

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-2

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


kepada semua golongan masyarakat memperoleh pendidikan bermutu
dengan

menyelenggarakan

SD/Madrasah

Ibtidaiyah,

pendidikan

gratis

SLTP/Madrasah

12

tahun

Tsanawiyah,

pada

tingkat

SLTA/Madrasah

Aliyah, baik negeri maupun swasta serta memberikan beasiswa.


MISI

9.

Mengembangkan

dan

mendorong

peningkatan

pendidikan

keterampilan bagi kaum wanita, kelompok pemuda, remaja putus sekolah,


penyandang cacat melalui kemitraan dan balai latihan kerja untuk meraih
kehidupan yang lebih baik.
MISI 10. Meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pelayanan yang
mudah, murah, adil dan merata serta pembangunan fasilitas kesehatan,
penempatan tenaga kesehatan, penyediaan obat-obatan, dan memberikan
pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
MISI 11. Meningkatkan pembinaan kegiatan kepemudaan, kepramukaan,
olah raga, seni budaya serta pengembangan pariwisata.
MISI 12. Meningkatkan peran dan fungsi kepala desa, perangkat desa,
RT/RW, guru agama, guru ngaji, guru sekolah minggu, damang, mantir,
basir, pemangku agama hindu, pedanda serta memberikan insentif.
MISI

13.

Meningkatkan

kerukunan,

kedamaian,

keimanan

tanpa

memandang perbedaan suku, agama, ras dan golongan dengan melibatkan


peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, LSM serta
komunitas masyarakat lainnya.
MISI 14. Mempercepat reformasi birokrasi menuju pelayanan prima, dengan
semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja berkualitas dan kerja
tuntas, dengan meningkatkan kesejahteraan PNS, tenaga kesehatan dan guru
non PNS, penyediaan fasilitas yang memadai dan berkualitas, serta
pemberian insentif.

5.3 Tujuan dan Sasaran


Tujuan adalah sesuatu (apa) yangakan dicapai atau dihasilkan dalam 5 (lima)
tahun. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi
serta didasarkan pada permasalahan dan isu-isu strategis. Tujuan tidak
harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus menunjukkan

RANCANGAN RPJMD KABUPATEN KAPUAS TAHUN 2013-2018 .. BAB V - 3

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-3

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


suatu kondisi yang ingin dicapai dimasa datang. Tujuan juga diselaraskan
dengan amanat pembangunan nasional dan provinsi.
Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Kabupaten Kapuas
dari masing-masing tujuan dalam rumusan yang lebih spesifik dan terukur
dalam suatu indikator beserta targetnya. Indikator kinerja sasaran adalah
tolok ukur keberhasilan pencapaian sasaran yang akan diwujudkan selama 5
(lima) tahun. Setiap indikator kinerja disertai dengan rencana tingkat capaian
(target).
Pernyataan tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Kapuas untuk
periode 2013-2018 disusun dengan menelaah visi dan misi, isu-isu strategis
pembangunan dan arah kebijakan RPJPD Kabupaten Kapuas. Berdasarkan
telaahan tersebut, maka ditetapkan tujuan dan sasaran pembangunan
Kabupaten Kapuas sebagai berikut:
MISI 1. Mempercepat pembangunan peningkatan jalan, jembatan, irigasi,
jalan desa, jalan usaha tani, pelabuhan, terminal, pasar, listrik, air bersih,
perumahan dan kawasan permukiman layak huni, jaringan komunikasi serta
infrastruktur lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian
kerakyatan.
Bertujuan untuk:
Meningkatkan konektivitas antar wilayah yang memperlancar distribusi
orang, barang dan jasa, mendorong perekonomian daerah dan pemenuhan
kebutuhan infrastruktur dasar wilayah. Sasaran yang harus dicapai yaitu:
a. Meningkatnya cakupan jaringan jalan yang handal dan terintegrasi.
b. Meningkatnya cakupan layanan kelistrikan.
c. Meningkatnya cakupan layanan air bersih.
d. Meningkatnya akses masyarakat terhadap rumah layak huni dengan
lingkungan bersih dan sehat.
e. Meningkatnya ketersediaan jaringan irigasi bagi pengembangan sektor
pertanian.

MISI 2. Meningkatkan usaha pertanian masyarakat yang meliputi tanaman


pangan,

peternakan,

melibatkan

para

perikanan,

petani

lokal

perkebunan
dan

dan

transmigrasi

kehutanan,
dengan

dengan

semangat

kebersamaan sesuai falsafah Huma Betang.


RANCANGAN RPJMD KABUPATEN KAPUAS TAHUN 2013-2018 .. BAB V - 4

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-4

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Bertujuan untuk:
Mengembangkan

sektor

pertanian

yang

menopang

perekonomian

masyarakat. Sasaran yang harus dicapai yaitu:


a. Meningkatnya Produksi hasil pertanian
b. Meningkatnya Produktivitas hasil pertanian
c. Meningkatnya ketahanan pangan daerah dan masyarakat

MISI 3. Mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan berwawasan


lingkungan dengan memberikan kemudahan kepada dunia usaha serta tetap
memperhatikan hak masyarakat.
Bertujuan untuk:
Mewujudkan pembangunan yang berbasis pengelolaan sumber daya alam
yang lestari. Sasaran yang harus dicapai yaitu: Meningkatnya ketaatan
pengelolaan lingkungan hidup

MISI 4. Memberikan kepastian hukum bagi investor dalam berinvestasi.


Bertujuan untuk:
Meningkatkan investasi daerah yang berbasis sumber daya lokal. Sasaran
yang harus dicapai yaitu:
a. Terciptanya pranata hukum yang mendorong iklim investasi
b. Meningkatnya investasi yang mendorong penciptaan lapangan kerja

MISI

5.

Mengoptimalkan

dan

mewujud

nyatakan

kemitraan

antara

pemerintah, pengusaha atau pihak ketiga dan masyarakat secara harmonis


yang saling menguntungkan.
Bertujuan untuk:
Meningkatkan

perekonomian

masyarakat

yang

berpihak

kepada

pengembangan koperasi dan UMKM. Sasaran yang harus dicapai yaitu:


Meningkatnya peran kelembagaan dan permodalan Koperasi dan UMKM
dalam pengembangan ekonomi lokal.

RANCANGAN RPJMD KABUPATEN KAPUAS TAHUN 2013-2018 .. BAB V - 5

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-5

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


MISI 6. Melindungi, menghargai dan mengakui tanah adat dan hak-hak adat
di

atas

tanah, bagi

seluruh

masyarakat Kabupaten

Kapuas

melalui

kelembagaan adat Dayak.


Bertujuan untuk:
Melestarikan dan menegakkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi ciri
masyarakat Kapuas. Sasaran yang harus dicapai yaitu: Meningkatnya
perlindungan bagi hak adat dan tanah adat.

MISI

7.

Meningkatkan

peran

perusahaan

daerah

untuk

mendorong

perekonomian masyarakat dan daerah guna terwujudnya pertumbuhan


ekonomi untuk terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
Bertujuan untuk:
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat miskin.
Sasaran yang harus dicapai yaitu:
a. Menurunnya angka kemiskinan
b. Meningkatnya partisipasi angkatan kerja
c. Meningkatnya daya beli masyarakat

MISI 8. Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pengajar, sarana dan


prasarana pendidikan di semua jenjang untuk memberikan kesempatan
kepada semua golongan masyarakat memperoleh pendidikan bermutu
dengan

menyelenggarakan

SD/Madrasah

Ibtidaiyah,

pendidikan

gratis

SLTP/Madrasah

12

tahun

Tsanawiyah,

pada

tingkat

SLTA/Madrasah

Aliyah, baik negeri maupun swasta serta memberikan beasiswa.


Bertujuan untuk:
Menciptakan masyarakat yang cerdas. Sasaran yang harus dicapai yaitu:
Meningkatnya akses dan layanan pendidikan bagi masyarakat.

MISI

9.

Mengembangkan

dan

mendorong

peningkatan

pendidikan

keterampilan bagi kaum wanita, kelompok pemuda, remaja putus sekolah,


penyandang cacat melalui kemitraan dan balai latihan kerja untuk meraih
kehidupan yang lebih baik.
RANCANGAN RPJMD KABUPATEN KAPUAS TAHUN 2013-2018 .. BAB V - 6

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-6

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Bertujuan untuk:
Meningkatkan derajat kehidupan kaum wanita, kelompok pemuda, remaja
putus sekolah, penyandang cacat sehingga mampu berperan aktif dalam
pembangunan. Sasaran yang harus dicapai yaitu: Menurunnya penyandang
masalah kesejahteraan sosial (PMKS) .

MISI 10. Meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pelayanan yang


mudah, murah, adil dan merata serta pembangunan fasilitas kesehatan,
penempatan tenaga kesehatan, penyediaan obat-obatan, dan memberikan
pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Bertujuan untuk:
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama masyarakat miskin.
Sasaran yang harus dicapai yaitu:
a. Meningkatkan usia harapan hidup
b. Menurunnya angka kematian bayi dan balita
c. Menurunnya angka kematian ibu
d. Menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita

MISI 11. Meningkatkan pembinaan kegiatan kepemudaan, kepramukaan,


olah raga, seni budaya serta pengembangan pariwisata.
Bertujuan untuk:
1. Membangun

pondasi

yang

kuat

bagi

penyiapan

pemuda

dalam

pembangunan sejak dini. Sasaran yang harus dicapai yaitu:


a. Meningkatnya peran pemuda
b. Meningkatnya prestasi olah raga
2. Meningkatkan kontribusi sektor pariwisata bagi perekonomian wilayah
sekaligus pelestarian nilai budaya dan kekayaan alam Kapuas. Sasaran
yang harus dicapai yaitu:
a. Meningkatnya kontribusi pariwisata bagi perekonomian daerah
b. Meningkatnya kunjungan wisatawan

RANCANGAN RPJMD KABUPATEN KAPUAS TAHUN 2013-2018 .. BAB V - 7

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-7

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


MISI 12. Meningkatkan peran dan fungsi kepala desa, perangkat desa,
RT/RW, guru agama, guru ngaji, guru sekolah minggu, damang, mantir,
basir, pemangku agama hindu, pedanda serta memberikan insentif.
Bertujuan untuk:
Meningkatkan kesejahteraan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang
sangat penting dalam mendorong kerukunan dan ketentraman daerah.
Sasaran yang harus dicapai yaitu: Meningkatnya pembinaan bagi tokoh
agama dan tokoh masyarakat.

MISI

13.

Meningkatkan

kerukunan,

kedamaian,

keimanan

tanpa

memandang perbedaan suku, agama, ras dan golongan dengan melibatkan


peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, LSM serta
komunitas masyarakat lainnya.
Bertujuan untuk:
Meningkatkan kerukunan kehidupan beragama bagi seluruh masyarakat.
Sasaran yang harus dicapai yaitu: Meningkatnya kualitas kehidupan
beragama.

MISI 14. Mempercepat reformasi birokrasi menuju pelayanan prima, dengan


semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja berkualitas dan kerja
tuntas, dengan meningkatkan kesejahteraan PNS, tenaga kesehatan dan guru
non PNS, penyediaan fasilitas yang memadai dan berkualitas, serta
pemberian insentif.
Bertujuan untuk :
Meningkatkan pelayanan publik dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan
daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel. Sasaran yang harus dicapai yaitu:
a. Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan daerah
b. Meningkatnya kinerja dan

akuntabilitas pelaksanaan pembangunan

daerah
c. Meningkatnya kualitas pelayanan publik.

RANCANGAN RPJMD KABUPATEN KAPUAS TAHUN 2013-2018 .. BAB V - 8

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-8

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel 5.1
Rumusan Sasaran dan Indikator
Kabupaten Kapuas
VISI:
TERWUJUDNYA KABUPATEN KAPUAS YANG LEBIH MAJU, SEJAHTERA DAN MANDIRI MELALUI PEMBANGUNAN YANG ADIL DAN MERATA SERTA BERKELANJUTAN
MISI
TUJUAN
SASARAN
INDIKATOR
Kondisi
TARGET TAHUN
Kondisi
Awal (2013)
Akhir
2014
2015
2016
2017
2018
(2018)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
Misi 1: Mempercepat Meningkatkan
Meningkatnya
Panjang jalan
62,49
66,97
71,13
75,04
78,72
82,19
82,19
pembangunan
konektivitas
cakupan jaringan kondisi mantap
peningkatan jalan,
antarwilayah yang
jalan yang handal (%)
jembatan, irigasi,
memperlancar
dan terintegrasi
jalan desa, jalan
distribusi orang,
Meningkatnya
Rasio
60
62
64
66
74
75
75
usaha tani,
barang dan jasa,
cakupan layanan elektrifikasi (%)
pelabuhan, terminal,
mendorong
kelistrikan
pasar, listrik, air
perekonomian
Meningkatnya
Persentase
52,44
54,9
55,95
56,47
57,0
57,52
57,52
bersih, perumahan
daerah dan
cakupan layanan Penduduk
dan kawasan
pemenuhan
air bersih
berakses air
permukiman layak
kebutuhan
minum (%)
huni, jaringan
infrastruktur dasar Meningkatnya
Persentase
27,710
28
28
28
28
28
28
komunikasi serta
wilayah.
akses
rumah layak
infrastruktur lainnya
masyarakat
huni (%)
yang bertujuan untuk
terhadap rumah
meningkatkan
layak huni
perekonomian
dengan
kerakyatan.
lingkungan
bersih dan sehat.
Meningkatnya
Rasio jaringan
0,86
0,88
0,90
0,92
0,94
0,96
0,96
ketersediaan
irigasi
jaringan irigasi
bagi
pengembangan
sektor pertanian
Misi 2: Meningkatkan Mengembangkan
Meningkatnya
Pertumbuhan
4,59
6,36
6,41
6,64
7,20
7,20
7,20
usaha pertanian
sektor pertanian
Produksi hasil
produksi ratamasyarakat yang
yang menopang
pertanian
rata komoditas

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-9

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


VISI:
TERWUJUDNYA KABUPATEN KAPUAS YANG LEBIH MAJU, SEJAHTERA DAN MANDIRI MELALUI PEMBANGUNAN YANG ADIL DAN MERATA SERTA BERKELANJUTAN
MISI
TUJUAN
SASARAN
INDIKATOR
Kondisi
TARGET TAHUN
Kondisi
Awal (2013)
Akhir
2014
2015
2016
2017
2018
(2018)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
meliputi tanaman
perekonomian
tanaman
pangan, peternakan,
masyarakat
pangan dan
perikanan,
hortikultura
perkebunan dan
(%)
kehutanan, dengan
Meningkatnya
Tingkat
melibatkan para
Produktivitas
Produksi
petani lokal dan
hasil pertanian
Pertanian
transmigrasi dengan
(Ku/Ha)
semangat
- Padi
33,70
34,60
35,60
36,70
38,00
39,20
39,20
kebersamaan sesuai
- Jagung
36,00
36,25
36,50
36,75
37,00
37,25
37,25
falsafah Huma
- Kedelai
12,10
12,15
12,20
12,25
12,30
12,35
12,35
Betang.
Meningkatnya
Ketersediaan
ketahanan
pangan utama
15,25
20,25
25,50
30,25
30,50
35,25
35,25
pangan daerah
(%)
dan masyarakat
Misi 3: Mengelola
Mewujudkan
Meningkatnya
Persentase
100
100
100
100
100
100
100
sumber daya alam
pembangunan
ketaatan
pengaduan
secara berkelanjutan
yang berbasis
pengelolaan
masy akibat
dan berwawasan
pengelolaan
lingkungan hidup adanya dugaan
lingkungan dengan
sumber daya alam
pencemaran
memberikan
yang lestari
dan/atau
kemudahan kepada
perusakan
dunia usaha serta
lingkungan
tetap memperhatikan
hidup yang
hak masyarakat.
ditindak lanjuti
(%)
Misi 4: Memberikan
Meningkatkan
Terciptanya
Jumlah Perda
8
8
8
8
8
8
8
kepastian hukum bagi investasi daerah
pranata hukum
yang
investor dalam
yang berbasis
yang mendorong mendukung
berinvestasi.
sumber daya local
iklim investasi
iklim usaha
Meningkatnya
Laju
25
25,55
30,76
32
34,25
36,50
36,50
investasi yang
Pertumbuhan

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-10

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


VISI:
TERWUJUDNYA KABUPATEN KAPUAS YANG LEBIH MAJU, SEJAHTERA DAN MANDIRI MELALUI PEMBANGUNAN YANG ADIL DAN MERATA SERTA BERKELANJUTAN
MISI
TUJUAN
SASARAN
INDIKATOR
Kondisi
TARGET TAHUN
Kondisi
Awal (2013)
Akhir
2014
2015
2016
2017
2018
(2018)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
mendorong
Investasi (%)
penciptaan
lapangan kerja
Misi 5:
Meningkatkan
Meningkatnya
Persentase K80
85
87
89
91
95
95
Mengoptimalkan dan perekonomian
peran
UMKM aktif
mewujudnyatakan
masyarakat yang
kelembagaan
(%)
kemitraan antara
berpihak kepada
dan permodalan
pemerintah,
pengembangan
K-UMKM dalam
pengusaha atau pihak koperasi dan
pengembangan
ketiga dan
UMKM
ekonomi lokal
masyarakat secara
harmonis yang saling
menguntungkan.
Misi 6: Melindungi,
Melestarikan dan
Meningkatnya
Persentase
25
25,25
25,50
25,75
26,00
26,25
26,25
menghargai dan
menegakkan nilaiperlindungan
SKTA yang
mengakui tanah adat
nilai budaya local
bagi hak adat
diterbitkan
dan hak-hak adat di
yang menjadi ciri
dan tanah adat
atas tanah, bagi
masyarakat Kapuas
seluruh masyarakat
Kabupaten Kapuas
melalui kelembagaan
adat Dayak.
Misi 7: Meningkatkan Meningkatkan
Menurunnya
Kemiskinan
5,00
4,8
4,6
4,4
4,2
4,0
4,0
peran perusahaan
kesejahteraan
angka
daerah untuk
masyarakat
kemiskinan
mendorong
khususnya
Meningkatnya
Angka
4,10
4,00
3,8
3,7
3,6
3,5
3,5
perekonomian
masyarakat miskin
partisipasi
partisipasi
masyarakat dan
angkatan kerja
angkatan kerja
daerah guna
Meningkatnya
Laju
6,5
6,5
6,6
6,9
7,0
7,0
7
terwujudnya
daya beli
pertumbuhan
pertumbuhan
masyarakat
Ekonomi
ekonomi untuk

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-11

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


VISI:
TERWUJUDNYA KABUPATEN KAPUAS YANG LEBIH MAJU, SEJAHTERA DAN MANDIRI MELALUI PEMBANGUNAN YANG ADIL DAN MERATA SERTA BERKELANJUTAN
MISI
TUJUAN
SASARAN
INDIKATOR
Kondisi
TARGET TAHUN
Kondisi
Awal (2013)
Akhir
2014
2015
2016
2017
2018
(2018)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
terciptanya
kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat.
Misi 8: Meningkatkan Menciptakan
Meningkatnya
Angka melek
95,63
96,32
97,01
97,70
98,39
99,08
99,08
kualitas dan kuantitas masyarakat yang
akses dan
huruf
tenaga pengajar,
cerdas
layanan
sarana dan prasarana
pendidikan bagi
pendidikan di semua
masyarakat
jenjang untuk
memberikan
kesempatan kepada
semua golongan
masyarakat
memperoleh
pendidikan bermutu
dengan
Rata-Rata
12
12
12
12
12
12
12
menyelenggarakan
Lama Sekolah
pendidikan gratis 12
(tahun)
tahun pada tingkat
SD/Madrasah
Ibtidaiyah,
SLTP/Madrasah
Tsanawiyah,
SLTA/Madrasah
Aliyah, baik negeri
maupun swasta serta
memberikan
beasiswa.
Misi 9:
Meningkatkan
Menurunnya
Persentase
40
5
5
10
10
10
40
Mengembangkan dan derajat kehidupan
PMKS
PMKS yang
mendorong
kaum wanita,
memperoleh
peningkatan
kelompok pemuda,
pembinaan (%)

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-12

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


VISI:
TERWUJUDNYA KABUPATEN KAPUAS YANG LEBIH MAJU, SEJAHTERA DAN MANDIRI MELALUI PEMBANGUNAN YANG ADIL DAN MERATA SERTA BERKELANJUTAN
MISI
TUJUAN
SASARAN
INDIKATOR
Kondisi
TARGET TAHUN
Kondisi
Awal (2013)
Akhir
2014
2015
2016
2017
2018
(2018)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
pendidikan
remaja putus
keterampilan bagi
sekolah,
kaum wanita,
penyandang cacat
kelompok pemuda,
sehingga mampu
remaja putus sekolah, berperan aktif
penyandang cacat
dalam
melalui kemitraan
pembangunan
dan balai latihan kerja
untuk meraih
kehidupan yang lebih
baik.
Misi 10:
Meningkatkan
Meningkatkan
Angka Harapan
72
72,2
72,4
72,8
73
73,5
73,5
Meningkatkan
derajat kesehatan
usia harapan
Hidup (tahun)
kesehatan
masyarakat
hidup
masyarakat melalui
terutama
masyarakat
pelayanan yang
masyarakat miskin
Menurunnya
Angka
49
40
35
30
25
20
15
mudah, murah, adil
angka kematian
Kematian Bayi
dan merata serta
bayi
(AKB)
pembangunan
Menurunnya
Angka
49
40
35
30
25
20
15
fasilitas kesehatan,
angka kematian
Kematian Ibu
penempatan tenaga
ibu
(AKI)
kesehatan,
Menurunnya
Prevalensi gizi
0.02
<0.02
<0.02
<0.02
<0.02
<0.02
<0.02
penyediaan obatangka gizi buruk
buruk
obatan, dan
memberikan
pelayanan kesehatan
gratis bagi
masyarakat kurang
mampu.
Misi 11:
Membagun
Meningkatnya
Cakupan
25
27
35
40
43
47
47
Meningkatkan
pondasi yang kuat
peran pemuda
Pembinaan
pembinaan kegiatan
bagi penyiapan
Lembaga

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-13

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


VISI:
TERWUJUDNYA KABUPATEN KAPUAS YANG LEBIH MAJU, SEJAHTERA DAN MANDIRI MELALUI PEMBANGUNAN YANG ADIL DAN MERATA SERTA BERKELANJUTAN
MISI
TUJUAN
SASARAN
INDIKATOR
Kondisi
TARGET TAHUN
Kondisi
Awal (2013)
Akhir
2014
2015
2016
2017
2018
(2018)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
kepemudaan,
pemuda dalam
Kepemudaan
kepramukaan, olah
pembangunan
(%)
raga, seni budaya
sejak dini
Meningkatnya
Persentae
15
20
25
30
35
35,5
35,5
serta pengembangan
prestasi olah
prestasi olah
pariwisata.
raga
raga (%)
Meningkatkan
Meningkatnya
Kontribusi
414.308,40
442.308,75
471.308,75
502.708,75
534.708,87
568.009,01
568.009,01
kontribusi sector
kontribusi
sector
pariwisata bagi
pariwisata bagi
pariwisata
perekonomian
perekonomian
terhadap PDRB
wilayah sekaligus
daerah
(ribuan Rp)
pelestarian nilai
Meningkatnya
Persentase
25
27
30
35
37
40
40
budaya dan
kunjungan
peningkatan
kekaayan alam
wisatawan
Kunjungan
Kapuas
wisatawan
nusantara (%)
Misi 12:
Meningkatkan
Meningkatnya
Cakupan tokoh
40
43
45
50
55
57
57
Meningkatkan peran
kesejahteraan
pembinaan bagi
agama dan
dan fungsi kepala
tokoh agama dan
tokoh agama dan tokoh
desa, perangkat desa, tokoh masyarakat
tokoh
masyarakat
RT/RW, guru agama,
yang sangat
masyarakat
yang
guru ngaji, guru
penting dalam
memperoleh
sekolah minggu,
mendorong
pembinaan (%)
damang, mantir,
kerukunan dan
basir, pemangku
ketentraman
agama hindu,
daerah
pedanda serta
memberikan insentif.
Misi 13:
Meningkatkan
Meningkatnya
Jumlah konflik
0
0
0
0
0
0
0
Meningkatkan
kerukunan
kualitas
bernuansa
kerukunan,
kehidupan
kehidupan
SARA
kedamaian, keimanan beragama bagi
beragama
tanpa memandang
seluruh masyarakat

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-14

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


VISI:
TERWUJUDNYA KABUPATEN KAPUAS YANG LEBIH MAJU, SEJAHTERA DAN MANDIRI MELALUI PEMBANGUNAN YANG ADIL DAN MERATA SERTA BERKELANJUTAN
MISI
TUJUAN
SASARAN
INDIKATOR
Kondisi
TARGET TAHUN
Kondisi
Awal (2013)
Akhir
2014
2015
2016
2017
2018
(2018)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
perbedaan suku,
agama, ras dan
golongan dengan
melibatkan peran
tokoh agama, tokoh
masyarakat, tokoh
adat, tokoh pemuda,
LSM serta komunitas
masyarakat lainnya.
Misi 14:
Meningkatkan
Meningkatnya
Opini BPK
WDP
WDP
WDP
WDP
WTP
WTP
WTP
Mempercepat
pelayanan publik
kualitas
reformasi birokrasi
dan kinerja
pengelolaan
menuju pelayanan
penyelenggaraan
keuangan daerah
prima, dengan
pemerintahan
Meningkatnya
Penilaian LAKIP
54.71
57,80
59,00
60,75
65,75
70,00
70,00
semangat kerja keras, daerah yang
kinerja dan
Katagori
Katagori
Katagori
Katagori
Katagori
Katagori
Katagori
kerja cerdas, kerja
efektif, efisien, dan akuntabilitas
CC
CC
CC
B
B
BB
BB
ikhlas, kerja
akuntabel.
pelaksanaan
berkualitas dan kerja
pembangunan
tuntas, dengan
daerah
meningkatkan
Meningkatnya
Indeks
40
55
65
70
75
80
80
kesejahteraan PNS,
kualitas
Kepuasan
tenaga kesehatan dan
pelayanan publik Masyarakat
guru non PNS,
penyediaan fasilitas
yang memadai dan
berkualitas, serta
pemberian insentif.

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

V-15

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

BAB VI
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
6.1. Strategi
Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana
Pemerintah Daerah mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien. Dengan
pendekatan yang komprehensif, strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan
tranformasi, reformasi, dan perbaikan kinerja birokrasi.
Strategi merupakan langkah-langkah yang berisikan program-program indikatif untuk
mewujudkan visi dan misi. Strategi harus dijadikan salah satu rujukan penting dalam perencanaan
pembangunan daerah. Satu strategi dapat terhubung dengan pencapaian satu sasaran. Dalam
hal, beberapa sasaran bersifat inherent dengan satu tema, satu strategi dapat dirumuskan untuk
mencapai gabungan beberapa sasaran tersebut. Rumusan strategi berupa pernyataan yang
menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai yang selanjutnya diperjelas dengan
serangkaian arah kebijakan.
Strategi untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan meliputi:
1.

Peningkatan cakupan layanan, akses dan distribusi infrastruktur

2.

Peningkatan cakupan layanan, akses dan distribusi rumah layak

3.

Peningkatan produktivitas hasil pertanian

4.

Intensifikasi pertanian dan diversifikasi pangan

5.

Rehabilitasi dan konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup

6.

Harmonisasi dan deregulasi peraturan

7.

Pengembangan pola kerjasama yang menyerap tenaga kerja lokal

8.

Restrukturisasi dan revitalisasi K-UMKM

9.

Revitalisasi nilai-nilai budaya lokal

10. Peningkatan keberdayaan masyarakat miskin


11. Peningkatan akses lapangan kerja
12. Peningkatan cakupan layanan dan akses pendidikan
13. Pelayanan dan pembinaan bagi PMKS
14. Peningkatan cakupan layanan dan akses kesehatan
15. Rehabilitasi dan rekonsiliasi sarana dan prasarana
16. Penataan dan promosi destinasi wisata
17. Revitalisasi peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menciptakan kehidupan beragama
dan bermasyarakat yang aman dan tenteram
18. Reformasi birokrasi

Strategi dan Arah Kebijakan

VI-1

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


6.2. Arah Kebijakan
Arah kebijakan adalah pedoman untuk mengarahkan rumusan strategi yang dipilih agar lebih
terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran dari waktu ke waktu selama 5 (lima) tahun. Rumusan
arah kebijakan merasionalkan pilihan strategi agar memiliki fokus dan sesuai dengan pengaturan
pelaksanaannya. Menetapkan arah kebijakan untuk menghubungkan strategi pada sasaran dan
kapan harus diselenggarakan diuraikan kedalam Tabel VI.1. Sedangkan arah kebijakan
pembangunan per tahun sejak 2014 sampai dengan 2018 disajikan pada Tabel VI.2.

Strategi dan Arah Kebijakan

VI-2

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel VI.1
Distribusi Strategi Dalam Mencapai Sasaran Untuk Melaksanakan Arah Kebijakan Pembangunan
SASARAN
Tahun 2014
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Meningkatnya cakupan jaringan jalan yang handal dan


terintegrasi
Meningkatnya cakupan layanan kelistrikan
Meningkatnya cakupan layanan air bersih
Meningkatnya akses masyarakat terhadap rumah layak huni
dengan lingkungan bersih dan sehat.
Meningkatnya ketersediaan jaringan irigasi bagi
pengembangan sektor pertanian
Meningkatnya produksi hasil pertanian
Meningkatnya produktivitas hasil pertanian
Meningkatnya ketahanan pangan daerah dan masyarakat
Meningkatnya ketaatan pengelolaan lingkungan hidup

10. Terciptanya pranata hukum yang mendorong iklim investasi


11. Meningkatnya investasi yang mendorong penciptaan
lapangan kerja
12. Meningkatnya peran kelembagaan dan permodalan K-UMKM
dalam pengembangan ekonomi lokal
13. Meningkatnya perlindungan bagi hak adat dan tanah adat
14. Menurunnya angka kemiskinan
15. Meningkatnya partisipasi angkatan kerja
16. Meningkatnya daya beli masyarakat
17. Meningkatnya akses dan layanan pendidikan bagi masyarakat
18. Menurunnya PMKS
19. Meningkatkan usia harapan hidup masyarakat
20. Menurunnya angka kematian bayi
21. Menurunnya angka kematian ibu
22. Menurunnya angka gizi buruk
23. Meningkatnya peran pemuda
24. Meningkatnya prestasi olah raga
25. Meningkatnya kontribusi pariwisata bagi perekonomian
daerah
26. Meningkatnya kunjungan wisatawan
27. Meningkatnya pembinaan bagi tokoh agama dan tokoh
masyarakat

Strategi dan Arah Kebijakan

ARAH KEBIJAKAN
Tahun 2016

Tahun 2015

Tahun 2017

Tahun 2018

Peningkatan cakupan layanan, akses dan distribusi infrastruktur


Peningkatan cakupan layanan, akses dan distribusi
rumah layak
Peningkatan cakupan layanan, akses dan distribusi infrastruktur
Peningkatan produktivitas hasil pertanian
Intensifikasi pertanian dan diversifikasi pangan
Rehabilitasi dan konservasi sumberdaya alam dan
lingkungan hidup
Harmonisasi dan deregulasi peraturan
Pengembangan pola kerjasama yang menyerap tenaga kerja lokal
Restrukturisasi dan revitalisasi K-UMKM
Revitalisasi nilai-nilai budaya lokal
Peningkatan keberdayaan masyarakat miskin
Peningkatan akses lapangan kerja
Peningkatan keberdayaan masyarakat miskin
Peningkatan cakupan layanan dan akses pendidikan
Pelayanan dan pembinaan bagi PMKS
Peningkatan cakupan layanan dan akses kesehatan

Rehabilitasi dan rekonsiliasi sarana dan prasarana


Penataan dan promosi destinasi wisata
Revitalisasi peran tokoh agama dan tokoh
masyarakat dalam menciptakan kehidupan

VI-3

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


SASARAN
28. Meningkatnya kualitas kehidupan beragama

29. Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan daerah


30. Meningkatnya kinerja dan akuntabilitas pelaksanaan
pembangunan daerah
31. Meningkatnya kualitas pelayanan publik

Strategi dan Arah Kebijakan

Tahun 2014
Tahun 2015
beragama dan bermasyarakat yang aman dan
tenteram

ARAH KEBIJAKAN
Tahun 2016

Tahun 2017

Tahun 2018

Reformasi birokrasi

VI-4

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


Tabel VI.2
Arah Kebijakan Pembangunan Per Tahun 2014-2018
Tahun 2014
Meningkatkan layanan
infrastruktur dasar jalan dan
jembatan, listrik dan air bersih
ke seluruh wilayah.
Meningkatkan kesejahteraan
petani, produktivitas KUMKM
dan tenaga kerja guna
mendorong daya beli
masyarakat dan mengurangi
angka kemiskinan serta
peningkatan kesempatan kerja.
Meningkatkan kualitas dan akses
pendidikan dan kesehatan guna
meningkatkan angka harapan
hidup, menurunkan angka
kematian bayi, angka kematian
ibu dan gizi buruk.
Sejalan dengan itu
pembangunan diarahkan untuk
pengelolaan keuangan daerah
dan pembangunan secara
terpadu dan transparan.
Mewujudkan keamanan dan
ketentraman kehidupan
bermasyarakat dan beragama
dengan pemberdayaan tokoh
agama dan tokoh masyarakat.

Strategi dan Arah Kebijakan

Tahun 2015
Meningkatkan layanan
infrastruktur dasar jalan dan
jembatan, listrik dan air bersih
ke seluruh wilayah yang disertai
dukungan irigasi.
Meningkatkan kesejahteraan
petani, produktivitas KUMKM
dan tenaga kerja guna
mendorong daya beli
masyarakat dan mengurangi
angka kemiskinan serta
peningkatan kesempatan kerja.
Meningkatkan kualitas dan akses
pendidikan dan kesehatan guna
meningkatkan angka harapan
hidup, menurunkan angka
kematian bayi, angka kematian
ibu dan gizi buruk.
Sejalan dengan itu
pembangunan diarahkan untuk
pengelolaan keuangan daerah
dan pembangunan secara
terpadu dan transparan.
Mewujudkan keamanan dan
ketentraman kehidupan
bermasyarakat dan beragama
dengan pemberdayaan tokoh
agama dan tokoh masyarakat.

Tahun 2016
Penguatan layanan infrastruktur
dasar jalan dan jembatan, listrik
dan air bersih ke seluruh wilayah
yang disertai dukungan irigasi
untuk menunjang ketahanan
pangan.
Meningkatkan kesejahteraan
petani, produktivitas KUMKM
dan tenaga kerja guna
mendorong daya beli
masyarakat dan mengurangi
angka kemiskinan serta
peningkatan kesempatan kerja,
yang didukung dengan
penegakan dan kepastian
hukum guna mendorong
peningkatan investasi daerah
serta pengembangan sektor
pariwisata.
Meningkatkan kualitas dan akses
pendidikan dan kesehatan guna
meningkatkan angka harapan
hidup, menurunkan angka
kematian bayi, angka kematian
ibu dan gizi buruk.
Sejalan dengan itu
pembangunan diarahkan untuk
pengelolaan keuangan daerah
dan pembangunan secara
terpadu dan transparan

Tahun 2017
Memantapkan layanan
infrastruktur dasar jalan dan
jembatan, listrik dan air bersih ke
seluruh wilayah.
Meningkatkan akses masyarakat
terhadap rumah layak huni.
Meningkatkan kesejahteraan
petani yang disertai dengan
dukungan irigasi yang sekaligus
mendukung ketahanan pangan
daerah.
Meningkatkan produktivitas
KUMKM dan tenaga kerja guna
mendorong daya beli masyarakat
dan mengurangi angka kemiskinan,
peningkatan kesempatan kerja
serta pembinaan terhadap PMKS.
Meningkatkan penegakan dan
kepastian hukum
Mendorong peningkatan investasi
daerah serta pengembangan sektor
pariwisata.

Tahun 2018
Keberlanjutan layanan
infrastruktur dasar jalan dan
jembatan, listrik dan air
bersih ke seluruh wilayah.
Meningkatkan akses
masyarakat terhadap rumah
layak huni. Mengurangi angka
kemiskinan, peningkatan
kesempatan kerja serta
pembinaan terhadap PMKS.
Meningkatkan penegakan
dan kepastian hukum serta
kepatuhan menerapkan
RTRW dalam pembangunan,
yang mendorong
pengembangan sektor
pariwisata.
Meningkatkan pemberdayaan
pemuda, pengembangan
prestasi olahraga, dan
kesehatan masyarakat guna
meningkatkan angka harapan
hidup.

Meningkatkan kualitas dan akses


pendidikan, pemberdayaan
pemuda, pengembangan prestasi
olahraga, dan kesehatan guna
meningkatkan angka harapan
hidup, menurunkan angka
kematian bayi, angka kematian ibu
dan gizi buruk.

VI-5

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018

BAB VII
KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM
PEMBANGUNAN DAERAH
Strategi yang telah ditetapkan memuat langkah-langkah berisikan program-program indikatif
untuk mewujudkan visi dan misi. Dalam mengoperasional strategi tersebut, maka ditetapkan
kebijakan umum yang memberikan arahan langkah-langkah bagi penentuan program
pembangunan Kabupaten Kapuas 5 (lima) tahun yang akan datang. Penetapan kebijakan umum
dan program pembangunan daerah bertujuan untuk menggambarkan keterkaitan antara bidang
urusan pemerintahan daerah dengan rumusan indikator kinerja sasaran yang menjadi acuan
penyusunan program pembangunan jangka menengah daerah berdasarkan strategi dan arah
kebijakan yang ditetapkan.
Kebijakan umum pembangunan 5 (lima) tahun Kabupaten Kapuas sebagai berikut:
a. Pengembangan infrastruktur transportasi yang terintegrasi dan menghubungkan antar
kecamatan, untuk membuka akses dan keterisolasian serta mendukung pergerakan orang,
barang dan jasa. Pembangunan diprioritaskan kepada 8 (delapan) ruas jalan dan 3 (tiga)
jembatan, yaitu:
1. Jalan Kapuas-Mandomai-Mantangai-Tanjung Kelanis-Simpang Lungkuh Layang
2. Jalan Anjir KM 1 Sare Pulau - Pulau Kupang Lupak
3. Jalan Basarang - Murung Keramat Terusan - Batanjung
4. Jalan Timpah Pujon Sei Hanyo - Tumbang Bukoi
5. Jalan Nasional Sei Asam Bakungin Palingkau Seberang
6. Jalan Anjir KM 9 Catur Tamban Lupak - Palampai
7. Jalan Simpang Palingkau SP1, SP2, SP3 Penda Ketapi
8. Jalan Basarang Batanjung
9. Jembatan Anjir Serapat
10. Jembatan Mandomai
11. Jembatan Mantangai
Selain kedelapan ruas jalan diatas, pembangunan jalan juga diprioritaskan untuk
meningkatkan keterhubungan antar wilayah sampai ke desa, yang meliputi 214 desa, 17
kelurahan dan 17 ibukota kecamatan.
b. Pengembangan infrastruktur wilayah lainnya dan infrastruktur pertanian yang mendukung
aktivitas ekonomi masyarakat.
c. Peningkatan derajat kesehatan dan pendidikan masyarakat dengan penyediaan sarana
dan prasarana serta peningkatan mutu dan cakupan layanan.
Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

VII-1

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


d. Pengembangan sektor dan komoditas unggulan berbasis potensi sumber daya lokal yang
memiliki daya ungkit bagi kesejahteraan masyarakat.
e. Penerapan reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang prima dalam penyelenggaraan
pemerintahan daerah.
f.

Pelestarian dan penghormatan kepada nilai-nilai budaya lokal sebagai identitas


masyarakat Kapuas.

g. Pembangunan desa melalui Gerakan Membangun Desa Bajenta (Gerbang Desa Bajenta),
h. Pemberdayaan masyarakat melalui Kapuas tiada hari tanpa aktivitas (Kapuas Taheta).
i.

Pembangunan Kecamatan melalui Kapuas maju, aman, mandiri, tangguh dan terpadu
(Kapuas Mantap).

Program pembangunan yang diarahkan untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan dalam


rangka mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kapuas, sebagai berikut:
1. Program Pembangunan Jalan Dan Jembatan
2. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan
3. Program Pembinaan Dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan
4. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Dan Air Limbah
5. Program Pengembangan Perumahan
6. Program Pengembangan Dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa Dan Jaringan Pengairan
Lainnya
7. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan
8. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
9. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan
10. Program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan
11. Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian /Perkebunan)
12. Program agribisnis pertanian dan keamanan pangan
13. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan
14. Program Pengembangan Budidaya Perikanan
15. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
16. Program pengembangan administrasi pelayanan perizinan
17. Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan
18. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi
19. Program Pengembangan Kewirausahaan Dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Dan
Menengah
20. Program Pembinaan Dan Pengawasan Bidang Pertambangan dan energi
21. Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial
22. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
23. Program Pengembangan Sistem Pendukung Bagi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah
24. Program Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah
Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

VII-2

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


25. Program Pengembangan Nilai Budaya
26. Program Pembangunan Sistem Pendaftaran Tanah
27. Program Penyelesaian Konflik-Konflik Pertanahan
28. Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah Yang Kondusif
29. Program Pengembangan Kewirausahaan Dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Dan
Menegah
30. Program Peningkatan Kualitas Dan Produktivitas Tenaga Kerja
31. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil(KAT), Dan PMKS Lainnya
32. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan
33. Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan
34. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian
35. Program Peningkatan Kesempatan Kerja
36. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT), Dan PMKS Lainnya
37. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun
38. Program Pendidikan Menengah
39. Program Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
40. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
41. Program Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat
42. Program Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit Menular
43. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
44. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita
45. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin
46. Program Perbaikan Gizi Masyarakat
47. Program peningkatan peran serta kepemudaan
48. Program Pembinaan Dan Pemasyarakatan Olah Raga
49. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata
50. Program Pengembangan Kemitraan
51. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata
52. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan
53. Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaaan
54. Program Peningkatan Dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
55. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan
56. Program peningkatan sistem informasi manajemen perizinan terpadu
57. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

VII-3

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


Tabel VII.1.
Program Pembangunan Daerah Kabupaten Kapuas
No

(1)
1

Sasaran

(2)
Meningkatnya cakupan
jaringan jalan yang
handal dan terintegrasi

Strategi

(3)
Peningkatan cakupan
layanan, akses dan
distribusi infrastruktur

Program Pembangunan Daerah

Indikator Kinerja Outcome

(4)
Program Pembangunan Jalan
Dan Jembatan

(5)
Rasio panjang jalan per
jumlah kendaraan

Program
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
Dan Jembatan

Jalan dan jembatan


fungsional - (panjang)

Meningkatnya cakupan
layanan kelistrikan

Peningkatan cakupan
layanan, akses dan
distribusi infrastruktur

Program Pembinaan Dan


Pengembangan Bidang
Ketenagalistrikan

peningkatan rasio
elektrifikasi dan tersusunnya
raperda ketanagalistrikan

Meningkatnya cakupan
layanan air bersih

Peningkatan cakupan
layanan, akses dan
distribusi infrastruktur

Program Pengembangan Kinerja


Pengelolaan Air Minum Dan Air
Limbah

Pesentase penduduk
berakses air bersih

Meningkatnya akses
masyarakat terhadap
rumah layak huni
dengan lingkungan
bersih dan sehat.
Meningkatnya
ketersediaan jaringan
irigasi bagi
pengembangan sektor
pertanian
Meningkatnya produksi
hasil pertanian

Peningkatan cakupan
layanan, akses dan
distribusi rumah layak

Program Pengembangan
Perumahan

Ketersediaan rumah layak


huni - persentase

Peningkatan cakupan
layanan, akses dan
distribusi infrastruktur

Program Pengembangan Dan


Pengelolaan Jaringan Irigasi,
Rawa Dan Jaringan Pengairan
Lainnya

Luas irigasi rawa dalm


kondisi baik

Peningkatan produktivitas
hasil pertanian

Program Peningkatan Ketahanan


Pangan (Pertanian/Perkebunan)

Program Peningkatan

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

Luas panen :
- Padi (Ha)
- Jagung (Ha)
- Kedelai (Ha)
- Buah-Buahan (Ha)
- Sayur-sayuran (Ha)
Cakupan kelembagaan

Kondisi Capaian

Bidang Urusan

Kondisi
Awal
(6)
17,94

Kondisi
Akhir
(7)
62,49

346,2

1.346,00

60%

75,00

53,667

57,53

27,709

32.902

116.864
236
184
5.215
1.724
20

(8)
Pekerjaan Umum

(9)
Dinas Pekerjaan
Umum

Pekerjaan Umum

Dinas Pekerjaan
Umum

Energi dan Sumberdaya


Mineral

Dinas
Pertambangan dan
Energi

Pekerjaan Umum

Dinas Pekerjaan
Umum

Perumahan

Dinas Pekerjaan
Umum

Pekerjaan Umum

Dinas Pekerjaan
Umum

28,30

52.085,00

Pertanian

Dinas Pertanian
Tanaman Pangan
Dan Hortikultura

Pertanian

Dinas Pertanian

132.888
295
313
5.915
1.951
30

SKPD
Penanggung Jawab

VII-4

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018

No

(1)

Sasaran

(2)

Meningkatnya
produktivitas hasil
pertanian

Strategi

(3)

Peningkatan produktivitas
hasil pertanian

Program Pembangunan Daerah

(4)
Kesejahteraan Petani
Program Peningkatan Produksi
Pertanian/Perkebunan

Program Peningkatan Penerapan


Teknologi Pertanian/Perkebunan
8

Meningkatnya
ketahanan pangan
daerah dan masyarakat

Meningkatnya ketaatan
pengelolaan lingkungan
hidup

Intensifikasi pertanian dan


diversifikasi pangan

Rehabilitasi dan konservasi


sumberdaya alam dan
lingkungan hidup

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

Program Peningkatan Ketahanan


Pangan (Pertanian /Perkebunan)

Indikator Kinerja Outcome

Kondisi Capaian
Kondisi
Awal
(6)

Kondisi
Akhir
(7)

Produktivitas :
- Padi (Ku/Ha)
- Jagung (Ku/Ha)
- Kedelai (Ku/Ha)

33,70
36,00
12,10

39,20
37,25
12,35

Luas Lahan termekanisasi


(%)

22,10

31,52

(5)
petani yang mendapat
pembinaan (kelompok)

Rata-rata jumlah
ketersediaan pangan utama
(Kg/jiwa/tahun)

678

848,00

Program agribisnis pertanian dan


keamanan pangan

Cakupan Jumlah Kelompok


pelaku agribisnis

10,00

Program Peningkatan Produksi


Hasil Peternakan

jumlah produksi daging yg


dihasilkan

1907

4.700,00

Program Pengembangan
Budidaya Perikanan

Produksi perikanan budidaya


(ton)

11069

33.782,00

Program Pengendalian
Pencemaran dan Perusakan
Lingkungan Hidup

Persentase jumlah
pengaduan masyarakat
akibat adanya dugaan
pencemaran dan/atau
perusakan lingkungan hidup
yang ditindaklanjuti

100

Bidang Urusan

(8)

SKPD
Penanggung Jawab
(9)
Tanaman Pangan
Dan Hortikultura

Pertanian

Dinas Pertanian
Tanaman Pangan
Dan Hortikultura

Pertanian

Dinas Pertanian
Tanaman Pangan
Dan Hortikultura

Pertanian

Dinas Pertanian
Tanaman Pangan
Dan Hortikultura
Dinas Perkebunan
Badan Pelaksana
Penyuluhan dan
Ketahanan Pangan
Badan Pelaksana
Penyuluhan dan
Ketahanan Pangan
Dinas Peternakan

Pertanian

Pertanian

Kelautan dan Perikanan

Dinas Kelautan dan


Perikanan

Lingkungan Hidup

Badan Lingkungan
Hidup

100,00

VII-5

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018

No

(1)

10

Sasaran

(2)

Terciptanya pranata
hukum yang
mendorong iklim
investasi

Strategi

(3)

Harmonisasi dan deregulasi


peraturan

Program Pembangunan Daerah

(4)

Program pengembangan
administrasi pelayanan perizinan

Program Penataan Peraturan


Perundang-Undangan

11

Meningkatnya investasi
yang mendorong
penciptaan lapangan
kerja

Pengembangan pola
kerjasama yang menyerap
tenaga kerja lokal

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

Program Peningkatan Promosi


dan Kerjasama Investasi
Program Pengembangan
Kewirausahaan Dan Keunggulan
Kompetitif Usaha Kecil Dan
Menengah

Indikator Kinerja Outcome

Kondisi Capaian
Kondisi
Awal
(6)

Kondisi
Akhir
(7)

Jumlah Laporan RKL, RPL

45,00

Ketersediaan system
pengelolaan pelayanan
limbah B3 disetiap kegiatan
yang berpotensi mencemari
lingkungan

5,00

Cakupan pengawasan
terhadap pelaksanaan amdal

35,00

(5)
Penerapan AMDAL

Persentase administrasi
perijinan yang terverifikasi

75

91,00

Jumlah perda dan perbup


mengenai perijinan

Persentase tingkat realisasi


kerjasama dan investasi

20,00

Cakupan UMKM binaan

80

95,00

Bidang Urusan

SKPD
Penanggung Jawab

(8)

(9)

Otonomi Daerah,
Pemerintahan Umum,
Administrasi Keuangan
Daerah, Perangkat
Daerah, Kepegawaian
dan Persandian
Otonomi Daerah,
Pemerintahan Umum,
Administrasi Keuangan
Daerah, Perangkat
Daerah, Kepegawaian
dan Persandian
Penanaman Modal
Daerah

Badan pelayanan
dan perizinan
terpadu

Koperasi Dan Usaha Kecil


Dan Menengah

Dinas
Perindustrian,
Perdagangan,
Koperasi Dan
UMKM

Setda

Bappeda

VII-6

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018

No

(1)

12

Sasaran

(2)

Meningkatnya peran
kelembagaan dan
permodalan K-UMKM
dalam pengembangan
ekonomi lokal

Strategi

(3)

Restrukturisasi dan
revitalisasi K-UMKM

Program Pembangunan Daerah

(4)
Program Pembinaan Dan
Pengawasan Bidang
Pertambangan dan energi

(5)
meningkatan usaha
pertambangan yg sesuia dgn
k3l dan jumlah kegiatan
usaha pertambangan yg
sesuai dgn good mining
prantice

Program Pengembangan SentraSentra Industri Potensial

Persentase Kelengkapan
sarana dan prasarana sentra
industri

Program Peningkatan Kualitas


Kelembagaan Koperasi

Program Pengembangan Sistem


Pendukung Bagi Usaha Mikro
Kecil Dan Menengah
Program Pengembangan Industri
Kecil Dan Menengah

13

Meningkatnya
perlindungan bagi hak
adat dan tanah adat

Revitalisasi nilai-nilai
budaya lokal

Program Pengembangan Nilai


Budaya
Program Pembangunan Sistem
Pendaftaran Tanah

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

Indikator Kinerja Outcome

Persentase Koperasi aktif

Jumlah dana yang disalurkan


Pemerintah bagi UMKM (Rp.
Milyar)

Kondisi Capaian
Kondisi
Awal
(6)

Kondisi
Akhir
(7)

2 pelaku
usaha
/laporan

4,00

65

76,14

55,363693

86,00

100,00

80,38

70

83,00

Jumlah kelompok kesenian

25,00

Tidak Ada

Ada

SKPD
Penanggung Jawab

(8)
Energi Dan Sumberdaya
Mineral

(9)
Dinas
Pertambangan Dan
Energi

Koperasi Dan Usaha Kecil


Dan Menengah

Dinas
Perindustrian,
Perdagangan,
Koperasi Dan
UMKM

Koperasi dan Usaha Kecil


Menengah

Dinas
Perindustrian,
Perdagangan,
Koperasi Dan
UMKM
Dinas
Perindustrian,
Perdagangan,
Koperasi Dan
UMKM
Dinas
Perindustrian,
Perdagangan,
Koperasi Dan
UMKM
Dinas Pemuda,
Olahraga,
Kebudayaan Dan
Pariwisata
Setda

Koperasi dan Usaha Kecil


Menengah

Perindustrian

Persentase Produktivitas
industri kecil dan menengah

Tersedianya sistem

Bidang Urusan

Kebudayaan

Pertanahan

VII-7

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018

No

(1)

Sasaran

(2)

Strategi

(3)

Program Pembangunan Daerah

(4)

Program Penyelesaian KonflikKonflik Pertanahan


14

15

Menurunnya angka
kemiskinan

Meningkatnya
partisipasi angkatan

Peningkatan keberdayaan
masyarakat miskin

Peningkatan akses lapangan


kerja

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

Program Penciptaan Iklim Usaha


Kecil Menengah Yang Kondusif

Indikator Kinerja Outcome

(5)
pendaftaran tanah
Persentase konflik
pertanahan yang terfasilitasi

Persentase UMKM yang aktif

Kondisi Capaian
Kondisi
Awal
(6)

Kondisi
Akhir
(7)

40

65,00

80

95,00

Program Pengembangan
Kewirausahaan Dan Keunggulan
Kompetitif Usaha Kecil Dan
Menegah

Cakupan UMKM binaan

80

95,00

Program Peningkatan Kualitas


Dan Produktivitas Tenaga Kerja

Jumlah orang yg dilatih


mandiri

32

40,00

Program Pemberdayaan Fakir


Miskin, Komunitas Adat
Terpencil(KAT), Dan PMKS
Lainnya
Program Pengembangan
Lembaga Ekonomi Pedesaan

Jumlah pelatihan yg
dilaksanakan

4,00

Jumlah Lembaga Ekonomi


Pedesaan yang aktif

17

17

Program optimalisasi
pengelolaan dan pemasaran
produksi perikanan

Kontribusi subsektor
perikanan terhadap PDRB (
Rp. Milyar)

Program Peningkatan Pemasaran


Hasil Produksi Pertanian

Jumlah kapasitas giling beras


(ton)

Program Peningkatan Kualitas


Dan Produktivitas Tenaga Kerja

Jumlah orang yg dilatih

Bidang Urusan

SKPD
Penanggung Jawab

(8)

(9)

Pertanahan

Setda

Koperasi dan Usaha Kecil


Menengah

Dinas
Perindustrian,
Perdagangan,
Koperasi Dan
UMKM
Dinas
Perindustrian,
Perdagangan,
Koperasi Dan
UMKM
Dinas Tenaga Kerja
Dan Sosial

Koperasi dan Usaha Kecil


Menengah

Tenaga Kerja

Sosial

Dinas Tenaga Kerja


Dan Sosial

Pemberdayaan
Masyarakat Desa

Badan
Pemberdayaan
Masyarakat Dan
Desa
Dinas Perikanan
dan Kelautan

Kelautan dan Perikanan


400

1.290,00

98.175

168.555

32

40,00

Pertanian

Tenaga Kerja

Dinas Pertanian,
Tanaman Pangan,
Dan Hortikultura
Dinas Tenaga Kerja
Dan Sosial

VII-8

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018

No

Sasaran

(1)

(2)

Strategi

(3)

Program Pembangunan Daerah

(4)

kerja

Meningkatnya daya beli


masyarakat

(5)

Kondisi Capaian
Kondisi
Awal
(6)

Kondisi
Akhir
(7)

16

20

Bidang Urusan

SKPD
Penanggung Jawab

(8)

(9)

mandiri

Program Peningkatan
Kesempatan Kerja

16

Indikator Kinerja Outcome

Peningkatan keberdayaan
masyarakat miskin

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

Program Penciptaan Iklim Usaha


Kecil Menengah Yang Kondusif

Jumlah pencari kerja yang


dilatih untuk memenuhi
kualifikasi perusahaan

Persentase UMKM yang aktif

80

95,00

Program Pengembangan
Kewirausahaan Dan Keunggulan
Kompetitif Usaha Kecil Dan
Menegah

Cakupan UMKM binaan

80

95,00

Program Peningkatan Kualitas


Dan Produktivitas Tenaga Kerja

Jumlah orang yg dilatih


mandiri

32

40,00

Program Pemberdayaan Fakir


Miskin, Komunitas Adat
Terpencil (KAT), Dan PMKS
Lainnya
Program Pengembangan
Lembaga Ekonomi Pedesaan

Jumlah pelatihan yg
dilaksanakan

4,00

Jumlah Lembaga Ekonomi


Pedesaan yang aktif

17

17

Program optimalisasi
pengelolaan dan pemasaran
produksi perikanan

Kontribusi subsektor
perikanan terhadap PDRB (
Rp. Milyar)

400

1.290,00

Tenaga Kerja

Dinas Tenaga Kerja


Dan Sosial

Koperasi dan Usaha Kecil


Menengah

Dinas
Perindustrian,
Perdagangan,
Koperasi Dan
UMKM
Dinas
Perindustrian,
Perdagangan,
Koperasi Dan
UMKM
Dinas Tenaga Kerja
Dan Sosial

Koperasi dan Usaha Kecil


Menengah

Tenaga Kerja

Sosial

Dinas Tenaga Kerja


Dan Sosial

Pemberdayaan
Masyarakat Desa

Badan
Pemberdayaan
Masyarakat Dan
Desa
Dinas Perikanan
dan Kelautan

Kelautan dan Perikanan

VII-9

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018

No

(1)

17

Sasaran

(2)

Meningkatnya akses
dan layanan pendidikan
bagi masyarakat

Strategi

(3)

Peningkatan cakupan
layanan dan akses
pendidikan

18

Menurunnya PMKS

Pelayanan dan pembinaan


bagi PMKS

19

Meningkatkan usia
harapan hidup
masyarakat

Peningkatan cakupan
layanan dan akses
kesehatan

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

Program Pembangunan Daerah

(4)
Program Peningkatan Pemasaran
Hasil Produksi Pertanian

Indikator Kinerja Outcome

(5)

Kondisi Capaian
Kondisi
Awal
(6)

Bidang Urusan

Kondisi
Akhir
(7)

(8)

Pendidikan

(9)
Dinas
Perkebunan dan
Kehutanan
Dinas Pertanian,
Tanaman Pangan,
Dan Hortikultura
Dinas Pendidikan

Pendidikan

Dinas Pendidikan

Pendidikan

Dinas Pendidikan

Sosial

Dinas Tenaga Kerja


Dan Sosial

Kesehatan

Dinas Kesehatan
RSUD

Kesehatan
Kesehatan

Dinas Kesehatan
RSUD
Dinas Kesehatan

Kesehatan

Dinas Kesehatan

Pertanian
Jumlah kapasitas giling beras
(ton)

98.175

168.555

Program Wajib Belajar


Pendidikan Dasar Sembilan
Tahun

APK pendidikan dasar


sembilan tahun

94,71

101,18

Program Pendidikan Menengah

APK Pendidikan Menengah

45,51

62,73

Program Peningkatan Mutu


Pendidik Dan Tenaga
Kependidikan

Persentase Guru yang


memenuhi kualifikasi S1/DIV dan memiliki sertifikat
pendidik

Program Pemberdayaan Fakir


Miskin, Komunitas Adat
Terpencil (KAT), Dan PMKS
Lainnya
Program Upaya Kesehatan
Masyarakat

Jumlah pelatihan yg
dilaksanakan

91,89

100,00

4,00

Cakupan pelayanan
kesehatan rujukan rumah
sakit

100

100

Program Promosi Kesehatan Dan


Pemberdayaan Masyarakat
Program Pencegahan Dan
Penanggulangan Penyakit
Menular

Cakupan Desa Siaga Aktif

100

100,00

Cakupan penemuan dan


penanganan penderita
penyakit TB Paru

90

100,00

Program Kemitraan Peningkatan


Pelayanan Kesehatan

Jumlah kemitraan
peningkatan pelayanan
kesehatan

6,00

SKPD
Penanggung Jawab

VII-10

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018

No

Sasaran

Strategi

Program Pembangunan Daerah

(1)
20

(2)
Menurunnya angka
kematian bayi

(3)
Peningkatan cakupan
layanan dan akses
kesehatan

21

Menurunnya angka
kematian ibu

Peningkatan cakupan
layanan dan akses
kesehatan

22

Menurunnya angka gizi


buruk

Program Perbaikan Gizi


Masyarakat

23

Meningkatnya peran
pemuda

Peningkatan cakupan
layanan dan akses
kesehatan
Rehabilitasi dan rekonsiliasi
sarana dan prasarana

24

Meningkatnya prestasi
olah raga

Meningkatnya
kontribusi pariwisata
bagi perekonomian
daerah

25

26

Meningkatnya
kunjungan wisatawan

(4)
Program Peningkatan Pelayanan
Kesehatan Anak Balita

Indikator Kinerja Outcome

(5)
Cakupan pelayanan
kesehatan anak balita

Kondisi Capaian
Kondisi
Awal
(6)

Kondisi
Akhir
(7)

73

90,00

Persentase penduduk miskin


yang mendapatkan layanan
kesehatan

90

100,00

Prevalensi balita gizi kurang

40

40,00

Program peningkatan peran


serta kepemudaan

Jumlah pembinaan
kepemudaan

11,00

Rehabilitasi dan rekonsiliasi


sarana dan prasarana

Program Pembinaan Dan


Pemasyarakatan Olah Raga

Cakupan pembinaan
terhadap Organisasi
Keolahragaan

Penataan dan promosi


destinasi wisata

Program Pengembangan
Pemasaran Pariwisata

Jumlah kunjungan
wisatawan nusantara dan
wisatawan mancanegara

Program Pengembangan
Kemitraan

Jumlah peningkatan mitra


pariwisata

5,00

Program Pengembangan
Destinasi Pariwisata

Jumlah Objek destinasi


pariwisata

10,00

Program Pengembangan
Pemasaran Pariwisata

Persentase masyarakat yang


mengetahui destinasi
pariwisata

30

80,00

Penataan dan promosi


destinasi wisata

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

Program pelayanan kesehatan


penduduk miskin

Bidang Urusan

(8)
Kesehatan

(9)
Dinas Kesehatan

Kesehatan

Dinas Kesehatan

Kesehatan

Dinas Kesehatan

Pemuda dan Olah Raga

Dinas Pemuda,
Olahraga,
Kebudayaan Dan
Pariwisata
Dinas Pemuda,
Olahraga,
Kebudayaan Dan
Pariwisata

Pemuda dan Olah Raga


50

SKPD
Penanggung Jawab

50,00

Pariwisata

Pariwisata

Pariwisata

Pariwisata

Dinas Pemuda,
Olahraga,
Kebudayaan Dan
Pariwisata
Dinas Pemuda,
Olahraga,
Kebudayaan Dan
Pariwisata
Dinas Pemuda,
Olahraga,
Kebudayaan Dan
Pariwisata
Dinas Pemuda,
Olahraga,
Kebudayaan Dan
Pariwisata

VII-11

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018

No

(1)
27

28

29

30

31

Sasaran

(2)
Meningkatnya
pembinaan bagi tokoh
agama dan tokoh
masyarakat

Meningkatnya kualitas
kehidupan beragama

Meningkatnya kualitas
pengelolaan keuangan
daerah

Strategi

(3)
Revitalisasi peran tokoh
agama dan tokoh
masyarakat dalam
menciptakan kehidupan
beragama dan
bermasyarakat yang aman
dan tenteram
Revitalisasi peran tokoh
agama dan tokoh
masyarakat dalam
menciptakan kehidupan
beragama dan
bermasyarakat yang aman
dan tenteram
Reformasi birokrasi

Meningkatnya kinerja
dan akuntabilitas
pelaksanaan
pembangunan daerah

Reformasi birokrasi

Meningkatnya kualitas
pelayanan publik

Reformasi birokrasi

Program Pembangunan Daerah

(4)
Program Pengembangan
Wawasan Kebangsaan

Program kemitraan
pengembangan wawasan
kebangsaaan

Program Peningkatan Dan


Pengembangan Pengelolaan
Keuangan Daerah

Program Peningkatan
Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
Keuangan
Program peningkatan sistem
informasi manajemen perizinan
terpadu

Program pengembangan
administrasi pelayanan perizinan

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

Indikator Kinerja Outcome

(5)
Jumlah Fasilitasi
pengembangan wawasan
kebangsaan

Jumlah kemitraan
pembinaan terhadap LSM,
Ormas dan OKP

Kondisi Capaian
Kondisi
Awal
(6)

Kondisi
Akhir
(7)

2,00

Bidang Urusan

(8)
Kesatuan Bangsa Dan
Politik Dalam Negeri

(9)
Badan Kesatuan
Bangsa, Politik Dan
Perlindungan
Masyarakat

Kesatuan Bangsa Dan


Politik Dalam Negeri

Badan Kesatuan
Bangsa, Politik Dan
Perlindungan
Masyarakat

Otonomi Daerah,
Pemerintahan Umum,
Administrasi Keuangan
Daerah, Perangkat
Daerah, Kepegawaian
dan Persandian

Dinas Pendapatan
Daerah

3,00

Persentase Pertumbuhan
Penerimaan Keuangan
Daerah

70

82,00

Tingkat ketepatan
menyerahkan laporan
kinerja dan keuangan

70

85,00

SKPD
Penanggung Jawab

Seluruh SKPD

Persentase pemahaman
masyarakat terhadap sistem
pelayanan

70

87,00

Persentase administrasi
perijinan yang terverifikasi

75

91,00

Otonomi Daerah,
Pemerintahan Umum,
Administrasi Keuangan
Daerah, Perangkat
Daerah, Kepegawaian
dan Persandian

Badan pelayanan
dan perizinan
terpadu

Otonomi Daerah,
Pemerintahan Umum,
Administrasi Keuangan
Daerah, Perangkat

Badan pelayanan
dan perizinan
terpadu

VII-12

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018

No

(1)

Sasaran

(2)

Strategi

(3)

Program Pembangunan Daerah

(4)

Program Peningkatan Disiplin


Aparatur

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

Indikator Kinerja Outcome

(5)

Persentase pelanggaran
disiplin pegawai

Kondisi Capaian
Kondisi
Awal
(6)

Kondisi
Akhir
(7)

2,00

Bidang Urusan

(8)
Daerah, Kepegawaian
dan Persandian

SKPD
Penanggung Jawab
(9)

Seluruh SKPD

VII-13

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018

BAB VIII
INDIKASI RENCANA PROGRAM
PRIORITAS BESERTA KERANGKA
PENDANAAN
Indikasi rencana program prioritas berisi program-program prioritas baik untuk mencapai visi dan
misi pembangunan jangka menengah maupun untuk penyelenggaraan seluruh bidang urusan
pemerintahan daerah termasuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dalam
menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah (Lampiran). Program prioritas adalah bentuk
instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang mendapatkan prioritas dalam
pendanaan yang dilaksanakan oleh SKPD untuk mencapai sasaran dan tujuan pembangunan daerah.
Adapun pagu indikatif sebagai wujud kebutuhan pendanaan adalah jumlah dana yang tersedia untuk
penyusunan program dan kegiatan tahunan. Program-program prioritas yang telah disertai
kebutuhan pendanaan atau pagu indikatif selanjutnya dijadikan sebagai acuan bagi SKPD dalam
penyusunan Rencana Strategis SKPD.
Pada akhirnya, keseluruhan rangkaian perencanaan pembangunan daerah bermuara pada
penentuan program prioritas yang selanjutnya harus diterjemahkan oleh tiap-tiap SKPD ke dalam
kegiatan prioritas. Perencanaan program prioritas dalam dokumen RPJMD harus dirumuskan dengan
seksama mengingat pentingnya makna program prioritas bagi rujukan utama dalam pelaksanaan
perencanaan tiap tahun kedalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Pagu indikatif merupakan rancangan maksimal atas rencana belanja atau anggaran yang akan
dituangkan dalam APBD. Pagu indikatif dialokasikan ke tiap-tiap program prioritas masing-masing
urusan untuk mencapai tiap-tiap indikator yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pengelompokan
pagu pada program di tiap-tiap SKPD dapat dilakukan untuk kurun waktu lima tahun masa
pembangunan jangka menengah. Selanjutnya, masing-masing pagu menjadi patokan maksimal bagi
SKPD dalam menjabarkan pagu tersebut pada kegiatan prioritas selama 5 (lima) tahun.

Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

VIII-1

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


Tabel VIII.1
INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS BESERTA KERANGKA PENDANAAN KABUPATEN KAPUAS
TAHUN 2013-2018
(dalam Jutaan Rupiah)
BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
URUSAN WAJIB

KODE REKENING
1
1

01

01

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Dana

Kondisi
Akhir

PENDIDIKAN
1.01.01

Dinas Pendidikan

1.01.01

01

1.01.01

02

1.01.01

03

1.01.01

04

1.01.01

05

1.01.01

06

01

1.01.01

15

01

1.01.01

16

01

1.01.01

17

34.952

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
pelanggaran Pegawai
Negeri Sipil
Jumlah PNS pindah/purna
tugas yang terfasilitasi
Sumber daya aparatur
Program Peningkatan Kapasitas
yang memiliki kompetensi
Sumber Daya Aparatur
sesuai bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pendidikan Anak Usia
APK PAUD
Dini
Program Wajib Belajar
APK pendidikan dasar
Pendidikan Dasar Sembilan
sembilan tahun
Tahun

35.737

39.738

44.178

49.100

Persen

100

100

2.447

100

2.502

100

2.782

100

3.092

100

3.437

100

Persen

70

90

2.796

100

2.859

100

3.179

100

3.534

100

3.928

100

Persen

1.748

1.787

1.987

2.209

2.455

Orang

50

50

1.049

125

1.072

120

1.192

115

1.325

92

1.473

92

Persen

60

60

1.398

60

1.429

60

1.590

60

1.767

60

1.964

60

Persen

80

81

350

82

357

83

397

84

442

85

491

85

Persen

28,13

35

5.942

37

6.075

38

6.755

39

7.510

40

8.347

40,13

Persen

94,71

97

5.592

97

5.718

99

6.358

101

7.068

101

7.856

101,18

Program Pendidikan Menengah APK Pendidikan Menengah

Persen

45,51

54

5.243

55

5.361

61

5.961

62

6.627

63

7.365

62,73

Persen

1,5

3.845

3.931 3

4.371

4.860

5.401

Persen

0,15

1.748

1.787

1.987

2.209

2.455

0,4

Persen

91,89

93

1.748

95

1.787

97

1.987

99

2.209

100

2.455

100

Persen

50

52

1.049

53

1.072

55

1.192

60

1.325

65

1.473

65

Persen

100

100

545

100

557

100

619

100

689

100

765

100

Persen

100

100

726

100

743

100

826

100

918

100

1.020

100

01

1.01.01

18

Program Pendidikan Non


Formal

APK Pendidikan Non


Formal

01

1.01.01

19

Program Pendidikan Luar Biasa APK Pendidikan Luar Biasa

01

1.01.01

20

Program Peningkatan Mutu


Pendidik Dan Tenaga
Kependidikan

01

1.01.01

22

Program Manajemen
Pelayanan Pendidikan

02

02

1.02.01

02

1.02.01

01

02

1.02.01

02

Persentase Guru yang


memenuhi kualifikasi S1/DIV dan memiliki sertifikat
pendidik
Persentasesatuan
pendidikan yang
menerapkan prinsipprinsip manajemen
berbasis sekolah (MBS)

KESEHATAN
Dinas Kesehatan
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur

18.160
Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur

18.568

20.647

22.954

VIII-2
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

25.511

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

02

1.02.01

04

02

1.02.01

05

02

1.02.01

06

02

1.02.01

15

02

1.02.01

16

02

1.02.01

17

02

1.02.01

19

02

1.02.01

20

02

1.02.01

21

02

1.02.01

22

02

1.02.01

23

02

1.02.01

24

02

1.02.01

25

02

1.02.01

28

02

1.02.01

29

02

1.02.01

32

02

1.02.02

02

1.02.02

01

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
INDIKATOR KINERJA
PROGRAM PRIORITAS
PROGRAM (outcome)
PEMBANGUNAN
Program Fasilitasi Pindah/Purna Jumlah PNS pindah/purna
Tugas PNS
tugas yang terfasilitasi
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Obat Dan Perbekalan Cakupan layanan obat dan
Kesehatan
perbekalan kesehatan
Cakupan pelayanan
Program Upaya Kesehatan
kesehatan dasar
Masyarakat
masyarakat miskin
Program Pengawasan Obat Dan Persentase kasus obat dan
Makanan
makanan yang tidak aman
Program Promosi Kesehatan
Cakupan Desa Siaga Aktif
Dan Pemberdayaan Masyarakat
Program Perbaikan Gizi
Prevalensi balita gizi
Masyarakat
kurang
Program Pengembangan
Cakupan lingkungan sehat
Lingkungan Sehat
Program Pencegahan Dan
Cakupan penemuan dan
Penanggulangan Penyakit
penanganan penderita
Menular
penyakit TB Paru
Persentase layanan
Program Standarisasi
kesehatan yang memenuhi
Pelayanan Kesehatan
standar
Persentase penduduk
Program Pelayanan Kesehatan
miskin yang mendapatkan
Penduduk Miskin
layanan kesehatan
Program Pengadaan,
Peningkatan Dan Perbaikan
Rasio puskesmas,
Sarana Dan Prasarana
poliklinik, pustu per satuan
Puskesmas/Puskesmas
penduduk
Pembantu Dan Jaringannya
Program Kemitraan
Jumlah kemitraan
Peningkatan Pelayanan
peningkatan pelayanan
Kesehatan
kesehatan
Program Peningkatan
Cakupan pelayanan
Pelayanan Kesehatan Anak
kesehatan anak balita
Balita
Program Peningkatan
Cakupan Keselamatan Ibu
Keselamatan Ibu melahirkan
Hamil
dan anak
Rumah Sakit Umum Daerah
Kuala Kapuas
Program Pelayanan
Cakupan pelayanan
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Orang

15

182

20

186

25

206

25

230

25

255

25

Persen

100

100

545

100

557

100

619

100

689

100

765

100

Persen

100

100

182

100

186

100

206

100

230

100

255

100

Persen

90

95

1.090

95

1.114

97

1.239

97

1.377

100

1.531

100

Persen

85

85

1.271

90

1.300

95

1.445

95

1.607

100

1.786

100

Persen

726

743

826

918

1.020

Persen

100

100

908

100

928

100

1.032

100

1.148

100

1.276

100

Persen

40

40

1.816

40

1.857

40

2.065

40

2.295

40

2.551

40

Persen

47

50

1.453

55

1.485

60

1.652

63

1.836

65

2.041

65

Persen

90

95

1.998

95

2.042

97

2.271

97

2.525

100

2.806

100

Persen

100

100

1.634

100

1.671

100

1.858

100

2.066

100

2.296

100

Persen

90

90

1.634

92

1.671

95

1.858

95

2.066

100

2.296

100

1.245

1.236

1.271

1.227

1.300

1.219

1.445

1.210

1.607

1.200

1.786

1.200

kemitraan

545

557

619

689

765

Persen

73

75

726

78

743

85

826

85

918

90

1.020

90

Persen

90

92

908

93

928

93

1.032

94

1.148

95

1.276

95

rasio

13.857
Persen

100

100

416

14.168
100

425

15.754
100

17.514
473

100

525

VIII-3
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Dana

19.466
100

584

100

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

02

1.02.02

02

02

1.02.02

03

02

1.02.02

04

02

1.02.02

05

02

1.02.02

06

02

1.02.02

16

02

1.02.02

24

02

1.02.02

26

02

1.02.02

27

02

1.02.02

28

02

1.02.02

33

03

03

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Cakupan pelayanan sarana


dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS pindah/purna
tugas yang terfasilitasi
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Cakupan pelayanan
Program Upaya Kesehatan
kesehatan rujukan rumah
Masyarakat
sakit
Cakupan pelayanan
Program Pelayanan Kesehatan kesehatan rujukan
Penduduk Miskin
masyarakat miskin di
rumah sakit
Program Pengadaan,
Peningkatan Sarana Dan
Cakupan layanan
Prasarana Rumah Sakit/Rumah pengadaan sarana dan
Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paruprasarana rumah sakit
Paru/Rumah Sakit Mata
Program Pemeliharaan Sarana
Dan Prasarana Rumah
Cakupan
Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah pemeliharaansarana dan
Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit
prasarana rumah sakit
Mata
Program Kemitraan
Cakupan layanan
Peningkatan Pelayanan
kemitraan peningkatan
Kesehatan
pelayanan kesehatan
Persentase layanan
Program Peningkatan
kesehatan yang memenuhi
Pelayanan BULD
standar

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Dana

Kondisi
Akhir

Persen

554

100

567

100

630

100

701

100

779

100

Persen

970

992

1.103

1.226

1.363

Orang

139

142

158

175

195

Persen

100

100

416

100

425

100

473

100

525

100

584

100

Persen

99

99

139

99

142

99

158

99

175

99

195

99

Persen

100

100

3.603

100

3.684

100

4.096

100

4.554

100

5.061

100

Persen

100

100

1.247

100

1.275

100

1.418

100

1.576

100

1.752

100

Persen

100

100

2.356

100

2.409

100

2.678

100

2.977

100

3.309

100

Persen

80

80

1.940

85

1.984

90

2.206

95

2.452

100

2.725

100

Persen

100

100

693

100

708

100

788

100

876

100

973

100

Persen

75

80

1.386

85

1.417

90

1.575

95

1.751

100

1.947

100

PEKERJAAN UMUM
1.03.01

Dinas Pekerjaan Umum

03

1.03.01

01

03

1.03.01

02

03

1.03.01

03

03

1.03.01

04

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah pegawai purna
tugas

313.977

318.370

34.727

39.120

354.954
75.704

395.636

440.811

116.386

240.811

Persen

85

90

1.042

93

1.174

95

2.271

98

3.492

98

7.224

98

Persen

100

100

1.389

100

1.565

100

3.028

100

4.655

100

9.632

100

Persen

2.431

2.738

5.299

8.147

16.857

Orang

347

391

757

1.164

2.408

VIII-4
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

03

1.03.01

05

03

1.03.01

06

03

1.03.01

15

03

1.03.01

16

03

1.03.01

18

03

1.03.01

24

03

1.03.01

27

03

1.03.01

29

03

1.03.01

30

03

1.03.01

34

04

1.03.01

15

04

1.03.01

16

08

1.03.01

24

06

06

1.06.01

05

1.06.01

15

05

1.06.01

16

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Persentase sumber daya


Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program
Rasio panjang jalan dalam
Peningkatan/Pembangunan
kondisi baik
Jalan Dan Jembatan
Program pembangunan saluran Panjang saluran drainase
drainase/gorong-gorong
yg dibangun skala kota
Program
Jalan dan jembatan
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
fungsional - (panjang)
Dan Jembatan
Program Pengembangan Dan
Pengelolaan Jaringan Irigasi,
Luas irigasi rawa dalm
Rawa Dan Jaringan Pengairan kondisi baik
Lainnya
Program Pengembangan
Pesentase penduduk
Kinerja Pengelolaan Air Minum
berakses air bersih
Dan Air Limbah
Program Pengembangan
Jalan lingkungan fungsional
Wilayah Strategis Dan Cepat
- panjang km
Tumbuh
Program Pembangunan
Jumlah rumah yg direhab
Infrastruktur Pedesaan
Program Pengembangan
Persentase sampah yg
Kinerja Pengelolaan Sampah
tertangani
Program Pengembangan
Ketersediaan rumah layak
Perumahan
huni - persentase
Persentase rumah tangga
Program Lingkungan Sehat
yg berakses air
Perumahan
bersih/sanitasi
Program pengelolaan ruang
Luas RTH terbangun terbuka hijau (RTH)
hektar
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN
Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah
Tersedianya dokumen
Program Perencanaan Tata
mengenai rencana tata
Ruang
ruang
Persentase Tersedianya
Program Pemanfaatan Ruang rencana RTH publik di
kawasan perkotaan

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Persen

80

85

1.042

90

1.174

95

2.271

97

3.492

99

7.224

99

Persen

100

100

347

100

391

100

757

100

1.164

100

2.408

100

Km

17,94

28

279.250

37

279.250

46

279.250

54

279.250

62

200.000

62,49

Km

32,62

37

2.431

42

2.738

45

5.299

48

8.147

49

16.857

49,07

Km

346,2

546

1.389

746

1.565

946

3.028

1.146

4.655

1.346

9.632

1346

Km

32902

36.434

1.042

40.635

1.174

44.310

2.271

48.360

3.492

52.085

7.224

52085

Persen

53,667

54

3.125

56

3.521

56

6.813

57

10.475

58

21.673

57,53

Km

31,31

34

3.820

37

4.303

40

8.327

43

12.802

46

26.489

46,12

Rumah

50

75

1.736

80

1.956

85

3.785

90

5.819

95

12.041

95

Persen

40

50

2.084

60

2.347

70

4.542

80

6.983

90

14.449

90

Persen

27,709

28

2.431

28

2.738

28

5.299

28

8.147

28

16.857

28,297

Persen

51,332

52

3.473

52

3.912

52

7.570

52

11.639

53

24.081

52,706

RTH

16,36

41

6.598

65

7.433

90

14.384

120

22.113

140

45.754

140

3.592

3.673

4.084

4.540

5.046

Dokumen

251

257

286

318

353

Persen

10

12

323

15

331

18

368

20

409

22

454

22

VIII-5
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Dana

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

Jumlah Perijinan
pemanfaatan ruang dan
Program Pengendalian
lahan yang telah selesai
pemanfaatan ruang
diproses sesuai
kewenangan Kabupaten
Program Pelayanan
Cakupan pelayanan
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Cakupan pelayanan sarana
Dan Prasarana Aparatur
dan prasarana aparatur
Program Peningkatan Disiplin Jumlah pelanggaran
Aparatur
Pegawai Negeri Sipil
Program Fasilitasi Pindah/Purna Jumlah PNS pindah/purna
Tugas PNS
tugas yang terfasilitasi
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Persentase tingkat SDM
Program Pengembangan
PNS pada teknologi
Data/Informasi
informasi
Program Kerjasama
Jumlah Realisasi Kerjasama
Pembangunan
Pembangunan
Program Perencanaan
Kawasan strategis yang
Pengembangan Wilayah
memiliki dokumen
Strategis dan Cepat Tumbuh
perencanaan

05

1.06.01

17

06

1.06.01

01

06

1.06.01

02

06

1.06.01

03

06

1.06.01

04

06

1.06.01

05

06

1.06.01

06

06

1.06.01

15

06

1.06.01

16

06

1.06.01

18

06

1.06.01

19

06

1.06.01

20

06

1.06.01

21

Program Perencanaan
Pembangunan Daerah

06

1.06.01

22

Program Perencanaan
Pembangunan Ekonomi

06

1.06.01

23

Program Perencanaan Sosial


Dan Budaya

06

1.06.01

26

16

1.06.01

15

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Program Perencanaan
Pengembangan Kota-kota
Menengah dan Besar
Program Peningkatan Kapasitas
Kelembangaan Perencanaan
Pembangunan Daerah

Program Penguatan
Kelembagaan Litbang
Program Peningkatan Promosi
Dan Kerjasama Investasi

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Dana

Perijinan

216

220

245

272

303

Persen

80

85

108

87

110

90

123

94

136

97

151

97

Persen

85

90

144

93

147

95

163

97

182

99

202

99

Persen

144

147

163

182

202

Orang

36

37

41

45

50

Persen

85

87

108

90

110

92

123

95

136

98

151

98

Persen

80

83

36

85

37

87

41

89

45

91

50

91

Persen

50

60

36

70

36

80

41

90

45

95

50

95

Kerjasama

90

92

100

107

122

Persen

10

90

15

92

20

104

25

120

30

130

30

Persen

400

10

400

15

500

20

500

25

600

25

Skor/Nilai

70

80

354

85

371

87

358

87

453

87

460

87

Dokumen

395

404

449

499

555

Rekomendasi

359

367

408

454

505

Rekomendasi

251

257

286

318

353

Cakupan kelitbangan

Persen

20

36

30

37

35

41

40

45

45

50

45

Persentase tingkat realisasi


kerjasama dan investasi

Persen

20

144

20

147

20

163

20

182

20

202

20

Kegiatan koordinasi yang


dilaksanakan
Penilaian LAKIP lembaga
perencanaan
pembangunan daerah
Dokumen perencanaan
RPJPD, RPJMD dan RKPD
yang telah ditetapkan
dengan Perda/Perkada
Jumlah rekomendasi hasil
koordinasi yang ditindak
lanjuti
Jumlah rekomendasi hasil
koordinasi yang ditindak
lanjuti

VIII-6
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

16

1.06.01

16

23

1.06.01

15

07

07

1.07.01

07

1.07.01

01

07

1.07.01

02

07

1.07.01

03

07

1.07.01

04

07

1.07.01

05

07

1.07.01

06

07

1.07.01

15

07

1.07.01

16

07

1.07.01

17

07

1.07.01

18

07

1.07.01

19

07

1.07.01

20

25

1.07.01

15

25

1.07.01

18

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
INDIKATOR KINERJA
PROGRAM PRIORITAS
PROGRAM (outcome)
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan Iklim
Tingkat Iklim Investasi dan
Investasi dan Realisasi Investasi realisasi investasi (%)
Tersedianya dokumen
Program Pengembangan
(KDA, PDRB,Inflasi, Profil
Data/Informasi/Statistik Daerah
Daerah)

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Dana

Persen

20

20

36

20

37

20

41

20

45

20

50

20

Dokumen

36

37

41

46

51

PERHUBUNGAN
Dinas Perhubungan,
Komunikasi Dan Informatika
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembangunan
jumlah perda bidang
Prasarana Dan Fasilitas
perhubungan
Perhubungan
Program Rehabilitasi dan
jumlah fasilitas yg
Pemeliharaan Prasarana dan
berfungsi dan kondisi baik
Fasilitas LLAJ
cakupan angkutan umum
yg melayani jaringan trayek
Program Peningkatan
yg menghubungkan daerah
Pelayanan Angkutan
tertinggal dan terpencil
(unit armada - sungai &
darat)
jumlah fasilitas terminal
Program Pembangunan Sarana
penumpang angkutan
Dan Prasarana Perhubungan
umum
Program Pengendalian Dan
cakupan rambu terpasang Pengamanan Lalu Lintas
persentase
Program Peningkatan Kelaikan persentase jumlah
Pengoperasian Kendaraan
kendaraan yg melakukan
Bermotor
uji KEUR
Program Pengembangan
cakupan pengembangan
Komunikasi, Informasi dan
dan pemberdayaan
Media Massa
kelompok info masy
pelaksanaan desiminasi
Program kerjasama informasi
dan pendistribusian
dengan mas media
informasi

3.133

3.203

3.562

3.960

Persen

70

70

94

70

96

70

107

70

119

70

132

70

Persen

30

40

125

50

128

50

142

50

158

50

176

50

Persen

125

128

142

158

176

Orang

31

32

36

40

44

Persen

75

80

94

85

96

90

107

95

119

100

132

100

Persen

60

65

31

70

32

75

36

80

40

85

44

85

Perda

282

288

321

356

396

Persen

80

81

595

85

609

90

677

93

752

95

836

95

Persen

38

46

219

50

224

60

249

65

277

70

308

70

Terminal

21

23

439

30

448

35

499

40

554

45

616

45

Persen

20

25

470

30

480

35

534

40

594

45

660

45

Persen

40

50

282

50

288

55

321

60

356

70

396

70

Persen

251

256

12

285

15

317

17

352

17

Desiminasi

94

96

107

119

132

VIII-7
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

4.401

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING
1

08

08

1.08.01

08

1.08.01

01

08

1.08.01

02

08

1.08.01

03

08

1.08.01

04

08

1.08.01

05

08

1.08.01

06

08

1.08.01

16

08

08

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Dana

LINGKUNGAN HIDUP

1.08.01

1.08.01

Badan Lingkungan Hidup

17

20

1.303

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Persentase jumlah
pengaduan masyarakat
Program Pengendalian
akibat adanya dugaan
Pencemaran Dan Perusakan
pencemaran dan/atau
Lingkungan Hidup
perusakan lingkungan
hidup yang ditindaklanjuti
Jumlah Laporan RKL, RPL

Program Perlindungan
Konservasi Sumber Daya Alam

Program Peningkatan
Pengendalian Polusi

Ketersediaan system
pengelolaan pelayanan
limbah B3 disetiap kegiatan
yang berpotensi
mencemari lingkungan
Cakupan pengawasan
terhadap pelaksanaan
amdal
Cakupan konservasi
sumber daya alam
Pelestarian dan
pemanfaatan
keanekaragaman hayati
Jumlah usaha dan/atau
kegiatan yang mentaati
persyaratan administrasi
dan teknis pencegahan
pencemaran air.
Jumlah usaha dan/atau
kegiatan sumber tidak
bergerak yang memenuhi
persyaratan administratif
dan teknis pencegahan
pencemaran udara.

1.332

1.481

1.647

80

85

39

87

40

94

44

96

49

98

55

98

Persen

75

80

52

85

53

90

59

95

66

100

73

100

Persen

52

53

59

66

73

Orang

13

13

15

16

18

Persen

75

80

39

85

40

90

44

95

49

100

55

100

Persen

85

90

13

95

13

97

15

97

16

99

18

99

Persen

100

100

117

100

120

100

133

100

148

100

165

100

Laporan

25

30

35

40

45

45

System

Laporan

15

20

25

30

35

35

Laporan

Laporan

Kegiatan

Kegiatan

10

91

93

52

10

15

104

53

15

20

115

59

20

128

66

25

25

30

VIII-8
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

1.830

Persen

1
1

73

25

30

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

08

1.08.01

34

Program Pengembangan
Kinerja Pengelolaan Sampah

08

1.08.01

24

Program pengelolaan ruang


terbuka hijau (RTH)

08

1.08.01

18

08

1.08.01

19

08

1.08.01

21

08

1.08.01

22

08

1.08.01

23

08

1.08.02

08

1.08.02

01

08

1.08.02

02

08

1.08.02

03

08

1.08.02

04

08

1.08.02

05

08

1.08.02

06

08

1.08.02

25

08

1.08.02

26

Program Rehabilitasi dan


Pemulihan Cadangan Sumber
Daya Alam
Program Peningkatan Kualitas
dan Akses Informasi Sumber
Daya Alam dan Lingkungan
Hidup
Program pengembangan
ekowisata dan jasa lingkungan
dikawasan-kawasan konservasi
laut dan hutan
Program pengendalian
kebakaran hutan
Program pengelolaan dan
rehabilitasi ekosistem pesisir
dan laut
Badan Penanggulangan
Bencana Daerah
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)
Lahan dan/atau tanah
untuk produksi biomassa
yang telah ditetapkan dan
diinformasikan status
kerusakannya
Persentase penanganan
sampah
Rasio Ruang Terbuka Hijau
per Satuan Luas Wilayah
ber HPL/HGB
Jumlah areal sumber daya
alam yang direhabilitasi
dan dikonservasi
Jumlah dan jenis data dan
informasi sumber daya
alam dan lingkungan
Jumlah kawasan konservasi
yang dikembangkan
ekowisata dan jasa
lingkungan
Cakupan pelayanan
bencana kebakaran hutan
Cakupan areal ekosistem
pesisir yang dikelola dan
direbilitasi

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pencegahan Dini dan
Jumlah penanganan
Penanggulangan Korban
penanggulangan bencana
Bencana
Jumlah pelatihan
Program Tanggap Darurat
pengkajian secara tepat
terhadap lokasi bencana

2014
Satuan

Status kerusakan
lahan yang telah
ditetapkan

Kondisi Awal

Target

28

2015
Dana

Target

28

2016
Dana

Target

30

2017
Dana

Target

34

2018
Dana

Target

38

42

42

Persen

60

65

65

67

65

74

70

82

70

92

70

RTH

30

248

30

253

30

281

30

313

30

348

30

Kawasan

235

240

267

296

10

329

10

data

104

107

119

132

146

Kawasan

39

40

44

49

55

Kawasan

104

107

119

132

146

kawasan

39

40

44

49

55

784

801

891

991

1.101

Persen

100

100

31

100

32

100

36

100

40

100

44

100

Persen

75

75

24

75

24

75

27

75

30

75

33

75

Persen

10

10

11

Orang

24

24

27

30

33

Persen

25

35

31

40

32

45

36

50

40

55

44

55

Persen

60

90

31

90

32

90

36

95

40

96

44

96

Penanganan

12

78

80

89

12

99

110

Pelatihan

196

200

223

248

275

VIII-9
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

08

08

10

10

1.08.02
1.08.02

27
28

1.10.01

10

1.10.01

01

10

1.10.01

02

01

1.10.01

03

10

1.10.01

04

10

1.10.01

05

10

1.10.01

06

10

1.10.01

15

11

11

1.11.01

11

1.11.01

01

11

1.11.01

02

11

1.11.01

03

11

1.11.01

04

11

1.11.01

05

11

1.11.01

06

Program Tanggap Pasca


Bencana
Program Logistik dan Peralatan

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

2014
Satuan

Jumlah penanganan
penanggulangan bencana

Penanganan

Jumlah penanganan
penanggulangan bencana

Penanganan

KEPENDUDUKAN DAN
PENCATATAN SIPIL
Dinas Kependudukan Dan
Pencatatan Sipil
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Persentase penduduk yang
Program Penataan Administrasi
memiliki dokumen
Kependudukan
kependudukan
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
Badan Pemberdayaan
Perempuan Dan Keluarga
Berencana
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

12

235

240

267

12

297

330

12

125

128

143

12

158

176

1.448

1.481

1.646

1.830

2.034

Persen

85

90

43

91

44

92

49

93

55

94

61

94

Persen

85

90

58

91

59

92

66

94

73

95

81

95

Persen

58

59

66

73

81

Orang

14

15

16

18

20

Persen

80

85

43

90

44

92

49

93

55

95

61

95

Persen

100

100

14

100

15

100

16

100

18

100

20

100

Persen

80

85

1.216

90

1.244

95

1.383

100

1.538

100

1.709

100

1.094

1.119

1.244

1.383

1.537

Persen

20

20

88

21

89

25

100

26

111

30

123

30

Persen

20

20

44

22

45

28

50

30

55

35

61

35

Persen

44

45

50

55

61

Orang

11

11

12

14

15

Persen

60

55

33

50

34

49

37

48

41

47

46

47

Persen

80

81

22

83

22

85

25

87

28

90

31

90

VIII-10
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

11

1.11.01

15

11

1.11.01

16

11

1.11.01

17

11

1.11.01

18

11

1.11.01

20

12

1.11.01

15

12

1.11.01

17

12

1.11.01

18

12

1.11.01

19

12

1.11.01

21

13

1.11.01

22

12

1.11.01

23

12

1.11.01

25

14

14

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Jumlah pelaksanaan
Program Keserasian Kebijakan
sosialisasi bagi masyarakat
Peningkatan Kualitas Anak Dan
tentang KDRT dan
Perempuan
perlindungan anak
Program Penguatan
Jumlah paket fasilitasi
Kelembagaan Pengarustamaan
pengembangan P2TP2A
Gender Dan Anak
Meningkatnya
kualitas
Program Peningkatan Kualitas hidup dan persamaan
Hidup Dan Perlindungan
persepsi
kepada
para
Perempuan
penanggung
jawab
program
Meningkatnya kemampuan
Program Peningkatan Peran
perempuan dalam menata
Serta Dan Kesetaraan Jender
kelola P2WKSS dalam
Dalam Pembangunan
pembangunan
Program Penguatan
Meningkatnya Peran serta
Kelembagaan (P2WKSS)
dan kesetaraan Gender
Persentase Meningkatnya
Program Keluarga Berencana
peserta KB baru dan KB
aktif
Persentase Meningkatnya
Program Pelayanan Kontrasepsi pelayanan KB baru dan KB
aktif
Program Pembinaan Peran
Persentase meningkatnya
Serta Masyarakat Dalam
jumlah akseptor KB
Pelayanan KB/KR Yang Mandiri mandiri
Program promosi kesehatan
Meningkatnya kemampuan
ibu, bayi dan anak melalui
kader dalam kelompok BKB
kelompok kegiatan di
melakukan penyuluhan
masyarakat
Program peningkatan
Persentase Meningkatnya
penanggulangan narkoba, PMS wawasan remaja terhadap
termasuk HIV Aids
narkoba, PMS dan HIV Aids
Persentase tersedianya
Program Pengembangan Bahan
bahan informasi tentang
Informasi tentang Pengasuhan
pengasuhan tunbuh
dan Pembinaan Tumbuh
kembang anak dikelompok
Kembang Anak
BKB,BKR dan BKL
Persentase meningkatnya
jumlah tenaga pendamping
Program Penyiapan Tenaga
kelompok bina keluarga
Pendamping Kelompok Bina
yang mampu
Keluarga
menggerakkan partisipasi
masyarakat
Program Penguatan
Meningkatnya
Kelembagaan Keluarga Kecil
kelembagaan keluarga kecil
Berkualitas
berkualitas

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Dana

Sosialisasi

88

89

100

111

123

Paket

77

78

87

97

108

kegiatan

111

113

124

138

154

Kelompok

137

140

154

174

197

Persen

50

50

60

55

61

60

70

65

75

70

80

70

Persen

78,5

78,6

98

78,7

101

78,8

112

78,9

124

80

138

80

Persen

76

78

109

79

112

79

124

80

138

81

154

81

Persen

100

100

88

100

89

100

100

100

111

100

123

100

Persen

100

100

11

100

11

100

12

100

14

100

15

100

Persen

85

87

11

90

11

93

12

95

14

97

15

97

Persen

80

82

11

85

11

86

12

88

14

90

15

90

Persen

100

100

33

100

34

100

37

100

41

100

46

100

Persen

50

50

20

55

21

60

25

65

28

70

30

70

SOSIAL
1.14.01

Dinas Tenaga Kerja Dan Sosial

1.567

1.603

1.782

1.981

VIII-11
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

2.202

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

14

1.14.01

01

14

1.14.01

02

14

1.14.01

03

14

1.14.01

04

14

1.14.01

05

14

1.14.01

06

13

1.13.01

15

13

1.13.01

16

13

1.13.01

17

13

1.13.01

18

13

1.13.01

21

13

1.13.01

23

14

1.13.01

15

14

1.13.01

16

14

1.13.01

17

15

15

1.15.01

15

1.15.01

01

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah pegawai purna
tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pemberdayaan Fakir
Miskin, Komunitas Adat
Terpencil(KAT), Dan
Jumlah pelatihan yg
Penyandang Masalah
dilaksanakan
Kesejahteraan Sosial ( PMKS)
Lainnya
Program Pelayanan Dan
Rehabilitasi Kesejahteraan
Jumlah penanganan PMKS
Sosial
Program pembinaan anak
Jumlah anak terlantar yang
terlantar
dibina
Program Pembinaan Para
Jumlah penyandang cacat
Penyandang Cacat Dan Trauma dan Trauma yang dilatih
Program Pemberdayaan
Jumlah kelembagaan
Kelembagaan Kesejahteraan
kesejahteraan sosial yang
Sosial
dibina
Program Peningkatan
Meningkatnya kualitas
Kelembagaan Kesejahteraan
SDM kelembagaan
Sosial
kesejahteraan sosial
Program Peningkatan Kualitas Jumlah orang yg dilatih
Dan Produktivitas Tenaga Kerja mandiri
Jumlah pencari kerja yang
Program Peningkatan
dilatih untuk memenuhi
Kesempatan Kerja
kualifikasi perusahaan
Program Perlindungan Dan
Jumlah fasilitasi
Pengembangan Lembaga
penyelesaian perselisihan
Ketenagakerjaan
hubungan industrial
KOPERASI DAN USAHA KECIL
DAN MENENGAH
Dinas Perindustrian,
Perdagangan, Koperasi Dan
UMKM
Program Pelayanan
Cakupan pelayanan
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Persen

89,94

90

47

95

48

96

53

97

59

98

66

98

Persen

62,98

80

63

85

64

87

71

88

79

90

88

90

Persen

63

64

71

79

88

Orang

16

16

18

20

22

Persen

35

40

47

45

48

50

53

55

59

60

66

60

Persen

80

82

16

84

16

86

18

88

20

90

22

90

Pelatihan

423

433

481

535

595

Orang

10

125

10

128

10

143

10

158

10

176

10

Orang

10

122

10

122

10

136

10

218

10

242

10

Orang

13

13

125

13

128

13

143

13

158

13

176

13

Kelembagaan

94

96

107

98

72

Persen

50

55

50

60

54

65

60

70

60

75

60

75

Orang

32

40

110

40

112

40

125

40

139

40

154

40

Orang

16

16

141

16

144

20

160

20

178

20

198

20

Fasilitasi

20

18

125

16

128

14

143

12

158

10

176

10

2.894
Persen

85

90

87

2.959
91

89

3.290
93

99

3.658
94

110

VIII-12
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

4.065
95

122

95

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

15

1.15.01

02

15

1.15.01

03

15

1.15.01

04

15

1.15.01

05

15

1.15.01

06

15

1.15.01

15

15

1.15.01

18

15

1.15.01

16

15

1.15.01

17

06

1.15.01

15

06

1.15.01

17

06

1.15.01

18

06

1.15.01

19

07

1.15.01

15

07

1.15.01

16

07

1.15.01

17

07

1.15.01

19

17

17

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Cakupan pelayanan sarana


dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Penciptaan Iklim
Persentase UMKM yang
Usaha Kecil Menengah Yang
aktif
Kondusif
Program Peningkatan Kualitas
Persentase Koperasi aktif
Kelembagaan Koperasi
Program Pengembangan
Kewirausahaan Dan
Cakupan UMKM binaan
Keunggulan Kompetitif Usaha
Kecil Dan Menegah
Program Pengembangan Sistem Jumlah dana yang
Pendukung Bagi Usaha Mikro
disalurkan Pemerintah bagi
Kecil Dan Menengah
UMKM
Program Perlindungan
Persentase komoditas
Konsumen Dan Pengamanan
perdagangan diawasi
Perdagangan
peredarannyadi pasar
Program Peningkatan dan
Ekspor bersih perdagangan
Pengembangan Ekspor
Persentase Laju
Program Peningkatan Efesiensi
Pertumbuhan Nilai
Perdagangan Dalam Negeri
Perdagangan Dalam Negeri
Program Pembinaan Pedagang Cakupan bina kelompok
Kaki Lima Dan Asongan
pedagang/usaha informal
Program Peningkatan Kapasitas Persentase Industri
Iptek Sistem Produksi
berbasis Teknologi
Persentase Produktivitas
Program Pengembangan
industri kecil dan
Industri Kecil Dan Menengah
menengah
Program Peningkatan
Persentase Industri yang
Kemampuan Teknologi Industri menerapkan SNI
Persentase Kelengkapan
Program Pengembangan
sarana dan prasarana
Sentra-Sentra Industri Potensial
sentra industri

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Dana

Persen

100

100

116

100

118

100

132

100

146

100

163

Persen

116

118

132

146

163

Orang

29

30

33

37

41

Persen

75

80

87

85

89

90

99

95

110

100

122

100

Persen

100

100

29

100

30

100

33

100

37

100

41

100

Persen

80

85

318

87

325

89

362

91

402

95

447

95

Persen

76,14

80

174

85

178

90

197

95

219

100

244

100

Persen

80

85

231

87

237

89

263

91

293

95

325

95

Rp. Milyar

55

59

231

66

237

70

263

75

293

80

325

80,377

Persen

70

72

203

75

207

77

230

80

256

85

285

85

35.000

36.000

174

37.000

178

40.000

197

45.000

219

50.000

244

50.000

Persen

70

73

174

75

178

77

197

80

219

83

244

83

Persen

75

78

159

80

163

85

181

90

201

95

224

95

Persen

10

13

145

15

148

18

164

20

183

25

203

25

Persen

70

73

260

75

266

77

296

80

329

83

366

83

Persen

231

237

263

11

293

12

325

12

Persen

65

70

130

78

133

80

148

83

165

86

183

86

US $

KEBUDAYAAN
1.17.01

Dinas Pemuda, Olahraga,


Kebudayaan Dan Pariwisata

2.286

2.337

2.599

2.889

VIII-13
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

3.211

100

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

17

1.17.01

01

17

1.17.01

02

17

1.17.01

03

17

1.17.01

04

17

1.17.01

05

17

1.17.01

06

17

1.17.01

15

17

1.17.01

16

17

1.17.01

17

18

1.17.01

16

18

1.17.01

18

18

1.17.01

20

18

1.17.01

21

18

1.17.01

19

04

1.17.01

15

04

1.17.01

16

04

1.17.01

17

19

19

1.19.01

19

1.19.01

01

19

1.19.01

02

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pengembangan Nilai
Jumlah kelompok kesenian
Budaya
Jumlah pemeliharaan
Program Pengelolaan Kekayaan
rumah betang dan balai
Budaya
adat
Program Pengelolaan
Jumlah penyelenggaraan
Keragaman Budaya
festival seni dan budaya
Program peningkatan peran
Jumlah pembinaan
serta kepemudaan
kepemudaan
Program upaya pencegahan
Jumlah Penyuluhan
penyalahgunaan narkoba
narkoba
Program Pembinaan Dan
Jumlah prestasi olahraga
Pemasyarakatan Olah Raga
Program Peningkatan Sarana
Jumlah sarana olahraga
Dan Prasarana Olah Raga
yang terbangun
Program Pengembangan
Jumlah pelatihan bidang
Kebijakan dan Manajemen Olah
olahraga
Raga
Persentase masyarakat
Program Pengembangan
yang mengetahui destinasi
Pemasaran Pariwisata
pariwisata
Program Pengembangan
Jumlah Objek destinasi
Destinasi Pariwisata
pariwisata
Program Pengembangan
Jumlah peningkatan mitra
Kemitraan
pariwisata
KESATUAN BANGSA DAN
POLITIK DALAM NEGERI
Badan Kesatuan Bangsa,
Politik Dan Perlindungan
Masyarakat
Program Pelayanan
Cakupan pelayanan
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Cakupan pelayanan sarana
Dan Prasarana Aparatur
dan prasarana aparatur

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Persen

100

100

91

100

93

100

104

100

116

100

128

100

Persen

100

100

91

100

93

100

104

100

116

100

128

100

Persen

23

23

26

29

32

Orang

69

70

78

87

96

Persen

40

50

23

60

23

70

26

75

29

80

32

80

Persen

100

100

69

100

70

100

78

100

87

100

96

100

Kelompok

10

183

15

187

20

208

20

231

25

257

25

Rumah betang

114

10

117

15

130

15

144

15

161

15

penyelenggaraan

229

234

260

289

321

pembinaan

160

164

182

10

202

11

225

11

penyuluhan

137

140

156

173

193

prestasi

183

187

208

231

257

sarana

15

137

17

140

18

156

19

173

20

193

20

pelatihan

114

117

130

144

161

Persen

30

40

206

50

210

60

234

70

260

80

289

80

Destinasi
pariwisata

274

280

312

347

10

385

10

Mitra pariwisata

183

187

208

231

257

1.987

2.031

2.259

2.511

2.791

Persen

80

84

79

88

81

92

90

96

100

100

112

100

Persen

90

92

79

94

81

96

90

98

100

100

112

100

VIII-14
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

19

1.19.01

03

19

1.19.01

04

19

1.19.01

05

19

1.19.01

06

19

1.19.01

15

19

1.19.01

16

19

1.19.01

17

19

1.19.01

18

19

1.19.01

20

19

1.19.01

21

19

1.19.01

22

19

1.19.02

19

1.19.02

01

19

1.19.02

02

19

1.19.02

03

19

1.19.02

04

19

1.19.02

05

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Tingkat Penyelesaian
Program Peningkatan
pelanggaran K3
Keamanan Dan Kenyamanan
(Ketertiban, Ketentraman
Lingkungan
dan Keindahan)
Program pemeliharaan
kantrantibmas dan pencegahan Angka kriminalitas
tindak kriminal
Jumlah Pembinaan
Program Pengembangan
terhadap LSM, Ormas dan
Wawasan Kebangsaan
OKP
Program kemitraan
Jumlah kemitraan
pengembangan wawasan
pembinaan terhadap LSM,
kebangsaaan
Ormas dan OKP
Program peningkatan
Persentase kasus PEKAT
pemberantasan penyakit
yang ditangani
masyarakat (pekat)
Program Pendidikan Politik
Jumlah kegiatan
Masyarakat
pembinaan politik daerah
Persentase korban
Program Pencegahan Dini Dan
bencana yang menerima
Penanggulangan Korban
bansos selama masa
Bencana Alam
tanggap darurat
Kantor Satuan Polisi Pamong
Praja
Program Pelayanan
Cakupan pelayanan
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Cakupan pelayanan sarana
Dan Prasarana Aparatur
dan prasarana aparatur
Program Peningkatan Disiplin Jumlah pelanggaran
Aparatur
Pegawai Negeri Sipil
Program Fasilitasi Pindah/Purna Jumlah PNS yang
Tugas PNS
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Persen

20

20

23

25

28

Orang

60

61

68

75

84

Persen

65

70

20

75

20

80

23

85

25

90

28

90

Persen

90

92

119

94

122

96

136

98

151

100

167

100

Persentase

80

82

179

84

183

86

203

88

226

90

251

90

Kriminalitas

238

244

271

301

335

8,8

Pembinaan

238

244

271

301

335

Kemitraan

358

366

407

452

502

Persen

70

75

258

80

264

85

294

90

326

95

363

95

Kegiatan

179

183

203

226

251

Persen

85

90

159

92

163

94

181

96

201

98

223

98

980

1.002

1.114

1.238

1.376

Persen

80

90

39

95

40

100

45

100

50

100

55

100

Persen

60

65

29

70

30

75

33

80

37

85

41

85

Persen

20

20

10

15

10

15

11

10

12

14

Orang

29

30

33

37

41

Persen

85

90

39

90

40

95

45

100

50

100

55

VIII-15
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

100

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan
Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
Keuangan
Program Peningkatan
Keamanan Dan Kenyamanan
Lingkungan
Program Pemeliharaan
Kantrantibmas Dan
Pencegahan Tindak Kriminal

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Dana

Tingkat ketepatan
menyerahkan laporan
kinerja dan keuangan

Persen

100

100

39

100

40

100

45

100

50

100

55

100

Persentase Penyelesaian
Pelanggaran K3

Persen

50

60

284

70

290

80

323

90

359

100

399

100

kriminalitas

216

220

245

272

303

8,8

Fasilitasi

118

120

134

149

165

Persen

50

60

176

70

180

80

200

90

223

100

248

100

19

1.19.02

06

19

1.19.02

15

19

1.19.02

16

19

1.19.02

17

Program Pengembangan
Wawasan Kebangsaan

Jumlah Fasilitasi
pengembangan wawasan
kebangsaan

19

1.19.02

20

Program Peningkatan
Pemberantasan Penyakit
Masyarakat(Pekat)

Persentase pemberantasan
PEKAT

20

20

Angka kriminalitas

PEMERINTAHAN UMUM
1.20.03

Sekretariat Daerah

20

1.20.03

01

20

1.20.03

02

20

1.20.03

03

20

1.20.03

04

20

1.20.03

05

20

1.20.03

06

20

1.20.03

16

20

1.20.03

17

20

1.20.03

20

20

1.20.03

25

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Cakupan pelayanan
Program Peningkatan
kedinasan untuk Kepala
Pelayanan Kedinasan Kepala
Daerah/Wakil Kepala
Daerah/Wakil Kepala Daerah
Daerah
Program Peningkatan Dan
Cakupan pelayanan
Pengembangan Pengelolaan
pengelolaan keuangan
Keuangan Daerah
daerah
Program Peningkatan Sistim
Cakupan Pengawasan
Pengawasan Internal dan
Internal Kebijakan Kepala
Pengendalian Pelaksanaan
Daerah
Kebijakan Kepala Daerah
Program Peningkatan
Jumlah Kerjasama dengan
Kerjasama antar Pemerintah
Pemerintah Daerah Lain
Daerah

29.902

30.574

33.997

37.795

42.006

Persen

95

95

1.196

95

1.223

95

1.360

100

1.512

100

1.680

100

Persen

80

85

897

87

917

90

1.020

95

1.134

95

1.260

95

Persen

299

306

340

378

420

Orang

10

10

897

10

917

10

1.020

10

1.134

10

1.260

10

Persen

70

75

1.196

80

1.223

85

1.360

90

1.512

95

1.680

95

Persen

100

100

1.196

100

1.223

100

1.360

100

1.512

100

1.680

100

Persen

80

80

3.588

85

3.669

90

4.080

90

4.535

95

5.041

95

Persen

50

55

4.485

60

4.586

65

5.100

70

5.669

75

6.301

75

Persen

70

75

299

75

306

75

340

80

378

80

420

80

Kerjasama

299

10

306

10

340

10

378

10

420

10

VIII-16
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

20

1.20.03

26

20

1.20.03

30

20

1.20.03

31

20

1.20.03

35

20

1.20.03

36

20

1.20.03

37

20

1.20.03

60

01

1.20.03

29

02

1.20.03

24

06

1.20.03

15

06

1.20.03

17

06

1.20.03

20

06

1.20.03

21

06

1.20.03

25

08

1.20.03

16

08

1.20.03

17

08

1.20.03

19

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Jumlah peraturan
perundang-undangan yang
dibuat
Dokumen analisis beban
Program Pembinaan dan
kerja, analisis jabatan, dan
Pengembangan Aparatur
analisis evaluasi jabatan
PNS
Program Pembinaan dan
Meningkatnya SDM
Pengembangan Organisasi dan kelembagaan organisasi
Ketatalaksanaan
perangkat daerah
Cakupan Pelayanan
Program Pengembangan
Fasilitasi Pelaksanaan
Lembaga Keagamaan
Ibadah Haji
Cakupan Fasilitasi
Program Pembangunan dan
Pembinaan Keragaman
Pembauran Keragaman Budaya
Budaya Lokal
Program Pembinaan dan
Cakupan Pembinaan
Pengembangan Organisasi dan keorganisasian dan
Ketatlaksanaan
ketatalaksanaan
Program Pengembangan
Cakupan pelayanan ibadah
Lembaga Keagamaan
haji
Program Pembinaan Usaha
Cakupan pembinaan usaha
Sekolah
sekolah (UKS)
Program Pelayanan Kesehatan
Jumlah laporan Monev
Penduduk Miskin
Program Pengembangan
Jumlah Dokumen Profil
Data/Informasi
Daerah
Program pengembangan
Jumlah Tata Batas Wilayah
wilayah perbatasan
yang terfasilitasi
Cakupan PNS yang
Program peningkatan kapasitas
memperoleh kesempatan
kelembagaan perencanaan
mengikuti diklat
pembangunan daerah
perencanaan
Program perencanaan
Jumlah dokumen
pembangunan daerah
perencanaan
Jumlah dokumen
Program Perencanaan daerah
perencanaan daerah rawan
Rawan Bencana
bencana
Program Pengendalian
Jumlah kebijakan tentang
Pencemaran Dan Perusakan
lingkungan hidup
Lingkungan Hidup
Jumlah dokumen
Program Perlindungan dan
pengendalian dan
Konservasi SDA
pengawasan pemanfaatan
SDA
Cakupan Pembinaan
Program Peningkatan Kualitas
peningkatan kualitas dan
dan Akses Informasi SDA dan
akses informasi terkait SDA
Lingkungan Hidup
dan LH
Program Penataan Peraturan
Perundang-Undangan

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Perda

1.234

1.254

10

1.440

12

1.643

12

2.075

12

Dokumen

135

145

150

155

160

Persen

65

70

270

73

275

75

280

80

290

85

95

85

Persen

70

75

299

75

306

80

340

80

378

85

420

85

Persen

50

50

299

50

306

50

340

50

378

50

420

50

Persen

70

70

129

80

131

80

160

85

193

85

220

85

Persen

65

70

270

75

275

80

280

85

285

90

300

90

Persen

60

65

25

70

30

75

35

80

40

81

45

81

laporan

25

30

35

40

45

Dokumen

299

306

340

378

420

Tata Batas

1.495

1.529

1.700

1.890

2.100

Persen

30

35

299

40

306

45

340

50

378

55

420

55

Dokumen

299

306

340

378

420

Dokumen

299

306

340

378

420

Kebijakan

299

306

340

378

420

Dokumen

299

306

340

378

420

Persen

20

20

299

20

306

25

340

25

378

25

420

25

VIII-17
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

09

1.20.03

15

09

1.20.03

16

09

1.20.03

17

15

1.20.03

17

15

1.20.03

18

16

1.20.03

15

17

1.20.03

15

17

1.20.03

17

18

1.20.03

16

18

1.20.03

20

19

1.20.03

15

19

1.20.03

17

19

1.20.03

22

21

1.20.03

17

22

1.20.03

17

22

1.20.03

18

23

1.20.03

15

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Pembangunan Sistem
Pendaftaran Tanah
Program Penataan,
Penguasaan, Pemilikan,
Penggunaan dan Pemanfaatan
Tanah

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Tersedianya sistem
pendaftaran tanah
Persentase Ketersediaan
Tanah Untuk Keperluan
Pembangunan Sarana dan
Prasarana Umum
Persentase konflik
Program Penyelesaian Konflikpertanahan yang
Konflik Pertanahan
terfasilitasi
Program Pengembangan Sistem Persentase permodalan
Pendukung Bagi Usaha Mikro
yang dapat difasilitasi oleh
Kecil Dan Menengah
Pemerintah
Program Peningkatan Kualitas Cakupan pembinaan
Kelembagaan Koperasi
terhadap Koperasi
Persentase SDM Bidang
Program Peningkatan Promosi
Promosi dan Kerjasama
dan Kerjasa Investasi
Investasi
Meningkatnya peran dan
Program Pengembangan Nilai
fungsi lembaga
Budaya
kedamangan
Cakupan Fasilitasi
Program Pengelolaan
Pengelolaan dan Promosi
Keragaman Budaya
Budaya dan Pariwisata
Program peningkatan peran
Jumlah Organisasi
serta kepemudaan
Kepemudaan yang dibina
Cakupan pembinaan
Program Pembinaan Dan
terhadap Organisasi
Pemasyarakatan Olah Raga
Keolahragaan
Cakupan Pembinaan
Program Peningkatan
Terhadap Penciptaan
Keamanan Dan Kenyamanan
Lingkungan yang aman dan
Lingkungan
nyaman
Jumlah Peringatan hari-hari
Program Pengembangan
besar Bersejarah yang
Wawasan Kebangsaan
dilaksanakan
Cakupan Pembinaan
Program Pencegahan Dini Dan
Terhadap Pencegahan dan
Penanggulangan Korban
Penanggulangan Bencana
Bencana Alam
Alam
Program Pembinaan Dan
Cakupan pembinaan dan
Pengembangan Aparatur
pengembangan aparatur
Program Peningkatan
Cakupan Pembinaan
Partisipasi Masyarakat Dalam Partisipasi Masyarakat
Membangun Desa
Dalam Membangun Desa
Program Peningkatan Kapasitas Cakupan Pembinaan
Aparatur Pemerintah Desa
Aparatur Pemerintah Desa
Program Pengembangan
Jumlah Dokumen Statistik
Data/Informasi/Statistik Daerah

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

sistem

1.744

1.774

1.970

2.188

2.430

Persen

40

50

299

60

306

60

340

70

378

70

420

70

Persen

40

45

299

50

306

55

340

60

378

65

420

65

Persen

20

25

1.196

30

1.223

35

1.360

40

1.512

45

1.680

45

Persen

30

35

299

40

306

45

340

50

378

50

420

50

Persen

20

20

299

20

306

25

340

25

378

25

420

25

Persen

50

60

50

65

60

70

70

75

80

80

90

80

Persen

30

30

299

30

306

40

340

40

378

40

420

40

Organisasi
kepemudaan

20

20

299

20

306

20

340

20

378

20

420

20

Persen

50

50

299

50

306

50

340

50

378

50

420

50

Persen

30

35

299

40

306

45

340

50

378

55

420

55

Peringatan

299

306 4

340

378

420

Persen

20

25

299

30

306 35

340

40

378

45

420

45

Persen

70

70

897

75

917

80

1.020

80

1.134

85

1.260

85

Persen

30

30

299

30

306

40

340

40

378

40

420

40

Persen

70

70

299

70

306

70

340

80

378

80

420

80

Dokumen

299

306

340

378

420

VIII-18
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING

25

1.20.03

15

25

1.20.03

17

25

1.20.03

18

06

1.20.03

19

08

1.20.03

15

20

1.20.04

20

1.20.04

01

20

1.20.04

02

20

1.20.04

03

20

1.20.04

04

20

1.20.04

05

20

1.20.04

06

20

1.20.04

15

20

1.20.05

20

1.20.05

01

20

1.20.05

02

20

1.20.05

03

20

1.20.05

04

20

1.20.05

05

20

1.20.05

06

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Pengembangan
Komunikasi, Informasi dan
Media Massa
Program Fasilitasi Peningkatan
SDM dalam Bidang Komunikasi
dan Informasi
Program Kerjasama Informasi
Dengan Mass Media

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Cakupan Pengembangan
Komunikasi, Informasi dan
Media Massa
Jumlah Personil yang
mengikuti diklat bidang
Komunikasi dan Informasi
Jumlah Kerjasama Dengan
Media Massa
Cakupan Pembinaan
Program Pembinaan Pedagang
Terhadap Pedagang Kaki
Kaki Lima Dan Asongan
Lima dan Asongan
Jumlah Sarana dan
Program Pengembangan
Prasarana umum di
Wilayah Transmigrasi
Wilayah Transmigrasi
Sekretariat DPRD
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Peningkatan Kapasitas Persentase Prolegda yang
Lembaga Perwakilan Rakyat
terselesai

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

Dana

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

80

80

299

80

306

90

340

90

378

90

420

90

Orang

10

10

299

10

306

15

340

15

378

15

420

15

Kerjasama

299

306

10

340

10

378

10

420

10

Persen

20

25

299

25

306

30

340

30

378

40

420

40

Sarana dan
prasarana

10

12

299

15

306

15

340

15

378

15

420

15

6.858

7.012

7.797

8.668

9.634

Persen

80

85

960

90

982

93

1.092

97

1.213

100

1.349

100

Persen

80

85

1.029

90

1.052

92

1.169

96

1.300

100

1.445

100

Persen

69

70

78

87

96

Orang

206

210

234

260

289

Persen

75

78

274

80

280

81

312

85

347

90

385

90

Persen

90

92

480

94

491

95

546

96

607

100

674

100

Persen

90

91

3.840

91

3.927

92

4.366

92

4.854

94

5.395

94

Persen

85

87

118

89

120

93

134

95

149

97

165

97

Persen

80

85

88

87

90

90

100

93

111

95

124

95

Persen

29

30

33

37

41

Orang

88

90

100

111

124

Persen

75

80

118

85

120

90

134

95

149

100

165

100

Persen

100

100

705

100

721

100

802

100

892

100

991

100

2.939

3.005

3.341

3.715

4.129

VIII-19
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

Persen

Dinas Pendapatan Daerah


Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

2015

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING

20

1.20.05

17

20

1.20.05

23

20

1.20.05

26

20

1.20.05

34

06

1.20.05

19

20

1.20.07

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan Dan
Pengembangan Pengelolaan
Keuangan Daerah
Program optimalisasi
pemanfaatan teknologi
informasi
Program Penataan Peraturan
Perundang-Undangan
Program Pembinaan Pedagang
Pasar

2014

20

1.20.07

01

20

1.20.07

02

20

1.20.07

03

20

1.20.07

04

20

1.20.07

05

20

1.20.07

06

20

1.20.07

20

20

1.20.07

21

20

1.20.07

22

20

1.20.09

20

1.20.09

01

20

1.20.09

02

2016

2017

2018

Satuan

Persentase Pertumbuhan
Penerimaan Keuangan
Daerah

Persen

70

75

1.028

76

1.032

77

1.143

79

1.267

82

1.400

82

Jumlah Aplikasi Teknologi


Informasi

Aplikasi TI

588

601

668

743

826

Perda

88

90

100

111

124

Persen

50

55

59

60

60

65

67

70

74

75

83

75

Persen

55

60

30

65

50

70

60

75

70

80

86

80

Jumlah peraturan yang di


Perda kan
Cakupan Pembinaan
Pedagang Pasar
Cakupan pembinaan
Program pembinaan pedagang
pedagang kaki lima dan
kaki lima dan asongan
asongan

Kondisi Awal

Target

Dana

Inspektorat

2015

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Persentase PNS
Program Fasilitasi Pindah/Purna
pindah/purna tugas yang
Tugas PNS
terfasilitasi
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Peningkatan Sistem
Pengawasan Internal Dan
Penurunan jumlah temuan
Pengendalian Pelaksanaan
dalam Audit BPK
Kebijakan Kdh
Program Peningkatan
Jumlah aparatur yang
Profesionalisme Tenaga
dapat diikutsertakan dalam
Pemeriksa Dan Aparatur
diklat teknis pengawasan
Pengawasan
Program penataan dan
penyempurnaan kebijakan
Jumlah sistem dan
sistem dan prosedur
prosedur pengawasan
pengawasan
Badan Kepegawaian,
Pendidikan, dan Pelatihan
Daerah
Program Pelayanan
Cakupan pelayanan
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Cakupan pelayanan sarana
Dan Prasarana Aparatur
dan prasarana aparatur

Target

Dana

1.176

Target

Dana

1.202

Target

Dana

1.337

Target

1.486

1.651

Persen

90

90

47

90

48

90

53

90

59

90

66

90

Persen

90

90

35

90

36

90

40

90

45

90

50

90

Persen

90

90

12

90

12

90

13

90

15

90

17

90

Orang

100

100

176

100

180

100

200

100

223

100

248

100

Persen

80

80

47

100

48

100

53

100

59

100

66

100

Persen

100

100

47

100

48 100

53

100

59

100

66

100

Temuan Audit

18

15

247

14

252 13

281

11

312

10

347

10

Orang

11

18

294

22

301 26

334

30

371

30

413

30

sistem

270

276 1

307

342

380

2.580

2.638

2.933

3.261

3.624

Persen

100

100

103

100

106 100

117

100

130

100

145

100

Persen

80

90

77

100

79 100

88

100

98

100

109

100

VIII-20
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

20

1.20.09

03

20

1.20.09

04

20

1.20.09

05

20

1.20.09

06

20

1.20.09

28

20

1.20.09

30

20

1.20.10

20

1.20.10

01

20

1.20.10

02

20

1.20.10

03

20

1.20.10

04

20

1.20.10

05

20

1.20.10

06

20

1.20.10

20

20

1.20.10

26

20

1.20.10

31

20

1.20.10

32

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Persentase PNS yang telah
memenuhi persyaratan
Program Pendidikan Kedinasan pendidikan formal dan
nonformal sesuai dengan
bidang tugasnya
Jumlah aparatur yang
Program Pembinaan Dan
memperoleh pembinaan
Pengembangan Aparatur
dan pengembangan karir
Badan pelayanan dan
perizinan terpadu
Program Pelayanan
Cakupan pelayanan
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Cakupan pelayanan sarana
Dan Prasarana Aparatur
dan prasarana aparatur
Program Peningkatan Disiplin Jumlah pelanggaran
Aparatur
Pegawai Negeri Sipil
Program Fasilitasi Pindah/Purna Jumlah PNS yang
Tugas PNS
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program peningkatan sistem
Tingkat pelayanan
pengawasan internal dan
perijinan sesuai dengan
pengendalian pelaksanaan
mekanisme perijinan dan
kebijakan KDH
ketentuan yang berlaku
Program Penataan Peraturan
Jumlah perda dan perbup
Perundang-Undangan
mengenai perijinan
Program peningkatan sistem
Persentase pemahaman
informasi manajemen perizinan masyarakat terhadap
terpadu
sistem pelayanan
Program pengembangan
Persentase administrasi
administrasi pelayanan
perijinan yang terverifikasi
perizinan

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Persen

232

237

264

293

326

Orang

77

79

88

98

109

Persen

90

92

103

93

106

94

117

95

130

96

145

96

Persen

90

93

103

94

106

95

117

96

130

97

145

97

Persen

50

57

955

76

976

85

1.085

90

1.206

95

1.341

95

Orang

230

150

929

150

950

150

1.056

150

1.174

150

1.305

150

849

868

965

1.073

1.193

Persen

65

68

93

73

95

75

106

80

118

85

131

85

Persen

60

70

34

73

35

75

39

80

43

83

48

83

Persen

42

43

48

54

60

Orang

68

69

77

86

95

Persen

60

65

34

68

35

70

39

73

43

75

48

75

Persen

70

73

34

75

35

80

39

82

43

85

48

85

Persen

55

60

32

60

32

63

43

67

55

70

70

70

Perda

187

191

212

236

262

Persen

70

72

153

75

156

80

174

83

193

87

215

87

Persen

75

80

25

82

26

85

29

87

32

91

36

91

VIII-21
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING

20

1.20.10

55

20

1.20.10

56

20

1.20.11

20

1.20.11

01

20

1.20.11

02

20

1.20.11

03

20

1.20.11

04

20

1.20.11

05

20

1.20.11

06

20

1.20.11

19

03

1.20.11

18

20

1.20.12

20

1.20.12

01

20

1.20.12

02

20

1.20.12

03

20

1.20.12

04

20

1.20.12

05

20

1.20.12

06

20

1.20.12

19

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program peningkatan sistem
informasi manajemen Badan
Pelayanan Perijinan Terpadu
Program pengembangan
administrasi pelayanan
perijinan
Kecamatan Kapuas Barat

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Dana

Dokumen perijinan
(leaflet/brosur, buku,
profil)

Dokumen

52

55

60

65

70

Cakupan pemeriksaan
lapangan

Persen

70

70

94

75

95

80

100

85

105

90

110

90

Persen

75

80

16

85

16

87

18

89

20

92

23

92

Persen

60

65

40

70

41

75

46

80

51

85

56

85

Persen

36

37

41

46

51

Orang

12

12

14

15

17

Persen

75

79

60

83

62

87

68

90

76

93

85

93

Persen

80

84

16

87

16

90

18

93

20

95

23

95

Persen

80

85

104

90

107

95

119

97

132

100

147

100

Persen

50

55

116

60

119

65

132

70

147

75

164

75

Persen

75

80

15

85

15

87

17

89

18

92

21

92

Persen

60

65

37

70

37

75

42

80

46

85

51

85

Persen

33

34

37

42

46

Orang

11

11

12

14

15

Persen

75

79

55

83

56

87

62

90

69

93

77

93

Persen

80

84

15

87

15

90

17

93

18

95

21

95

Persen

80

85

91

90

93

95

104

97

116

100

128

100

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program
Persentase jalan desa yang
rehabilitasi/pemeliharaan jalan
terpelihara
dan jembatan

402

Kecamatan Pulau Petak


Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa

411

366

457

374

508

416

564

462

514

VIII-22
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING

20

1.20.12

28

20

1.20.12

30

20

1.20.13

20

1.20.13

01

20

1.20.13

02

20

1.20.13

03

20

1.20.13

04

20

1.20.13

05

20

1.20.13

06

20

1.20.13

19

20

1.20.13

28

20

1.20.13

30

20

1.20.14

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Pembinaan
Pemerintahan Umum
Kecamatan

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan Kapuas Kuala
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

Dana

20

1.20.14

01

20

1.20.14

02

20

1.20.14

03

20

1.20.14

04

20

1.20.14

05

20

1.20.14

06

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

75

79

37

81

37 83

42

85

46

88

51

88

Persen

80

85

73

87

75 90

83

93

92

95

103

95

Persen

75

80

14

85

15 87

16

89

18

92

20

92

Persen

60

65

36

70

37 75

41

80

45

85

50

85

Persen

32

33 4

37

41

45

Orang

11

11 1

12

14

15

Persen

75

79

54

83

55 87

61

90

68

93

76

93

Persen

80

84

14

87

15 90

16

93

18

95

20

95

Persen

80

85

90

90

92 95

102

97

114

100

126

100

Persen

75

79

36

81

37 83

41

85

45

88

50

88

Persen

80

85

72

87

73 90

82

93

91

95

101

95

359

367

359

367

408

454

408

505

454

505

Persen

75

80

14

85

15 87

16

89

18

92

20

92

Persen

60

65

36

70

37 75

41

80

45

85

50

85

Persen

32

33 4

37

41

45

Orang

11

11 1

12

14

15

Persen

75

79

54

83

55 87

61

90

68

93

76

93

Persen

80

84

14

87

15 90

16

93

18

95

20

95

VIII-23
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

Persen

Kecamatan Kapuas Hulu


Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

2015

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING

20

1.20.14

19

20

1.20.14

28

20

1.20.14

30

20

1.20.15

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Pembinaan Dan
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan
Desa
Program Pembinaan
Pemerintahan Umum
Kecamatan

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Persentase administrasi
pengelolaan keuangan
desa
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

Dana

20

1.20.15

01

20

1.20.15

02

20

1.20.15

03

20

1.20.15

04

20

1.20.15

05

20

1.20.15

06

20

1.20.15

19

20

1.20.15

28

20

1.20.15

30

20

1.20.16

20

1.20.16

01

20

1.20.16

02

20

1.20.16

03

20

1.20.16

04

20

1.20.16

05

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan Kapuas Hilir
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

80

85

90

90

92 95

102

97

114

100

126

100

Persen

75

79

36

81

37 83

41

85

45

88

50

88

Persen

80

85

72

87

73 90

82

93

91

95

101

95

372

381

423

471

523

Persen

75

80

15

85

15 87

17

89

19

92

21

92

Persen

60

65

37

70

38 75

42

80

47

85

52

85

Persen

34

34 4

38

42

47

Orang

11

11 1

13

14

16

Persen

75

79

56

83

57 87

63

90

71

93

78

93

Persen

80

84

15

87

15 90

17

93

19

95

21

95

Persen

80

85

93

90

95 95

106

97

118

100

131

100

Persen

75

79

37

81

38 83

42

85

47

88

52

88

Persen

80

85

74

87

76 90

85

93

94

95

105

95

506

518

575

640

711

Persen

75

80

20

85

21 87

89

26

92

28

92

Persen

60

65

51

70

52 75

80

64

85

71

85

Persen

46

47 4

58

64

Orang

15

16 1

19

21

Persen

75

79

76

83

78 87

13

90

96

93

107

93

VIII-24
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

Persen

Kecamatan Selat
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

2015

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING

20

1.20.16

06

20

1.20.16

19

20

1.20.16

28

20

1.20.16

30

20

1.20.17

20

1.20.17

01

20

1.20.17

02

20

1.20.17

03

20

1.20.17

04

20

1.20.17

05

20

1.20.17

06

20

1.20.17

19

20

1.20.17

28

20

1.20.17

30

20

1.20.18

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan
Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan
Desa
Program Pembinaan
Pemerintahan Umum
Kecamatan

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)
Tingkat ketepatan
menyerahkan laporan
kinerja dan keuangan

Persentase administrasi
pengelolaan keuangan
desa
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan Kapuas Timur
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

Dana

20

1.20.18

01

20

1.20.18

02

20

1.20.18

03

20

1.20.18

04

Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

84

20

87

21 90

93

26

95

28

95

Persen

80

85

127

90

129 95

21

97

160

100

178

100

Persen

75

79

51

81

52 83

85

64

88

71

88

Persen

80

85

101

87

104 90

17

93

128

95

142

95

367

408

454

505

Persen

75

80

14

85

15 87

16

89

18

92

20

92

Persen

60

65

36

70

37 75

41

80

45

85

50

85

Persen

32

33 4

37

41

45

Orang

11

11 1

12

14

15

Persen

75

79

54

83

55 87

61

90

68

93

76

93

Persen

80

84

14

87

15 90

16

93

18

95

20

95

Persen

80

85

90

90

92 95

102

97

114

100

126

100

Persen

75

79

36

81

37 83

41

85

45

88

50

88

Persen

80

85

72

87

73 90

82

93

91

95

101

95

381

423

471

523

Persen

75

80

15

85

15 87

17

89

19

92

21

92

Persen

60

65

37

70

38 75

42

80

47

85

52

85

Persen

34

34 4

38

42

47

Orang

11

11 1

13

14

16

VIII-25
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

80

372
Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas

2016

Persen

Kecamatan Basarang

Target

359

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

2015

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

20

1.20.18

05

20

1.20.18

06

20

1.20.18

19

20

1.20.18

28

20

1.20.18

30

20

1.20.19

20

1.20.19

01

20

1.20.19

02

20

1.20.19

03

20

1.20.19

04

20

1.20.19

05

20

1.20.19

06

20

1.20.19

19

20

1.20.19

28

20

1.20.19

30

20

1.20.20

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Persentase sumber daya


Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

Dana

20

1.20.20

01

20

1.20.20

02

20

1.20.20

03

Target

Dana

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan Kapuas Tengah
Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

79

56

83

57 87

63

90

71

93

78

93

Persen

80

84

15

87

15 90

17

93

19

95

21

95

Persen

80

85

93

90

95 95

106

97

118

100

131

100

Persen

75

79

37

81

38 83

42

85

47

88

52

88

Persen

80

85

74

87

76 90

85

93

94

95

105

95

Persen

75

80

15

85

15 87

17

89

19

92

21

92

Persen

60

65

38

70

38 75

43

80

47

85

53

85

Persen

34

35 4

38

43

47

Orang

11

12 1

13

14

16

Persen

75

79

56

83

58 87

64

90

71

93

79

93

Persen

80

84

15

87

15 90

17

93

19

95

21

95

Persen

80

85

94

90

96 95

107

97

119

100

132

100

Persen

75

79

38

81

38 83

43

85

47

88

53

88

Persen

80

85

75

87

77 90

85

93

95

95

106

95

384

385

394

427

475

438

528

487

541

Persen

75

80

15

85

16 87

18

89

19

92

22

92

Persen

60

65

39

70

39 75

44

80

49

85

54

85

Persen

35

35 4

39

44

49

VIII-26
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

75

376

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

2016

Persen

Kecamatan Mantangai

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur

2015

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

20

1.20.20

04

20

1.20.20

05

20

1.20.20

06

20

1.20.20

19

20

1.20.20

28

20

1.20.20

30

20

1.20.21

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
INDIKATOR KINERJA
PROGRAM PRIORITAS
PROGRAM (outcome)
PEMBANGUNAN
Program Fasilitasi Pindah/Purna Jumlah PNS yang
Tugas PNS
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

Dana

20

1.20.21

01

20

1.20.21

02

20

1.20.21

03

20

1.20.21

04

20

1.20.21

05

20

1.20.21

06

20

1.20.21

19

20

1.20.21

28

20

1.20.21

30

20

1.20.22

20

1.20.22

01

20

1.20.22

02

Dana

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan

Dana

Target

2018
Dana

Target

12

12 1

13

15

16

Persen

75

79

58

83

59 87

66

90

73

93

81

93

Persen

80

84

15

87

16 90

18

93

19

95

22

95

Persen

80

85

96

90

98 95

110

97

122

100

135

100

Persen

75

79

39

81

39 83

44

85

49

88

54

88

Persen

80

85

77

87

79 90

88

93

97

95

108

95

437

486

541

601

Persen

75

80

17

85

17 87

19

89

22

92

24

92

Persen

60

65

43

70

44 75

49

80

54

85

60

85

Persen

39

39 4

44

49

54

Orang

13

13 1

15

16

18

Persen

75

79

64

83

66 87

73

90

81

93

90

93

Persen

80

84

17

87

17 90

19

93

22

95

24

95

Persen

80

85

107

90

109 95

122

97

135

100

150

100

Persen

75

79

43

81

44 83

49

85

54

88

60

88

Persen

80

85

86

87

87 90

97

93

108

95

120

95

Persen

75

80

15

85

15 87

17

89

19

92

21

92

Persen

60

65

38

70

39 75

43

80

48

85

53

85

387

431

479

VIII-27
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

379
Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur

Target

2017

428

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Kecamatan Timpah
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur

Target

2016

Orang

Kecamatan Kapuas Murung

2015

532

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

20

1.20.22

03

20

1.20.22

04

20

1.20.22

05

20

1.20.22

06

20

1.20.22

19

20

1.20.22

28

20

1.20.22

30

20

1.20.23

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan

Kondisi Awal

Target

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan

1.20.23

01

20

1.20.23

02

20

1.20.23

03

20

1.20.23

04

20

1.20.23

05

20

1.20.23

06

20

1.20.23

19

20

1.20.23

28

20

1.20.23

30

20

1.20.24

Kecamatan Tamban Catur

1.20.24

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran

01

2015
Dana

Target

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

34

35 4

39

43

48

Orang

11

12 1

13

14

16

Persen

75

79

57

83

58 87

65

90

72

93

80

93

Persen

80

84

15

87

15 90

17

93

19

95

21

95

Persen

80

85

95

90

97 95

108

97

120

100

133

100

Persen

75

79

38

81

39 83

43

85

48

88

53

88

Persen

80

85

76

87

77 90

86

93

96

95

106

95

389

432

481

534

Persen

75

80

15

85

16 87

17

89

19

92

21

92

Persen

60

65

38

70

39 75

43

80

48

85

53

85

Persen

34

35 4

39

43

48

Orang

11

12 1

13

14

16

Persen

75

79

57

83

58 87

65

90

72

93

80

93

Persen

80

84

15

87

16 90

17

93

19

95

21

95

Persen

80

85

95

90

97 95

108

97

120

100

134

100

Persen

75

79

38

81

39 83

43

85

48

88

53

88

Persen

80

85

76

87

78 90

86

93

96

95

107

95

Persen

75

80

13

334
85

13 87

371

413
15

89

17

VIII-28
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

Persen

327
Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran

2016
Dana

380

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

20

20

2014
Satuan

Kecamatan Bataguh

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

459
92

18

92

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

20

1.20.24

02

20

1.20.24

03

20

1.20.24

04

20

1.20.24

05

20

1.20.24

06

20

1.20.24

19

20

1.20.24

28

20

1.20.24

30

20

1.20.25

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Cakupan pelayanan sarana


dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

Dana

20

1.20.25

01

20

1.20.25

02

20

1.20.25

03

20

1.20.25

04

20

1.20.25

05

20

1.20.25

06

20

1.20.25

19

20

1.20.25

28

20

1.20.25

30

20

1.20.26

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan Pasak Talawang

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

60

65

33

70

33 75

37

80

41

85

46

85

Persen

29

30 4

33

37

41

Orang

10

10 1

11

12

14

Persen

75

79

49

83

50 87

56

90

62

93

69

93

Persen

80

84

13

87

13 90

15

93

17

95

18

95

Persen

80

85

82

90

83 95

93

97

103

100

115

100

Persen

75

79

33

81

33 83

37

85

41

88

46

88

Persen

80

85

65

87

67 90

74

93

83

95

92

95

327

334

371

413

459

Persen

75

80

13

85

13 87

15

89

17

92

18

92

Persen

60

65

33

70

33 75

37

80

41

85

46

85

Persen

29

30 4

33

37

41

Orang

10

10 1

11

12

14

Persen

75

79

49

83

50 87

56

90

62

93

69

93

Persen

80

84

13

87

13 90

15

93

17

95

18

95

Persen

80

85

82

90

83 95

93

97

103

100

115

100

Persen

75

79

33

81

33 83

37

85

41

88

46

88

Persen

80

85

65

87

67 90

74

93

83

95

92

95

353

361

401

446

VIII-29
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

Persen

Kecamatan Dadahup
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

2015

495

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING
1

20

1.20.26

01

20

1.20.26

02

20

1.20.26

03

20

1.20.26

04

20

1.20.26

05

20

1.20.26

06

20

1.20.26

19

20

1.20.26

28

20

1.20.26

30

20

1.20.27

20

1.20.27

01

20

1.20.27

02

20

1.20.27

03

20

1.20.27

04

20

1.20.27

05

20

1.20.27

06

20

1.20.27

19

20

1.20.27

28

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan
Cakupan Pembinaan Sosial
Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan Mandau Talawang
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pembinaan Dan
Persentase administrasi
Fasilitasi Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
Desa
desa
Program Pembinaan
Cakupan Pembinaan
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
Kecamatan
Kecamatan

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Persen

75

80

14

85

14 87

16

89

18

92

20

92

Persen

60

65

35

70

36 75

40

80

45

85

50

85

Persen

32

32 4

36

40

45

Orang

11

11 1

12

13

15

Persen

75

79

53

83

54 87

60

90

67

93

74

93

Persen

80

84

14

87

14 90

16

93

18

95

20

95

Persen

80

85

88

90

90 95

100

97

111

100

124

100

Persen

75

79

35

81

36 83

40

85

45

88

50

88

Persen

80

85

71

87

72 90

80

93

89

95

99

95

359

367

408

454

505

Persen

75

80

14

85

15 87

16

89

18

92

20

92

Persen

60

65

36

70

37 75

41

80

45

85

50

85

Persen

32

33 4

37

41

45

Orang

11

11 1

12

14

15

Persen

75

79

54

83

55 87

61

90

68

93

76

93

Persen

80

84

14

87

15 90

16

93

18

95

20

95

Persen

80

85

90

90

92 95

102

97

114

100

126

100

Persen

75

79

36

81

37 83

41

85

45

88

50

88

VIII-30
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

20

1.20.27

30

22

22

1.22.01

22

1.22.01

01

22

1.22.01

02

22

1.22.01

03

22

1.22.01

04

22

1.22.01

05

22

1.22.01

06

22

1.22.01

15

22

1.22.01

16

22

1.22.01

17

22

1.22.01

18

22

1.22.01

19

25

25

1.25.01

25

1.25.01

01

25

1.25.01

02

25

1.25.01

03

25

1.25.01

04

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Cakupan Pembinaan Sosial


Program Pembinaan Sosial
Kemasyarakatan di
Kemasyarakatan Di Kecamatan
Kecamatan
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DESA
Badan Pemberdayaan
Masyarakat Dan Desa
Program Pelayanan
Cakupan pelayanan
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Cakupan pelayanan sarana
Dan Prasana Aparatur
dan prasarana aparatur
Program Peningkatan Disiplin Jumlah pelanggaran
Aparatur
Pegawai Negeri Sipil
Program Fasilitasi Pindah/Purna Jumlah PNS yang
Tugas PNS
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Peningkatan
Rata-rata jumlah kelompok
Keberdayaan Masyarakat
binaan lembaga
Pedesaan
perberdayaan masyarakat
Program Pengembangan
Jumlah Lembaga Ekonomi
Lembaga Ekonomi Pedesaan
Pedesaan yang aktif
Program Peningkatan
Jumlah
Partisipasi Masyarakat Dalam Desa/Kelurahan/LPM yang
Membangun Desa
berprestasi
Jumlah Aparatur
Program Peningkatan Kapasitas Pemerintah yang mampu
Aparatur Pemerintah Desa
menjalankan tugasnya
dengan baik
Persentase Jumlah Peran
Program Peningkatan Peran
Perempuan di Pedesaan
Perempuan Di Pedesaan
yang aktif
KOMUNIKASI DAN
INFORMATIKA
Kantor Sandi Daerah
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

2014
Satuan

Persen

Kondisi Awal

Target

80

2015
Dana

85

Target
72

Dana
87

2.743

Target

2017
Dana

73 90

2.805

Target
82

2018
Dana

93

3.119

Target
91

95

3.467

101

95

3.853

90

95

110

95

112 95

125

100

139

100

154

100

Persen

90

95

82

95

84 95

94

95

104

100

116

100

Persen

20

15

27

10

28 5

31

35

39

Orang

82

84 1

94

104

116

Persen

90

90

110

95

112 95

125

100

139

100

154

100

Persen

85

90

110

95

112 95

125

100

139

100

154

100

Kelompok

17

34

274

34

280 34

312

34

347

34

385

34

Lembaga

12

24

411

48

421 52

468

52

520

52

578

52

Desa/
kelurahan

14

30

823

40

841 45

936

50

1.040

58

1.156

58

Orang

101

50

439

50

449 50

499

50

555

50

617

50

Persen

274

10

280 20

312

25

347

25

385

25

334

371

413

459

Persen

90

95

62

97

63 100

71

100

78

100

87

100

Persen

70

75

13

80

13 85

15

90

17

95

18

95

Persen

10

82

83 4

93

103

115

Orang

26

27 1

30

33

37

VIII-31
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

Persen

327
Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas

2016

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

25

1.25.01

05

25

1.25.01

06

26

26

1.26.01

26

1.26.01

01

26

1.26.01

02

26

1.26.01

03

26

1.26.01

04

26

1.26.01

05

26

1.26.01

06

26

1.26.01

16

26

1.26.01

21

2
01

01

Persentase sumber daya


Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Dana

Persen

60

70

78

75

80 80

89

85

99

90

110

90

Persen

95

96

65

97

67

74

99

83

100

92

100

Perpustakaan

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Kantor Perpustakaan, Arsip


Dan Dokumentasi
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Penyelamatan Dan
Jumlah SKPD yang
Pelestarian Dokumen/Arsip
menyerahkan arsip inaktif
Daerah
Program Pengembangan
Jumlahkoleksi buku
Budaya Baca Dan Pembinaan
perpustakaan
Perpustakaan
Urusan Pilihan

818

837

930

1.034

1.150

Persen

98

99

164

100

167 100

186

100

207

100

230

100

Persen

90

100

82

100

84 100

93

100

103

100

115

100

Persen

8-

10

11

Orang

25

25 -

28

31

34

Persen

87

90

33

95

33

37

100

41

100

46

100

Persen

99

99

33

99

33 99

37

99

41

99

46

99

SKPD

205

209 10

233

13

259

15

287

15

Buku

9.043

9.474

270

9.574

276 10.174

307

10.874

341

11.674

379

11.674

100

PERTANIAN
2.01.01

01

2.01.01

01

01

2.01.01

02

01

2.01.01

03

01

2.01.01

04

Dinas Pertanian, Tanaman


Pangan, Dan Hortikultura
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Persentase pelanggaran
Program Peningkatan Disiplin
disiplin Pegawai Negeri
Aparatur
Sipil
Program Fasilitasi Pindah/Purna Jumlah PNS yang
Tugas PNS
Pindah/Purna Tugas

4.821

4.929

5.481

6.094

6.773

Persen

100

100

756

100

780

100

892

100

1.083

100

1.143

100

Persen

100

100

1.287

100

1.181

100

837

100

885

100

990

100

Persen

38

39

44

49

54

Orang

10

30

VIII-32
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

01

2.01.01

05

01

2.01.01

06

01

2.01.01

15

01

2.01.01

16

01

2.01.01

17

01

2.01.01

18

01

2.01.01

19

02

2.02.01

02

2.02.01

01

02

2.02.01

02

02

2.02.01

03

02

2.02.01

04

02

2.02.01

05

02

2.02.01

06

01

2.02.01

15

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Persentase SDM yang


Program Peningkatan Kapasitas kompeten yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
tupoksinya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja
Keuangan
Cakupan kelembagaan
Program Peningkatan
petani yang mendapat
Kesejahteraan Petani
pembinaan

Program Peningkatan
Ketahanan Pangan (Pertanian
/Perkebunan)

Program Peningkatan
Pemasaran Hasil Produksi
Pertanian/perkebunan
Program peningkatan
penerapan teknologi
pertanian/perkebunan

Luas panen (Ha) :


- Padi
- Jagung
- Kedelai
- Buah-buahan
- Sayur-sayuran
Jumlah kapasitas giling
beras (ton)
Luas lahan termekanisasi
(%)

Produktivitas (Ku/Ha) :
Program Peningkatan Produksi - Padi
Pertanian/Perkebunan
- Jagung
- Kedelai
Dinas Perkebunan dan
Kehutanan
Program Pelayanan
Cakupan pelayanan
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Cakupan pelayanan sarana
Dan Prasarana Aparatur
dan prasarana aparatur
Program Peningkatan Disiplin Jumlah pelanggaran
Aparatur
Pegawai Negeri Sipil
Program Fasilitasi Pindah/Purna Jumlah PNS yang
Tugas PNS
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Peningkatan
Tingkat capaian petani
Kesejahteraan Petani
yang terlatih (orang)

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Persen

53

60

155

65

157

71

176

75

196

78

396

78

Persen

63

64

19

65

20

66

21

67

23

68

24

68

kelompok

20

22

360

24

360

26

360

28

360

30

360

30

116.846
236
184
5.215
1.724

119.619
248
203
5.347
1.767

98.175

111.180

260

129.795

260

142.290

260

154.785

260

168.555

260

168.555

22,1

23,98

541

25,87

581

27,75

746

29,64

811

31,52

813

31,52

33,70
36,00
12,10

34,60
36,25
12,15

hektar

ton
Persen

Ku/Ha

915

490

121.765
260
225
5.484
1.812

35,60
36,50
12,20

5.361

1.033

125.318
272
251
5.624
1.855

508

1.435

36,70
36,75
12,25

5.482

710

131.715
284
280
5.767
1.904

38,00
37,00
12,30

6.095

1.517

903

132.888
295
313
5.914
1.951

39,20
37,25
12,35

6.776

1.670

1.033

132.888
295
313
5.914
1.951

39,20
37,25
12,35

7.531

Persen

100

100

107

100

110 100

122

100

136

100

151

100

Persen

100

100

161

100

164 100

183

100

203

100

226

100

Persen

54

55 2

61

68

75

Orang

161

164

183

203

226

Persen

75

80

214

82

219

85

244

87

271

90

301

90

Persen

100

100

214

100

219

100

244

100

271

100

301

100

Orang

500

600

536

700

548 800

610

900

678

1.000

753

1000

VIII-33
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING

01

2.02.01

16

01

2.02.01

17

01

2.02.01

19

02

2.02.01

15

02

2.02.01

16

02

2.02.01

17

01

2.01.02

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan
Ketahanan Pangan(Pertanian
/Perkebunan)
Program Peningkatan
Pemasaran Hasil Produksi
Pertanian

2014

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Satuan

Persentase peningkatan
ketrampilan ibu PKK dalam
pengelolaan tanaman Toga

Persen

Tingkat Capaian Pemasaran


Komoditi Perkebunan (ton)

Ton

Persentase Tingkat Capaian


Program Peningkatan Produksi
Pengembangan
Pertanian/Perkebunan
Perkebunan
Tingkatcapaian luas
Program Pemanfaatan Potensi
potensi sumber daya hutan
Sumber Daya Hutan
(Ha)
Tingkat Capaian Luas
Program Rehabilitasi Hutan Dan
Rehabilitasi Hutan dan
Lahan
Lahan (Ha)
Tingkat Capaian Luas
Program Perlindungan Dan
ArealHutan yang dilindungi
Konservasi Sumber Daya Hutan
dan dikonservasi (Ha)

Kondisi Awal

Target

Dana

01

2.01.02

01

01

2.01.02

02

01

2.01.02

04

01

2.01.02

03

01

2.01.02

05

01

2.01.02

06

01

2.01.02

21

01

2.01.02

22

01

2.01.02

23

01

2.01.02

24

01

2.01.02

27

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Persentase PNS
Program Fasilitasi Pindah/Purna
pindah/purna tugas yang
Tugas PNS
terfasilitasi
Program Peningkatan Disiplin Persentase pelanggaran
Aparatur
Pegawai Negeri Sipil
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Pencegahan Dan
Jumlah pencegahan /
Penanggulangan Penyakit
penanggulangan penyakit
Ternak
hewan/ternak (ekor)
Program Peningkatan Produksi jumlah produksi daging yg
Hasil Peternakan
dihasilkan
Program Peningkatan
konstribusi subsektor
Pemasaran Hasil Produksi
peternakan terhadap PDRB
Peternakan
- persentase
Program Peningkatan
jumlah angka kelahiran
Penerapan Teknologi
ternak sapi hasil teknologi
Peternakan
IB
Program peningkatan
jumlah kelompok yang
kesejahteraan petani peternak dibina

Target

2016
Dana

50

60

858

65

32000

34.000

697

36.000

Persen

50

60

858

Hektar

50

60

Hektar

Hektar

200

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

975

75

1.084

80

1.205

80

713 38.000

792

40.000

881

42.000

979

42000

70

877 80

975

90

1.084

100

1.205

100

483

70

493 80

549

90

610

100

678

100

200

375

400

384 600

427

800

474

1.000

527

1000

250

643

300

658 350

731

400

813

450

904

450

3.086

3.155

3.508

3.900

4.335

Persen

100

100

703

100

705

100

779

100

854

100

861

100

Persen

100

100

37

100

37

100

37

100

37

100

37

100

Orang

37

21

Persen

16

16

Persen

75

80

90

85

95

90

95

95

100

100

110

100

Persen

95

95

36

95

36

95

36

100

36

100

36

100

ekor

21.312

73.750

150

79.100

150

84.100

160

90.000

170

95.450

180

95450

Ton

3.500

3.600

1.642

3.700

1.696

3.800

1.917

3.900

2.231

4.000

2.576

4.000

Persen

6,15

6,18

50

6,19

55

6,20

60

6,21

65

6,22

70

6,22

ekor

125

300

175

350

180

400

185

450

195

500

210

500

Kelompok

20

30

100

40

100

50

100

60

100

70

100

70

VIII-34
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

877 70

Dinas Peternakan
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur

2015

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

01

2.01.02

21

1.21.01

29

21

1.21.01

01

21

1.21.01

02

21

1.21.01

03

21

1.21.01

04

21

1.21.01

05

21

1.21.01

06

01

1.21.01

16

01

1.21.01

17

01

1.21.01

20

01

1.21.01

26

05

1.21.01

22

03

03

2.03.01

03

2.03.01

01

03

2.03.01

02

03

2.03.01

03

03

2.03.01

04

Program peningkatan
pelayanan kesehatan
masyarakat veteriner

2014

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Satuan

jumlah ternak yg diperiksa


kesehatan sebelum dan
sesudah dipotong di rumah
potong

ekor

Badan Pelaksana Penyuluhan


dan Ketahanan Pangan
Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Persentase PNS
Program Fasilitasi Pindah/Purna
pindah/purna tugas yang
Tugas PNS
terfasilitasi
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Program Peningkatan
Rata-rata jumlah
Ketahanan Pangan(Pertanian
ketersediaan pangan
/Perkebunan)
utama (Kg/jiwa/tahun)
Program Peningkatan
Per sentase Hasil Produksi
Pemasaran Hasil Produksi
Pertanian yang terserap
Pertanian
oleh pasar
Program Pemberdayaan
Penyuluh
Cakupan binaan kelompok
Pertanian/Perkebunan
tani
Lapangan
Program agribisnis pertanian
Cakupan Jumlah Kelompok
dan keamanan pangan
pelaku agribisnis
Program pengembangan sistem Cakupan Jumlah Kelompok
penyuluhan perikanan
Binaan Perikanan
ENERGI DAN SUMBERDAYA
MINERAL
Dinas Pertambangan Dan
Energi
Program Pelayanan
Cakupan pelayanan
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Cakupan pelayanan sarana
Dan Prasana Aparatur
dan prasarana aparatur
Program Peningkatan Disiplin Jumlah pelanggaran
Aparatur
Pegawai Negeri Sipil
Program Fasilitasi Pindah/Purna Jumlah PNS yang
Tugas PNS
Pindah/Purna Tugas

Kondisi Awal

Target

750.394

2015
Dana

1.101.080

Target

85

2016
Dana

1.200.000

1.633

Target

2017
Dana

90 1.300.000

Target

100

1.669

2018
Dana

1.400.000

1.856

Target

110 1.500.000
2.064

115.000 1.500.000
2.294

Persen

80

85

114

90

117 93

130

95

144

98

161

98

Persen

80

85

98

90

100 95

111

100

124

100

138

100

Persen

16

17 -

19

21

23

Orang

49

50 4

56

62

10

69

10

Persen

100

100

65

100

67 100

74

100

83

100

92

100

Persen

100

100

65

100

67 100

74

100

83

100

92

100

Kg/jiwa/tahun

678

738

310

768

317 795

353

848

392

848

436

848

Persen

80

80

261

80

267 80

297

80

330

80

367

80

Persen

132

140

196

150

200 155

223

160

248

165

275

165

Persen

212

217 8

241

268

10

298

10

Persen

315

315

245

315

250 315

278

315

310

315

344

315

2.264

2.315

2.574

2.862

3.181

Persen

90

92

45

94

46 96

51

98

57

100

64

100

Persen

85

89

68

93

69 96

77

97

86

100

95

100

Persen

10

23

23 3

26

29

32

Orang

68

69 2

77

86

95

VIII-35
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Kondisi
Akhir

Dana

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN

KODE REKENING

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)

Persentase sumber daya


Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya
Program Peningkatan
Tingkat Ketepatan
Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
dan Keuangan
Keuangan
meningkatan usaha
pertambangan yg sesuia
Program Pembinaan Dan
dgn k3l dan jumlah
Pengawasan Bidang
kegiatan usaha
Pertambangan dan energi
pertambangan yg sesuai
dgn good mining prantice
Program pengawasan dan
menurunnya
penertiban kegiatan rakyat
pertambangan tanpa ijin
yang berpotensi merusak
(unit)
lingkungan
peningkatan rasio
Program Pembinaan Dan
elektrifikasi dan
Pengembangan Bidang
tersusunnya raperda
Ketenagalistrikan
ketanagalistrikan
tersdianya data potensi
Program pengelolaan air tanah bahan galian dan
pemanfaatan air tanah

03

2.03.01

05

03

2.03.01

06

03

2.03.01

15

03

2.03.01

16

03

2.03.01

17

03

2.03.01

21

03

2.03.01

25

Program pengembangan
database geologi

03

2.03.01

20

03

2.03.01

19

05

05

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Dana

Persen

75

80

91

85

93 90

103

93

114

95

127

95

Persen

90

90

45

90

46 90

51

90

57

90

64

90

Pelaku usaha/
laporan

408

463

515

573

1.105

994

45

844

51

506

57

354

64

354

60%

62 dan 1
perda

634

64

721

74

801

75

891

7500%

294

301

335

372

414

Kecamatan/
Laporan

362

370

412

458

509

Program pengembangan energi


baru terbarukan dan konservasi terseida data potensi ebt
energi

Kecamatan/
Laporan

136

139

154

172

191

Program pembinaan dan


pengembangan migas

Kecamatan/
Laporan

45

46

51

57

64

tersedia data kegeologian

terdata penggunaan bbm

PETI

Persen
Kecamatan/
Laporan

417 3

46

675

648 66

KELAUTAN DAN PERIKANAN


2.05.01

Dinas Perikanan dan Kelautan

05

2.05.01

01

05

2.05.01

02

05

2.05.01

03

05

2.05.01

04

05

2.05.01

05

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Persentase pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya

2.895

2.960

3.291

3.659

Persen

90

90

850

90

855

90

900

90

975

90

1.025

90

Persen

70

70

70

70

76

70

79

70

88

70

98

70

Persen

10

10

23

10

30

10

30

10

36

10

40

10

Orang

Persen

20

20

93

40

100

50

120

65

137

70

150

70

VIII-36
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

4.067

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING

05

2.05.01

06

05

2.05.01

15

05

2.05.01

16

05

2.05.01

17

05

2.05.01

18

05

2.05.01

19

05

2.05.01

20

05

2.05.01

21

05

2.05.01

23

05

2.05.01

24

05

2.05.01

25

08

08

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan
Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
Keuangan
Program Pemberdaayaan
Ekonomi Masyarakat Pesisir
Program pemberdayaan
masyarakat dalam pengawasan
dan pengendalian sumberdaya
kelautan
Program Peningkatan
Kesadaran Dan Penegakan
Hukum Dalam Pendayagunaan
Sumber Daya Laut
Program peningkatan mitigasi
bencana alam laut dan
prakiraan iklim laut

INDIKATOR KINERJA
PROGRAM (outcome)
Tingkat ketepatan
pelaporan capaian kinerja
dan keuangan

2014
Satuan

Persen

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Dana

90

90

57

90

64

90

65

90

69

90

75

90

1.414

2.044

290

2.830

295

3.718

314

5.073

350

5.975

400

5.975

Produksi Perikanan
Kelompok Nelayan

Ton

Tingkat pelanggaran

Persen

70

70

93

60

94

55

96

45

111

30

125

30

Jumlah kasus hukum


pendayagunaan SDKP yang
ditangani

Kasus

80

84

117

153

195

Persen

10

23

10

24

10

30

10

35

10

50

10

Persen

30

40

50

50

55

60

96

70

141

80

192

80

Ton

10.000

12.000

460

14.000

467

16.000

544

18.000

574

20.000

627

20.000

Ton

11.862

12.811

451

13.835

458

14.942

531

16.138

553

17.429

593

17.429

Rp. Milyar

437

496

140

556

142

618

145

682

176

748

211

748

Kawasan

150

150

150

179

195

Persen

30

30

65

40

66

50

74

60

82

65

91

65

Cakupan mitigasi bencana


alam laut dan prakiraan
iklim laut
Persentase desa/kelurahan
Program peningkatan kegiatan
yang terlibat dalam
budaya kelautan dan wawasan
kegiatan budaya kelautan
maritim kepada masyarakat
dan wawasan maritim
Program Pengembangan
Produksi perikanan
Budidaya Perikanan
budidaya
Program Pengembangan
Produksi perikanan
Perikanan Tangkap
tangkap
Program optimalisasi
Kontribusi subsektor
pengelolaan dan pemasaran
perikanan terhadap PDRB
produksi perikanan
Program pengembangan
Jumlah kawasan budidaya
kawasan budidaya laut, air
laut, air payau dan air
payau dan air tawar
tawar
Cakupan Pengayaan dan
Program pengayaan dan
Rehabilitasi dan Sumber
rehabilitasi sumberdaya
Daya Kelautan dan
perikanan dan kelautan
Perikanan
KETRANSMIGRASIAN

2.08.01

Dinas Transmigrasi

08

2.08.01

01

08

2.08.01

02

08

2.08.01

03

08

2.08.01

04

08

2.08.01

05

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana
Dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Program Fasilitasi Pindah/Purna
Tugas PNS

Cakupan pelayanan
administrasi perkantoran
Cakupan pelayanan sarana
dan prasarana aparatur
Jumlah pelanggaran
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah PNS yang
Pindah/Purna Tugas
Persentase sumber daya
Program Peningkatan Kapasitas aparatur yang memiliki
Sumber Daya Aparatur
kompetensi sesuai
bidangnya

3.919

4.007

4.455

4.953

Persen

70

75

705

80

721

85

802

90

892

95

991

95

Persen

70

75

509

80

521

85

579

90

644

95

716

95

Persen

39

40

45

50

55

Orang

118

120

134

149

165

Persen

70

75

157

80

160

85

178

90

198

95

220

95

VIII-37
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

5.505

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018


KODE REKENING

08

2.08.01

06

08

2.08.01

15

08

2.08.01

16

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAN
INDIKATOR KINERJA
PROGRAM PRIORITAS
PROGRAM (outcome)
PEMBANGUNAN
Program Peningkatan
Tingkat ketepatan
Pengembangan Sistem
menyerahkan laporan
Pelaporan Capaian Kinerja Dan
kinerja dan keuangan
Keuangan
Jumlah Penempatan
Program Pengembangan
KKTransmigran di wilayah
Wilayah Transmigrasi
Transmigrasi
Jumlah warga Transmigrasi
yang mendapatkan
Program Transmigrasi lokal
penyuluhan/pelatihan
ketrampilan
TOTAL

2014
Satuan

Kondisi Awal

Target

2015
Dana

Target

2016
Dana

Target

2017
Dana

Target

2018
Dana

Target

Kondisi
Akhir

Persen

100

100

157

100

160

100

178

100

198

100

220

100

KK

120

1.215

120

1.242

120

1.381

120

1.535

120

1.707

480

Orang

20

80

1.019

80

1.042

80

1.158

80

1.288

80

1.431

400

480.591

488.728

544.382

606.230

VIII-38
Indikasi Rencana Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

Dana

674.869

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

BAB IX
PENETAPAN INDIKATOR KINERJA
DAERAH

Indikator kinerja daerah sebagai alat untuk menilai keberhasilan pembangunan


secara kuantitatif maupun kualitatif, merupakan gambaran yang mencerminkan
capaian indikator kinerja program (outcomes/ hasil) dari kegiatan (output/
keluaran). Indikator kinerja program adalah sesuatu yang mencerminkan
berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung).
Pengukuran indikator hasil lebih utama daripada sekedar keluaran, karena hasil
(outcomes) menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang
mungkin mencakup kepentingan banyak pihak. Indikator kinerja akan dapat
dijadikan sebagai media perantara untuk memberi gambaran tentang prestasi
organisasi yang diharapkan di masa mendatang.
Dengan demikian, indikator kinerja yang diharapkan dapat menggambarkan
tingkat pencapaian kinerja pemerintah haruslah ditetapkan secara benar dan
dapat menggambarkan keadaan unjuk kerja secara riil. Berdasarkan uraian
makna penetapan kinerja pemerintah tersebut maka untuk dapat mengukur
tingkat

capaian

kinerja

pelaksanaan

pembangunan

daerah

diperlukan

penetapan indikator kinerja daerah dalam bentuk penetapan indikator kinerja


program pembangunan daerah sebagai indikator kinerja utama (key performance
indicator).

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

IX-1

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

Tabel IX.1
Penentuan Indikator Kinerja Kabupaten Kapuas
Tahun 2014-2018
I.

ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

FOKUS/BIDANG
URUSAN/
No. INDIKATOR KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

Kondisi
Kinerja
pada
awal
periode
RPJMD
(2013)

Target Capaian Lima Tahun

Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

Kondisi
Kinerja pada
akhir
periode
RPJMD
(2018)

I.

Fokuas Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

1.

Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Umum, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan
Persandian

1.1

Pertumbuhan PDRB
(%)

6,4%

6,5%

6,6%

6,7%

1.2.

Laju inflasi Kuala


Kapuas(%)

6,15%

6,00%

5,85%

5,7%

5,5%

5,3%

5,3%

1.3.

PDRB per kapita


(Juta Rp.)

7,48

7,79

8,08

8,39

8,68

8,99

8,99

1.4.

Angka
Kemiskinan (%)

5,00%

4,8%

4,6%

4,4%

4,2%

4,0%

4,0%

1.5.

Angka Tingkat
Pengangguran (%)

3,00%

2,90%

2,80%

2,70%

2,60%

2,50%

2,50%

95,63

96,32

97,01

97,70

98,39

99,08

99,08

12

12

12

12

12

12

12

6,9%

7,3%

7.3%

II. Fokus Kesejahteraan Sosial


1.

Pendidikan

1.1.

Angka melek huruf


(%)

1.2.

Angka rata-rata lama


sekolah (tahun)

1.3.

Angka partisipasi
kasar

56,0

56,3

56,6

56,9

57,2

57,5

57,5

1.4.

Angka pendidikan
yang ditamatkan

99,20

99,23

99,30

99,42

99,67

99,81

99,81

1.5.

Angka Partisipasi
Murni

72,01

73,20

74,75

75,34

77,62

79,15

79,15

Angka Partisipasi
1.5.1
Murni
.
SD/MI/Paket A

97,59%

97,93%

98,27%

98,61%

98,95%

99,29%

92,29%

1.5.2 Angka Partisipasi


Murni (APM)
.
SMP/MTs/Paket B

88,93%

90,44%

91,95%

93,46%

94,97%

96,48%

96,48%

1.5.3 Angka Partisipasi


Murni (APM)
.
SMA/SMK/MA/
Paket C

45,51%

48,38%

51,25%

54,12%

56,99%

59,86%

59,86%

72

72,2

72,4

72,8

73

73,5

73,5

0.02%

<0.02%

<0.02%

<0.02%

<0.02%

<0.02%

<0.02%

30
Kelompok

30
Kelompok

2.

Kesehatan

2.1.

Angka Usia Harapan


Hidup (tahun)

2.2.

Persentase Balita
Gizi Buruk (%)

3.

Pertanahan

III. Fokus Seni Budaya dan Olahraga


1.

Kebudayaan

1.1

Jumlah grup
kesenian

28
28
28 Kelompok
Kelompok
Kelomp
ok

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

30
Kelompok 30 Kelompok

IX-2

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

FOKUS/BIDANG
URUSAN/
No. INDIKATOR KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

2.

Pemuda dan Olahraga

2.1

Jumlah gedung
olahraga

II.

No.

Kondisi
Kinerja
pada
awal
periode
RPJMD
(2013)

1 Unit

Target Capaian Lima Tahun

Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

2Unit

3 Unit

3 Unit

3 Unit

3 Unit

Kondisi
Kinerja pada
akhir
periode
RPJMD
(2018)

3 Unit

ASPEK PELAYANAN UMUM


FOKUS/BIDANG
URUSAN/
INDIKATOR
KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

I.

Fokus Layanan
Urusan Wajib

1.

Pendidikan

1.1.

Pendidikan dasar:

1.1.1.

Angka partisipasi
sekolah

Rasio ketersediaan
1.1.2. sekolah/penduduk
usia sekolah

Kondisi
Kinerja
pada awal
periode
RPJMD
(2013)

Target Capaian Lima Tahun

Kondisi
Kinerja
pada akhir
periode
RPJMD
(2018)

Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

93,26

94,48

95,36

96,27

96,95

97,52

98,27

1:93

1:94

1:95

1:96

1:97

1:98

1:99

1.1.3.

Rasio guru terhadap


murid

1:15

1:23

1:25

1:27

1:30

1:32

1:32

1.1.4

Rasio guru/murid
per kelas rata- rata

1:16

1:20

1:25

1:30

1:35

1:40

1:50

1.2.

Pendidikan
menengah:

1.2.1.

Angka partisipasi
sekolah

50,25

53,17

57,25

61,08

64,30

67,10

67,10

1:736

1:750

1:772

1:786

1:790

1:794

1:794

Rasio guru terhadap


murid

1:16

1:20

1:25

1:30

1:32

1:35

1:35

Rasio guru terhadap


1.2.4 murid per kelas
rata- rata

1:16

1:20

1:25

1:30

1:32

1:35

1:35

4,37%
214.342

3,37%
215.889

2,37%
217.435

1,37%
218.982

0,97%
220.528

1%
223.621

1%
223.621

1.3.1. Sekolah pendidikan


SD/MI kondisi
bangunan baik

320

335

350

365

375

385

385

1.3.2. Sekolah pendidikan


SMP/MTs dan
SMA/SMK/MA
kondisi bangunan
baik

92

100

110

120

130

140

140

28,31%

34,89%

36,78%

37,99%

38,89%

40,13%

40,13%

Rasio ketersediaan
1.2.2. sekolah/penduduk
usia sekolah
1.2.3.

Penduduk yang
berusia >15 Tahun
1.2.5
melek huruf (tidak
buta aksara)
1.3.

1.4.

Fasilitas Pendidikan:

Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD):

1.4.1 Angka Partisipasi


Kasar PAUD

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

IX-3

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

No.

FOKUS/BIDANG
URUSAN/
INDIKATOR
KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

Kondisi
Kinerja
pada awal
periode
RPJMD
(2013)

Target Capaian Lima Tahun


Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

Kondisi
Kinerja
pada akhir
periode
RPJMD
(2018)

1.4.2. Rasio jumlah


pendidik dengan
peserta didik PAUD

1:11

1:12

1:14

1:16

1:18

1:20

1:20

1.4.3 Pendidikan anak


usia dini yang
memiliki tatakelola
dan citra yang baik

30%

32%

34%

36%

38%

40%

40%

1.5.1. Angka Putus


Sekolah (APS) SD/MI

4,70%

3,89%

3,24%

2,76%

2,12%

1%

1.5.2. Angka Putus


Sekolah (APS)
SMP/MTs

2,86%

2,8%

2,52%

2,21%

1,92%

1%

1%

1.5.3. Angka Putus


Sekolah (APS)
SMA/SMK/MA

2,94%

2,62%

2,43%

2,04%

1,83%

1%

1%

1.6.1. Angka Kelulusan


(AL) SD/MI

99,91%

99,92%

99,93%

99,94%

99,95%

99,96%

99,97%

1.6.2. Angka Kelulusan


(AL) SMP/MTs

99,72%

99,75%

99,78%

99,82%

99,86%

99,88%

99,90%

1.6.3. Angka Kelulusan


(AL) SMA/SMK/MA

99,69%

99,73%

99,75%

99,80%

99,84%

99,87%

99,90%

1.6.4. Angka Melanjutkan


(AM) dari SD/MI
ke SMP/MTs

51,72%

59,25%

65,29%

71,49%

75,88%

78,15%

80,00%

1.6.5. Angka Melanjutkan


(AM) dari
SMP/MTs ke
SMA/SMK/MA

27,91%

33,25%

38,17%

42,84%

47,80%

53,55%

53,55%

1.6.6. Guru yang


memenuhi
kualifikasi
S1/D-IV

90,57%

92,25%

96,27%

100%

100%

100%

100%

1.5.

1.6.

Angka Putus
Sekolah:
1%

AngkaKelulusan:

2.

Kesehatan

2.1

Rasio posyandu per


satuan balita

120

120

120

120

120

120

120

2.2

Rasio puskesmas,
poliklinik, pustu per
satuan penduduk

1.245

1.236

1.227

1.219

1.210

1.201

1.200

2.3

Rasio dokter per


satuan penduduk

6.650

5000

4.500

4.000

3.500

2.500

2.500

2.4

Cakupan komplikasi
kebidanan yang
ditangani

66,4%

80%

80%

80%

80%

80%

80%

2.5

Cakupan
pertolongan
persalinan oleh
tenaga kesehatan
yang memiliki
kompetensi
kebidanan

65,9%

90%

90%

90%

90%

90%

90%

2.6

Cakupan
Desa/kelurahan
Universal
Child Immunization
(UCI)

41%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

IX-4

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

No.

FOKUS/BIDANG
URUSAN/
INDIKATOR
KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

Kondisi
Kinerja
pada awal
periode
RPJMD
(2013)

Target Capaian Lima Tahun


Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

Kondisi
Kinerja
pada akhir
periode
RPJMD
(2018)

2.7

Cakupan Balita Gizi


Buruk mendapat
perawatan

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

2.8

Cakupan penemuan
dan penanganan
penderita penyakit
TBC BTA

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

2.9

Cakupan penemuan
dan
penanganan
penderita penyakit
DBD

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

2.10 Cakupan pelayanan


kesehatan rujukan
pasien masyarakat
miskin

82,3%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

2.1.1 Cakupan kunjungan


bayi

76,7%

90%

90%

90%

90%

90%

90%

2.11 Cakupan pembantu


puskesmas

61,20%

65%

70%

75%

80%

85%

85%

3.

Pekerjaan Umum

3.1

Proporsi Panjang
jalan dalam kondisi
baik

63,17

66,97

71,13

75,04

78,72

82,19

82,19

3.2

Rasio Jaringan Irigasi

0,86

0,88

0,90

0,92

0,94

0,96

0,96

3.3

Panjang jalan dalam


kondisi baik (Km)

1.000

1.030

1.130

1.230

1.330

1.430

1.430

3.4

Panjang jalan
kabupaten dalam
kondisi baik (KM)

1.498,00

1.548,00

1.598,00

1.648,00

1.698,00

1.748,00

1.798,00

34,236

34,273

37,236

40,198

43,161

46,124

46,201

3.5

Panjang Jalan
Lingkungan yang
dibangun/ditingkata
n

3.6

Luas irigasi
Kabupaten dalam
kondisi baik

48.359,50

52.084,50

56.084,50

3.7

Panjang saluran
drainase yang
dibangun (skala
kota)

3.8

32.434,50

36.434,50 40.634,50 44.309,50

32,629

37,392

42,165

45,044

47,923

49,069

53,842

Panjang Saluran
Irigasi Kabupaten
dalam Kondisi Baik

4.320,00

4.431,20

4.542,40

4.653,60

4.764,80

4.876,00

4.987,00

3.9

Persentase Luas
Irigasi Kabupaten
Dalam Kondisi Baik

40,69

45,99

51,29

55,93

61,04

65,75

71,05

4.

Perumahan

4.1

Persentase
Penduduk yang
berakses air bersih

52,439

54,194

55,949

56,475

57,002

57,525

59,280

4.2

Persentase Rumah
tangga yang
berakses Sanitasi

51,338

51,618

51,898

52,173

52,442

52,706

52,986

4.3

Peresentase Rumah
layak huni

27,710

27,827

27,944

28,062

28,180

28,297

28,414

5.

Penataan Ruang

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

IX-5

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


FOKUS/BIDANG
URUSAN/
INDIKATOR
KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

Kondisi
Kinerja
pada awal
periode
RPJMD
(2013)

5.1

Rencana Tata Ruang


(RTR) wilayah
Kabupaten/Kota
beserta rencana
rinciannya melalui
peta analog/peta
digital (album),
Master Plan/RTRW
(buku)

5.2

Pengurusan izin
pemanfaatan ruang
sesuai dengan
Peraturan Daerah
Tentang RTR
Wilayah
Kabupaten/Kota
beserta rencana
rinciannya

6.

Perencanaan Pembangunan

6.1

Tersedianya
Dokumen
Perencanaan:
RPJMD yg telah
ditetapkan dgn
PERDA/PERKADA

No.

Target Capaian Lima Tahun

Kondisi
Kinerja
pada akhir
periode
RPJMD
(2018)

Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

20,00

15,00

17,5

20,0

22,50

25,00

25,00

25,00

20,00

20,00

20,00

20,00

20,00

20,00

6.2

Tersedianya
Dokumen
Perencanaan: RKPD
yg telah ditetapkan
dgn PERKADA

6.3

Penjabaran Program
RPJMD kedalam
RKPD

75%

90%

100%

100%

100%

100%

100%

7.

Perhubungan

7.1

Jumlah arus
penumpang
angkutan umum

103.715

103.875

106.100

106.200

106.220

106.230

106.230

7.2

Rasio ijin trayek

7.600

7.600

7.625

7.625

7.625

7.625

7.625

7.3

Jumlah uji KIR


angkutan umum

1.600

1.625

1.650

1.650

1.650

1.670

1.670

7.4

Jumlah Pelabuhan
Laut/Udara/Termina
l Bis

1/14/3

1/17/3

2/20/3

2/22/4

2/25/4

2/30/4

2/30/4

7.5

Jumlah Angkutan
Darat

56

56

58

60

65

65

65

7.6

Lama pengujian
kelayakan angkutan
umum (KIR)

<20

20

20

20

20

20

20

7.7

Pemasangan
Rambu-rambu

200

250

300

350

400

500

500

8.

Lingkungan Hidup

8.1

Persentase
penanganan sampah

60

60

65

65

70

70

70

8.2

Cakupan
penghijauan wilayah
rawan longsor dan
Sumber Mata Air

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

IX-6

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


FOKUS/BIDANG
URUSAN/
INDIKATOR
KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

Kondisi
Kinerja
pada awal
periode
RPJMD
(2013)

8.3

Cakupan
pengawasan
terhadap
pelaksanaan amdal.

8.4

Penegakan hukum
lingkungan

10

Kependudukan dan Catatan Sipil

No.

Target Capaian Lima Tahun

Kondisi
Kinerja
pada akhir
periode
RPJMD
(2018)

Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

15

15

20

25

30

35

35

95

100

100

100

100

100

100

Rasio penduduk
10.1 berKTP per satuan
penduduk

80%

96%

97%

98%

99%

100%

100%

10.2

Rasio bayi berakte


kelahiran

49%

96%

97%

98%

99%

100%

100%

10.3

Rasio pasangan
berakte nikah

30%

80%

85%

90%

95%

97%

97%

85%

90%

92%

94%

95%

100%

100%

240.959

298.647

306.208

314.106

324.777

333.330

333.330

Kepemilikan akta
10.6 kelahiran per 1000
penduduk

675

675

800

850

900

975

975

Ketersediaan
database
10.7
kependudukan skala
provinsi

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Sudah

Sudah

Sudah

Sudah

Sudah

Sudah

Sudah

12%

12%

10%

10%

5%

Rasio Keluarga ber


10.4 KK persatuan
keluarga
10.5 Kepemilikan KTP

Penerapan KTP
10.8 Nasional berbasis
NIK
11.

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Persentase Jumlah
11.1 Tenaga kerja
dibawah umur

15%

15%

12.

Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

12.1

Rata-rata jumlah
anak per keluarga

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

78,5 %

78,6 %

78,7 %

78,8 %

78,9 %

80 %

80 %

49 %

49 %

46 %

43 %

40 %

37 %

37 %

PMKS yg
13.2 memperoleh
bantuan sosial

40%

5%

5%

10%

10%

10%

40%

Penanganan
penyandang
13.3
masalah
kesejahteraan social

80%

10%

10%

20%

20%

20%

80%

5%

1%

1%

1%

1%

1%

5%

12.2 Rasio akseptor KB


12.3

Cakupan peserta KB
baru dan KB aktif

Persentase Keluarga
12.4 Pra Sejahtera dan
Keluarga Sejahtera I
13.

Sosial

Sarana sosial seperti


panti asuhan, panti
13.1
jompo dan panti
rehabilitasi

14

Ketenagakerjaan

14.1

Angka partisipasi
angkatan kerja

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

IX-7

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

No.

FOKUS/BIDANG
URUSAN/
INDIKATOR
KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

Angka sengketa
14.2 pengusaha-pekerja
per tahun

Kondisi
Kinerja
pada awal
periode
RPJMD
(2013)

Target Capaian Lima Tahun

Kondisi
Kinerja
pada akhir
periode
RPJMD
(2018)

Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

0%

0%

0%

0%

0%

0%

0%

14.3

Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja

70%

70%

70%

70%

70%

70%

70%

14.4

Pencari kerja yang


ditempatkan

80%

10%

10%

20%

20%

20%

80%

3%

2,9%

2,8%

2,7%

2,6%

2,5%

2,5%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

Tingkat
14.5 pengangguran
terbuka
14.6

Keselamatan dan
perlindungan

Perselisihan buruh
dan pengusaha
14.7
terhadap kebijakan
pemerintah daerah
15.

Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

15.1

Persentase koperasi
aktif

76,14

80

85

90

95

100

100

15.2

Jumlah UKM non


BPR/LKM UKM

2047

2078

2118

2159

2204

2255

2255

2045

2075

2115

2155

2200

2250

2250

Jumlah investor
16.1 berskala nasional
(PMDN/PMA)

131

Jumlah nilai
investasi berskala
16.2
nasional
(PMDN/PMA)

56,37

1,4

1,8

2,0

2,25

2,50

2,50

Penyelenggaraan
17.1 festival seni dan
budaya

0 Paket

1 Paket

1 Paket

2 Paket

2 Paket

3 Paket

9 Paket

Sarana
17.2 penyelenggaraan
seni dan budaya

0 paket

1 paket

1 paket

1 paket

1 paket

1 paket

5 paket

10
organisasi

10
organisasi

10
organisasi

10
organisasi

15.3 Jumlah BPR/LKM


15.4

Usaha Mikro dan


Kecil

16.

Penanaman Modal

17.

Kebudayaan

Benda, Situs dan


Kawasan Cagar
17.3
Budaya yang
dilestarikan
18.

Kepemudaan dan Olahraga

18.1

Jumlah organisasi
olahraga

18.2

Jumlah kegiatan
kepemudaan

18.3

Jumlah kegiatan
olahraga

18.4 Lapangan olahraga


19.

10
organisasi

10
10
organisasi organisasi

1 keg

1 keg

1 keg

1 keg

1 keg

1 keg

6 kegiatan

10
kegiatan

10
kegiatan

10
kegiatan

10
kegiatan

10
kegiatan

10
kegiatan

10
kegiatan

5 lapangan

5 lapangan

5 lapangan

5 lapangan

5 lapangan 5 lapangan 5 lapangan

Kesatuan Bangsadan Politik Dalam Negeri

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

IX-8

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

No.

FOKUS/BIDANG
URUSAN/
INDIKATOR
KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

Kondisi
Kinerja
pada awal
periode
RPJMD
(2013)

Target Capaian Lima Tahun


Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

Kondisi
Kinerja
pada akhir
periode
RPJMD
(2018)

Kegiatan
pembinaan
19.1
terhadap LSM,
Ormas dan OKP

Kegiatan
19.2 pembinaan politik
daerah

20.

Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan
Persandian

Rasio jumlah Polisi


20.1 Pamong Praja per
10.000 penduduk

2,06

2,06

Jumlah Linmas per


20.2 Jumlah 10.000
Penduduk

108

109

109

109

110

110

110

4.23

4.28

4.29

4.33

4.39

4.41

4.41

3xsehari

3xsehari

3xsehari

3xsehari

3xsehari

3xsehari

3xsehari

50%

80%

100%

100%

100%

100%

100%

Rasio Pos
Siskamling per
20.3
jumlah
desa/kelurahan
Sistem informasi
Pelayanan Perijinan
20.4
dan adiministrasi
pemerintah
20.5

Cakupan patroli
petugas Satpol PP

Tingkat
penyelesaian
pelanggaran K3
20.6 (ketertiban,
ketentraman,
keindahan) di
Kabupaten
Petugas
Perlindungan
20.7 Masyarakat
(Linmas) di
Kabupaten

3 macam

3 macam 3 macam

3 macam

3 macam

3 macam

3 macam

Cakupan pelayanan
20.8 bencana kebakaran
kabupaten

2 lembaga

2 lembaga 2 lembaga

2 lembaga

2 lembaga

2 lembaga

2 lembaga

Tingkat waktu
tanggap (response
time rate) daerah
20.9
layanan Wilayah
Manajemen
Kebakaran (WMK)
Cakupan sarana
prasarana
20.10 perkantoran
pemerintahan desa
yang baik

35%

37%

39%

42%

44%

46%

50%

55%

60%

65%

70%

75%

80%

85%

21.

Ketahanan Pangan

21.1

Regulasi ketahanan
pangan

1 Perbub

1 Perbub

1 Perbub

1 Perbub

1 Perbub

2 Perbub

2 Perbub

21.2

Ketersediaan
pangan utama

215.866
ton

234.010
ton

257.400
ton

270.587
ton

282.796
ton

304.837
ton

304.837
ton

22.

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

IX-9

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

No.

FOKUS/BIDANG
URUSAN/
INDIKATOR
KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

Rata-rata jumlah
kelompok binaan
22.1 lembaga
pemberdayaan
masyarakat (LPM)
22.2 PKK aktif
22.3 Posyandu aktif
Pemeliharaan Pasca
Program
22.4
pemberdayaan
masyarakat

Kondisi
Kinerja
pada awal
periode
RPJMD
(2013)

Target Capaian Lima Tahun

Kondisi
Kinerja
pada akhir
periode
RPJMD
(2018)

Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

251 PKK

251 PKK

251 PKK

251 PKK

251 PKK

251 PKK

251 PKK

1267
Posyandu

1267
Posyandu

1267
Posyandu

1267
Posyandu

1267
Posyandu

1267
1267
Posyandu Posyandu

17 Kec

17 Kec

17 Kec

17 Kec

17 Kec

17 Kec

17 Kec

23.

Statistik

23.1

Buku kabupaten
dalam angka

23.2

Buku PDRB
kabupaten

24.

Kearsipan

24.1

Pengelolaan arsip
secara baku

30 SKPD

30 SKPD

30 SKPD

30 SKPD

30 SKPD

30 SKPD

150 SKPD

24.2

Peningkatan SDM
pengelola kearsipan

2 orang

2 orang

2 orang

2 orang

2 orang

2 orang

10 orang

25.

Komunikasi dan
Informatika

25.1

Jumlah jaringan
komunikasi

25.2

Rasio wartel/warnet
terhadap penduduk

35%

35%

40%

40%

45%

50%

50%

25.3

Jumlah surat kabar


nasional/lokal

25.4

Jumlah penyiaran
radio/TV lokal

25.5

Web site milik


pemerintah daerah

5 kali

5 kali

5 kali

5 kali

5 kali

5 kali

5 kali

55 Desa

60 Desa

65 Desa

70 Desa

75 Desa

80 Desa

405 Desa

12.500 org 13.000 org 13.000 org

14.000 org

15.000 org

66.979 org

9.074 bk

9.474 bk

9.574 bk

10.174 bk

10.874 bk

11.674 bk

60.844 bk

33,70
36,00
12,10

34,60
36,25
12,15

35,60
36,50
12,20

36,70
36,75
12,25

38,00
37,00
12,30

39,20
37,25
12,35

39,20
37,25
12,35

25.6 Pameran/expo
26.

Perpustakaan

26.1

Jumlah
perpustakaan

Jumlah pengunjung
26.2 perpustakaan per
tahun
Koleksi buku yang
tersedia di
26.3
perpustakaan
daerah

12.479 org

Fokus Layanan

II. Urusan Pilihan


1.

Pertanian

1.1.

Produktivitas padi
atau bahan pangan
utama lokal lainnya
- Padi (ku/ha)
- Jagung (ku/ha)
- Kedelai (ku/ha)

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

IX10

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

No.

FOKUS/BIDANG
URUSAN/
INDIKATOR
KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

Kondisi
Kinerja
pada awal
periode
RPJMD
(2013)

Target Capaian Lima Tahun


Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

3.733

4.000

4.500

5.000

5.500

6.000

6.000

3.500

3.600

3.700

3.800

3.900

4.000

4.000

6,15

6,18

6,19

6,20

6,21

6,22

6,22

20

30

40

50

60

70

70

30.990,50
10.797,00
667,00
170,00
275,00

31.240,50
10.822,00
677,00
190,00
315,00

31.240,50
10.822,00
677,00
190,00
315,00

2.

Peternakan

2.1.

Populasi ternak
khususnya sapi
potong (ekor)

2.2.

Produksi daging
(ton)

2.3.

Kontribusi sektor
peternakan
terhadap PDRB (%)

2.4.

Cakupan bina
kelompok ternak
(kelompok)

3.

Perkebunan

3.1.

Produktivitas
perkebunan (kg) :
a. Karet
b. Kelapa
c. Kopi
d. Purun
e. Kelapa Sawit

Kehutanan

4.1

Kontribusi sektor
kehutanan terhadap
PDRB
a. Hutan Produksi
(M3 Per tahun)
b. Hutan Produksi
terbatas (M3
Pertahun)

Energi dan Sumber Daya Mineral

5.1.

Pertambangan
tanpa ijin

5.2.

Kontribusi sektor
pertambangan
terhadap PDRB
(Jutaan)

Pariwisata

29.990,50
10.672,00
627,00
90,00
115,00

30.240,50 30.490,50 30.740,50


10.747,00 10.747,00 10,722,00
637,00
647,00
657,00
110,00
130,00
150,00
155,00
195,00
235,00

181.731,96 281.731,96 381.731,96 481.731,9


6
76.680,33 126.680,33 176.680,33 226.680,33

581.731,9
681.731,9
6
6
276.680,33 326.680,33

681.731,9
6
326.680,33

1105 unit

994 unit

894 unit

804 unit

723 unit

650 unit

650 unit

38.000

59.000

74.480

80.370

104.270

119.160

119.160

3 Lokasi

3 lokasi

Kunjungan wisata

3 Lokasi

6.2.

Kontribusi sektor
pariwisata terhadap
PDRB

414.308,40 442.308,75 471.308,75 502.708,75

7.

Kelautan dan Perikanan

7.1.

Produksi perikanan

22.931,95

7.2.

Konsumsi ikan

7.3.

Cakupan bina
kelompok nelayan

7.4.

Produksi perikanan
kelompok nelayan

8.

Perdagangan

8.1

Kontribusi sektor
Perdagangan
terhadap PDRB

6.1.

Kondisi
Kinerja
pada akhir
periode
RPJMD
(2018)

5 Lokasi

5 Lokasi

5 Lokasi

534.708,87

568.009,01

568.009,01

26.684,38 31.132,62 36.563,67

43.164,30

51.211,89

51.211,89

43,00

43.00

44.00

45.00

46.00

47.00

47.00

26

35

45

55

55

80

80

1.413,88

2.044,31

2.830,07

3.718,79

3.718,79

5.975,74

5.975,74

5,42

5,50

5,60

5,70

5,80

6,00

5,90

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

5 Lokasi

IX11

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

No.

FOKUS/BIDANG
URUSAN/
INDIKATOR
KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

8.2

Ekspor Bersih
Perdagangan

8.3

Cakupan bina
kelompok
pedagang/usaha
informal

9.

Perindustrian

9.1

Kondisi
Kinerja
pada awal
periode
RPJMD
(2013)
35.000.000

Target Capaian Lima Tahun


Tahun
2014

Tahun
2015

36.000.000 36.000.000

Kondisi
Kinerja
pada akhir
periode
RPJMD
(2018)

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

36.000.000

36.000.000

36.000.000

36.000.000

100

115

130

145

160

165

165

Kontribusi sektor
Industri terhadap
PDRB

5,42

5,60

5,75

5,90

6,00

6,25

6,25

5,12

5,30

5,50

5,60

5,70

5,80

5,80

9.2

Kontribusi industri
rumah tangga
terhadap PDRB
sektor Industri

9.3

Pertumbuhan
Industri.

325

350

360

370

380

390

390

9.4

Cakupan bina
kelompok pengrajin

67

70

75

80

85

90

90

10.

Ketransmigrasian

121 KK

120 KK

120 KK

120 KK

120 KK

480 KK

10 Kab/
Kota

10 Kab/
Kota

10 Kab/
Kota

10 Kab/
Kota

40
Kab/Kota

80 orang

80 orang

80 orang

80 orang

80 orang

400 orang

20 KW

20 KW

20 KW

20 KW

20 KW

100 KW

Terlaksananya
Penempatan
Transmigrasi di
10.1
Wilayah
Permukiman
Transmigrasi
Terlaksananya Kerja
10.2 Sama Antar Daerah
(KSAD)

3 KSAD

Jumlah Warga Trnas


yang mendapatkan
10.3
Penyuluhan/Pelatih 20 orang
an Keterampilan
Jumlah kelompok
10.4 wirausaha yang
terbina

III.

ASPEK DAYA SAING DAERAH

FOKUS/BIDANG
URUSAN/
No. INDIKATOR KINERJA
PEMBANGUNAN
DAERAH

Kondisi
Kinerja
pada
awal
periode
RPJMD
(2013)

Target Capaian Lima Tahun

Tahun
2014

Tahun
2015

Tahun
2016

Tahun
2017

Tahun
2018

Kondisi
Kinerja
pada akhir
periode
RPJMD
(2018)

I.

Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah

1.

Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Umum, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan
Persandian

2.

Pertanian

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

IX12

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

Produksi :

2.1

- Padi (Ton)
- Jagung (Ton)
- Kedelai (Ton)
- Buah-buahan
(Kuintal)
- Sayur-sayuran
(Kuintal)

393.698
850
223
353.236

413.589
900
247
370.626

82.660

86.932

433.6452
950
275
389.232

460.354
1.000
307
408.660

500.022
1.050
344
429.109

520.376
1.100
386
449.570

520.376
1.100
386
449.570

91.517

96.242

101.382

106.624

106.624

2.2

Kontribusi terhadap
produksi padi
Kalteng (%)

50,00

50,00

50,00

50,00

50,00

50,00

50,00

2.3

Persentase gabah
yang diolah menjadi
beras (%)

24,00

25,00

26,00

27,00

28,00

29,00

29,00

II. Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastuktur


1.

Perhubungan

2.

Penataan Ruang

3.

Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan
Persandian

3.1

Jenis dan jumlah


bank dan cabang

3.2

Jenis dan jumlah


perusahaan asuransi
dan cabang

3.3

Jenis, kelas, dan


jumlah restoran

10

10

10

10

10

10

10

3.4

Jenis, kelas, dan


jumlah penginapan/
hotel

10

10

10

10

10

10

10

Persentase Rumah
Tangga (RT)
4.1.
yang menggunakan
air bersih

12

12

35%

12

12

36%

37%

4.

Komunikasi dan Informatika

4.1

Rasio ketersediaan
daya listrik

75%

75%

4.2

Persentase rumah
tangga yang
menggunakan listrik

75%

75%

4.3

Persentase
penduduk yang
menggunakan
HP/telepon

80%

80%

12

38%

12

39%

12

40%

80%

80%

85%

85%

80%

80%

85%

85%

80%

80%

80%

85%

45%

87%
87%

85%

III. Fokus Iklim Berinvestasi


1

Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan
Persandian

1.1

Lama proses
perijinan

1.2

Jumlah dan macam


pajak dan retribusi
daerah

1.3

Jumlah Perda yang


mendukung iklim
usaha

14 hari

8 perda

10 hari

14 hari

10 hari

10 hari

7 hari

7 hari

11/33

11/33

11/33

11/33

11/33

11/33

8 perda

8 perda

8 perda

8 perda

8 perda

8 perda

36%

37%

38%

39%

40%

45%

IV. Fokus Sumber Daya Manusia


1

Ketenagakerjaan

1.1

Rasio lulusan
S1/S2/S3

35%

Indikasi Program Prioritas Beserta Kerangka Pendanaan

IX13

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018

BAB X
PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH
PELAKSANAAN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kapuas merupakanrencana


yang disusun dalam mencapai tujuan pembangunan selama lima (5) tahun yaitu tahun 2013
2018. RPJMD ini akan menjadi pedoman untuk mewujudkan Kabupaten Kapuas yang lebih maju,
sejahtera dan mandiri melalui pembangunan yang adil dan merata serta berkelanjutan. Untuk itu
dibutuhkan komitmen bersama dari seluruh pelaku pembangunan baik pemerintah daerah, DPRD,
masyarakat dan dunia usaha untuk melaksanakan dan mengawalnya ke pelaksanaan pmbangunan
tahunan.
10.1.

Pedoman Transisi

Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan dan mengisi kekosongan Rencana


Pembangunan Daerah Tahun 2019, diperlukan adanya pedoman untuk dijadikan acuan dalam
menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019, dan selanjutnya RKPD tersebut
dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan RAPBD Kabupaten Kapuas tahun 2019. Mengingat
keterbatasan waktu bagi bupati terpilih hasil pemilihan kepala daerah tahun 2018, maka dalam
menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2018-2023 dan Rencana Kerja
Pemerintah Daerah Tahun 2019, maka Pemerintah Kabupaten Kapuas akan melaksanakan
penyusunan Rancangan RKPD Tahun 2019 sesuai dengan jadwal pelaksanaan Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan agenda menyelesaikan masalah-masalah
pembangunan yang belum seluruhnya tertangani dan terselesaikan sampai dengan tahun 2018,
serta masalah-masalah pembangunan yang akan dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan
dan pelaksanaan pembangunan tahun 2019.
10.2.

Kaidah Pelaksanaan

Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ditetapkan paling
lama 6 (enam) bulan setelah Kepala Daerah dilantik yaitu pada tanggal 25 April 2013 Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Kapuas Tahun 2013-2018 ini dijadikan pedoman bagi
SKPD dalam penyusunan Renstra SKPDdilingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas. Dalam
pelaksanaannya, akan dijabarkan RKPD yang memuat program dan kegiatan pembangunan
tahunan. RKPD merupakan rencana tahunan yang digunakan sebagai dasar bagi menyusun
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).
Beberapa kaidah pelaksanaan RPJMD yang perlu diperhatikan, yaitu:

X-1
Pedoman Transisi dan Kaidah Pelaksanaan

RPJMD Kabupaten Kapuas 2013 2018


1. Seluruh pemangku kepentingan mempunyai beban dan tanggung jawab dan diharapkan
berperan serta bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuasdalam mewujudkan
tujuan dan sasaran pembangunan selama 5 (lima) tahun periode 2013-2018.
2. Setiap SKPD di Kabupaten Kapuas berkewajiban untuk menyusun Renstra SKPD yang memuat
visi, misi, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan
fungsi dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Kapuas 2013-2018. Bagi SKPD yang baru
terbentuk setelah dilakukan pembahasan dan ditetapkannya Perda RPJMD ini, akan dilakukan
penyesuaian dan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati.
3. Untuk menjalankan RPJMD Kabupaten Kapuas Tahun 2013-2018, maka dalam periode
tahunan dilakukan tahapan sebagai berikut:
a) Penjabaran RPJMD diawali dengan penyusunan dokumen Rancangan Awal RKPD oleh
Bappeda, yang diikuti secara bersamaan dengan penyusunan Rencana Kerja (Renja) SKPD
yang merupakan penjabaran dari Renstra SKPD.
b) Proses

partisipatif

Penyempurnaan

perlu

Rancangan

dilakukan
Awal

untuk

RKPD

mendapatkan

melalui

masukan

penyelenggaraan

terhadap

Musyawarah

Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan,


Forum SKPD, Musrenbang Kabupaten serta penjaringan aspirasi masyarakat oleh DPRD
sesuai pembagian daerah pemilihan.
c) Rancangan Akhir RKPD disempurnakan setelah dilaksanakan Musrenbang Provinsi,
dengan mengacu pada hasil dari forum SKPD.
4. Dokumen RPJMD dan RKPD merupakan dokumen yang dijadikan bahan penyusunan RAPBD,
terdiri dari program dan kegiatan yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Kapuas. Apabila
terdapat program dan kegiatan yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah ini, termasuk
pendanaannya, maka akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Kepala Daerah.
5. Dokumen RPJMD merupakan pedoman bagi SKPD dalam menyusun Renstra SKPD. Oleh
karena itu, SKPD berkewajiban menjamin konsistensi antara RPJMD dengan Renstra SKPD.
Dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan RPJMD, Bappeda berkewajiban untuk
melakukan verifikasi terhadap penjabaran RPJMD ke dalam dokumen Renstra SKPD.
6. Dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan RPJMD Kabupaten KapuasTahun 20132018, perlu dilaksanakan pengendalian dan evaluasi yang dimulai pada tahun ke 2 (dua)
sampai tahun ke 5 (lima) penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan
dalam rangka menganalisa terhadap pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan
dalam RPJMD ini. Untuk melihat konsistensi pelaksanaan perencanaan dalam dokumen
RPJMD ini, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada, maka Bappeda
berkewajiban untuk melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan
perencanaan dimaksud.

X-2
Pedoman Transisi dan Kaidah Pelaksanaan